Articles
Urgensi Keterampilan Techniques Listening melalui Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Sari Harahap;
Dina Sukma
Journal on Teacher Education Vol. 4 No. 4 (2023): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jote.v4i4.15440
Belajar merupakan usaha untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan dunia global. Akan tetapi dalam proses belajar sering kali terjadi masalah dan hambatan. Untuk mengatasi hambatan dalam masalah belajar maka dapat dilakukan dengan melakukan konseling kelompok. Melalui konseling kelompok diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar. Adapun tujuan untuk melihat betapa urgensinya techniques listening melalui konseling kelompok untuk meningkatkan hasil belajar. Dalam hal ini, penliti mengunakan metode study literature. Teknik pengumpulan data yaitu dengan mengumpulkan beberapa sumber terkait keterampilan techniques listening dan layanan konseling kelompok. Adapun hasil dalam penelitian ini yaitu konselor harus memiliki ketrampilan mendenger efektif dengan memberikan empati yang tepat pada anggota kelompok. Terjadinya hambatan dalam techniques listening disebabkan lingkungan konseling yang sedang berlangsung, seperti memotong pembicaraan salah satu anggota kelompok. Techniques listening dapat diatasi dengan melatih mendengar dari awal sesi hingga akhir sesi konseling. oleh karena itu, pengimplikasian layanan konseling kelompok dengan adanya Techniques Listening efektif dan berhasil meningkatkan hasil belajar siswa.
Hubungan Kedisiplinan Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa
Anggraini, Reka;
Sukma, Dina
MASALIQ Vol 4 No 3 (2024): MEI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58578/masaliq.v4i3.3069
A common issue often encountered in schools is the lack of student discipline in adhering to regulations. Student discipline in learning is observed through their obedience to rules related to teaching and learning activities, including school entry and exit times, compliance with dress codes, participation in school activities, and more. Discipline in learning can enhance student academic performance. Thus, students with disciplined attitudes are likely to improve their academic achievements. This research employs a descriptive correlational method. The study population consists of 278 students in grades X and XI at SMAN 2 Bayang, with a research sample of 164 students selected through stratified random sampling. The results show a moderate and significant positive relationship between learning discipline and academic performance. The study recommends that guidance counselors increase their attention to students by providing informational services, group guidance, and individual counseling.
Hubungan Efikasi Diri dengan Kecurangan Akademik Mahasiswa
Annurianti, Monica;
Sukma, Dina
MASALIQ Vol 4 No 5 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58578/masaliq.v4i5.3761
This study aims to describe self-efficacy and academic dishonesty among students in the X program cohort of 2021-2023, and to identify the relationship between self-efficacy and academic dishonesty in these students. The research is a descriptive correlational quantitative study. The sample consists of 216 students from the X program cohort of 2021-2023, selected using the incidental sampling method. Data collection was conducted through questionnaires on self-efficacy and academic dishonesty among the students. The collected data were analyzed using statistical analysis techniques and tested with the Spearman's rho correlation formula. The results of this study indicate that: (1) The level of self-efficacy in the X program cohort of 2021-2023 is in the very low category, with a percentage of 75.93%. (2) The level of academic dishonesty in the X program cohort of 2021-2023 is in the very high category, with a percentage of 41.20%. (3) Correlation analysis shows a significant and negative relationship between self-efficacy (variable X) and academic dishonesty (variable Y) among students in the X program cohort of 2021-2023, with a correlation coefficient (r) of -.775 and a significance level of 0.000.
Hubungan Upaya Guru Mendisiplinkan Siswa dengan Tingkat Kedisiplinan Siswa
Almezanda, Eltry Pratami;
Sukma, Dina
MASALIQ Vol 4 No 6 (2024): NOVEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58578/masaliq.v4i6.3960
This research is based on the existence of students who lack discipline and violate school rules. One of the factors that influences student discipline is the teacher's efforts. This research aims to: (1) describe students' perceptions of teachers' efforts to improve student discipline at SMP Negeri 11 Padang. (2) describe student discipline at SMP Negeri 11 Padang. (3) find out whether there is a relationship between students' perceptions of teachers' efforts to improve discipline and student discipline at SMP Negeri 11 Padang. This research uses quantitative research methods with a descriptive approach. The population of this research was 700 students at SMP Negeri 11 Padang for the 2024/2025 academic year with a research sample of 265 students selected using stratified random sampling. Data were analyzed using descriptive statistical techniques and Pearson Product Moment correlation. The results of this research indicate that the level of student discipline at SMP Negeri 11 Padang is in the high category, the teacher's efforts to discipline students at SMP Negeri 11 Padang are in the good category, and there is a positive and significant relationship between the teacher's efforts to discipline students (X) and the level of discipline student (Y) at SMP Negeri 11 Padang with a correlation coefficient of 0.756 with a significance value of 0.000 at a strong relationship level.
LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN PENERIMAAN DIRI
Fella Hanna Neisha;
Yarmis Syukur;
Dina Sukma
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 5 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3287/liberosis.v7i5.8063
Penerimaan diri merupakan kesadaran pada diri, puas terhadap diri, menghargai diri, dan adanya keinginan untuk mengembangkan potensi yang terdapat pada diri serta mampu menyikapi semua peristiwa tidak menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan peenrimaan diri melalui metode studi literatur. Individu yang dapat menerima dirinya sendiri dapat memahami bahwasannya individu tersebut sendirilah yang paham kualitas dirinya sendiri. Studi literatur menninjau berbagai penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan peningkatan penerimaan diri . Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data terdiri dari jurnal, artikel dan buku yang mengkaji mengenai bimbingan kelompok dan self acceptance.
STUDI LITERATUR: PENGARUH MANAJEMEN PROGRAM DAN KELENGKAPAN SARANA FASILITAS TERHADAP KUALITAS LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH
Nur Kholiza Fitri;
Yarmis Syukur;
Dina Sukma
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 8 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konselin
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.3287/liberosis.v8i1.8430
Guidance and counseling has a essential function in aiding student development, both in academic, social, emotional, and career aspects. To ensure the effectiveness of BK services, good management and adequate facilities and infrastructure are needed. This research focuses on evaluating the consequences of BK management and the significance of facilities and infrastructure in enhancing the standard of school services. The approach Utilized is a literature review, examining different sources connected to the planning, organizing, implementation, and evaluation of BK management, In addition to the role of facilities such as well-equipped counseling rooms and tools in boosting service effectiveness. The findings suggest that well-structured BK management and proper management of facilities and infrastructure can enhance the quality of counseling services and foster an environment that assists students in overcoming challenges. On the other hand, insufficient support in management and facilities can hinder the effectiveness of BK services. This research recommends improvements in management and the provision of more sufficient facilities and infrastructure to support the success of guidance and counseling services in schools.
Layanan Bimbingan Kelompok untuk Mencegah Perilaku Self-Harm
Hakim, Firdha Ainil;
Syukur, Yarmis;
Sukma, Dina
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 7 No 2 (2024): GUIDING WORLD ( JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/gw.v7i2.2029
Perilaku melukai diri sendiri (self-harm) merupakan perilaku menyimpang karena individu sengaja melukai dirinya sendiri untuk melepaskan emosi yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas layanan bimbingan kelompok dalam mencegah perilaku self-harm melalui metode studi literatur. Perilaku self-harm yang melibatkan tindakan menyakiti diri sendiri tanpa niat bunuh diri, menjadi isu yang semakin mengkhawatirkan di kalangan remaja. Studi literatur ini mengumpulkan dan meninjau berbagai penelitian sebelumnya yang terkait dengan topik tersebut untuk memahami bagaimana bimbingan kelompok dapat berperan dalam pencegahan perilaku self-harm. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data terdiri dari jurnal, artikel, dan buku yang membahas tentang bimbingan kelompok dan self-harm.
Konferensi Kasus Bimbingan Konseling : Strategi Efektif Pemecahan Masalah dalam Pendidikan Siswa
Putri, Elvira Linanda;
Syukur, Yarmis;
Sukma, Dina
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 7 No 2 (2024): GUIDING WORLD ( JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33627/gw.v7i2.2140
Konferensi kasus Bimbingan Konseling (BK) merupakan salah satu strategi penting dalam mendukung keterlibatan orang tua dalam pendidikan siswa. Keterlibatan orang tua terbukti memiliki dampak positif terhadap prestasi akademik dan perkembangan sosial-emosional siswa. Artikel ini merupakan tinjauan literatur yang mengeksplorasi efektivitas konferensi kasus BK dalam meningkatkan keterlibatan orang tua. Berbagai studi dan artikel ilmiah terkait dianalisis untuk mengidentifikasi metode dan praktik terbaik yang dapat diterapkan. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa konferensi kasus BK yang direncanakan dengan baik, melibatkan komunikasi dua arah yang terbuka, serta memfasilitasi kerjasama antara guru, konselor, dan orang tua dapat secara signifikan meningkatkan keterlibatan orang tua. Selain itu, penggunaan teknologi dan pendekatan berbasis komunitas juga diidentifikasi sebagai faktor pendukung keberhasilan strategi ini. Kesimpulannya, konferensi kasus BK merupakan strategi yang efektif dalam membangun hubungan yang kuat antara sekolah dan keluarga, yang pada gilirannya dapat meningkatkan hasil belajar dan kesejahteraan siswa.
Peran Bimbingan dan Konseling dalam Meningkatkan Perilaku Asertif Siswa: Systematic Literature Review
Wahid, Ahmad;
Yarmis Syukurb;
Dina Sukma
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 2 No. 3 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perilaku asertif menjadi penting dalam kehidupan, karena merupakan kemampuan dasar dalam hubungan sosial setiap individu. Perilaku ini adalah salah satu keterampilan sosial yang penting ditanamkan dalam diri individu. Karena berkaitan dengan bagaimana melakukan penyesuaian dengan lingkungan sosial dan bahkan mempengaruhi kesejahteraan pribadi dan hubungan sosial. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji tentang layanan apa yang dapat diberikan bimbingan dan konseling sebagai upaya pengentasan masalah rendahnya perilaku asertif siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif menggunakan metode systematic literature review. Pengumpulan data literatur diperoleh dari beberapa sumber seperti Google Scholar, Sinta Ristekbrin, serta Elsevier. Jumlah artikel yang disertakan pada penelitian ini yakni 17 artikel, yang telah melalui beberapa tahap penyaringan, sehingga mendapatkan literatur yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi rendahnya perilaku asertif siswa adalah melalui layanan bimbingan kelompok, layanan konseling kelompok, serta layanan konseling individual. Keefektifan pelaksanaan layanan ini didorong dengan metode-metode yang variatif dan tentunya sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa di sekolah.
Pentingnya Wawasan Teknologi bagi Profesional BK di Era Pendidikan 4.0
M. Fadlan Choiri;
Yarmis Syukur;
Dina Sukma
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 2 No. 3 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The Industrial Revolution 4.0 has brought significant transformations in various aspects of life, including education. The Education 4.0 era demands that guidance and counseling (GC) professionals master technological skills to provide effective, efficient, and relevant services according to students' needs. This study aims to analyze the role of technology in enhancing the professional competence of GC teachers and the challenges they face in the digital era. Using a literature review method, this research examines various sources such as scientific journals, articles, and relevant books. The findings indicate that mastery of information technology by GC teachers can improve service effectiveness, facilitate access to counseling, and assist in addressing increasingly complex student issues. However, challenges such as low technology literacy, resistance to change, and the need for professional ethical guidelines in utilizing technology remain obstacles to overcome. Through intensive training and continuous professional development, GC teachers are expected to adapt to the demands of Education 4.0 to provide optimal services for students.