Claim Missing Document
Check
Articles

Sebuah Kajian Filosofis: “Biar Kamu Tidak Gampang Terpengaruh Omongan Orang” Mul'aini, Tia Artika; Asbari, Masduki; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.964 KB) | DOI: 10.9000/jupetra.v2i1.7

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Dr. Fahruddin Faiz dari channel Youtube M Channel yang berjudul “Biar kamu tidak gampang terpengaruh omongan orang”. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kutipan yang diambil dalam tuturan youtuber yang terdapat dalam chanel youtube M channel. Data diperoleh dengan teknik menyimak video dan mencatat dialog youtube pada chanel youtube M channel. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Hasil telaah singkat dari kajian filosofis ini adalah supaya kamu lebih berhati-hati dalam berbicara dengan orang lain. Kajian ini membantu agar kita tidak gampang terpengaruh omongan orang lain.
Kenali Diri Agar Bahagia: Kajian Filosofis Fahruddin Faiz Azmi, Ahmad Fikrie; Asbari, Masduki; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.444 KB) | DOI: 10.9000/jupetra.v2i1.9

Abstract

Abstrak – Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Dr. Fahruddin Faiz dari channel Youtube M Channel yang berjudul “Kenali Dirimu Agar Bisa Bahagia”. Dalam studi ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode simak catat karena sumber data yang peneliti peroleh melalui menyimak. Hasil telaah singkat dari proses menyimak kajian filosofis ini adalah bahwa kebahagiaan merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan. Kebahagiaan juga tergantung pada sejauh mana kita mengenal diri kita masing-masing. Jadi, barang siapa mengenal dirinya, maka yang bersangkutan akan lebih mudah mengarungi kehidupan personal dan sosialnya. Kajian filosofis ini membuka ruang berfikir baru tentang self development yang bersifat intrinsik.
Nikmati dan Rasakan Pengalamanmu di Setiap Detik: Menyimak Kajian Filosofis Fahruddin Faiz Fahik, Marselina Consita Bete; Asbari, Masduki; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.112 KB) | DOI: 10.9000/jupetra.v2i1.10

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Dr. Fahruddin Faiz dari channel Youtube M Channel yang berjudul “Nikmati dan rasakan setiap detik yang kamu alami”. dalam studi ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode simak catat karena sumber data yang penulis peroleh melalui menyimak. Hasil telaah singkat dari proses menyimak kajian filosofis ini adalah pelajaran hidup agar kita selalu menikmati setiap hembusan nafas dan setiap detik yang kita alami, dengan penuh rasa syukur, kerendahan hati, pengaturan emosi, dan kasih sayang. Sikap tersebut akan memberikan dampak yang baik untuk kehidupan kita. Kajian ini juga menarasikan solusi terhadap gaya hidup hedonis dan mudah putus asa. Generasi milenial dapat mengambil banyak hikmah dari hasil kajian filosofis ini.
Hiduplah dengan Seimbang: Sebuah Kajian Filosofis Singkat Hermansyah, Rivaldy; Asbari, Masduki; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.516 KB) | DOI: 10.9000/jupetra.v2i1.20

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Dr. Fahruddin Faiz dari channel Youtube M Channel yang berjudul ”Hiduplah dengan seimbang”. Dalam studi ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode simak catat karena sumber data yang peneliti peroleh didapatkan melalui menyimak. Hasil telaah singkat dari proses menyimak kajian filosofis ini adalah bahwa dalam sebuah kehidupan kita harus melakukan sesuatu dengan seimbang, tidak merasa kekurangan dan juga tidak berlebihan. Jadi, setiap apa yang dilakukan, lakukanlah dengan secukupnya karena setiap apa yang berlebihan, itu tidak baik, dan berkekurangan pun tidak baik. Kajian filosofis ini memberikan insight bermakna tentang pentingnya alokasi waktu hidup yang lebih seimbang dan adil pada diri sendiri, di tengah desakan adagium “kerja kerja dan kerja”.
Hakikat Manusia Sebagai Homo Faber Aulia, Adellia Rosita; Asbari, Masduki; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i1.22

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Dr. Fahruddin Faiz dari Channel youtube M Channel yang berjudul “nilai kehidupan manusia ditemukan melalui apa yang ia kerjakan” dalam studi ini, penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode simak catat karena sumber data yang peneliti peroleh didapatkan melalui menyimak. Hasil telaah singkat dari proses menyimak kajian filosofis ini adalah Manusia merupakan makhluk yang dibuat berbeda oleh Tuhan. Bagaimana tidak, manusia dibekali kemampuan dalam berpikir dan juga diberikan akal untuk bisa berpikir menghadapi segala kehidupan manusia yang terjadi. Dalam bentuk kajian tersebut yang dimana manusia mampu menghasilkan perkembangan IPTEK dari hasil pemikirannya yang juga berkaitan dengan pengetahuan dalam agama, hal tersebut kemudian membuat manusia sendiri disebut dengan homo faber. Homo faber sendiri merupakan bagaimana manusia sebagai makhluk yang mampu menciptakan atau menghasilkan sesuatu. Aspek kehidupan manusia yang menjadikan manusia sebagai seorang yang mengutamakan kehidupan sosial, sehingga dalam implementasinya tersebut manusia memiliki ketergantungan pada perwujudan interaksi sosial yang menjadikan manusia dapat melakukan kegiatan sosialisasi. Manusia yang dikenal tidak hanya sebagai homo sapiens, namun juga sebagai homo faber, memiliki integritas untuk perkembangan nilai dalam aspek kehidupannya. Termasuk di dalamnya untuk bisa mengembangkan integrasi ilmu di dalam aspek kehidupannya. Dalam aspek ilmu pengetahuannya sendiri, hal tersebut memberikan nilai tambah bagi manusia dalam menerapkan hakikatnya, dimana ilmu pengetahuan tersebut digunakan untuk bisa menjalankan aspek perkembangan nilai kehidupannya.
Pancasila dan Agama: Telaah Singkat Pemikiran Yudi Latif Tsoraya, Nurul Dwi; Asbari, Masduki; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.61 KB) | DOI: 10.9000/jupetra.v2i1.23

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui relasi antara Pancasila dan agama di tengah kehidupan masyarakat Indonesia. Pada laporan studi ini digunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat dari channel Youtube Metro TV mengenai Pancasila dan Agama yang dipaparkan oleh Yudi Latif. Hasil studi ini menyebutkan bahwa hubungan Pancasila dan Agama dalam NKRI tertuang jelas pada sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Selanjutnya, berdasarkan ideologi Pancasila yang merupakan dasar negara, Indonesia mengakui keberadaan agama dalam pemerintahan, dan menegaskan bahwa negara Indonesia bukan negara yang berdasarkan suatu agama tertentu. Namun demikian, negara ini, yang berketuhanan Yang Maha Esa menempatkan agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai pedoman dan jiwa bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Studi ini juga menyebutkan bahwa hubungan Pancasila dan agama adalah hubungan yang saling membutuhkan, dimana agama memberikan peningkatan moral bangsa dengan Pancasila yang menjamin kehidupan beragama dapat berlangsung dengan nyaman, tentram dan damai. Ideologi Pancasila mendorong sesama umat beragama saling menghormati dan tidak melakukan permusuhan ataupun diskriminasi.
Mengapa Pacasila Perlu Ada? Telaah Singkat Pemikiran Yudi Latif Melani, Jelita Ayu; Asbari, Masduki; Wahyudi, Jodi; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.771 KB) | DOI: 10.9000/jupetra.v2i1.25

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif Yudi Latif dari channel youtube podcast Indosatu News yang berjudul “Kenapa Pancasila perlu ada?”. Pada studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak. Hasil studi ini menjelaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara. Studi ini juga menyebutkan bahwa Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, artinya nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan diyakini kebenarannya, kebaikannya, keindahannya, dan kegunaannya oleh bangsa Indonesia yang dijadikan sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Penelitian berawal dari pertanyaan kenapa Pancasila perlu ada. Pancasila sebagai dasar negara digunakan untuk mengatur semua tatanan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Artinya segala yang berkaitan dengan penyelenggaraan ketatanegaraan RI harus berlandaskan Pancasila.
Hargailah Orang Lain, Setiap Orang Mempunyai Pandangan Hidup Yang Berbeda – Beda: Sebuah Kajian Filosofis Hatta, Nadisya Rachelia; Asbari, Masduki; Novitasari, Dewiana; Purwanto, Agus; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i1.33

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Dr. Fahruddin Faiz dari Youtube M Channel yang berjudul "Hargailah Orang Lain, Setiap Orang Mempunyai Pandangan Yang Berbeda - Beda ". Dalam studi ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode simak catat karena sumber data yang peneliti peroleh didapatkan melalui menyimak. Hasil proses menyimak singkat kajian filosofis ini adalah setiap orang mempunyai pandangan hidup masing-masing yang tentunya sangat unik dan berbeda-beda. Pandangan hidup setiap orang bisa kita ibaratkan sebuah kunci elemen data dalam suatu basis data pada database. Merupakan tanda pengenal unik yang mengidentifikasi seseorang sehingga setiap orang mempunyai keunikan tersendiri dalam pendapat yang di aspirasikan. Baik sikap dan perilaku yang positif, bermanfaat, dan inspiratif maupun sikap yang sebaliknya negative, merugikan dan tidak patut dicontoh. Setiap sikap dan perbuatan manusia pasti mempunyai konsekuensi dan membuat dampak yang nyata.
Kekuatan Pancasila Tangkal Propaganda Radikalisme: Telaah Singkat Menurut Pemikiran Yudhi Latif Wahyudi, Jodi; Asbari, Masduki; Melani, Jelita Ayu; Santoso, Gunawan; Rantina, Meilanta
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.36

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa itu kekuatan pancasila dalam Radikalisme karena paham radikal yang berkembang terutama pada indonesia dia membawa pengaruh dari berbagai aspek sehingga menimbulkan permasalahan diindonsia baik dari segi sosial, politik atau lainnya. Karena paham Radikalisme itu adalah suatu paham yang dibuat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaharuan tatanan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara kekerasan. Sedangkan menurut Hafid (2020) menjelaskan bahwa gerakan radikalisme adalah sikap atau semangat yang membawa pada tindakan bertujuan melemahkan dan mengubah tatanan yang mapan dengan menggantinya dengan gagasan atau pemahaman baru. Namun Paham radikalisme di Indonesia ada yang sekedar memperjuangkan implementasi syari’at Islam tanpa keharusan mendirikan negara Islam, namun ada pula paham yang memperjuangkan berdirinya negara Islam Indonesia tersebut. Selain itu juga paham ini bertujuan memperjuangkan berdirinya paham kekhalifahan yang salah arti dengan menggunakan pola organisasi yang beragam.
Relakanlah untuk Sakit Sebentar: Sebuah Kajian Filsafat Singkat Baihaqi, Mochamad Fikri; Asbari, Masduki; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i1.41

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Dr. Fahruddin Faiz dari channel Youtube M Channel yang berjudul “Relakanlah untuk sakit sebentar”. Dalam studi ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode simak catat karena sumber data yang peneliti peroleh melalui menyimak. Hasil telaah singkat dari proses menyimak kajian filosofis ini adalah bahwa kebahagiaan merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan. Tapi tidak semua Kebahagiaan itu juga harus dipenuhi. Jadi, ketika kita ke dokter kemungkinan akan dapat kesulitan sementara tapi kalau kamu tidak mau sakit sebentar ya kamu akan merasakan sakit yang lama maka ikhlaskanlah sakit sebentar minum obat itu pahit Tapi kan sebentar Setelah itu kamu nyaman dan dapat kesenangan lebih lama. Kajian filosofis ini membuka pola fikir kita menjadi positif.
Co-Authors - Sapriya 29Neneng Aan Supiati Abdah, Milda Nur Risma Abdillah Abdul Aziz Hatapayo Abdul Karim, Aim Abidzar, Muhammad Acep Acep, Vera Dwi Apriliani ADELIA, PUTRI Adhisty Septia Hidayat Adilah Syafiyah Ramadhani Adinda adinda putri darmanto Afriza Aprilian, Muhamad Agung Purwanto AGUS PURWANTO Agus Suradika Agustina Ahmad Fadly Ahmad Razan Ahmad Susanto ahmad suyudi Ahmad Syariuddin ahmad yani Aim Abdul Karim, Aim Abdul Aim Abdulkarim Aini, Zahratul Aisiyah, Aay Aisy, Difa Rafidatul aisyah tania amanda Ajmah Najibah Al Jabri, Nifin Abdullah Aldiansyah, Agitha Rizky alfi , alfi fadliya putri mahya Alia, Alia Zulfa Ramadanti Alika Atha Amani Aljundi, Faisal Almaira Putri Alustri Darmawati Alviana, Nur Kholifah Alya, Alya Nurul Aeny Alzein Alfatih Amalia Amalia Bintang, Rizka Amelia, Sabilah Amril Andi Afif Alwajih Andi Sukri Adam Andraini, Mayhati Ayu Anggraini, Devi Marlita anindia, eka bella Annisa Qotrunnada Sofyana Hamzah Annisa Tsamratul Fuadah Apriatna, Naura Ghazia Apriliyah, Mega Apriliyani, Dinda Ardelia, Metha Abidah Ari Metalin Eka Puspita Ari Metalin Ika Puspita Arifin Arifin Asbari, Masduki Asbari, Raihan Arsyad Firdausy Asep Hendrayana, Asep Astari Zahra Atfal, Marwiyatul Atmadja, Zahra Syafitri Aulia Rizqy, Haevina Aulia Safira Septiana Aulia Sartika Aulia, Adellia Rosita Aulia, Prizka Ade Ayu Dwi Zam Zam Khumairo ayu dwi zam zam khumairo, ayu dwi Ayu Permana, Destira Az Zahra Salsabila azhar, Ahmad Azhar Azmi Ramadhania Azmi, Ahmad Fikrie Azra Alya Sakinah Azrasabiy, Haikal Azzahra, Filosophia Azzahra, Filosophia Azzahra Baihaqi, Mochamad Fikri Bitan, Intan Arsyah Utami Bunyamin Maftuh Chahyadi, Matlahu Chairudin, Muhamad Chantika Mukti Ardi Choirunnisa, Rifda Cholichul Hadi Cicilia, Indah Cucu Suryati, Mina Nur'azizah Damayanti , Annisa Dari, Tri Ulan Darmini Darmini dava, Muhammad Dava Dela Safitri Dewi, Dewi Puji Lestari Dhilla Adhika Prawesti dina ichsanurrahmah Dina, Dina Dwi Fatmawati Dinda, Adinda Rizkyta Duwith, Desiana Dwi Apriliani, Nur Avifah Dwi Apriliani, Vera Dwi Fitriani Dwi Kurniarahman, Yoyok Dwi Susanti Dwi, Melanie Dyah Ayu Putri Zahra Dyah Wulandari Dzikrullah, Sakha Eka, Ismalia El abid, Mohammed Elfirza, Elfirza Elva Susanti Eneng Martini Etik Murtini Fadhilah, Allya Azizatul Fadil, Satiya Fadil Mahesa Fadli, Septi Aulia Fadlian Rafa Prawira fadya, Kinanti Fahik, Marselina Consita Bete Fahrezi, Muhammad Saddam Fairuza, Naila Fairuza Fakhmi, Baqiyatul Falikah Hayatun Nufus Farah Addina Syafa Farrasya Zubaer Fatharani Zahrah Fatimah Faznur, Lutfi Syauki Febiansyah Febiyanti, Nabila Fina, Fina nur syarifah Firman, Nadya Amelia Putri Firna Afifatun Nuha Fitri Awaliyah Fitri Yati Fitria, Annis Fitriyani, Nurmillah Laila Frischa Amalia Imanda Futeri, Firly Audia galuh, herdhianto galuh saputro Geifira, Ghaitsa Ghaitsa Geifira Shofa Ghozali, Salismiati Gultom, Adelia Angelia Gumelar, Abih Gunarsih, Lutfia Gunawan, Ayub Gunawan, Ayub Gunawan H Umsipyat, Gamaria Hadi Haryanto hafaz fazlur hafazfazlur Hafidah , Imroatul Hana Nurhasanah Handayani, Pingkan Setia Hanif Fadli Yanuar Hariyanti, Supry Hartiyani, Eka Septi Hatapayo, Abdul Aziz Hatta, Nadisya Rachelia Hendra Setyawan, Hendra Henni Mikawati Hermansyah, Rivaldy Hermawan, Cecep Maman Hermayanti, Nur Indah Hery Widijanto Hidayah Assaadih, Hilwa Hidayat, Adhisty Septia Hidayat, Muhammad Nur Syahroni Hidriana Hilda Dwi Cahyani Hilda Novianti Hilmiyatu Zahra Hodijah safitri Hujaimah, Salamah Hurriyah, Nada Ibrahim, Maulana Ichsanurrahmah, Dina Iftiyah Safitri Ihsan Nulfadli, Desi Rahmayani Iin Ikhsan Muhamad Mudjenan Imam Muhtadin Imam Wahyudin Imas Yulistia Imawati, Sri Immawati, Sri Inah Inrayani Intan Nisrina Kamilah Iran Purnawan Irega Gelly Gera Irham Mahfud Irhamni Irsyam, Irsyam Fajar Attaulloh Ismiatul Hasanah Iswadi Ishak Alwi Iswan Iwan Syah Izzah Mustika, Naura Jalinus jihan, jihan alifah hind Joko Pramono Kafka, Maghrifa Kafka Razaqa kami, Nurhayati Karsono Kartika, Deswita Kasno Keysa Najmi Salma Herdani Kharunissa, Siti Nur Khoirroni, Inayah Adhani Komalasari, Lisa Kudori, Masngud Kurniawan - kurniyawan, adit Kusnaedi, Edi Lafendry, Ferdinal Laila Ningtyas Laila Nurhidayah Latifa, Marfa Azzahra Tyara Lativa Qurrotaini Lestari, Dira lestari, restu lestari Lestari, Silvi Lilis Handayani Lutfi M. Rafiudin M. Ripan Jamil Ma'mun Murod Maftuh , Bunyamin Maghfira Azzahra , Syifa Magtublo, Rulia AR Mahdavikia, Ivan Majenih Mamun Murod Mansyur Hidayat Manurung, Irna Marcelin Mardiani Mardiyati, Nabila Dewi Mariani, Mira Mariska Dwi Amanda Marsidi Marsiyah MARTINI Marvel Santoso Mas Roro Diah Wahyu Lestari Masduki Asbari Maulana, Muhammad Fadli Maulana Maya Zahra Aulia Ma’ruf Mei Riska Indriana Meilanta Rantina Meilia Junsap, Rizky Meiliza, Shella Melani, Jelita Ayu Meliyana, Dwi Miftahul Syarof, Imelda mira, Almirah nur sakiinah Mochammad Ja’far Sodiq Mochammad Nurdiansyah N Mochammad Rafli Firdaus, Rafli Muhamad Sofian Hadi Muhammad Asyar Mu'thi Muhammad Dzaky Al Ghifary Muhammad Feisha F Muhammad Guntur Himawan Muhammad Lutfi Hasan Muhammad Raihan Muhammad Rifai Ramadhani Muhammad Saddam Fahrezi Muhammad Usman, Muhammad Muhammad Zen, Muhammad Muharrom, Faiz Mul'aini, Tia Artika MUNAWAR Murod , Ma'mun Murod , Ma’mun Murod, Ma'mun Murod, Ma'mun Murod Muthmainnah, Rika Okta Nabila, Nabila Hapsari Nabilah, Annisah nabilla kairunisa Nadia Dewi Firdaus Naura Izzah Mustika Nazhimah Layala Nidar Yusuf Ningtyas, Laila Nisa, Nisa Destiana Noer Adila Azzahra Nova Aulia Choerunnisa Novitasari, Dewiana Nugraha, Dadi Mulyadi Nur Halimah Nur Laila Nur'azizah, Mina Nuraini indah putri Nurfajri, Fikri Nurfajriyanti Nurhayati, Aat Nurkholisha, Risma Nurul Aifha, Desi Rahmayani Nurul, Shafira Nurwijayanti Nur’ atsani, Rizki Makhfud Nuur Fauzaan, Muhammad OKTA ROSFIANI Pangestu, Ageng Puji Patinasarani, Roni Pradipta, Malvin Dharma Prianti, Juani Purwanti Puteri Ramadhanti, Eka Putra, Alfaroz Rizki Putra, Ferdy Eka Putri Agustiyarini, Dita Putri Ayu Romadhotin Putri Ayu Wulandari, Riska Putri Sa'adah Putri, Adinda Herlia Putri, Almaira Putri, Nadia Ananda Putri, Rachmawati Fauziyatul Rachman, Angela Alya Rachman Rachmania Naura Adysti Radita Ayudya Rafli Firdaus Rafzan Rahmadhani, Synta Dewi Rahmah, Maulida Lia Rahmaleli sakinah Rahman Rahmawati , Putri Raihan, Muhammad Raihan Rajab, Rahman Rajwa Firyaal Ramadanti, Alia Zulfa Ramadhan, Rikky Erlangga Ramadhana, Larasati Ramadhania, Azmi Rantina, Meilanta Razan, Abdullah Reni Oktafiani Resti Nuraeni Restu M Hasbylah Retnasari, Lisa Retnasari Rida Wulandari Ridho Salyo Rifqi Faza Amal Hasan RIZKA AULIA Rizky Apriani, Putri Rosa Nilla Nurjannah Rosha, Melati royana, ida Rumelan, Fitriani Rusadi, Bobi Erno sabila, Tiara Nur Safa Azzahra, Nursafa Azzahra safira aulia adisti safitri , Dela Safitri, Dela Sakha Dzikrullah Sakinah, Rahmaleli Salma Putri Amanda Salma Sabika salma, salma sabika Salsabila, ‘Aisyah Naurah Salsabilla , Endah Salwa Azzahrah Salyo, Ridho Santoso, Ayu Metalin Ika Puspita Sapriya Sari Lenita Christi Sasa, Sasa Fiolanisa Sasmita, Raisyal Fiqri Perdana Satiya Fadil Mahesa Septyawati, Diana Setiawati setiyaningsih, dewi Shara Ayu Pramitha Shayla Ayuningtias Sheila Anindita Shofi Nisrina Amani Silma Kafia Elsaif Silvia Damayanti, Silvia Simaremare, Joswin Siska Kusumawardani Siswo Wardoyo Siti Barkah Siti Juriyatun Toyibah Siti Maisaroh Siti Tasniah Herniati Siti ‘Aisah Sodik, Ahmad Japar Sodikin Sofa, Ghaitsa Geifira Solehudin Subandi, Egypt Toton Sudarmiatin Sugeng Santoso Sugiono, Muhamad Sujanah, Titin Sukmawati, Klara Iswara Suminar, Akhyumita Dea Sunarsih, Eka SUNARTO Supadmi Supatmi Supiati, Aan Suratno SURYANI Susilahati Syafiyah, Adilah Syahada, Hany Aulia Syahada Syawhas , Dinda Khomsaini Syifa Anissaa, Aura Syifa Galih Syifa Syabilla, Kayla Syunu Trihantoyo Teguh Kusumo Nugroho Tiara Nur sabila toro, Ridwan Tri Wahyuningtias Trisetia Wijijayanti Trishna Marsella , Arsyadina Trisila , Intan Tsoraya, Nurul Dwi Tugiman Tugiman Tugiman Tya Ayu Erianti Ulfiatul Muizzah Unik Setianingsih Utami Putri, Nur Pangesti valia niswa dzahrotudina Venika Devita Sari Vira, Alvira Prasasti Virda Nurlita Wahyu Rahmadhani, Lathifah wahyu, imam wahyudin Wahyudi, Jodi Wardiah, Siti Warwey, Nurlela Wawan Widia Winata Wijaya, Kunto Wijayanti, Aura Wijayanti, Mutiara Winata, Wisnu wisra linda Wulansari , Fitria Yanuar, Hanif Fadli Yanuar, Hanif Padli Yasmin Hadiyya Fatin Hana Yati, Fitri Yosea Bagus Armando yuniar, adilla cahya Yunika, Irmi Yunilestari, Eta Zahira, Yusrina Nadiya Zahra, Safira Az Zai, Jernih Wati Zakiya, Aliya Zaqi, Ahmad Muzaqi Zen