Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai landasan konseptual dan praktis dalam pelaksanaan supervisi pendidikan Islam. Latar belakang penelitian didasarkan pada kebutuhan pembinaan guru yang tidak hanya berorientasi teknis dan administratif, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai spiritual, moral, dan humanis sesuai prinsip ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang berfokus pada analisis teks Al-Qur’an, hadis, serta literatur akademik dan jurnal ilmiah nasional maupun internasional periode 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima nilai utama kepemimpinan Rasulullah SAW — yaitu uswah hasanah (keteladanan), syura (musyawarah), rahmah (kasih sayang), amanah (tanggung jawab dan keadilan), serta tarbiyah dan ta’dib (pembinaan dan penanaman adab) — memiliki relevansi kuat terhadap prinsip dan praktik supervisi pendidikan Islam. Nilai-nilai tersebut membentuk kerangka supervisi yang partisipatif, empatik, transparan, dan berorientasi pada peningkatan profesionalisme serta pembentukan karakter guru sebagai teladan moral. Kesimpulannya, integrasi nilai-nilai kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dalam supervisi pendidikan Islam tidak hanya memperkuat kualitas pembelajaran dan kinerja guru, tetapi juga mengembalikan fungsi pendidikan sebagai proses pembentukan insan kamil. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model supervisi Islami berbasis nilai kenabian untuk diterapkan secara sistematis dalam lembaga pendidikan Islam modern.