Articles
Wax Precipitation in Crude Oil by Coutinho Model Based on Conventional Gas Chromatography Data
Muh Kurniawan;
Adiwar;
Kamarza Mulia;
Chairil Anwar
Scientific Contributions Oil and Gas Vol. 36 No. 2 (2013): SCOG
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/scog.36.2.11
Wax precipitation in crude oils can produce problems in oil production and transportation operations. Prediction is the key of avoidance or remediation of the wax problem of flow assurance. Among the wax prediction thermodynamic model, Coutinho model can be run using limited laboratory data, but the result is comparably accurate. The model requires n-paraffin distribution, which commonly determined by high-temperature gas chromatography (HTGC) analysis. However, only few laboratories could perform the HTGC. Lemigas has abundant database of crude oil with conventional gas chromatography data. An extended n-paraffin distribution was calculated based on the conventional GC data by performing extrapolation and normalization to total wax content. The n-paraffin distribution was applied in Coutinho model to predict wax precipitation of a crude oil sample. The WAT obtained from the model deviated only 2°C from DSC data. The result was also valid to DSC data in term of precipitated wax amount along temperature range.
Environmental Impacts Of The Oil And Gas Platform Decommissioning
R. Desrina;
Chairil Anwar;
Tri Muji Susantoro
Scientific Contributions Oil and Gas Vol. 36 No. 2 (2013): SCOG
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/scog.36.2.13
Many of the oil and gas installations in the Indonesian Sea are reaching the end of their economic production life. Typically, oil and gas fields have an economic life of 20 to 40 years and a decommissioning program will be required and predicted to peak during the period 2010-2020. Some of them are located in shallow water such as those around Pulau Seribu, Java Sea, and South China Sea; some others are in deeper water such those at Makasar Straits and Moluccas Sea. Many different opinions exist on the benefits and problems of a partial platform removal or a complete removal. For some reasons platforms would be a good fishing spot. On the other hands, an unseen hazard could be left behind by the platforms. Even a complete removal of the platforms is conducted but without proper clearing of the ocean floor, the unused platforms still can cause hazards. For the management of the seas outside the territorial waters, worldwide nations have historically entered into international agreements and conventions. These agreements and conventions that have been entered into under the umbrella of the United Nations are Geneva Convention, the United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) and the International Maritime Organization (IMO) Guidelines. Nationally, there is little information concerning with the decommissioning project. This paper is intended to highlight options for decommissioning of offshore platforms, its environmental impacts, and regulations that could be referred to following the decommissioning proposal. The technological aspects of the structural decommissioning of platforms are beyond the scope of this paper.
CURRENT USES AND FUTURE CHALLENGES FOR ZEOLITE IN THE INDONESIAN OIL AND GAS PROCESSING INDUSTRY
A.S. Nasution;
Chairil Anwar;
E. Jasjfi
Scientific Contributions Oil and Gas Vol. 22 No. 2 (1999): SCOG
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/scog.22.2.120
Oil and gas industry uses zeolite as an adsorbent to reduce moisture content of natural gas in LNG Plant, and as catalyst to convert the heavy petroleum fractions feeds into light clean fuels in refinery. Low quality crude oil, low residual fuel demand, and an increased demands and spesifications for light products (gasoline, kerosene, and diesel oil) and petrochemical products, future challenges for utilization zeolite as cracking catalyst in refinery are encouraging.
Carbon Monoxide Axidation Over Pt/Y-Alumina Catalyst
Triyono Triyono;
Chairil Anwar
Scientific Contributions Oil and Gas Vol. 21 No. 2 (1998): SCOG
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/scog.21.2.259
Oxidation of CO has been studied on Pt/y-alumina catalyst. The catalyst was produced by impregnating y-alumina with hexachloroplantic acid solution, calcined, oxidized and reduced at the optimum condition. Catalyst was characterized by nitrogen sorption measurement and scanning electron microscope (SEM). By optimization of calcination, oxidation and reduction on the catalyst preparation, a residual serface area of 129.14 m²/gram was obtained. The resulting catalyst has a high activity for the conversion of CO to CO₂.
119 4. Pengaruh Pencampuran Minyak Sawit dan Minyak Solar Sebagai Pengganti Minyak Solar Terhadap Kinerja Mesin (Chairil Anwar) ABSTRAK Telah dilakukan evaluasi mutu pengaruh pencampuran minyak sawit dan minyak solar melalui uji lubrisitas dari berbagai c
Chairil Anwar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 2 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Telah dilakukan evaluasi mutu pengaruh pencampuran minyak sawit dan minyak solar melalui ujilubrisitas dari berbagai campuran (05/95, 10/90, 15/85 dan 20/80) %v/v menggunakan metode ASTMD 6079 dan kinerja terbatas dari campuran sawit dengan minyak solar pada pencampuran (20/80)%v/v. Evaluasi lubrisitas dari berbagai campuran menunjukkan hasil yang lebih baik dari minyaksolar 100%, pada campuran (20/80) %v/v lubrisitas meningkat sampai 20,52%. Pengamatan selanguji kinerja terbatas menunjukkan bahwa operasi mesin berjalan normal, tidak ada perbedaan yangcukup berarti dibandingkan dengan menggunakan minyak solar 100%.
Modifi kasi Minyak Sawit Sebagai Pensubstitusi Minyak Solar
Chairil Anwar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 49 No. 1 (2015): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Minyak sawit dapat digunakan sebagai bahan bakar diesel alternatif dengan perbaikan kualitasnya.Pada penelitian ini dimodifi kasi dengan cara pencampuran menggunakan minyak solar. Hasil uji sifatfi sika kimia terhadap minyak sawit dan setelah dicampur dengan minyak solar beberapa karakteryang semula tidak, menjadi memenuhi spesifi kasi minyak solar 48. Pada variasi pencampuran minyaksawit 20% volume menunjukkan sifat fi sika kimia masih dalam rentang spesifi kasi minyak solar.Viskositas dan berat jenis tinggi dapat diatasi dengan modifi kasi. Minyak sawit dengan viskositassemula 5,572 cSt menjadi 4,382 cSt, berat jenis yang semula 871 kg/m3 menjadi 851 kg/m3 dan indekssetana lebih tinggi dari 47,9 menjadi 54,9. Bahan bakar diesel hasil penelitian ini mempunyai nilailebih dari biodiesel yang dicampur dengan minyak solar. Minyak sawit dan minyak solar langsungdicampur, tanpa harus diproses terlebih dahulu menjadi biodiesel. Minyak sawit sebagai sumberenergi terbarukan dengan masing-masing karakter yang telah dibahas kiranya menjadi pilihan yanglayak untuk mempertahankan ketahanan energi jangka panjang
Peran Temperatur-Laju Alir Umpan pada Konversi Metanol Menggunakan Zeolit-TMA
Chairil Anwar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Proses MTG (Methanol to Gasoline) adalah salah satu contoh penerapan sifat selektif dari katalis terhadap produk reaksi. Proses ini merupakan bagian dari proses pengubahan gas bumi menjadi bahan bakar cair. Hidrokarbon yang dihasilkan dalam proses ini berupa senyawa aromatik dan alifatik, dan terutama sekali adalah senyawa dengan daerah titik didih bensin. Proses lain untuk mendapatkan bahan bakar dari gas bumi adalah melalui proses sintesis Fischer-Tropsch, yang sejarahnya lebih tua dari proses MTG, namun hingga dewasa ini proses Fischer-Tropsch masih mempunyai masalah dengan mahalnya biaya untuk memproduksi gas sintesis. Dalam perkembangan kedua proses di atas untuk mendapatkan bahan bakar dari gas bumi, alternatif mana pun yang dipilih peranan katalis merupakan bagian terpenting. Bahkan ada usaha dan menjadikan obyek utama penelitan untuk menggabungkan katalis zeolit dari mobil dan katalis Fischer-Tropsch. Konversi gas bumi menjadi bahan bakar cair bagi Indonesia akan sangat menarik karena kian banyak sumber-sumber gas bumi potensial yang jauh dari konsumen ditemukan. Tulisan ini merupakan hasil dari serangkaian penelitian untuk memperoleh bahan bakar cair dengan batasan meningkatkan kinerja katalis melalui proses dealuminasi-realuminasi, variasi temperatur dan laju alir umpan yang digunakan sebagai variabel dalam uji katalitik. Karakter katalis yang ditinjau antara lain adalah luas permukaan, volume pori, distribusi pori, nisbah Si/Al dan keasaman katalis.
Pembuatan Biodiesel sebagai Bahan Bakar Alternatif: Transesterifikasi Minyak Kelapa dengan Metanol Menggunakan Katalis NaOH
Wega Trisunaryanti;
Chairil Anwar
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Peningkatan volume konsumsi dan terbatasnya ketersediaan minyak diesel mendorong upaya pencarian sumber energi baru sebagai bahan bakar diesel alternatif. Minyak nabati merupakan bahan baku yang sangat potensial sebagai sumber energi. Pada umumnya, minyak nabati memiliki nilai pembakaran yang mirip dengan bahan bakar diesel, akan tetapi pemanfaatannya secara langsung dibatasi oleh viskositasnya yang terlalu tinggi. Secara umum, biodiesel dapat diekstrak dari berbagai produk pertanian, misalnya minyak kelapa. Indonesia, sebagai negara tropis, merupakan negara yang sangat efektif dan potensial sebagai penghasil kelapa. Tanaman kelapa (Cocos nucifera) merupakan tanaman perkebunan yang utama dan terluas di Indonesia. Pada penelitian ini akan dibuat biodiesel dengan kualitas tinggi melalui transesterifikasi minyak kelapa dengan metanol menggunakan katalis NaOH serta ditentukan karakter fisis dan komposisi kimiawinya, dikaji pengaruh temperatur dan konsentrasi katalis NaOH terhadap konversi (% b/b), karakter fisis serta komposisi kimiawi biodiesel yang dihasilkan. Terakhir, ditentukan kondisi reaksi optimum pembuatan biodiesel.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK ANAK DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA 12-59 BULAN DI MUARO JAMBI
Dinda Andini Putri;
Chairil Anwar;
Rostika Flora;
Dian Adhe Bianggo Naue
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 (2022): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v13i0.780
Latar Belakang: Stunting adalah kondisi pada anak balita yang gagal tumbuh dampak dari kekurangan gizi kronis yang membuat anak terlalu pendek untuk usianya, anak di bawah usia 5 tahun sekitar 144 juta anak terkena stunting yang dapat mengganggu potensi kognitif perkembangan otak, menghambat kemampuan mereka untuk belajar sebagai anak-anak, menghasilkan uang sebagai orang dewasa, dan berkontribusi penuh untuk masyarakat.Tujuan: Untuk menganalisis hubungan karakteristik anak dengan kejadian stunting balita usia 12-59 bulan.Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 107 responden. Sumber data adalah data primer dan data sekunder yang diambil pada bulan Maret 2022. Data menggunakan uji Chi-square dengan nilai p=0,05 dan confident interval (CI)=95%.Hasil: Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara usia anak dengan kejadian stunting balita usia 12-59 bulan (p=0,024; CI=95%). Tidak ada hubungan antara kejadian stunting balita usia 12-59 bulan dengan jenis kelamin anak (p=0,783; CI=95%), dan kadar Hb anak (p=0,956; CI=95%).Kesimpulan: Disimpulkan bahwa memiliki usia anak 12-36 bulan berhubungan erat dengan kejadian stunting, sementara jenis kelamin dan kadar Hb tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian stunting balita.
Optimalisasi Pencatatan E-commerce pada Perusahaan: Input Data Google Sheets
Syarifah Nadia;
Chairil Anwar
Jurnal Kabar Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): November : JURNAL KABAR MASYARAKAT
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54066/jkb.v2i4.2649
This service aims to optimize e-commerce sales recording on the Shopee platform using Google Sheets. The problem faced by companies is the difficulty in managing transaction recording manually which is often time consuming and prone to errors. Service is carried out through field work practice at PT Aliyan Jaya Perkasa. The service results show that integrating Shopee sales data into Google Sheets can increase efficiency and accuracy in managing sales data in real-time. The contribution of this service lies in developing a more structured digital recording process for small and medium businesses.