p-Index From 2021 - 2026
14.416
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Tradisi Lokal dalam Penguatan Demokrasi Politik di Kabupaten Simalungun Sinaga, Enjellina; Ivanna, Julia
Journal of Accounting Law Communication and Technology Vol 1, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalakotek.v1i2.2629

Abstract

Demokrasi adalah kedaulatan tertinggi dalam pemerintahan yang keputusan berada di tangan rakyat, kemudian keputusan tersebut untuk rakyat dan oleh rakyat. Demokrasi tidak harus diimplementasikan di tingkat lokal atau daerah. Demokrasi lokal memegang peranan dalam mewujudkan pemerintahan yang sebenar-benarnya demokratis dan responsif terhadap kepentingan masyarakat. Dalam demokrasi lokal, masyarakat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berpartisipasi dan turut serta dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan mereka. Demokrasi lokal merupakan pilar utama bagi terwujudnya pemerintahan yang sebenar-benarnya demokratis dan pro-rakyat. Demokrasi lokal memiliki sarana untuk menyuarakan aspirasinya, mengawasi kinerja pemerintah daerah, dan berpartisipasi dalam proses pembangunan. Penguatan demokrasi lokal harus terus dilakukan agar tujuan utama demokrasi benar-benar dapat dicapai. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah penelitan deskriptif kualitatif. Penulis berharap dapat melihat bagimana penyelesaian dari rumusan masalah yang telah ditemukan dari latar belakang yang telah penulis temukan. Demokrasi nilai demokrasi seperti partisipasi, keterwakilan, dan transparansi telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Simalungun dalam mengambil keputusan penting.
Optimalisasi Peran Pemilih Pemula pada PEMILU 2024 dan Tantangan Kedepannya ( Studi kasus Desa Tegalsari Mandala II, Kota Medan, Sumatera Utara) Nainggolan, Gaby Agustina; Marpaung, Riska; Mahulae, Tri Santa Lasmarito; Ivanna, Julia
Journal of Accounting Law Communication and Technology Vol 1, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalakotek.v1i2.2660

Abstract

Pemilih pemula memiliki peran penting dalam proses Pemilu, karena mereka akan menjadi generasi masa depan yang akan mempengaruhi arah politik dan sosial bangsa. Mereka memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada proses demokrasi dan memastikan keberlangsungan sistem demokrasi. Namun, masih banyak pemilih pemula yang tidak memahami pentingnya Pemilu dan demokrasi, serta tidak memiliki kesiapan yang maksimal dalam menentukan pilihan. Metode penelitian deskriptif kualitatif berfokus pada permasalahan atas dasar fakta yang dilakukan melalui pengamatan/observasi, wawancara, dan mempelajari dokumen-dokumen. . Metode penelitian deskriptif kualitatif merupakan metode yang tidak menggunakan dasar kerja statistik, namun berdasarkan bukti-bukti kualitatif. Dalam hal lain menyatakan metode penelitian deskriptif kualitatif merupakan metode yang berdasarkan pada kenyataan lapangan dan apa yang dialami oleh responden akhirnya dicarikan rujuan teorinya.Untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula, diperlukan strategi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapan mereka. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah melalui sosialisasi pendidikan politik yang lebih intensif dan luas. Sosialisasi ini dapat membantu pemilih pemula memahami pentingnya Pemilu dan demokrasi, serta meningkatkan kesiapan mereka dalam menentukan pilihan. Selain itu, sosialisasi juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya Pemilu dalam perjalanan demokrasi bangsa ini. Pemilu 2024 akan menjadi salah satu momen penting dalam sejarah demokrasi bangsa ini. Dalam beberapa tahun terakhir, partisipasi pemilih pemula dalam Pemilu Indonesia telah menunjukkan penurunan, yang dapat berdampak pada kualitas demokrasi. Oleh karena itu, optimalisasi peran pemilih pemula dalam Pemilu 2024 menjadi sangat penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan mempertahankan kualitas demokrasi. 
Implementasi Undang Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 Terhadap Pemberdayaan Masyarakat di Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan Ritonga, Nadila Septiani; Simangunsong, Melva; Ivanna, Julia
Journal of Accounting Law Communication and Technology Vol 1, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalakotek.v1i2.2614

Abstract

Penelitian ini berjudul Implementasi UU Desa No. 6 Tahun 2014 Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Adapun tujuannya ialah untuk mendeskripsikan atau menggambarkan bagaimana implementasi UU terbaru terhadap pemberdayaan masyarakat di Desa Saentis. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yakni bertujuan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data yang berupa kata-kata, tindakan, atau simbol dalam bentuk narasi, wawancara, observasi, atau dokumen untuk menghasilkan pemahaman mendalam tentang implementasi pemberdayaan masyarakat desa menurut UU Desa No. 6 Tahun 2014. Pemberdayaan masyarakat desa sebagai upaya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Dalam UU ini, pemberdayaan masyarakat diintegrasikan dengan pengelolaan sumber daya lokal dan pengembangan desa yang berkelanjutan. Dalam pemberdayaan masyarakat desa sangat penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, memperkuat kemandirian masyarakat desa, meningkatkan kesetaraan sosial, dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan.
Wujud Demokrasi di Kampus Melalui Partisipasi Mahasiswa dalam Pemilihan Semaf FMIPA Universitas Negeri Medan Sirait, Einstenia Paramitha; Nasution, Faizah Afifah; Marito, Pinta; Marpaung, Hot Rotua; Sembiring, Rahel Natalia; Ivanna, Julia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud demokrasi di kampus melaluIpartisipasi mahasiswa dalam pemilihan Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (SEMAF FMIPA) Universitas Negeri Medan. Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya tingkat partisipasi mahasiswa yang dipengaruhi oleh kesibukan akademik, kurangnya sosialisasi, kendala teknis, serta sikap apatis sebagian mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara terhadap delapan mahasiswa FMIPA UNIMED dan didukung oleh studi pustaka serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi mahasiswa beragam. Sebagian mahasiswa aktif menggunakan hak pilih karena memahami pentingnya demokrasi kampus, sementara sebagian lainnya tidak berpartisipasi karena keterbatasan informasi dan faktor kesibukan. Pertimbangan dalam memilih meliputi visi-misi, rekam jejak, integritas, serta kedekatan personal dengan calon. Tantangan demokrasi kampus yang muncul adalah lemahnya sosialisasi, metode pemilu daring yang kurang menarik, rendahnya kepedulian mahasiswa, serta potensi dominasi kelompok tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan Ketua SEMAF FMIPA merupakan miniatur praktik demokrasi di lingkungan akademik. Untuk memperkuat budaya demokrasi, diperlukan perbaikan sistem pemilu, peningkatan literasi politik, serta strategi sosialisasi yang lebih kreatif dan inklusif.
Ketahanan Nasional sebagai Landasan Pembangun Bangsa di Era Globalisasi : Perspektif Aparatur Negara di Polrestabes Medan Manullang, Elisabeth Takasima; Sihite, Tioma Elizabeth; Siregar, Dona Rut; Azzahra, Nabila; Giawa, Zulia Safitri; Ivanna, Julia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas ketahanan nasional sebagai landasan pembangunan bangsa di era globalisasi dengan fokus pada perspektif aparatur negara di POLRESTABES Medan. Ketahanan nasional dipandang sebagai kemampuan adaptif bangsa menghadapi berbagai tantangan baik dari dalam maupun luar negeri, mencakup aspek politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan. POLRESTABES Medan sebagai institusi kepolisian di kota metropolitan dengan kompleksitas sosial tinggi memiliki peran ganda, yaitu sebagai penegak hukum dan pembina masyarakat yang berkontribusi dalam memperkuat ketahanan nasional. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap aparatur negara di Polrestabes Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan ketahanan nasional diwujudkan melalui sinergi antara penegakan hukum, pembinaan masyarakat, dan strategi keamanan berbasis partisipasi publik. Kendala seperti keterbatasan sumber daya dan ancaman disinformasi digital masih menjadi tantangan, namun peluang pengembangan strategi yang adaptif dan inklusif terbuka lebar. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran aktif aparatur kepolisian dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan demi mendukung pembangunan bangsa yang berkelanjutan di tengah dinamika globalisasi.
Peran Mahasiswa Melalui Senat Mahasiswa Universitas Negeri Medan dalam Memperjuangkan Aspirasi Berdasarkan Konstitusi Turnip, Gresvita Sanova; Damanik, Wicha Rosari; Lingga, Yulfar Kurniasih; Ramadhani, Sofia; Samosir, Ferianto Puji Jahata; Ivanna, Julia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran Senat Mahasiswa Universitas Negeri Medan dalam memperjuangkan aspirasi mahasiswa berdasarkan prinsip demokrasi dan konstitusi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara semi terstruktur dan studi dokumentasi dengan melibatkan anggota Senat Mahasiswa serta mahasiswa yang pernah menyampaikan aspirasinya melalui mekanisme yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Senat Mahasiswa berperan sebagai penghubung komunikasi antara mahasiswa dan birokrasi universitas, dengan mekanisme utama seperti forum Sapa Fakultas dan penggunaan Google Form untuk menyalurkan aspirasi secara lebih cepat, transparan, dan formal. Data lapangan juga memperlihatkan keberhasilan Senat Mahasiswa dalam mengatasi permasalahan, seperti mempecepat distribusi jas almamater dan mendorong kebijakan pembatasan pembelian buku, yangmemberi dampak langsung terhadap kesejahteraan mahasiswa. Pembahasan menegaskan bahwa efektivitas kerja Senat Mahasiswa sangat dipengaruhi oleh keberanian mahasiswa dalam menyuarakan pendapat, serta kemampuan lembaga ini melakukan mediasi ketika terjadi ketegangan dengan pihak kampus. Berdasarkan temuan tersebut peran Senat Mahasiswa bukan hanya sebagai penyalur aspirasi, tetapi juga sebagai penggerak pendidikan demokrasi di lingkungan kampus, sehingga memberikan dampak positif.
Sikap “Tone Deaf” terhadap Ketegangan Sosial dan Potensi Konflik yang Menghambat Persatuan Nasional: Perspektif Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Unimed Nasution, Najwa Putri Lumongga; Rajagukguk, Yuneyka Rivera; Ramadhani, Zaskia; Ginting, Vrendy; Ivanna, Julia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural menghadapi tantangan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. Salah satu ancaman yang muncul adalah sikap tone deaf, yaitu ketidakpekaan sosial terhadap isu-isu penting yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna sikap tone deaf dalam konteks ketegangan sosial, menganalisis potensi konflik yang ditimbulkannya, serta mengeksplorasi perspektif Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) UNIMED dalam merespons fenomena tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anggota GMNI UNIMED yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap tone deaf berkontribusi terhadap meningkatnya kesalahpahaman dan ketegangan antar kelompok sosial. Namun, GMNI UNIMED terbukti memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran sosial mahasiswa melalui pendidikan ideologis, diskusi kritis, dan aksi nyata yang mendorong solidaritas serta memperkuat persatuan nasional. Dengan demikian, organisasi mahasiswa memiliki potensi signifikan dalam menangkal sikap apatis dan menjaga kohesi sosial di tengah kompleksitas masyarakat Indonesia.
Persepsi Mahasiswa Mengenai Penegakan Hukum di Indonesia sebagai Sarana Menyuarakan Aspirasi Ningsih, Liska Kustria; Situmorang, Suci Trianata; Sipayung, Flia Arnesta; Khailafizah, Siti; Barasa, Rubenta; Ivanna, Julia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persepsi mahasiswa terhadap penegakan hukum di Indonesia sebagai sarana menyuarakan aspirasi. Indonesia sebagai negara hukum menghadapi berbagai tantangan dalam penegakan hukum, seperti lemahnya akuntabilitas aparat, diskriminasi, dan rendahnya kepercayaan publik. Mahasiswa, sebagai agen perubahan dan kontrol sosial, memiliki peran penting dalam mengkritisi dan menyuarakan aspirasi melalui jalur hukum. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara semi-terstruktur yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Medan, menggunakan purposive sampling dengan strategi Maximum Variation Sampling (MVS). Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman (1994) dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang penegakan hukum di Indonesia masih cacat struktural, cenderung tebang pilih, dan aparat penegak hukum belum maksimal menjalankan tugasnya. Demonstrasi dianggap sebagai sarana efektif dalam menyuarakan aspirasi karena jalur hukum formal belum sepenuhnya efektif. Mahasiswa menuntut adanya penegakan hukum yang adil, transparan, dan bebas intervensi kekuasaan. Penelitian ini memberikan gambaran penting tentang peran strategis mahasiswa dalam mengawal negara hukum dan menjadi masukan bagi pembuat kebijakan untuk memperbaiki sistem hukum di Indonesia.
Perundungan di Lingkungan Sekolah sebagai Bentuk Pelanggaran Hak Asasi Manusia: Perspektif Guru dan Siswa di SMP Negeri 13 Medan Wulandari, Trimutia; Purba, Nesya Maharani; Mawaddah, Sari; Ananta , Olivia Gina; Manulang, Okto Panca; Ivanna, Julia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena perundungan di SMP Negeri 13 Medan dengan menekankan bahwa perundungan merupakan bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Tujuan penelitian adalah untuk menggali pemahaman guru dan siswa mengenai perundungan, mengidentifikasi bentuk dan faktor penyebabnya, menelaah dampak yang ditimbulkan, serta mendeskripsikan strategi pencegahan dan penanganan yang dilakukan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi literatur. Narasumber terdiri dari seorang guru Bimbingan Konseling serta dua siswa SMPN 13 Medan. Temuan menunjukkan bahwa perundungan di sekolah umumnya berbentuk verbal seperti ejekan fisik, hinaan akademik, dan pemanggilan nama orang tua, meskipun bentuk lain seperti fisik dan siber juga ditemukan. Faktor penyebabnya antara lain kondisi keluarga yang broken home, pengaruh lingkungan teman sebaya, serta rendahnya kesadaran siswa terhadap nilai-nilai HAM. Dampak juga tampak seperti trauma psikologis, rendah diri, menurunnya motivasi belajar, hingga ketakutan untuk datang ke sekolah. Upaya penanganan yang dilakukan sekolah meliputi konseling bertahap, pemanggilan orang tua, pemberian sanksi tegas, serta ajakan kepada OSIS untuk lebih aktif dalam pencegahan.
Budaya Politik Masyarakat Dalam Pemilihan Kepala Desa Di Desa Marindal I Kecamatan Patumbak Naibaho, Vebri Meliarni Oktavia; Nadeak, Natalin Enzel; Natasiya, Bella; Ivanna, Julia
Kybernology : Journal of Government Studies Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjgs.v4i1.15028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Budaya Politik Masyarakat Desa Marindal I Kecamatan Patumbak dalam Pemilihan Kepala Desa, dan Faktor-faktor yang mendorong masyarakat dalam Pemilihan Kepala Desa di Desa Marindal I Kecamatan Patumbak, dengan Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian deskriptif kualitatif ini berguna untuk menguraikan informasi kualitatif dan sekaligus untuk menggambarkan dengan jelas masalah yang sedang di teliti. Penelitian kualitatif bersifat mendeskripsikan ‘makna data’ atau fenomena yang dapat ditangkap oleh peneliti, dengan menunjukkan bukti-buktinya. Fenomena itu banyak bergantung pada kemampuan peneliti dalam menganalisisnya. Penelitian ini sering dipakai untuk menganalisis aktivitas dan fenomena sosial yang ada di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, metode ini menjadi alat yang penting dalam menyediakan landasan teoritis dan pemahaman yang komprehensif tentang topik penelitian, serta sebagai langkah awal dalam merancang strategi penelitian lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan. Hasil dan pembahasan yang meliputi Masyarakat Indonesia memiliki berbagai macam budaya politik. Budaya politik merupakan suatu pola yang dilakukan oleh individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang ditanamkan oleh para anggota suatu sebuah sistem politik. Budaya politik di Indonesia ini sudah terbagi menjadi budaya politik yang dimiliki oleh elit politik dan yang dimiliki oleh kaum rakyat dan faktor faktor yang mempengaruhi seperti rasionalitas dan emosional
Co-Authors Adelia Parhusip, Feby Adeliana Panjaitan, Novia Adriani, Natasya Afrillia Surbakti, Fina Alona Br Bangun, Jacklyn Ananta , Olivia Gina Andini, Salwa Anggi, Olivia Aprillia, Vina Aqilah, Zahra Nur Ar Rahma Pasaribu, Nopi Yanti Arayan, Miftah Arba Asari, Nur Ariska, Sella Aritonang, Adelina Marta Aritonang, Angel Aritonang, Rumiris Yolanda Armanda, Tri Bayu Arpani, Putri Aulia, Ameytia Rizka Aulia, Nazlah Aulya, Fahrysyah Ayu Wulandari Azahra Sani, Adinda Salwa Azzahra, Nabila Bago, Rhyfka Arlina Bangun, Desy Yolanda Br Bangun, Devi Permata Br Bangun, Jacklyn Alona Bangun, Kezia Thasa Emteta Karina Banurea, Rejeki Karina Barasa, Rubenta Barus, Nico Pratama Bate’e, Khania Suza Batubara, Annisa Puspita Sari Batubara, Yemima Nurhaida Sryagnes Berliana Silalahi, Reni Berutu, Ermita Boangmanalu, Vivin Silvia Br Bangun, Iren Br Lumban Batu, Rouli br Sinaga, Melisa Br Tarigan, Putri Juliani Br. Marbun, Tasya Carnova, Yunita Tri Caroline Pakpahan, Lisa Chairun Nisa Daely, Victoria Grace Damanik, Denada Damanik, Denda Damanik, Indah Puja Claudia Damanik, Nurul Fazira Damanik, Putri Yohana Damanik, Wicha Rosari Dari, Ulan Depari, Samuel Pratama DESI NATALIA, DESI Desinta, Desinta Dewi Wulandari Dian Wahyu Dina Pratiwi, Dina Elisabeth Purba, Griyani Faradila, Cika Fatimah, Ulfa Fauzah Ritonga, Nailatul Fauzi, M. Iraqi Fauzi, Muhammad Iraqi Febiola Tampubolon, Stevanie Febriana Febriana, Febriana Fina Afrillia Surbakti Fiona Purba, Desriani Ronay Firdaus, Alif Firman, Al Gajahmanik, Shelly Elprida Gaol, Dahlianatalia Lumban Gea, Benediktus Josua Giawa, Zulia Safitri Gimstar, Wahyu Seno Ginting, Desy Brema Sevriani Ginting, Eka Zefanya Ginting, Maya Br Ginting, Vrendy Gultom, Jona Gunawan Gultom, Joshua Hery Cristian Gultom, Latifah Hannum Gultom, Wida Bonor Gurning, Fretty Luciana Hadiningrum, Sri Harahap, Nurul Febriyani Harahap, Putra Pratama Harahap, Putri Permata Assiddiq Harianto, Dedek Harmoni Sembiring, Dian Wahyu Hartika Dewi Hasibuan, Mantasia Hasibuan, Nur Hidayah Hasibuan, Ramadani Shohiro Hasibuan, Sarmila Herdiansyah, Habib Akbar Hidayat Rastami, M Ilham Hidayat Rastami, Mhd. Ilham Hilda Samura, Laras Hodriani Hodriani Hodriani Hodriani Hulman Panjaitan, Hulman Hutabarat, Lina Hutagalung, Febrianti Hutapea, Diandra Joy Hutapea, Dorlince Oktavia Hutapea, Nelly Moria Hutasoit, Ardawani Indri Kartika, Indri Indriati, Suci Intan, Putri Ira Safitri Irfandi Irfandi Irfandi Irfandi, Irfandi irsang, Meliana G Irshadi, Filzah Iskandar, Adetya Ivana Zahra, Muthia Jaya, Irhas Juliandi Juliandi Juliandi, Juliandi Julita, Esra Junaidi Junaidi Khailafizah, Siti Krisdayanti Sinambela, Sulastri L Tobing, Dian Uli Anatasia L Tobing, Dies Lathifah, Muthi’ah Latifah, Anni Lestari, Cindy Ayu Lidya Siboro, Ruth Ligori, Alfonsius Lingga, Yulfar Kurniasih Lubis, Yuli Indriani Lumban Gaol, Lammarito LumbanGaol, Risky Sakti Lumbanraja, Berliana Christine Lumbantobing, Joy Novi Yanti Maharani, Silvia Mahulae, Tri Santa Lasmarito Mangudur, Theovanni Indah Manik, Alvin Putra Hariando Manik, Frita Rohani Manik, Vinolya Lidevia Br Manulang, Okto Panca Manullang, Alfon Apriel Manullang, Elisabeth Takasima Manullang, Isabella Margaretha Manullang, Manogu Mitra P Manurung, Mario Fany Manurung, Togu Samuel Riady Marbun, Susi Krisdayanti Marbun, Tasya Margareta, Agatha Sofia Marito, Pinta Marpaung, Hot Rotua Marpaung, Riska Mawaddah, Sari Mufidah, Anisah MUHAMMAD REZA FAHLEVI Muhammad Rifai Mustika, Fanny Mutia Amalianur Nadapdap, Yaser Pareak Sentosa Nadeak, Natalin Enzel Nadeak, Paiman Eliazer Naibaho, Linton Naibaho, Vebri Meliarni Oktavia Nainggolan, Gaby Agustina Napitupulu, Esrawati Nasution, Dinda Amalia Nasution, Faizah Afifah Nasution, Najwa Putri Lumongga Nasution, Risa Elvina Natasiya, Bella Ningsih, Liska Kustria Nur Anisa Simbolon Nurainun Nurainun Nurhasanah, Cindy Nuriah, Asma Oktavia Purba, Rani Padang, Brent Hizkia Pakpahan, Lisa Caroline Pakpahan, Yezkyna R Panggabean, Istiqomatuddiniyyah Panggabean, Naulita Panggabean, Rahel Smith Panjaitan, Novia Adeliana Panjaitan, Pebriana Asina Parhusip, Feby Adelia Pasaribu, Anjelina Pasaribu, Nopi Yanti Ar Rahma Pasaribu, Stevan Oktureja Pasaribu, Tresa Pascha S, Teddy Perangin-Angin, Zoan Gaharu Prana Bangun, Joy Pranata, Dwi Agus Pratama Sihotang, Agustin Pratama, Muhammad Yoga Pratama, Nico Pratama, Raja Songkup Purba, Aprilla Purba, Cindy Eliza Purba, Friska Lorentian Purba, Friskilawati Purba, Herlide Purba, Nasywa Yasmin Purba, Natalia Purba, Nesya Maharani Purba, Rani Oktavia Purba, Sri Damar Wulan Yasinta Purba, Tri Mei Rosalya Purba, Widya Helen Anjalina Putra, Bayu Ardiansyah Putri Andini, Putri Putri, Moria Debora Putriyansyah, Wilda Rahma, Fatiya Nur Rajagukguk, Yuneyka Rivera Ramadhana, Fisca Amanda Ramadhani, Sofia Ramadhani, Zaskia Ramadhania, Jihan Aisyiah Ramsul Nababan Rangkuti, Aswin Refany, Nazwa Regar, Nisa Andriani Ritonga, Nadila Septiani S. Sugiharto Sabeta Nainggolan, Reni Sabrina, Salwa Sahputra, Dimas Samosir, Adrilla Yolanda Samosir, Ferianto Puji Jahata Samura, Laras Hilda Sanusi, Rizal Saragih, Johan Perdana Saragih, Mima Defliyanti Saragih, Rama Rizky Septienda Saragih, Rupma Riana Saragih, Ruth Sayeta Saragih, Sonya Meilini Sarah Sitompul, Yunike Sari, Henny Sebayang, Mikhael Juni Pratama Sembiring, Dian Wahyu Harmoni Sembiring, Erbina Br Sembiring, Febiola Sembiring, Febiola Br Sembiring, Nike Margaretha Br Sembiring, Putri Juliani Br Sembiring, Rahel Natalia Sembiring, Vanessa Uli Siagian, Jhonathan Siagian, Jonathan Siagian, Siti Zahra Siahaan, Despri Mariyani Siahaan, Ruth Yessika Siahaan, Wulan Sianipar, Lumongga Siburian, Pebryna Riosa Siburian, Thereza Dwi Ningrum Siburian, Yeremia Elkana Tua Sidabutar, Alex Prayoga Sidabutar, Eirene Dahlia Sidebang, Daniel David Sihite, Daniel R Sihite, Samuel Sihite, Tioma Elizabeth Sihombing, Ade Fitri Sihombing, Ernawati Sijabat, Yosua Gabe Maruli Silaen, Theresya N.E Silalahi, Marly Meani Silitonga, Miming Kartika Olivia Simamora, Delisya Fransiska Simangunsong, Melva Simanjorang, Bartolomeus Marulitua Simanjuntak, Ester Senov Fitriani Simanjuntak, Jessica Evi Simanjuntak, Johan Pardamean Simanjuntak, March Kevin Simanjuntak, Reva Simanjuntak, Rian Todo Simanjuntak, Sri Susanti Simanullang, Alfon Apriel Simanullang, Tessa Lonika Simanungkalit, Donita Simatupang, Ray Dinho Simbolon, Nur Anisa Simbolon, Olan Mangondi Simbolon, Yeni Yolanda Sinaga, Andre Dwi Putra Sinaga, Eko Pranata Sinaga, Enjellina Sinaga, Juni Atia Intan Sari Sinaga, Lamtiurma Sinaga, Manotar Leryaldo Sinaga, Mery Fernandes Sinaga, Putriana Sinaga, Rahma Dhani Fitria Sinaga, Unedo Sean Sinambela, San Mikael Sinurat, Patrcia Sinurat, Try Auliana Sipayung, Flia Arnesta Sirait, Einstenia Paramitha Sirait, Rachel Rosalina Siregar , Natalie Siregar, Dona Rut Siregar, Elisman Pangodiyan Siregar, Rahmi Siregar, Yolanda Ester Sitanggang, Ade Tamaria Sitanggang, Agnes Sitanggang, Anggreni Tioda Sitanggang, David Christian Sitepu, Eka Mei Riska Br Sitepu, Esra Natasya Sitepu, Nazwa Sitinjak, Ryan Fernando Sitompul, Kristina Pujasari Sitompul, Yunike Sarah Sitorus, Gita Sitorus, Kapita Sitorus, Novandiwan Sitorus, Nurqowwiyani Zulnun Situmeang, Sarnadi Giot Marito Situmeang, Ture Ayu Situmorang, Amelia Situmorang, Suci Trianata Sofyanti, Dina Febri Sri Hadiningrum Sri Yunita Stepani, Gabriella Stevania Tampubolon, Tami Suherwan, Ella Suherwani, Ella Supratman Silaban, Ronaldo Surbakti, Fina Afrillia Surbakti, Fina Aprilia Syahfitri, Nurul M Tamba, Josua Armando Tamba, Relly Tamba, Sri Milka Ulinasari Tambunan, Yusna Elfrida Br Tampubolon, Dominggos Soarez Tanjung, Elsa Susanna Fitri Tanjung, Fani Azhari Tarigan, Aprianta Tarigan, Fandy Franata Tarigan, Putri Lopiga Br Thesia, Devi Putri Tobing, Sthepany Trisna, Wulan Ayu Tumanggor, Septri Jodi Turnip, Gresvita Sanova Ujung , Urrohmawati Uli Sembiring, Vanessa Wahyuni, Devi Sri Warman, Ade Tiyo Waruwu, Lina Yanti Wulandari, Trimutia Yanti Ar Rahma Pasaribu, Nopi Yoga Pratama, Muhammad Yuzar, Dhiva Dalna Zahra, Muthia Ivana