Community Service Program (KKN) is a form of student community service in implementing the Tri Dharma of Higher Education, which aims to encourage community empowerment, especially in the field of education. The KKN program in Lameo-Meong Village, Poleang Barat District, Bombana Regency, focused on mentoring 67 students of SD Negeri 19 Lameo-Meong. The method used was Participatory Action Research (PAR), where students acted as substitute teachers and learning companions. The activity lasted for 45 days from July 22 to early September 2025, every Tuesday and Wednesday, with teaching rotations in grades 2, 3, and 4. The materials taught included Islamic Religious Education (PAI) and Indonesian Language with a creative and interactive learning approach. The results of the community service showed that the presence of students created a more varied and enjoyable learning atmosphere, increased student motivation, and encouraged their active involvement in class. Local teachers felt helped in overcoming the limited teaching staff, while students gained practical experience in teaching, interacting with the community, and honing pedagogical skills. Overall, this service provides a real contribution to improving the quality of education in Lameo-Meong Village while also becoming a strategic means of educational development in rural areas. Keywords: Mentoring, Tutoring, Quality of Education Abstrak Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa dalam penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Program KKN di Desa Lameo-Meong, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana, difokuskan pada pendampingan siswa SD Negeri 19 Lameo-Meong yang berjumlah 67 orang. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), di mana mahasiswa berperan sebagai guru pengganti sekaligus pendamping belajar. Kegiatan berlangsung selama 45 hari pada 22 Juli–awal September 2025, setiap hari Selasa dan Rabu, dengan rotasi mengajar di kelas 2, 3, dan 4. Materi yang diajarkan meliputi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Indonesia dengan pendekatan pembelajaran kreatif dan interaktif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa menciptakan suasana belajar yang lebih bervariasi dan menyenangkan, meningkatkan motivasi siswa, serta mendorong keterlibatan aktif mereka di kelas. Guru setempat merasa terbantu dalam mengatasi keterbatasan tenaga pendidik, sementara mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dalam mengajar, berinteraksi dengan masyarakat, dan mengasah keterampilan pedagogis. Secara keseluruhan, pengabdian ini memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Desa Lameo-Meong sekaligus menjadi sarana strategis pembangunan pendidikan di wilayah pedesaan. Kata Kunci: Pendampingan, Bimbingan Belajar, Kualitas Pendidikan