Articles
Mutu kulit glase dari kulit domba peranakan merino
Oetojo, Bambang;
Lutfi, Muchtar;
Widari, Widari;
Basalamah, Hasan
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1310.951 KB)
|
DOI: 10.20543/mkkp.v5i9.457
This research used four pieces of good quality merino descendent sheep skin and four pieces of good quality local sheep of glace leather produced from merino descendent sheep skin to that one from local sheep skin. Either merino descendent sheep skins or the local ones were processed into glase leather through the ordinary tanning method. Glace leather output from this research were visual investigated and physical tested. Statistical analysys points out that there is unsignify difference (P â¼ 0,05) the influence of the species either it is merino and the stretch of glaze leather. It is also unsignify difference (P â¼ 0,05) the influence of the species either it is merino descendent sheep skin or the local one to the quality of glaze leather.Pratical meaning of this research is that merino descendent sheep skin may be tanned into glaze leather having same quality to that one from local sheep skins.Â
Pemanfaatan kulit skrotom sapi sebagai bahan baku industri barang kulit
Lutfi, Muchtar;
Widhiati, Widhiati
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1794.049 KB)
|
DOI: 10.20543/mkkp.v15i2.261
The aim of the research was to make use of cow scrotum hides to be raw material in leathergood manufacturing. Forty five pieces of scrotum hides were tanned to crust leather using subsequently 6%, 8% and 10% mineral tanning agent; 15%, 20% and 25% vegetable tanning agent; 15%, 20% and 25% synthetic tanning agent. The physical test results indicated that scrotum cow hides were able to be made use as raw material in leathergood manufacturing. The best tensile strength value was achieved by those tanned with mineral tanning agent 10% (175,33 kg/cm2) and the best elongation at break was achieved by those tanned with synthetic tanning agent 15% (41,00%). Where as by using vegetable tanning agent, no single sample fulfilled the requirements of SNI. 06-0253-1989, Quality and Testing method for Glaced Kid Leather. Â Â INTISARIÂ Â Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan kulit skrotom sapi sebagai bahan baku industri barang kulit. Empat puluh lima buah kulit skrotom sapi disamak menjadi kulit kras dengan bahan penyamak mineral 6%; 8%; 8% dan 10%, penyamak nabati 15%%; 20% dan 25%, penyamak sintetis 15%; 20% dan 25%. Hasil uji fisika menunjukkan bahwa kulit skrotom sapi bisa dimanfaatkan menjadi bahan baku industry barang kulit. Kekuatan tarik terbaik adalah dengan bahan penyamak mineral 10% (175,33 kg/cm3) dan kemuluran yang terbaik adalah dengan bahan penyamak sintetis 15% (41,00%). Sedangkan dengan bahan penyamak nabati tidak ada yang memenuhi persyaratan SNI.06-0253-1989 Kulit Glace Kambing, Mutu dan Cara Uji.
APLIKASI CITRA QUICKBIRD UNTUK PEMETAAN 3D SUBSTRAT DASAR DI GUSUNG KARANG
Selamat, Muhammad Banda;
Jaya, Indra;
Siregar, Vincentius P;
Hestirianoto, Totok
GEOMATIKA Vol 18, No 2 (2012)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24895/JIG.2012.18-2.183
Salah satu masalah dalam pemetaan batimetri di perairan gusung terumbu karang adalah sulitnya aksesibilitas kapal survei oleh karena perairannya yang dangkal. Di lain pihak, citra satelit sinar tampak telah umum digunakan untuk pemetaan habitat terumbu karang dan kedalaman perairan. Studi ini bertujuan menghasilkan peta 3D substrat dasar di gusung terumbu karang dari citra Quickbird.Sejumlah 325 titik sampling menjadi acuan dalam penentuan tipe substrat dasar melalui pendekatan indeks kemiripan Bray Curtis.Setelah koreksi atmosferik, metode koreksi kolom air diaplikasikan pada citra dan ditingkatkan akurasinya dengan kombinasi profil geomorfologi. Pendekatan ini telah menghasilkan peta substrat dasar di gusung Karang Lebar dengan akurasi tematik 82%. Sejumlah lebih 5700 titik perum di regresi dengan kanal hijau dan merah untuk mendapatkan model estimasi batimetri dari citra Quickbird berdasarkan tipe substrat. Gabungan model regresi menghasilkan nilai koefisien determinasi=94% dan RMSE=0.4 meter. Interpolasi data gabungan citra batimetri pasir dan data perum menghasilkan model 3D batimetri di Karang Lebar dengan ME=0.4 m dan RMSE=0.9 m. Hasil ini menunjukkan peta batimetri yang dihasilkan belum dapat memenuhi persyaratan navigasi, meskipun demikian masih dapat digunakan untuk keperluan lainnya seperti pengelolaan sumberdaya, pemodelan oseanografi dan lain-lain.Kata kunci: substrat dasar, Quickbird, batimetriABSTRACTOne of the problems when conducting bathymetric mapping in patch reef environments is shallow water condition.The shallowness complicates the surveillance boat to access the location. Apart from this, using visible satellite imagery, ones still can map coral reefs and shallow water depth. This study goal was to produce 3D bottom substrate map from quickbird imagery. About 325 sampling points wereselected to characterize bottom substrate based on the similarity index from Bray Curtis. After theatmospheric correction, a water-column correction method was implemented and then a geomorphologic profilingwas applied to improve the mapâs thematic accuracy. Theapproach has resultedan accuracy 82% for bottom substrate map. A bathymetric estimation model then wasbuilt from a regression analysis to 5700 sounding data and combination of green and red channel value of quickbird. The model has 0.4m RMSE value and 94% for itscoefficient determination The fusion of sand bathymetric image and sounding data results on the 3D bathymetric model of Karang Lebar with ME=0.4 m and RMSE=0.9 m. This result shows that the produced bathymetric map was not fulfilled the navigation requirement, but still potential as an additional information for resource management, oceanographic modeling etc.Keywords: bottom substrate, Quickbird, bathymetry
Analisis Kelayakan Usaha Abon Ikan (Studi Kasus Pada Perusahaan Dzakiyah Permata Kendari)
Akbar, Muhammad;
Yusuf, Sarini;
Siang, Roslindah Daeng
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (22.355 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha abon ikan yang ditinjau dari aspek teknis, aspek pasar, aspek manajemen, dan aspek finansial. Penelitian ini dilakukan pada Perusahaan Dzakiyah Permata Kendari. Metode yang digunakan adalah survei dengan menggunakan kuisioner. Analisis data yaitu kelayakan usaha, keuntungan dan titik impas. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa usaha abon ikan pada Perusahaan Dzakiyah Permata Kendari sangat layak dikembangkan berdasarkan : (1) aspek teknis meliputi lokasi usaha strategis, teknologi produksi tersedia, jumlah dan jenis produk diproduksi; (2) aspek pasar meliputi persaingan, pendistribusian produk; (3) aspek manajemen meliputi perencanaan produk yang dihasilkan, biaya-biaya yang dikeluarkan, memiliki struktur organisasi, dan (4) aspek finansial meliputi analisis laba dan titik impas. Kesimpulan menunjukkan bahwa Perusahaan Dzakiyah Permata Kendari sangat layak untuk dikembangkan.Kata Kunci : Abon ikan, Dzakiyah Permata Kendari, kelayakan usaha, titik impas
TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP MUCIKARI ANAK DI BAWAH UMUR DI KOTA PALU
Akbar, Muhammad
Legal Opinion Vol 4, No 6 (2016)
Publisher : Faculty of Law Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini berjudul âTinjauan Kriminologi Terhadap Mucikari Anak dibawah Umur di Kota Paluâ. Penelitian ini dilakukan di kantor KPPA, Rutan dan langsung pada mucikari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya mucikari anak dibawah umur dan cara menanggulangi terjadinya mucikari anak di bawah umur di Kota Palu.           Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data skunder. Data primer adalah data yang diperoleh penulis secara langsung dari hasil wawancara dengan pihak-pihak terkait. Data sekunder adalah data yang diperoleh penulis dari tempat penulis melakukan penelitian berupa buku-buku, peraturan perundang-undangan, dokumen-dokumen serta bahan lain yang diperlukan dalam penulisan ini. Berdasarkan hasil penelitian faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pekerjaan mucikari anak dibawah umur di Kota Palu yaitu faktor ekonomi untuk memenuhi kebutuhan, faktor orang tua yang kurang memberikan perhatian dan pengawasan, faktor pergaulan yang bebas menyebabkan anak tak canggung melakukan hubungan seks sehinggaUpaya penanggulagan pekerjaan mucikari anak dibawah umur di Kota Palu yang di lakukan pihak kepolisian, pemerintah, komunitas peduli perempuan dan anak (KPPA), orang tua dan masyarakat yaitu upaya preventif dan upaya represif.
Strategi Intervensi Konseling Untuk Mengatasi Kecemasan Siswa
Rahayu, YM. Indarwati
PAWIYATAN Vol 21 No 1 (2014)
Publisher : PAWIYATAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kecemasan merupakan reaksi emosional yang ditimbulkan oleh penyebab yang tidak spesifik yang dapat menimbulkan perasaan khawatir, tidak nyaman dan merasa terancam. Timbulnya kecemasan biasanya didahului oleh faktor-faktor tertentu. Demikian pula kecemasan yang di alami oleh para siswa SMP di Kabupaten Magelang yang berakibat pada pesimistik setiap kegiatan yang dilakukan. Sebab-sebab kecemasan ini bisa berupa kurangnya kepercayaan diri, adanya putus asa, frustasi, tidak dapat bertindak secara efektif, dan bahkan hingga sampai pada kegagalan dalam berprestasi. Oleh sebab itu tindakan intervensi konseling model ini dirasa mampu mengurangi dan bahkan menghilangkan rasa kecemasan yang ada pada diri siswa tersebut. Tujuan penelitian ini adalah: (1) membandingkan tingkat kecemasan siswa sebelum dan sesudah dilakukan intervensi dan strategi konseling berupa Cognitif Restructing (CR) dan Systematic Desensitisasi (SD) dan (2) membandingkan keefektifan intervensi dan strategi konseling berupa Cognitif Restructing (CR) dan Systematic Desensitisasi (SD) yang dikombinasikan dengan tanpa dikombinasikan keduanya untuk menangani kecemasan siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperiman dengan menggunakan model pretest-postest control group yaitu untuk membandingkan antara kedua konseling tersebut. Sedangkan sampel penelitian dipilih secara purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukan Strategi Intervensi Konseling (SIK), dan (2) SIK mampu mengatasi kecemasan pada siswa.Kata Kunci : Intervensi Konseling, Kecemasan
Perancangan Knowledge Management System (KMS) Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas Negeri di Jakarta Selatan
Herlinda, Herlinda;
Mutia, Intan;
Atikah, Atikah
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 2 (2017): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 2
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini secara jangka panjang memberikan kontribusi untuk penerapan Knowledge Management System (KMS) Kurikulum 2013 pada Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN). Secara akademis dapat membantu untuk : 1) Menjadi pusat pengelolaan pengetahuan bagi lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri, 2) Sebagai sarana menampung/menyimpan, mendiskusikan, memanfaatkan pengetahuan sesuai regulasi institusi, 3) mengoptimalkan pemanfaatan teknologi sistem informasi pada manajemen pengetahuan, demi efisiensi dan efektifitas pembelajaran kurikulum 2013 internal Sekolah Menengah Atas Negeri, 4) Memudahkan guru mencari informasi ilmu pengetahuan terkait mata pelajaran yang diampunya. Lokasi penelitian di Jakarta Selatan dengan subjek penelitian adalah Sekolah Menengah Atas Negeri 34 Pondok Labu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif jenis studi kasus dengan kerangka kerja model Amrit Tiwana. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner, wawancara, dan observasi. Tahap analisis dan disain dengan pendekatan berorientasi objek menggunakan UML. Hasil penelitian rancangan KMS berkualitas baik dengan fitur utama: input data guru, mata pelajaran, forum diskusi, memuat dan mengunduh berkas, dan pencarian berkas.
PEMILIHAN TAMAN KANAK â KANAK DIWILAYAH JAGAKARSA DENGAN PROFILE MATCHING
Khotijah, Siti;
Marlina, Dwi;
Driyani, Dewi
IKRAITH-INFORMATIKA Vol 1 No 2 (2017): IKRAITH-INFORMATIKA vol 1 Nomor 2 Bulan November 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Persada Indonesia YAI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (188.387 KB)
Taman kanak-kanak (TK) merupakan salah satu lembaga pendidikan anak usia dini dengan rentang usiaantara 4 (empat) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun. Pendidikan di taman kanak â kanak merupakan dasarpendidikan untuk meningkatkan kemampuan motorik dan pengetahuan dasar agar memiliki persiapan untukmemasuki pendidikan lebih tinggi.Dengan banyaknya taman kanak âkanak diwilayah Jagakarsa mengakibatkanorang tua sulit dalam memilih taman kanak - kanak yang sesuai dan tepat bagi anak-anaknya. Calon orang tuamurid akan diberikan kuasioner kriteria â kriteria yang dibutuhkan dalam memilih taman kanak â kanak. Tamankanak â kanak akan memberikan data â data untuk bisa diolah untuk mengetahui sekolah yang dipilih calon orangtua murid. Perancangan sistem untuk proses pemilihan taman kanak â kanak akan digambarkan menggunakandiagram UML (Unified Modeling Language). Metode yang digunakan untuk penelitian ini yaitu metode profilematching. Dengan menggunakan metode profile matching diharapkan dapat membantu orang tua memberikaninformasi dan rekomendasi dalam memilih taman kanak - kanak berdasarkan kebutuhan dan kemampuan. Variabelyang digunakan didalam profile matching ini adalah Jarak, Jumlah Pengajar, Fasilitas, Biaya, dan Akreditasi.Pembagian core factor dalam metode profil matching adalah Jarak, Jumlah Pengajar, dan Fasilitas, sedangkanuntuk secondary factor adalah Biaya, dan Akreditasi. Untuk menggunakan 60% untuk core factor, dan 40% untuksecondary factor. Hasil dari metode profile matching adalah urutan rangking sekolah Taman Kanak - Kanak yangsudah dipilih oleh orang tua.
The Influence of Imaginative Description Game towards Students Vocabulary Mastery at The Second Semester of The Eight Class at SMP N 1 Gunung Sugih Lampung Tengah
Wahyuningsih, Sri
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 1 (2016): Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP PGRI Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
English is an International language, and in Indonesia English as the first foreign language that should be taught from elementary school up to university. Many students get difficulties in learning English especially in meaning vocabulary. In this research the writer tries to investigate âimaginative description gameâ as a technique in teaching vocabulary.The objective of this research is to know the influence of imaginative description game towards studentsâ vocabulary mastery at the eighth class. The research was conducted at the second semester of eighth class of SMP Negeri 1 Gunung Sugih Lampung Tengah in 2013/2014. The student of 8C consists of 26 students as experimental class was taugh by imaginative description game and 8B consist of 26 students as a control class was taugh by conventional technique.Before conducting the research, the writer asumed thet the students had the same characteristics, qualities and also status. The result of the research showed that there was positive influence of using imaginative description game towards studentsâ vocabulary mastery at the second senester of the eighth class at SMP Negeri 1 Gunung Sugih Lampung Tengah in 2013/2014. It is shown by the result of data analysis in which t-test = 5.22 and t-table = 2.00 at significance level 5% and 2.66 at significance level 1%. So is accepted because t and is rejected. It means that avergae score of studentsâ vocabulary mastery that is taught by using vacation game ( 73.35) is higher than who are taught by using conventional technique ( 52.5) at second semester of eighth class at SMP Negeri 1 Gunung Sugih Lampung Tengah in 2013/2014.
The Influence of Using Stories towards Students Grammar Mastery at The Second Semester of Tenth Class at MA Al-Hikmah Bandar Lampung
Wahyuningsih, Sri
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 2 (2015): Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP PGRI Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The objective of teaching and learning English as a foreign Language is to enable the students to communicate in English both in oral and written. In making sentences or express an idea in oral or writing, the students have to master grammar. Grammar is greatly needed and has important roles in making correct sentences. Without mastering grammar, we can not arrange the senteces in correct one by speaking or writing. In this research the writer did research about using stories towards studentsâ grammar mastery.The population of the research was the students at the second semester of tenth class at MA Al-Hikmah Bandar Lampung. The writer took two classes as the sample, they are; X B as class experimental class and X C as control class. In the experimental class, there are 36 students and the second one there are 35 students, so the total of experimental and control class is 71. In taking the sample the writer used random sampling technique. In collecting the data, the writer used objective test that were multiple choice test. The test consisted of 50 items and each item consisted of 5 options.The result of the research showed that the hypothesis test by using = 3.01 and from the distribution table of the distribution table of the significance level 5 % known = (1 â 1/2. = 1.98 and = ( 1 â ) = 1.66. The level of 1 % know = (1 â 1/2. = 2.62 and = ( 1 â ) = 2.36. It means that > . So it can be said that there is the influence of using stories towards students grammar mastery at the second semester of the tenth class at MA Al-Hikmah Bandar Lampung and the average score of the studentsâ grammar mastery who were taught by using stories was higher than those who were taught by using grammatical method.