Articles
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pola Konsumsi Pangan Pada Masyarakat Di Desa Setren Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro
Tilova, Martina Navra;
Sujarwo;
Tri Wahyu Nugroho
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/
Pertumbuhan ekonomi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini diiringi dengan semakin tingginya tingkat konsumsi masyarakat. Awalnya konsumsi dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan. Namun saat ini konsumsi sudah mulai kehilangan fungsinya, konsumsi tidak lagi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, melainkan masyarakat mengkonsumsi untuk memenuhi keinginan. Oleh karena itu, motif konsumsi atau pola konsumsi suatu kelompok masyarakat sangat ditentukan oleh pendapatan. Atau secara umum dapat dikatakan bahwa tingkat pendapatan yang berbeda-beda menyebabkan terjadinya variasi pada tingkat konsumsi suatu masyarakat atau individu. Mendeskripsikan pola konsumsi pangan masyarakat di Desa Setren Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi pangan masyarakat di Desa Setren Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro. Menganalisis gizi ibu rumah tangga di Desa Setren, Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan regresi tobit. Ketahanan pangan rumah tangga masih dibawah angka AKE normative sebesar (2150 kkal/kapita/hari) yakni sebesar 1904,71 kkal/kapita/hari dengan konsumsi pangan rumah tangga dilihat dari perolehan skor PPH, dimana skor PPH pada rumah tangga masih dibawah skor PPH normative(100) yaitu sebesar 67.27, terdapat beberapa parameter yang berpengaruh signifikan yaitu Jumlah anggota keluarga (X1), Pendapatan/bulan (X2), dan Dummy Pengetahuan Gizi (DX3) sedangkan variabel yang tidak berpengaruh secara signifikan yaitu pendidikan terakhir Ibu rumah tangga (X4).
Pelatihan Pemanfaatan Media Gamifikasi Untuk Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan Bagi Guru
Sujarwo;
Desy Safitri;
Saipiatuddin;
Nurzengky Ibrahim;
Arita Marini
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63822/a3dgg364
Memaknai era revolusi industri 4.0 yang merupakan era transformasi digital maka kegiatan pembelajaran dituntut untuk mengurangi penerapan metode ceramah untuk mentransfer pengetahuan (transfer of knowledge) dan meningkatkan proporsi aktivitas mengonstruksi pengetahuan oleh peserta didik menggunakan media pembelajaran yang inovatif, salah satunya menggunakan media gamifikasi untuk pembelajaran. Berdasarkan fakta di lapangan, tidak semua guru memahami pembuatan media pembelajaran edukatif sebagai media gamifikasi dalam pembelajaran agar mempermudah siswa memahami materi pelajaran dan pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan, sehingga kompetensi guru harus terus diupgrade agar dapat melakukan inovasi dalam pembelajaran. Adapun subjek atau peserta dari kegiatan ini adalah guru-guru dari SMP Negeri 2 Jakarta, sedangkan metode yang digunakan dalam upaya meningkakan kompetensi guru tersebut adalah melalui kegiatan pelatihan kepada guru dalam mengembangkan media gamifikasi untuk pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan di era digital. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam dalam mengelola pembelajaran melalui pengembangan dan pengintegrasian media edukatif sebagai gamifikasi dalam pembelajaran serta mampu menumbuhkan motivasi dan kesadaran guru-guru dalam mengemas pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi digital dan karakteristik siswa. Hasil kegiatan ini menunjukan adanya peningkatan kompetensi peserta dalam hal pengetahuan dan peningkatan keterampilan peserta dalam menggunakan media game online sebagai gamifikasi dalam pembelajaran. Kelebihan pengbdian yang dilakukan adalah dengan simulasi dan pembimbingan langsung sehingga peserta dapat secara langsung mampraktekkan penggunaan media game online yang dapat dijadikan sebagai media gamifikasi dalam pembelajaran.
Meningkatkan Motivasi Belajar Tendangan Memotong Dollyo Chagi dengan Menggunakan Irama Musik
Hendriawan, Mochamad Fikri;
Fachrezzy, Fahmy;
Sujarwo
Jurnal Pendidikan Jasmani dan Adaptif (JPJA) Vol. 8 No. 01 (2025): Jurnal Pendidikan Jasmani dan Adaptif, Volume 08, No. 01, Mei 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/jpja.v8i01.55471
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar tendangan momtong dollyo chagi dengan menggunakan irama musik pada ekstrakulikuler taekwondo SMAN 3 Rangkasbitung. Pengumpulan data dilakukan di gedung juang 45 Rangkasbitung, kabupaten lebak, provinsi Banten. Metode penelitian menggunakan kuisioner yang berpacu pada teori MC Donald. Jumlah subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 35 siswa SMAN 3 Rangkasbitung. Penelitian ini terdiri delapan kali pertemuan, dibagi menjadi dua treatment, setiap treatment mendapat kesempatan untuk empat kali pertemuan, dimana pertemuan pertama dilakukan belajar tendangan tanpa menggunakan irama musik, pertemuan treatment kedua dilakukan dengan menggunakan irama musik, setiap diakhir pertemuan treatment pertama dan kedua, di lakukan pengambilan data kuisioner tentang pengaruh musik terhadap belajar tendangan momtong dollyo chagi, Hasil penelitian dari 35 orang siswa ini di peroleh hasil data dari butir pernyataan adalah bahwa belajar tendangan menggunakan irama musik, dapat berhasil dan dikatakan tingkat kriteria keberhasilan dapat tercapai.
Pelatihan Guru Penjas tentang Pengembangan Ekstra Bola Voli di Sekolah Menengah Pertama
Sujarwo
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jaso.v5i1.64
Physical education teachers are hampered by a lack of information about the development of volleyball extracurriculars organized by related parties. The aim of the service is collaboration between the MGMP Penjas Junior High School and the PBVSI Bantul District Management. This service method involves training for physical education teachers for four days using theoretical techniques (lectures, discussions), practice and assignments. The number of participants in this service is: 36 physical education teachers. Evaluation was carried out using pre and post tests on the level of teacher understanding regarding the development of volleyball extracurricular activities in schools. The result of this community service was an increase in the knowledge of PJOK teachers at Junior High Schools in Bantul Regency regarding the development of volleyball extracurricular activities, with a pretest result of: 51.39. After being given training by the service team, there was an increase in the mean of: 76.39. The conclusion is that training or training on developing extracurricular activities in junior high schools for PJOK teachers in Bantul Regency can increase the knowledge of PJOK teachers to develop extra volleyball activities.
APLIKASI PENJUALAN BAJU BATIK BERBASIS WEB PADA TOKO ALEIRA
Rusiandi;
Sujarwo
Cemara Education and Science Vol. 3 No. 2 (2025): Vol III. Edisi II. Tahun 2025
Publisher : Cendekia Madani Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62145/ces.v3i2.153
Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian penting dari industri fashion. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, penjualan produk batik secara online menjadi solusi untuk memperluas pasar dan memudahkan transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi penjualan batik berbasis web yang dapat memfasilitasi proses penjualan, manajemen inventaris, dan transaksi secara efisien. Sistem ini dibangun menggunakan teknologi PHP untuk pengembangan server-side, MySQL untuk manajemen basis data, serta HTML, CSS, dan JavaScript untuk antarmuka pengguna.
Peran Literasi Digital Dalam Mendorong Kesadaran Etis Dan Tanggung Jawab Sosial Peserta Didik Di Tengah Transformasi Digital
Alya Nabilah Salistya;
Desy Safitri;
Sujarwo
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5284
Di era digital, peserta didik tidak hanya dituntut untuk mampu menggunakan teknologi, tetapi juga diharapkan memiliki kesadaran etis dan tanggung jawab sosial dalam mengakses serta membagikan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran literasi digital dalam membentuk sikap etis dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik di tengah arus informasi yang semakin cepat dan kompleks. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi digital tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga meliputi kemampuan berpikir kritis, memahami etika dalam bermedia, serta menyadari dampak sosial dari aktivitas di ruang digital. Literasi digital yang baik mendorong peserta didik untuk bersikap lebih bijak, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama dalam interaksi digital sehari-hari. Kesimpulannya, literasi digital menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cakap dalam menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral dan sosial yang kuat. Oleh karena itu, integrasi literasi digital dalam dunia pendidikan perlu dilakukan secara terarah, sistematis, dan berkelanjutan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SOMATIS, AUDITORI, VISUAL, INTELEKTUAL (SAVI) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 LESUNG BATU
Zuheni;
Rosalina, Elya;
Sujarwo
Linggau Journal Science Education (LJSE) Vol. 4 No. 1 (2024): Linggau Journal Science Education
Publisher : LP3MKIL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55526/ljse.v4i1.676
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 3 Lesung Batu setelah diterapkan Model Pembelajaran Somatis, Auditori, Visual, Intelektual (SAVI) secara signifikan tuntas. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen semu menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 3 Lesung Batu dengan sampel berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data diambil dengan teknik tes berbentuk soal essay yang berjumlah 9 soal. Teknik analisis data menggunakan uji-z. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pre-test 44,72 dan rata-rata nilai post-test 74,83. Hasil analisis uji-z diperoleh Zhitung ˃ Ztabel yaitu 2,61 ˃ 1,64, yang menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Somatis, Auditori, Visual, Intelektual (SAVI) dapat menuntaskan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 3 Lesung Batu.
PENERAPAN MODEL STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS V SD NEGERI SUKAJAYA
Kartini;
Aswarliansyah;
Sujarwo
Linggau Journal Science Education (LJSE) Vol. 5 No. 1 (2025): Linggau Journal Science Education
Publisher : LP3MKIL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model STAD (student team achievement division) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri Sukajaya. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian pre-eksperimental designs dengan desain eksperimen Pre-test dan Post-test. Pengambilan sampel ini diambil dari jumlah populasi mengingat populasi hanya ada satu kelas maka populasi merupakan sampel jenuh dalam penelitian ini yaitu kelas V berjumlah 18 siswa. Instrumen yang digunakan peneliti berbentuk pilihan ganda yang berjumlah 18 soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) secara signifikan menuntaskan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri Sukajaya, yang mendukung hipotesis penelitian. Oleh karena itu, model Student Team Achievement Division (STAD) terbukti sebagai strategi pembelajaran yang efektif dan mendukung hipotesis (6,96) bahwa hasil belajar matematika siswa kelas V SD Negeri Sukajaya secara signifikan tuntas setelah diterapkan model pembelajaran ini.
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKN KELAS III SDN 2 TEGALREJO
Wulandari, Ika;
Frima, Aren;
Sujarwo
Linggau Journal Science Education (LJSE) Vol. 4 No. 2 (2024): Linggau Journal Science Education
Publisher : LP3MKIL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55526/ljse.v4i2.730
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar PPKN kelas III SD Negeri 2 Tegalrejo setelah penerapan model Cooperative Learning Tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Penelitian ini menggunakan eksperimen semu. Populasinya adalah seluruh siswa kelas III SD Negeri 2 Tegalrejo tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 22 siswa yang diambil sebagai sampel adalah kelas III yang berjumlah 22 diambil dengan Teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Teknik tes berbentuk essay sebanyak 7 soal. Data terkumpul dianalisis menggunakan uji-z. Berdasarkan hasil analisis uji-z data tes akhir pada taraf signifikan ɑ=0,5 jadi diperoleh zhitung ( 4,70) ≥ ztabel (1,73). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar PPKN siswa kelas III SD Negeri 2 Tegalrejo setelah penerapan model Cooperative Learning Tipe Student Teams Achievement Division (STAD secara signifikan tuntas.
Hubungan Sindrom Fear of Missing Out (FoMO) terhadap Perilaku Konsumtif pada Mahasiswa
Nadia Putri Ayu;
Desy Safitri;
Sujarwo
Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): JIMI - APRIL
Publisher : PT. PENERBIT TIGA MUTIARA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61404/jimi.v3i2.375
The rapid advancement of digital technology has brought significant changes to various aspects of life, including how individuals interact and access information. Young people, particularly university students, are among the most affected by these changes. One phenomenon that has emerged alongside the increasing use of social media is Fear of Missing Out (FoMO)—a feeling of anxiety or worry about being left out of trends, information, or social activities experienced by others. This phenomenon not only affects individuals psychologically but also has implications for students’ consumer behavior. This study aims to analyze the influence of FoMO on students’ consumptive behavior and to identify the mediating or reinforcing factors that shape this relationship. The research employs a qualitative approach, using data collection techniques through literature review from various recent and relevant sources. The findings indicate that FoMO has a significant correlation with the rise of consumptive behavior among students, especially in the context of purchasing symbolic goods that enhance one’s self-image on social media. Key factors influencing the relationship between FoMO and consumptive behavior include the level of digitalization, social dynamics such as peer pressure, and low self-control. Furthermore, the study finds that financial literacy plays an important protective role. Students with higher levels of financial literacy tend to be more capable of managing the consumptive urges triggered by FoMO. This research contributes new insights into the psychological impact of social media on students’ economic behavior. The novelty of the study lies in its in-depth analysis of the link between FoMO and student consumer behavior in the digital era, as well as the identification of relevant mediating factors. Therefore, the results of this study are expected to serve as a foundation for developing more adaptive digital and financial literacy education programs to meet the challenges of the technological era.