Articles
GAMBARAN TINGKAT STRES PADA KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SUNGAI BESAR BANJARBARU TAHUN 2016
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 5 No 1 (2017): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.799 KB)
|
DOI: 10.31964/jck.v5i1.71
Penyakit hipertensi telah membunuh 9,4 juta warga didunia setiap tahunnya. Presentase penderita hipertensi saat ini paling banyak terdapat di negara berkembang. Tingkat stress adalah realitas kehidupan setiap hari yang tidak dapat dihindari, disebabkan oleh perubahan yang memerlukan penyesuaian. Tekanan darah atau hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan arteri tinggi, dimana tekanan sistolik >140 mmHg dan tekanan diastolic >90 mmHg. Penelitian dengan metode deskriptif ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat stress pada kejadian hipertensi di puskesmas Sungai Besar Banjarbaru dan menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien hipertensi di Puskesmas Sungai Besar sampel 59 orang pasien hipertensi dan menggunakan teknik simple random sampling.Data tingkat stress dikumpulkan dengan DASS dan tekanan darah dengan pengukuran langsung. Hasil penelitian disimpulkan bahwa tingkat stress yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas Sungai Besar Banjarbaru mengalami tingkat stress sedang sebanyak 19 responden (32%) dan penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sungai Besar Banjarbaru mengalami hipertensi grade I sebanyak 34 responden (58%). Hal ini dijelaskan bahwa stress normal tekanan darah antara grade I dan grade II seimbang, stress ringan dan stress sedang cenderung tekanan darahnya grade I sedangkan stress berat dan sangat berat cenderung tekanan darahnya grade II dan III. Namun pada stress berat dan sangat berat terdapat peningkatan tekanan darah ke grade III dengan persentase kecil. Kegiatan pelayanan kesehatan terkait hipertensi dapat ditingkatkan kembali.
GAMBARAN PENGETAHUAN PEKERJA SEKS KOMERSILA TENTANG PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS DILOKALISASI PEMBATUAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNTUNG PAYUNG KOTA BANJARBARU
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 5 No 2 (2017): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (222.51 KB)
|
DOI: 10.31964/jck.v5i2.72
HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit yang mengancam hidup manusia. Saat ini tidak ada negara yang terbebas dari HIV/AIDS. Derajat kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh HIV dan dampak global dari infeksi HIV terhadap sumber daya penyedia kesehatan dan ekonomi sudah meluas dan terus berkembang. Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan Pekerja Seks Komersial (PSK) tentang pencegahan penularan penyakit (HIV/AIDS) di lokalisasi Pembatuan wilayah kerja Puskesmas Guntung Payung.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah para pekerja seks komersial di lokalisasi pembatuan wilayah kerja puskesmas Guntung Payung Banjarbaru tahun 2016, sampel dalam penelitian ini berjumlah 47 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden dari 47, didapatkan 46 (97,87%) responden mengetahui dengan baik tentang pengetahuan dasar HIV/AIDS, sebanyak 37 responden (78,17%) mengetahui dengan baik tentang penularan HIV/AIDS, untuk pengetahuan tentang tanda dan gejala pengetahuan responden cukup dengan hasil sebanyak responden 19 responden (40,42%), dan untuk pengetahuan tentang pencegahan penularan sebanyak 25 responden (53,19%) mengetahui dengan baik. Kepada pihak Dinas Kesehatan maupun Puskesmas Guntung Payung diharapkan agar terus melakukan promosi kesehatan, penyuluhan, dan pendidikan kesehatan, khususnya tentang pengetahuan tanda dan gejala HIV/AIDS
GAMBARAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OLAHRAGA BERDASARKAN KARAKTERISTIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS SUNGAI BESAR BANJARBARU
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 5 No 2 (2017): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.958 KB)
|
DOI: 10.31964/jck.v5i2.73
Aktivitas fisik atau olahraga sangat penting dalam penatalaksanaan diabetes karena efeknya dapat menurunkan kadar glukosa darah dan mengurangi faktor resiko kardiovaskuler. Olahraga juga bisa memperbaiki resistensi insulin, sehingga kemampuan gula untuk memasuki sel tubuh akan membaik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pemenuhan kebutuhan olahraga berdasarkan karateristik pasien diabetes mellitus di Puskesmas Sungai Besar Banjarbaru.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif karena menggambarkan pemenuhan kebutuhan olahraga berdasarkan karakteristik pada pasien diabetes mellitus. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 54 orang. Sampling yang digunakan adalah probability sampling dengan teknik simple random sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden kebutuhan olahraga terpenuhi yaitu 64,8% dan kebutuhan olahraga tidak terpenuhi yaitu 35,2%. Sebagian besar responden dengan pendidikan tinggi pemenuhan kebutuhan olahraga terpenuhi 84,6%. Sebagian besar responden yang mempunyai riwayat keluarga dengan diabetes mellitus kebutuhan olahraga terpenuhi 68,8%, sedangkan responden dengan lama waktu menderita diabetes >10 tahun sebagian besar kebutuhan olahraga tidak terpenuhi yaitu 54,1%.Kepada pihak Puskesmas Sungai Besar diharapkan dapat melaksanakan program-program yang dapat meningkatkan motivasi pasien dalam melaksanakan terapi penatalaksanaan diabetes mellitus, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan olahraga pasien
TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE PADA ANAK USIA SEKOLAH BERDASARKAN KARAKTERISTIK PENDIDIKAN DAN PEKERJAANDI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAMINGGIR KECAMATAN PAMINGGIR KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2016
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 5 No 2 (2017): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (226.77 KB)
|
DOI: 10.31964/jck.v5i2.74
Penyakit diare di Kalimantan Selatan masih termasuk dalam salah satu golongan penyakit terbesar yang angka kejadiannya relatif cukup tinggi. Keadaan ini di dukung oleh faktor lingkungan, terutama kondisi sanitasi dasar yang masih tidak baik, misalnya penggunaan air untuk keperluan sehari-hari yang tidak memenuhi syarat, jamban keluarga yang masih kurang dan keberadaannya kurang memenuhi syarat, serta kondisi sanitasi perumahan yang masih kurang dan tidak hygienis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu berdasarkan karakteristik tentang diare Di Wilayah Kerja Puskesmas Paminggir. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak usia sekolah, dan sample dalam penelitian ini berjumlah 78 responden. Untuk mengetahu tingkat pengetahuan ibu adalah dengan cara membagikan kuesioner kepada ibu yang menjadi responden.Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden berpendidikan menengah yaitu 43 orang (55.1%) dan bekerja 52 orang (66,7%), lalu banyak reponden berpengetahuan kurang 31 orang (39.7%), kemudian banyak responden berpengetahuan cukup dengan pendidikan pada tahap menengah yaitu 24 orang (30.7%), dan banyak responden berpengetahuan cukup yang bekerja sebanyak 20 orang (25.6%).Upaya yang dapat dilakukan adalah agar ibu lebih banyak mencari informasi tentang diare melalui berbagai macam media, dan petugas kesehatan seharusnya lebih intensif dalam melakukan penyuluhan kesehatan dengan baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya
TINGKAT KECEMASAN IBU PADA TINDAKAN NEBULIZER ANAKNYA BERDASARKAN KARAKTERISTIK IBU DI RUANG ANAK RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA TAHUN 2016
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 5 No 2 (2017): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.496 KB)
|
DOI: 10.31964/jck.v5i2.75
Respon kecemasan merupakan perasaan yang paling umum yang dialami oleh orang tua ketika ada masalah kesehatan pada anaknya. Orang tua juga akan merasa begitu cemas dan takut terhadap kondisi anaknya dan jenis prosedur medis yang dilakukan. Salah satu tindakan keperawatan yang menimbulkan trauma bagi anak dan orang tua yaitu tindakan nebulizer. Peneliti melakukan studi pada 10 orang sampel yang hasilnya menunjukkan 7 dari 10 ibu menunjukkan kecemasan pada tindakan nebulizer anaknya seperti, gelisah, ekspresi wajah sedih, murung, sering bertanya pada petugas kesehatan, bahkan menangis, banyak berzikir dan memberikan peringatan pada petugas kesehatan agar jangan sampai menyakiti anaknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan Ibu pada tindakan nebulizer anaknya berdasarkan karakteristik ibu di ruang anak RSUD Ratu Zalecha Martapura. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini adalah ibu yang menemani anaknya pada tindakan nebulizer yang berjumlah 36 orang menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan ibu yang tergolong usia tua cenderung mengalami kecemasan ringan sebanyak 8 responden 72,7%, tingkat pendidikan ibu dengan kategori pendidikan tinggi cenderung mengalami kecemasan sedang sebanyak 3 responden 60%, dan ibu yang pernah ada riwayat nebulizer dengan kategori sering mengalami kecemasan ringan sebanyak 8 responden 100%. Kepada tenaga keperawatan di ruang anak diharapkan dapat memberikan pelayanan keperawatan yang maksimal khususnya meminimalkan kecemasan yang dirasakan ibu dengan menjelaskan prosedur dan kegunaan tindakan nebulizer agar kecemasan ibu dapat diminimalkan.
GAMBARAN PERILAKU CARING DAN FAKTOR PERILAKU CARING PERAWAT TERHADAP PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSUD BANJARBARU TAHUN 2016
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 5 No 2 (2017): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.931 KB)
|
DOI: 10.31964/jck.v5i2.76
Perilaku caring merupakan suatu sikap, rasa peduli, hormat dan menghargai orang lain. Perilaku caring perawat dapat memberikan dampak bagi pasien maupun perawat. Kesembuhan pasien akan menjadi kepuasan tersendiri bagi perawat yang merawatnya. Namun, dalam melakukan perilaku caring perawat terhadap pasien, bisa saja terdapat faktor-faktor yang mempengaruhinya diantaranya ialah beban kerja, lingkungan kerja, pengetahuan dan pelatihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku caring dan faktor perilaku caring perawat terhadap pasien di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini ada dua yaitu, sampel pasien untuk pengukuran perilaku caring berjumlah 30 orang dan sampel perawat untuk pengukuran faktor perilaku caring berjumlah 63 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan perilaku caring perawat terhadap pasien di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru terbanyak dengan kategori baik yaitu 21 responden (70 %). Beban kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru terbanyak dengan kategori berat yaitu 55 responden (87,3 %). Lingkungan kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru terbanyak dengan kategori kondusif yaitu 54 responden (85,7 %), dan pengetahuan perawat di ruang rawat inap RSUD Banjarbaru tentang caring terbanyak dengan kategori baik yaitu 57 responden (90,5 %). Diharapkan perawat dapat mempertahankan perilaku caring yang dinilai pasien dengan tetap mempertahankan atau menyempatkan diri tetap kontak langsung kepada pasien dalam setiap melakukan asuhan keperawatan, walaupun dengan beban kerja yang berat.
GAMBARAN PEMENUHAN KEBUTUHAN KEBERSIHAN DIRI DAN TENAGA PELAKSANA DI RUANG KUMALA RSUD DR. H. MOCH ANSYARI SALEH BANJARMASIN
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 5 No 2 (2017): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.411 KB)
|
DOI: 10.31964/jck.v5i2.77
Dalam dunia keperawatan kebersihan diri merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus senantiasa terpenuhi. Dari hasil studi pendahuluan pada bulan Desember 2015 melalui wawancara pada 5 orang pasien imobilisasi di ruang Kumala RSUD Dr. H. Moch Ansyari Saleh Banjarmasin didapatkan 4 diantaranya selama dirawat 3-7 hari di rumah sakit tidak ada mandi dan 1 hanya di seka oleh keluarganya namun masih terlihat kotor. Pada 5 orang pasien imobilisasi di ruang Kumala RSUD Dr. H. Moch Ansyari Saleh Banjarmasin didapatkan 5 diantaranya selama dirawat 3-7 hari di rumah sakit tidak ada gosok gigi maupun keramas rambut. Tujuan dari penepitian adalah untuk menggambarkan pemenuhan kebersihan diri dan tenaga pelaksana pada pasien imobilisasi di ruang Kumala RSUD Dr. H. Moch Ansyari Saleh Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi penelitian ini adalah pasien imobilisasi fisik yang dirawat di ruang Kumala berjumlah 35 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil didapatkan sebanyak 17,1% pemenuhan kebersihan dirinya baik, sebanyak 20,0% memliki kebersihan diri cukup, dan sebanyak 62,9% memiliki kebersihan diri kurang. Didapatkan juga pada penelitian ini tenaga pelaksana yang berperan dalan pemenuhan keberisahan diri pasien imobilisasi di ruang Kumala RSUD Dr. H.Moch Ansyari Saleh Banjarmasin sebanyak 100% dilakukan oleh keluarga. Pemeliharaan kebersihan diri diperlukan untuk kenyaman indivividu, keamanan, dan kesehatan. Seperti pada orang sehat mampu memnuhi kebutuhan kesehatannya sendiri, pada orang sakit atau tantangan fisik memerlukan bantuan perawat untuk melakukan praktik kesehatan yang rutin.
SISTEM INFORMASI PERAWATAN TANAMAN BERBASIS INTERNET OF THINGS DI TAMAN BALAD CIPARAY KABUPATEN BANDUNG
rosmalina rosma
INFOTECH journal Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/infotech.v7i1.862
Most people in Indonesia usually have plants at their homes, places of business and so on. Balad is a place of business, which has a minimalist garden on the second floor. The limited land owned by Balad has made business owners take advantage of the existing land conditions to raise crops on a small scale. The garden is usually planted with a variety of plants to beautify and make the gardens in Balad cool. Plants grown by business owners in order to grow properly must have adequate water consumption and adequate lighting. The provision of water or watering and lighting to plants is one of the important things to keep the plants alive. Seeing this condition, business owners must do regular watering so that these plants get sufficient water consumption. Nowadays everyone has their own preferences, the same applies to business owners in Balad, so that sometimes they are forgotten to care for plants due to limited time. Information systems on plant care based on the Internet of Things help in collecting information related to conditions such as humidity, temperature, soil fertility, and plant inspection that can be controlled via a smartphone using the internet network. Internet of Things makes use of plant owners to connect with their residence or place of business from anywhere and anytime. The remote sensor structure using Microcontroller ESP8266 is used to monitor the condition of plants in the Balad park, of course, to see conditions remotely. Designing Plant Care Information Systems based on the Internet of Things, can reduce costs and update productivity standards in maintaining small-scale plants and if needed can be developed on a large scale
Perancangan Aplikasi Penyewaan Alat Berat berbasis Web pada PT. Indotruck Citra Pramata Jambi
Jurnal PROCESSOR Vol 12 No 2 (2017): Processor
Publisher : LPPM Universitas Dinamika Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
PT. Indotruck Citra Pramata Jambi is one of the companies located in the Jambi where system rental heavy equipment still use help help book , agenda , microsoft excel and microsoft word .So that problems occur that is difficult to increase the number of reservations in rental heavy equipment significantly , the slow the dissemination of information to rental and the way rental heavy equipment in detail , and the availability of and price heavy equipment that will leased and the obstacles in data processing rental heavy equipment in recording data customers , calculation data rental heavy equipment and payment. Hence , this study aims to give solution to the problem by offering application rental heavy equipment use of language programming PHP and a database MySWL where writer do system development with the methods waterfall and used the model system the unified model language use use case diagram ,activity diagram ,class diagram and flowchart, diagram. The new system produce outputs that can manage and display data heavy equipment, data rental heavy equipment ,data payment heavy equipment and data forum