p-Index From 2021 - 2026
6.591
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Jurnal Komunikasi Pembangunan Jurnal Penyuluhan Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Lanskap Indonesia MEDIA KONSERVASI Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Buletin Ekonomi Perikanan Indonesian Journal of Geography Jurnal Penelitian Saintek AGRISAINS Jurnal Matematika Bumi Lestari JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology METANA Prosiding Seminar Nasional MIPA Jurnal Ilmiah Teknologi dan Rekayasa Jurnal Perikanan dan Kelautan Berkala Perikanan Terubuk Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Prosiding Seminar Biologi Aquacoastmarine Buletin Limbah Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Jurnal Pengajaran MIPA Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Jurnal Agro Teknologi Tropika Jurnal Simetris Ulul Albab: Jurnal Studi Islam Alchemy : Journal of Chemistry Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Jurnal Kesehatan Masyarakat JURNAL DERIVAT: JURNAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA IJOG : Indonesian Journal on Geoscience Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Agrointek Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology Jurnal Inspirasi Pendidikan Jurnal Ilmu Ushuluddin KURVA S JURNAL MAHASISWA JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine Journal) Indonesian Journal of Geospatial EL-HIKMAH Jurnal Tepak Manajemen Bisnis Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) REKAYASA Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal International conference on Information Technology and Business (ICITB) Mimbar Sekolah Dasar Jurnal Media Hukum Eksplorium : Buletin Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir STRATEGIC Benefit: Jurnal Manajemen dan Bisnis Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Jurnal Kelautan Tropis Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Holistik: Journal For Islamic Social Sciences Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Journal of Islamic Pharmacy Profetika English Education Journal Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral (Journal of Geology and Mineral Resources) Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Jurnal Perempuan Sistem : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Omni-Akuatika Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam International Research Journal of Business Studies (E-Journal) Naditira Widya Jurnal Gizi Klinik Indonesia JPI Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Manajer Pendidikan: Jurnal Ilmiah Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Kindai Etam: Jurnal Penelitian Arkeologi JPPI | Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap JURNAL PAUD AGAPEDIA Journal of Epidemiology and Public Health Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Creative Research Journal WIDYA LAKSANA Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Jurnal Studia Insania Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman JURNAL VISIONIDA Jurnal Segara Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora JUTEKIN (Jurnal Manajemen Informatika) MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Warta Penelitian Perhubungan Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Buletin Ilmiah Marina : Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Ilmiah Ecobuss International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES) Psychology, Evaluation, and Technology in Educational Research Journal of Innovation in Business and Economics JOURNAL INFORMATICS, SCIENCE & TECHNOLOGY ECO-BUILD; Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series EKSISBANK (Ekonomi Syariah dan Bisnis Perbankan) Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan Jurnal Baabu Al-ilmi : Ekonomi dan Perbankan Syariah Jurnal Ekobis : Ekonomi Bisnis & Manajemen Oeconomicus Journal of Economics Widyariset IJAF SUHUF: Jurnal Pengkajian Al-Qur'an dan Budaya Indonesian Journal on Geoscience ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesian Journal on Geoscience Jurnal ABDIMAS (Pengabdian kepada Masyarakat) UBJ These proceedings represent the work of researchers participating in The International Conference on Elementary Education (ICEE) which is being hosted by the Elementary Education Study Programme School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Proceeding Biology Education Conference Jurnal Nauli Indonesian Journal of International Law Jurnal Abmas Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan COJ (Coastal and Ocean Journal) Matriks Teknik Sipil International Journal of Multidisciplinary Research and Literature (IJOMRAL) Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik Unpak Makara Human Behavior Studies in Asia INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Return : Study of Management, Economic and Bussines AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic & Fisheries Sciences Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Warta Penelitian Perhubungan International Journal of Computing Science and Applied Mathematics-IJCSAM
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Naditira Widya

PERANAN SUNGAI BARITO DALAM PERSEBARAN SUKU DAYAK DI KALIMANTAN BAGIAN TENGGARA Hartatik, Hartatik
Naditira Widya Vol 11, No 2 (2017): Naditira Widya Volome 11 Nomor 2 Oktober 2017
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v11i2.211

Abstract

Abstrak. Sungai Barito merupakan sungai besar yang berhulu di Pegunungan Schwaner Muller di bagian utara Kalimantan Tengah dan bermuara di Banjarmasin menuju Laut Jawa. Sebagai sungai terpanjang di Kalimantan, sungai ini terkenal sejak ratusan tahun silam hingga kini. Berbagai mitos dan legenda tercipta di sekitar aliran sungai ini. Situs-situ kuno bertebaran dari hilir hingga hulu sungai, seperti situs Kerajaan Banjar di Banjarmasin, situs Patih Muhur di Batola, dan permukiman suku Dayak di bagian tengah hingga hulu Sungai Barito. Artikel ini akan membahas tentang keberadaan Sungai Barito (dan anak sungainya) kaitannya dengan persebaran suku Dayak di Kalimantan bagian tenggara. Tujuan dari tulisan ini adalah mengetahui persebaran suku Dayak berdasar persebaran data arkeologi, sejarah dan tradisi di sepanjang Sungai Barito dan anak-anak sungainya di bagian tenggara Kalimantan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptip dengan penalaran induktif. Data diperoleh dari berbagai sumber terutama hasil penelitian Balai Arleologi Kalimantan Selatan dan studi pustaka. Keberadaan sungai berpengaruh pada konsep religi dan bentuk pola hunian. Dalam konsep religi, Sungai Barito sering disebut dalam mantra balian sebagai tempat tinggal pidara. Dari hasil analisis pemanfaatan ruang dan persebaran hunian diketahui pola hunian yang cenderung mengelompok tidak jauh dari sungai, meskipun ada juga yang memanjang di tepi sungai. Persebaran suku Dayak di Kalimantan bagian tenggara dimungkinkan melalui sungai Barito dan anak-anak sungainya, seperti Sungai Negara dan Martapura.Kata Kunci : Sungai Barito, persebaran, suku Dayak, situs, balianAbstract. Barito River is a large river headwaters in Schwaner Muller Mountains in the northern part of Central Kalimantan and empties in Banjarmasin to the Java Sea. As the longest river in Kalimantan, the river is famous since hundreds of years ago to the present. Various myths and legends created around this river. Site-fashioned situ scattered from downstream to upstream, such as the site of Banjar Kingdom in Banjarmasin, Patih Muhur sites in Batola, and settlement Dayak tribe in the middle to upper Barito River. This article will discuss about the existence of the Barito River (and its tributaries) relation with the spread of the Dayak tribe in southeast Kalimantan. The purpose of this paper is to determine the distribution of the Dayak tribe-based distribution of archaeological data, historical and tradition along the Barito River and its tributaries in the southeastern region of Kalimantan. The method used is descriptive with inductive reasoning. Data obtained from various sources specially the results of Balai Arkeologi Kalimantan Selatan research, and supported by the literature. The existence of rivers affects the religion concept occupancy patterns and shapes. In the religion concept, the Barito River often called in the balian spell as a residence of pidara. The results of spatial analysis and settlement spread known that patterns of occupancy is cluster near the river, although there is elongated riverside. The spread of the Dayak tribe in the southeastern part of Kalimantan possible through of the Barito River and its tributaries, such as the Negara River and Martapura River.Key Words : Barito River, spread, Dayak tribes, sites, balian
RUMAH PANJANG DAN PERUBAHAN FUNGSINYA KAJIAN SOSIAL PADA MASYARAKAT DAYAK DI KABUPATEN KUTAI BARAT Hartatik, Hartatik
Naditira Widya Vol 3, No 2 (2009): Naditira Widya Vol. 3 No.2
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v3i2.149

Abstract

A long house is a traditional communal house, which is occupied by a number of Dayak families. Such house usually accomodates traditional ceremonies sush as marriage, mortuary and other traditional gatherings. Today, most of the long houses are abandoned and deteriorate, and what is left is mere symbol of old custom which is also gradually dimishing. This article discusses the archaeological and sociological perspective on factors causing of the degrading existence and function of long houses of the Dayak in Kutai Barat.
PERBANDINGAN BAHASA DAN DATA ARKEOLOGI PADA SUKU TIDUNG DAN DAYAK DI WILAYAH NUNUKAN: DATA BANTU UNTUK REKONSTRUKSI SEJARAH DAN PERUBAHAN BUDAYA Hartatik, Hartatik
Naditira Widya Vol 8, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v8i1.104

Abstract

Suku Tidung merupakan salah satu suku asli Nunukan yang beragama Islam dan mengakui bahwa dirinya merupakan orangDayak. Hal tersebut berbeda dengan suku lainnya yang telah memeluk Islam, biasanya tidak menganggap dirinya sebagai orangDayak. Masalah dalam artikel ini adalah adakah hubungan antara suku Tidung dengan suku Dayak di wilayah Nunukan (Tahol,Tenggalan, dan Agabag)? Bagaimana perbandingan bahasa, data arkeologi, dan tradisi dapat menjadi data bantu untuk merekonstruksisejarah dan perubahan budaya suku Tidung kaitannya dengan suku Dayak lainnya di Nunukan? Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui ada tidaknya hubungan antara suku Tidung dengan Dayak Tahol, Agabag, dan Tenggalan melalui perbandingan bahasa,data arkeologi dan tradisi, serta peluangnya sebagai data bantu untuk merekonstruksi sejarah dan perubahan budayanya. Darianalisis perbandingan bahasa, tradisi, dan data arkeologi diketahui bahwa suku Tidung mempunyai persamaan yang signifikandengan suku Dayak Tahol, Tenggalan, dan Agabag. Dari hasil perbandingan itu disimpulkan bahwa suku Tidung mempunyai hubungandengan ketiga suku Dayak tersebut karena berasal dari rumpun yang sama. Suku Tidung mempunyai pergerakan yang lebih dinamisdari pada suku Dayak lainnya sehingga mereka menyebar jauh dari pedalaman dan melakukan kontak dengan pendatang muslim,sehingga kini suku Tidung pun identik dengan muslim.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA ARKEOLOGI: SEBUAH RETROSPEKSI Hartatik, Hartatik
Naditira Widya Vol 8, No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v8i2.109

Abstract

Sumberdaya arkeologi sering diabaikan oleh masyarakat karena ketidakpahaman masyarakat tentang arti penting sumberdayatersebut. Lembaga kebudayaan milik pemerintah, terutama Balai Arkeologi dan Balai Pelestarian Cagar Budaya merupakan motorpenggerak pengelolaan sumberdaya arkeologi yang mempunyai tanggung jawab untuk menginformasikan keberadaan dan nilaipenting sumberdaya arkeologi kepada masyarakat. Berbagai sosialisasi hasil penelitian yang merupakan bagian dari pengembangankegiatan penelitian telah dilakukan, tetapi hasil kerja lembaga kebudayaan milik pemerintah tersebut belum dapat dipahami dandimanfaatkan oleh masyarakat. Akibatnya, pengelolaan sumberdaya arkeologi seolah menjadi beban tunggal pemerintah. Permasalahandalam tulisan ini adalah apa yang seharusnya dilakukan oleh lembaga kebudayaan untuk menarik masyarakat dalam pengelolaansumberdaya arkeologi? Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui apa yang seharusnya dilakukan oleh lembaga kebudayaan supayamasyarakat sebagai pemilik budaya tertarik dan terlibat dalam pengelolaan sumberdaya arkeologi. Metode pengumpulan data dilakukanmelalui studi pustaka dan pengamatan selama penulis bekerja di Balai Arkeologi Banjarmasin dari tahun 1999 sampai dengan 2014.Metode analisis data dilakukan secara deskriptif dengan penalaran induktif. Hasil dari tulisan ini adalah nilai penting sumberdayaarkeologi harus dipertahankan dengan melakukan sinergi antara lembaga pengelola kebudayaan dan masyarakat secara efektif danefisien. Selain itu, perlunya instansi pengelola kebudayaan dalam satu garis komando, sehingga akan memudahan koordinasi dalamperencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kinerja.
KUBUR TAJAU SANGA SANGA DAN VARIASI TRADISI BUDAYA AUSTRONESIA DI ASIA TENGGARA Hartatik, Hartatik
Naditira Widya Vol 5, No 1 (2011): April 2011
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v5i1.100

Abstract

Kubur tajau merupakan bentuk penguburan yang menggunakan wadah berupa tajaubahan batuan atau guci keramik sebagai wadah kubur. Lima puluh dua kubur tajau telah ditemukanpada ekskavasi 2010 di Sanga Sanga. Ada beberapa aspek yang dapat diungkapkan daripengkajian kubur tajau tersebut, yaitu aspek religi, sejarah pendukung budaya kubur tajau, danaspek sosial ekonomi. Sampai saat ini, Balai Arkeologi Banjarmasin telah dapat mengungkapkankarakter Situs Sanga Sanga sebagai situs tunggal dengan pertanggalan situs awal abad ke-18Masehi. Tulisan ini mengulas beberapa hal yang belum dikaji dalam penelitian tahun 2010, yaitumengapa bekal kubur tidak ditemukan dalam himpunan kubur tajau ini? Dan, apakah hubungannyadengan tradisi kubur Austronesia? Kajian ini akan dilakukan dengan menggunakan perbandingandata penguburan di wilayah lain di Kalimantan dan analogi etnografis. Jawaban pertanyaan tersebutmemberikan pemahaman tentang sejarah kebudayaan Sanga Sanga, terutama tentang masyarakatpendukung budaya kubur tajau dan konsep kepercayaannya.
RUMAH PANJANG DAYAK MONUMEN KEBERSAMAAN YANG KIAN TERKIKIS OLEH ZAMAN: STUDI KASUS DAYAK KANAYATN DI KALIMANTAN BARAT Hartatik, Hartatik
Naditira Widya Vol 7, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v7i1.92

Abstract

Abstrak. Rumah panjang merupakan hunian tradisional komunitas Dayak yang dapat ditemukan di sejumlahtempat di pedalaman Kalimantan. Rumah panjang atau betang atau radakng atau balai atau lamin mempunyaiarsitektur dan komponen bangunan yang serupa. Arsitektur rumah panjang Dayak berupa rumah yang ditopangdengan sejumlah tiang penyangga setinggi satu hingga dua meter. Komposisi bangunan rumah panjang terdiri atassebuah aula persegi panjang yang dikelilingi oleh puluhan bilik kecil yang dihuni oleh sebuah keluarga. Auladifungsikan sebagai tempat berkumpul sehari-hari ataupun mewadahi kegiatan adat. Interaksi sosial dalam rumahpanjang tersebut membentuk ikatan batin dan rasa kebersamaan yang kuat antarpenghuninya. Namun, selamaempat dekade belakangan ini lambat-laun penggunaan rumah panjang banyak yang ditinggalkan. Tulisan inimembahas eksistensi rumah panjang dan nilai-nilai kebersamaan komunitas Kanayatn yang tidak lagi berdiam dirumah panjang. Studi ini dibahas dengan menggunakan metode deskriptif dengan penalaran induktif. Hasil kajianrumah panjang ini menunjukkan tidak dimanfaatkannya rumah panjang sebagai hunian komunal tidak berartihilangnya nilai kebersamaan yang selama ini telah mengakar dalam kehidupan komunitas Dayak. Namun demikian,perubahan gaya hidup tersebut tetap menbawa dampak yang signifikan, yaitu merenggangnya proses interaksisosial sehari-hari.
EKSISTENSI RUMAH RUMAH ADAT BANJAR DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Hartatik, Hartatik
Naditira Widya Vol 10, No 2 (2016): Naditira Widya Vol. 10 No. 2 Oktober 2016
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v10i2.127

Abstract

Rumah adat Banjar merupakan salah satu sumber daya budaya yang memiliki nilai penting bagi sejarah perkembangan arsitektur, seni dan sejarah budaya lokal. Materialnya yang terbuat dari bahan kayu menyebabkan rumah adat ini rentan terhadap kerusakan, baik karena ulah manusia, cuaca maupun faktor biologis. Di balik keterancamannya, rumah adat mempunyai nilai yang dapat diambil manfaatnya untuk masa kini dan masa depan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan realitas pengelolaan dari sisi pemerintah dan masyarakat, sejauhmana keberadaan rumah adat Banjar sebagai salah satu sumber daya budaya dapat dimanfaatkan dalam pembangunan berkelanjutan, serta pesan apa saja yang dapat ditangkap oleh masyarakat dalam memaknai rumah adat ini. Tulisan ini merupakan hasil penelitian kualitatif dengan metode dekriptif, pengambilan data dilakukan dengan survei dan kajian pustaka. Analisis data dilakukan dengan menggunakan penalaran induktif. Dari analisis diketahui bahwa keberadaan rumah adat Banjar belum dikelola secara maksimal, belum ada kerjasama yang harmonis terutama antara pemerintah daerah di tingkat provinsi dan kabupaten. Perjuangan dari penggiat budaya lokal membawa hasil, kini bangunan panggung telah diadopsi menjadi sebuah Peraturan Daerah. Hal tersebutmenunjukkan adanya apresiasi terhadap budaya leluhur dan keberlanjutan kearifan lokal yang mampu menjaga keseimbangan lingkungan rawa.
KECENDERUNGAN PENGGUNAAN METODE SURVEI PADA PENELITIAN BALAI ARKEOLOGI BANJARMASIN: ALASAN DAN SOLUSINYA Hartatik, Hartatik
Naditira Widya Vol 5, No 2 (2011): Oktober 2011
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v5i2.75

Abstract

Abstrak. Terdapat dua jenis metode atau cara perolehan data dalam penelitian arkeologi, yaitu survei dan ekskavasi.Dari kedua metode tersebut, survei merupakan teknik penelitian yang paling sering digunakan oleh peneliti BalaiArkeologi Banjarmasin. Hal tersebut merupakan gejala yang menarik, padahal ekskavasi merupakan jantungpenelitian arkeologi. Tulisan ini mengulas tentang sebab-sebab penggunaan metode survei lebih banyak daripadaekskavasi, serta solusi yang memungkinkan pelaksanaan penelitian arkeologi yang berimbang antara tema danmetode yang sesuai. Data kajian yang dipakai adalah metode penelitian yang digunakan para peneliti pada BalaiArkeologi Banjarmasin selama 2005-2011. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyebab utama seringnya penggunaanmetode penelitian survei adalah kondisi alam Kalimantan yang luas dengan fisiografi yang unik. Aktivitas surveiperlu dilakukan agar dapat memperoleh sebaran data lateral terlebih dahulu sebelum meneliti lebih jauh sebarandata vertikalnya. Solusi yang dapat menjembatani kesenjangan ini adalah intensifikasi ekskavasi pada situs-situspotensial, menindaklanjuti rekomendasi hasil penelitian terdahulu, kegiatan survei harus dilakukan bersamaandengan ekskavasi, dan perimbangan penelitian berdasarkan tema dan metode penelitian.
UNSUR SIMBOLIS DAN ESTETIS DALAM SENI PAHAT SUKU DAYAK BENUAQ DAN TUJUNG DI KALIMANTAN TIMUR Hartatik, Hartatik
Naditira Widya Vol 2, No 1 (2008): Naditira Widya Vol. 2 No.1
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v2i1.162

Abstract

The Benuaq and Tunjung inhabit the high hinterland of Kutai Barat in the Province of East Kalimantan. Both communities have the sustainable potency to uphold their skill in wood carving; the existence of balontang, tugu ngugu tautn, templaq, klerekng and ornaments on old lamin, which abundantly found in their village signify their centuries-old competence in wood carving. Nevertheless, there are some style and type differences on carved wooden object between the Benuaq-Tunjung and that of the Ngaju, Lawangan and Maanyan. For instance, physically, the Ngaju, Lawangan and Maanyan tends to carve plain and massive wooden figures, whereas those of the Benuaq-Tunjung are more dynamic and enriched with attractive scrolls. This article discusses the aesthetic and symbolic representation of balontang, tugu ngugu tautn, templaq, klerekng, ornaments on old lamin.
MODEL STRATEGI PENGELOLAAN RUMAH ADAT BANJAR DI TELUK SELONG ULU Hartatik, Hartatik
Naditira Widya Vol 9, No 2 (2015): OKtober 2015
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/nw.v9i2.126

Abstract

Rumah adat Banjar tipe Bubungan Tinggi dan Gajah Baliku di Teluk Selong Ulu, Kalimantan Selatan mempunyaibentuk dan bahan yang masih asli serta nilai penting bagi sejarah dan ilmu pengetahuan. Untuk kepentingan pariwisata,pemerintah membuat taman dan halaman parkir konblok beton dengan mengurung lahan rawa di depan dan sampingrumah adat. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak pengelolaan dan membuat model pengelolaan kawasanrumah adat di Teluk Selong Ulu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif.Teknik pengumpulan datadilakukan dengan pengamatan langsung dan wawancara mendalam.Untuk membuat model pengelolaan dilakukan denganteknik Participatory Rural Apprasial (PRA), kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT.Hasil penelitianmenunjukkan, bahwa pengembangan kawasan rumah adat telah menimbulkan dampak sosial yang meresahkan.Modelpengelolaan dibuat dengan memperhatikan zonasi cagar budaya, melibatkan multi stakeholder baik pemerintah maupunmasyarakat yang terkoordinir dan dilakukan secara berkelanjutan.Disimpulkan bahwa dengan strategi pengelolaan yangdidasarkan pada prinsip pengelolaan sumber daya arkeologi dan kearifan lokal, maka kawasan rumah adat Banjar dapatdikembangkan dan dimanfaatkan optimal sebagai ikon dan kebanggaan budaya lokal.
Co-Authors -, Hodidjah -, Yasbiati -, Zainurrahman . Muliani . Partomo . QATRUNNADA . Zairion ., Hodidjah ., Mujio ., Yasbiati .., soripada A Lidya Tania A. Ghanaim Fasya A. Masyahoro A.A Sujadi, A.A Aah Ahmad Syahid, Aah Ahmad Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Ghofar Abdul Halim Abdul Khaliq Abdul Masyahoro Aceng Hidayat Achmad Fahrudi Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Ade Supandi Ade Supandi Adhuri, Dedi Supriadi Aditya Kurniawan Adrian Damora Adrian Hordyk Agnes Juliet Boking Agus Alim Hakim Agus Atmadipoera Agus Handoyo Harsolumakso, Agus Handoyo Agus Heri Purnomo Agus Purbayu, Agus Agus Sadelie Agus Suharto, Agus Agus Suseno, Agus Agustin Rustam Ahmad Herison Aida Vitalya S. Hubeis Aida Vitayala S. Hubeis Ainun Rohmah Akhmad Fauzi Akhmad Nurhijayat Akhmad Solihin Alawiah, Mila Aldi Agus Setiawan Alek, A Ali Mashar Alimuddin Ambar Mudigdo Amin, Toufiq Al Ammalia Syifa Awaliyah Amri Jahi Amri Jahi Amri Jahi Amrullah Usemahu Amula Nurfiarini Anas Miftah Fauzi Andreas D. Patria Andreas D. Patria Angela, Nidia Ani Nur Aeni, Ani Nur Ani Rahmawati Anita Setyowati Srie Gunarti Anton Ferdiansyah Aprianti, Eka Aprilia, Selviana Ernayanti Apriliya, Seni Aprillia Kartika Ekawati Arief Daryanto Arief Daryanto Arief Satria Ario Damar Aristi D. P. Fitri Ariston, Muhamad Aryani, Desy Asep Dede Kurnia Ashma Hanifah Asma, Wan Izatul Asrial, Evron Avin Ainur Fitrianingsih Ayesha Hafizh Azis N Bambang Aziz Ikhsan Bachtiar Azizah, Intan Nur Bagus Sartono Bambang Juanda Beatrix M. Rehatta Begum Fauziyah Benny Osta Nababan Berliana Kusuma Riasti Bernard, Emeli Bhisma Murti Bhokaleba, Barnabas Pablo Puente Wini Booth, Hollie Br Purba, Tria Kabrina Budy Wiryawan Bunasor Sanim Bura, Romie O. Cahyaningsih, Iskandar Jati Chaniago, Sabirin Chaterina Agusta Paulus Christanto, Ludovicus Hari Christy Desta Pratama Cindy Elisa Connie Connie D Djoko Setiyanto D Djokosetiyanto, D D. Sulistiawati D. Susiloningtyas Dadang Hamdani Dafiuddin Salim Danang Prasetyo, Danang Darma , Eko Darwis S Gani Darwis S. Gani Darwis S. Gani Debora Budiyono Dedi S Adhuri Dedi Soedharma Dedi Supriadi Adhuri Deni Achmad Soeboer Deni Ahmad Jakaria Dewi Dwi Puspitasari S Dewi Susiloningtyas Dhatu Kamajati, Dhatu Diah Gusrayani, Diah Dian Safitri Diding Sudira Efendi Dietriech G Bengen Dietriech Geoffrey Bengen Djokosetiyanto Djokosetiyanto Donny Orlando Wijayanto DWI ALIA, DWI Dwi Sulistiawati Dyah Triwahyuningtyas Egra, Saat Eka Yudhistira Ekawati , Dian Ekawati , Inna Eko Darma Eko Harry Pratisto, Eko Harry Elfrida Ratnawati Elma yulius Encah Ewi Mulyeti Endang Adiyanto Endang Hilmi Endriatmo Soetarto Eni Sumanti Nasution Eny Yulianti, Eny Eprillia, Fajrin Erfien Purwanto Erna Rochana Etty Eidman Eva Suryaman F. Yulianda Fahrudin, M Ihsan Fajar Prihesnanto, Fajar Fani Safitri Fanny Destiani Farida Nur Kumala Fasli Jalal Fatmawati, Nur Lailatul Fendi Aji Purnomo, Fendi Aji Ferdiansyah, Anton Ferdiansyah, Anton Ferdinan Yulianda FERY KURNIAWAN Fery Kurniawan Forcep Rio Indaryanto Frederikus Dian Indrastomo, Frederikus Dian Fredinan Yulianda Fredinand Julianto Fuspitasari, Yhesi Yuwana Gatot Yulianto Gatot Yulianto Giyanto Giyanto Guswildan Giovani, Guswildan Hajandrainy Jeremiah, John Ricardo Halik, Abd Hana Septi Ariani, Hana Septi Handoko Adi Susanto Handoko Adi Susanto Hapzi Ali Hardani, Dwi Aris Hardianto, Andi Haris Nursyah Arifin, Haris Nursyah Hartono, Rudik Hawis H Madduppa Herlianti, Anggun Oktavia Herlina, N. Hani Hermanto, Djamarel Hermawan, Hendra Hidayah, Insani Nur Hidayat, Didin Nuruddin Hoga Saragih Hollie Booth Hollie Booth Hollie Booth Hulu, Fandi Christianto I Gde Sukadana I Gusti Ayu Made Srinadi I Gusti Ngurah Edi Putra I Gusti Putu Purnaba I MADE SUDARMA I Wayan Nurjaya I. Muchsin Idqan Fahmi Inda Liya Indar Arum Pratiwi Indri Manembu Indriani, Tanti Irawati, Riana Irfan Yulianto Irmanida Batubara Isdradjad Setyobudiandi Ismudi Muchsin Ismudi Muchsin Isrokatun Isrokatun Iswahyudi, Didik Iwan Tjitradjaja Iwan Tjitradjaja Iwan Tjitradjaja Jaka pertandang, Mohamad Afif Jakub, Raymond Jasmadi Jasmadi Jhon Septin Maurisdo Siregar Julia, J. Junardy, Fransiska Devy Juni Artha Juneli Kadarwan Soewandi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Suwardi Kadek Tresna Adhi Kamal, M.Mukhlis Karmila Karmila Karto Wongsopatty Katarina Hesty Rombe Ketut Wikantika Khansa Yumna Abiyyu Koosgiarto, Dharma Kooswardhono Mudikdjo Kurniasih, Riska Dwi Kurniawati, Diah Putri Kusumah, Andi Kusumo, Suryo Kuswandono, Domo Pranowo Laksono Trisnantoro Lalu, Jeffri Azani Lesmana Lestari, Putri Agil LILIK BUDIPRASETYO Lilik Kartika Sari Lilis Sadiyah Lilis Sri Mulyawati Lilis Sulistyowati Luwandi Suhartono M Syamsul Ma'arif M. Boer M. Fedi A Sondita M. Mukhlis Kamal M. Mukhlis Kamal M. Mukhlis Kamal M. Rusydi Maarif, Rizal Machfud Machfud Made Ayu Pratiwi Maimanah ., Maimanah Majariana Krisanti mandopa, andi saputra Manik, Grace Rika Maria Imaculata Rume Marimin , Marimin Marimin Marlianingrum, Peggy Ratna Marnis Marnis Maulana, Lucky Hikmat Megawanto, Rony Meilina Ratna Dianti Mennofatria Boer Mennopatria Boer Mintje Wawo Mirelva, Prima Rizky Moch Prihatna Sobari Moch. Cahyo Sucipto Mohammad Mukhlis Kamal Mr. Suharsono Mubariq Ahmad Muhamad Syukur Muhammad Adriani Yulizar, Muhammad Adriani Muhammad Fadjar Rahardjo Muhammad Ichsan Muhammad Nur Arkham Muhammad Nur Firdaus Muhammad Rizal Usman Mukhtadi, Edwin Mukti Ali Muliani Muliani Mulyana, Edi Hendri Munawar Munawar Munirah Tuli Muslim, Ayu Tria Nurjannah Mustofa, Maily Muta Ali Khalifa Muti'ah, Roihatul Natalia Lembang Pasapan Neil R Loneragan Ni Ketut Sutiari Ni Putu Widarini Ninef, Jotham S R Ninef, Jotham S.R. Ninik Paryati NISA RACHMANIA MUBARIK Noviani Reksa Permatasari Nunung Sulistyani Nur Aini Nur, Lutfi Nuraeni Nuraeni Nuraeni Nuraeni Nurasimah Nurdiana Azis Nurdinah Hanifah Nurhidayah, Linda Nuri Firdaus Amaliyah Nurlisa Alias Butet Nurul Fajri NURUL, Auliyah Nurung Adriandani Nury Yuniasih, Nury Nuryani Rustaman Nurzaman, Istikhoroh Nyoman Darma Adi Okky Rizal Kusuma Oktariza, Wawan Paojiah, Paojiah Partomo Partomo Patria, Andreas D Pigoselpi Anas Prasadi, Oto Prihadi Sumintadireja, Prihadi Prihandoko . Prihandoko Prihandoko Prihandoko S Prihandoko S Priyadi, Yogo Suro Purwanto, Erfien Purwoko, Agus Puspita, Lorensia Rachmawati Ningsih Raditya Andrean Saputra, Raditya Rahayu, Enok Cucu Rahman Rahman Rahmat Kurnia Rahmatullah Bin Arsyad Ramadanti, Ayu Ramdhan, Resma Fahmi Ratna Dian Kurniawati Razanoelisoa, Jacqueline Reny Puspasari Riani, Siska Rianti, Nur Amalia Riany Hastuty Riany Hastuty Rika Sylviana Rismaya Marbun Rizki Aprilian Wijaya Rizky Fajar Hermansyah Rohmah, Lailia Nur Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rosnita Rosnita RR. Ella Evrita Hestiandari Rudi Hartono Rusdiah Rusdiah Ruwanti Wulandari Sahirul Alim Tri Bawono, Sahirul Alim Saiful Arifin Salsabila, Unik Hanifah Sari Andajani Sari Andajani, Sari Seger Priantono Setiawan, Rahyuniati Setyawibawa, Ika Setyo Budi Susilo Setyo Handayani Setyo Handayani Sharyn Graham-Davies Sharyn Graham-Davies, Sharyn Sigid Hariyadi Sigit Setya Kusuma silaban, juwita priscila Siregar, Amelia Fransiska Siti Hajar Suryawati Siti Nurisjah Sjafri Mangkuprawira Slamet Jauhari Legowo Sofia Hartati Sofyaningsih, Vinni SRI MULYAWATI, LILIS Sri Rahardjo Sri Rahardjo Sri Redjeki Stuart J Campbell, Stuart J Subroto, Erna Sudin, Ali Sugeng Budhiharsono Sugeng Santoso Suhana Suhana Suharsono, Mr. Suhartono, Dwi Suharyanto Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sunny Arief Sudiro Supartono Supartono Supartono, Mr. Suryo Kusumo Susanto, Handoko Adi Susi Lawati, Susi Suwanto, Sigit Syafri Mangkuprawira Syahrial Nur Amri Syahrial Nur Amri Syamsiar, Syamsiar Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Tahmat Kurnia Tajerin Tajerin Tajmiati, Atit Tanjung, Berliana Taopik Rahman Taryono Taryono Taryono Tilaar, Kilala Titiek Tjahja Andari Toufiq Al Amin Toufiq Al Amin Tri Astuti Tri Wiji Nurani Trianaputri, Mila Olivia Tridoyo Kusumastanto Trisla Warningsih Trisnani D Hapsari Tukul R Adi Umi Muawanah Varo, Joeli Veronicha, Riza Kharisma Vicky Rizky Katili Wahid, Mathori Abdul Waras Nurcholis Wendi Nurwendi Wilela, Mirna Wini - Trilaksani Xiongzhi, Xue Yasya Hanifah Kinasih Yayan Andriyanto Yesi Dewita Sari Yeyen Mardyani Yeyen Mardyani Yoga Candra Ditya Yohanas Oemar Yon Vitner Yonvitner - Yudi Wahyudin Yuli Haryati Yuli Wibowo Yusli Wardiatno Yuyut Suraniyanto Zahra, Candra Luthfita Zakiah Zakiah Zamany, Nevianti Zulfikar, Andi Zulhamsyah Imran