Articles
MENGGALI PERSEPSI GURU TERHADAP LITERASI SAINS DAN ASESMEN KEBIJAKAN MINIMUM (AKM)
Irma Rahma Suwarma;
Ida Kaniawati;
Ari Widodo;
Galuh Yuliani
Jurnal Pasca Dharma Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/pdpm.v3i2.40203
Pada tahun 2020, kementrian pendidikan Indonesia mengeluarkan kebijakan baru berkaitan dengan sistem penilaian pembelajaran pada jenjang sekolah tingkat dasar dan menengah. Penilaian pembelajaran tersebut dikenal dengan istilah Asesmen Nasional. Salah satu komponen hasil belajar murid yang diukur pada asesmen nasional adalah literasi membaca serta literasi matematika (numerasi). Asesmen ini disebut sebagai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) karena mengukur kompetensi mendasar atau minimum yang diperlukan individu untuk dapat hidup secara produktif di masyarakat. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) telah dilaksanakan oleh program studi Pendidikan IPA Pascasarjana UPI sebagai salah satu upaya untuk memberikan arahan kepada para pendidik di sekolah menengah dalam menghadapi kebijakan AKM tersebut. Tujuan akhir pada kegiatan ini adalah untuk memberikan arahan kepada guru cara mengembangkan pembelajaran yang dapat melatihkan literasi sains dan numerasi sehingga peserta didik siap dalam menghadapi kebijakan AKM. Sampel guru yang terlibat dalam kegiatan PKM adalah sebanyak 75 orang guru yang berasal dari 6 kabupaten di Jawa Barat. Kami telah mengembangkan angket untuk menggali persepsi guru mengenai literasi sains dan AKM dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan metode yang digunakan adalah survey yang dilaksanakan sebelum dan setelah kegiatan PKM. Hasil perhitungan secara statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan secara signifikan antara persepsi pre dan post, namun demikian secara kualitatif terdapat perubahan persepsi pada beberapa komponen pernyataan pada angket.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Menggunakan Pendekatan STEM dalam Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa SMP
Lulu Iolanessa;
Ida Kaniawati;
Muhamad Gina Nugraha
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (226.259 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.23452
ABSTRAK Rangkaian keterampilan abad 21 yang diinginkan telah diidentifikasi melalui berbagai penelitian terdahulu salah satunya ialah kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah adalah upaya seseorang atau kelompok untuk menemukan jawaban suatu persoalan berdasarkan pengetahuannya, pemahaman, kemampuan yang telah dimiliki sebelumnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah adalah melalui pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan STEM. Penelitian ini bertujan untuk mengukur bagaimana kemampuan pemecahan masalah setelah diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang digabungkan dengan pendekatan STEM. Penelitian ini menggunakan metode pre- experimental dengan desain one group pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan adalah instrumen kemampuan pemecahan masalah berupa soal uraian yang sudah divalidasi oleh ahli dan dilakukan uji instrumen. Instrumen diberikan kepada 27 siswa di salah satu SMP Swasta di Kota Bandung. Berdasarkan analisis instrumen menggunakan analisis N-gain menunjukan bahwa hasil penelitian penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan nilai N-gain 0,62, termasuk dalam kategori sedang. Kata Kunci: Problem Based Learning, STEM, Kemampuan Pemecahan Masalah ABSTRACT The desired set of 21st century skills has been identified through various previous studies, one of which is the ability to solve problems. Problem-solving ability is the effort of a person or group to find answers to a problem based on their knowledge, understanding, and previous abilities. One effort to improve problem solving skills is through learning with the Problem Based Learning (PBL) model with the STEM approach. This research is intended to measure how the ability to solve problems after applying the Problem Based Learning (PBL) learning model combined with the STEM approach. This study uses a pre-experimental method with one group pretest-posttest design. The instrument used was an instrument of problem-solving ability in the form of problem descriptions that had been validated by experts. The instrument was given to 27 students in one private junior high school in the city of Bandung. Based on the analysis of instruments using N-gain analysis shows that the results of the study of the application of PBL learning models can improve students' problem solving abilities with an N-gain value of 0.62, included in the medium category. Keywords: Problem Based Learning, STEM, Problem Solving Ability
Karakteristik Tes Keterampilan Berpikir Kreatif pada Mata Pelajaran Fisika SMA Materi Fluida Statis Melalui Analisis Teori Respon Butir
M. Qonit Abdullah;
Taufik Ramlan Ramalis;
Ida Kaniawati
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (309.134 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.23453
ABSTRAKBerkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut siswa untuk mengembangkan kemampuannya salah satunya adalah kemampuan berpikir kreatif. Pada kenyataanya, tes yang digunakan di sekolah-sekolah belum dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa. Sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan tes keterampilan berpikir kreatif dan mengkaraterisasinya. Metode yang digunakan adalah mixed method dengan pengumpulan data yang didapatkan dari validasi ahli dan uji coba. Tes yang dibuat terdiri dari 13 butir soal uraian yang diujikan kepada 156 siswa di salah satu SMA di kota Cirebon. Berdasarkan validasi ahli, aspek materi memiliki indeks Aiken V dengan rerata sebesar 0,92; aspek konstruk sebesar 0,86; dan aspek bahasa sebesar 0,94. Secara keseluruhan, konstruksi tes memenuhi kriteria tes yang valid. Karakteristik tes menggunakan analisis teori respon butir dengan graded response model. Hasil analisis diperoleh nilai b atau parameter tingkat kesukaran sebesar 0,75 atau dalam kategori sedang dan juga nilai a atau daya pembeda dari kemiringan kurva yaitu tan 48o = 1,11 yang artinya parameter daya pembeda tes dalam kategori baik. Perpotongan antar kurva fungsi informasi dengan kesalahan pengukuran terletak pada skala -0,20 yang berarti tes ini dapat mengukur tingkat kemampuan sedang atau rata-rata..Kata kunci : karakteristik tes, keterampilan berpikir kreatif, teori respon butir. ABSTRACTThe development of science and technology requires students to develop their abilities one of which is the ability to think creatively. In fact, tests used in schools cannot be used to measure students' creative thinking abilities yet. So the research is conducted which aims to produce creative thinking skills tests and characterize them. This research used mixed method as the research design with data collection obtained from expert validation and testing. The test consisted of 13 items which tested to 156 students in one of senior high schools in Cirebon city. Based on expert validation, the material aspect has an Aiken V index with an average of 0.92; construct aspects of 0.86; and language aspects 0.94. Overall, the test construction meets valid test criteria. Characteristics of the test using item response theory analysis with graded response models. The analysis results obtained by the value of b or difficulty level parameters of 0.75 or in the medium category and also the value of a or distinguishing power from the slope of the curve that is tan 48o = 1.11, which means the test distinguishing power parameters in either category. The intersection between the information function curve and the measurement error lies on a scale of -0.20 which means that this test can measure average ability. Keywords : test characteristics, creative thinking skills, item response theory
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis PDEODE*E Tasks pada Konsep Tekanan Hidrostatis
Achmad Samsudin;
Rani Nurliani;
Ida Kaniawati;
Andi Suhandi
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 1 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (410.034 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v4i1.15811
Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik berbasis Predict, Discuss, Explain, Observe, Discuss, Explore, Explain (LKPD PDEODE*E) pada pokok bahasan tekanan hidrostatis di Sekolah Menengah Pertama. Model pengembangan lembar kerja ini yaitu dengan menggunakan model 3D (Define, Design, and Develop). Survei menyatakan siswa belum berperan aktif dalam proses pembelajaran khususnya dalam kegiatan eksperimen. Untuk dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan metode eksperimen, diperlukan penunjang berupa LKPD. Salah satu kelemahan lembar kerja yang biasanya terdapat pada buku sumber pegangan siswa adalah tidak ada arahan terstruktur berupa pertanyaan-pertanyaan yang mampu menjadikan siswa memahami materi pembelajaran dengan lebih baik. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik dengan proses pembelajaran menggunakan strategi PDEODE*E yang memiliki tujuh tahapan pembelajaran, yakni: 1) Predict, siswa secara individu membuat prediksi jawaban berdasarkan pengetahuan awal mereka; 2) Discuss I, prediksi jawaban masing-masing siswa didiskusikan secara berkelompok; 3) Explain I, setiap kelompok siswa mengungkapkan jawaban sementara; 4) Observe, dengan bimbingan guru, siswa melakukan kegiatan observasi; 5) Discuss II, siswa bersama kelompoknya kembali mendiskusikan jawaban dari kegiatan observasi; 6) Explore, pada tahapan ini siswa diminta untuk mengeksplorasi fenomena sains tersebut lebih lanjut. Dan selanjutnya merupakan tahapan terakhir yaitu; 7)Explain II, setiap kelompok siswa memberikan penjelasan akhir atas fenomena yang guru sajikan. Hasil dari penelitian ini adalah pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik kelas VIII berbasis PDEODE*E yang telah divalidasi.Kata Kunci: LKPD; PDEODE*E tasks; Tekanan Hidrostatis.
KARAKTERISTIK TES PENALARAN ILMIAH MATERI MOMENTUM DAN IMPULS BERDASARKAN TEORI RESPON BUTIR
Hilda Permata;
Taufik Ramlan Ramalis;
Ida Kaniawati
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 2 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (344.977 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v5i2.27547
ABSTRAK Penalaran ilmiah merupakan perangkat keterampilan penalaran dasar yang pada umumnya diperlakukan bagi peserta didik untuk melakukan penyelidikan ilmiah. Berdasarkan studi pendahuluan, pada pelaksaan evaluasi pembelajaran guru belum mengembangkan instrumen tes yang mampu mengukur penalaran peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakteristik tes penalaran ilmiah. Data dianalisis menggunakan teori respon butir 3PL, model ini dipilih karena memiliki nilai fungsi informasi paling tinggi 6,095. Desain penelitian menggunakan concurrent embedded yaitu metode penelitian yang menggabungkan antara metode kualitatif dengan metode kuantitatif pada materi momentum dan impuls. Partisipan yang terlibat 100 peserta didik dari SMAN 15 Bandung. Instrumen yang digunakan adalah bentuk tes penalaran ilmiah berupa tes tertulis pilihan berganda yang berjumlah 15 butir soal. Hasil analisis tes penalaran ilmiah dapat dikatakan valid baik berdasarkan analisis menggunakan validitas isi Aiken V dan analisis parameter logistik. Hasil analisis kurva karakteristik tes menunjukkan bahwa tes penalaran ilmiah memiliki nilai parameter daya pembeda (a) sebesar 1,19 yang artinya berkategori baik, nilai parameter tingkat kesukaran tes (b) sebesar -0,063 yang artinya berada dikategori sedang, dan nilai parameter faktor tebakan semu (c) sebesar 0,035 yang artinya dalam kategori baik. Tes penalaran ilmiah ini memiliki nilai fungsi informasi 6,095 dan SEM (Standard Error of Measurement) sebesar 0,41 dengan estimasi reliabilitas tes penalaran ilmiah berada pada rentang skala -1,08 sampai 2,22 sehingga tes tersebut reliabel mengukur kemampuan rendah sampai tinggi. Kata Kunci: Penalaran Ilmiah; Karakteristik Tes; Respon Teori Butir ABSTRACT Scientific reasoning is a device of basic reasoning skills that are generally treated for students to carry out scientific investigations. Based on the preliminary study, the teacher learning evaluation has not developed a test instrument capable of measuring students' reasoning. This study aims to characterize scientific reasoning tests. Data were analyzed using the 3PL item response theory, this model was chosen because it has the highest information function value of 6.095. The research design uses concurrent embedded, a research method that combines qualitative methods with quantitative methods on the material of momentum and impulse. Participants involved 100 students from SMAN 15 Bandung. The instrument used was a form of scientific reasoning test in the form of a multiple choice written test, totaling 15 items. The results of the analysis of the scientific reasoning test can be said to be valid both based on the analysis using the content validity of Aiken V and logistic parameter analysis. The results of the test characteristic curve analysis show that the scientific reasoning test has a distinguishing power parameter value (a) of 1.19 which means that it is categorized as good, the parameter value of the difficulty level of the test (b) is -0.063 which means it is in the medium category, and the parameter value of the pseudo guess (c) 0.035 which means in the good category. This scientific reasoning test has an information function value of 6.095 and SEM (Standard Error of Measurement) of 0.41 with the estimated reliability of the scientific reasoning test in the scale range of -1.08 to 2.22 so that the test reliably measures low to high abilities. Keywords: Scientific Reasoning; Test Characteristics; Item Theory Response
Efektivitas Perkuliahan Gelombang dan Optika berbasis scaffolding terhadap peningkatan kebiasaan berpikir kritis mahasiswa
Eko Susilowati;
Dadi Rusdiana;
Ida Kaniawati
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 2 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (172.166 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v2i2.6976
Kebiasan berpikir kritis merupakan salah satu ketrampilan pembelajaran yang harus dikuasai mahasiswa sebagai bekal menghadapi kehidupan yang sangat kompleks. Hal ini seperti tertera pada pembelajaran abad ke -21. Kebiasaan berpikir kritis framework Marzano merupakan kebiasaan berpikir kritis yang perlu dikembangkan dalam membentuk karakter peserta didik. Rendahnya nilai berpikir kritis Gelombang dan Optika mahasiswa salah satu LPTK di Banjarmasin diduga karena pembelajaran bersifat konvensional. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian berbasis scaffolding yang dapat meningkatkan kebiasaan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian ini melibatkan 96 mahasiswa yang terdiri dari 46 mahasiswa kelas eksperimen dan 50 mahasiswa kelas kontrol. Metode yang digunakan yaitu mixed method dengan embedded experimental model. Berdasarkan perhitungan N Gain sebesar 0,46 menunjukkan peningkatan kebiasaan berpikir mahasiswa lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dan perhitungan effect size r = 0,57 menyatakan bahwa perkuliahan Gelombang dan Optika berbasis scaffolding efektif meningkatkan kebiasaan berpikir kritis mahasiswa.Kata Kunci: Efektivitas, Perkuliahan, Gelombang dan Optika, Scaffolding, Berpikir Kritis.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MERUMUSKAN DAN MENGUJI HIPOTESIS MELALUI PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN METODE PRAKTIKUM
Eka Liandari;
Parsaoran Siahaan;
Ida Kaniawati;
Isnaini Isnaini
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 2, No 1 (2017): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.302 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v2i1.4904
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta rendahnya kemampuan siswa kelas XI MIPA 5, SMAN 1 Lembang dalam merumuskan hipotesis. Hasil tes awal menunjukkan bahwa siswa belum mampu mengidentifikasi variabel dan mengajukan hipotesis. Selain itu, kegiatan bersifat ilmiah yang dapat meningkatkan kemampuan merumuskan dan menguji hipotesis siswa seperti kegiatan praktikum jarang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan merumuskan dan menguji hipotesis siswa melalui pendekatan keterampilan proses sains dengan metode praktikum. Merumuskan dan menguji hipotesis adalah salah satu cara untuk melatih siswa berpikir ilmiah dan membantu siswa menjawab berbagai persoalan fisika menggunakan metode ilmiah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi kemudian dibuat perencanaan perbaikan yang digunakan dalam siklus selanjutnya. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 5, SMAN 1 Lembang yang berjumlah 36 siswa. Aspek yang diukur pada penelitian ini adalah kemampuan merumuskan hipotesis dengan indikator menentukan variabel, mengajukan hipotesis, dan memberikan teori pendukung hipotesis, serta kemampuan menguji hipotesis dengan indikator merancang percobaan, melaksanakan percobaan, menganalisis data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil siklus I dan siklus II, profil kinerja merumuskan hipotesis siswa meningkat dari 76% menjadi 89% dan kinerja menguji hipotesis meningkat dari 75% menjadi 83%. Hal tersebut tercermin dari hasil pengamatan kinerja dan analisis lembar kerja siswa yang dikerjakan siswa selama pembelajaran. Selain itu, hasil tes kemampuan merumuskan hipotesis juga mengalami peningkatan dari 73% menjadi 96% dan menguji dari 72% menjadi 81%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan keterampilan proses sains dengan metode praktikum dapat meningkatkan kemampuan merumuskan dan menguji hipotesis siswa.
KARAKTERISASI SOAL TES KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MENGGUNAKAN ANALISIS ITEM RESPONSE THEORY PADA MATERI FLUIDA STATIS
Popon Komala;
Ida Kaniawati;
Ridwan Efendi
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 2 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (69.167 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v5i2.7755
ABSTRAK Berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan yang dianggap sangat penting dalam keterampilan abad-21 dan merupakan tujuan utama dalam pendidikan sains, namun perhatian yang cukup belum diberikan terhadap pengukuran keterampilan berpikir kritis pada domain sains tertentu seperti fisika. Penelitian ini berisikan konstruksi dan karakterisasi soal yang dirancang untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa pada materi fluida statis. Karakterisasi soal ini bertujuan untuk menggambarkan kualitas soal keterampilan berpikir kritis dengan kategori memberikan alasan (verbal reasoning), pengujian hipotesis (hypothesis testing), analisis argumen (argument analysis), kemungkinan dan analisis ketidakpastian (likelihood and uncertainty analysis), serta pemecahan masalah dan pembuatan keputusan (problem-solving and decisioan making). Versi pertama dari soal diujicobakan kepada 11 orang siswa kelas X MIPA (N=11), ujicoba ini meliputi wawancara kognitif dan pelaksanaan uji coba skala kecil. Setelah itu dibuat modifikasi dan soal diujicobakan kepada subjek uji yang berbeda yaitu kelas X MIPA dan kelas XI IPA (N=50). Hasil dari ujicoba ini menunjukkan 15 dari 17 butir soal ini adalah valid untuk subjek uji yang memiliki tingkat kemampuan rata-rata sampai kemampuan tinggi sementara reliabiitas soal tes menunjukkan bahwa 13 soal reliabel untuk subjek uji yang memiliki kemampuan rata-rata dan empat soal lainnya reliabel untuk subjek uji yang memiliki kemapuan tinggi (diatas rata-rata). Berdasarkan temuan tersebut dapat dinyatakan bahwa soal yang telah dibuat mampu untuk mengukur keterampilan berpikir kritis pada materi fluida statis untuk subjek uji yang memiliki kemampuan rata-rata dan diatas rata-rata. Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kritis; Karakterisasi; Konstruksi; Validitas, Reliabilitas
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik melalui Discovery Learning Berbantuan Media Simulasi pada Materi Teori Kinetik Gas
Badri Rahmatulloh;
Parsaoran Siahaan;
Ida Kaniawati;
Isnaini Isnaini
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 2 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.156 KB)
|
DOI: 10.17509/wapfi.v4i2.20184
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui discovery learning berbantuan media simulasi pada materi teori kinetik gas kelas. Penelitian dilaksanakan pada tahun ajaran 2018/2019 pada kelas XI MIPA 2 semester ganjil dengan jumlah peserta didik 36 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan angket. Pada siklus I untuk indikator keterlaksanaan pembelajaran discovery learning diperoleh 75% tercapai dengan katagori sedang, untuk indikator hasil belajar secara individual 69% peserta didik dinyatakan tuntas dan 31% belum tuntas, dengan nilai rata-rata kelas sebesar 77. Berdasarkan data tersebut, pembelajaran discovery learning berbantuan media simulasi dinyatakan belum tuntas yaitu masih berada pada katagori sedang (61% - 80%). Pada siklus II untuk indikator keterlaksanaan pembelajaran discovery learning diperoleh 93% tercapai dengan katagori tinggi, untuk indikator hasil belajar secara individual 94% peserta didik dinyatakan tuntas dan 6% belum tuntas. Dengan nilai rata-rata kelas sebesar 91. Berdasarkan data tersebut telah diperoleh ketercapaian dengan katagori tinggi 80%. Kesimpulan pada siklus I indikator belum tercapai dan dilanjutkan pada sikluas II. Pada siklus II indikator tercapai dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui Discovery Learning berbantuan media simulasi pada materi teori kinetik gas. Kata Kunci : Hasil Belajar; Discovery Learning; Media Simulasi; Teori Kinetik Gas ABSTRACT The research was action research. This research aimed to increase students’ result by using Discovery Learning strategy through simulation media on material kinetic theory of gas. The sample selection was done toward Thirty-six students at The Second Science class grade XI Senior High School in West Bandung regency in 2018/2019 academic year. There were three instruments developed, such as observation, interview and questionnaire. On First cycle, for implementation indicator on discovery learning strategy was done 75% with sufficient category, for individual learning result 69% passed and 31% not passed. The class average value was 77. Based on that data, discovery learning strategy through simulation media stated not passed with sufficient category (61%-80%). On Second cycle, for implementation indicator on discovery learning strategy was done 93% gained with high category, for individual learning result 94% students passed, and 6% not passed. The class average value was 91. Based on the data, it got accomplishment with high category 80%. The conclusion on cycle I was not passed and was continued on cycle II. On cycle II, indicators were reached and increased. The students’ learning result is stated passed by using Discovery Learning strategy through simulation media on material kinetic theory of gas. Keywords : Learning Result; Discovery Learning; Simulation; Kinetic Theory of Gases.
Mekanika Newtonian dan Signifikansi Filosofisnya: Kajian Aspek Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi
Muhamad Taufiq;
Ida Kaniawati
Jurnal Filsafat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Undiksha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jfi.v6i2.53649
Mekanika Newtonian telah memotivasi berbagai ide dan penerapan sains khususnya tentang gaya, massa, gerak, dan energi pada fenomena gerak benda dan penyebabnya. Hukum Newton tentang gerak selama ini diakui sebagai salah satu pengetahuan ilmiah yang empirik dan kokoh menjelaskan berbagai fenomena alam khususnya tentang gerak. Namun demikian, perlu dilakukan kajian terkait signifikansi filosofis teori mekanika Newtonian. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep mekanika Newtonian dalam filsafat ilmu dan signifikansinya (aspek ontologi, epistemologi dan aksiologinya). Artikel ini disusun melalui studi literatur dengan metode critical literature review menggunakan lima tahapan, yaitu menentukan topik, menentukan kriteria inklusi dan eksklusi, melakukan pencarian literatur, mengevaluasi literatur yang ditemukan, dan menulis laporan hasil studi. Berdasarkan hasil analisis literatur, disimpulkan bahwa sejarah perkembangan teori Mekanika Newtonian merupakan bagian dari perkembangan mekanika klasik hingga mekanika modern. Teori Mekanika Newtonian atau juga dikenal sebagai Hukum Newton tentang gerak diperkenalkan dan berkembang pada era Periode Awal Sains (1550–1800 M). Mekanika Newtonian dalam tinjauan ontologi merupakan pemikiran yang panjang mengenai konsep gerak benda dan membahas mengenai gaya yang bekerja pada benda. Secara epistemologis, teori Mekanika Newtonian tidak semata-mata bersumber dari gagasan Isaac Newton, melainkan merupakan hasil usaha kolektif sekelompok ilmuwan yang mengkaji dan mendalami fenomena gerak alam. Dari perspektif aksiologis, Mekanika Newton menawarkan berbagai keuntungan praktis dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki arti penting, khususnya dalam bidang pendidikan fisika, khususnya mekanika. Ini melampaui sekadar eksplorasi fakta, prinsip, atau hukum karena mencakup nilai-nilai moral yang dapat ditanamkan kepada peserta didik sebagai alternatif pendekatan pendidikan karakter.