p-Index From 2021 - 2026
13.376
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL HUKUM Rotasi UG Journal Animal Agricultural Journal Pharmaciana: Jurnal Kefarmasian Jurnal Kreatif : Jurnal Kependidikan Dasar PIKSEL : Penelitian Ilmu Komputer Sistem Embedded and Logic Jurnal technoscientia Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Fisika Unand Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Jurnal Farmasi Klinik Indonesia Nurani: Jurnal Kajian Syariah dan Masyarakat Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Jurnal Hukum Novelty Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Isamic Communication Journal JURNAL BIOLOGI INDONESIA TEKNOLOGI LINGKUNGAN The Indonesian Biomedical Journal IDJP (Indonesian Journal of Pharmaceutics) MUDRA Jurnal Seni Budaya Jurnal Bahasa Rupa Ajudikasi : Jurnal Ilmu Hukum Acta Pharmaciae Indonesia : Acta Pharm Indo Publik (Jurnal Ilmu Administrasi) Indonesian Journal of Educational Counseling Sawala : Jurnal Administrasi Negara Rang Teknik Journal Jurnal Bisnis dan Pembangunan Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Scientific Journal of Reflection : Economic, Accounting, Management and Business Compiler Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health Adabiyyat: Jurnal Bahasa dan Sastra QARDHUL HASAN: MEDIA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Journal of Public Administration Studies Unes Law Review Jurnal Ilmu Fisika Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Informasi Interaktif JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN The International Journal of Business Review (The Jobs Review) Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis Jurnal Sistim Informasi dan Teknologi Jurnal Sains Riset PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Jurnal Administrasi Negara Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam LEGAL BRIEF Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Bisnis, Manajemen, dan Ekonomi JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Riwayah : Jurnal Studi Hadis Journal of Judicial Review Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Indonesian Journal of Business and Management Journal of Maritime Empowerment Emphaty Cons : Journal of Guidance and Counseling Narra J Jurnal Res Justitia : Jurnal Ilmu Hukum Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature Journal of Information System and Technology (JOINT) Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Indonesian Journal of EFL and Linguistics Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora Jurnal Penyuuhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Berita Kedokteran Masyarakat SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Jurnal Manajemen Bisnis dan Organisasi Takwil: Journal of Quran and Hadith Studies Journal of Artificial Intelligence and Digital Business AHKAM : Jurnal Hukum Islam dan Humaniora Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir International Review of Humanities Studies Journal of Constitutional Law Society (JCLS) Religia : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman JAWI : Journal of Ahkam Wa Iqtishad Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama Competitive Pawarta: Journal of Communication and Da'wah Jurnal Pengabdian Masyarakat Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Jurnal Inovasi Global Journal Of Humanity Dedication IJMA Jurnal Riset Ilmiah TEKNO : Jurnal Penelitian Teknologi dan Peradilan Journal Of Agriculture Sciences (Agrosci) Al Iidara Balad : Jurnal Administrasi Negara SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature) Abdurrauf Social Science Jurnal Muria Pengabdian Masyarakat Journal of Law Jurnal Bahasa Rupa Jurnal Jejak Hukum Indonesia (JHI) Journal of Industrial Automation and Electrical Engineering
Claim Missing Document
Check
Articles

PENENTUAN NILAI SUSEPTIBILITAS MAGNETIK GUANO YANG BERASAL DARI GUA BABA KECAMATAN LUBUK KILANGAN KOTA PADANG Ramdani, Beny; Budiman, Arif
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.1.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang penentuan nilai suseptibilitas magnetik guano Gua Baba, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang dengan metode Anisotropic of Magnetic Susceptibility (AMS) menggunakan alat susceptibility meter. Sampel guano diambil berdasarkan variasi kedalaman dari lima site. Variasi kedalaman yaitu permukaan, 10 cm dari permukaan, dan 20 cm dari permukaan. Hasil pengukuran nilai temperatur dan kelembaban udara menunjukkan bahwa nilainya  hampir sama untuk tiap site. Dari hasil perhitungan, nilai rata-rata suseptibilitas magnetik guano Gua Baba diperoleh berkisar dari 240,91 × 10-8 m3/kg sampai 461,94 × 10-8 m3/kg. Hasil ini menunjukkan bahwa jenis mineral magnetik yang dominan dalam guano Gua Baba adalah hematit. Rata-rata nilai suseptibilitas magnetik guano untuk kelima site berdasarkan variasi kedalaman yaitu 308,26 × 10-8 m3/kg , 319,62 × 10-8 m3/kg dan 347,39 × 10-8 m3/kg. Hasil ini menunjukkan nilai suseptibilitas magnetik guano berbanding lurus dengan kedalaman.Kata Kunci : guano, mineral, magnetik, dan suseptibilitas.AbstractThe research to determine the value of magnetic susceptibility guano of Baba cave, District Lubuk Kilangan, Padang by using Anisotropic of Magnetic Susceptibility (AMS) methode  and susceptibility meter has been done. Guano samples taken based on depth variation from five sites. The depth variation are 0 cm, 10 cm, and 20 cm from the surface. The measurement of temperature and humidity values shows that their values are almost the same for each site. From the calculation, the average value of magnetic susceptibility of guano from Baba cave obtained are from 240.91 × 10-8 m3/kg until 46.94 × 10-8 m3/kg. The results show that the mineral magnetic guano of Baba cave is dominated by hematite. The average value of of magnetic susceptibility of guano based on depth variation for all sites are 308.26 × 10-8 m3/kg, 319.62 × 10-8 m3/kg and 347.39 × 10-8 m3/kg. It is also found that magnetic susceptibility of guano is directly proportional to depth.Keywords : guano, mineral, magnetic, and susceptibility.
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR TERHADAP BENTUK BULIR MINERAL MAGNETIK PASIR BESI Rozi, Fakhrur; Budiman, Arif
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 2: April 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.2.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi temperatur terhadap bentuk bulir dari mineral magnetik pasir besi Pantai Sunur Kota Pariaman menggunakan metode Anisotropy of Magnetic Susceptibility (AMS).Variasi temperatur pada mineral magnetik yaitu temperatur kamar (25°C), 100°C, 200°C, 300°C, 400°C dan 500°C.Dari perhitungan, komposisi mineral magnetik dari pasir besi diketahui bahwa pasir besi mengandung mineral magnetik yang tidak terlalu besar yaitu sebesar 60,8%. Dari perhitungan, nilai suseptibilitas magnetik untuk semua sampel berkisar dari 2116,7 × 10-8 m3/kg sampai dengan 2523,1 × 10-8 m3/kg. Hasil ini menunjukkan bahwa mineral magnetik pasir besi didominasi oleh ilmenit. Nilai faktor bentuk mineral magnetik awal diperoleh 0,77. Hasil ini menunjukkan bahwa bentuk bulir mineral magnetik adalah prolate. Setelah diberikan variasi temperatur, bentuk bulir mineral magnetik menuju berbentuk bola sampai 300°C, akan tetapi kembali menuju  berbentuk prolate untuk temperatur di atas 300°C.Kata Kunci : pasir besi, mineral magnetik, suseptibilitas, dan bentuk bulir.AbstractThe research to determine the effects of temperature variations on the shape of grains of magnetic minerals of iron sands from Sunur Beach Pariaman using Anisotropy of Magnetic Susceptibility (AMS) method has been conducted. Temperature variations in magnetic mineral are room temperature (25°C), 100°C, 200°C, 300°C, 400°C and 500°C. From the calculation, the magnetic minerals composition of iron sand contains not large enough magnetic minerals about 60.8% and magnetic susceptibility for all samples ranged from 2116.7 × 10-8 m3/kg  to 2523.1 × 10-8 m3/kg. These results indicate that iron sand magnetic minerals are dominated by ilmenite. The initial value of the shape factor of magnetic minerals is 0.77. These results indicate that the shape of grains of magnetic mineral is prolate. After a given temperature variation, the shape of grains of magnetic minerals becomes more spherical until 300°C, but it will be more prolate for the temperature above 300°C.Keyword : iron sand, magnetic mineral, susceptibility, and shape of grains.
ANALISIS SUSEPTIBILITAS MAGNETIK HASIL OKSIDASI MEGNETIT MENJADI HEMATIT PASIR BESI PANTAI SUNUR KOTA PARIAMAN SUMATERA BARAT Trilismana, Helvy; Budiman, Arif
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 2: April 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.2.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang analisis suseptibilitas magnetik hasil oksidasi magnetit pasir besi menjadi hematit menggunakan metode Anisotropy of Magnetic Susceptibility (AMS). Pasir besi diperoleh dari Pantai Sunur, Kota Pariaman, Sumatera Barat. Oksidasi mineral magnetik dilakukan dengan temperatur 100°C, 200°C, 300°C, 400°C, 500°C, 600°C, 700°C dan 800°C, masing-masing selama 15 jam. Dari hasil perhitungan, nilai suseptibilitas sampel berkisar dari 23,2 × 10-8 m3/kg sampai dengan 3685,0 × 10-8 m3/kg. Hasil oksidasi menunjukkan bahwa pemanasan dengan pada temperatur kurang dari 500°C menyebabkan fluktuasi nilai suseptibilitas dan pemanasan pada temperatur 500°C ke atas menyebabkan turunnya nilai suseptibilitas. Hasil oksidasi pada temperatur 400°C, 600°C, 700°C dan 800°C menghasilkan perubahan warna menjadi kecoklatan dan ungu. Pada temperatur 700°C, sebagian besar magnetit berubah menjadi hematit dimana nilai suseptibilitas turun sekitar 95,0%. Analisis dengan metode difraksi sinar-X memperlihatkan bahwa pada temperatur 500°C telah terjadi hematit.Kata Kunci : Pasir besi, mineral magnetik, magnetit, oksidasi dan hematitAbstractThe research on the analysis of magnetic susceptibility of oxidation of magnetite into hematite of irond sand using anisotropy of magnetic susceptibility (AMS) method has been conducted. Iron sand was obtained from Sunur Beach in Pariaman, West Sumatra. The oxidation of magnetic minerals was done at temperature of 100°C, 200°C, 300°C, 400°C, 500°C, 600°C, 700°C and 800°C, each for 15 hours. Result shows that the susceptibility values for all samples ranged from 23.2 × 10-8 m3/kg up to 3685.0 × 10-8 m3/kg. The results also showed that the oxidation at heating temperature less than 500°C causes fluctuations in the susceptibility and at heating temperature 500°C and above caused a decline in the value of susceptibility. Meanwhile the result of oxidation at temperatures of 400°C, 600°C, 700°C and 800°C causes samples color change to brown and purple. At temperature of 700°C, most of the magnetite have changed into hematite where susceptibility has decreased into approximately 95.0%. Analysis by the method of X-ray diffraction showed that the hematite started to form at the oxidation temperature of 500 ° C.Keyword: iron sand, magnetic minerals, magnetite, oxidation and hematite
PENENTUAN NILAI SUSEPTIBILITAS MAGNETIK MINERAL MAGNETIK PASIR BESI SISA PENDULANGAN EMAS DI KABUPATEN SIJUNJUNG SUMATERA BARAT Siregar, Suaibah; Budiman, Arif
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian untuk menentukan nilai suseptibilitas magnetik mineral magnetik pasir besi sisa pendulangan emas pada empat sungai di Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat yaitu Batang Ombilin, Batang Silokek, Batang Sukam, dan Batang Palangki. Suseptibilitas magnetik sampel diukur dengan Bartington MS2 Magnetic susceptibility meter dengan MS2B dual frequency sensor pada lima belas arah berbeda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai suseptibilitas magnetik sampel berkisar antara 1,0294 × 10-4 m3/kg dan 1,1415 × 10-4 m3/kg dengan nilai rata-rata yaitu 1,1011 × 10-4 m3/kg dan nilai koefisien keragaman 4,7%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa mineral magnetik pasir besi sisa pendulangan emas pada empat lokasi tersebut memiliki kandungan jenis mineral magnetik relatif seragam. Kata Kunci : Suseptibilitas, anisotropi, mineral magnetik, dan pasir besi. ABSTRACTA research to determine magnetic susceptibility of magnetic minerals of remaining irond sand of gold panning on four rivers (Ombilin, Silokek, Sukam and Palangki) at District Sijunjung, West Sumatera, has been conducted. The magnetic susceptibility of samples were measured by using Bartington MS2 Magnetic suscebtibility meter with MS2B dual frequency sensor, on fifteen different directions. The result show that the susceptibility values of the samples ranges from 1.0294 × 10-4 m3/kg to 1.1415 × 10-4 m3/kg with the average value of 1.1011 × 10-4 m3/kg and the variation coefficient is 4.7%. The value shows that magnetic minerals of iron sand of remaining irond sand of gold panning on the four locations contains relatively uniform magnetic mineral types.Keywords : susceptibility, anisotropy, magnetic minerals, and iron sand.
Karakterisasi Suseptibilitas Magnet Barium Ferit yang Disintesis dari Pasir Besi dan Barium Karbonat Menggunakan Metode Metalurgi Serbuk Hayati, Rahmatil; Budiman, Arif; Puryanti, Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.2.187-192.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang karakterisasi suseptibiltas magnet barium ferit yang disintesis dari pasir besi dan barium karbonat menggunakan metode metalurgi serbuk. Pasir besi diperoleh dari Sungai Sukam, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Magnet barium ferit dibuat dengan mencampurkan Fe2O3 hasil oksidasi magnetit pasir besi dan BaCO3. Kemudian campuran tersebut dikalsinasi pada suhu 1000 oC, lalu dikompaksi dan kemudian disintering pada temperatur 1000 oC. Karakterisasi magnet barium ferit dilakukan dengan mengukur suseptibilitas magnetik menggunakan Bartington MS2 Magnetic susceptibility meter. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai suseptibilitas yang diperoleh dari enam variasi persentase massa yaitu 5, 10, 15, 20, 25 dan 30% berturut-turut adalah 262,6×10-8, 438,0×10-8, 516,1×10-8, 549,9×10-8, 422,8×10-8dan 429,9×10-8 m3/kg. Dengan nilai suseptibilitas tertinggi pada persentase massa 20% sebesar 549,9×10-8 m3/kg. Tingginya nilai suseptibilitas dikarenakan ion Fe3+ yang seimbang pada komposisi barium ferit. Nilai suseptibilitas magnetik barium ferit naik dengan kenaikan persentase massa BaCO3 5 hingga 20%, dan menurun untuk persentase massa BaCO3 besar dari 20%.Kata kunci: barium ferit, barium karbonat, pasir besi, suseptibilitas
Pengaruh Polietilen Glikol (PEG) Terhadap Ukuran Partikel Magnetit (Fe3O4) yang Disintesis dengan Menggunakan Metode Kopresipitasi Nursa, Irfan; Puryanti, Dwi; Budiman, Arif
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.3.209-213.2016

Abstract

Sintesis nanopartikel Fe3O4 menggunakan templet PEG dengan metode kopresipitasi telah dilakukan.  Perbandingan serbuk besi dengan templet PEG adalah 1:1.  Jenis PEG yang digunakan adalah PEG-1000, PEG-2000, PEG-4000, dan PEG-6000.   Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh berat molekul PEG terhadap ukuran kristal, ukuran partikel, dan morfologi permukaan nanopartikel Fe3O4.  Ukuran kristal diperoleh dengan menggunakan metode difraksi sinar-X (XRD) dan ukuran partikel serta morfologi permukaan nanopartikel  Fe3O4 diperoleh dengan menggunakan alat Scanning Electron Microscopy (SEM).  Dari analisis hasil difraksi sinar-X didapatkan ukuran kristal nanopartikel Fe3O4 berturut-turut adalah 19,32 nm, 19,37 nm, 21,35 nm dan 18,29 nm. Berdasarkan hasil SEM terlihat bahwa nanopartikel Fe3O4  berbentuk spherical (bulat) dengan ukuran partikel berturut-turut 85 nm, 67,75 nm, 86,5 nm, dan 60,75 nm. Kata kunci: Fe3O4, nanopartikel, PEG, kopresipitasi 
Hubungan Ukuran Butir Terhadap Suseptibilitas Magnetik dan Kandungan Unsur Mineral Magnetik Pasir Besi Pantai Sunur Kabupaten Padang Pariaman Norman, Frizky; Budiman, Arif; Puryanti, Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.3.238-243.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang hubungan ukuran butir terhadapsuseptibilitas magnetik dan kandungan unsur mineral magnetik pasir besi yang berasal dari Pantai Sunur Kabupaten Padang Pariaman. Pasir besi dikelompokkan menjadi lima kelompok yaitu ukuran butir > 0,850 mm (Kelompok I), 0,425 mm < ukuran butir ≤ 0,850 mm (Kelompok II), 0,180 mm < ukuran butir ≤ 0,425 mm (Kelompok III), 0,150 mm < ukuran butir ≤ 0,180 mm (Kelompok IV) dan ukuran butir ≤ 0,150 mm (Kelompok V). Pasir besi dipisahkan menggunakan ayakan ASTM sieve series. Pengukuran suseptibilitas magnetik menggunakan Bartington MS2 Magnetic susceptibility meter. Penentuan kandungan unsur mineral magnetik menggunakan X-Rays Flourescence (XRF).Hasil Penelitian menunjukkan pasir besi di Pantai Sunur Kabupaten Padang Pariaman didominasi oleh Kelompok II dan Kelompok III dengan ukuran butiran antara 0,180 – 0,850 mm.Persentase kandungan mineral magnetik tertinggi didapatkan pada Kelompok V yaitu sekitar 90,7 – 93,5 %. Kelompok V juga memiliki nilai suseptibilitas rata-rata tertinggi yaitu berkisar antara 4888,0 - 5512,8 × 10-8 m3/kg. Hal ini disebabkan Kelompok V memiliki konsentrasi unsur Fe dan Ti tertinggi dan unsur Si terendah yaitu berturut-turut 42,9 %, 6,2 % dan 34,5 %.Kata kunci: Pantai Sunur, suseptibilitas magnetik, ukuran butir pasir besi
Karakterisasi Struktur Kristal dan Sifat Magnetik Maghemit (γ-Fe2O3) yang Dioksidasi dari Magnetit (Fe3O4 ) dari Pasir Besi Batang Sukam Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat dengan Variasi Waktu Oksidasi Nengsi, Sisri Wahyu; Budiman, Arif; Puryanti, Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.3.248-251.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang karakterisasi struktur kristal dan sifat maghemit hasil oksidasi magnetit (Fe3O4) pasir besi dengan waktu oksidasiyang bervariasi. Pasir besi yang digunakan berasal dari Batang Sukam Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat. Oksidasi dilakukan pada iffraction 400°C dengan variasi waktu oksidasi 1 jam, 5 jam, 10 jam, dan 15 jam. Karakterisasi struktur kristal sampel dilakukan dengan metoda X-Rays Difraction (XRD). Nilai suseptibilitas sampel diukur dengan alat Bartington Susceptibility Meter.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa mineral iffract pasir besi Batang Sukam didominasi oleh magnetit. Hasil oksidasi magnetit pasir besi adalah  maghemit dan iffract, tetapi maghemit yang mendominasi. Maghemit hasil oksidasi magnetit dengan waktu oksidasi yang bervariasi memiliki nilai suseptibilitas yang iffra sama. Nilai suseptibilitas maghemit hasil oksidasi tersebut  adalah 9437,5×10-8 m3/kg sampai 10030,7 ×10-8 m3/kg.Kata kunci : magnetit, maghemit, XRD dan suseptibilitas.
Karakterisasi Sifat Magnetik Dan Sifat Listrik Endapan Sinter di Beberapa Sumber Mata Air Panas Sumatera Barat (Studi Kasus: Mata Air Panas Alam Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan, Sumani Kabupaten Solok dan Bonjol Kabupaten Pasaman Sumatera Barat) Salim, Afdal Fajri; Budiman, Arif; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.2.119-125.2017

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sifat magnetik dan sifat listrik endapan sinter mata air panas dari mata air panas Sapan Malulung Kabupaten Solok Selatan, Sumani Kabupaten Solok dan Bonjol Kabupaten Pasaman.  Pengukuran resistivitas listrik dilakukan dengan metode dual probe electrode dan suseptibilitas magnetik dengan menggunakan metode anisotropy of magnetic susceptibility (AMS).  Nilai suseptibilitas magnetik yang didapatkan dari seluruh endapan sampel adalah 6 x 10-8 m3/kg – 15 x 10-8 m3/kg.  Diperkirakan mineral magnetik yang berkontribusi di dalam nilai suseptibilitas magnetik adalah hematit. Rendahnya nilai suseptibilitas magnetik di dalam endapan sinter dikarenakan oleh jumlah mineral magnetik (hematit) yang terkandung di dalam endapan sinter. Nilai resistivitas listrik tidak jenuh air didapatkan pada kisaran 35,632 Ωm dan 2509,569 Ωm.  Besarnya rentang nilai resistivitas listrik yang didapatkan karena ketiadaan mineral konduktif di dalam endapan sinter. Nilai resistivitas listrik jenuh air didapatkan pada kisaran 6,829 Ωm sampai 49,333 Ωm.  Tingginya nilai resistivitas listrik ini dikarenakan terdapatnya material-material pengotor yang tidak berasal dari reservoir panas bumi. Nilai suseptibilitas magnetik endapan sampel pada ketiga lokasi meningkat terhadap penurunan temperatur permukaan atau bila menjauhi mata air panas, sedangkan resistivitas listrik memiliki bentuk perubahan yang acak terhadap penurunan temperatur.Kata kunci: endapan sinter mata air panas, resistivitas listrik, suseptibilitas magnetik, panas bumi
Pengaruh Temperatur Sintering Terhadap Suseptibilitas Magnetik dan Struktur Stronsium Ferit (SrFe12O19) Pasir Besi Batang Sukam Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat Syukriani, Helfi; Budiman, Arif; Puryanti, Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.3.225-231.2017

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis magnet ferit menggunakan metode metalurgi serbuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur sintering terhadap suseptibilitas magnetik dan struktur stronsium ferit (SrFe12O19). Stronsium ferit dibuat dengan mencampurkan hematit hasil oksidasi magnetit pasir besi Batang Sukam dan stronsium karbonat. Campuran tersebut kemudian dikalsinasi pada temperatur 800°C, dikompaksi dan disintering pada temperatur 800 °C, 900 °C dan 1000 °C. Bartington MS2 Magnetic Susceptibility Meter digunakan untuk mengukur nilai suseptibilitas magnetik dan XRD (X-Ray Diffractometer) digunakan untuk menentukan struktur sampel yang meliputi perubahan fasa, struktur dan ukuran kristal. Hasil menunjukkan bahwa sampel yang disintering memiliki nilai suseptibilitas magnetik berturut-turut sebesar 975,2000×10-8 m3/kg, 339,2228×10-8 m3/kg dan 209,0273×10-8 m3/kg. Nilai suseptibilitas magnetik menurun seiring dengan peningkatan temperatur sintering. Hasil XRD menunjukkan bahwa pada sampel telah terbentuk fasa stronsium ferit tetapi belum dalam bentuk fasa tunggal. Temperatur sintering yang semakin meningkat menghasilkan fasa stronsium ferit semakin mendekati fasa tunggal. Stronsium ferit yang dihasilkan mempunyai struktur kristal heksagonal. Sampel yang disintering pada temperatur 800 °C, 900 °C dan 1000 °C dihasilkan stronsium ferit dengan ukuran kristal sebesar 39,63 nm, 26,31 nm dan 42,10 nm.Kata kunci: perubahan fasa, sintering, stronsium ferit, struktur kristal, suseptibilitas magnetik.
Co-Authors -, Sukamta -, Sukamta -, Sutijan -, Sutijan . Subeno A'yun, Qurrota A.A. Ketut Agung Cahyawan W A.K Patra Suwanda A’yun, Qurrota Abdul Mahsyar Abdulah, Nubal Ansori Abdullah, Yogi Abdurrohman, Fauzy Adi Prasetyo Adilansyah, Adilansyah Afdal Afdal, Afdal Afdhal Muttaqin Afriyadi, Afriyadi Agustiawan, M. Nassir Ahmad Zuhri Aisali, Ledyta Asa Aisyah, Tesyalia Zara Aji Abdillah Kharisma Ajie, Bintang Wicaksono Al Firdaus, Al Firdaus Alhasbi, Faruq Alimin Mahyudin Amaliah, Salma Amelia, Radika Anam, ⁠Muhammad Ghousul Angga Permana Anggi, Joseph Fide Anggraeni, Rani Aning Ayu Kusumawati, Aning Ayu Anis Khoirunisa, Anis Anjar Mahardian Kusuma Anjasmari, Ni Made Musiyani Anna Yuliana, Anna Antonius Hintono Anugrah, Agri Anwar, M. Choerul An’Nur, M.Yusuf Kahfi Ardian Putra ARDYANSAH, ADY Ari Wulandari, Ari Arief Budiono Arif Budiarto Ariyadi, Ariyadi Arlando, Arlando Armeli, Rifka Resti Arpandi, Arpandi Arsal, Muryani Ashadi, Andri Astuti - Ayodduki, Zahra Noor Silmi Hermawan Azima, Muhammad Fauzhan Bachtiar, Rifki Baihaqi, Ahmad Beny Ramdani, Beny Berkatillah, Akhmad Bin Abdul Aziz, Abdul Rashid Budiharto, Segar Budiharto, Segar Candra, Tofik Yanuar Chalimah Girsang, Nova Ckhotimah, Husnul Dedi Mardiansyah Derajah, Alawiah Dhani, Alvan Diah Lia Aulifa Dian Fitriyani Dian Ranggina Donny Kristanto Mulyantoro Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Dwita, Dea Effendi, Sundari Fatma Eko Prasetyo Eko Risdianto Eldrin, Nadya Eka Handayani Elistia Liza Namigo, Elistia Ening Herniti Erman Gani Fadhila, Zulham Nurul Fadillah, Ahmad Fakhruddin Z Fakhrur Rozi, Fakhrur fatimah Fatimah Fatmawati, Fatmawati fatonah, siti nur Faturohman, Faturohman Fauziah, Nafiza Febriani, Evi Fernando, Harley fikri firmansyah Firdaus Arifin, Firdaus Firdaus Hafidz As Shidieq Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah, Firmasnyah Fitra Fitra, Fitra Fitri Sari, Fitri Fitriana Murriya Ekawati Fitryantica, Agnes Genatrika, Erza Hadiwijaya, Nathannael Adrya Hafizah, Noor Hana Budi Prativi, Hana Budi Harahap, Mardian Idris Hargiani, Fransisca Xaveria Harries Madiistriyatno, Harries Hartono, Sugianto Ayudha Haslina Haslina Hateyaningsih, Hateyaningsih Hayadi , B. Herawan Hegandari, Hegandari Helmi Septaria Herlin Helvy Trilismana, Helvy Hendar Sudrajat Hendra Hendra Hendrawan, Donni Hendry Gunawan, Hendry Hidayat, Heru HR, Yuliani Husaini, M. Idham, Muhamad Hairil Idraswara, Redhatama Arya Iip Sarip Hidayana Ilyasa Indah Etika Indah Puji Rahayu Indri Hapsari Insan Sunan Kurniawansyah, Insan Sunan Insi Farisa Desy Arya Irham, Rahim Irianto, Kartika Dewi Iskandar Muda Ismed, Mohamad Janna, Miftahul Jasman , Jeffri Ardiyanto Jhoni, I Made Juliantio, Juliantio Junianto, Kendy junita, amelinda karni, awis Kasman, Suf Khairunnisa, dewi hanifah Kharisma, Maltha Khasanah, Kusnia Nikmatul Khristianto Khristianto, Khristianto Koeswandi, Tika Kristie, Harry Jamatul Kumaidi, Muhamad Kurniawan, Insan S. Kusrahayu Kusrahayu Kusumadevi, Nurwulan Laila Kholid Alfirdaus Latief, Abdillah Choirul Leny Latifah Lestari MS, Suci Lestari, Azhar Nur Dini Liawardi, Petra Pahlawanda Chrisanto Lies Anggi Puspita Dewi Lukman Hakim M Hamzah, M M. Irfan Maharani, Intan Suri Mahmudin, Rinaldy Makkaraeng, Muhammad Y. Marcelino, Jeremy mardyan, muhammad zacky Maria Veronika Halawa Martha, Yulistio Maulida, Lusi Melina Faulina, Melina Meydiyati, Yusrina Mia Lasmi Wardiyah, Mia Lasmi Mochammad Imron Awalludin Mohammad Ali Shafii Monita Sholeha Mu'in, Fathul Muchtaridi Muchtaridi mufrod mufrod Muhamadong, Muhamadong Muhammad Iqbal Sy Muhammad Nur Muhammad Rizki Muhammad Taufiq Muhammadon, Muhammadon Mulyani, Fitria Muskhir, Mukhlidi Mustofa Mustofa Mutya Vonnisa Nahariyah, St. Rohmani Naldi, Febri Nazar, Taufid Hidayat Nedy, Yohanes Hans Nelson, Endi Neneng Yanti Khozanatu Lahpan Nengsi, Sisri Wahyu Nibas A, ⁠Vierel Maulana Ningsih, Afrilia Setia Nofriadel - Noor, Muhammad Fahrian Norman, Frizky Nugraha, Erfan nugraha, jajang Nur Inayah nur'aeni, aliya Nur, Muhammad Hajid An Nurdidayati, Safitri Nurhidayat Nurhidayat Nursa, Irfan Nursuhud Nurul Fatonah, Nurul Nurulaini, Siti Nunung Nurvianto, Sandy Nurvianto, Sandy Nuryani Nuryani Oktafitria, Rita Oktavia, Ayunda Pajri, Panji pajrin, apwa Palkrisman -, Palkrisman Pambudi, ⁠Priyo Pamekas, Bondan Wahyu Paradise, Paradise Pebrianti, Zenny pramawijaya, daffa Pratama, Deva Angga Pratama, Wildan Pratiwi, Ayu Rizky Pratomo, Muhammad Fadhil Putra, Bagas Dwipantara Putri, Abhista Emilia putri, Nurhazar Indriani Putri, Ramadhayani Putri, Rosyie Sahara R. Rusli Rafiani, Amia Putri Rahmadani, Tri Rahmah Ningsih, Rahmah Rahmatil Hayati, Rahmatil Rakhmalaely, Andien Aulia Ramacos Fardela Ramadhan, Nur Fajri Rangkuti, Bagindo Ichsan Rasyid, Rosidah Ratna Sari Richa Mardianingrum Rifai Rifai Rifai Rijal, Muhammad Nur Rinaldi Rinaldi Rindiantika, Yokaniza Rindu Twidi Bethary, Rindu Twidi Rini Indrati, Rini RIZKIANI, FIRLIA Rizkiani, Firliah Rizkya, Ria Rolandio, Falzi Romi, Audrey Ananda Rosa, Ariane Ruby, Mahlil Rumahlatu, Alvaro Rusdin, Agus Ryan Bakry, Mohammad Safri, Edi Salim, Afdal Fajri Salim, Steven Salsabila, Deffania Samudra, Dian Sandi Sandi Sanjaya, Eka Wahyu Saputra, Adyan Reza Saputra, Indrian Saputra, Toha Achmad Saputri, Ester Dwi Sarjon Defit Satyawan Pudyatmoko Saudjhana, Audrey Sembiring, Berlian Garuda Setianingsih, Cahyani Ayu Setiawan , Irza Setiawan, Lukman Setyawati, Luthfi Utami Shely Nasya Putri Siddiq, Andhika Mochamad Sinala, Santi Sinarti, Sinarti Siregar, Dedy Revalino Siti Raudah Sitinjak, Feggy Yustika Sitompul, Elizabeth Giovanni Sri Endah Susilowati Sri Handani Sri Handayana, Sri Suaibah Siregar, Suaibah Subarkah, M. Hari Subarkah, M. Hari Sucianti, Cita Sudiyono Sudiyono Sukandar, Warlan Sulvia, Sulvia SUMIYATI SUMIYATI Supriatna, Yana Surip Surip Susmiatun Susmiatun, Susmiatun Susyanti, Susi sutansah, ahmad rifai Sutrisni, I Gusti Ayu Mirah Syaiful . Syamsudin, Wa Ode Fithrah Az-zalia Syerlie Annisa Syukriani, Helfi Tatang Shabur, Tatang Tiyurma, Anna Tomy Tomy udayana, wasman Ulfa, Yesi Srihandani Umalihayati Umalihayati Venessa, Kisusyenni Vini Aristianti, Vini W, Akhmad Bening W, Akhmad Bening Wahyudi Wahyudi Wanda Nugroho Yanuarto Wawandono, Novianto Bambang Wawandono, Novianto Bambang Widoyo, Agus Fatuh Wijaya, Nadiah Azizah Arisa Wijaya, PG. Wisnu Yordan Gunawan Yudiansyah, Ridwan yudiardi, dodi Yuhandri Yuhandri, Yuhandri yulia, sapitri Yunita, Ellen Nathania Yunus, Kafrawi Yusuf , Furtasan Ali Yuwanto Yuwanto Zaini , Muhammad Zakiyah Amini Zubaidah, and Zulfara, Shananta Rizki