Articles
Utilization of the use of technological devices in delivering communication information in the learning process
Irsyad, Irsyad;
Anisah, Anisah;
Ramadhan, Iwan;
Lumbantoruan, Jitu Halomoan
International Journal of Informatics and Communication Technology (IJ-ICT) Vol 13, No 3: December 2024
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.11591/ijict.v13i3.pp547-555
The development of increasingly sophisticated technology today brings education to participate in using the features available in today’s media such as the transition from face-to-face learning communication in schools to face-to-face assisted by technology such as laptops, tablets, cellphones and other multimedia. Technology currently provides innovation in the learning process both from home and from school. However, there are still many teachers and students who have not utilized technology such as laptops, tablets, cellphones and other multimedia in the learning process. The purpose of the study was to analyze the benefits and relationships of the four main variables of communication assessment elements with digital devices. The research method used was quantitative with a sample of 148 teachers randomly selected from schools that use technology in the learning process. Data collection techniques with instruments. The instruments used were four indicator instruments, namely technology from laptops, tablets, cellphones and other multimedia. Data analysis techniques with descriptive statistics using SPSS version 26.0 calculated the mean, standard deviation, and correlation test. The results of the study found that the four indicators had high reliability and the four indicators had significant utilization, were mutually positive and had a high relationship with each other. The conclusion is that the four technological devices are good for use in digital communication during the learning process and laptops and tablets are more recommended in this study.
Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang Pada Homoseksual Gay di Kecamatan Pontianak Tenggara
Imran, Imran;
Daniel, Daniel;
Ramadhan, Iwan;
Sikwan, Agus
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/gulawentah.v8i1.16234
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya perilaku menyimpang pada pria gay di Kecamatan Pontianak Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode psikoanalisis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 9 orang yang diidentifikasikan sebagai gay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kontrol diri yang lemah, keluarga, teman sebaya, dan lingkungan masyarakat mempengaruhi seseorang dalam melakukan perilaku yang menyimpang, sedangkan pemahaman agama yang kurang tidak dapat menjamin seseorang dalam melakukan perilaku yang menyimpang.
Fungsi Dan Makna Nilai Ritual Balala Tamakng Masyarakat Etnis Dayak Kanayatn
Samosir, Lydia;
Bahari, Yohanes;
Ramadhan, Iwan;
Imran, Imran
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/gulawentah.v9i2.21602
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi dan makna nilai ritual Balala Tamakng masyarakat etnis Dayak Kanayatn Desa Bagak Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data meliputi reduksi data dan penyajian data. Sedangkan informan dalam penelitian ini terdiri dari empat orang yang memahami Balala Tamakng. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ritual Balala Tamakng dilakukan dalam satu tahun sekali sebagai bentuk permohonan masyarakat kepada Jubata atau Tuhan. Pelaksanaan ritual Balala Tamakng yang dilakukan masyarakat etnis Dayak Kanayatn di Desa Bagak meliputi prosesi awal yang terdiri dari bakomo atau berkumpul, meminta izin kepada leluhur di karamat, dan nganyut di paranyut. Pada prosesi inti masyarakat melaksanakan masa pantang, dan prosesi akhir ritual Balala Tamakng yaitu bungkas sampana. Selain itu, ritual Balala Tamakng juga mempunyai fungsi nilai seperti nilai sosial adanya kerjasama masyarakat setempat, nilai religius sebagai wujud penghormatan dan permohonan kepada leluhur, serta nilai alam sebagai sumber pengharapan dan sumber kehidupan bagi masyarakat etnis Dayak Kanayatn di Desa Bagak. Serta terdapat makna nilai dalam ritual Balala Tamakng yaitu makna alat dan makna bahan. Masyarakat etnis Dayak Kanayatn Desa Bagak mempercayai bahwa semua bahan dan alat peraga yang digunakan saat pelaksanaan
Sosialisasi Penguatan Rasa Nasionalisme melalui Pendekatan Eksplorasi pada Peserta Didik di SMAN 1 Sajingan Perbatasan Indonesia Malaysia
Astari, Zuri;
Imran, Imran;
Ramadhan, Iwan;
Zatalini, Adhalia;
Daniel, Daniel
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52072/abdine.v4i2.952
Pengaruh budaya dan sosial dari negara tetangga melemahkan rasa nasionalisme kalangan peserta didik. Tanpa adanya upaya efektif dalam penguatan rasa nasionalisme, ada risiko generasi muda ini akan kehilangan identitas nasionalnya dan kurang memahami pentingnya menjaga keutuhan dan kedaulatan negara. Pentingnya sosialisasi penguatan rasa nasionalisme di daerah perbatasan. Tujuan utama sosialisasi ini untuk meningkatkan kesadaran nasional, menanamkan kebanggaan terhadap identitas nasional serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kedaulatan negara di kalangan peserta didik SMAN 1 Sajingan. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan materi melalui ceramah, diskusi dan tanya jawab. Melalui diskusi peserta didik dapat menggali lebih dalam mengenai tantangan dan peluang dalam menjaga identitas nasional serta memperkuat rasa nasionalisme. Pelaksanaan sosialisasi ini dirancang untuk memastikan bahwa peserta didik di SMAN 1 Sajingan memiliki kesadaran yang kuat tentang pentingnya nasionalisme. Capaian hasil pengabdian dari survei menunjukkan 66,7% peserta didik kategori sangat setuju dan 26,7% kategori setuju jika penguatan rasa nasionalisme penting dan sekolah memiliki program mendukung peningkatan nasionalisme. Hal tersebut menunjukkan keberhasilan pengabdian ini meningkatkan pemahaman nasionalisme peserta didik di kawasan perbatasan. Selain itu terdapat kesadaran dampak negatif pengaruh budaya asing. Melalui sosialisasi ini diharapkan peserta didik tumbuh menjadi generasi yang berkomitmen menjaga dan memperjuangkan kedaulatan bangsa di masa depan.
Symbolic Capital of Kajang Tribe Black Clothing
Utomo, Jepri;
Kamaruddin, Syamsu Andi;
Adam, Arlin;
Ihsan, Andi;
Ramadhan, Iwan
Jurnal Mamangan Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 0173/C3/DT
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The Kajang tribal culture's usage of black attire shows a very symbolic depth. Wearing black attire enhances their sense of belonging and sets them apart from other groups as a symbol of strong cultural identity. Black attire honors humanity's bond with the universe and is a sign of cosmological views. Black clothes indicates the authority of traditional leaders and moral stature in daily life through ancestor traditions and adherence to customary law. Black clothing promotes community togetherness as a sign of equality. With a thorough comprehension of its significance, the Kajang tribal community promotes broad conservation efforts by raising awareness of the value of protecting the area's cultural history. To investigate the Kajang tribe's use of black traditional apparel, a qualitative ethnographic technique with a constructivist perspective was employed as the research method. The study's findings demonstrate that black apparel serves as more than just a piece of apparel it is a symbol of cultural identity, cosmological beliefs, ancestors' customs, adherence to customary law, and equality within the Kajang tribal society. According to the study's findings, the Kajang tribal community's social and cultural dynamics can be influenced by black clothing, which also has symbolic significance.
Analisis Peran Guru Dalam Proses Pembelajaran Pada Siswa Kelas III di MI Syuhada Kabupaten Kapuas Hulu
Handayani, Masitah;
Imran, Imran;
Ramadhan, Iwan;
Okianna, Okianna;
Alhidayah, Riama
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.462 KB)
|
DOI: 10.31316/jk.v6i3.3854
This study aims to determine the teacher's role in the learning process for third-grade students at MI Syuhada Nanga Jajang, Pengkadan District, Kapuas Hulu Regency. The method used is a qualitative method with descriptive analysis. This study's data sources were teachers and students of class III MI Syuhada. The data were the observations and interviews with teachers and students of class III MI Syuhada. The results showed that the teacher's role as an educator had been carried out well. It has been proven that it has been found that the teacher provides an example and the teacher guides students during observations and in the results of interviews with teachers and third-grade students of MI Syuhada. The teacher's role as a motivator has been proven to be good, and it has been found that the teacher is a motivator and motivator at the time of observation which is supported by the results of interviews with teachers and third-grade students of MI Syuhada. The teacher's role as a facilitator has been carried out well. It has been proven that it has been found that the teacher provides learning methods and media during observation, and is supported by the results of interviews with the teacher and third-grade students of MI Syuhada.
Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan Melalui Desain Pesan Pembelajaran Bagi Guru di Daerah Perbatasan Kabupaten Bengkayang
Warneri;
Endang Purwaningsih;
Maria Ulfah;
Heni Kuswanti;
Iwan Ramadhan
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (396.309 KB)
|
DOI: 10.31316/jk.v6i4.4143
Abstrak Dalam kegiatan pembelajara, agar pembelajaran dirasa menyenangkan dan dapat diserap oleh peserta didik, hendaknya guru dapat menyiapkan kegiatan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan agar peserta didik dapat mencerna setiap isi dalam kegiatan pembelajaran. Oleh sebab itu, guru dituntut agar mampu berinovasi dalam proses pembelajarannya agar peserta didik memiliki ketertarikan tersendiri sehingga kegiatan dan suasana pembelajaran lebih bermakna dan hidup. Dalam hal ini, dosen dan tim PkM melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA Negeri 1 Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, dengan menggunakan LCD Proyektor dan media penyuluhan, kegiatan penyuluhan dilaksanakan kepada guru-guru tersebut dengan diiringi tanya jawab dalam penyuluhan. Kegiatan tersebut dilakukan dengan harapan agar guru dapat memiliki inovasi dan mengembangkan kemampuan di dalam menyiapkan kegiatan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan melalui desain pesan pembelajaran bagi guru khususnya di daerah perbatasan kabupaten Bengkayang. Kata Kunci: Pembelajaran kreatif, Desain Pembelajaran
Pemerataan Pendidikan Kawasan Perbatasan (Implementasi Kurikulum Merdeka bagi Guru di Perbatasan Indonesia-Malaysia).
Ramadhan, Iwan;
Sulistyarini, Sulistyarini;
Afandi, Afandi;
Firmansyah, Haris;
Wiyono, Hadi;
Wahyudi, Agung;
Zalianty, Anindya
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.5297
Kegiatan PKM di SMA Negeri 1 Sajingan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Permasalahan yang diperhatikan penelitian ini pada tantangan yang dihadapi oleh guru-guru perbatasan dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, Sehingga dengan pelatihan agar guru dapat memahami dan menerapkan Kurikulum Merdeka secara efektif. Prosedur pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh ketua PKM dan berlanjut kegiatan inti pelatihan. Mitra pengabdian yaitu SMAN 1 Sajingan dengan metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi ceramah, diskusi interaktif. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator untuk mendukung guru-guru dalam proses pembelajaran. Pentingnya pelatihan ini mengingat minimnya pengetahuan tentang kurikulum baru di daerah tersebut. Pelatihan yang dilakukan mencakup materi tentang penyusunan tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran dan pengembangan modul ajar, dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan berpusat pada siswa. Para guru sangat antusias dan aktif berpartisipasi dalam sesi praktik yang dipandu oleh pemateri. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, sehingga terjadinya pemerataan pendidikan. Pelatihan yang dilakukan tidak hanya meningkatkan kompetensi guru, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan di kawasan perbatasan. Dengan dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak, diharapkan potensi anak-anak di daerah tersebut dapat berkembang secara optimal, tanpa terhalang oleh letak geografis yang terpencil. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam upaya pemerataan pendidikan di Indonesia, khususnya di daerah yang membutuhkan perhatian lebih.
PERGESERAN TRADISI BELALEK DALAM BUDAYA BERTANI MASYARAKAT MELAYU SAMBAS
Wiyono, Hadi;
Ramadhan, Iwan
Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Vol 17 No 1 (2021): JURNAL STUDI AGAMA DAN MASYARAKAT
Publisher : IAIN Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23971/jsam.v17i1.2880
The purpose of this study was to analyze the shifting of Belalek tradition as seen from the factors of socio-cultural change, especially in the agricultural sector in the Sambas Malay society of Sentebang Village. The method used descriptive qualitative using observation, interview and documentation. The results revealed that people of Sentebang Village preferred to use the wage system compared to the remuneration system or called Belalek, the ease and efficiency of machine technology as a result of modernization, and the openness to changes and developments that occur. These three things have caused a shift in Belalek tradition.
RESPON MAHASISWA PENDIDIKAN SOSIOLOGI FKIP UNTAN TENTANG UJARAN KEBENCIAN DI MEDIA SOSIAL
Kelin, Fransiska Yolanda;
Imran, Imran;
Ramadhan, Iwan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 12, No 4 (2023): April, 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jppk.v12i4.64772
This study aims to find out how the Sociology Education FKIP Untan students respond from the aspects of knowledge, assessment, and action regarding hate speech on social media. The research approach used is a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques are interviews and documentation. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. While the data collection tools used are observation guides, interview guides and documentation. In this study, it was presented in a qualitative descriptive manner using 4 informants from Sociology Education Students of FKIP Untan. The results of this study show that Sociology Education Students of FKIP Untan as human beings who have intellectual ability to realize this status in the realm of real life. The response from the knowledge aspect of FKIP Untan's Sociology Education Students saw and knew hate speech about religious insults and insulting skin color was a bad dead. The response from the aspect of the action of Sociology Education Students is to give a warning in the form of rejection of hate speech, insulting religion and insulting skin color to people who do it on social media.