p-Index From 2021 - 2026
15.206
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JMM17: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Manajemen Cannarium (Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian) Aquahayati Jurnal Populasi Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Jurnal Sapa Laut Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi) AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan Jurnal Ilmiah Peuradeun Omni-Akuatika Jurnal Biologi Tropis Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Jurnal Riset Akuakultur MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Forest and Society Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Manuju : Malahayati Nursing Journal Journal of Aquaculture and Fish Health BALANCE Jurnal Akuntansi dan Bisnis Midwifery and Nursing Research (MANR) Majalah Ilmiah Warta Dharmawangsa Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Abdi Insani Science Midwifery Jurnal Darma Agung Monas: Jurnal Inovasi Aparatur JURNAL AKUNTANSI BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pelita Masyarakat Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Sricommerce: Journal of Sriwijaya Community Services Community Empowerment Jurnal Akuntansi dan Keuangan Kontemporer (JAKK) Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal EduHealth Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan Journal Of Human And Education (JAHE) Journal of Early Childhood and Character Education Prisma Sains: Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Journal of Social And Economics Research Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Jurnal Abdimas Musi Charitas SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Journal of Community Dedication Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) Jurnal Karya Pengabdian Teknik Mesin EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Eduvest - Journal of Universal Studies Room of Civil Society Development Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Innovative: Journal Of Social Science Research Benefit : Journal of Bussiness, Economics, and Finance Economics, Business, Accounting & Society Review Aceh Journal of Animal Science Jurna Beta Kimia Nasuwakes : Jurnal Kesehatan Ilmiah SULUH ABDI : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat JOURNAL OF MIDWIFERY AND COMMUNITY HEALTH Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN ABANNA: Journal Of Contemporary Islamic Education Bina Bahari : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal Of Medicine And Health Sciences (Medisci) Jurnal Solusi Masyarakat (JSM) Journal of Fisheries & Marine Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Society Jurnal Perikanan journal of social and economic research Room of Civil Social Development Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Pase: Journal of Contemporary Islamic Educational Journal Abdimas Paspama Service Journal of Communication Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Ketebalan Lapisan Bagian Puncak dan Dasar Mutiara Kerang Mabe (Pteria penguin) Sansibar, Sansibar; Yusnaini, Yusnaini; Idris, Muhammad
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 4, No 2 (2020): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v4i2.13123

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengamati karakteristik lapisan bagian puncak (top) dan dasar (base) mutiara blister (Pteria penguin) berdasarkan ukuran cangkang. Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan pada lokasi budidaya mutiara mabe di Perairan Palabusa Selat Buton Sulawesi Tenggara. Hewan uji dua kelompok berdasarkan ukuran cangkang masing-masing 40 ekor. Kelompok pertama (K1) berukuran rata-rata tinggi 72,41 mm, panjang 87,89 mm, dan tebal 25,32 mm; Kelompok kedua (K2) berukuran rata-rata tinggi 89,03 mm, panjang 105,87 mm dan tebal 29,57 mm. Parameter yang diukur adalah ketebalan lapisan mutiara pada bagian atas, puncak (top) dan ketebalan lapisan pada bagian dasar (base), dan morfometrik cangkang karang. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif terhadap lapisan base dan top dengan ukuran cangkang antara panjang, tinggi, dan tebal. Ketebalan lapisan mutiara pada bagian top K2 yaitu 0.23±0.06 mm, lebih tinggi dari K1 yaitu 0.22±0.05 mm, demikian juga ketebalan lapisan mutiara bagian base pada kerang K2 yaitu 0.32±0.09 mm lebih tinggi dari pada K1 yaitu 0.30±0.06 mm. Makin tebal ukuran cangkang, cenderung menghasilkan mutiara yang lebih tebal.
Studi Pertumbuhan Ikan Sidat (Anguilla bicolor) yang diberi Hormon Pertumbuhan Rekombinan Kerapu Kertang (rEIGH) dengan Selang Waktu Penyuntikan yang Berbeda Sukriawan, Sukriawan; Idris, Muhammad; Kurnia, Agus; Yusnaini, Yusnaini; Abidin, La Ode Baytul; Nur, Indriyani
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 2 (2020): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.527 KB) | DOI: 10.33772/jma.v5i2.11024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval waktu optimum penyuntikan hormon pertumbuhan rekombinan ikan kerapu kertang (rElGH) terhadap pertumbuhan ikan sidat (A. bicolor). Sebayak 60 ekor ikan sidat dengan berat awal rata-rata 94-120 g ditempatkan kedalam 12 wadah bak kayu (5 ekor/wadah) diberi perlakuan perbedaan waktu penyuntikan hormon yaitu setiap 5 hari, 7 hari, 9 hari dan kontrol (tanpa penyuntikan hormon). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan spesifik (LPS) dan kelangsungan hidup. Hasil analisis sidik ragam menunjukan bahwa penyuntikan hormon pertumbuhan rekombinan ikan kerapu (rElGH) dengan rentang waktu yang berbeda  memberikan pengaruh yang signifikan (P<0,05) terhadap PM, LPS dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyuntikan hormon pertumbuhan rekombinan ikan kerapu kertang (rElGH) dengan selang waktu 9 hari menghasilkan PM dan LPS ikan sidat tertinggi yakni masing-masing sebesar 34.0 ± 1.22 g dan 0.61 ± 0.03 %. Kelangsungan hidup ikan sidat pada semua perlakuan adalah 100 %. Penelitian menyimpulkan bahwa penyuntikan hormon pertumbuhan rekombinan ikan kerapu kertang (rElGH) dengan selang waktu 9 hari dapat meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan sidat.Kata kunci: Hormon rEIGH, waktu penyuntikan, pertumbuhan Ikan sidat, Anguilla bicolor
Analisis Input dan Ekspor Karbon dan Nitrogen Organik dari Serasah Mangrove di Kawasan Pesisir Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan Syahrir, La; Yasir Haya, LD Muhammad; Yusnaini, Yusnaini; Iba, Wa; Hamid, Abdul; Analuddin, Kangkuso
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 6, No 1 (2022): JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i1.16176

Abstract

Mangrove adalah salah satu vegetasi pantai yang berperan penting sebagai sumber karbon dan nutrien di lingkungan pesisir dan disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan input dan expor karbon dan nutrien organik mangrove di Tinanggea, Sulawesi Tenggara Kadar karbon dan nitrogen organik serasah mangrove dianalisis dari sampel serasah yang dikoleksi bulanan di Tinanggea dan dianalisis di Laboratorium Biologi FMIPA UHO. Input dan ekspor karbon dan nitrogen pada ekosistem mangrove dihitung berdasarkan produksi serasah mangrove yang dikoleksi tiap bulan pada tiap stasiun. Hasil penelitian menunjukan bahwa input karbon organik dari serasah mangrove berkisar 10,99-14,30 ton/ha/tahun, sedangkan input nitrogen organik berkisar 0,34-0,52 ton/ha/tahun, dan memperlihatkan variasi secara spasial dan temporal. Eskpor karbon dan nutrien organik pada ekosistem mangrove bervariasi secara spasial dan temporal masing-masing berkisar 3,30-4,29 ton/ha/tahun untuk eskpor karbon organik dan sebesar 0,007-0,016 ton/ha/tahun untuk ekspor nitrogen organik paling tinggi pada stasiun T5 dan paling rendah stasiun T4. Input dan eskpor karbon dan nitrogen organik sangat dinamis pada ekosistem mangrove yang mengindikasikan perannya dalam menjaga produktifitas lingkungan pesisir di Tinanggea dan sekitarnya.Kata Kunci: Ekosistem mangrove; Ekspor karbon dan nitrogen organik; Input karbon dan nitrogen organik; Produktifitas mangrove.
Studi Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Yang Diberi Pakan Keong Bakau Dan Keong Mas Segar Yang Dipeliharan Pada Sistem Sirkulasi Jumarlin, Jumarlin; Kurnia, Agus; Astuti, Oce; Yusnaini, Yusnaini; Idris, Muhammad
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i2.15245

Abstract

Studi Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Yang Diberi Pakan Keong Bakau (Telescopiumtelescopium) Dan Keong Mas (Pomaceacanaliculata) Segar Yang Dipeliharan Pada Sistem Sirkulasi.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui studi pertumbuhan kepiting bakau (scylla serrata) yang diberi pakan keong bakau dan keong mas segar yang dipelihara pada sistem sirkulasi. Penelitian ini menggunakan 3 jenis pakan segar yakni keong bakau (Pakan A), perlakuan B keong mas (Pakan B) dan campuran antara keduannya (keong bakau dan keong mas) sebagai pakan C. Sebanyak 18 ekor kepiting bakau (bobot awal 60-90 gram) ditempatkan ke dalam 18 bua wadah plastik dan dipelihara menggunakan sistem resirkulasi. Kepiting bakau diberi pakan sebanyak 2 kali sehari ( jam 8.00 dan 17.00) sebanyak 10% dari bobot tubuh selama 60 hari pemeliharaan. Penelitian ini dirancang menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik (LPS), panjang dan lebar karapaks, serta tingkat kelangsungan hidup kepiting bakau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jenis pakan segar yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, pertumbuhan panjang dan lebar karapaks serta tingkat kelangsungan hidup kepiting bakau. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan mutlak kepiting uji berkisar antara 14,83-29,33 gram, laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 0,26-0,49%, panjang karapaks berkisar 0,37-0,52 cm, lebar karapaks 0,27-0,55 cm dan tingkat kelangsungan hidup berkisar 83,33-100%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian pakan keong bakau segar, keong mas segar dan campuran keduanya dapat meningkatkan pertumbuhan kepiting bakau (S. Serrata) yang dipelihara pada sistem sirkulasi.Kata Kunci : Kepiting Bakau, Pertumbuhan, Sintasan, Keong Bakau Dan Keong Mas.
Perbandingan Pertumbuhan Benih Hasil Perkawinan Ikan Nila Merah Dengan Nila Hitam (Oreocheromis niloticus) Masirudin, La Ode; Yusnaini, Yusnaini; Idris, Muhammad
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 2 (2020): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v5i2.15637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pertumbuhan benih hasil perkawinan ikan nila merah dengan nila hitam (oreocheromis niloticus). Penelitian ini telah dilaksanakan pada  bulan September sampai November 2019 di PKBI (Pondok Kewirausahaan Budidaya Ikan) Anduonohu selama 45 hari. Perlakuan dalam penelitian ini adalah A : nila merah jantan>< nila hitam betina  B : nila merah betina >< nila hitam jantan C : nila hitam jantan  >< nila hitam betina , sedangkan parameter yang diamatia dalam penelitian ini adalah pertumbuhan mutlak rata-rata, laju pertumbuhan spesifik, dan tingkat kelangsungan hidup. Hasil penelitian ini menunjukan perlakuan B :nila merah betina >< nila hitam jantan lebih unggul dibandingkan dengan perlakuan lainnya yakni pertumbuhan mutlak: 1,67± 0,46 g, laju pertumbuhan spesifik: 7,60 ± 0,54 % /hari dan tingkat kelangsungan hidup: 100%. Dapat disimpulkan bahwaperkawinan nila merah betinah dan nila  hitamjantan memiliki pertumbuhan mutlak yang terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainyaKata Kunci : Pertumbuhan, Larva Nila Hitam, Larva Nila Merah
Sublethal toxicity test of mercury (Hg) in the flesh and tissue of Tilapia (Oreochromis niloticus) Yusnaini Yusnaini; Emiyarti Emiyarti; Indriyani Nur; Oce Astuti; Rahmad Sofyan Patadjai
Journal Omni-Akuatika Vol 16, No 2 (2020): Omni-Akuatika November
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.oa.2020.16.2.749

Abstract

This study tested the sublethal toxicity of mercury (Hg) in the flesh and tissue of tilapia (Oreochromis niloticus). This research used an experimental method completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 3 replications. The treatments used different Hg concentrations: Treatment A = 0.08 ppm; B = 0.16 ppm; C = 0.24 ppm; and the control group = without the addition of Hg. The parameters observed were the accumulation of mercury (Hg) in the flesh and tissue damage (histopathology) of the gills, kidneys and liver of tilapia. The results showed that the highest Hg accumulation was at the highest Hg concentration (treatment C = 0.24 ppm). Tissue damage was mainly found in the kidneys, liver and gills of fish exposed to Hg with indications of bleeding, tubular necrosis, vacuolization of epithelial cells, and mononuclear cell infiltration. The results showed that the toxicity of mercury to the organs increased with the increase in the concentration of Hg in water. Keywords : flesh, mercury, Oreochromis niloticus, sublethal, tissue
Morfologi dan morfometrik perkembangan awal filosoma lobster mutiara (Panulirus ornatus) Yusnaini Yusnaini; Muhammad Natsir Nessa; Muhammad Iqbal Djawad; Dody Dharmawan Trijuno
Aquahayati Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Aquahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.414 KB)

Abstract

Telur lobster mutiara yang baru menetas dinamakan larva atau filosoma. Pengetahuan tentang filosoma dibutuhkan untukmengembangkan dan mengelola pembenihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi morfologi dan morfometrikperkembangan awal filosoma lobster mutiara (Panulirus ornatus). Filosoma yang baru menetas dipelihara tanpa diberipakan. Hari ke 1, 3, 5, dan 7 hari setelah menetas, filosoma diamati morfologi dan morfometriknya dengan menggunakanmikroskop binokuler dan mikrometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara morfologi, tubuh dari filosoma tahapawal berbentuk datar, tidak berpigmen, transparan sehingga dari punggung atau perut, kontraksi jantung, usus, midgutgland terlihat jelas. Tubuh filosoma terdiri atas tiga bagian, yaitu: kepala, dada, dan pleon. Kepala terdiri atas ususbucccale sebagai bagian dari mulut, jantung, sepasang mata, antena, antenulla, maxilliped 1 , 2, dan 3, serta organ dalampenting lainnya. Di dada, terdapat organ pencernaan (semacam usus) dan 3 pereiopods. Periopod 1 dan 2 adalah exopod,dorsal coxal spine, plumose natatory setae, coxa, basis, ischio-merus,corpus dan dactylus. Ukuran tahap I adalah: panjangtubuh 1,431,47 mm (±0,05 mm), panjang cephala adalah 0,760,78 mm (±0,02 mm), dan lebar cephala adalah0,710,72 mm (±0,03 mm). Panjang Thorax adalah 0,460,48 mm (±0,08 mm), lebar dada adalah 0,360,38 mm (± 0,03mm), panjang pleon adalah 0,270,29 mm (±0,05 mm) dan lebar pleon adalah 0,11 mm (± 0,01 mm). Keadaan morfologidan morfometrik filosoma sampai hari ke 7 tidak mengalami perubahan, suatu indikasi bahwa filosoma lobster mutiaramempunyai perkembangan yang sangat lambat dan tetap berada pada stadia pertama.Kata kunci: lobster mutiara, Panulirus ornatus, morfologi, morfometrik, filosoma/larva
Production and Application of Organic Fertilizer for White Leg Shrimp and Milkfish Cultivation Indriyani Nur; Yusnaini Yusnaini; Baheri Baheri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 7, No 4 (2021): December
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.383 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.55842

Abstract

The slow growth of white leg shrimp and milkfish cultivation became a concern in the location of community service activity (PKM). This was mainly due to food limitation, especially concerning the difficulty in natural food development. The purpose of this endeavor is to apply the production technology and application of organic fertilizer for the cultivation of white leg shrimp and milkfish along the marginal embankments. This endeavor was carried out in April to November 2019 in Mondoe Village, Konawe Selatan District, Southeast Sulawesi. This activity was manifested by providing production facilities, training, production of organic fertilizer, the use of organic fertilizer, white leg shrimp and milkfish cultivation, monitoring, and activities evaluation. The implementation of this activity was able to increase the knowledge, perception, and skills of participants as partners in producing fermented organic fertilizer. The application of the use of organic fertilizer was able to provide alternatives and overcome the limitation of fertilizer for aquaculture businesses in embankments. The results of this PKM were proven to be able to improve partners' knowledge and skills and provide solutions in overcoming the limitation of fertilizer especially in terms of aquaculture businesses in embankments.
INTRODUKSI INDUKAN DAN ALIH TEKNOLOGI PEMBENIHAN LOBSTER AIR TAWAR (CERAX QUADRICARINATUS) PADA KELOMPOK MASYARAKAT DI KECAMATAN LADONGI KABUPATEN KONAWE TIMUR Yusnaini; Muhammad Ramli; Zainuddin Saenong; Indriyani Nur; Indrayani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2020
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1256.445 KB) | DOI: 10.20956/pa.v4i3.8742

Abstract

Broodstock Introduction and Technology Transfer of Crayfish (Cerax quadricarinatus) Hatchery in the Community Groups in Ladongi Subdistrict, East Konawe RegencyAbstract. Crayfish is an introduced species that has the potential to be developed.  However, Its development is hindered by the availability of the seeds. The aim of this activity was to transfer  crayfish hatchery technology into two community groups in Ladongi Subdistrict, East Konawe  Regency. These activities were conducted from 2017-2018. The forms of activities were hatchery extension/training, introduction of crayfish broodstocks, contruction of breeding ponds and hatcheries and evaluation of knowledge, skills, availability of production facilities and the ability of partners to produce caryfish seeds. The results showed that the knowledge level of participants based on indicators was 55-91%., from know nothing to know many things about crayfish.  The skill level of participants based on indicators was 64-100%, from unable to be able to seed crayfish. Both groups are able to manage resources and produce seeds, and as crayfish suppliers. In addition to seed production, the groups also produce crayfish for consumption and for broodstocks. Keywords: Crayfish, hatcheries, technology transfer, community groups.Abstrak. Lobster air tawar (LAT) merupakan spesies introduksi yang potensi dikembangkan, namun terkedala pada ketersediaan benih.Kegiatan ini bertujuan mentransfer teknologi pembenihan LAT kepada dua kelompok masyarakat di Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur. Kegiatan direalisasikan tahun 2017-2018. Bentuk kegiatan yaitu  penyuluhan/pelatihan pembenihan, introduksi indukan LAT, konstruksi kolam indukan dan pembenihan. Evalusi tingkat pengetahuan, keterampilan, ketersediaan sarana produki dan kemampuan mitra memproduksi benih LAT. Hasil kegiatan menunjukan bahwa, tingkat serapan pengetahuan peserta berdasarkan indikator yaitu 55-91%, dari tidak tahu menjadi tahu tentang LAT. Tingkat keterampilan peserta berdasarkan indikator 64-100 %, dari tidak bisa menjadi bisa membenihkan LAT. Kedua kelompok mampu mengelola sumberdaya dan memproduksi benih, sebagai penyuplaiLAT. Selain bentuk benih kelompok memproduksi LAT ukuran konsumsi dan indukan bertelur.Kata Kunci: Lobster air tawar, pembenihan, alih teknologi, kelompok masyarakat
PENERAPAN KANTONG JARING UKURAN MINI UNTUK PRODUKSI LOBSTER UKURAN SUPER DI DESA TAPULAGA KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE PROVINSI SULAWESI TENGGARA Yusnaini; Muhammad Ramli; Indriyani Nur; Muhammad Idris; Agus Kurnia; Irdam Riani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2021
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v5i3.11630

Abstract

Abstract. Lobster is a fishery resource of significant economic importance. The supply of lobster is still mainly derived from natural capture. In addition, to the seed problem, lobster is cannibal and growth is relatively slow in cultivation. The solution applied is a cultivation system using floating net bags (KJA) of small size (dimensions of length and width of 1 m and height of 1.5 m). The aims of this activity is to increase the knowledge and skills of the technical guidance participants, especially the lobster farming group. It also provides production facilities in the form of small zise of cage, juvenile lobster and feed for the production of super sized lobsters. The results of this activity were increased knowledge 69-100% and skills 44-100%  of lobster culture partners in the mini KJA system. As a result, the weight of the pearl lobster (Panulirus ornatus) had an average increase 38 g per month, while the mortality rate was < 10 %. Selective harvesting was carried out with juvenile measuring an average of 200 g/lobster which could reach a weight of >500 g after being cultivated for 6-10 months. The such size of the lobster is super. The advantage of cultivation is to increase the weight (biomass) and price categories. The juvenile prices were Rp 350,000/kg or Rp 80,000/lobster, after reaching the super size the price increased to Rp 900,000/kg or Rp 450,000/lobster. The cultivation system using mini size net bags can be an alternative to the developmen of lobster culture.               Abstrak. Lobster sebagai komoditas perikanan mempunyai nilai ekonomis penting. Pasokan lobster masih dominan berasal dari penangkapan di alam. Selain masalah benih, kendala lain budidaya adalah lobster bersifat kanibal dan pertumbuhan relatif lambat. Solusi yang diterapkan adalah sistem budidaya dengan mengunakan kantong jaring apung (KJA) berukuran mini/kecil (dimensi panjang dan lebar 1 m serta tinggi 1,5 m). Tujuan kegiatan  adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta bimbingan teknis, khususnya kepada kelompok yang membudidayakan lobster. Dilakukan juga menyediakan sarana produksi berupa KJA mini, juvenil lobster dan pakan untuk produksi lobster berukuran super. Hasil kegiatan ini telah meningkatkan pengetahuan  69-100% dan keterampilan 44-100% mitra tentang budidaya lobster sistem KJA mini. Bobot lobster mutiara (Panulirus ornatus) yang dipelihara mengalami peningkatan bobot rata-rata 38 g/ekor/bulan dan  tingkat  kematian  <20%.  Panen selektif dilakukan, juvenil lobster berukuran rata-rata 200 g/ekor dapat mencapai bobot >500 g dan berkategori ukuran super, setelah dipelihara 6-10 bulan. Budidaya pembesaran meningkatkan bobot (biomassa) lobster dan kategori harga. Lobster mutiara berukuran 200-300 g, harganya sekitar  Rp 350.000/kg (Rp 80.000/ekor) dan setelah mencapai ukuran super harganya sekitar Rp 900.000/kg. (Rp 450.000/ekor yang berukuran 500 g/ekor). Sistem budidaya menggunakan kantong jaring ukuran mini dapat menjadi alternatif pada pengembangan budidaya lobster.
Co-Authors A., Nurdiana Abdul Gofur Abdul Hamid Abdul Khalik Abdul Majid Abdul Muis Balubi Abdul Rahman Rahman Abdullah, Khadijah Razali Abdullah, Salahuddin Acintya, Anggie Elma Adam, Ryan Ade Kartika Afrida, Anggrelia Agus Kurnia AGUS KURNIA Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia Ahmad Prayudi Aiyub Aiyub Akhmad Mansyur Alamsyah - Alawi, Muhammad Ridwan Ampera Miko Anang Dwi Santoso Andam S. Ardan Andri Asmari Andries Lionardo, Andries Angelin, Angelin Anita Anita Annaastasia, Nurhuda Anwar, Asni Arif Irpan Tanjung Artib, Shadiqy Asmadin, Asmadin Asmari, Andri Asnani Asnani Asriyana, . Athallah, Muhammad Fakhri Ayub Ayub, Ayub Ayunisa, Nirfa Azhar Azhar Azlia, Nasikhatul Azwar Sidiq Baheri Baheri Baheri, Baheri Balubi, Abdul Muis Basri, Muhammad Irfan Belinda, Lisa Betri, Betri Br. Gurusinga, Latersia Br. Karo, Dina Andriani Burhanudin Burhanudin Bustang Bustang Cayah, Nur Chandra Kirana Charviandi, Adrie Cornellius, Josephin Cut Yuniwati Damayanti, Yusnika Darusatul, Maudi Desyandri Desyandri Dewi Dewi Dewi, Kencana Dhian Rosalina, Dhian Dina Andriani Br Karo Dini Qurrata Ayuni Djuniar, Lis Dody Dharmawan Trijuno edi edi Edi Edi Effendie, Muh Yamin Eka Mulyana, Eka Ekonugraheni, Dyah Hapsari Elizar Elizar, Elizar Elna, Nandara Priyanti Emiyarti Emiyarti Emiyarti Emiyarti, Emiyarti Ensa, Hasyafira Ermayanti Ishak, Ermayanti Erna Rusliana Evron Asrial Fadilah, Ghaida Nurul Fatimah Nurjannati Iskandar Fatiyani Fatmawati, Famawati Fauzi Fauzi Fauziah, Fara El Alfa Febria, Nabila Dwi Fenty, Fenty Astrina Fithriany Fithriany, Fithriany Fitraniar, Iin Fitri Handayani Fitri Handayani Gatut Bintoro Ghina Reftantia Ghina Saumalia Ginting, Eraskaita Gita Permatasari, Gita Gozali, Efva Octavina Donata Gunawan, Yakub Habibi, Munawir Hakiki, Arista Hamzah, Aswati Bt. Hamzah, Ruth Samantha Handayani, Maidiana Astuti Handayani, Sri Hanifah, Siti Nur Hapsari Ekonugraheni, Dyah Hartina Iyen Hasan Eldin Adimu HASNI YUSRIANTI Hendiyani, Dina Hendy Hendy I Made Kawan Iba, Wa Iba, Wa Ichsan Siregar, Muhammad Iin Fitraniar Ijal, Kasrun Ilham Antariksa Tasabaramo, Ilham Antariksa Imakulata, Mbing Indrayani Indrayani Indrayani Indriyani Nur Indriyani Nur Indriyani Nur Indriyani Nur Irdam Riani Irdam Riani, Irdam Irwan Junaidi Effendy Iskandar, Diki Iskandar, Fatimah Nurjannati Istiqoma, Istiqoma Jaka Syahputra Jasmiati Jasmiati, Jasmiati Juhardin, Juhardin Juliartha, Evie Farida Jumarlin, Jumarlin Kangkuso Analuddin, Kangkuso Karo, Dina Andriani Br Karo, Dina Andriani Br. Kartasari, Shelly Febriana Kartijo, Kartijo Kartinazahri Kartinazahri, Kartinazahri Kasrun Ijal Keumalahayati Khairina, Nisa Khairunnisa Khairunnisa Khamisah, Nur Khamsiah Khumaedillah, Hipdi Kibar, Hanafi Kurniadi, Arif Nugraha Kurniasih, Azhari Gusti La Ode Baytul Abidin La Ode M. Yasir Haya, La Ode M. La Ode Muhamad Munadi La Ode Muhammad Arsal La Sara La Usaha, La Usaha Landu, Anti Latersia Br Gurusinga Lestari, Gea Lia Lajuna Lidia Febrianti, Lidia Lika, Angela G. Lina Solissa Linianti, Linianti Listya, Anisa Lubis, Halimatussakdiyah M Ikhsan M. Orba Kurniawan Mahmoud, Essra Mahriani Malinda, Febrimarani Mangurana, Wa Ode Intiyani MARIA BINTANG Mariza Elvira Marpaung, Devi Annisa Marsyad, Leny Masirudin, La Ode Maulidiyah Maulidiyah Mauliza, Iqlima Maya Safitri Maybi Nazilla, Erla Meirawati, Eka Mery Yanti Miko , Ampera Mohamad Asrul Husein Muallifah, Siti Mufdlilah, Mufdlilah Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhamad Azwar, Muhamad Muhammad Farhan Muhammad Idris Muhammad Idris Muhammad Iqbal Djawad Muhammad Natsir Nessa Muhammad Ramli Muhammad Ramli Muhammad Ramli MUHAMMAD TAUFIK Muhammad Taufik Taufik Muhammad Taufik Taufik Muskita, Wellem Henrik MUSTARI Muzuni, Muzuni Nainggolan, Amanda Anggriani Nandara Priyanti Elna Nenden Handayani Ngadiyo, Ngadiyo Nikmah Nikmah Nina Siti Salmaniah Siregar Ningsih, Sabda Noristaman, Rizka Noviana, Rita Novita, Mira Nugraha K., R. Arif Nuhman Nuhman Nuhman Nur Ainun Nur, Indriyani Nur, Indriyani Nurazizah, Siti Nurfatonah, Apriyani Nurfatuljannah Nurhaliza, Novia Dewi Siti Nurhasan Nurhasan, Nurhasan Nurhasanah Nurhasanah Nuriman Nuriman Nuriman, Nuriman Nurrochmi, Endang Nurul Rosana Nurwijayanti Oce Astuti Oce Astuti Oce Astuti Oce Astuti Oktalia Sabrida Pagan, Muasir Pamungkas, Juniasari Widya Pangerang, Utama K. Patadjai, Rahmad S. Patadjai, Rahmad Sofyan Patmawati Patmawati, Patmawati Pebryatie, Elit Permadi, Irvan Praditya, Krisna Prihatin, Nova Sumaini Priyono, Hendro Putra, Decka Pratama Putra, Muhammad Aditya Putri, Afifa Putri, Cynthia Azhara Putro, Adela Cahyo Rahayu, Yunie Ramadhan, Fahmi Indra Ranandityas, Keysha Mutia Randi, Randi Razak, La Ode Abdul Retna Mahriani Ridwan, Acep Rismayanti Rismayanti Rosmiati Rosmiati Rudy Kurniawan Rusli, Arrum Azzahra Rustiana, Candra Sabilu, Kadir Saepul, Fajar Safuan Safuan Saggaf, Abdullah Sahidin Sahidin Said Hasan Sajida Sajida Saleh, Faradila Salsabillah, Soraya Sandya, Deasy Sansibar, Sansibar Sari, Diah Ely Permata Sari, Kurnia Asni Sari, Wardhani Indah Sartika Pratiwi, Trie Sekri, Latifa Seriana, Irma Setiawan Setiawan Setiawan Sihombing, Tania Damme Sihotang, Septi Putri Silvy Kartikasari Siregar, Muhammad Ichsan Siti Manfus Sofyan Effendi Sri Lestari Sri Maryati Suaida, Suaida Subagio, Hari Subagyo, Imam Suderajad, Pono Suhartini, Yesi Sukriawan, Sukriawan Sukrin, Simun Susetyo, Didik Susi Yusrianti, Susi Susilawati, Enung Sutanto, Hermawan Syafe’i, Akhmad SYAHRADESI, YESSY Syahrir, La Syahrizal Syahrizal Syair - syair Syair - syair Syamsiar, Syamsiar SYM, NURHASANAH Tina, Destina Tokan, Moses K. Tri Ratnaningsih Tyas, Ari Anggarani Winadi Prasetyoning Ulya, Naila Aliqotul Ulya, Nura Vadila, Nur Rahma Varbi S, Vieronica Wa Jali Wahyudi, Tertiaro Wani, Wani Fitriah Wardianti, Dini Warsani Purnama Sari Wellem H. Muskita Widyastuti , Fitria Heny Widyastuti, Ridharaka Wiwik Handayani Yanti, Darma Yanti, Esri Yanuar Ramadhan Yasidi, Farid Yayandi, Muhamad Yessy Syahradesi Yulasteriyani, Yulasteriyani YULIA SAFTIANA, YULIA Yuliza Yuliza Yumni, Dhiya Yuniwati, Cutyuniwati Yusnidar Yusnidar Yusri Sapsuha Yustika Permatahati Intan Permatahati Zahri, Kartina Zainuddin Iba Zainuddin Saenong Zainuddin Saenong, Zainuddin Zatty, Nara Zein, Ratu Marsya Chaerunissa