Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendorong pengenalan coding dan berpikir komputasi di sekolah dasar. Namun banyak guru yang belum memiliki pengalaman dalam mengajarkan coding dan masih menganggap bahwa coding hanya relevan untuk mata pelajaran informatika atau teknologi, padahal coding dapat diterapkan secara lintas mata pelajaran dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts & Mathematics (STEAM) yang lebih kontekstual. Di sisi lain, keterbatasan infrastruktur digital, khususnya di sekolah-sekolah negeri di Kabupaten Purwakarta menjadi kendala utama dalam pelaksanaan pembelajaran coding. Sebagai solusinya, diselenggarakan lokakarya unplugged coding berbasis STEAM yang memungkinkan guru mengeksplorasi strategi pembelajaran berpikir komputasi tanpa bergantung pada perangkat elektronik. Metode pelaksanaan mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan peserta guru sekolah dasar di Kabupaten Purwakarta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan teaching efficacy guru dalam mengajarkan coding melalui pembelajaran STEAM. Lokakarya ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi profesional guru dalam menerapkan pembelajaran abad ke-21.