Claim Missing Document
Check
Articles

Pancasila di Era Milenial : Makna dan Relevansinya Bagi Masa Depan Bangsa Ridho Salyo; Iwan Syah; Henni Mikawati; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v1i2.486

Abstract

- Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara Republik Indonesia yang telah dijadikan sebagai landasan dalam membangun dan menjaga keutuhan bangsa. Makna Pancasila mencakup nilai-nilai fundamental yang memperkuat keberagaman, persatuan, dan kesatuan di tengah masyarakat Indonesia yang beragam suku, agama, budaya, dan bahasa. Dalam konteks masa depan bangsa, Pancasila memiliki relevansi yang besar dalam membangun fondasi yang kuat bagi pembangunan berkelanjutan dan kemajuan bangsa Indonesia. Pancasila adalah ideologi yang mendasar dan menjadi dasar negara Indonesia. Pancasila memiliki lima prinsip yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila memiliki makna penting bagi masa depan bangsa Indonesia karena mampu menjadi pedoman dalam mencapai tujuan negara, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Pancasila tetap relevan bagi masa depan bangsa karena mampu menjadi landasan dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan zaman. Pancasila mendorong pembangunan yang berkelanjutan, demokratis, dan berkeadilan sosial. Pancasila juga mampu menjadi sarana dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta menghindari konflik horizontal. Selain itu, Pancasila mampu menjaga keberagaman budaya dan agama di Indonesia, sehingga mampu memperkuat toleransi dan kebersamaan antarwarga negara. Dengan demikian, Pancasila menjadi kunci penting dalam mencapai tujuan pembangunan nasional dan kesejahteraan rakyat.
Seni dan Kreativitas Sebagai Medium Pemersatu Dalam Masyarakat Multikultural adinda; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v1i2.489

Abstract

Melihat masyarakat Indonesia yang multikultural, penting untuk mengembangkan pendekatan yang mempromosikan persatuan dan keberagaman. Salah satu jalan yang dapat digunakan adalah melalui seni dan kreativitas. Peneitian ini bertujuan untuk menyampaikan gagasan yang mendalam tentang bagaimana seni dan kreativitas dapat menjadi alat yang kuat untuk mempersatukan masyarakat multikultural. Dalam penelitian ini, kami menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis literatur dan penelitian terkait seni, kreativitas dan masyarakat multikultural. Kami mengeksplorasi bagaimana seni dan kreativitas dapat memainkan peran penting dalam membangun pemahaman, rasa hormat, dan mempromosikan persatuan dalam konteks masyarakat yang heterogen.
Pengenalan Lagu Daerah dan Lagu Nasional Republik Indonesia Untuk Calon Guru Sekolah Dasar Abad 21 Fina, Fina nur syarifah; Hilda Dwi Cahyani; Intan Nisrina Kamilah; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 1 No. 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v1i3.492

Abstract

Pendidikan adalah segala pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosial mereka Dalam menumbuhkan sikap nasionalisme atau cinta tanah air pada peserta didik, sebagai guru atau calon guru harus selalu menginformasikan halhal mengenai nasionalisme kepada mereka terutama melalui lagu nasional dan menjelaskan arti pentingnya hari-hari besar nasional. Ketika seseorang terlalu mengapresiasi kebudayaan lain melebihi apresiasinya terhadap kebudayaannya sendiri, maka kebudayaannya akan terkikis. Seperti sekarang ini, siswa SD lebih sering menyukai lagu-lagu modern seperti lagu pop, dangdut, dan kpop dibandingkan lagu daerah dan lagu nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi literatur.
Analisis dan Evaluasi: Program Pendidikan Inklusi Melalui Sekolah Dasar Alya, Alya Nurul Aeny; Wahyu Rahmadhani, Lathifah; Maghfira Azzahra , Syifa; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 1 No. 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v1i3.495

Abstract

Evaluasi program pendidikan inklusi di sekolah dasar merupakan upaya untuk memastikan keberhasilan program inklusi dan memberikan kesetaraan bagi siswa dengan kebutuhan khusus untuk berkembang dalam lingkungan yang inklusif. Evaluasi program harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk keberhasilan bagi siswa inklusi, kenyamanan siswa, kesesuaian program dengan undang-undang, tanggapan orang tua, dan ketersediaan dana untuk mendukung program inklusi. Ada beberapa bentuk praktik evaluasi yang dapat dilakukan, seperti melakukan observasi kelas inklusi, survei siswa, wawancara dengan guru, pengukuran hasil belajar, dan konsultasi dengan ahli pendidikan inklusi. Setelah dilakukan evaluasi, perlu dilakukan refleksi untuk mengevaluasi kembali proses evaluasi dan mempertimbangkan upaya yang perlu dilakukan selanjutnya. Melalui evaluasi dan refleksi yang tepat, sekolah dapat memperbaiki program yang ada dan memberikan dukungan yang lebih baik untuk siswa inklusi. Hal ini guna memastikan bahwa siswa inklusi dapat belajar dan berkembang dalam lingkungan yang inklusif dan mendapatkan kesempatan yang sama dengan siswa lainnya.
Peran Multikulturalisme: Menghadapi Tantangan dan Membangun Kesetaraan Budaya Dyah Ayu Putri Zahra; M. Rafiudin; Nur Laila; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v1i2.499

Abstract

Peran multikulturalisme dalam pemberdayaan perempuan menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan dan membangun kesetaraan budaya dalam masyarakat yang beragam. Jurnal ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana multikulturalisme dapat berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan, serta mengatasi tantangan yang muncul dalam perjalanan menuju kesetaraan gender. Melalui penelitian terkait, kami menemukan bahwa multikulturalisme dapat memainkan peran yang signifikan dalam menghadapi stereotip gender yang ada dalam berbagai budaya. Dengan mempromosikan dialog antarbudaya dan penghargaan terhadap keberagaman, multikulturalisme dapat membantu menggoyahkan pandangan yang membatasi perempuan dalam berbagai peran dan tanggung jawab. Namun, tantangan yang dihadapi dalam implementasi multikulturalisme dalam pemberdayaan perempuan tidak dapat diabaikan. Konflik nilai dan norma dapat membatasi kemajuan dan menyebabkan hambatan dalam mencapai kesetaraan gender. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang sensitif dan kolaboratif dalam mengatasi tantangan ini, dengan menghormati dan mengintegrasikan nilai-nilai budaya yang positif, sambil mempromosikan nilai-nilai universal tentang kesetaraan dan hak asasi manusia. Selain itu, multikulturalisme juga berperan dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui pendidikan dan kesadaran.
NKRI Sebagai Futuristik Hidup Bangsa Indonesia Dalam Kehidupan Sehari-hari Dina, Dina Dwi Fatmawati; Farah Addina Syafa; Hilmiyatu Zahra; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i2.507

Abstract

Arti Negara kesatuan adalah Negara yang berdaulat, diselenggarakan sebagai satu kesatuan tungggal, dimana perintah pusat merupakan yang tertinggi serta satuan – satuan subnasionalnya hanya menjalankan suatu kekuasaan yang sudah dipilih oleh pemerintah pusat untuk didelegasikan. Bagian pemerintahan kesatuan ini diterapkan oleh banyak Negara di dunia. Dalam Negara kesatuan hanya ada satu konstitusi, satu kepala Negara, satu dewan menteri (kabinet), serta satu parlemen. Demikian pula dengan pemerintah, yaitu pemerintah pusat yang memegang wewenang tertinggi di dalam segala aspek pemerintahan. Ciri utama Negara kesatuan adalah supremasi parlemen pusat dan tidak adanya badan –badan lain yang berdaulat.
Revolusi Pendidikan di Era Society 5.0; Pembelajaran, Tantangan, Peluang, Akses, Dan Keterampilan Teknologi mira, Almirah nur sakiinah; alfi , alfi fadliya putri mahya; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v1i2.508

Abstract

Menavigasi tantangan dan peluang pembelajaran berbasis teknologi adalah topik yang semakin relevan di era digital saat ini. Dalam konteks ini, teknologi dapat menjadi alat yang sangat berguna untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa. Namun, ada tantangan yang harus diatasi, seperti kurangnya akses ke teknologi, kurangnya keterampilan teknologi, dan masalah keamanan data. Di sisi lain, ada peluang besar untuk memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pembelajaran, seperti penggunaan platform pembelajaran online, aplikasi mobile, dan perangkat lunak pembelajaran yang inovatif. Dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang ini, penting bagi pendidik dan siswa untuk memahami dan menavigasi dunia pembelajaran berbasis teknologi dengan bijak. 
Pudarnya Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Masyarakat hafazfazlur; hafaz fazlur; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 1 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v1i2.514

Abstract

Pudarnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat merujuk pada penurunan atau hilangnya penghargaan, pemahaman, dan praktik terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia yang terdiri dari lima nilai dasar, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sebagai sebuah negara dengan penduduk yang beragam secara etnis, agama, budaya, dan suku, Indonesia menghadapi tantangan dalam mempertahankan dan memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakatnya. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mengandung lima nilai yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Persfektif; Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Pembelajaran Abad 21 di Sekolah Menengah Pertama Annisa Tsamratul Fuadah; Nova Aulia Choerunnisa; Siti Tasniah Herniati; Ikhsan Muhamad Mudjenan; Muhammad Lutfi Hasan; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i2.531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan mendeskripsikan kendala atau keterbatasan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran abad 21 di sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian studi kepustakaan (library research) atau (literature review). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Validitas data yang digunakan ditentukan oleh observasi dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menujukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran abad 21 di sekolah menengah pertama adalah (1) Teknologi informasi dan komunikasi digunakan untuk membuat rancangan pembelajaran melalui eksplorasi model, metode, dan strategi pembelajaran; (2) Guru menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber informasi tambahan; (3) Siswa menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber belajar; (4) Guru memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memvisualisasikan konten yang abstrak; (5) Guru memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan pembelajaran dalam jaringan; (6) Guru menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Namun di sisi lain, kendala pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran abad 21 di sekolah menengah pertama antara lain (1) Kompetensi guru untuk menggunakan teknologi ke dalam pembelajaran belum memenuhi; (2) Kurangnya sumber daya IT; (3) Perangkat multimedia dengan spesifikasi yang mencukupi belum tersedia. Kata kunci: Pemanfaatan TIK, Pengajaran, Pembelajaran Abad 21, Teknologi Pendidikan.
Butterfly Effect: Satu Hal Kecil Yang Merubah Hidup Sepenuhnya Santoso, Gunawan; Restu M Hasbylah; Cholichul Hadi; Masduki Asbari; Meilanta Rantina
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.534

Abstract

Tujuannya adalah untuk memahami pandangan Restu M Hasbylah dari channel YouTube 1 Hari Sukses tentang "Butterfly Effect: satu hal kecil yang merubah hidup sepenuhnya". Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa butterfly effect tidak hanya terjadi pada makhluk hidup, tetapi juga pada cuaca. Penelitian ini dimulai dengan pertanyaan tentang bagaimana terjadinya butterfly effect. Butterfly effect adalah teori kekacauan yang terjadi karena perubahan kecil yang terjadi di suatu tempat dan berpengaruh pada tempat lain.
Co-Authors - Sapriya 29Neneng Aan Supiati Abdah, Milda Nur Risma Abdillah Abdul Aziz Hatapayo Abdul Karim, Aim Abidzar, Muhammad Acep Acep, Vera Dwi Apriliani ADELIA, PUTRI Adhisty Septia Hidayat Adilah Syafiyah Ramadhani Adinda adinda putri darmanto Afriza Aprilian, Muhamad Agung Purwanto AGUS PURWANTO Agus Suradika Agustina Ahmad Fadly Ahmad Razan Ahmad Susanto ahmad suyudi Ahmad Syariuddin ahmad yani Aim Abdul Karim, Aim Abdul Aim Abdulkarim Aini, Zahratul Aisiyah, Aay Aisy, Difa Rafidatul aisyah tania amanda Ajmah Najibah Al Jabri, Nifin Abdullah Aldiansyah, Agitha Rizky alfi , alfi fadliya putri mahya Alia, Alia Zulfa Ramadanti Alika Atha Amani Aljundi, Faisal Almaira Putri Alustri Darmawati Alviana, Nur Kholifah Alya, Alya Nurul Aeny Alzein Alfatih Amalia Amalia Bintang, Rizka Amelia, Sabilah Amril Andi Afif Alwajih Andi Sukri Adam Andraini, Mayhati Ayu Anggraini, Devi Marlita anindia, eka bella Annisa Qotrunnada Sofyana Hamzah Annisa Tsamratul Fuadah Apriatna, Naura Ghazia Apriliyah, Mega Apriliyani, Dinda Ardelia, Metha Abidah Ari Metalin Eka Puspita Ari Metalin Ika Puspita Arifin Arifin Asbari, Masduki Asbari, Raihan Arsyad Firdausy Asep Hendrayana, Asep Astari Zahra Atfal, Marwiyatul Atmadja, Zahra Syafitri Aulia Rizqy, Haevina Aulia Safira Septiana Aulia Sartika Aulia, Adellia Rosita Aulia, Prizka Ade Ayu Dwi Zam Zam Khumairo ayu dwi zam zam khumairo, ayu dwi Ayu Permana, Destira Az Zahra Salsabila azhar, Ahmad Azhar Azmi Ramadhania Azmi, Ahmad Fikrie Azra Alya Sakinah Azrasabiy, Haikal Azzahra, Filosophia Azzahra, Filosophia Azzahra Baihaqi, Mochamad Fikri Bitan, Intan Arsyah Utami Bunyamin Maftuh Chahyadi, Matlahu Chairudin, Muhamad Chantika Mukti Ardi Choirunnisa, Rifda Cholichul Hadi Cicilia, Indah Cucu Suryati, Mina Nur'azizah Damayanti , Annisa Dari, Tri Ulan Darmini Darmini dava, Muhammad Dava Dela Safitri Dewi, Dewi Puji Lestari Dhilla Adhika Prawesti dina ichsanurrahmah Dina, Dina Dwi Fatmawati Dinda, Adinda Rizkyta Duwith, Desiana Dwi Apriliani, Nur Avifah Dwi Apriliani, Vera Dwi Fitriani Dwi Kurniarahman, Yoyok Dwi Susanti Dwi, Melanie Dyah Ayu Putri Zahra Dyah Wulandari Dzikrullah, Sakha Eka, Ismalia El abid, Mohammed Elfirza, Elfirza Elva Susanti Eneng Martini Etik Murtini Fadhilah, Allya Azizatul Fadil, Satiya Fadil Mahesa Fadli, Septi Aulia Fadlian Rafa Prawira fadya, Kinanti Fahik, Marselina Consita Bete Fahrezi, Muhammad Saddam Fairuza, Naila Fairuza Fakhmi, Baqiyatul Falikah Hayatun Nufus Farah Addina Syafa Farrasya Zubaer Fatharani Zahrah Fatimah Faznur, Lutfi Syauki Febiansyah Febiyanti, Nabila Fina, Fina nur syarifah Firman, Nadya Amelia Putri Firna Afifatun Nuha Fitri Awaliyah Fitri Yati Fitria, Annis Fitriyani, Nurmillah Laila Frischa Amalia Imanda Futeri, Firly Audia galuh, herdhianto galuh saputro Geifira, Ghaitsa Ghaitsa Geifira Shofa Ghozali, Salismiati Gultom, Adelia Angelia Gumelar, Abih Gunarsih, Lutfia Gunawan, Ayub Gunawan, Ayub Gunawan H Umsipyat, Gamaria Hadi Haryanto hafaz fazlur hafazfazlur Hafidah , Imroatul Hana Nurhasanah Handayani, Pingkan Setia Hanif Fadli Yanuar Hariyanti, Supry Hartiyani, Eka Septi Hatapayo, Abdul Aziz Hatta, Nadisya Rachelia Hendra Setyawan, Hendra Henni Mikawati Hermansyah, Rivaldy Hermawan, Cecep Maman Hermayanti, Nur Indah Hery Widijanto Hidayah Assaadih, Hilwa Hidayat, Adhisty Septia Hidayat, Muhammad Nur Syahroni Hidriana Hilda Dwi Cahyani Hilda Novianti Hilmiyatu Zahra Hodijah safitri Hujaimah, Salamah Hurriyah, Nada Ibrahim, Maulana Ichsanurrahmah, Dina Iftiyah Safitri Ihsan Nulfadli, Desi Rahmayani Iin Ikhsan Muhamad Mudjenan Imam Muhtadin Imam Wahyudin Imas Yulistia Imawati, Sri Immawati, Sri Inah Inrayani Intan Nisrina Kamilah Iran Purnawan Irega Gelly Gera Irham Mahfud Irhamni Irsyam, Irsyam Fajar Attaulloh Ismiatul Hasanah Iswadi Ishak Alwi Iswan Iwan Syah Izzah Mustika, Naura Jalinus jihan, jihan alifah hind Joko Pramono Kafka, Maghrifa Kafka Razaqa kami, Nurhayati Karsono Kartika, Deswita Kasno Keysa Najmi Salma Herdani Kharunissa, Siti Nur Khoirroni, Inayah Adhani Komalasari, Lisa Kudori, Masngud Kurniawan - kurniyawan, adit Kusnaedi, Edi Lafendry, Ferdinal Laila Ningtyas Laila Nurhidayah Latifa, Marfa Azzahra Tyara Lativa Qurrotaini Lestari, Dira lestari, restu lestari Lestari, Silvi Lilis Handayani Lutfi M. Rafiudin M. Ripan Jamil Ma'mun Murod Maftuh , Bunyamin Maghfira Azzahra , Syifa Magtublo, Rulia AR Mahdavikia, Ivan Majenih Mamun Murod Mansyur Hidayat Manurung, Irna Marcelin Mardiani Mardiyati, Nabila Dewi Mariani, Mira Mariska Dwi Amanda Marsidi Marsiyah MARTINI Marvel Santoso Mas Roro Diah Wahyu Lestari Masduki Asbari Maulana, Muhammad Fadli Maulana Maya Zahra Aulia Ma’ruf Mei Riska Indriana Meilanta Rantina Meilia Junsap, Rizky Meiliza, Shella Melani, Jelita Ayu Meliyana, Dwi Miftahul Syarof, Imelda mira, Almirah nur sakiinah Mochammad Ja’far Sodiq Mochammad Nurdiansyah N Mochammad Rafli Firdaus, Rafli Muhamad Sofian Hadi Muhammad Asyar Mu'thi Muhammad Dzaky Al Ghifary Muhammad Feisha F Muhammad Guntur Himawan Muhammad Lutfi Hasan Muhammad Raihan Muhammad Rifai Ramadhani Muhammad Saddam Fahrezi Muhammad Usman, Muhammad Muhammad Zen, Muhammad Muharrom, Faiz Mul'aini, Tia Artika MUNAWAR Murod , Ma'mun Murod , Ma’mun Murod, Ma'mun Murod, Ma'mun Murod Muthmainnah, Rika Okta Nabila, Nabila Hapsari Nabilah, Annisah nabilla kairunisa Nadia Dewi Firdaus Naura Izzah Mustika Nazhimah Layala Nidar Yusuf Ningtyas, Laila Nisa, Nisa Destiana Noer Adila Azzahra Nova Aulia Choerunnisa Novitasari, Dewiana Nugraha, Dadi Mulyadi Nur Halimah Nur Laila Nur'azizah, Mina Nuraini indah putri Nurfajri, Fikri Nurfajriyanti Nurhayati, Aat Nurkholisha, Risma Nurul Aifha, Desi Rahmayani Nurul, Shafira Nurwijayanti Nur’ atsani, Rizki Makhfud Nuur Fauzaan, Muhammad OKTA ROSFIANI Pangestu, Ageng Puji Patinasarani, Roni Pradipta, Malvin Dharma Prianti, Juani Purwanti Puteri Ramadhanti, Eka Putra, Alfaroz Rizki Putra, Ferdy Eka Putri Agustiyarini, Dita Putri Ayu Romadhotin Putri Ayu Wulandari, Riska Putri Sa'adah Putri, Adinda Herlia Putri, Almaira Putri, Nadia Ananda Putri, Rachmawati Fauziyatul Rachman, Angela Alya Rachman Rachmania Naura Adysti Radita Ayudya Rafli Firdaus Rafzan Rahmadhani, Synta Dewi Rahmah, Maulida Lia Rahmaleli sakinah Rahman Rahmawati , Putri Raihan, Muhammad Raihan Rajab, Rahman Rajwa Firyaal Ramadanti, Alia Zulfa Ramadhan, Rikky Erlangga Ramadhana, Larasati Ramadhania, Azmi Rantina, Meilanta Razan, Abdullah Reni Oktafiani Resti Nuraeni Restu M Hasbylah Retnasari, Lisa Retnasari Rida Wulandari Ridho Salyo Rifqi Faza Amal Hasan RIZKA AULIA Rizky Apriani, Putri Rosa Nilla Nurjannah Rosha, Melati royana, ida Rumelan, Fitriani Rusadi, Bobi Erno sabila, Tiara Nur Safa Azzahra, Nursafa Azzahra safira aulia adisti safitri , Dela Safitri, Dela Sakha Dzikrullah Sakinah, Rahmaleli Salma Putri Amanda Salma Sabika salma, salma sabika Salsabila, ‘Aisyah Naurah Salsabilla , Endah Salwa Azzahrah Salyo, Ridho Santoso, Ayu Metalin Ika Puspita Sapriya Sari Lenita Christi Sasa, Sasa Fiolanisa Sasmita, Raisyal Fiqri Perdana Satiya Fadil Mahesa Septyawati, Diana Setiawati setiyaningsih, dewi Shara Ayu Pramitha Shayla Ayuningtias Sheila Anindita Shofi Nisrina Amani Silma Kafia Elsaif Silvia Damayanti, Silvia Simaremare, Joswin Siska Kusumawardani Siswo Wardoyo Siti Barkah Siti Juriyatun Toyibah Siti Maisaroh Siti Tasniah Herniati Siti ‘Aisah Sodik, Ahmad Japar Sodikin Sofa, Ghaitsa Geifira Solehudin Subandi, Egypt Toton Sudarmiatin Sugeng Santoso Sugiono, Muhamad Sujanah, Titin Sukmawati, Klara Iswara Suminar, Akhyumita Dea Sunarsih, Eka SUNARTO Supadmi Supatmi Supiati, Aan Suratno SURYANI Susilahati Syafiyah, Adilah Syahada, Hany Aulia Syahada Syawhas , Dinda Khomsaini Syifa Anissaa, Aura Syifa Galih Syifa Syabilla, Kayla Syunu Trihantoyo Teguh Kusumo Nugroho Tiara Nur sabila toro, Ridwan Tri Wahyuningtias Trisetia Wijijayanti Trishna Marsella , Arsyadina Trisila , Intan Tsoraya, Nurul Dwi Tugiman Tugiman Tugiman Tya Ayu Erianti Ulfiatul Muizzah Unik Setianingsih Utami Putri, Nur Pangesti valia niswa dzahrotudina Venika Devita Sari Vira, Alvira Prasasti Virda Nurlita Wahyu Rahmadhani, Lathifah wahyu, imam wahyudin Wahyudi, Jodi Wardiah, Siti Warwey, Nurlela Wawan Widia Winata Wijaya, Kunto Wijayanti, Aura Wijayanti, Mutiara Winata, Wisnu wisra linda Wulansari , Fitria Yanuar, Hanif Fadli Yanuar, Hanif Padli Yasmin Hadiyya Fatin Hana Yati, Fitri Yosea Bagus Armando yuniar, adilla cahya Yunika, Irmi Yunilestari, Eta Zahira, Yusrina Nadiya Zahra, Safira Az Zai, Jernih Wati Zakiya, Aliya Zaqi, Ahmad Muzaqi Zen