p-Index From 2021 - 2026
12.279
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Avatara Saintifika Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Pendas mahakam : jurnal pendidikan dan pembelajaran Sekolah Dasar Satya Widya Seminar Nasional Pendidikan IPA Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Jurnal PIPSI: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar PENDIPA Journal of Science Education Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Jurnal Abdimas Mahakam Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Kappa Journal Jurnal Asy-Syukriyyah JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN Attractive : Innovative Education Journal Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat AS-SABIQUN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) Borneo Educational Journal (Borju) Didaktika: Jurnal Kependidikan Buletin Poltanesa Jurnal Manajemen Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi [JMP-DMT] EduLine: Journal of Education and Learning Innovation SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Journal of Instructional and Development Researches Jurnal Kajian Pendidikan IPA Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan INTERNATIONAL JOURNAL OF CULTURAL AND SOCIAL SCIENCE Journal of Education Research Jurnal Penelitian Geografi (JPG) JUrnal Riset Ilmu Pendidikan AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Pembelajaran Fisika DINAMIKA ILMU: Jurnal Pendidikan Fikruna : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan Online Learning in Educational Research ALSYS : Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan Jurnal Pengabdian Kreativitas Pendidikan Mahakam (JPKPM) Innovative: Journal Of Social Science Research Journal of Educational Management Research AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat BEduManageRs Journal : Borneo Educational Management and Research Journal Jurnal Asy-Syukriyyah Jurnal Pengabdian Masyarakat Profesi Guru
Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Kebijakan Pendidikan Inklusif di Indonesia: Pendekatan CIPP dan Perspektif Keadilan Sosial Anwar, Chairul; Komariyah, Laili; Aznem, Ahmad; Hasbar, Hasbar; Payung, Lidyawati Tandi; Kesuma, Agus Heri
Journal of Education Research Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i3.2576

Abstract

Pendidikan inklusif telah diadopsi sebagai strategi nasional di Indonesia untuk menjamin akses pendidikan yang merata bagi semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Namun, data empiris menunjukkan bahwa implementasinya di tingkat satuan pendidikan masih menghadapi tantangan struktural dan kultural yang kompleks. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan kebijakan pendidikan inklusif di Indonesia melalui pendekatan kajian pustaka, dengan menganalisis dokumen kebijakan, studi-studi empiris sebelumnya, dan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) serta lensa keadilan sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan inklusif telah selaras secara normatif dengan tujuan global seperti Sustainable Development Goals (SDGs), namun implementasinya masih menghadapi hambatan serius pada aspek input dan proses. Di antaranya adalah keterbatasan pelatihan guru, infrastruktur yang belum memadai, lemahnya koordinasi lintas lembaga, serta minimnya mekanisme pemantauan dan evaluasi berbasis data. Selain itu, orientasi kebijakan yang cenderung administratif belum sepenuhnya merefleksikan prinsip keadilan sosial dalam praktik. Temuan ini berkontribusi pada diskursus global mengenai efektivitas kebijakan pendidikan inklusif di negara-negara berkembang, dengan merekomendasikan perlunya pendekatan kebijakan berbasis evaluasi kontekstual, peningkatan kapasitas aktor pendidikan, penguatan sinergi antar pemangku kepentingan, serta perumusan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan lokal.
Pengaruh Servant Leadership dan Beban Kerja Terhadap Efektivitas Kerja Guru dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening di Sekolah Dasar dan Menengah Pertama Kecamatan Kaubun Haryanti, Nur; Nurlaili, Nurlaili; Azainil, Azainil; Mulawarman, Widyatmike Gede; Komariyah, Laili; Warman, Warman
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The demand to improve the quality of education at the elementary and junior high school levels has made teacher work effectiveness a critical indicator of institutional success. In this context, the principal's leadership and the workload faced by teachers are dominant factors influencing their motivation and performance. Principals who apply servant leadership are believed to be capable of creating a supportive and collaborative work environment, thereby potentially increasing teachers' motivation and work effectiveness. However, on the other hand, the high workload serves as a serious obstacle that can reduce teacher enthusiasm. This study aims to determine how servant leadership and workload affect teacher work effectiveness, both directly and indirectly, through work motivation as an intervening variable. This research is limited to elementary and junior high school teachers in Kaubun District. It employs a quantitative approach with a survey method. The population consists of all elementary and junior high school teachers in Kaubun District, totaling 207 teachers. The sample was determined using proportionate random sampling based on the Slovin formula, resulting in 137 respondents. Data analysis tools included SPSS and the Sobel calculator to test the intervening variable. The findings reveal that servant leadership has a positive and significant effect on teacher work effectiveness (0.174), while workload has a significant negative effect (-0.325). The indirect influence tested using the Sobel calculator shows that work motivation mediates the effect of servant leadership and workload on teacher work effectiveness. The significance values for the mediation of servant leadership and workload through work motivation were both 0.000 (Path I and Path II), indicating that work motivation successfully mediates these effects. The conclusion of this study is that servant leadership directly has a positive effect on teacher work effectiveness, while workload directly has a negative effect. Indirectly, work motivation is able to mediate the influence of both servant leadership and workload on teacher work effectiveness. Keywords: servant leadership, workload, work motivatio, teacher effectiveness, mediation. Abstrak Tuntutan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama membuat efektivitas kerja guru menjadi indikator penting dalam keberhasilan institusi pendidikan. Dalam konteks ini, kepemimpinan kepala sekolah dan beban kerja yang dihadapi guru menjadi faktor dominan yang memengaruhi motivasi serta kinerja mereka. Kepala sekolah yang menerapkan servant leadership diyakini mampu menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan kolaboratif, sehingga berpotensi meningkatkan motivasi dan efektivitas kerja guru. Namun, di sisi lain, tingginya beban kerja menjadi hambatan serius yang dapat menurunkan semangat kerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh servant leadership dan beban kerja terhadap efektivitas kerja guru baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening. Penelitian ini terbatas pada guru Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Kaubun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD dan SMP di Kecamatan Kaubun yang berjumlah 207 guru. Sampel ditentukan menggunakan metode proportionate random sampling berdasarkan rumus Slovin, sehingga diperoleh 137 responden. Alat bantu analisis data menggunakan SPSS dan Kalkulator Sobel untuk menguji variabel intervening. Penelitian ini mendapatkan hasil servant leadership memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja guru dengan sebesar 0,174 dan beban kerja memberikan pengaruh negatif signifikan terhadap efektivitas kerja guru sebesar -0,325. Pada pengaruh tidak langsung yang di uji dengan kalkulator sobel didapatkan hasil bahwa motivasi kerja mampu memediasi pengaruh servant leadership dan beban kerja terhadap efektivitas kerja guru. Nilai Signifikansi pada servant leadership dan beban kerja terhadap efektivitas kerja guru melalui motivasi kerja sebesar 0.000 (Jalur I) dan 0,000 (Jalur II) mengidikasikan bahwa motivasi kerja memediasi pengaruh tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah servant leadership dan secara langsung berpengaruh positif terhadap efektivitas kerja guru dan beban kerja secara langsung berpengaruh negatif terhadap efektivitas kerja guru. Pada pengaruh tidak langsung motivasi kerja mampu memediasi pengaruh servant leadership dan beban kerja terhadap efektivitas kerja guru. Kata kunci: servant leadership; beban kerja; motivasi kerja; efektivitas guru; mediasi
Pengaruh Servant Leadership dan Beban Kerja Terhadap Efektivitas Kerja Guru dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening di Sekolah Dasar dan Menengah Pertama Kecamatan Kaubun Haryanti, Nur; Nurlaili, Nurlaili; Azainil, Azainil; Mulawarman, Widyatmike Gede; Komariyah, Laili; Warman, Warman
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The demand to improve the quality of education at the elementary and junior high school levels has made teacher work effectiveness a critical indicator of institutional success. In this context, the principal's leadership and the workload faced by teachers are dominant factors influencing their motivation and performance. Principals who apply servant leadership are believed to be capable of creating a supportive and collaborative work environment, thereby potentially increasing teachers' motivation and work effectiveness. However, on the other hand, the high workload serves as a serious obstacle that can reduce teacher enthusiasm. This study aims to determine how servant leadership and workload affect teacher work effectiveness, both directly and indirectly, through work motivation as an intervening variable. This research is limited to elementary and junior high school teachers in Kaubun District. It employs a quantitative approach with a survey method. The population consists of all elementary and junior high school teachers in Kaubun District, totaling 207 teachers. The sample was determined using proportionate random sampling based on the Slovin formula, resulting in 137 respondents. Data analysis tools included SPSS and the Sobel calculator to test the intervening variable. The findings reveal that servant leadership has a positive and significant effect on teacher work effectiveness (0.174), while workload has a significant negative effect (-0.325). The indirect influence tested using the Sobel calculator shows that work motivation mediates the effect of servant leadership and workload on teacher work effectiveness. The significance values for the mediation of servant leadership and workload through work motivation were both 0.000 (Path I and Path II), indicating that work motivation successfully mediates these effects. The conclusion of this study is that servant leadership directly has a positive effect on teacher work effectiveness, while workload directly has a negative effect. Indirectly, work motivation is able to mediate the influence of both servant leadership and workload on teacher work effectiveness. Keywords: servant leadership, workload, work motivatio, teacher effectiveness, mediation. Abstrak Tuntutan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama membuat efektivitas kerja guru menjadi indikator penting dalam keberhasilan institusi pendidikan. Dalam konteks ini, kepemimpinan kepala sekolah dan beban kerja yang dihadapi guru menjadi faktor dominan yang memengaruhi motivasi serta kinerja mereka. Kepala sekolah yang menerapkan servant leadership diyakini mampu menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan kolaboratif, sehingga berpotensi meningkatkan motivasi dan efektivitas kerja guru. Namun, di sisi lain, tingginya beban kerja menjadi hambatan serius yang dapat menurunkan semangat kerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh servant leadership dan beban kerja terhadap efektivitas kerja guru baik secara langsung maupun tidak langsung melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening. Penelitian ini terbatas pada guru Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Kaubun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD dan SMP di Kecamatan Kaubun yang berjumlah 207 guru. Sampel ditentukan menggunakan metode proportionate random sampling berdasarkan rumus Slovin, sehingga diperoleh 137 responden. Alat bantu analisis data menggunakan SPSS dan Kalkulator Sobel untuk menguji variabel intervening. Penelitian ini mendapatkan hasil servant leadership memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja guru dengan sebesar 0,174 dan beban kerja memberikan pengaruh negatif signifikan terhadap efektivitas kerja guru sebesar -0,325. Pada pengaruh tidak langsung yang di uji dengan kalkulator sobel didapatkan hasil bahwa motivasi kerja mampu memediasi pengaruh servant leadership dan beban kerja terhadap efektivitas kerja guru. Nilai Signifikansi pada servant leadership dan beban kerja terhadap efektivitas kerja guru melalui motivasi kerja sebesar 0.000 (Jalur I) dan 0,000 (Jalur II) mengidikasikan bahwa motivasi kerja memediasi pengaruh tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah servant leadership dan secara langsung berpengaruh positif terhadap efektivitas kerja guru dan beban kerja secara langsung berpengaruh negatif terhadap efektivitas kerja guru. Pada pengaruh tidak langsung motivasi kerja mampu memediasi pengaruh servant leadership dan beban kerja terhadap efektivitas kerja guru. Kata kunci: servant leadership; beban kerja; motivasi kerja; efektivitas guru; mediasi
Dual Role Conflict and Burnout Syndrome as Predictors of Female Teachers’ Performance: The Mediating Role of Hardiness in Coastal Senior High Schools of Berau Setiawan, Endry; Widyatmike, Widyatmike; Nurlaili, Nurlaili; Warman, Warman; Komariyah, Laili; Haeruddin, Haeruddin
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 12 No 1 (2025): TARBIYAH WA TA'LIM March 2025
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/twt.v12i2.6896

Abstract

Ketidakseimbangan dalam dua ranah peran guru perempuan akan menambah beban pikiran yang berujung pada munculnya konflik peran ganda. Siklus peran ganda yang berulang memberikan perasaan kejenuhan bagi guru perempuan, terlebih bagi guru perempuan yang memiliki beban tanggungan anak dan yang harus mengerjakan sendiri pekerjaan rumah tangganya. Perasaan kejenuhan ini disebut dengan “Burnout Syndrome”. Variasi tekanan yang dialami guru perempuan menumbuhkan sikap Hardiness atau kekuatan dalam dalam diri.Melalui latar belakang tersebut pnelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh konflik peran ganda dan burnout sydrome terhadap kinerja guru perempuan baik secara langsung dan tidak langsung dengan hardines sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei eksplanasi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dimana data yang diperoleh melalui kusioner akan dianalisa menggunakan rumus statistik untuk menguji hipotesis yang telah diuraikan. Tempat penelitian dilakukan pada SMA Negeri di Kawasan pesisir Kabupaten Berau. Pupulasi dalam penelitian ini adalah Guru perempuan yang mengajar di SMA Negeri di Pesisir Kabupaten Berau yang terdiri dari 9 sekolah berjumlah 143 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling dengan metode Proportionate Random Sampling dan diambil dengan menggunakan rumus Solvin dengan hasil berjumlah 105 Guru perempuan. Alat bantu analisis data menggunakan SPSS dan Kalkulator Sobel untuk menguji variabel intervening. Penelitian ini mendapatkan hasil konflik peran ganda memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja guru dengan nilai sig. -0,272 dan Burnout Syndrome juga memberikan pengaruh negatif dengan nilai sig.-0,238. Pada pengaruh tidak langsung yang di uji dengan kalkulator sobel didapatkan hasil bahwa hardines mampu memediasi pengaruh Konflik peran ganda dan Burnout Syndrome terhadap kinerja Guru. Nilai P Value atau Nilai Signifikansi pada konflik peran ganda dan burnout syndrome terhadap kinerja melalui hardiness sebesar 0.040 (Jalur I) dan 0,049
The Female Principals’ Transformational Leadership in Implementing School-Based Management in Public and Private Senior High Schools of Berau Regency Herjayanti, Risna; Komariyah, Laili; Akhmad, Akhmad
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 12 No 2 (2025): TARBIYAH WA TA'LIM July 2025
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/twt.v12i2.10028

Abstract

The role of leadership, especially the transformational leadership of the principal, plays a crucial role in driving the implementation of school-based management. This study aims to describe and analyze the transformational leadership characteristics of female principals in the implementation of School-Based Management in public and private high schools in Berau Regency. The research method used is qualitative with a case study approach, as the research subjects are female principals at SMAN 12 Berau and SMAIT Ash Shohwah. Data were collected using interview, observation, and documentation techniques. The data was then analyzed with a cycle of data collection, data presentation, data reduction and conclusion drawing. As for the implementation of School-Based Management, the researchers focused on the components of educators and education personnel, school and community relations. The results showed the leadership characteristics of female principals in SMAN 12 Berau and SMAIT Ash Shohwah as follows: (1) Leading with exemplary and high empathy, (2) Providing inspiring motivation, (3) Building collaboration and monitoring the activities of educators and education personnel so as to create a conducive climate, (4) Building a solid team with a positive interpersonal approach. The conclusion of this study is that the transformational leadership of female principals contributes positively to the effectiveness of MBS implementation, especially in improving the quality of education and school performance. The implication of this finding can be the basis in the development of education policy.
STRATEGI MANAJEMEN PENDIDIKAN PADA TINGKAT DASAR, MENENGAH, DAN TINGGI: KAJIAN KOMPERATIF DALAM MEWUJUDKAN PENDIDIKAN BERMUTU Novarita; Laili Komariyah; Subagiyo, Lambang; Warman
BEduManagers Journal : Borneo Educational Management and Research Journal Vol. 6 No. 1 (2025): BEduManagers Journal : Borneo Educational Management and Research Journal
Publisher : Manajemen Pendidikan Program Doktor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bedu.v6i1.5486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi manajemen pendidikan di tiga jenjang utama—pendidikan dasar, menengah, dan perguruan tinggi—dalam rangka meningkatkan mutu dan efektivitas layanan pendidikan di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, studi ini mengeksplorasi kebijakan, tata kelola, peran kepemimpinan, dan keterlibatan pemangku kepentingan pada masing-masing jenjang pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap level pendidikan memiliki tantangan dan strategi manajemen yang berbeda namun saling berkaitan. Perencanaan berbasis data, kolaborasi dengan masyarakat, dan penguatan kapasitas guru dan dosen menjadi kunci keberhasilan manajemen di ketiga jenjang tersebut. Implikasi hasil penelitian ini mendorong perumusan kebijakan pendidikan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Implementation of School-Based Management for Improving the Quality of Education at Linggang Bigung Public Senior High School Afriyanti, Afriyanti; Gede Mulawarman, Widyatmike; Dwiyono, Yudo; Komariyah, Laili; Haryaka, Usfandi; Akhmad, Akhmad
Borneo Educational Journal (Borju) Vol. 7 No. 2 (2025): August
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/bej.v7i2.2047

Abstract

School-Based Management (SBM) is an educational management approach that grants schools autonomy to manage resources and make independent decisions by involving principals, teachers, parents, and the community to improve education quality. This study aims to describe the implementation of SBM at Linggang Bigung Public Senior High School as a strategic effort to enhance school quality. Using a qualitative approach with a case study method, the research focuses on the planning, implementation, evaluation, and supervision processes of SBM at SMAN 1 and SMAN 2 Linggang Bigung. Data were collected through interviews with principals, teachers, students, and parents, as well as through documentation analysis related to SBM implementation. The findings indicate that the implementation of SBM successfully created a learning environment more relevant to the needs of students and the community, while also increasing transparency and accountability in school management. Evaluations conducted at both schools showed significant achievements in academic performance and student character development. However, follow-up actions on evaluation results still require optimization, particularly in strengthening corrective measures and improving facilities and infrastructure. Furthermore, the principals’ leadership, characterized by adaptive and transformational styles, effectively motivated teachers and staff to innovate in teaching practices. In conclusion, active participation from all stakeholders—including teachers, students, parents, and school committees plays a crucial role in reinforcing SBM implementation, which in turn contributes to comprehensive improvements in education quality.
SWOT Based Principal Strategy (Strengths, Weaknesses, Opportunities, And Threats) in Improving the Quality of Muara Badak Integrated Islamic Elementary School Restiawati, Yanti; Komariyah, Laili; Dwiyono, Yudo; Masruhim, Amir; Hidayanto, Dwi Nugroho; Haryaka, Usfandi
Borneo Educational Journal (Borju) Vol. 7 No. 2 (2025): August
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/bej.v7i2.2051

Abstract

The use of SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) analysis is a crucial tool in identifying and understanding the competitive position of a school. This research aims to describe the principal's strategy based on SWOT analysis in improving the quality of Muara Badak Integrated Islamic Elementary School. This research used a qualitative approach with a case study method conducted through interviews, observation, and documentation. The research results using SWOT analysis show that SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu, Integrated Islamic Elementary School) Muara Badak improves the quality of education by 1) utilizing internal strengths systematically through the principal's leadership, which involves teachers, committees, and parents in policymaking; 2) the foundation provides financial support and resources without operational intervention, while the committee and parents actively contribute to school funding and activities; 3) the principal addresses administrative weaknesses by focusing on learning outcomes using clear guidance books and postponing the use of risky technology; 4) the school also leverages its position as the only integrated Islamic school in the region by strengthening branding through social media and teachers' role modeling of Islamic values. The threat of a less strategic location is overcome by providing school shuttle services, increasing parents' trust and the number of registrants; 5) routine evaluations and strengthening teachers' spirituality through reciting activities and close collaboration between the foundation, committees, and parents are key to the success of continuous quality improvement. Research recommendations include conducting comparative studies to identify best practices by comparing SDIT Muara Badak with other schools and developing an implementation model for a SWOT-based quality improvement strategy that can be widely applied by considering each school's context
The Influence of Principal Leadership and School Culture on the Quality of Educational in Tenggarong Senior High Schools Nuryasmi, Nuryasmi; Komariyah, Laili; Masruhim, Amir; Gede Mulawarman, Widyatmike; Haeruddin, Haeruddin; Bahzar, Moh
Borneo Educational Journal (Borju) Vol. 7 No. 2 (2025): August
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/bej.v7i2.2057

Abstract

Principal leadership and school culture are important aspects that can affect the quality of services in various educational institutions. these two aspects support in improving the quality of education which can be seen from the quality of educational services in a school. This study aims to determine the effect of principal leadership and school culture on the quality of educational services at State Senior High Schools in Tenggarong. Multiple linear regression is an approach to modeling the relationship between a dependent variable and one or more independent variables. This study uses multiple linear regression methods with sampling techniques using simple random sampling. The research site of 3 senior high schools in Tenggarong with a total population of 287 students, while the sample taken was 167 students. Data is collected through a questionnaire, which has been conduct for the validity and reliability test. The results showed that overall, these two factors contributed simultaneously to the quality of education services with a coefficient of determination of 76%, while the remaining 24% was influenced by other factors not identified in the model in this study. Data were collected through questionnaires that have been tested for validity and reliability. The results showed that overall, these two factors contributed simultaneously to the quality of education services with a coefficient of determination of 76%, while the remaining 24% was influenced by other factors not identified in the model in this study. The results show that principal leadership has a significant effect of 0.742 on the quality of education services, while school culture has a significant effect of 0.661 on the quality of education services in 3 Tenggarong high schools. The importance of synergy between principal leadership and school culture has a positive impact on the ability of human resources in the school, so that the quality of service and quality of education can be improved.
Evaluasi Kebijakan Pendidikan Inklusif di SMA Negeri 1 Penajam Paser Utara Theodora, Novieta Christina; Komariyah, Laili; Haeruddin; Mulawarman, Widyatmike Gede; Haryaka, Usfandi; Yahya, Masrur
Borneo Educational Journal (Borju) Vol. 7 No. 2 (2025): August
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/bej.v7i2.2135

Abstract

Inclusive education is an educational system that ensures equity and equality for all students, including those with special needs, within regular educational institutions. Although the implementation of inclusive education in schools is supported by legal frameworks and national policies, there remain gaps between the policy standards and actual practices in schools, including at SMA Negeri 1 Penajam Paser Utara. This study aims to: (1) describe the implementation of inclusive education policy at SMA Negeri 1 Penajam Paser Utara; (2) identify the barriers to its implementation; and (3) explore solutions to overcome these barriers. This research adopts a qualitative approach using an evaluation method. The findings reveal that: (1) the implementation of inclusive education policy at SMA Negeri 1 Penajam Paser Utara has not fully met the standards set by regulations; (2) the key barriers include the availability of special education teachers, initial assessments, infrastructure, and funding; and (3) proposed solutions involve strengthening resources, improving programs, and requesting additional funding. Inclusive education is expected to be implemented more effectively through systematic and comprehensive improvements at the school level, thereby providing fair and equal services to all students, including those with special needs.
Co-Authors - Sukma Abdunnur Abdunnur Abdunnur, Abdunnur Abeh, Yohanes Andy adiannur adiannur Adriana Afriani, Rani Afrilia, Nurdiani Afriyanti Afriyanti, Afriyanti Agmini, Emi Ahmad Syamsudin AKHMAD Akhmad Akhmad Alya Puspita Zahra Alza, Tiara Ambar Sri Pratiwi Amir Masruhim, Muhammad Amiruddin, Mohd Zaidi Bin Anang Arief Abdillah Andani, Darus Winanten Piandani Anita Anita Anwar, Yaskinul Arie Ekayudistira Kirana Tejawati Arini Arini Aryaputra, Akmal Raiky Astuti, Novi Dwi Asyarah, Wulan Noviyanti Atin Nuryadin Aulia Mahmud, Dini Ayu, Dinda Azainil Azainil Azinil, Azainil Aznem, Ahmad Bahzar, Moh Bahzar, Moh. Bambang Setiono Basuni Batang, Samson beauty kusnukiandany, intan Budiman Budiman Catur Prida Retnivia Chairul Anwar Chelda Yuliana Cindy Audia Safira Putri Damayanti, Puardmi Desi Lastsari, Sotinsia Dewi, Norkumala Dewi, Sulfiana Dita, Sukma Pra Diyah Ayu Kristianti Dwi Nugroho Hidayanto Dwiyono , H. Yudo Dwiyono, H. Yudo Dwiyono, Yudo Edwardus Iwantri Goma Efa Herlina Batubara Efwinda, Shelly Evi Muliani Fadhilah, Khairunnisa Hayatul Fakhrudin, Fuad Faradila Nur, Syalma Feby Zulhiyah Ferdian Adipratama Mangei Fitriadi, Ahmad Grace Novely Aswin Siallagan Greny Mispi Anisa Sari Habibah Habibah Haeruddin Haeruddin Haeruddin Hairun Nisa Hanggara, Anggy Hariyanti, Titik Haryaka, Usfandi Hasbar, Hasbar Helmina Hendra Putra Sastranegara Henny Silvana Korompis Heriman Heriman, Heriman Herjayanti, Risna Hermansyah Hermuna Herwin Ika Nur Ini Ilma, Okta Usrifatin Indah permata Sari Indamah, Rima Indri Indriana Fitriah, Nur Irmawati Kaltsum, Khairunnisa Fitrah Umi Kesuma, Agus Heri Khairunnisa Fitrah Umi Kaltsum Kuswanti, Kenya laila Lambang Subagiyo M Junus Mangei, Ferdian Adipratama Mansouri, Mabrouk Chibani Masdiana Masdiana Mashruhim, Amir Masruhim, Amir Masruhim, Muh. Amir Mastuang Mastuang Maulana Amirul Adha Mebang, Desi Natalia Misbah Misbah Muhammad Junus Muhammad Padli Muhammad Saparuddin Muhammad Yunus Muhlis Mulawarman, Widyatmieke Gede Muliati Syam Muliati Syam Muliati, Muliati Mulyono Mulyono Murdariyanto, I Gusti Bagus Didie Muttaqin Muttaqin n, Nurlaili Nadia Rahma Nadya Berliana Hidayati Nanda Putri Amelia Santoso Nihan Kristiyani Ningrum, Ike Kusuma Ningtyas, Winarti Eka Wahyu Nisa Nisa Nisa, Nisa Nova Syafira Ariyanti Novarita Nur Fitriah NUR HARYANTI Nur Izatul Yazidah Nur Nabilla Sarah Nurjamilah Nurjamilah Nurjamilah, Nurjamilah Nurjannah, Cut Nurlaili Nurlaili Nurlaili Nurlaili Nurul F. Sulaeman Nurul Fitriyah Sulaeman, Nurul Fitriyah Nurul Hidayah Nurul Ismalia Nuryasmi, Nuryasmi Payung, Lidyawati Tandi Phiniel Kurung Pabita Piandani, Darus Winanten Poernomo, Soerjo Adi Pratiwi, Distryarin Enggar Pratomo, Danu Prima, Anggra Putri Octavia Qamariah, Qamariah Rahmad Soe’oed Rahman Setiyawan Rahman, Nor Farahwahidah Abdul Rani Afriani Ratna Purwanti, Indah Ratnasari, Wienda Ratnawati, Eny Restiawati, Yanti Rheima Affilia Rihadini Triyoga Rika Afriani Riskan Qadar Riskan Qadar, Riskan Riza Maulida, Rizki Riza Maulida Robiatul Adawiyah Romaida Efrianti Br Situmorang, Yustina Roro Dinda Althaf Farah Zayyan Azizah Samosir, Esther Naomi Saputro, Luki Dwi Agung Sari, Firda Yunita Kartika Setiawan, Endry Setiawati, Wiwik Shelly Efwinda Sianturi, Herpina Martangi Sintya Mandar Utami Siska Fitri Yani Siti Julaiha Siti Novi Coalliani Soraya, Nova Intan Sri Wahyuni Sugeng Sugeng SUHARMAN suharmi, Suharmi SUKAMTI . Sukma Pra Dita Supri Hartini Sutono Suyidno Suyidno Syafrudin Januar Syayidah Dinurrohmah Syifa’ Hanum Budiawati Theodora, Novieta Christina Theresia Ping Tira Selviana Putri Titik Wulandari Triyana Meirlin Tumanan, Siska Turan, Septi Indrawani umi puspita sari, friska Usfandi Haryaka Verina Lala Chrestella Paula Veronika Mebang Vivi Andriani Ningsih Wahyu setiyaningrum wahyudi nafarin, wahyu Wahyudi, Nova Wan, Markus Warman Warman Warman Warman Warman Warman Wibawa, Radhitya Widyatmike Gede Mulawarman Widyatmike, Widyatmike Wifa Rasuna Yasmin Wijiati, Luluk Wildan Saugi Winaryati Yahya, Masrur Yasinta Monitasari Yeni Suryani Yudo Dwiyono Yuli Wulandari, Yuli Yulian Widya Saputra Yulian Widya Saputra, Yulian Widya Yunita Sari Yuwono Catur Saputro Zaenab Hanim Zainal Pahamiyadi Zeni Haryanto Zulkarnaen ⁠ Muhamad Guntur ⁠Juliansyah