p-Index From 2021 - 2026
14.459
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mentari Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik AKTUALITA Journal of Engineering and Technological Sciences Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Jurnal Ilmiah Peuradeun Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) JURNAL MANAJEMEN Educatio Visipena Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah JURNAL SERAMBI ILMU Jurnal Biology Education Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal TEPAT: Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat KOMIK (Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komputer) AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA Unes Law Review JASa (Jurnal Akuntansi, Audit dan Sistem Informasi Akuntansi) Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Pagaruyuang Law Journal Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Journal of Accounting Auditing and Business Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam JURNAL EDUKASI NONFORMAL JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Trias Politika TIN: TERAPAN INFORMATIKA NUSANTARA LEGAL BRIEF Studies in Learning and Teaching Tadulako Master Law Journal Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Jurnal Cahaya Mandalika International Journal of Engineering, Science and Information Technology Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian JHCLS Jurnal Ekonomi Proceedings of International Conference on Multidiciplinary Research Proceeding International Seminar of Islamic Studies Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Jurnal Teknologi Kimia Unimal Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam Jurnal AbdiMU Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Journal of Accounting Research, Organization and Economics (JAROE) Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Journal of Educational Research (JER) Jurnal Darussalam : Pemikiran Hukum Tata Negara dan Perbandingan Mazhab Lok Seva: Journal of Contemporary Community Service Interdiciplinary Journal of Education Analysis : Journal of Education Jurnal Maps (Manajemen Perbankan Syariah) Jurnal Malikussaleh Mengabdi JURNAL PERSEGI BULAT Maqashiduna: Jurnal Hukum Keluarga Islam Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research JURNAL REKAYASA KIMIA & LINGKUNGAN International Journal of Kita Kreatif Jurnal Pengabdian Bakti Akademisi JIS: Journal ISLAMIC STUDIES JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Syaikhuna: Jurnal Pendidikan dan Pranata Islam STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Interdisciplinary Explorations in Research Journal (IERJ) Journal of Islamic Education and Learning JIMEKA Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Pemanfaatan Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus Ammaryllifolius) Sebagai Inhibitor Korosi pada Plat Baja ST 41 dalam Media Air Payau humairah, syarifah siti; Ibrahim, Ishak; Ginting, Zainuddin; Kurniawan, Eddy; Jalaluddin, Jalaluddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i6.16235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak daun pandan wangi sebagai inhibitor laju korosi pada plat baja ST 41 dalam air payau. Variasi konsentrasi ekstrak dan waktu perendaman dieksplorasi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap laju korosi. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, penelitian sebelumnya telah fokus pada pengaruh konsentrasi inhibitor terhadap laju korosi plat baja ST 41. Namun, masih ada beberapa variabel lain yang dapat dimasukkan ke dalam penelitian ini untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif. Seperti, waktu perendaman terhadap laju korosi juga dapat dieksplorasi. Metode ekstraksi maserasi digunakan untuk memperoleh filtrat ekstrak, yang kemudian diuji untuk menentukan kandungan tanin. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak daun pandan wangi memiliki potensi sebagai inhibitor korosi, dengan penurunan laju korosi seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak dan waktu perendaman. Efisiensi inhibisi tertinggi terjadi pada perendaman selama 16 hari dengan konsentrasi 12 gr/ml, mencapai 52,04%. Pengamatan menggunakan SEM juga mengkonfirmasi perubahan morfologi permukaan plat baja ST 41 akibat korosi, dengan tingkat kerusakan yang berkurang seiring dengan penambahan inhibitor. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang penting tentang potensi ekstrak daun pandan wangi sebagai agen anti-korosi dalam aplikasi praktis di lingkungan yang korosif.
PENGARUH UKURAN PARTIKEL DAN KOMPOSISI BAHAN BAKU PADA PEMBUATAN BRIKET DARI LIMBAH TEMPURUNG KELAPA (Cocos Nucifera) DAN KULIT DURIAN (Durio Zibethinus Murr) panjaitan, Ira wardani; Jalaluddin, Jalaluddin; Bahri, Syamsul; Faisal, Faisal; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.17274

Abstract

Terus bertambahnya kebutuhan energi dan terbatasnya ketersediaan bahan bakar memunculkan keharusan untuk menemukan alternatif sumber bahan bakar lainnya. Sehingga, perlu adanya penelitian terkait guna menemukan bahan bakar alternatif yang bisa diperbarui seperti limbah batok kelapa dan kulit durian. Limbah batok kelapa dan kulit durian termasuk  biomassa yang keberadaannya jarang dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel serta komposisi bahan baku pada kualitas briket yang dihasilkan. Briket batok kelapa dan kulit durian dibuat dengan perekat tepung tapioka. Variasi komposisi bahan baku antara batok kelapa serta kulit durian yakni 100%:0%, 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, dan 0%:100%. Ukuran partikel yang digunakan adalah 50 mesh, 80 mesh dan 100 mesh. Penelitian ini sudah pernah dilakukan dengan menggunakan variasi perekat dan hanya menggunakan bahan baku batok kelapa, maka dari itu penelitian kali ini menambahkan variasi bahan baku yaitu kulit durian dan memvariasikan komposisi bahan bakunya. Pengujian karakteristik briket batok kelapa serta kulit durian meliputi proporsi karbon, proporsi air, proporsi zat mudah menguap, proporsi abu, dan nilai kalor. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kalor terbaik adalah 6250,49 kal/gr, proporsi airnya sebesar 1,154%, proporsi abu 6,501%, proporsi zat mudah menguapnya sebesar 7,091% serta proporsi karbonnya sebesar 85,254% yang didapat dari ukuran partikel 50 mesh dengan komposisi bahan baku 50%:50%.
PERBANDINGAN BIOAKTIVATOR PADA FERMENTASI PUPUK ORGANIK CAIR DARI KULIT KOPI DAN AIR TAHU Mulya, Maulana Heru; Kurniawan, Eddy; Jalaluddin, Jalaluddin; Ibrahim, Ishak; Kamar, Iqbal
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.20953

Abstract

Pupuk adalah material yang diberikan kepada tumbuhan sebagai sumber nutrisi tambahan. Pembuatan pupuk dapat menggunakan limbah yang berasal dari tumbuhan seperti limbah kulit kopi dan limbah buangan industri berupa air tahu. Dalam pembuatan pupuk organik cair dibutuhkan bioaktivator untuk mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan kualitas pupuk menjadi lebih baik. Jenis bioaktivator yang digunakan dapat mempengaruhi kualitas yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan bioaktivator yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas kandungan pada pupuk organik cair sesuai dengan Menteri Pertanian No.261/KPTS/SR.310/M/4/2019 menggunakan bioaktivator M21 Dekomposer dan EM4 dengan volume masing-masing 75 ml dan waktu fermentasi selama 14 hari. Parameter yang di analisa adalah kandungan Nitrogen, Posfor, kalium, C-Organik, dan Rasio C/N. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan bioaktivator M21 Dekomposer dalam pengolahan pupuk organik cair menghasilkan hasil terbaik dengan Kadar Nitrogen 0,84%, Posfor 0,52%, kalium 0,45%, C-organik 12,21, dan rasio C/N 14,54%. Sedangkan EM4 dengan kadar Nitrogen 0,77%, Posfor 0,47%, kalium 0,33%, C-organik 8,80%, dan rasio C/N 11,43%. Bioaktivator M21 Dekomposer lebih unggul dibandingkan EM4 disebabkan jumlah mikroorganisme yang terkandung di dalamnya lebih tinggi. Jumlah mikroorganisme akan terus berkembang sehingga akan meningkatkan kandungan bahan organik pada pupuk. Namun demikian hasil penelitian belum memenuhi baku mutu berdasarkan menteri pertanian No.261/KPTS/SR.310/M/4/2019 meskipun C-organik dan C/N sudah  memenuhi persyaratan.
Perbandingan Pembuatan Tepung Asap Cair (Liquid Smoke Powder) dari Limbah Padat Nilam (Pogostemon Cablin Benth) menggunakan Enkapsulasi Kitosan dan Maltodekstrtin Putri, Cut Nazila; Ginting, Zainuddin Ginting; Jalaluddin, Jalaluddin; Kurniawan, Eddy Eddy; Bahri, Syamsul Syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.17715

Abstract

Asap cair terbentuk melalui kondensasi atau pengembunan uap yang dihasilkan dari proses pembakaran, baik secara langsung maupun secara tidak langsung bahan-bahan yang melimpah akan lignin, selulosa, dan hemiselulosa, seperti limbah nilam, tempurung kelapa dan sabut kelapa, serta bahan-bahan lainnya. Namun, penggunaan asap cair sering dianggap tidak praktis dan sulit dalam distribusi serta transportasi. Senyawa fenolik dalam asap cair rentan terhadap oksidasi, sehingga diperlukan teknologi untuk melindungi komponen aktifnya dan mempermudah penanganannya. Salah satu solusi adalah dengan membuat tepung asap cair (liquid smoke powder) melalui enkapsulasi menggunakan kitosan dan maltodekstrin sebagai media pelapis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hasil terbaik dari kadar air (%), yield (%), bulk density (%), pH, Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS), dan pengujian Scanning Electron Microscopy (SEM). Prosedurnya melibatkan pelarutan kitosan dan maltodekstrin dengan asap cair pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30%, kemudian mengeringkannya pada suhu 130°C, 135°C, 140°C, dan 145°C. Campuran tersebut kemudian dioven selama 3 jam. Hasil terbaik untuk kadar air, yield, bulk density, dan pH diperoleh pada konsentrasi maltodekstrin 30% dan suhu 145°C, yang masing-masing sebesar 3,36%, 32%,0,794 gr/ml, dan 4,27. Uji organoleptik dari 10 responen menunjukkan rata-rata kesukaan terhadap aroma, warna, dan tekstur dengan skor 4,8, 4,7, dan 4,5. Kata Kunci: Bulk Density, Kadar Air, Enkapsulasi Kitosan, Maltodekstrin, Limbah padat dari tanaman nilam, Ph, Tepung Asap Cair, Yield.
Pembuatan Briket dari Sabut Kelapa Kombinasi Sabut Pinang dengan Perekat Tepung Tapioka sebagai Bahan Bakar Alternatif Akbar, Muhammad; Jalaluddin, Jalaluddin; Faisal, Faisal; Suryati, Suryati; Muhammad, Muhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i04.19153

Abstract

Briket adalah sumber daya yang digunakan sebagai bahan bakar pengganti tradisional dan terbuat dari sumber daya alam atau biomassa yang sulit ditemukan. Berbagai baik residu atau limbah biomassa menawarkan peluang besar antara lain adalah residu tebu, serat kelapa, dan serat pinang, Serpihan kayu, limbah kulit jagung, cangkang kelapa sawit, dan sekam padi juga merupakan potensi biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sabut kelapa dikombinasikan dengan sabut pinang, yang biasanya terbuang, menjadi arang yang memiliki nilai ekonomi. Pengujian dilakukan dengan menggunakan parameter seperti nilai kalor, kadar abu, kadar air, dan laju pembakaran. Briket tersebut, dibuat menggunakan bahan baku sabut pinang dan sabut kelapa, yang diawali dengan proses pengarangan. Setelah itu, bahan dihaluskan dan disaring menggunakan ayakan berukuran 80 mesh dengan beberapa variasi (50:50, 40:60, 60:40, 70:30, 30:70) gr, kemudian dicampur dengan perekat, dicetak dengan tekanan press 125 kg/cm2 Kemudian, bahan dimasukkan ke dalam furnace pada suhu 300°C selama 1 jam. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang membedakan dengan yang sebelumnya adalah pencampuran antara arang sabut kelapa dengan arang sabut pinang sebagai bahan baku dalam penelitian briket. Perekat yang digunakan dalam penelitian ini adalah tepung tapioka dengan variasi konsentrasi 7%, 10%, 18%, dan 20%. Penelitian menunjukkan bahwa briket yang dihasilkan SNI 1-6235-2000 memenuhi baku mutu briket, variasi perekat 7% menghasilkan hasil terbaik, dengan kadar air sebesar 4,4696% dan kadar abu sebesar 4,3799%, nilai laju pembakaran 0,256 gram/menit, dan nilai klor 5,96271. Kata Kunci : briket , kadar abu, kadar air, laju pembakaran, nilai kalor, Sabut Kelapa, Sabut Pinang, dan Tepung Tapioka
Pembuatan Bioetanol Dari Kulit Nanas Dengan Metode Hidrolisis Dan Fermentasi Dengan Menggunakan Saccharomyces Cerevisiae Andara, Silvia; ZA, Nasrul; Kamar, Iqbal; Jalaluddin, Jalaluddin; Fibarzi, Wiza Ulfa; Ibrahim Muthawali , Dede
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.21332

Abstract

Cairan yang disebut bioetanol diproduksi ketika mikroorganisme membantu fermentasi karbohidrat (pati). Dengan bantuan aktivasi ragi, bioetanol dapat dibuat dari tanaman yang mengandung banyak komponen selulosa dan pati. Memanfaatkan limbah kulit nanas yang dibuang di masyarakat, terutama dari penjualan buah potong, merupakan tujuan penelitian ini. Dengan fluktuasi suhu 60°C, 80°C, dan 100°C untuk hidrolisis dan periode fermentasi selama lima hari, metodologi penelitian menggunakan hidrolisis, fermentasi, dan distilasi. Berdasarkan hasil penelitian, yield tertinggi diperoleh pada suhu hidrolisis 100°C dengan massa ragi 12 gram sebesar 4,7439%, densitas terbaik diperoleh pada suhu hidrolisis 80°C dengan massa ragi 12 gram sebesar 0,8112 gr/ml, dan kadar bioetanol tertinggi diperoleh pada suhu hidrolisis 100°C dengan massa ragi 12 gram sebesar 11,2794%. Panjang massa ragi dan jumlah glukosa yang dihasilkan mempengaruhi besar kecilnya kadar. Nilai densitas bioetanol yang dihasilkan memenuhi Standar Nasional Indonesia. Dengan yield dan densitas masing-masing sebesar 4,7439%, 0,8112 gram/ml, dan 11,2794%, uji GC-MS menunjukkan adanya komponen etanol pada sampel uji, khususnya pada suhu operasi 80°C dan massa ragi 12 gram. 
Pemanfaatan Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia Catappa) sebagai Inhibitor Korosi pada Plat Baja ST 37 dalam Media Air Laut Dian, Hadyan; Rizka Nurlaila, Rizka Nurlaila; Azhari, Azhari; jalaluddin, jalaluddin; zulnazri, zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.23544

Abstract

Korosi merupakan proses degradasi logam akibat reaksi elektrokimia dengan lingkungan sekitarnya. Salah satu upaya mitigasi korosi adalah melalui penggunaan inhibitor, yakni senyawa yang mampu menurunkan laju korosi. Ekstrak daun ketapang diketahui mengandung tanin, senyawa organik yang dapat berperan sebagai inhibitor alami melalui pembentukan kompleks pelindung pada permukaan logam. Baja ST 37, yang banyak digunakan dalam konstruksi mesin, memiliki kandungan unsur Fe lebih dari 90% dan karbon antara 0,022–0,30%, dengan kekuatan tarik mencapai 37 kg/mm². Pada penelitian ini, ekstrak daun ketapang dimanfaatkan sebagai inhibitor hayati pada konsentrasi 50, 100, dan 150 ppm, dengan durasi pencelupan ditetapkan selama 12 hari. Pengukuran dilakukan secara bertahap pada hari ke 3 dst. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi inhibitor menyebabkan penurunan laju korosi, sedangkan perpanjangan waktu perendaman cenderung meningkatkan laju korosi. Tingkat korosi paling rendah tercatat sebesar 0,0368 mm/tahun diperoleh pada konsentrasi 150 ppm di hari ke-12, dengan efisiensi inhibisi tertinggi mencapai 72%.
PEMANFAATAN MINYAK NILAM ACEH UTARA SEBAGAI FIXATIF AGENT DALAM PEMBUATAN PENGHARUM RUANGAN BERBASIS CAIR Sitanggang, Evi Dahliani; Jalaluddin, Jalaluddin; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 1 No. 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i1.3528

Abstract

Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang cukup penting sebagai komoditi ekspor Indonesia. Industri minyak nilam Aceh, yaitu di wilayah Lhokseumawe-Aceh Utara mulai berkembang sejak tahun 1996, dan diketahui nilam Aceh Utara merupakan varietas tanaman nilam terbaik kedua di dunia dengan kandungan patchouli alcohol 34,46 %. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan hasil pengaruh minyak nilam terhadap produk pengharum ruangan dan untuk mendapatkan formulasi yang menghasilkan tingkat keharuman yang lebih kuat dan tahan lama. Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah minyak nilam Aceh Utara, Etanol 76 %, Bibit pewangi, dan Propilen glikol, kemudian dilakukan pencampuran bahan-bahan dengan cara dihomogenisasikan manual selama 1-2 menit. Hasil penelitian menunjukan dalam uji organoleptik formulasi pengharum ruangan dalam minyak nilam pada volume 0,15 ml, 0,25 ml dan 0,4 ml didapat hasil yang terbaik pada volume minyak nilam 0,25 ml. Hasil pengharum ruangan yang didapatkan sangat wangi dan beraroma khas kopi dan wangi nilam yang lembut. Volume 0,25 ml digunakan untuk sebagai pengujian di variabel terikat. Dari hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pengharum ruangan yang banyak disukai panelis ada pada pengharum ocean fresh dan terdapat formulasi pertama dan ke enamlah yang dianggap paling harum dengan perbandingan zat pewangi (kopi): pelarut sebanyak 3 ml:2 ml. Dalam Uji ketahanan Wangi hasil menunjukan pada formulasi keempat yaitu formulasi perbandingan zat pewangi 4 ml dan pelarut 2 ml yang dipengaruhi oleh bobot/berapa panjangnya sisa zat cair. Dalam uji penyerapan zat cair hasil menunjukan yang lebih cepat menguap dan habis ada pada formulasi ketiga yaitu zat pewangi (kopi): pelarut sebanyak 3 ml:3 ml. Hasil penguapan zat cair menunjukan total terbesar persen penguapan dihasilkan pada ruangan yang diberi kipas angin.
KARAKTERISASI METIL ESTER DARI MINYAK KEPAYANG (PANGIUM EDULE REINW) MELALUI PROSES TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS KULIT JENGKOL (ARCHIDENDRON PAUCIFLORUM) Sitorus, Ika Pratiwi Berliana; Meriatna, Meriatna; Masrullita, Masrullita; Jalaluddin, Jalaluddin; Nurlaila, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 3 No. 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i6.11968

Abstract

Metil ester adalah salah satu jenis ester yang dapat digunakan sebagi bahan bakar alternatif untuk mesin diesel yang terdiri dari ester monoalkil dari minyak nabati atau minyak hewani. Minyak nabati yang gunakan adalah Minyak kepayang (Pangium Edule Reinw). Penelitian tentang metil ester sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah pembuatan metil ester dari minyak kepayang (pangium edule reinw) dengan menggunakan katalis kulit jengkol dengan suhu kalsinasi 500oC dan waktu 4 jam. Penelitian ini bertujuan untuk memakai katalis heterogen yang didapat dari kulit jengkol yang di furnace pada suhu 500°C selama 4 jam untuk menghasilkan metil ester dari minyak kepayang. Metil ester dan gliserol diproduksi dari minyak dan metanol dengan proses transesterifikasi. Setelah itu, gliserol dan metil ester dipisahkan dan dimurnikan. Pengaruh dari variabel waktuk respons dan  dosis katalis di amati dalam penelitian ini. Yield maksimum pada 100 menit dan jumlah dosis katalis 5%, densitas hasil terbaik 0,878 mg/ml selama waktu reaksi 80 menit jumlah dosis katalis 4%,  dan viskositas yang terbaik adalah 2,52 cSt yang  merupakan karakteristik dari metil ester. Kadar air yang diproleh sebeser 0,02% selama waktu reaksi 60 menit Dengan berbagai jenis permainan yang lengkap, mulai dari poker, blackjack, hingga slot bertema menarik, indohoki77 memanjakan para pemain dengan beragam pilihan dengan jumlah dosis katalis 5% selama waktu reaksi 100 menit. Penelitian ini menunjukan bahwa katalis berbasis kulit jengkol dapat dimanfaatkan untuk produksi metil ester.
PEMANFAATAN AMPAS KOPI SARING SEBAGAI ARANG AKTIF DALAM MENYERAP LOGAM KHROMIUM VI (Cr6+) Prasatia, Ridha; Meriatna, Meriatna; Masrullita, Masrullita; Jalaluddin, Jalaluddin; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.12128

Abstract

Kromium VI (kromium heksavalen) adalah bentuk senyawa dari unsur yang dihasilkan oleh proses industri. Logam berat ini dianggap sebagai karsinogen manusia dan berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan. Paparan kromium VI dapat terjadi melalui inhalasi, konsumsi, dan kontak kulit. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh logam berat terlarut adalah adsorbsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruhi waktu dan massa terhadap pemurnian logam Cr6+, serta mengetahui model isotherm yang digunakan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya menggunakan adsorben dari kopi robusta dan menyerap logam Cr6+ dalam limbah cair batik, pada penelitian ini menggunakan ampas kopi saring dan larutan kalium dichromate. Adapun variabel yang divariasikan pada proses adsorbsi ini dengan massa 2,5; 3 dan 3,5 gram pada waktu 30, 60, 90, 120, 150 menit. ampas kopi saring dihaluskan terlebih dulu, kemudian dimasukkan kedalam furnace pada suhu 300°C selama 4 jam setelah itu diaktivasi dengan HCl. Larutan kalium dikhormate disiapkan kemudian dimasukkan adsorben yang telah diaktivasi sesuai dengan variasi massa yang telah ditentukan, aduk menggunakan stirrer dengan kecepatan 150 rpm sesuai dengan variasi waktu yang telah ditetapkan. Hasil terbaik dari penelitian diperoleh penurunan konsentrasi larutan kalium dikhromate 4,9386 ppm, kapasitas adsorpsi tertinggi sebesar 0,191548 mg/g, efisiensi adsorpsi sebesar 8,231%, hasil terbaik  didapatkan pada variable massa adsorben 3,5 gram, dan waktu adsorpsi 150 menit. Model isotherm yang digunakan adalah isotherm Freundlich dengan nilai R2 0,9943. Pengujian FTIR ampas kopi saring memiliki gugus fungsi dari mineral karbonat, alkana, gugus C-C, C-O, CºN, C-Br yang dapat berperan penting dalam proses adsorpsi.
Co-Authors - Khairil AA Sudharmawan, AA abdullah, humaira Abrar, Muhammad Ifan Adabi, Muhammad Ikhwan Ade Irma Suryani Adhitya, Andika Restu Adrin, Prista Agung Munandar Agus Yasin Agustina, ria Ahmad Fikri ahmad yani Ahmadi Hasan Aisyah Aisyah Akmal, Nurul Akmal, Nurul Akrom, Muhamad Al Aufi, Afin Alberth Nugrahadi Ndun Alias Azhar, Alias Amalia, Erlisa Amellya, Shebrina Amme, Rudi Amri, Samsun Ananda, Dhea Riski Anas, Kamal Andalia, Nurlena Andalia, Nurlena Andara, Silvia Ansary, Khairil Anshari, Hafiz Arfandy Arfandy Ariaty, Ariaty Arief, Rifqy Lamkaruna Arif Fitria, Rizal Arrahman, Berryl Chaliq Aseri, Akhmad Fauzi Aswad, Musriadi Aurora, Tassa Azhari Azhari Azhari, Fathurahman Azwir Azwir Azwir Baharuddin, Dharina Bahri, Syamsul Syamsul Batara, Gamal Bette, Yustiani Y Budhi Santri Kusuma Bustaman, Bustaman Chairinnisa, Chairinnisa Deden Makbuloh Devi, Sri Marlia Dian Aswita, Dian Dian, Hadyan Dina Amalia Dina Ariani, Dina Djafar, Zuriyati Djufri - Eddy Kurniawan Effendy Arif Eka Octavian Pranata Elyana, Eneng Erdiansyah, Ahmad Fahri Erfan, Zainul Ernawati, Luh S. Evi Apriana Fadlisyah Fadlisyah Faisal Faisal Fathurrahman Azhari Fauziah, Siti Salma Fazira, Zetta Febriyanti, Dewi Fibarzi, Wiza Ulfa FIKARLIA, FIKARLIA Fikri, Ahmad Ma’mun Firman Wahyudi, Firman Wahyudi Firmansyah, Juli Fitriani Fitriani Furqon, Muhamad Ginting, Zainuddin Ginting Gusti Muzainah Hafiizh Maulana Halim, Ahmad Rasyidi Halimatussakdiah Halimatussakdiah Hambali Hambali Hamdani Hamdani Hamdi, Fahmi Hammoodi, Samira Hasibuan, Khalil Gibran Herlina Herlina Heru Satria Tambunan, Heru Satria Hikmah Hikmah Hukaimah, Hashifah Humaira, Hisanah humairah, syarifah siti Husaini, Hasan Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Muthawali , Dede Ibrahim, Ishak Ida Hasmita, Ida Ilka Sandela Imam Muslim, Rachmat Indra K, Tri Nanda Irawan, Andhi Irma Suryani Ishak Ishak Ishak Ishak Iwan Jazadi Jaidi, Muhammad Jamilah, Sri Jauziati, Baiq Juanda Juanda Juanda Juanda Jumarsa, Jumarsa Jumriah Langkong, Jumriah Kamar, Iqbal Kasim, Lukman Khafidah, Wahyu Khairunnisa Khairunnisa Komarudin Komarudin Kuniawan, Eddy Kurniawan, Eddy Eddy Lawa, Alvrado B. Leni Maulinda, Leni Lidia Wati Lisa Andriani lismarita, lismatrita Long, Ahmad Sunawari bin Lukman Hakim Luthfi, FuaD Luvia, Indal M. Fahmi Al Amruzi, M. Fahmi M. Rizal Yahya Machfud, Andi Maghfuri, Safiul Mahardani, Rosita Arya Mahdani, Mahdani Mahlia, Yamnur Mahmud, Hamdan Mahmud, Moh. Maidar, Maidar Malik, Agus K. Manafe, Nitty C. Manan, Maidar Abdul Manurung, Farida Win Sari Mariani Mariani Mariani, Siti Salmiyatun Marwan Marwan Masrullita, Masrullita Maulina, Putri Megawati - Meriatna Meriatna Miftahuddin Miftahuddin Miki Wijana Mohlis, Mohlis Moulia, Nouvan Muchtamarini, Yulia Muhamad Akrom Muhamad Kholid, Muhamad Muhamad Shadiq, Gusti Muhammad Adam, Muhammad Muhammad Akbar MUHAMMAD HARIS Muhammad Haris Riyaldi, Muhammad Haris Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Syahid Muhammad Syam, Azhari Muhammad Yasir Yusuf Muharrir Muharrir Muhsin Aseri, Muhsin Muis, Muhamad Ali Muja'hidah, Muja'hidah Mukhlis Yunus Mulik, Simon E. Mulya, Maulana Heru Mulyawan, Rizka Muslihuddin, Gusti Musriadi, Musriadi Muthawali, Dede Ibrahim Nabila, Nabila Nadya, Nova Nafi, Muhammad Nasaruddin Salam, Nasaruddin Nasikin, Moh. Nasrul ZA, Nasrul Nasrun Nasrun Nasrur Rahman Nasution, Ade Iskandar Nasution, Hermawan Nellis Mardhiah Nguru, David A. Nirva Diana Nizam, Ahmad Norrahman, Rezki Akbar Nourma Ulva Kumala Devi Nouvan Moulia Novi Sylvia Novita Sari Noviyanti, Anita Nuhari, Insan Nuraeni Nuraeni Nuraini Nuraini Nurila, Yurma Nurlaila, Rizka Nurmalita Nurmalita Nurul Akmal Nurulloh, Muh Zulhifzi Nurwijayanti panjaitan, Ira wardani Pelawi, Erisantana Petrus Kune Piarah, Wahyu H Prasatia, Ridha Pratama, Agus Pratiwi, Dirgahayu Purwoko, Agus Puteri, Febbyola Putri, Adzqi Amalia Putri, Cut Nazila Putri, Tasya Ananda Queennenza, Mareta Syamsya Rafsanjani, Aiza Rahadian, Mohammad Febry Rahayu, Dita Rahma, Ayu Rahman, Andi Nur Faidah Rahmawati, Aulya Ramlah Ramlah Raudhatul Jannah Ridha, Ismu Riwu, Agus R. Rizani, Rasyid Rizka Nurlaila, Rizka Nurlaila Rosa, Indah Puspita Rosalinda Rosalinda Rosmiyati Rosmiyati Rozanna Dewi Rustan Tarakka Sabahanudin, Sabahanudin Safrida Safrida Said Musnadi Saiful Bahri Saifullah Saifullah Sakir, A Salfiyadi , Teuku Salsabilla, Raudhah Saragi, Lambok Pamancar Sari, Mira Permata Sari, Winning Amintas Kartika Waruwu Sartika Sartika Setiawan, Muh. Setyowati, Irma Sharfina Permata Noor, Erla Shesa, Laras Sinaga, Dicky Hartama Sirait, Wiranto Hernandesz Siregar, Muhammad Ridha Sitanggang, Evi Dahliani Siti Aisyah Siti Mayang Sari Sitorus, Ika Pratiwi Berliana Sogen, Yohanes G. Sri Astuti, Veronica Sugeng Rianto Sukarman Purba Sulhatun Sulhatun Surya, Erdi Suryani, Ni N. Suryani, Ni Putu F. Suryati Suryati Susanti Susanti Syahfitri, Ajeng Syahir, Ahmad Syakur, Syabburin Syam, Burhanuddin Syamsul Bahri Syarifuddin Syarifuddin Syukriy Abdullah Tahir, Mulyati Muhammad Tamimi, Azlya Salsabila Tampubolon, Heriansyah Tarigan, Jhodi Okta Albiqho Teuku Meldi Kesuma, Teuku Meldi Theedens, Jonas F. Trisna, Nila Uly, Kirenius Umairoh, Ummi Umi Hijriyah Umuri, Khairil Urrahmah, Syifa Usman, Musliadi Bin Uswatun Hasanah Utami, Henny Septia Utami, Lia Walil, Kamal liansyah Waruwu Sari, Winning Amintas Kartika Widari, IGA Wijana, Miki Wiyani, Sri Yuana, Adella Yuliani , Ma’rifah Yundari, Yundari Yuniardi, Harry Yunus, Marthen Zainuddin Ginting Zaizafun, Rena Zakaria Zakaria Zakaria, Radhiah Zaki Mubarak, Muhammad Zihab, Zihab Zuhri, Al Zulfa, Rahmita Zulfikar, Muhammad Nahyan Zulnazri, Z Zurrahmi, Zurrahmi