Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran asosiasi orang tua, pola kemitraan yang terjalin dengan pihak manajemen sekolah, serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di Sekolah Nusa Alam Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan triangulasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah nasional, kepala sekolah ekspatriat, pengurus asosiasi orang tua, guru, dan siswa. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asosiasi orang tua berperan dalam memberikan dukungan sarana dan prasarana, mendukung kegiatan ekstrakurikuler, serta menjadi jembatan komunikasi antara sekolah dan orang tua. Pola kemitraan yang terbentuk meliputi pola pengasuhan (parenting), belajar di rumah (learning at home), komunikasi (communicating), kolaborasi (collaborating), sukarelawan (volunteering), dan pengambilan keputusan (decision making). Keberadaan asosiasi orang tua memberikan dampak positif berupa meningkatnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua, kelancaran pelaksanaan program unggulan sekolah, terciptanya lingkungan belajar yang lebih suportif, meningkatnya rasa memiliki terhadap sekolah, serta meningkatnya kualitas layanan pendidikan baik dalam aspek akademik, karakter, kreativitas, maupun perkembangan sosial peserta didik. Dengan demikian, asosiasi orang tua memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui kemitraan yang sinergis antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.