Claim Missing Document
Check
Articles

Relasi dalam Kehidupan Sehari-hari Telaah Singkat Pemikiran Harits Aufaa Abyan Septyawati, Diana; Rizky Apriani, Putri; Santoso, Gunawan; Rantina, Meilanta
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.207

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif dari seorang mahasiswa Harits Aufaa Abyan dari channel Youtube TEDx Talks yang berjudul “networking”. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menyimak video yang disampaikan oleh harits aufaa abyan. Hasil studi ini menjelaskan tentang pentingnya membangun dan memperluas hubungan dengan orang lain. Studi ini juga menyebutkan bahwa networking dalam kehidupan sehari-hari itu sangat penting, terutama dalam mengembangkan karir. Networking adalah suatu hal yang banyak digunakan di kalangan dunia kerja dalam memperluas relasi, dan umumnya dapat digunakan untuk mencari peluang kerja atau berbagi informasi. Networking juga dapat menentukan suatu keberhasilan seseorang untuk meraih kesuksesan dan dapat menambah informasi.
The Parable of The Mexican Fisherman: Ambang Batas Merasa Cukup Hartiyani, Eka Septi; Santoso, Gunawan; Rantina, Meilanta
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.208

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif Eka Septi Hartiyani dari channel youtube 1 Hari Sukses yang berjudul “The Parable of The Mexican Fisherman: Kapan Kamu Merasa Cukup?”. Pada studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskrptif dengan mencatat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil studi ini menjelaskan tentang The Parable of The Mexican Fisherman adalah sebuah kisah yang menceritakan tentang seorang nelayan dan seorang investor bank. Kisah ini mengajarkan kita untuk menemukan keseimbangan dalam hidup, menghargai apa yang kita miliki saat ini, dan meraih kebahagiaan dengan cara yang sederhana. Manusia tidak pernah merasa cukup, selalu ingin lebih dan lebih lagi. Mengejar prestasi, materi, jabatan, kesuksesan, hingga terkadang lupa mensyukuri atas apa yang sudah mereka miliki saat ini. Artikel ini mengingatkan kita bahwa jangan sampai kamu terlambat menyadari, jika hal-hal paling indah tidak akan pernah bisa dibeli dengan materi. Jangan berpikir uang dapat menyelesaikan segalanya demi uang. Hidup itu sederhana, hanya saja kita bersikeras membuatnya rumit.
Konsep Pendidikan: Kajian singkat menurut perspektif Anies Rasyid Baswedan Gultom, Adelia Angelia; Halimah, Nur; Rantina, Meilanta; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.219

Abstract

The goal of this research is to find out the thoughts and perspectives of Anies Rasyid Baswedan from the SDIT AL MU'MIN TV YouTube channel entitled "The Concept of Education". In this study, the writer used a qualitative descriptive method that observed and recorded because the source of the data was obtained by listening to oral narratives. The results of this study explain that education is a process of habituation. This learning also states that education does not form but grows, which directly encourages changes in a person's abilities, both changes in the quality of cognitive, affective and psychomotor abilities. his life as a person, a professional worker, a citizen and a citizen and a creature of God. Learning begins with the event of organizing accessions in conveying the concept of education. Education is about the future in preparing and growing a new generation. This means that education is an effort to realize teaching and learning activities and the learning process actively to develop their potential.
Mengapa Seseorang Memilih Perilaku Nolep Fitria, Annis; Santoso, Gunawan; Meilanta Rantina; Masduki Asbari
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.228

Abstract

Nolep adalah singkatan sekaligus plesetan dari istilah dalam Bahasa Inggris yaitu "no life".Menurut laman Detik Jabar, istilah ini biasa digunakan untuk menggambarkan seseorang yang ansos (anti sosial yaitu enggan bersosialisasi), kurang bergaul, dan cenderung tidak memiliki kesibukan apa-apa. Sesuai dengan namanya, orang-orang dengan perilaku nolep biasanya lebih banyak menganggur di rumah dan jarang punya teman. Mereka biasanya sulit buat mendapat teman dan lebih suka sendirian. Biasanya, orang dengan karakter nolep ini lebih memilih untuk di rumah sambil nonton drama atau main game ketimbang harus keluar untuk bertemu dengan orang lain. Mereka umumnya menganggap keberadaan mereka itu tidak begitu penting dan lebih memilih untuk menyendiri. Berada dalam keramaian bisa membuat mereka risih dan tidak nyaman. Dalam era digital yang terus berkembang, kehidupan sosial telah mengalami perubahan yang signifikan. Salah satu fenomena yang muncul adalah "nolep", singkatan dari "mengasingkan diri dari kehidupan sosial." Nolep merujuk pada gaya hidup di mana seseorang memilih untuk mengurangi atau bahkan menghindari interaksi sosial dalam lingkup offline maupun online. Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut tentang fenomena nolep, alasan seseorang memilih mengisolasi diri secara sosial, serta dampaknya terhadap kesejahteraan mental dan hubungan interpersonal. Mengapa Seseorang Memilih Nolep.
Negara Kesatuan Republik Indonesia Tidak Dapat Diubah: Membangun Pendidikan Multikultural Hilda Novianti; Santoso, Gunawan; Astari Zahra; Ajmah Najibah
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.232

Abstract

Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) merupakan negara yang di kenal sebagai nusantara yang artinya Negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau yang terbentang dari sabang sampai merauke, dan didiami oleh ratusan juta penduduk. NKRI dikenal juga sebagai Negara yang memiliki keragaman budaya, ras, suku, dan agama yang berbeda – beda sehinga tercermin dalam satu ikatan “ Bhineka tunggal ika “ yang artinya “walaupun berbeda tetap satu jua “. Indonesia mengalami beberapa kali pergantian bentuk Negara, mulai dari tanggal 6-15 desember 1949, terbentuklah republik Indonesia serikat (RIS), kemudan tanggal 27 desember 1949 Belanda men gikuti kedaulatan Indonesia berubah menjadi Negara serikat, bangsa Indonesia bertekad untuk mengubah RIS menjadi Negara kesatuan republik indonesia. Pada 17 agustus 1950 . RIS secara resmi dibubarkan dan indonesia kembali ke bentuk Negara kesatuan . tujuan NKRI adalah seprti tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yaitu pada alinea ke 4 yang berbunyi “melindungi segenp bangsa Indonesia dan seluruh tumpah drah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta melaksanakan keteriban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial “. Proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945, Indonesia menjadi Negara yang berdaulat dan berhak untuk mebntuk nasib dan tujuannya sendiri. Bentuk Negara yang dipilih oleh para pendiri bangsa adalah Negara kesatuan republik inonesia. Dalam perjalan sejarah ada upaya untuk menggantikan bentuk Negara, tetapi upaya itu tidak bertahan lama dan selalu digagalkan oleh rakyat. Higga sampai sekarang ini Negara kesatuan itu tetap dipertahankan. Kita sebagai generasi penerus wajib turut serta dalam usaha membela Negara, menjaga sikap, dan perilaku dalam mempertahankan NKRI.
Unity in Salinity: Bagaimana Hidup Tanpa Garam? Manurung, Irna Marcelin; Asbari, Masduki; Putra, Alfaroz Rizki; Santoso, Gunawan; Rantina, Meilanta
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.235

Abstract

Abstrak - Rasa hal yang sering kali kita agung-agungkan atau kita sepelekan, tergantung bagaimana kita mengecap rasa itu. Sebagaimana kita ketahui, sebagai manusia kita mengenal 5 rasa dalam kehidupan yaitu pahit, asam, gurih, manis,dan asin. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan mengenairasa asin yang terdapat pada garam, dan menyampaikan sebuah penelitian yang dapat menginformasikan jenis dan fungsi garam seperti yang dijelaskan oleh Lisa Virgiano dalam channel Youtube TEDx Jakarta yang berjudul “Unity In Salinity”. Pada peneletian ini peneliti memakai metode kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan cara simak catat karena sumber yang didapatkan dengan mendengarkan dan menyimak pada narasi lisan. Hasil peneltian ini menyampaikan fakta tentang bahwa terdapat garam yang ada didalam tubuh kita. Penelitian ini juga menyebutkan mengenai garam yang sudah ada dari 6000 tahun sebelum masehi dan menjadi salah satu bumbu dapur yang penting digunakan untuk memberikan cita rasa. Penelitian ini dilakukan berasal banyaknya jenis dan kegunaan garam sebagai pemberi rasa dalam kehidupan. Kata kunci: Bumbu dapur, Cita rasa, Garam. Abstract - Feelings are things that we often exalt or underestimate, depending on how we perceive that feeling. As we know, as humans we know 5 tastes in life, namely bitter, sour, savory, sweet and salty. This study aims to present salt in Indonesia, and provide research that can inform the types and functions of salt as explained by Lisa Virgiano on the TEDxJakarta Youtube channel entitled "Unity in Salinity". In this research, the researcher used a descriptive qualitative method which was carried out by listening to notes because the sources were obtained by listening and listening to oral narratives. The results of this study convey the fact that there is salt in our bodies. This study also mentions about salt that already exists from 6000 years BC and became one of the important kitchen spices used to give flavor. This research was conducted based on the many types and uses of salt as a flavor enhancer in life. Keywords: Salt, Seasoning, Taste.
Sastra Menjadi Pedoman Sehari-hari Telaah Singkat Karya Sastra Menurut Para Ahli Simaremare, Joswin; Santoso, Gunawan; Meilanta Rantina; Masduki Asbari
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.238

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami isi dari perspektif Juhendri Chaniago dari Channel YouTube TEDx Talks yang berjudul “Reading Literature Makes Us Alive “. Pada studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Literature adalah sebuah karya sastra, dimana sastra disebut sebagai tulisan yang baik. Penelitian ini menjelaskan karya sastra dikutip dari sebuah kisah atau cerita dan pengalaman dalam suatu bentuk gambaran kehidupan, setelah itu ditulis menjadi sebuah ni. Penelitian ini juga tidak pernah luput dari penghayatan, dimana karya sastra yang bagus dan menarik Karya Sastra sering disebut sebuah karya kajian ilmiah, karena dirangkai dan diamati dari sebuah cerita dimasa lampau. Tanpa penghayatan karya sastra tidak seindah karya yang telah dirancang. Artinya dalam menulis suatu karya sastra harus benar-benar menghayati cerita yang telah terjadi untuk mendapatkan hasil karya yang maksimal.
Total Transformation of Our Education 21st Century Fitriani, Dwi; Santoso, Gunawan; Meilanta Rantina; Masduki Asbari
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.240

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang “Total Transformation of Our Education” dari channel Youtube Sabda P.S. Pada studi ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil penelitian ini adalah di era globalisasi memberi dampak yang cukup luas dalam berbagai aspek kehidupan. Untuk menjadi orang dan masyarakat yang berfungsi penuh, pendidikan harus didahulukan. Abad ke-21 akan menjadi tantangan besar yang harus dihadapi masyarakat Indonesia, namun pendidikan kita sendiri masih belum bisa mengatasi tantangan tersebut. Jadi, kita perlu meninjau kembali dan memecah konsep pendidikan untuk memutuskan hal mana yang harus ditantang. Dalam ceramahnya, beliau akan berbicara tentang Total Transformation of Our Education untuk menghadapi tantangan abad ke-21 dan menata masa depan Indonesia yang cerah.
Filosofis Bermain Versus Bekerja Silvia Damayanti, Silvia; Masduki Asbari; Santoso, Gunawan; Meilanta Rantina
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.253

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kajian filosofis Damar Panuluh dari channel Youtube Damar Panuluh yang berjudul “Bermain & Bekerja”. Dalam studi ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode simak catat karena sumber data yang penulis peroleh melalui menyimak. Hasil telaah singkat dari proses menyimak kajian filosofis ini adalah pelajaran hidup agar kita selalu bertanggung jawab dalam segala hal yang kita pilih, serta menikmati setiap hembusan nafas dan setiap detik yang kita alami, dengan penuh rasa syukur, kerendahan hati, pengaturan emosi, dan kasih sayang. Sikap tersebut akan memberikan dampak yang baik untuk kehidupan kita. Kajian ini juga menarasikan solusi terhadap gaya hidup hedonis dan mudah putus asa. Generasi milenial dapat mengambil banyak hikmah dari hasil kajian filosofis ini.
Memulai Perjalanan Literasi Dalam Diri Sendiri Tips Ala Kang Maman lestari, restu lestari; Santoso, Gunawan; Masduki Asbari; Meilanta Rantina
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.254

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif Kang Maman dari kanal YouTube #AkuDanLiterasi BasabasiTV dengan judul “Tips Memulai Literasi Ala Kang Maman”. Tips literasi ala Kang Maman, pemerhati pendidikan yang memiliki minat literasi di Indonesia ini, menawarkan kiat-kiat untuk memulai perjalanan literasi pada diri sendiri. Literasi, yang meliputi membaca, menulis, dan memahami informasi, merupakan keterampilan penting dalam dunia yang semakin digital. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis konten, karena sumber materi diperoleh dengan mendengarkan cerita lisan. Hasil penelitian ini memperjelas bahwa kiat-kiat memulai literasi di dalam diri sendiri. Penelitian ini juga menyatakan bahwa menulis merupakan pekerjaan yang tidak pernah berakhir, artinya menulis terus dan terus menerus ditulis. Penelitian diawali dengan pertanyaan bagaimana menumbuhkan minat baca dan bagaimana melakukannya secara konsisten. Minat baca di Indonesia masih kurang, sehingga harus ada tulisan yang bisa menjadi daya tarik. Artinya setiap orang dapat membuat sesuatu dari tulisan yang berkomitmen untuk berkarya dan dapat mengubah hal kecil menjadi besar melalui tulisan.
Co-Authors - Sapriya 29Neneng Aan Supiati Abdah, Milda Nur Risma Abdillah Abdul Aziz Hatapayo Abdul Karim, Aim Abidzar, Muhammad Acep Acep, Vera Dwi Apriliani ADELIA, PUTRI Adhisty Septia Hidayat Adilah Syafiyah Ramadhani Adinda adinda putri darmanto Afriza Aprilian, Muhamad Agung Purwanto AGUS PURWANTO Agus Suradika Agustina Ahmad Fadly Ahmad Razan Ahmad Susanto ahmad suyudi Ahmad Syariuddin ahmad yani Aim Abdul Karim, Aim Abdul Aim Abdulkarim Aini, Zahratul Aisiyah, Aay Aisy, Difa Rafidatul aisyah tania amanda Ajmah Najibah Al Jabri, Nifin Abdullah Aldiansyah, Agitha Rizky alfi , alfi fadliya putri mahya Alia, Alia Zulfa Ramadanti Alika Atha Amani Aljundi, Faisal Almaira Putri Alustri Darmawati Alviana, Nur Kholifah Alya, Alya Nurul Aeny Alzein Alfatih Amalia Amalia Bintang, Rizka Amelia, Sabilah Amril Andi Afif Alwajih Andi Sukri Adam Andraini, Mayhati Ayu Anggraini, Devi Marlita anindia, eka bella Annisa Qotrunnada Sofyana Hamzah Annisa Tsamratul Fuadah Apriatna, Naura Ghazia Apriliyah, Mega Apriliyani, Dinda Ardelia, Metha Abidah Ari Metalin Eka Puspita Ari Metalin Ika Puspita Arifin Arifin Asbari, Masduki Asbari, Raihan Arsyad Firdausy Asep Hendrayana, Asep Astari Zahra Atfal, Marwiyatul Atmadja, Zahra Syafitri Aulia Rizqy, Haevina Aulia Safira Septiana Aulia Sartika Aulia, Adellia Rosita Aulia, Prizka Ade Ayu Dwi Zam Zam Khumairo ayu dwi zam zam khumairo, ayu dwi Ayu Permana, Destira Az Zahra Salsabila azhar, Ahmad Azhar Azmi Ramadhania Azmi, Ahmad Fikrie Azra Alya Sakinah Azrasabiy, Haikal Azzahra, Filosophia Azzahra, Filosophia Azzahra Baihaqi, Mochamad Fikri Bitan, Intan Arsyah Utami Bunyamin Maftuh Chahyadi, Matlahu Chairudin, Muhamad Chantika Mukti Ardi Choirunnisa, Rifda Cholichul Hadi Cicilia, Indah Cucu Suryati, Mina Nur'azizah Damayanti , Annisa Dari, Tri Ulan Darmini Darmini dava, Muhammad Dava Dela Safitri Dewi, Dewi Puji Lestari Dhilla Adhika Prawesti dina ichsanurrahmah Dina, Dina Dwi Fatmawati Dinda, Adinda Rizkyta Duwith, Desiana Dwi Apriliani, Nur Avifah Dwi Apriliani, Vera Dwi Fitriani Dwi Kurniarahman, Yoyok Dwi Susanti Dwi, Melanie Dyah Ayu Putri Zahra Dyah Wulandari Dzikrullah, Sakha Eka, Ismalia El abid, Mohammed Elfirza, Elfirza Elva Susanti Eneng Martini Etik Murtini Fadhilah, Allya Azizatul Fadil, Satiya Fadil Mahesa Fadli, Septi Aulia Fadlian Rafa Prawira fadya, Kinanti Fahik, Marselina Consita Bete Fahrezi, Muhammad Saddam Fairuza, Naila Fairuza Fakhmi, Baqiyatul Falikah Hayatun Nufus Farah Addina Syafa Farrasya Zubaer Fatharani Zahrah Fatimah Faznur, Lutfi Syauki Febiansyah Febiyanti, Nabila Fina, Fina nur syarifah Firman, Nadya Amelia Putri Firna Afifatun Nuha Fitri Awaliyah Fitri Yati Fitria, Annis Fitriyani, Nurmillah Laila Frischa Amalia Imanda Futeri, Firly Audia galuh, herdhianto galuh saputro Geifira, Ghaitsa Ghaitsa Geifira Shofa Ghozali, Salismiati Gultom, Adelia Angelia Gumelar, Abih Gunarsih, Lutfia Gunawan, Ayub Gunawan, Ayub Gunawan H Umsipyat, Gamaria Hadi Haryanto hafaz fazlur hafazfazlur Hafidah , Imroatul Hana Nurhasanah Handayani, Pingkan Setia Hanif Fadli Yanuar Hariyanti, Supry Hartiyani, Eka Septi Hatapayo, Abdul Aziz Hatta, Nadisya Rachelia Hendra Setyawan, Hendra Henni Mikawati Hermansyah, Rivaldy Hermawan, Cecep Maman Hermayanti, Nur Indah Hery Widijanto Hidayah Assaadih, Hilwa Hidayat, Adhisty Septia Hidayat, Muhammad Nur Syahroni Hidriana Hilda Dwi Cahyani Hilda Novianti Hilmiyatu Zahra Hodijah safitri Hujaimah, Salamah Hurriyah, Nada Ibrahim, Maulana Ichsanurrahmah, Dina Iftiyah Safitri Ihsan Nulfadli, Desi Rahmayani Iin Ikhsan Muhamad Mudjenan Imam Muhtadin Imam Wahyudin Imas Yulistia Imawati, Sri Immawati, Sri Inah Inrayani Intan Nisrina Kamilah Iran Purnawan Irega Gelly Gera Irham Mahfud Irhamni Irsyam, Irsyam Fajar Attaulloh Ismiatul Hasanah Iswadi Ishak Alwi Iswan Iwan Syah Izzah Mustika, Naura Jalinus jihan, jihan alifah hind Joko Pramono Kafka, Maghrifa Kafka Razaqa kami, Nurhayati Karsono Kartika, Deswita Kasno Keysa Najmi Salma Herdani Kharunissa, Siti Nur Khoirroni, Inayah Adhani Komalasari, Lisa Kudori, Masngud Kurniawan - kurniyawan, adit Kusnaedi, Edi Lafendry, Ferdinal Laila Ningtyas Laila Nurhidayah Latifa, Marfa Azzahra Tyara Lativa Qurrotaini Lestari, Dira Lestari, Mas roro Diah Wahyu lestari, restu lestari Lestari, Silvi Lilis Handayani Lutfi M. Rafiudin M. Ripan Jamil Ma'mun Murod Maftuh , Bunyamin Maghfira Azzahra , Syifa Magtublo, Rulia AR Mahdavikia, Ivan Majenih Mamun Murod Mansyur Hidayat Manurung, Irna Marcelin Mardiani Mardiyati, Nabila Dewi Mariani, Mira Mariska Dwi Amanda Marsidi Marsiyah MARTINI Marvel Santoso Masduki Asbari Maulana, Muhammad Fadli Maulana Maya Zahra Aulia Ma’ruf Mei Riska Indriana Meilanta Rantina Meilia Junsap, Rizky Meiliza, Shella Melani, Jelita Ayu Meliyana, Dwi Miftahul Syarof, Imelda mira, Almirah nur sakiinah Mochammad Ja’far Sodiq Mochammad Nurdiansyah N Mochammad Rafli Firdaus, Rafli Muhamad Sofian Hadi Muhammad Asyar Mu'thi Muhammad Dzaky Al Ghifary Muhammad Feisha F Muhammad Guntur Himawan Muhammad Lutfi Hasan Muhammad Raihan Muhammad Rifai Ramadhani Muhammad Saddam Fahrezi Muhammad Usman, Muhammad Muhammad Zen, Muhammad Muharrom, Faiz Mul'aini, Tia Artika MUNAWAR Murod , Ma'mun Murod , Ma’mun Murod, Ma'mun Murod, Ma'mun Murod Muthmainnah, Rika Okta Nabila, Nabila Hapsari Nabilah, Annisah nabilla kairunisa Nadia Dewi Firdaus Naura Izzah Mustika Nazhimah Layala Nidar Yusuf Ningtyas, Laila Nisa, Nisa Destiana Noer Adila Azzahra Nova Aulia Choerunnisa Novitasari, Dewiana Nugraha, Dadi Mulyadi Nur Halimah Nur Laila Nur'azizah, Mina Nuraini indah putri Nurfajri, Fikri Nurfajriyanti Nurhayati, Aat Nurkholisha, Risma Nurul Aifha, Desi Rahmayani Nurul, Shafira Nurwijayanti Nur’ atsani, Rizki Makhfud Nuur Fauzaan, Muhammad OKTA ROSFIANI Pangestu, Ageng Puji Patinasarani, Roni Pradipta, Malvin Dharma Prianti, Juani Purwanti Puteri Ramadhanti, Eka Putra, Alfaroz Rizki Putra, Ferdy Eka Putri Agustiyarini, Dita Putri Ayu Romadhotin Putri Ayu Wulandari, Riska Putri Sa'adah Putri, Adinda Herlia Putri, Almaira Putri, Nadia Ananda Putri, Rachmawati Fauziyatul Rachman, Angela Alya Rachman Rachmania Naura Adysti Radita Ayudya Rafli Firdaus Rafzan, Rafzan Rahmadhani, Synta Dewi Rahmah, Maulida Lia Rahmaleli sakinah Rahman Rahmawati , Putri Raihan, Muhammad Raihan Rajab, Rahman Rajwa Firyaal Ramadanti, Alia Zulfa Ramadhan, Rikky Erlangga Ramadhana, Larasati Ramadhania, Azmi Rantina, Meilanta Razan, Abdullah Reni Oktafiani Resti Nuraeni Restu M Hasbylah Retnasari, Lisa Retnasari Rida Wulandari Ridho Salyo Rifqi Faza Amal Hasan RIZKA AULIA Rizky Apriani, Putri Rosa Nilla Nurjannah Rosha, Melati royana, ida Rumelan, Fitriani Rusadi, Bobi Erno sabila, Tiara Nur Safa Azzahra, Nursafa Azzahra safira aulia adisti safitri , Dela Safitri, Dela Sakha Dzikrullah Sakinah, Rahmaleli Salma Putri Amanda Salma Sabika salma, salma sabika Salsabila, ‘Aisyah Naurah Salsabilla , Endah Salwa Azzahrah Salyo, Ridho Santoso, Ayu Metalin Ika Puspita Sapriya Sari Lenita Christi Sasa, Sasa Fiolanisa Sasmita, Raisyal Fiqri Perdana Satiya Fadil Mahesa Septyawati, Diana Setiawati setiyaningsih, dewi Shara Ayu Pramitha Shayla Ayuningtias Sheila Anindita Shofi Nisrina Amani Silma Kafia Elsaif Silvia Damayanti, Silvia Simaremare, Joswin Siska Kusumawardani Siswo Wardoyo Siti Barkah Siti Juriyatun Toyibah Siti Maisaroh Siti Tasniah Herniati Siti ‘Aisah Sodik, Ahmad Japar Sodikin Sofa, Ghaitsa Geifira Solehudin Subandi, Egypt Toton Sudarmiatin Sugeng Santoso Sugiono, Muhamad Sujanah, Titin Sukmawati, Klara Iswara Suminar, Akhyumita Dea Sunarsih, Eka SUNARTO Supadmi Supatmi Supiati, Aan Suratno SURYANI Susilahati Syafiyah, Adilah Syahada, Hany Aulia Syahada Syawhas , Dinda Khomsaini Syifa Anissaa, Aura Syifa Galih Syifa Syabilla, Kayla Syunu Trihantoyo Teguh Kusumo Nugroho Tiara Nur sabila toro, Ridwan Tri Wahyuningtias Trisetia Wijijayanti Trishna Marsella , Arsyadina Trisila , Intan Tsoraya, Nurul Dwi Tugiman Tugiman Tugiman Tya Ayu Erianti Ulfiatul Muizzah Unik Setianingsih Utami Putri, Nur Pangesti valia niswa dzahrotudina Venika Devita Sari Vira, Alvira Prasasti Virda Nurlita Wahyu Rahmadhani, Lathifah wahyu, imam wahyudin Wahyudi, Jodi Wardiah, Siti Warwey, Nurlela Wawan Widia Winata Wijaya, Kunto Wijayanti, Aura Wijayanti, Mutiara Winata, Wisnu wisra linda Wulansari , Fitria Yanuar, Hanif Fadli Yanuar, Hanif Padli Yasmin Hadiyya Fatin Hana Yati, Fitri Yosea Bagus Armando yuniar, adilla cahya Yunika, Irmi Yunilestari, Eta Zahira, Yusrina Nadiya Zahra, Safira Az Zai, Jernih Wati Zakiya, Aliya Zaqi, Ahmad Muzaqi Zen