The purpose of this study is to describe and analyze how the Muhammadiyah Student Association (IPM) plays a role in shaping the leadership character of students at SMP Muhammadiyah 2 Pontianak. Several aspects related to student leadership skills appear to be diverse, and some are still lacking, which is the issue behind this study, especially in terms of independence in decision-making, organizational discipline, responsibility, and the ability to motivate members even though they are already involved in organizational activities. In this study, a descriptive qualitative approach was used. Informants in this study included IPM advisors, core administrators, division heads, and a number of IPM members, who were selected through purposive sampling. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation. The data was then analyzed through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing, and the validity of the data was tested using source and technique triangulation. The results of the study show that IPM activities, both routine ones such as MPLS, prayer supervision, and school event assistance, offer direct learning experiences that improve students' communication skills, sense of responsibility, and integrity. However, the lack of documented activity evaluations, uneven role distribution, and a suboptimal regeneration system have caused several aspects of leadership, such as decision-making skills, responsibility, and the ability to motivate members, to be underdeveloped. Thus, this study found that IPM plays a very important role in shaping students' leadership character. However, its effectiveness can be further enhanced through more structured coaching, empowerment of all members, and better organizational program evaluation mechanisms. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) berperan dalam pembentukan karakter kepemimpinan siswa di SMP Muhammadiyah 2 Pontianak. Beberapa aspek yang berkaitan dengan kemampuan kepemimpinan siswa terlihat beragam dan beberapa masih kurang adalah masalah yang melatarbelakangi penelitian ini, terutama dalam hal kemandirian mengambil keputusan, kedisiplinan berorganisasi, tanggung jawab, dan kemampuan untuk memotivasi anggota meskipun mereka telah terlibat dalam kegiatan organisasi. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif deskriptif digunakan. Informan dalam penelitian ini termasuk pembina IPM, pengurus inti, kepala divisi, dan sejumlah anggota IPM, yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan IPM, baik rutin seperti MPLS, pengawasan sholat, dan pendampingan acara sekolah, menawarkan pengalaman belajar langsung yang meningkatkan kemampuan komunikasi, rasa tanggung jawab, dan integritas siswa. Namun, tidak ada evaluasi kegiatan yang terdokumentasi, pembagian peran yang tidak merata, dan sistem kaderisasi yang belum optimal telah menyebabkan beberapa aspek kepemimpinan seperti kemampuan mengambil keputusan, tanggung jawab, dan kemampuan untuk memotivasi anggota menjadi kurang berkembang. Dengan demikian, penelitian ini menemukan bahwa IPM memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter kepemimpinan siswa. Namun, efektivitasnya bisa lebih ditingkatkan lagi dengan pembinaan yang lebih terstruktur, pemberdayaan seluruh anggota, dan mekanisme evaluasi program organisasi yang lebih baik.