p-Index From 2021 - 2026
20.619
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam AT TA´DIB Tajdida Profetika JURNAL IQRA´ Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam AL-IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Educatio al-Afkar, Journal For Islamic Studies Educan : Jurnal Pendidikan Islam Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu Jurnal At-Tarbiyat (Jurnal Pendidikan Islam) Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) TSAQAFAH JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Jurnal PAI Raden Fatah Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat International Journal of Educational Review Maharaat: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab The International Journal of Pegon Islam Nusantara Civilization G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling MURHUM : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Didaktika: Jurnal Kependidikan Muttaqien; Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Journal of Community Development Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Journal of English Language and Education Journal of Research in Instructional Abdi Psikonomi Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Undergraduate Conference Proceeding Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora At Tawasul: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Journal of Educational Sciences Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Jurnal Basicedu QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Jurnal Pendidikan Amartha Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Indonesian Research Journal on Education Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Tadibia Islamika: Journal of Holistic Islamic Education Solo Universal Journal of Islamic Education and Multiculturalism Solo International Collaboration and Publication of Social Sciences and Humanities Warta LPM Mutiara: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Multicultural Islamic Education Review International Conference on Education for All International Journal of Islamic Studies Proceeding of International Conference of Islamic Education Tabsyir: Jurnal Dakwah Dan Sosial Humaniora Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Media Akademik (JMA) FENOMENA: Journal of Social Science JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Jurnal Budi Pekerti Agama Islam JUTEQ: JURNAL TEOLOGI & TAFSIR MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Conference Proceedings International Conference on Education Innovation and Social Science Terang: Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum EDUKASI Suhuf: International Journal of Islamic Studies Al Hikmah: Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education Jurnal Pendidikan Progresif Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices
Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN NAHDLATUL ULAMA DALAM MENJAGA UKHUWAH ISLAMIYAH PADA BIDANG SOSIAL-AGAMA Habibah Indah Ratnasari; Muh. Nur Rochim Maksum
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i6.1782

Abstract

Nahdlatul Ulama (NU) memainkan peran penting dalam menjaga ukhuwah islamiyah melalui berbagai upaya di bidang sosial dan keagamaan. Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU bertindak sebagai penghubung yang menyatukan berbagai kelompok Muslim, mencegah perpecahan, dan memperkuat solidaritas umat. Melalui program-program sosial seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi, NU tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetapi juga mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi, yang berkontribusi pada persatuan umat. Selain itu, NU aktif memfasilitasi dialog antar-kelompok Islam serta dengan komunitas agama lain untuk membangun pengertian, toleransi, dan kerjasama yang harmonis. Respons NU terhadap isu-isu sosial-keagamaan kontemporer juga menunjukkan komitmen organisasi ini dalam menyelesaikan permasalahan dengan cara yang adil dan bijaksana, menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat persatuan umat. Dengan demikian, peran NU dalam menjaga ukhuwah islamiyah sangat signifikan, menjadikannya pilar utama dalam menciptakan kedamaian dan persatuan di tengah masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai pengertian ukhuwah islamiyah dan mendeskripsikan peran nahdlatul ulama terhadap ukhuwah islamiyah untuk umat beragama, serta mendeskripsikan apa saja nilai-nilai yang terkandung didalam ukhuwah islamiyah bagi umat beragama atau masyarakat disekitarnya. Penelitian ini menggunakan paradigma penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian studi pustaka (library research), pendekatan penelitian ini adalah hermeneutik-filosofis. Berdasarkan hasil dan  pembahasan yang sudah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa  NU juga berperan dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, dan inklusif melalui dakwah dan pendidikan. Ajaran-ajaran yang menekankan perdamaian, keadilan, dan persaudaraan ini esensial untuk menjaga ukhuwah islamiyah. Di samping itu, NU responsif terhadap isu-isu sosial-keagamaan kontemporer yang dapat mempengaruhi persatuan umat Islam, dengan tujuan menyelesaikan permasalahan secara adil dan bijaksana. Dengan demikian, NU berkontribusi signifikan dalam menciptakan kedamaian dan persatuan di tengah masyarakat, menjadikannya sebagai pilar utama dalam upaya memperkuat ukhuwah islamiyah di Indonesia.
KESETARAAN GENDER DALAM PANDANGAN MUHAMMADIYAH Salma Rafidah; Muh. Nur Rochim Maksum
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i6.1837

Abstract

Kesetaraan gender masih menjadi perdebatan di masyarakat, terutama di kalangan perempuan dan muslimah. Beberapa kelompok, seperti Hizbut Tahrir, menolak konsep gender karena didasarkan pada diskriminasi gender di Barat. Ada komunitas dan partai politik di Indonesia yang menentang kesetaraan gender dalam Islam dan mendukung peran yang diberikan kepada laki-laki dan perempuan. Studi menunjukkan bahwa setelah kebangkitan peradaban Islam, status perempuan menurun dan struktur patriarki menguat. Namun, untuk membuat Indonesia menjadi masyarakat yang adil dan inklusif, upaya lebih lanjut diperlukan untuk mencapai kesetaraan gender. Metode kualitatif dan metode naturalistik digunakan dalam penelitian ini. Penelitian kualitatif menggunakan data alami yang tidak dimanipulasi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perilaku manusia. Percobaan Penelitian ini menerapkan paradigma penelitian untuk menghasilkan teori baru. Analisis data dilakukan secara induktif untuk menentukan hubungan timbal balik antara variabel yang ada.
PERSPEKTIF MUHAMMADIYAH TERHADAP POLIGAMI DALAM PANDANGAN TARJIH Zulfan Bintang Bagas Kara; Muh. Nur Rochim Maksum
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i6.1877

Abstract

Poligami merupakan suatu perkawinan seorang suami dengan lebih dari satu orang isteri dalam waktu yang bersamaan. Dalam pandangan hukum islam poligami dibatasi maksimal 4 orang isteri. Akan tetapi dalam perspektif Muhammadiyah poligami dapat dijelaskan menjadi beberapa hukum. Tarjih Muhammadiyah berpendapat bahwa poligami boleh dilakukan tetapi memiliki syarat yang sangat berat. Pandangan Tarjih Muhammadiyah mengutip Q.S An – Nisa Ayat 3 yang artinya :’’Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita lain; dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” Jenis penelitian ini menggunakan metode yaitu menggunakan library research atau penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini berpendapat bahwa poligami diperbolehkan dalam pandangan Islam. Sedangkan menurut pandangan tarjih Muhammadiyah memiliki hukum mubah dan memiliki syarat yang berat
HUKUM TAWASUL MENURUT MUHAMMADIYAH DAN NAHDATUL ULAMA Sintya Ayu Rahmah; Muh. Nur Rochim Maksum
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i6.1887

Abstract

Dalam surat Al-Maidah ayat 35 Allah Swt memerintahkan kita untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt, diantaranya dengan cara bertawassul. Maksud maksud dari bertawassul adalah meminta kepada Allah Swt melalui perantara atau wasilah agar apa yang dihajatkan dapat terkabul. Tawassul pada umumnya berkaitan dengan meminta pertolongan, adapun secara ‘ubudiyah, tawassul berkaitan erat dengan doa, dimana seseorang yang memiliki hajat kepada Allah Swt dan agar cepat terkabulnya doa maka berdoanya dengan cara bertawassul. Berdoa kepada Allah Swt dengan cara bertawassul adalah semata-mata agar doa maupun hajatnya dapat segera tercapai dengan ridlo Allah Swt. Karena hal ini dilandaskan kepada surat Al-Maidah ayat 35 dan suarat Al-Baqoroh ayat 186 yang pertanda kita terus berdoa kepada Allah Swt dan agar doa kita lebih mustajab maka salah satunya dengan cara bertawassul. Metode penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan (Library Research) dan penelitian ini bersifat deskriptif yaitu memaparkan, menggambarkan tema kajian secara proposional kemudian menginterpretasikan kondisi yang ada dan akhirnya dianalisis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan secara normatif dan Ushul Fiqh. Pendekatan secara normatif yaitu cara mendekati permasalahan yang diteliti dengan merujuk pada teks-teks nas terkait berdasarkan al-Qur’an, Hadits, Fiqih. Secara umum cara bertawassul ada tiga macam, yakni bertawassul dengan asma Allah Swt atau kalimah thoyyibah, bertawassul dengan amal sholih sendiri dan bertawassul dengan meminta kepada orang sholih untuk mendoakan agar hajatnya dapat terkabul. Pada masyarakat Islam di Indonesia, dimana terdapat dua organisasi terbesar yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, yang memiliki perbedaan pemahaman tentang tawassul, terutama perbedaan mengenai bertawassul dengan orang sholih. Menurut muhammadiyah, orang berdoa tidak memerlukan perantara atau wasilah, karena berdoa hendaknya langsung kepada Allah Swt, maka muhammadiyah jadi kurang berkenan dengan adanya wasilah apalagi meminta kepada orang yang sudah meninggal. Sedangkan Nahdlatul Ulama sangat mentradisikan amalan tawassul baik kepada orang sholih yang masih hidup maupun kepada orang sholih yang sudah meninggal sekalipun. Dan hal ini merupakan khilafiyah ulama karena masing-masing ulama memiliki pendapat dengan berlandaskan dalil yang kuat.
GERAKAN DAWAH ISLAM DI INDONESIA KEPADA KAUM MUSTADH’AFIN Shandy Abisena; Muh. Nur Rochim Maksum
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i6.1906

Abstract

Artikel ini berisikan tentang pengetahuan soal Gerakan dakwah islam di indonesia terhadap kaum mustadha’afin. Selaian itu tulisan ini berisikan juga soal sejarah pamjang Gerakan da’wah islam yang di bawa oleh para ulama ulama zaman dahulu. Dan juga di lihat dari metode yang di gunakan dan juga acuan acuan da’wah yang di pakai oleh para penda’wah zaman dulu sehingga mampu menyentuh berbagai lini kehidupan masyarakat di Indonesia. Penelitian ini didasarkan pada karya karya literatur dan tulisan-tukisan resmi dari berbagai sumber buku sejarah yang ada. Hasil penelitian ini memberikan wawasan yang lebih baik tentang metode dan landasa dalam melakukan da’wah dan memberikan pemahaman yang lebih luas tentang keragaman dan dinamika dalam tradisi da’wah di indonesia .
DISPENSASI MENIKAH DIBAWAH UMUR MENURUT PANDANGAN MUHAMMADIYAH Fazrineka Ramadani; Muh. Nur Rochim Maksum
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i6.1918

Abstract

Perkawinan merupakan suatu praktik keagamaan yang mengikat hati antara seorang laki-laki dan seorang perempuan dengan tujuan untuk hidup rukun, tenteram, dan penuh kasih sayang. Perkawinan memiliki makna yang sangat penting dan menempati posisi yang krusial dalam kehidupan manusia. Undang-undang perkawinan mengatur bahwa usia ideal bagi laki-laki untuk menikah adalah 19 tahun, sedangkan bagi perempuan adalah 16 tahun. Apabila pasangan tersebut belum mencapai usia yang ditentukan, maka mereka harus mengajukan permohonan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama. Dalam agama Islam, tidak ada batasan usia tertentu untuk melakukan perbuatan tertentu. Akan tetapi, syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang adalah telah mencapai usia dewasa, memiliki kemampuan intelektual, dan telah menunjukkan kemampuan untuk memilih antara yang benar dan yang salah. Pemohon mengajukan permohonan dispensasi nikah untuk mendapatkan izin dari pengadilan agar perkawinan dapat dilangsungkan, meskipun syarat-syarat calon pengantin belum terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji analisis hukum tarjih Muhammadiyah yang digunakan oleh hakim untuk menilai dasar dan pertimbangan pemberian dispensasi nikah. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pernikahan dini diperbolehkan menurut hukum Islam. Menurut Muhammadiyah, khususnya Aisyiyah dan Muhammadiyah, pernikahan dini dianggap kurang dapat diterima secara sosial.
PERAN MUHAMMADIYAH DALAM PERKEMBANGAN PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM ANTI KORUPSI DI INDONESIA DQ Wafiq Azizah; Muh. Nur Rochim Maksum
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i6.1932

Abstract

Muhammadiyah merupakan organisasi pembaharuan Islam yang mengedepankan kemajuan melalui pendidikan. Sebelum berdirinya, tokoh utamanya, K.H. Ahmad Dahlan, sempat bercita-cita memberikan pendidikan agama bagi seluruh masyarakat. Muhammadiyah mendirikan sekolah negeri yang memadukan sistem pesantren dengan metode pendidikan Barat. Sekolah-sekolah ini tidak hanya memberikan pendidikan yang berfokus pada Islam tetapi juga pengetahuan umum. Oleh karena itu, Muhammadiyah meyakini pendekatan pendidikan yang seimbang, dimana ilmu sekuler dan ajaran agama dipadukan secara harmonis untuk memastikan pembelajaran sekuler sejalan dengan prinsip agama. Latar belakang penelitian ini berasal dari kenyataan bahwa banyak sekolah, baik pemerintah maupun swasta, sering kali gagal memenuhi kebutuhan pendidikan secara memadai dan mengalami korupsi yang meluas di kalangan penguasa di lembaga pendidikan. Pendidikan saat ini cenderung mengutamakan pengetahuan dan keterikatan duniawi, seringkali mengesampingkan pendidikan agama, dan hanya menggunakannya sebagai komponen kurikulum pelengkap. Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan menggunakan metode sejarah, yang bertujuan untuk mengkaji perkembangan pendidikan Muhammadiyah dari awal berdirinya hingga saat ini. Pengumpulan data meliputi penelitian terhadap buku, dokumen, internet, dan sumber lain yang relevan. Temuan penelitian ini menyimpulkan bahwa menurut Muhammadiyah, pendidikan itu penting dan harus bersifat holistik, memadukan ilmu Islam dengan pendidikan umum untuk menghasilkan individu yang mampu secara intelektual dan berkarakter moral yang kuat. Oleh karena itu, Muhammadiyah menganjurkan sistem pendidikan modern yang memenuhi tuntutan kontemporer.
HUKUM MUSIK MENURUT PANDANGAN SALAFI DAN MUHAMMADIYAH Amallia Putri Kusuma Wardani; Muh. Nur Rochim Maksum
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i6.1935

Abstract

Musik populer di kalangan Milenial. Islam mempunyai aturan-aturan yang menjadi pedoman dan petunjuk dalam kehidupan umat Islam. Dalam bidang musik, sebagian ulama melarangnya, sementara sebagian lagi menoleransi musik itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hukum musik menurut pandangan Salafi dan Muhammad serta menjelaskan bahaya dan kerugian yang ditimbulkan oleh musik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan mengambil gaya survei perpustakaan yang mengumpulkan banyak artikel dan studi jurnal. Pendekatan yang digunakan adalah historis dan terdiri dari pengumpulan data tentang fenomena sosial yang dijadikan objek penyelidikan atau penelitian. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini terdiri dari buku “Lagu, Musik dan Hukum Nashid Menurut Syariat Islam” karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas dan buku “Pertanyaan Keagamaan Jilid V (2013)”. Kelompok Salafi dan Muhammadiyah berupaya menemukan keseimbangan antara mempertahankan ajaran dan identitas serta pemahaman Islam serta menerima keragaman budaya dan seni, termasuk musik. Oleh karena itu, hukum bermain dan mendengarkan musik dalam Islam tidak bersifat mutlak dan bergantung pada evaluasi berdasarkan berbagai faktor, termasuk situasi, tujuan, dan dampaknya terhadap individu dan masyarakat.
MODEL PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGATASI PERILAKU RADIKAL Luthfi Nurul Shofiyah; Muh. Nur Rochim Maksum
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i6.1937

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran pendidikan agama Islam dalam mengatasi radikalisme agama, dengan tujuan untuk mengetahui peran pendidikan agama Islam dalam mengatasi radikalisme agama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap peran pendidikan agama Islam dalam mengatasi radikalisme agama. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis isi, yaitu penelitian yang menyajikan pembahasan secara rinci mengenai isi informasi tertulis atau tercetak dalam berbagai karya referensi yang mengkaji isu penggunaan radikalisme agama. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa pendidikan Islam baik di sekolah, keluarga maupun masyarakat dapat melaksanakan proses pembelajaran yang benar dan memutus reproduksi paham radikal dengan menanamkan nilai-nilai cinta dan persahabatan.
Manajemen Kinerja dalam Mencapai Competitive Advantage Sekolah Muhammadiyah Estetika, Rio; Rosyadi, Imron; Maksum, Muh. Nur Rochim
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.3064

Abstract

Problem manajemen kinerja pada lembaga pendidikan Islam masih kerap sekedar untuk penilaian formal berkala demi kenaikan pangkat/jabatan. Lembaga pendidikan Muhammadiyah yang berjumlah fantastis, ternyata tidak serta merta secara keseluruhan memperlihatkan competitive advantage-nya (keunggulan bersaing). Sekolah-sekolah Muhammadiyah di wilayah pedesaan Wonogiri kerap dinilai tata kelolanya asal jalan, dilabel sekolah buangan, kalah bersaing dengan sekolah negeri, dan dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Lembaga pendidikan Muhammadiyah diharapkan keluar dari situasi tersebut dengan keunggulan bersaing melalui manajemen kinerja Penelitian lapangan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menekankan analisis data berupa kata-kata tertulis maupun lisan dan gambar. Data dikumpulkan melalui metode wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode induktif melalui beberapa langkah, yaitu: pengumpulan data dibarengi dengan reduksi data, menyajikan data dalam bentuk narasi dan deskripsi, lalu menarik kesimpulan. Kajian ini menemukan bahwa manajemen kinerja dalam mencapai competitive advantage pada SD Muhammadiyah PK Pracimantoro dan SD Muhammadiyah Inovatif Baturetno, dilakukan dengan tiga tahapan. Pertama, perencanaan meliputi: penentuan tujuan, rekrutmen guru dan tenaga kependidikan, perjanjian kinerja. Kedua, pelaksanaan. Pada tahap pelaksanaan manajemen kinerja mengandung beberapa aktivitas, yaitu: pembinaan disiplin, motivasi, pengembangan kompetensi, dan penghargaan. Ketiga, evaluasi kinerja ditempuh dengan dua pendekatan, yaitu formal dan informal. Proses tersebut dilakukan untuk mewujudkan keunggulan sekolah pada aspek-aspek pendidikan antara lain: (1) Lokasi; (2) Keunggulan nilai, yang meliputi: kurikulum, layanan pendidikan, tenaga pendidik, sarana-prasarana, program pendidikan, dan prestasi lulusan.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdullah, Aji Abil Fida Muhammad Qois Al Hadi Abror Dikna Anugrah Achmad, Alfian Afifah Nur Hamidah Afnan, Haidar Agung Wahyu Utomo Ahmad Nubail Aimmatul Hanifah Hanifah Rosyidamalna Ainul Yaqin Aisyah, Aqiila Khairunisa Nur Al Hadi, Abil Fida Muhammad Qois al Irfani, Sofiy Zaini Al Mubarok, Fahmi Ulum Alamsyah, Firman Dwi Alauddin, Muhammad Badat Ali Mustofa, Triono Aliimu, Bagus Nur Alimasdar, M. Nanda Allam, Muhammad Nafis Amallia Putri Kusuma Wardani Amien, Moch Yusril Rahmatillah Amir Amir Ammar Wangyee Amrullah Al Arif, Muhammad Shofhan Ananda, Fadhia Andhim, Muk Andhim, Muk. Anggraini, Fadhilla Nangroe Anisa Fadilah Hidayati Anisa Fitri Anisha Nurul Fatimah Anwari, Afifah Ari Anshori, Ari Arif Rahmatullah Athia Tamyizatun Nisa Azzahra, Faritsa Azzahra, Kayla Azzahra, Laila Zurli Azzahrowaini, Lutfi Azzani, Mohammad Zakki Badarudin Badarudin Badat Alauddin, Muhammad Bahtiar, Luth Hafizh Bambang Sumardjoko Biela, Jihan Salsa Bobby Hadi P Chervin Arrohman Laksana Choiron, Alfian Achmad Chusniatun, C Damayani, Atik Darmawan, Gani Dartim Dartim Daud, Zainor Defi Firmansyah Dharma Ratna Purwasari DQ Wafiq Azizah Dwi Yulia Ulfiani Eko Supriyanto Elfrida Nur Ma'rifah Elmanaya, Nourelhuda S. B. Elsa Kurnia Putri Estetika, Rio Fadhia Ananda Fadli, Nazar Fadzlurrahman, Habibi Fantofik, Didy Fatihah, Siti Fauziyah, Luthfi Syifa’ Fazrineka Ramadani Fida Muhammad Qois Al Hadi, Abil Firdaus, Pri An Nissa Firdayanti, Novia Fitri, Anisa Fitria Rahmadani Fitriana, Tri Anggraini Fitriyah, Salsabila Bil Gusti Maulana Yusuf Habibah Indah Ratnasari Hafidz Hafidz Hafidz Hafidz, H Hafidzah, Zulfa Hakimuddin Salim Halizzah, Khansa Auliya Hanifa, Hanifa Hanifah Rahmawati Haniya Fatkhul Yumna Harun Joko Prayitno Ibrahim ElBasiouny, Mohamed Gamal Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ihsan, Muhammad Zidan Nur Imam Arifin Imron Rosyadi Imron Rosyadi Inayah, Apriliana Rifatin Inayati, Fauziah Inayati, Nurul Latifatul Inggriani Putri, Rachma Meilia Insan, Muzzaki Jamaalul Intan Dian Saputri Ishak Umar Islam, Md Nurul Ismail Lutfiriyanto Istanto Ivo Rikawanto Jihad, Hanif Ruhul Jinan, Muthohharun Joko Suryanto Karumiadri, Muh Khasanah, Laila Nur Kisdayani, Aisyah Novita Kumalasari, Vironika Kurniawan, Ade Habib Muhammad Kurniawan, Desma Kusuma Dewi, Ellynia Eva Leoninda, Maysriva Wahyu Listyana, Listyana Lumiati, Sri Lutfiriyanto, Ismail Luthfi Nurul Shofiyah M. Ainul Yaqin M. Sukron Mahmud Fauzi Maharani, Andi Rezti Mahasri Shobahiya, Mahasri Mahmudulhassan Mansyur, Yahsyalloh Al Melinda, Ertin Meti Fatimah Miftahul Huda N M Mistiawati, Eka Nur Miswala, Sakana Tiswi Mohamad Ali Mohamad Ali Mohamad Ali Mohammad Ali Mohammad Ali Mohammad Ridwan Mohammad Zakki Azani Mubarok, Fahmi Ulum Al Muchammad Taufiq Affandi Muh Farhan Ali Muh. Karumiadri Muhamad Subhi Apriantoro MUHAMMAD ALI Muhammad Badat Alauddin Muhammad Wildan Muhammad Wildan Shohib Mujazin, Mujazin Mukid, M Mursiti, Tutik Musa Asy’arie Mustofa, Triono Ali Muthoharun Jinan Muthoifin Mutohharun Jinan Nabila, Inatsa Zulfa Nadiyah, Nur Rifqah Nasywa Safira Awwaliyyah Natasya, Anas Lutfia Natsya Alvia Putranti Nazmah Nazmah, Nazmah Nirwati, Nirwati Nisa, Athia Tamyizun Nur Farid Khoiruddin Nur Vambudi, Viky Nurul Fatimah Nur Mukharomah Nurul Fatimah Nur Mukharomah Nurul Latifatul Inayati Oktaviani, Rizka Dwi Oktaviyani, Rissa Oscharil Aji Mukti Pahlevi, Muhammad Syahreza Pranoto, Boby Hadi Purwasari, Dharma Ratna Putri, Bella Misbahati Rabbi, Md. Fajlay Rabi’atuladawiyah Binti Jamaludin Rafsanjani, Toni Ardi Rahmadani, Hayyin Elma Rahmadewi, Aldila Luthfiana Rahmasari, Istiqomah Ramdhani, Deddy Rifai, Alfan Rifa’i, Feri Lukman Rio Estetika Rofif, Wahid Fairuzziyad Rohmah, Fitriana Laila Nur Rohmah, Isna Annisa Rohmat, Cecep Sobar Rosyida, Maharani Trianur Rubiatin, R Sabar Narimo Safira Yasira Saifudin, Ikhwan Salahudin Salahudin Salahudin Salahudin Salim, Hakimmuddin Salim, Hakimuddin Salma Rafidah Samsudin, Mandasia Sari, Muflihatul Laela Sari, Rika Sasongko, Farah Adibah Shaifurrokhman Mahfudz Shandy Abisena Sheikh Abu Toha Md Saky Shiddiqi, Ilham Jimly Ash Shidiq, M. Syahrul Shohabia, Mahasri Sholahudin, Tammam Sinta Diah Ayu Wandani Sintya Ayu Rahmah Siti Rahmawati Sriyono, Sriyono - Stang, Taufik Hidayat Sudarno Shobron, Sudarno Sukmawati, Silviana Diah Sutrisno, Shidiq Agung Syahrul Adam Salleh Ibrahim Syahrur Rohman Wahid SYAMSUL HIDAYAT Syamsul Hidayat Syamsul Hidayat Tamami, Fauziyah Tamami, Fauziyah Qurrota A'yun Tamami, Fauziyah Qurrota Ayun Thayibah, Khamsah Ruhana Thoyib, Fachri Muhammad Tri Era Khoiriyah Triono Ali Mustofa Trisno Ulfiani, Dwi Yulia Utami, Hanida Putri Utomo, Agung Wahyu Vambudi, Viky Nur Wachidi Wachidi Wachidi Wachidi Wachidi Wachidi, Wachidi Wadi, Munshid Falih Wakhidia Rahmatu A Wangyee, Ammar Waston Wiratama, Hanif Syairafi Woro Yustia Pratiwi Yeti Dahliana Yogi Muhammad Saputro Yumna, Haniya Fatkhul Zaenal Abidin Zahid, Nurul Nashuha Binti Zahra, Afifah Nur Zakiyyah Nurul Lathifah Zidny Akrima Melati Zulaiha Nurul Insani Zulfan Bintang Bagas Kara