p-Index From 2021 - 2026
13.521
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mentari Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik AKTUALITA Journal of Engineering and Technological Sciences BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Jurnal Ilmiah Peuradeun JURNAL MANAJEMEN Educatio Visipena JURNAL SERAMBI ILMU Jurnal Biology Education Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal TEPAT: Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat KOMIK (Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komputer) AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Unes Law Review JASa (Jurnal Akuntansi, Audit dan Sistem Informasi Akuntansi) Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Pagaruyuang Law Journal Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Journal of Accounting Auditing and Business Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan JURNAL EDUKASI NONFORMAL JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Trias Politika TIN: TERAPAN INFORMATIKA NUSANTARA LEGAL BRIEF Studies in Learning and Teaching Tadulako Master Law Journal Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Jurnal Cahaya Mandalika International Journal of Engineering, Science and Information Technology Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian JHCLS Jurnal Ekonomi Proceedings of International Conference on Multidiciplinary Research Proceeding International Seminar of Islamic Studies Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Jurnal Teknologi Kimia Unimal Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam Akademika : Jurnal Pemikiran Islam Jurnal AbdiMU Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Al-Iqtishadiah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Journal of Accounting Research, Organization and Economics (JAROE) Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Journal of Educational Research (JER) Lok Seva: Journal of Contemporary Community Service Interdiciplinary Journal of Education Jurnal Maps (Manajemen Perbankan Syariah) Jurnal Malikussaleh Mengabdi JURNAL PERSEGI BULAT Maqashiduna: Jurnal Hukum Keluarga Islam Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research JURNAL REKAYASA KIMIA & LINGKUNGAN International Journal of Kita Kreatif Jurnal Pengabdian Bakti Akademisi JIS: Journal ISLAMIC STUDIES Syaikhuna: Jurnal Pendidikan dan Pranata Islam STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Interdisciplinary Explorations in Research Journal (IERJ) Journal of Islamic Education and Learning JIMEKA Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN MINYAK NILAM ACEH UTARA SEBAGAI FIXATIF AGENT DALAM PEMBUATAN PENGHARUM RUANGAN BERBASIS CAIR Sitanggang, Evi Dahliani; Jalaluddin, Jalaluddin; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 1 No. 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i1.3528

Abstract

Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang cukup penting sebagai komoditi ekspor Indonesia. Industri minyak nilam Aceh, yaitu di wilayah Lhokseumawe-Aceh Utara mulai berkembang sejak tahun 1996, dan diketahui nilam Aceh Utara merupakan varietas tanaman nilam terbaik kedua di dunia dengan kandungan patchouli alcohol 34,46 %. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan hasil pengaruh minyak nilam terhadap produk pengharum ruangan dan untuk mendapatkan formulasi yang menghasilkan tingkat keharuman yang lebih kuat dan tahan lama. Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah minyak nilam Aceh Utara, Etanol 76 %, Bibit pewangi, dan Propilen glikol, kemudian dilakukan pencampuran bahan-bahan dengan cara dihomogenisasikan manual selama 1-2 menit. Hasil penelitian menunjukan dalam uji organoleptik formulasi pengharum ruangan dalam minyak nilam pada volume 0,15 ml, 0,25 ml dan 0,4 ml didapat hasil yang terbaik pada volume minyak nilam 0,25 ml. Hasil pengharum ruangan yang didapatkan sangat wangi dan beraroma khas kopi dan wangi nilam yang lembut. Volume 0,25 ml digunakan untuk sebagai pengujian di variabel terikat. Dari hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pengharum ruangan yang banyak disukai panelis ada pada pengharum ocean fresh dan terdapat formulasi pertama dan ke enamlah yang dianggap paling harum dengan perbandingan zat pewangi (kopi): pelarut sebanyak 3 ml:2 ml. Dalam Uji ketahanan Wangi hasil menunjukan pada formulasi keempat yaitu formulasi perbandingan zat pewangi 4 ml dan pelarut 2 ml yang dipengaruhi oleh bobot/berapa panjangnya sisa zat cair. Dalam uji penyerapan zat cair hasil menunjukan yang lebih cepat menguap dan habis ada pada formulasi ketiga yaitu zat pewangi (kopi): pelarut sebanyak 3 ml:3 ml. Hasil penguapan zat cair menunjukan total terbesar persen penguapan dihasilkan pada ruangan yang diberi kipas angin.
KARAKTERISASI METIL ESTER DARI MINYAK KEPAYANG (PANGIUM EDULE REINW) MELALUI PROSES TRANSESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS KULIT JENGKOL (ARCHIDENDRON PAUCIFLORUM) Sitorus, Ika Pratiwi Berliana; Meriatna, Meriatna; Masrullita, Masrullita; Jalaluddin, Jalaluddin; Nurlaila, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 3 No. 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v3i6.11968

Abstract

Metil ester adalah salah satu jenis ester yang dapat digunakan sebagi bahan bakar alternatif untuk mesin diesel yang terdiri dari ester monoalkil dari minyak nabati atau minyak hewani. Minyak nabati yang gunakan adalah Minyak kepayang (Pangium Edule Reinw). Penelitian tentang metil ester sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah pembuatan metil ester dari minyak kepayang (pangium edule reinw) dengan menggunakan katalis kulit jengkol dengan suhu kalsinasi 500oC dan waktu 4 jam. Penelitian ini bertujuan untuk memakai katalis heterogen yang didapat dari kulit jengkol yang di furnace pada suhu 500°C selama 4 jam untuk menghasilkan metil ester dari minyak kepayang. Metil ester dan gliserol diproduksi dari minyak dan metanol dengan proses transesterifikasi. Setelah itu, gliserol dan metil ester dipisahkan dan dimurnikan. Pengaruh dari variabel waktuk respons dan  dosis katalis di amati dalam penelitian ini. Yield maksimum pada 100 menit dan jumlah dosis katalis 5%, densitas hasil terbaik 0,878 mg/ml selama waktu reaksi 80 menit jumlah dosis katalis 4%,  dan viskositas yang terbaik adalah 2,52 cSt yang  merupakan karakteristik dari metil ester. Kadar air yang diproleh sebeser 0,02% selama waktu reaksi 60 menit Dengan berbagai jenis permainan yang lengkap, mulai dari poker, blackjack, hingga slot bertema menarik, indohoki77 memanjakan para pemain dengan beragam pilihan dengan jumlah dosis katalis 5% selama waktu reaksi 100 menit. Penelitian ini menunjukan bahwa katalis berbasis kulit jengkol dapat dimanfaatkan untuk produksi metil ester.
PEMANFAATAN AMPAS KOPI SARING SEBAGAI ARANG AKTIF DALAM MENYERAP LOGAM KHROMIUM VI (Cr6+) Prasatia, Ridha; Meriatna, Meriatna; Masrullita, Masrullita; Jalaluddin, Jalaluddin; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.12128

Abstract

Kromium VI (kromium heksavalen) adalah bentuk senyawa dari unsur yang dihasilkan oleh proses industri. Logam berat ini dianggap sebagai karsinogen manusia dan berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan. Paparan kromium VI dapat terjadi melalui inhalasi, konsumsi, dan kontak kulit. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh logam berat terlarut adalah adsorbsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruhi waktu dan massa terhadap pemurnian logam Cr6+, serta mengetahui model isotherm yang digunakan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya menggunakan adsorben dari kopi robusta dan menyerap logam Cr6+ dalam limbah cair batik, pada penelitian ini menggunakan ampas kopi saring dan larutan kalium dichromate. Adapun variabel yang divariasikan pada proses adsorbsi ini dengan massa 2,5; 3 dan 3,5 gram pada waktu 30, 60, 90, 120, 150 menit. ampas kopi saring dihaluskan terlebih dulu, kemudian dimasukkan kedalam furnace pada suhu 300°C selama 4 jam setelah itu diaktivasi dengan HCl. Larutan kalium dikhormate disiapkan kemudian dimasukkan adsorben yang telah diaktivasi sesuai dengan variasi massa yang telah ditentukan, aduk menggunakan stirrer dengan kecepatan 150 rpm sesuai dengan variasi waktu yang telah ditetapkan. Hasil terbaik dari penelitian diperoleh penurunan konsentrasi larutan kalium dikhromate 4,9386 ppm, kapasitas adsorpsi tertinggi sebesar 0,191548 mg/g, efisiensi adsorpsi sebesar 8,231%, hasil terbaik  didapatkan pada variable massa adsorben 3,5 gram, dan waktu adsorpsi 150 menit. Model isotherm yang digunakan adalah isotherm Freundlich dengan nilai R2 0,9943. Pengujian FTIR ampas kopi saring memiliki gugus fungsi dari mineral karbonat, alkana, gugus C-C, C-O, CºN, C-Br yang dapat berperan penting dalam proses adsorpsi.
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT DARI KOTORAN KAMBING DAN COCOPEAT DENGAN BIOAKTIVATOR SOT (SUPLEMEN ORGANIK TANAMAN) Chairinnisa, Chairinnisa; Kurniawan, Eddy; Mulyawan, Rizka; Jalaluddin, Jalaluddin; Hakim, Lukman
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.12163

Abstract

AbstrakPupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup yang diolah melalui proses pembusukan oleh bakteri pengurai, seperti pelapukan sisa-sisa tanaman. Pupuk organik padat yaitu pupuk yang diperoleh hewan atau tumbuhan. Pupuk organik padat memiliki unsur hara makro seperti Nitrogen, Fosfor dan Kalium yang dibutuhkan olreh suatu tanaman serta dapat memperbaiki unsur hara dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung kadar Nitrogen, Fosfor dan Kalium dalam pupuk organik padat dengan bahan baku utama yaitu kotoran kambing dan bahan baku pendukung yaitu kapur dolomit, cocopeat dan SOT. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah penambahan bioaktivator SOT, cocopeat, dan dolomit. Salah satu metode proses pembuatan pupuk organik padat yaitu dengan cara fermentasi. Pada penelitian ini yang divariasikan yaitu waktu fermentasi (8, 12, 16 dan 20) hari dan volume SOT (40, 60, 80 dan 100 ml). Hasil penelitian dengan kadar N, P, dan K terbaik didapat pada hari ke 20 dengan volume SOT 100 ml, yaitu 1,83% N, 0,41 % P dan 0,68 % K. lama waktu fermentasi dan volume SOT sangat mempengaruhi kadar N, P dan K. semakin banyak volume SOT maka kadar N, P dan K akan semakin tinggi, begitu juga dengan lama waktu fermentasi yang digunakan.
PEMANFAATAN ENDAPAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU KOMPOS Ananda, Dhea Riski; Kurniawan, Eddy; Jalaluddin, Jalaluddin; Bahri, Syamsul; Meriatna, Meriatna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.12712

Abstract

Kompos yaitu produk fermentasi atau penguraian dari materi seperti tumbuhan, fauna dan sisa-sisa organik lain. Kompos yang dimanfaatkan menjadi pupuk dikenal juga sebagai pupuk organik dikarenakan tersusun dari bahan-bahan organik. Pembuatan pupuk kompos dengan menggunakan bahan baku jerami padi, pupuk kandang kambing,dan endapan limbah cair kelapa sawit dengan penambahan bioaktivator EM4 yang divariasikan dengan tujuan menentukan pengaruh waktu pembuatan pupuk kompos terhadap kandungan Nitrogen (N), Phospor (P2O5) Kalium (K2O), Rasio C/N, dan pH , serta membandingkannnya dengan baku mutu pupuk organik padat menurut Standar Nasional Indonesia 7763:2018. Dimana aktivator EM4 memiliki variasi 30, 35, dan 40 ml dengan lama fermentasi 7, 14, dan 21 hari. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah dengan memproduksi pupuk memanfaatkan bahan utama endapan limbah cair kelapa sawit, jerami dan pupuk kandang kambing. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel terbaik diperoleh pada volume EM4 40 ml dengan waktu fermentasi 7 hari, dengan kandungan terbaik dari Nitrogen 0.53% , Phospor 0.23% , Kalium 0.87%, sementara kandungan Rasio C/N terbaik terdapat pada volume aktivator EM4 40  ml dengan waktu fermentasi 21 hari, yaitu 23 dan pH tertinggi terdapat pada volume aktivator EM4 40 ml dengan waktu fermentasi 21 hari, yaitu 7,2 . Untuk warna kompos yang di analisa dari proses fermentasi awal sampai akhir, menunjukan adanya perubahan warna dari cokelat ke cokelat kehitaman. Serta perubahan juga terjadi pada bau kompos, dimulai dengan bau bahan baku sampai bau seperti tanah.
PEMANFAATAN LOGAM ALUMUNIUM (Al) PADA KALENG MINUMAN BEKAS MENJADI TAWAS Abrar, Muhammad Ifan; Jalaluddin, Jalaluddin; Kurniawan, Eddy; Meriatna, Meriatna; Bahri, Syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.13232

Abstract

Tawas terkenal sebagai agen penggumpal dalam pemrosesan limbah air yang sangat efisien untuk memisahkan partikel yang mengapung baik dalam bentuk koloid maupun suspensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi KOH terhadap jumlah tawas yang diperoleh serta mengetahui mutu kadar tawas yang diperoleh dari limbah kaleng minuman bekas. Prosesnya yaitu kaleng bekas yang digunakan diamplas dengan kertas pasir kemudian dipotong kecil-kecil. Lempengan kaleng dilarutkan menggunakan KOH 50 ml dengan variasi konsentrasi (5%, 15%, 25%, 35%). Disaring untuk mendapatkan filtrat. Filtrat ditambahkan larutan H2SO4 3M sebanyak 30 ml. Dioven pada suhu 70oC selama 1 jam. Tawas yang dihasilkan dihitung % yield, kelarutan dalam air, kadar aluminium dan penjernihan air sederhana. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah dengan menerapkan kaleng tebs dan pocari sweat untuk menentukan kadar aluminium dalam tawas untuk penjernihan air waduk. Dari hasil yang diperoleh % yield paling tinggi pada kaleng pocari didapat pada konsentrasi KOH 35% sebesar 81,61% dan kaleng tebs pada konsentrasi KOH 35% sebesar 96,24%. Semakin tinggi konsentrasi yang digunakan, maka makin cepat melelehkan kaleng bekas serta mampu menjerat lebih berlimpah aluminium pada kaleng. Namun, hal ini musti disertai peningkatan kadar H2SO4 agar memudahkan dan mempersingkat pembentukan tawas.
PEMANFAATAN LIMBAH TONGKOL JAGUNG UNTUK PEMBUATAN ARANG BRIKET DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN PEREKAT LEM K Aurora, Tassa; jalaluddin, jalaluddin; Ibrahim, Ishak; Ginting, Zainuddin; Kurniawan, Eddy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.14317

Abstract

Ketika sumber daya alam semakin langka, pengembangan sumber energi alternatif menjadi penting. Salah satu pemanfaatan energi alternatif adalah penggunaan energi biomassa, dan penelitian ini limbah tongkol jagung digunakan menjadi bahan baku biomassa. Dalam penelitian ini ukuran partikel arang adalah 50 mesh, dengan perekat K 15, 20, 25, 30, dan 35% digunakan sebagai perekat, dan perbandingan bahan bakunya adalah 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, 50:50. Briket dibuat dengan metode karbonisasi, yaitu pembakaran bahan mentah untuk mengubah bahan organik menjadi karbon dan kemudian menghilangkan bahan organik tersebut. Arang mengandung air dan zat lain yang tidak diperlukan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya. yang selama ini belum dilakukan adalah pemanfaatan lem K untuk membuat briket.Berdasarkan hasil penelitian, perbandingan bahan baku 60: 40 dan lem tulang 25% menghasilkan briket kualitas terbaik dengan sifat sebagai berikut: kadar air 4,02%, kadar abu 4,84%, massa jenis 0,45 g/cm3, nilai kalor 5,649 (kal/g). Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan lem tulang sebagai bahan perekat telah terbukti kegunaannya sebagai bahan perekat, dan limbah tongkol jagung serta serbuk gergaji kayu merupakan bahan baku alternatif dalam produksi briket.
EKSTRAKSI MINYAK BIJI ALPUKAT (Persea Americana Mill) DENGAN PELARUT N-HEKSANA Syahfitri, Ajeng; Ibrahim, Ishak; Kurniawan, Eddy; Jalaluddin, Jalaluddin; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.14683

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas dan kuantitas minyak biji alpukat. Minyak biji alpukat adalah minyak nabati yang berasal dari biji alpukat dapat digunakan sebagai bahan baku biodiesel. Biji alpukat tidak hanya mengandung antara 15-20% minyak, tetapi juga memiliki sejumlah sifat biologis, termasuk sifat antioksidan, larvasida, fungisida, hipolipidemik, amoebisidal, dan giardisidal. Hasil yang diinginkan dalam penelitian ini adalah bahwa minyak biji alpukat tersebut dapat dijadikan minyak dalam pembuatan biodiesel dengan melihat kualitas dan kuantitas minyak seperti %randemene, densitas, viskositas, kadar air, kadar ALB dan komposisi minyak biji alpukat. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, tetapi belum pernah dilakukan dengan penambahan variasi dari pelarut n-heksana dan waktu ekstraksi. Pembuatan minyak ini menggunakan metode ekstraksi soxhletasi dengan pelarut n-heksana. Dengan variasi volume pelarut n-heksana (150,200, 250, 300 dan 350 ml) dan waktu ekstraksi (180, 210, 240, 270 dan 300 menit) pada temperature 60oC. Setelah itu hasil ekstraksi minyak tersebut dipisahkan antara minyak dan pelarut n-heksana dengan metode distilasi pada temperatur 70oC sampai pelarut n-heksana tidak menetes. Hasil distilasi tersebut kemudian dianalisa %randemen, densitas, viskositas, kadar air, kadar FFA dan uji komposisi atau kandungan minyak dengan meetode GC-MS. Dengan hasil rata-rata % randemen yaitu 18,0907%, densitas 0.6923 gr/ml, viskositas 1,20966 cSt, nilai kadar air 0,1336%, nilai kadar ALB 0,1776% dan hasil uji GC-MS menunjukkan bahwa mengandung asam palmitat atau senyawa asam n-heksadekanoat selama 32,689 menit. Pada penelitian ini, minyak biji alpukat dapat digunakan sebagai salah satu bahan baku biodiesel.  
Pemanfaatan Ampas Kopi Sebagai Bahan Filler Pembuatan Sabun Batang Nadya, Nova; Ibrahim, Ishak; ZA, Nasrul; Muhammad Syam, Azhari; Jalaluddin, Jalaluddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.14772

Abstract

Ampas kopi merupakan produk sampingan dari penggunaan minuman secara luas, namun juga merupakan sumber daya yang dapat didaur ulang. Pembuatan sabun adalah salah satu aplikasi yang menarik. Dengan tujuan mengembangkan barang ramah lingkungan dan berkualitas tinggi, penelitian ini menyelidiki kelayakan penggunaan ampas kopi sebagai bahan utama dalam produksi sabun. Agar proses pengolahan ampas kopi dapat menghasilkan sabun yang diinginkan, perlu dilakukan pengeringan, penggilingan, dan penambahan komponen tambahan yang tepat. Untuk mengetahui kandungan nutrisi yang dapat mempengaruhi karakteristik sabun, susunan kimiawi bubuk kopi dianalisis. Meskipun penelitian serupa telah dilakukan di masa lalu, waktu pencampuran satu, dua, dan tiga menit dengan massa ampas kopi yang bervariasi belum pernah diuji . Berdasarkan temuan, kisaran pH ideal adalah 8-11, kadar air sabun batangan menurun seiring dengan bertambahnya massa bubuk kopi, dan konsentrasi bebas alkali berkisar antara 0,060% hingga 0,85%. Menggunakan temuan ini pada kulit masih sepenuhnya aman. Temuan percobaan menunjukkan bahwa gilingan kopi dapat diubah menjadi bahan dasar sabun yang efektif membersihkan dan melembabkan. Penggunaan bahan kimia alami yang terurai di alam pada sabun semakin menunjukkan pelestarian lingkungannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan ampas kopi untuk membuat sabun merupakan solusi yang saling menguntungkan: mengurangi sampah organik dan menghasilkan produk ramah lingkungan yang mungkin menjadi pesaing di pasar perawatan pribadi dan kosmetik.
Pengaruh Temperatur dan Waktu Terhadap Karakteristik Pektin dari Campuran Kulit Pisang Kepok dan Kulit Rambutan Menggunakan Pelarut Asam Asetat Puteri, Febbyola; Jalaluddin, Jalaluddin; Kurniawan, Eddy; Muhammad, Muhammad; Kamar, Iqbal
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.15162

Abstract

Pektin yaitu senyawa hidrokoloid yang sering digunakan pada industri makanan dan minuman, banyak digunakan sebagai penstabil dalam industri farmasi dan makanan karena kemampuan untuk membentuk koloid dan gel dalam larutan. Permintaan pektin di Indonesia terus meningkat. Sayangnya, limbah kulit pisang kepok dan kulit rambutan masih banyak yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Kulit pisang kepok seringkali hanya dianggap sebagai sampah organik atau digunakan sebagai pakan ternak, sementara kulit rambutan meskipun dihasilkan dalam jumlah besar akibat konsumsi masyarakat, umumnya hanya dibuang begitu saja tanpa pengolahan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur dan waktu terhadap karakteristik pektin dari campuran kulit pisang kepok dan kulit rambutan menggunakan pelarut asam asetat. Metode ekstraksi yang digunakan untuk penelitian ini melibatkan pelarut CH3COOH. Setelah itu, selama dua puluh jam, endapan pektin ditambahkan dengan etanol 96% untuk mengurangi residu asam. Endapan kemudian dikeringkan dalam oven selama tiga jam pada suhu 105oC untuk menghasilkan pektin kering. Variabel tetap penelitian ini adalah berat bubuk sampel sebesar 30 gram dan volume pelarut sebanyak 300 ml. Sementara itu, varibel yang divariasikan adalah temperatur (70oC, 80oC, 90oC, 100oC, dan 110oC) dan waktu (30 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit, dan 150 menit). Yield, kadar air, berat ekivalen, kadar metoksil, kadar galakturonat, dan derajat esterifikasi adalah karakteristik pektin yang dipelajari. Menurut hasil penelitian, suhu dan waktu ekstraksi memiliki pengaruh besar terhadap hasil pektin. Suhu ekstraksi yang lebih tinggi dan durasi ekstraksi yang lebih lama menunjukkan bahwa rendemen, kadar metoksil, dan kadar galakturonat akan meningkat. Berdasarkan hasil penelitian yang dicapai dalam penelitian ini mencakup rendemen pektin tertinggi 9,296%, kadar air terendah sebesar 9,555%, kadar metoksil tertiggi sebesar 6,262%, dan kadar galakturonat tertinggi sebesar 66,880%.
Co-Authors - Khairil AA Sudharmawan, AA abdullah, humaira Abrar, Muhammad Ifan Adabi, Muhammad Ikhwan Ade Irma Suryani Adhitya, Andika Restu Adrin, Prista Agung Munandar Agustina, ria Ahmad Fikri ahmad yani Ahmadi Hasan Akmal, Nurul Akmal, Nurul Alberth Nugrahadi Ndun Alias Azhar, Alias Amalia, Erlisa Amellya, Shebrina Amme, Rudi Amri, Samsun Ananda, Dhea Riski Anas, Kamal Andalia, Nurlena Ansary, Khairil Anshari, Hafiz Arfandy Arfandy Ariaty, Ariaty Arief, Rifqy Lamkaruna Arif Fitria, Rizal Arrahman, Berryl Chaliq Aseri, Akhmad Fauzi Aswad, Musriadi Aurora, Tassa Azhari Azhari Azhari, Fathurahman Azwir Azwir Baharuddin, Dharina Bahri, Syamsul Syamsul Batara, Gamal Bustaman, Bustaman Chairinnisa, Chairinnisa David Agustinus Nguru Deden Makbuloh Devi, Sri Marlia Dian Aswita, Dian Dian, Hadyan Dina Amalia Dina Ariani, Dina Djafar, Zuriyati Djufri - Eddy Kurniawan Effendy Arif Eka Octavian Pranata Elyana, Eneng Erdiansyah, Ahmad Fahri Erfan, Zainul Ernawati, Luh S. Evi Apriana Fadlisyah Fadlisyah Fahmi Al Amruzi, M. Faisal Faisal Fathurrahman Azhari Fauziah, Siti Salma Fazira, Zetta Febriyanti, Dewi Fibarzi, Wiza Ulfa FIKARLIA, FIKARLIA Fikri, Ahmad Ma’mun Firman Wahyudi, Firman Wahyudi Firmansyah, Juli Fitriani Fitriani Furqon, Muhamad Ginting, Zainuddin Ginting Gusti Muzainah Hafiizh Maulana Halim, Ahmad Rasyidi Halimatussakdiah Halimatussakdiah Hambali Hambali Hamdani Hamdani Hamdi, Fahmi Hammoodi, Samira Hasibuan, Khalil Gibran Herlina Herlina Heru Satria Tambunan, Heru Satria Hikmah Hikmah Hukaimah, Hashifah Humaira, Hisanah humairah, syarifah siti Husaini, Hasan Ibrahim Ibrahim Ibrahim, Ishak Ida Hasmita, Ida IMAM MUSTOFA Indra K, Tri Nanda Irawan, Andhi Irma Suryani Ishak Ishak Ishak Ishak Iwan Jazadi Jaidi, Muhammad Jauziati, Baiq Juanda Juanda Juanda Juanda Jumarsa, Jumarsa Kamar, Iqbal Kasim, Lukman Khafidah, Wahyu Khairunnisa Khairunnisa Komarudin Komarudin Kuniawan, Eddy Kurniawan, Eddy Eddy Lawa, Alvrado Bire Leni Maulinda, Leni Lidia Wati Lisa Andriani lismarita, lismatrita Long, Ahmad Sunawari bin Lukman Hakim Luthfi, FuaD Luvia, Indal M. Fahmi Al Amruzi, M. Fahmi M. Rizal Yahya Machfud, Andi Maghfuri, Safiul Mahardani, Rosita Arya Mahdani, Mahdani Mahlia, Yamnur Mahmud, Hamdan Mahmud, Moh. Maidar, Maidar Malik, Agus K. Manafe, Nitty C. Manan, Maidar Abdul Manurung, Farida Win Sari Mariani Mariani Mariani, Siti Salmiyatun Marwan Marwan Masrullita, Masrullita Maulidi, Irham Megawati - Meriatna Meriatna Miftahuddin Miftahuddin Miki Wijana Mohd Isha Awang Mohlis, Mohlis Moulia, Nouvan Muchtamarini, Yulia Muhamad Akrom Muhamad Shadiq, Gusti Muhammad Adam, Muhammad Muhammad Akbar MUHAMMAD HARIS Muhammad Haris Riyaldi, Muhammad Haris Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Syahid Muhammad Syam, Azhari Muhammad Yasir Yusuf Muhammad Zulhilmi Muharrir Muharrir Muhsin Aseri, Muhsin Muis, Muhamad Ali Muja'hidah, Muja'hidah Mukhlis Yunus Mulik, Simon E. Mulya, Maulana Heru Mulyawan, Rizka Muslihuddin, Gusti Musriadi, Musriadi Muthawali, Dede Ibrahim Nabila, Nabila Nadya, Nova Nafi, Muhammad Nasaruddin Salam, Nasaruddin Nasrul ZA, Nasrul Nasrun Nasrun Nasution, Ade Iskandar Nasution, Hermawan Nellis Mardhiah Nirva Diana Nizam, Ahmad Norrahman, Rezki Akbar Nourma Ulva Kumala Devi Nouvan Moulia Novi Sylvia Novita Sari Noviyanti, Anita Nuhari, Insan Nuraeni Nuraeni Nuraini Nuraini Nurila, Yurma Nurlaila, Rizka Nurmalita Nurmalita Nurul Akmal Nurulloh, Muh Zulhifzi Nurwijayanti panjaitan, Ira wardani Pelawi, Erisantana Petrus Kune Piarah, Wahyu H Prasatia, Ridha Pratama, Agus Pratiwi, Dirgahayu Purwoko, Agus Puteri, Febbyola Putri, Adzqi Amalia Putri, Cut Nazila Putri, Tasya Ananda Queennenza, Mareta Syamsya Rachmat Imam Muslim Rafsanjani, Aiza Rahadian, Mohammad Febry Rahma, Ayu Rahmawati, Aulya Ramlah Ramlah Raudhatul Jannah Ridha, Ismu Riwu, Agus R. Rizani, Rasyid Rizka Nurlaila, Rizka Nurlaila Rosa, Indah Puspita Rosalinda Rosalinda Rosmiyati Rosmiyati Rozanna Dewi Rustan Tarakka Sabahanudin, Sabahanudin Safrida Safrida Said Musnadi Saiful Bahri Saifullah Saifullah Sakir, A Salsabilla, Raudhah Saragi, Lambok Pamancar Sari, Mira Permata Sari, Winning Amintas Kartika Waruwu Sartika Sartika Sauqi, Muhammad Setiawan, Muh. Setyowati, Irma Sharfina Permata Noor, Erla Sinaga, Dicky Hartama Sirait, Wiranto Hernandesz Siregar, Muhammad Ridha Sitanggang, Evi Dahliani Siti Aisyah Siti Mayang Sari Sitorus, Ika Pratiwi Berliana Sogen, Yohanes G. Sri Astuti, Veronica Sugeng Rianto Sukarman Purba Sulhatun Sulhatun Surya, Erdi Suryani, Ni N. Suryani, Ni Putu F. Suryati Suryati Susanti Susanti Syahfitri, Ajeng Syahir, Ahmad Syakur, Syabburin Syam, Burhanuddin Syamsul Bahri Syukriy Abdullah Tamimi, Azlya Salsabila Tarigan, Jhodi Okta Albiqho Teuku Meldi Kesuma, Teuku Meldi Teuku Salfiyadi Theedens, Jonas F. Trisna, Nila Uly, Kirenius Umairoh, Ummi Umi Hijriyah Urrahmah, Syifa Usman, Musliadi Bin Uswatun Hasanah Utami, Lia Walil, Kamal liansyah Waruwu Sari, Winning Amintas Kartika Widari, IGA Wijana, Miki Wiyani, Sri Yuana, Adella Yuliani , Ma’rifah Yundari, Yundari Yunus, Marthen Yustiani Yuliana Bette Zainuddin Ginting Zaizafun, Rena Zakaria Zakaria Zakaria, Radhiah Zaki Mubarak, Muhammad Zihab, Zihab Zulfa, Rahmita Zulfikar, Muhammad Nahyan Zulnazri, Z Zurrahmi, Zurrahmi