Articles
Fenomena Thrifting di Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara
Pascal Adinata Susanto;
Abdul Haris Fatgehipon;
Sujarwo
Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): JIMI - APRIL
Publisher : PT. PENERBIT TIGA MUTIARA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61404/jimi.v2i2.222
The phenomenon of thrifting at Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara demonstrates the continuity and evolution of frugal shopping practices involving the purchase of second-hand items. This research delineates the long history of thrifting, from the medieval period to the emergence of organizations such as Salvation Army and Goodwill that popularized it in the 19th century. The COVID-19 pandemic has reignited interest in thrifting due to economic pressures prompting people to save on expenses. The research methodology employed is qualitative descriptive, utilizing in-depth interviews and direct observations at Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara. The findings reveal that traders employ two main strategies: selling directly at the market and through online platforms. Meanwhile, consumers have diverse motivations, ranging from meeting household needs to a desire to collect unique and antique items. Analysis of Alfred Schutz’s phenomenological theory is used to understand the reasons and goals behind consumer’s choices in thrifting. The researcher finds that each individual has different motives, such as goal motives (In order to motive) and because motives (Because motive), underlying their decisions to engage in thrifting. The conclusion of this research is that the phenomenon of thrifting at Pasar Loak Jembatan Item Jatinegara reflects the evolving and relevant dynamics of consumer culture, adapting to social and economic changes. With the evolution of this practice, the second-hand market becomes a favorite place for people to find affordable items, while traders and consumers continue to adapt to technological advancements and changes in the economic landscape. This study provides valuable insights into how thrifting is not just an economic phenomenon but also reflects the identity and preferences of consumers in a constantly changing shopping culture.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPS DALAM MEMBANGUN DAN MEMBENTUK KARAKTER SISWA
Nuraida Rezeki Fadhilah;
Desy Safitri;
Sujarwo
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 3 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9644/sindoro.v3i10.2646
Penelitian ini membahas tentang pembelajaran IPS dalam membangun serta membentuk karakter siswa yang baik dan teladan di masa perkembangan zaman dengan segala kemajuan teknologi dan informasi yang kian modern dan semakin cepat, yang mana dari adanya perkembangan ternyata juga membawa dampak yang negatif pada karakter siswa yang tidak memiliki batasan dan kendali akan penggunaan teknologi dan pemakaian informasi. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka dengan menganalisis berbagai temuan yang didapat atau diperoleh dari penelitian terkait berbagai hal mengenai pembelajaran IPS dalam membangun dan membentuk karakter siswa yang baik. Hasil penelitian dengan kepustakaan yang diperoleh memberikan pemahaman mengenai penerapan pembelajaran IPS terhadap karakter siswa yang kemudian dari penelitian ini pula dapat berfungsi sebagai sumber literatur mengenai implementasi pembelajaran IPS dalam membangun dan membentuk karakter siswa yang baik.
IMPLEMENTASI TRANSDISIPLINER DALAM PEMBELAJARAN IPS
Yuka Azahra Amelya;
Desy Safitry;
Sujarwo
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 4 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.9644/sindoro.v4i10.3644
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi urgensi penerapan pendekatan transdisipliner dalam pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Globalisasi dan perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Pendekatan tradisional yang bersifat fragmentaris tidak lagi memadai untuk menghadapi kompleksitas dunia nyata yang dinamis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan transdisipliner yang mampu mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan holistik. Melalui metode studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji berbagai perspektif teoretis dan empiris yang telah dikembangkan oleh para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan transdisipliner dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif siswa. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan pendidikan IPS yang lebih relevan dan efektif dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global.
The impact of sport hypnosis on volleyball athlete performance: An empirical study
Hasyim, Andi Hasriadi;
Amirzan;
Muhammad;
Humaedi;
Sujarwo
Journal Sport Area Vol 8 No 3 (2023): December
Publisher : UIR Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25299/sportarea.2023.vol8(3).13637
In athlete coaching, mental factors often receive less attention than physical factors, such as technique, tactics, and strategy. This study explored the use of hypnosis as a mental exercise in coaching volleyball athletes. This study was conducted on 20 PBVSI volleyball athletes in Pidie Regency using an experimental one-group pretest-posttest design and then tested their abilities using the American Association for Health, Physical Education, Recreation, and Dance (AAHPERD) volleyball playing skills test. The collected data were analysed using inferential statistics (specifically the t-test) with SPSS 27 at the 0.05 level of significance. The results showed a significant improvement in volleyball playing skills after hypnosis training, indicating its potential application in athlete coaching. Hypnosis was found to significantly improve concentration, confidence, and emotional control among athletes—key elements that contributed to overall sports performance. However, limitations of this study include the small sample size and focus on one type of sport. Therefore, further research involving larger samples across different sports is recommended for wider generalisability. In addition, long-term studies are needed to assess the sustained effects of hypnosis over time. In conclusion, our preliminary findings underscore the potential benefits of integrating mental training techniques such as hypnosis into athletic training programmes to improve performance outcomes. These results highlight the importance of considering psychological aspects alongside physical aspects in athletic training.
EFEKTIFITAS PELATIHAN PERWASITAN TENIS LAPANGAN UNTUK PEMULA
Tahki, Kurnia;
Aan Wasan;
Sujarwo;
Sandi Prayudho
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstract Purpose. This study aims to provide an understanding of the rules of the field tennis game in participants of Tennis Refereeing Training for Beginners. Method. This research is a Quantitative Descriptive Research. The sample in this study was students of the Faculty of Sports Science, State University of Jakarta who participated in the Field Tennis T&P course and 30 general participants. Data collection is carried out by providing pretest and posttest to determine the level of understanding of the rules of the court tennis game. The data analysis technique used used a t-test to see the difference between understanding the rules of the court tennis game before and after training. Result. Most participants' understanding of the rules of court tennis belonged to the medium category with an average frequency distribution value of 57.06. It is known that the value of t is 14.122 and the significance value of p is 0.000 < 0.05, meaning that H0 is rejected and Ha is accepted. The mean understanding of participants before attending the training was 26.4000 with a Standard Deviation value of 5.90499.... While the mean understanding of participants before attending the training was 57.0667 with a Standard Deviation value of 10.77972. Thus, it can be concluded that there are significant differences in the understanding of court tennis rules in trainees before and after attending the Tennis Refereeing Training for Beginners. Conclusion. There was an increase in understanding after the Tennis Refereeing Training for Beginners training and the level of understanding of most participants belonged to the medium category. For this reason, it is necessary to increase experience to become a professional referee in order to sharpen understanding of the rules of the field tennis game. Thus, the referee will not make many mistakes in making decisions at the time of the match. Abstrak Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman peraturan permainan tenis lapangan pada peserta Pelatihan Perwasitan Tenis Untuk Pemula. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta yang mengikuti matakuliah T&P Tenis Lapangan dan peserta umum yang berjumlah 30 orang. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan pretest dan posttest untuk mengetahui tingkat pemahaman terhadap peraturan permainan tenis lapangan. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan uji t untuk melihat perbedaan antara pemahaman peraturan permainan tenis lapangan sebelum dan setelah diberikan pelatihan. Hasil. Pemahaman sebagian besar peserta tentang peraturan tenis lapangan termasuk dalam kategori sedang dengan nilai distribusi frekuensi sebesar 57,06. Diketahui bahwa nilai t sebesar 14,122 dan nilai signifikansi p sebesar 0,000 < 0,05, berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Mean pemahaman peserta sebelum mengikuti pelatihan sebesar 26.4000 dengan nilai Standar Deviasi sebesar 5.9049 Sementara mean pemahaman peserta sebelum mengikuti pelatihan sebesar 57.0667dengan nilai Standar Deviasi sebesar 10.77972. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan tentang pemahaman peraturan tenis lapangan pada peserta pelatihan sebelum dan setelah mengikuti Pelatihan Perwasitan Tenis Untuk Pemula. Kesimpulan. Terdapat peningkatan pemahaman setelah dilakukan pelatihan Pelatihan Perwasitan Tenis Untuk Pemula dan tingkat pemahaman sebagian besar peserta termasuk kategori sedang. Untuk itu perlunya peningkatan pengalaman untuk menjadi wasit secara professional agar lebih mempertajampemahaman terkait peraturan permainan tenis lapangan. Dengan demikian, wasit tidak akan melakukan banyak kesalahan dalam mengambil keputusan pada saat pertandingan.
Kahoot!-Based Interactive Multimedia: Can it Increase Social Studies Learning Interest?
Sujarwo;
Arita Marini;
Yarmi, Gusti;
Safitri, Sheila Syalma;
Safitri, Desy;
Dewiyani, Leola;
Zahari, Musril
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Undiksha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jppp.v8i2.83983
The Industrial Revolution 4.0 requires teachers to adapt, master, and use technological devices supporting learning. However, the current problem is that many teachers still need help developing digital learning media for learning activities. This research aims to create interactive multimedia based on Kahoot! to increase fourth-grade elementary school student's interest in learning Social Sciences. This research uses the ADDIE model, which involves analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects were 30 elementary school students. This research uses a one-group pretest-posttest design. Data collection methods use questionnaires and tests. Data collection instruments use questionnaire sheets and test questions. Data analysis techniques use descriptive qualitative, quantitative analysis, and inferential statistics. The research results show a significant difference between the Pretest and post-test, which were treated using Kahoot! Multimedia based. Interactive multimedia based on Kahoot! can increase interest in learning Social Sciences in fourth-grade elementary school students.
KENDALA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MI MUHAMMADIYAH PLUS LEKSONO
Rachma, Lupita;
Sujarwo;
Savira, Nia
Riyahuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 3 No. 2 (2024): EDISI 3 NO 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22236/jpba/3214882
In the process of learning Arabic, teachers and students often face various kinds of obstacles. This article aims to know and understand the Arabic learning process, identify obstacles during the Arabic learning process, and find solutions to overcome these obstacles. This is done in order to help the government, teachers, and students improve the quality of Arabic language learning in MI/SD. This research is a research that uses qualitative approach methods. With data collection techniques using interviews, observation, and documentation techniques directly in the field. When the author conducted research at MI Muhammadiyah Plus Leksono, the author found several obstacles in learning Arabic there, such as teacher obstacles in choosing the right learning strategy for students, students less focused on following Arabic learning, students in lower grades still have difficulty reading and writing in Arabic, lack of student learning motivation during the Arabic learning process, and students' lack of interest in learning Arabic. These obstacles can be used as joint evaluation materials so that Arabic language learning in MI/SD can be more qualified
Analisis Hambatan dan Kompleksitas Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka pada Proses Pembelajaran IPS di SMP 11 Muhammadiyah Jakarta
Ayudhia Nur Luthfia;
Desy Safitri;
Sujarwo
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (Januari-Maret 2024)
Publisher : Siber Nusantara Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/jpsn.v2i1.139
Penelitian ini bertujuan untuk meninjau berbagai hambatan dan kenala yang hadir dalam penerapan kurikulum merdeka belajar pada proses belajar mengajar. Metode penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif, yang melibatkan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis literatur. Penelitian ini mengeksplorasi kompleksitas penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPS di SMP 11 Muhammadiyah Jakarta dengan fokus pada identifikasi hambatan dan tantangan yang muncul. Temuan-temuan penelitian ini mengungkap berbagai tantangan yang menjadi hambatan dalam proses pelaksanaan kurikulum merdeka, termasuk resistensi dari pemangku kebijakan sekolah, sumber daya dan sarana prasarana yang belum memadai sepenuhnya. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap tantangan yang dihadapi siswa dan guru dalam beradaptasi dengan kurikulum baru, seperti kesulitan dalam menggunakan metode pembelajaran baru, waktu pembelajaran yang terbatas dan belum sepenuhnya menguasai tata cara penilaian kurikulum merdeka ini. Dengan menganalisis hambatan-hambatan ini, penelitian ini menawarkan wawasan tentang strategi potensial untuk meningkatkan implementasi Kurikulum Merdeka, sehingga berkontribusi pada peningkatan proses pembelajaran IPS di SMP 11 Muhammadiyah dan sekolah lain sekitarnya.
Code-Mixing As a Communicative Strategy Among International Passengers and Employees in Hasanuddin International Airport Makassar
Andi Kurniadi Baskal;
Sujarwo;
Muhammad Yahrif
JPTK : JURNAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS Vol 3 No 1 (2024): May : IJOLEH
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56314/ijoleh.v3i1.222
The use of English in service operations is very necessary in communicating with service users who not only come from Indonesia but also from abroad. Therefore, the use of English is very important in-service operations at the airport. This research aims to analyze code mixing as a communication strategy among passengers and employees at Hasanuddin International Airport. The design of this research was qualitative research. It is called collaborative qualitative because the research directly involves employees and international passengers as respondents. The research results show that there are three types of code mixing, namely alternation, congruence, and lexicalization. Respondents participated in interviews, which yielded information about the variables that influence the use of code mixing in textual communication regarding code mixing as a communication strategy between employees and international passengers. There are seven factors that cause code mixing, namely (1) lack of mastery, especially mastery of English, (2) intention to increase prestige, (3) wanting to show off one's skills, (4) searching for identity, (5) habits, (6) want to joke (make jokes) and (7) relaxed conversation situation (formality). It can be concluded that this research identifies three forms of code mixing, namely substitution, congruence and lexicalization and this is influenced by several factors in the occurrence of code mixing among employees and international passengers
Dampak Pengunaan Gadget Pada Anak di Era Digital
Dinda, Adinda Anisa Ramadhani;
Desy Safitri;
Sujarwo
The Indonesian Journal of Social Studies Vol 7 No 1 (2024): Juli
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/ijss.v7n1.p199-205
Tahun 2023 merupakan tahun yang apa apa serba digital. Hal ini adalah dampak dari pandemi covid-19, yang mengharuskan dirumah. Jadi melakukan apapun menggunakan gadget, salah satunya adalah sekolah. Sekolah yang harusnya dilakukan secara tatap muka tapi karena adanya pandemi covid-19 jadi diadakan secara tatap maya. Namun ternyata tidak hanya untuk sekolah, penggunaan gadget juga dimanfaatkan oleh anak untuk bermain. Ternyata gadget berdampak pada perkembangan tinggkah laku anak, karena gadjed memiliki berbagai fitur dan aplikasi yang menarik, bervariasi, dan feksibel sehingga dapat menambah daya Tarik bagi setiap orang, khususnya dikalangan anak-anak sekarang ini gadjed dapat memberikan dampak negatif bagi perkembangan tingkah laku anak. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari penggunaan gadget.