Articles
Profil Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Mahasiswa UPGRIS Calon Guru Matematika Ditinjau dari Multiple Intelligences
Alwi, Ahmad Alfanio Raga;
Muhtarom, Muhtarom;
Murtianto, Yanuar Hery
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 4 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v4i4.9913
Berpikir kreatif merupakan kemampuan berpikir matematis yang meliputi aspek kelancaran, kelenturan, keaslian dan keterperincian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan berpikir kreatif matematis mahasiswa calon guru matematika ditinjau dari multiple intelligences. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek yang diambil adalah 2 mahasiswa pendidikan matematika Universitas PGRI Semarang semester 6 tahun ajaran 2020/2021 yang mempunyai multiple intelligences. Jenis kecerdasan dalam penelitian ini adalah kecerdasan logis-matematis dan kecerdasan verbal-linguistik. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data yang dilakukan secara online yaitu dengan tes tertulis dan wawancara. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi metode yaitu membandingkan hasil tes kemampuan berpikir kreatif matematis dengan tes wawancara. Analisis dikembangkan berdasarkan indikator kemampuan berpikir kreatif matematis dengan memperhatikan multiple intelligences yang dimiliki oleh subjek. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Subjek dengan kecerdasan logis-matematis tinggi mampu memenuhi semua indikator kemampuan berpikir kreatif matematis yang digunakan diantaranya fluency, flexibility, originality dan elaboration; (2) Subjek dengan kecerdasan verbal-linguistik tinggi tidak mampu memenuhi semua indikator kemampuan berpikir kreatif matematis yang digunakan yaitu pada aspek originality.
Analisis Epistemology Belief Guru SMP Terhadap Matematika yang Berjenis Kelamin Perempuan dan Memiliki Pengalaman Mengajar Lebih Dari 15 Tahun
Sari, Yeni Eka;
Sugiyanti, Sugiyanti;
Muhtarom, Muhtarom
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 5 (2019): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v1i5.4406
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keyakinan epistemologiguru SMP matematikaditinjau dari pengalaman mengajar dan jenis kelamin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah empat guru SMPdi Kota dan Kabupaten Semarang. Teknik pengumpulan data menggunakan metodewawancara. Keabsahan data menggunakan triangulasi dengan membandingkan data hasil wawancara pertama dan wawancara kedua yang diperoleh di waktu yang berbeda. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka analisis dikembangkan oleh peneliti berdasarkan sub-fokus sifat matematika dan bagaimana kita yakin apa yang kita ketahuimenurut Xenofontosdan keyakinan epistemologimenurut ahli. Hasil dari penelitian ini adalah keyakinan epistemologi guru SMP berjenis kelamin perempuan yang memiliki pengalaman mengajar lebih dari 15 tahun yaitu matematika adalah bahasa universal yang melandasi semua ilmu pengetahuan, bukan sesuatu yang baru melainkan ditemukan kembali. Hal tersebut sesuai dengan keyakinan bahwa ilmu matematika ditemukan karena sudah ada sejak dulu (jaman purba) dan sudah dipergunakan,hanya diterjemahkan di jaman modern.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP pada Mata Pelajaran Bangun Ruang Sisi Datar
Hapsari, Vania Sita;
Nizaruddin, Nizaruddin;
Muhtarom, Muhtarom
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 6 (2019): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v1i6.4853
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan representasi matematis siswa SMP Dr. Tjipto Semarang terhadap mata pelajaran bangun ruang sisi datar.   Jenis penelitian   ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek yang diambil adalah 3 siswa smp kelas 8 semester 2 tahun ajaran 2018/2019 yang mempunyai kemampuan  representasi. Jenis  kemampuan yang diambil dalam penelitian ini  adalah kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan tes tertulis, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan 3 tahapan  yaitu data reduction, data display dan conclusing drawing / verification. Keabsahan data menggunakan triangulasi waktu  yaitu  membandingkan tes dan wawancara kemampuan representasi tahap 1 dan 2 dalam waktu yang berbeda. Analisis dikembangkan berdasarkan indikator kemampuan representasi  matematis siswa  dengan memperhatikan kemampuan yang representasi yang dimiliki. Berdasarkan hasil analisis diketahui  bahwa subjek dengan kemampuan tinggi  memenuhi semua indikator representasi matematis representasi gambar , ekspresi matematika atau persamaan matematika dan mampu menjawab soal dengan kata-kata atau teks tertulis. Mampu menggunakan representasi gambar, ekspresi matematika atau persamaan matematika dan mampu menjawab soal dengan kata-kata atau teks tertulis, serta mampu mengoneksikan  representasi satu dengan  representasi yang lain dalam  menyelesaikan masalah. Kemampuan sedang kurang memenuhi semua indikator representasi matematis baik representasi gambar, persamaan matematika atau ekspresi matematika dan mampu menjawab soal dengan kata-kata atau teks tertulis. Subjek belum dapat menghubungkan representasi satu dengan lainnya untuk menyelesaikan permasalahan dengan baik saat melakukan tes tertulis maupun wawancara, serta dapat menjelaskan dengan baik.Kemudian kemampuan representasi rendah  tidak memenuhi semua indikator representasi matematis baik representasi gambar, persamaan matematika atau ekspresi matematika dan mampu menjawab soal dengan kata-kata atau teks tertulis. Subjek belum dapat menghubungkan representasi satu dengan lainnya untuk menyelesaikan permasalahan dengan baik saat melakukan tes tertulis maupun wawancara, serta menjelaskan dengan kurang baik.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Guided Discovery Berbantu Funny Worksheet Terhadap Hasil Belajar Matematika
Yasinta, Giza;
Muhtarom, Muhtarom;
Sugiyanti, Sugiyanti
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 6 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v2i6.6667
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Guided Discovery Terhadap Hasil Belajar Matematika. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kaliwungu. Sampel penelitian ini yaitu kelas VIII D eksperimen 1, kelas VIII E eksperimen 2, VIII F kelas kontrol dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Analisis data menggunakan uji anava satu arah, uji scheffe’, dan regresi linier sederhana. Kesimpulan penelitian ini yaitu (1) terdapat perbedaan rata-rata nilai hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Funny Worksheet, Guided Discovery berbantuan Funny Worksheet dan model pembebelajaran konvensional. (2) hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Funny Worksheet lebih baik daripada siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran konvesional. (3) hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Guided Discovery berbantuan Funny Worksheet lebih baik daripada siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran konvesional. (4) tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Funny Worksheet dengan model pembelajaran Guided Discovery berbantuan Funny Worksheet. (5) terdapat pengaruh positif antara keaktifan belajar terhadap hasil belajar siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Funny Worksheet. (6) terdapat pengaruh positif antara keaktifan belajar terhadap hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Guided Discovery berbantuan Funny Worksheet
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI SISWA KELAS VII SMP ISLAM SULTAN AGUNG 1 SEMARANG
Wibowo, Arthur Imantoko;
Muhtarom, Muhtarom;
Harun, Lukman
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 6 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v4i6.13018
Penelitian ini berlatar belakang pentingnya kemampuan numerasi siswa dalam pembelajaran matematika. Bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan numerasi siswa SMP kelas VII. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling yaitu kelas VII A sebagai kelas eksperimen 1 yang diberi perlakuan  model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), kelas VII B sebagai kelas eksperimen 2 yang diberi perlakuan model pembelajaran Discovery Learning, dan kelas VII C sebagai kelas kontrol yang diberi perlakuan pembelajaran konvensional. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini berupa observasi, dokumentasi, dan tes. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji anava satu arah, uji pasca anava dengan metode scheffe’, uji regresi linear sederhana, dan uji proporsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Terdapat perbedaan kemampuan numerasi siswa yang mendapat model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), model pembelajaran Discovery Learning, dan pembelajaran konvensional. 2) Kemampuan numerasi siswa dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran Discovery Learning lebih baik dari pembelajaran konvensional. 3) Tidak terdapat perbedaan kemampuan numerasi siswa yang mendapat model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), dengan model pembelajaran Discovery Learning. 4) Terdapat pengaruh keaktifan terhadap kemampuan numerasi siswa pada model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan pada model pembelajaran Discovery Learning. 5) Kemampuan numerasi siswa dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran Discovery Learning mencapai KKM.
Profil Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas XI dalam Menyelesaikan Soal Cerita Ditinjau dari Gaya Kognitif Sistematis dan Intuitif
Pangastuti, Dyah Arum;
Nugroho, Aryo Andri;
Muhtarom, Muhtarom
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 5 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v4i5.10949
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa kelas XI dalam menyelesaikan soal cerita yang ditinjau dari gaya kognitif sistematis dan gaya kognitif intuitif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang diambil adalah 2 siswa kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 1 Comal yang terpilih melalui pengisian tes CSI (Cognitive Style Inventory) yang masing-masing memiliki gaya kognitif sistematis dan gaya kognitif intuitif. Selanjutnya subjek diberikan tes kemampuan penalaran matematis yang terdiri dari soal cerita berbentuk uraian sesuai dengan indikator kemampuan penalaran matematis dan dilanjutkan dengan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan 3 tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya kognitif sistematis mampu melakukan manipulasi matematis, menarik kesimpulan, memberikan alasan atau bukti terhadap solusi, dan memberikan kesahihan suatu argumen. Siswa dengan gaya kognitif intuitif mampu melakukan manipulasi matematis, menarik kesimpulan, memberikan alasan atau bukti terhadap solusi, dan memberikan kesahihan suatu argumen.
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Materi Sistem Persamaan Linier Tiga Variabel melalui Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS)
Fitriana, Diyah Ayu;
Muhtarom, Muhtarom;
Albab, Irkham Ulil
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 4 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v4i4.10195
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mendeskripsikan apakah peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS ) lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional, serta untuk mengetahui bagaimana aktivitas siswa selama belajar menggunakan model pembelajaran CPS. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain Nonequivalent Group pretest-posttest Design. Adapun yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah kelas X-MIPA 7 sebagai kelas eksperimen dan X-MIPA 2 sebagai kelas kontrol yang ditentukan menggunakan teknik Purposive Sampling. Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran CPS lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional dan aktivitas siswa selama belajar menggunakan model pembelajaran CPS sudah mencapai kriteria aktif.
Analisis Pemahaman Konsep Matematis pada Siswa SMP Terhadap Materi Bilangan Pecahan Melalui Penggunaan E-Learning Video Pembelajaran
Indriani, Riski Vanny;
Muhtarom, Muhtarom;
Albab, Irkham Ulil
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 4 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v4i4.10134
Pemahaman konsep merupakan kemampuan menyatakan kembali definisi yang telah dipahami dengan bahasanya sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman konsep matematis pada siswa terhadap materi bilangan pecahan melalui penggunaan e-learning video pembelajaran. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif. Subjek yang diambil pada penelitian ini masing-masing satu untuk kategori penggunaan berkemampuan tinggi, penggunaan berkemampuan sedang, dan penggunaan berkemampuan rendah. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan memberikan angket penggunaan e-learning video pembelajaran, tes pemahaman konsep matematis, dan wawancara. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi waktu yaitu pengujian kredibilitas data melalui pengecekan dengan wawancara dalam waktu yang berbeda. Analisis dikembangkan berdasarkan indikator pemahaman konsep matematis dengan memperhatikan kemampuan penggunaan e-learning video pembelajaran yang dimiliki oleh subjek. Hasil penelitian ini menunjukan pemahaman konsep matematis adalah sebagai berikut : (1) Subjek dengan penggunaan e-learning video pembelajaran berkemampuan tinggi masih kurang baik pada indikator menyatakan ulang sebuah konsep, memberi contoh dan bukan contoh dari suatu konsep, dan mengaplikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah; (2) Subjek dengan penggunaan e-learning video pembelajaran berkemampuan sedang mampu menyatakan ulang sebuah konsep, mengklasifikasikan objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya, member contoh dan bukan contoh dari suatu konsep, menyajikan konsep dalam berbagai representasi matematis, dan mengaplikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah; (3)Subjek dengan penggunaan e-learning video pembelajaran berkemampuan rendah belum mampu memenuhi semua indikator pemahaman konsep matematis yang telah ditentukan.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA MASKULIN DENGAN GAYA KOGNITIF FIELD INDEPENDENT DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA TIPE OPEN ENDED PADA MATERI SPLTV
Pujiyantini, Tiyas;
Prayito, Muhamad;
Muhtarom, Muhtarom
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 6 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v4i6.11551
Kemampuan berpikir kreatif merupakan kompetensi tertinggi yang perlu dikuasai oleh siswa dan setiap siswa memiliki kemampuan berpiir kreatif yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa maskulin dalam menyelesaikan soal matematika tipe open ended pada materi SPLTV ditinjau dari gaya kognitif field independent. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MM A SMK Bina Bangsa Kersana yang memiliki identitas gender maskulin dan memiliki gaya kognitif field independent. Pengumpulan data dilakukan dengan angket BSRI, tes GEFT, tes kemampuan berpikir kreatif dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa maskulin dengan gaya kognitif field independent mampu memenuhi indikator berpikir kreatif kefasihan dan fleksibilitas sehingga termasuk kategori kreativitas tingkat 3 (kreatif). Siswa bergender maskulin dengan gaya kognitif field independent fasih dalam membuat banyak gagasan dan dapat memberikan jawaban benar, fleksibel dalam menggunakan cara/metode yang berbeda pada saat menyelesaikan soal dan tidak ada kebaruan cara/metode yang berbeda dari biasanya.
TRANSLASI ANTAR REPRESENTASI MATEMATIS VISUAL KE VERBAL DALAM MEMAHAMI KONSEP PADA MATERI SPLDV DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA TINGGI
Sa’diyah, Uswatun;
Nizaruddin, Nizaruddin;
Muhtarom, Muhtarom
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 4 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v2i4.6122
Pemahaman translasi antar representasi matematika merupakan salah satu dari beberapa kemampuan yang diperlukan dalam proses pemecahan masalah. Proses translasi antar representasi adalah proses perubahan dari suatu bentuk representasi ke bentuk representasi lain. Indikator proses translasi anatr representasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah unpacking source, preliminary coordinator, constructing the target, dan determining equivalence. Salah satu materi yang menggunakan berbagai representai matematika adalah SPLDV. Kemampuan siswa dalam melakukan proses translasi antar representasi dapat berbeda-beda pada setiap siswanya, salah satunya yaitu berdasarkan kemampuan matematika yang dimiliki siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kemampuan translasi antar representasi matematis visual ke verbal berdasarkan kemampuan matematika tinggi pada materi SPLDV. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah satu siswa kelas IX D SMP N 9 Semarang tahun ajaran 2019/2020 yang berkemampuan tinggi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dengan pemberian tes translasi antar representasi dan metode wawancara. Data dianalisis berdasarkan kegiatan yang mungkin muncul setiap proses translasi, dari representasi verbal ke simbol,.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa berkemampuan  matematika tinggi belum mampu mencapai seluruh tahap translasi antar representasi matematis visual ke verbal.Hal ini dikarenakan siswa cenderung mengalami kesulitan pada tahap unpacking source. Sehingga informasi yang dibutuhkan kurang sesuai.