p-Index From 2021 - 2026
15.206
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JMM17: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Manajemen Cannarium (Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian) Aquahayati Jurnal Populasi Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Jurnal Sapa Laut Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi) AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan Jurnal Ilmiah Peuradeun Omni-Akuatika Jurnal Biologi Tropis Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Jurnal Riset Akuakultur MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Forest and Society Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Manuju : Malahayati Nursing Journal Journal of Aquaculture and Fish Health BALANCE Jurnal Akuntansi dan Bisnis Midwifery and Nursing Research (MANR) Majalah Ilmiah Warta Dharmawangsa Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Abdi Insani Science Midwifery Jurnal Darma Agung Monas: Jurnal Inovasi Aparatur JURNAL AKUNTANSI BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pelita Masyarakat Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Sricommerce: Journal of Sriwijaya Community Services Community Empowerment Jurnal Akuntansi dan Keuangan Kontemporer (JAKK) Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal EduHealth Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan Journal Of Human And Education (JAHE) Journal of Early Childhood and Character Education Prisma Sains: Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Journal of Social And Economics Research Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Jurnal Abdimas Musi Charitas SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Journal of Community Dedication Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) Jurnal Karya Pengabdian Teknik Mesin EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Eduvest - Journal of Universal Studies Room of Civil Society Development Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Innovative: Journal Of Social Science Research Benefit : Journal of Bussiness, Economics, and Finance Economics, Business, Accounting & Society Review Aceh Journal of Animal Science Jurna Beta Kimia Nasuwakes : Jurnal Kesehatan Ilmiah SULUH ABDI : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat JOURNAL OF MIDWIFERY AND COMMUNITY HEALTH Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN ABANNA: Journal Of Contemporary Islamic Education Bina Bahari : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal Of Medicine And Health Sciences (Medisci) Jurnal Solusi Masyarakat (JSM) Journal of Fisheries & Marine Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Society Jurnal Perikanan journal of social and economic research Room of Civil Social Development Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Pase: Journal of Contemporary Islamic Educational Journal Abdimas Paspama Service Journal of Communication Research
Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Eyestalk Ablation on Several Immunologic Variables in Litopenaeus vannamei Indriyani Nur; Hartina Iyen; Yusnaini Yusnaini
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 10 No. 1 (2021): JAFH Vol 10 No. 1 February 2021
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v10i1.18926

Abstract

Eyestalk ablation inflicted upon crustacean is generally performed in captivity to induce ovarian maturation. However, ablation is a hurtful action that may impose physiological stress and even affects survival. The immunologic repercussions of the ablation have not been well understood and thus this study aims to analyze the effect of ablation on immunologic variables through comparing the ablated Litopenaeus vannamei with those of unablated shrimps (control).  Unilateral left eyestalk ablation was inflicted on shrimp samples. Shrimp immune responses were observed based on the Total Haemocyte Count (THC), Differential Haemocyte Count (DHC) composing of hyaline cell (HC) counts and granular cell (GC) counts, glucose and uric acid levels, along with the weight gains of shrimps. Observed parametres were taken twice from 10 shrimps for each of the observed and control samples (i.e., on 6 h and 5 d elapsed time). The results show that the ablated shrimps group, after 6 h elapsed time, experienced significant decrease in THC (3.12 ± 0.75 x 106 cells ml-1), but recovered after 5 days (3.89 ± 0.96 x 106 cells ml-1) and were not significantly different from the control (5.16 ± 2.20 x 106 cells ml-1). Meanwhile, glucose level show significant decrease over 6 h and 5 d post ablation (108 and 93 mg dL-1, respectively) compared to the resulting responses from the control (35-36 mg dL-1). Differences in DHC for all cell types as well as uric acid in hemolymph were not significant between the observed and the control samples. Moreover, the ablated treatment did not affect the growth of vannamei after 5 d post ablation. The results revealed that changes occur on the physiological and immune parameters of shrimps due to the eye ablation treatment as shown by the decrease in the THC and glucose levels, especially within the early moments post treatment. However, at the end of the observation (5 d post ablation), shrimps exhibit signs of recovery from stress indicated by an increase in THC close to normal.
ANALISIS LC-MS/MS (Liquid Crhomatogaph Mass Spectrometry) DAN METABOLIT SEKUNDER SERTA POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK n-HEKSANA SPONS Callyspongia aerizusa YANG DIAMBIL PADA KONDISI TUTUPAN TERUMBU KARANG YANG BERBEDA DI PERAIRAN TELUK STARING Wa Ode Intiyani Mangurana; Yusnaini Yusnaini; Sahidin Sahidin
Jurnal Biologi Tropis Vol. 19 No. 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.182 KB) | DOI: 10.29303/jbt.v19i2.1126

Abstract

Abstrak : Spons merupakan bagian dari biota komponen penyusun ekosistem terumbu karang yang memiliki kandungan bioaktif. Salah satu jenis spons yang memiliki kandungan bioaktif adalah C. aerizusa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan kandungan bioaktif pada kondisi terumbu karang yang berbeda. Metode yang digunakan dalam survei kondisi terumbu karang dan penentuan stasiun pengamatan menggunakan metode Point Intercept Transect (PIT). Pemeriksaan metabolit sekunder menggunakkan metode Kromatografi lapis tipis menurut Harborne (1987), perbedaan kandungan senyawanya menggunakan analisis LC-MS/MS, pengujian aktivitas antibakteri menggunakkan metode sumuran. Hasil penelitian kondisi tutupan karang menunjukan bahwa kondisi tutupan karang hidup 19-65% dengan kategori buruk hingga baik. Jumlah senyawa pada stasiun I mencapai 15 dan jumlah senyawa pada stasiun II mencapai 13. Kandungan Metabolit Sekunder untuk C. aerizusa dari kedua stasiun sama, yaitu aktif terhadap alkoloid, steroid, flavonoid, terpenoid, dan saponin. Potensi Antibakteri Ekstrak n-heksana Spons C. aerizusa untuk stasiun I dan II tidak aktif terhadap E. coli namun Spons C. aerizusa stasiun I dan II aktif terhadap aktivitas S. mutans. Kata Kunci :  n-heksana, Terumbu karang, metabolit sekunder, antibakteri  Abstract : Sponges are part of the biota that make up the coral reef ecosystem that contains bioactive ingredients. One type of sponge that has a bioactive content is C. aerizusa. The purpose of this study was to see differences in bioactive content in different coral reef conditions. The method used in the coral reef condition survey and the determination of observation stations using the Point Intercept Transect (PIT) method. Examination of secondary metabolites using the thin layer chromatography method according to Harborne (1987), differences in the content of compounds using LC-MS / MS analysis, testing the antibacterial activity using the well method. The results of the research on coral cover conditions showed that the conditions of live coral cover were 19-65% with a bad to good category. The number of compounds at station I reached 15 and the number of compounds in station II reached 13. Secondary Metabolite content for C. aerizusa from both stations was equally active against alkoloid, steroid, flavonoids, terpenoids, and saponins. Antibacterial Potential of n-hexane Extract of C. aerizusa Sponge for stations I and II were not active against E. coli but sponge C. aerizusa station I and II were active against S. mutans activity.Keywords : n-hexane, coral reefs, secondary metabolites, antibacterial
PUSAT PENGEMBANGAN SISTEM PERTANIAN TERPADU TANAMAN TERNAK DAN IKAN DI DESA WAMBAREMA, POLEANG UTARA, BOMBANA Rahim Aka Aka; Yusnaini Yusnaini Yusnaini; Muhammad Taufik Taufik; Asniah Asniah Asniah
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 3, No 1 (2021): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1838.922 KB)

Abstract

Desa Wambarema memiliki potensi lahan untuk dikembangkan menjadi salah satu kawasan pertanian terpadu di Kab. Bombana. Posisi kemiringan kawasan mendukung terbentuk kolam-kolam yang selanjunnya menjadi kolam pemeliharaan ikan. Sementara di sekitar kolam tersebut menjadi lahan budidaya kelapa dan tanaman lainnya, yang limbahnya dapat menjadi pakan ternak. Lahan-lahan di sekitar kolam juga menjadi tempat penanaman rumput pakan. Sayangnya poetnsi lahan tersebut belum terkelolah dengan baik. Oleh karena itu tim pengabdian desa mitra mendesain pola pertanian terpadu di Desa Wambarema, Poleang Utara, Bombana, Metode yang digunakan adalah sosialisasi  rencana kegiatan dalam bentuk pemberdayaan  mitra, bimbingan teknis dan pendampingan. Hasil pengabdian tahun I, telah berhasil mengedukasi mitra agar mengembangkan komoditi selain ikan yaitu lobster air tawar. Mitra telah menyiapkan kolam pembenihan lobster sebanyak 4 buah berukuran 4 x 5 sebanyak empat buah. Kandang ternak dan rumah produksi pupuk kandang organik juga dalam proses pembuatan 80 % dengan konstruksi bangunan yang cukup baik. Dari sisi komoditi pertanian telah ditanam 200 stek buah naga dengan 100 tiang beton. Mitra merespon dengan baik model pertanian terpadu ikan-ternak dan tanaman
Restocking lobster air tawar (Cerax quadricarinatus) di Desa Wambarema, Poleang Utara, Bombana Syair - syair; Muhammad Taufik Taufik; Rahim Aka Aka; Abdul Rahman Rahman; Yusnaini Yusnaini Yusnaini
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 4, No 1 (2022): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1879.53 KB)

Abstract

Crayfish (Cerax quadricarinatus) is a new commodity for a partner in Wambarema Village. The carrying capacity of the land is suitable for cultivation. This commodity can become a new economic income for PPDM partners and the surrounding community. Since 2020 LAT has been introduced, and in 2021 LAT restocking will be carried out, aiming to accelerate the LAT population increase both in nursery and rearing ponds. The method used is technical guidance and scheduled assistance. The activity results show that the LAT population has started to increase, which is indicated by the growing LAT in the nursery pond. Although crayfish of number cannot be calculated precisely, LAT can adapt in breeding and rearing ponds. The average length of the lobster ranges from 11-15 cm, while the width of the head is about 3-5 cm. Partners responded well to the technical directions given by the implementation team and began to understand good ways of cultivating LAT. It is believed that LAT can become a new economic income for partners and the surrounding community
ANALISIS USAHA BUDIDAYA LOBSTER KERAMBA JARING APUNG DAN TANCAP DI KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Lina Solissa; Y. Yusnaini; Irdam Riani; Akhmad Mansyur; Azwar Sidiq
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 7, No 3: AGUSTUS 2022: JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsep.v7i3.30018

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji besarnya penerimaan, keuntungan dan kelayakan usaha yang diperoleh para pelaku usaha budidaya lobster. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Feberuari 2020 di Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Populasi dalam penelitian ini adalah pembudidaya Lobster yang menggunakan keramba jaring apung (KJA) berjumlah 1 orang dan keramba jaring tancap (KJT) yang berjumlah 3 orang. Sampel ditentukan menggunakan teknik sensus. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner, observasi, dokumentasi dan studi literatur. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kuantitatif dengan menggunakan rumus penerimaan, keuntungan dan analisis kelayakan. Hasil analisis menunjukan bahwa usaha budidaya lobster dalam keramba jaring tancap (KJT) didapatkan penerimaan (Rp 49.893.333/Siklus), Keuntungan (Rp 35.638.635/Siklus), R/C Ratio (3,49), NPV (Rp 1.619.345/Siklus) dan IRR (26%). Sedangkan usaha budidaya lobster dalam keramba jaring apung (KJA) didapatkan penerimaan (Rp 63.600.000/Siklus), Keuntungan (Rp 37.237.453/Siklus), R/C Ratio (2,41), NPV (Rp 9.364.761/Siklus) dan IRR (43%). Dengan demikian usaha budidaya lobster sistem (KJA) dan (KJT) merupakan usaha yang menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Kata Kunci: Budidaya Lobster; Penerimaan; Keuntungan; Kelayakan Finansial
Pelatihan Pembenihan Cabai Bermedia Suppressive Tanah Perakaran Bambu dan Budidayanya di Wambarema, Bombana : Training of Suppressive Chilli Seed With Soil Roots of Bamboo and Its Cultivation in Wambarema, Bombana Syair - syair; Yusnaini Yusnaini Yusnaini; Rahim Aka; Abdul Rahman; Muhammad Taufik
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 5 No. 1 (2023): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v5i1.139

Abstract

Memasuki tahun ke-3 Program Pemberdayaan Desa Mitra (PPDM) Wambarema-UHO. Respon masyarakat  terhadap kegiatan pengabdian cukup baik. Terbukti beberapa masyarakat meminta didampingi untuk membudidayakan cabai rawit yang dimotori oleh kepala Desa Wambarema. Analisis situasi sumber daya alam, ditemukan banyak rumpun bambu  di sekitar lahan petani. Tanah suppressive dapat meningkatkan kompetisi antara saprofit yang selanjutnya memberikan efek antagonistik terhadap patogen atau penyakit. Oleh karena itu tujuan pengabdian ini adalah mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya alam lokal-tanah akar bambu di dalam praktek pembenihan cabai dan budidaya tanaman di lapang. Metode yang digunakan adalah pelatihan, bimbingan teknis dan pembuatan demplot budidaya cabai seluas 30 × 40 m persegi di Desa Wambarema, Bombana. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa mitra wanita tani cukup antusias dan berhasil membuat teknik pembenihan cabai dengan menggunakan tanah akar bambu, Jumlah benih yang telah disemaikan dapat digunakan untuk lahan seluas 1/4 ha, sedangkan petani pria telah membuat demplot budidaya cabai bermulsa plastik hitam perak. Pertumbuhan tanaman cabai cukup baik namun masih diperlukan pendampingan intensif kepada mitra sampai tanaman cabai  berproduksi.
Pengaruh Penambahan Tepung Daun Bayam Dalam Pakan Komersil Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata) Yang Dipelihara Dengan Sistem Resirkulasi Tertutup Edi Edi; Wellem H. Muskita; Oce Astuti; Agus Kurnia; Muhaimin Hamzah; Yusnaini Yusnaini
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.202 KB) | DOI: 10.33772/jma.v5i1.13988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan buatan dengan tepung daun bayam (TB) dalam pakan komersial (PK) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup kepiting bakau (S. serrate) yang dipelihara dengan sistem resirkulasi tertutup. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Terdapat empat jenis pakan buatan dengan presentase yang berbeda PK 55% TB 40% B 5% (Pakan A), PK 50% TB 45% B 5%(Pakan B), PK 45% TB 50% B 5% (Pakan C) dan PK 40% TB 55% B 5% (Pakan D) diberikan kepada kepitng bakau selama 60 hari. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan spesifik (LPS) dan kelangsungan hidup (SR.). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata pertumbuhan mutlak berkisar antara 17,3 – 22,3 g sedangkan nilai rata-rata laju pertumbuhan spesifik pada kepiting bakau yang diberikan pakan uji berkisar antara 0,0025 – 0,0038 % dan nilai rata-rata kelangsungan hidup kepiting bakau yaitu 100%. Hasil analisa sidik ragam menunjukan pakan buatan dengan penambahan tepung bayam memberikan pengaruh yang tidak signifikan (P>0,05) terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup. Peneitian ini menyimpulkan bahwa tepung daun bayam dapat ditambahkan pada pakan buatan berkisar 40-50 %.Kata kunci: Pakan buatan komersial, tepung bayam, kepiting bakau, sistem resirkulasi tertutup.
Subtitusi Minyak Ikan Dengan Minyak Kelapa Tradisonal Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Kepiting Rajungan (Portunus pelagicus) Agus Kurnia; Oce Astuti; Muhaimin Hamzah; Indriyani Nur; Yusnaini Yusnaini; Siti Manfus
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v5i4.21088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati respon pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan yang diberi pakan yang mengandung komposisi substitusi minyak ikan (MI) dengan minyak kelapa tradisional (MKT) yang berbeda dalam pakan.Tiga jenis pakan rajungan dibuat dengan komposisi substitusi minyak ikan dengan minyak kelapa tradisional yaitu 4%MI+2%MKT(pakanA), 3%MI+3%MKT(pakanB), 2%MI+4%MKT(pakanC). Sebanyak 36ekor rajungan (bobot tubuh awal:53.653.23g) disebar kedalam 12 akuarium (3ekor per akuarium)dan dipelihara selama 45 hari dengan frekuensi pemberian pakan dua kali sehari pada jam 07.00 pagi-19.00 malam. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak(PM),laju pertumbuhan spesifik(LPS),panjang lebar karapas,konsumsi pakan(KP),efisiensi pakan(EP),rasio konversi pakan(RKP)dantingkat kelangsungan hidup. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa perbedaan komposisi substitusi minyak ikan dengan minyak kelapa tradisional dalam pakan memberikan respon yang sama terhadap pertumbuhan mutlak,laju pertumbuhan spesifik,panjang dan lebar karapas,konsumsi pakan,rasio konversi pakan dan tingkat kelangsungan hidup rajungan. Pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik rajungan yang diberi pakan uji berkisar antara 3,34g-59,7g dan 0.09%-0,21%.Efisiensi pakan dan rasio konversi pakan rajungan yang diberi pakan uji berkisar antara1,97g-3,11g dan55,05-33,36.Penelitian ini menyimpulkan bahwa substitusi minyak ikan dengan minyak kelapa tradisional dalam pakan dapat meningkatkan efisiensi pakan, pertumbuhan  dan kelangsungan hidup rajungan.Kata Kunci: Minyak Kelapa Tradisonal, minyak ikan, Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup, Rajungan.
Pengaruh Ukuran Inti yang Berbeda Terhadap Ketebalan Lapisan Mutiara Mabe (Pteriapenguin) di Perairan Soropia Desa Leppe Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara Mohamad Asrul Husein; Yusnaini Yusnaini; Abdul Muis Balubi; Agus Kurnia; Indriyani Nur
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i1.20299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran inti yang berbeda terhadap ketebalan lapisan mutiara pada kerang yang diimplantasi. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Soropia, Desa Leppe, Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara selama tiga bulan dimulai bulan Februari - Mei 2020. Penelitian ini terdiri atas 3 perlakuan, yaitu Perlakuan A (Inti Mutiara berdiameter 12 mm), Perlakuan B (Inti mutiarab berdiameter 10 mm), Perlakuan C (Inti mutiara berdiameter 8 mm). Masing-masing perlakuan terdiri dari 6 ulangan. Parameter yang diamati meliputi pengukuran ketebalan lapisan mutiara pada dua bagian mutiara, dan pengukuran kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketebalan lapisan mutiara pada bagian Base dan Top pada perlakuan C, dan B lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan A. Ketebalan lapisan mutiara tertinggi diamati pada perlakuan A sebesar 0,52 mm (Base) dan 0,28 mm (Top). Ukuran inti tidak berbeda nyata terhadap ketebalan lapisan mutiara pada bagian Base dan Top untuk semua perlakuan.Kata kunci : Pteria penguin, ukuran inti, ketebalan lapisan mutiara dan kualitas air.
Histologi Usus Dan Hati Juvenil Ikan Bandeng (Chanos Chanos) Yang Diberi Pakan Berbahan Tepung Ampas Minyak Biji Kapuk (Ceiba Petandra) Kasrun Ijal; Yusnaini Yusnaini; La Ode Baytul Abidin; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.225 KB) | DOI: 10.33772/jma.v6i3.17984

Abstract

Tepung ampas minyak biji kapuk (TAMBK) mengandung protein sebesar 27,32% sehingga dapat menjadi bahan pakan ikan, tetapi biji kapuk mengandung gossypol dan asam siklopropenat yang bersifat antinutrisi. Sehingga penggunaan tepung ini untuk mensubstitusi tepung kedelai dapat menurunkan kualitas pakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak substitusi TK dengan TAMBK dengan dosis yang berbeda terhadap histologi usus dan hati pada juvenil ikan bandeng (Chanos chanos). Empat jenis pakan dibuat berdasarkan subtitusi tepung kedelai (TK) dengan tepung ampas minyak biji kapuk (TAMBK) yang terdiri atas :100% TK ; 0% TAMBK (pakan A),  75% TK : 25% TAMBK (pakan B), 50% TK : 50% TAMBK (pakan C), dan 25% TK : 75% TAMBK (pakan D). Sebanyak 120 ekor juvenil bandeng (rata-rata bobot awal: 0,80±1,89 g) dimasukkan ke dalam 12 akuarium (10 ekor/akuarium). Selama pemeliharaan, pakan diberikan 5% dari bobot tubuh per hari selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 25-75% TAMBK dalam pakan menyebabkan abnormal pada organ usus yaitu vili usus menebal dan memendek, nekrosis vili serta peningkatan jumlah dan ukuran sel goblet. Jenis kerusakan pada organ hati yang tampak adalah bile stagnation atau stagnasi empedu, blood congestion dan  melanomarophages centre. Kelangsungan hidup hewan uji adalah 40-60%. Maka disarankan pemberian TAMBK dibatasi (<25%) karena dapat merusak organ usus dan hati juvenile ikan bandeng.Kata Kunci: tepung ampas minyak biji kapuk, histologi, juvenil bandeng.
Co-Authors A., Nurdiana Abdul Gofur Abdul Hamid Abdul Khalik Abdul Majid Abdul Muis Balubi Abdul Rahman Rahman Abdullah, Khadijah Razali Abdullah, Salahuddin Acintya, Anggie Elma Adam, Ryan Ade Kartika Afrida, Anggrelia Agus Kurnia AGUS KURNIA Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia Agus Kurnia Ahmad Prayudi Aiyub Aiyub Akhmad Mansyur Alamsyah - Alawi, Muhammad Ridwan Ampera Miko Anang Dwi Santoso Andam S. Ardan Andri Asmari Andries Lionardo, Andries Angelin, Angelin Anita Anita Annaastasia, Nurhuda Anwar, Asni Arif Irpan Tanjung Artib, Shadiqy Asmadin, Asmadin Asmari, Andri Asnani Asnani Asriyana, . Athallah, Muhammad Fakhri Ayub Ayub, Ayub Ayunisa, Nirfa Azhar Azhar Azlia, Nasikhatul Azwar Sidiq Baheri Baheri Baheri, Baheri Balubi, Abdul Muis Basri, Muhammad Irfan Belinda, Lisa Betri, Betri Br. Gurusinga, Latersia Br. Karo, Dina Andriani Burhanudin Burhanudin Bustang Bustang Cayah, Nur Chandra Kirana Charviandi, Adrie Cornellius, Josephin Cut Yuniwati Damayanti, Yusnika Darusatul, Maudi Desyandri Desyandri Dewi Dewi Dewi, Kencana Dhian Rosalina, Dhian Dina Andriani Br Karo Dini Qurrata Ayuni Djuniar, Lis Dody Dharmawan Trijuno edi edi Edi Edi Effendie, Muh Yamin Eka Mulyana, Eka Ekonugraheni, Dyah Hapsari Elizar Elizar, Elizar Elna, Nandara Priyanti Emiyarti Emiyarti Emiyarti Emiyarti, Emiyarti Ensa, Hasyafira Ermayanti Ishak, Ermayanti Erna Rusliana Evron Asrial Fadilah, Ghaida Nurul Fatimah Nurjannati Iskandar Fatiyani Fatmawati, Famawati Fauzi Fauzi Fauziah, Fara El Alfa Febria, Nabila Dwi Fenty, Fenty Astrina Fithriany Fithriany, Fithriany Fitraniar, Iin Fitri Handayani Fitri Handayani Gatut Bintoro Ghina Reftantia Ghina Saumalia Ginting, Eraskaita Gita Permatasari, Gita Gozali, Efva Octavina Donata Gunawan, Yakub Habibi, Munawir Hakiki, Arista Hamzah, Aswati Bt. Hamzah, Ruth Samantha Handayani, Maidiana Astuti Handayani, Sri Hanifah, Siti Nur Hapsari Ekonugraheni, Dyah Hartina Iyen Hasan Eldin Adimu HASNI YUSRIANTI Hendiyani, Dina Hendy Hendy I Made Kawan Iba, Wa Iba, Wa Ichsan Siregar, Muhammad Iin Fitraniar Ijal, Kasrun Ilham Antariksa Tasabaramo, Ilham Antariksa Imakulata, Mbing Indrayani Indrayani Indrayani Indriyani Nur Indriyani Nur Indriyani Nur Indriyani Nur Irdam Riani Irdam Riani, Irdam Irwan Junaidi Effendy Iskandar, Diki Iskandar, Fatimah Nurjannati Istiqoma, Istiqoma Jaka Syahputra Jasmiati Jasmiati, Jasmiati Juhardin, Juhardin Juliartha, Evie Farida Jumarlin, Jumarlin Kangkuso Analuddin, Kangkuso Karo, Dina Andriani Br Karo, Dina Andriani Br. Kartasari, Shelly Febriana Kartijo, Kartijo Kartinazahri Kartinazahri, Kartinazahri Kasrun Ijal Keumalahayati Khairina, Nisa Khairunnisa Khairunnisa Khamisah, Nur Khamsiah Khumaedillah, Hipdi Kibar, Hanafi Kurniadi, Arif Nugraha Kurniasih, Azhari Gusti La Ode Baytul Abidin La Ode M. Yasir Haya, La Ode M. La Ode Muhamad Munadi La Ode Muhammad Arsal La Sara La Usaha, La Usaha Landu, Anti Latersia Br Gurusinga Lestari, Gea Lia Lajuna Lidia Febrianti, Lidia Lika, Angela G. Lina Solissa Linianti, Linianti Listya, Anisa Lubis, Halimatussakdiyah M Ikhsan M. Orba Kurniawan Mahmoud, Essra Mahriani Malinda, Febrimarani Mangurana, Wa Ode Intiyani MARIA BINTANG Mariza Elvira Marpaung, Devi Annisa Marsyad, Leny Masirudin, La Ode Maulidiyah Maulidiyah Mauliza, Iqlima Maya Safitri Maybi Nazilla, Erla Meirawati, Eka Mery Yanti Miko , Ampera Mohamad Asrul Husein Muallifah, Siti Mufdlilah, Mufdlilah Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhaimin Hamzah Muhamad Azwar, Muhamad Muhammad Farhan Muhammad Idris Muhammad Idris Muhammad Iqbal Djawad Muhammad Natsir Nessa Muhammad Ramli Muhammad Ramli Muhammad Ramli MUHAMMAD TAUFIK Muhammad Taufik Taufik Muhammad Taufik Taufik Muskita, Wellem Henrik MUSTARI Muzuni, Muzuni Nainggolan, Amanda Anggriani Nandara Priyanti Elna Nenden Handayani Ngadiyo, Ngadiyo Nikmah Nikmah Nina Siti Salmaniah Siregar Ningsih, Sabda Noristaman, Rizka Noviana, Rita Novita, Mira Nugraha K., R. Arif Nuhman Nuhman Nuhman Nur Ainun Nur, Indriyani Nur, Indriyani Nurazizah, Siti Nurfatonah, Apriyani Nurfatuljannah Nurhaliza, Novia Dewi Siti Nurhasan Nurhasan, Nurhasan Nurhasanah Nurhasanah Nuriman Nuriman Nuriman, Nuriman Nurrochmi, Endang Nurul Rosana Nurwijayanti Oce Astuti Oce Astuti Oce Astuti Oce Astuti Oktalia Sabrida Pagan, Muasir Pamungkas, Juniasari Widya Pangerang, Utama K. Patadjai, Rahmad S. Patadjai, Rahmad Sofyan Patmawati Patmawati, Patmawati Pebryatie, Elit Permadi, Irvan Praditya, Krisna Prihatin, Nova Sumaini Priyono, Hendro Putra, Decka Pratama Putra, Muhammad Aditya Putri, Afifa Putri, Cynthia Azhara Putro, Adela Cahyo Rahayu, Yunie Ramadhan, Fahmi Indra Ranandityas, Keysha Mutia Randi, Randi Razak, La Ode Abdul Retna Mahriani Ridwan, Acep Rismayanti Rismayanti Rosmiati Rosmiati Rudy Kurniawan Rusli, Arrum Azzahra Rustiana, Candra Sabilu, Kadir Saepul, Fajar Safuan Safuan Saggaf, Abdullah Sahidin Sahidin Said Hasan Sajida Sajida Saleh, Faradila Salsabillah, Soraya Sandya, Deasy Sansibar, Sansibar Sari, Diah Ely Permata Sari, Kurnia Asni Sari, Wardhani Indah Sartika Pratiwi, Trie Sekri, Latifa Seriana, Irma Setiawan Setiawan Setiawan Sihombing, Tania Damme Sihotang, Septi Putri Silvy Kartikasari Siregar, Muhammad Ichsan Siti Manfus Sofyan Effendi Sri Lestari Sri Maryati Suaida, Suaida Subagio, Hari Subagyo, Imam Suderajad, Pono Suhartini, Yesi Sukriawan, Sukriawan Sukrin, Simun Susetyo, Didik Susi Yusrianti, Susi Susilawati, Enung Sutanto, Hermawan Syafe’i, Akhmad SYAHRADESI, YESSY Syahrir, La Syahrizal Syahrizal Syair - syair Syair - syair Syamsiar, Syamsiar SYM, NURHASANAH Tina, Destina Tokan, Moses K. Tri Ratnaningsih Tyas, Ari Anggarani Winadi Prasetyoning Ulya, Naila Aliqotul Ulya, Nura Vadila, Nur Rahma Varbi S, Vieronica Wa Jali Wahyudi, Tertiaro Wani, Wani Fitriah Wardianti, Dini Warsani Purnama Sari Wellem H. Muskita Widyastuti , Fitria Heny Widyastuti, Ridharaka Wiwik Handayani Yanti, Darma Yanti, Esri Yanuar Ramadhan Yasidi, Farid Yayandi, Muhamad Yessy Syahradesi Yulasteriyani, Yulasteriyani YULIA SAFTIANA, YULIA Yuliza Yuliza Yumni, Dhiya Yuniwati, Cutyuniwati Yusnidar Yusnidar Yusri Sapsuha Yustika Permatahati Intan Permatahati Zahri, Kartina Zainuddin Iba Zainuddin Saenong Zainuddin Saenong, Zainuddin Zatty, Nara Zein, Ratu Marsya Chaerunissa