Articles
Penggunaan Metode Bernyanyi Dalam Pembelajaran Matematika Kelas V B Di Mi Ma’arif Nu 01 Dawuhan Wetan Kabupaten Banyumas
nadiyah, luluatun;
Anisah;
Sarah, Siti;
Purwasih, Wahyu
Pedagogi: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/pedagogi.vol.12i.1.698
Tujuan penelitian ini ialah Guna menganalisis bagaimana penerapan metode bernyanyi pada Belajar matematika, dengan materi dasar sebagai materi pokok yang diteliti adalah terkait Bangun ruang baik itu jaring-haring, volume ataupun aifat-sifat dari bangun ruang tersebut.. Observasi ini menggunakan proses penelitian terjun ke lokasi yang bersifat naratif serta kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitaif naratif.. Lokasi yang diteliti adalah MI Ma’arif NU 01 Dawuhan Wetan Kabupaten Banyumas. Dengan subyek penelitian meliputi wali kelas V B, peserta didik kelas V B serta kepala sekolah. Data hasil dari penelitian ini adalah dalam penerapan metode bernyanyi di kelas V MI Ma’arif NU 01 Dawuhan Wetan, peneliti memberikan nyanyian lagu yang sudah diganti kedalam sebuah rumus dan setelah itu guru mengajak peseta didik untuk mengikuti atau menirukannya dengan dilaksanakan dengan berkali-kali. Hasilnya peserta didik dalam proses belajar sidah good, sebab peserta didik bisa memahami sekaligus menghafal unus matematika dengan metode belajar yang tidak sinkron dari selain ini yang membuat peserta didik lebih fresh ketika mempelajarinya.. Dengan demikian, adanya metode bernyanyi tersebut peserta didik lebih semangat dan tidak merasa jenuh sekaligus lebih cepat untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru.. Dan menjadikan siswa tidak mersa jenuh sekaligus bosan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan saran baik untuk siswa agar dapat meninggikan semangat dalam memahami pembelajaran matematika.
Efektivitas model window shopping terhadap berpikir kreatif dan kolaborasi siswa kelas V SD
Syafitri, Adiarni Decintya;
Ismanto, Hadi;
Sarah, Siti;
Gaol, Eva Lumban;
Sitanggang, Evi Linda;
Rahayu, Galih Dani Septiyan
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 5 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/collase.v8i5.28315
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menelaah efektivitas model pembelajaran Window Shopping dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan keterampilan kolaboratif siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V sekolah dasar yang ada di Kabupaten Purwakarta dan berjumlah 30 siswa. Instrumen yang digunakan meliputi tes kemampuan berpikir kreatif serta lembar observasi kolaborasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan berpikir kreatif siswa, ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata dari 61,23 menjadi 88,40 dan hasil uji paired sample t-test sebesar 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan rata-rata pada sebelum dan setelah diberikan pebelajaran. Nilai N-Gain sebesar 0,69 mengindikasikan adanya peningkatan pada kategori sedang. Secara spesifik setiap indikator berpikir kreatif mengalami peningkatan, indikator originality menunjukkan peningkatan tertinggi sebesar 0,31 poin. Di sisi lain, hasil observasi menunjukkan bahwa keterampilan kolaborasi siswa meningkat dari kategori sedang (59%) pada pertemuan pertama menjadi sangat baik (82%) pada pertemuan kedua, dengan peningkatan tertinggi pada indikator penghargaan terhadap kontribusi anggota kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa model Window Shopping secara signifikan mampu memfasilitasi pengembangan berpikir kreatif dan kolaboratif sebagai bagian dari kompetensi esensial pembelajaran abad ke-21. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Window Shooping, Berpikir Kreatif, Kolaborasi
ISLAM AND SUNDANESE CULTURE: HARMONIZING MORAL, SPIRITUAL, AND HUMANITARIAN VALUES
Emiliawati, Emil;
Alfajrin, Muhammad Fakih;
Sarah, Siti;
Parhan, Muhamad
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol. 22 No. 1 (2025): Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v22i1.42664
Islam is an open religion in the fields of science and culture, accommodating yet selective. Islam accepts science and culture that are in line with and do not contradict Islamic principles. Various cultures and customs inherited from ancestors have developed and assimilated with Islamic teachings. Local cultural wisdom must be preserved and maintained as long as it does not conflict with Islamic law. This study aims to identify Sundanese culture that contains religious and cultural values that are worth preserving from an Islamic perspective. The culture of a region is a reflection of that region's unique characteristics. Sundanese culture is known for its strong moral, spiritual, and humanitarian values, although there are negative elements that need to be filtered out. Cultural heritage such as Wayang Golek and Gembyung contain profound Islamic teachings and are still preserved by the community as a means of drawing closer to Allah SWT. The culture and customs practiced have high educational and religious value. Key Words: Culture, Islam, Sunda, Gembyung, Wayang Golek
HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN KEMATANGAN KARIR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2014-2016
Sarah, Siti;
Abdi, Abdul Wahab;
Desfandi, Mirza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v6i1.17316
Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan tertinggi dalam jalur pendidikan formal merupakan sarana dalam mengembangkan sumber daya manusia. Hal ini diwujudkan melalui adanya lulusan yang memiliki kompetensi atau keahlian tertentu dan daya kompetitif yang baik. Jenjang perguruan tinggi merupakan salah satu gerbang menuju dunia kerja untuk para pelajar yang memutuskan melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan. Penelitian ini berjudul hubungan konsep diri dan dukungan orraring tua dengan kematangan karir mahasiswa jurusan pendidikan geografi universitas syiah kuala angkatan 2014-2016, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan konsep diri dan dukungan orang tua dengan kematangan karier. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala, subjek dalam penelitian ini mahasiswa jurusan pendidikan geografi angkata 2014-2016 yang berjumlah 64 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan angket dan tes. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif.Hasil pengelohan data penelitian diperoleh tingkat hubungan konsep diri dan dukungan orang tua dengan kematangan karir Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi adalah 0,178 yang merupakan hubungan yang negatif dan memiliki tingkat hubungan yang rendah. Koefisien determinasi ganda dari variabel konsep diri dan dukungan orang tua dengan kematangan karir hanya sebesar 3,14% dan sisanya 96,86% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Berdasarkan uji hipotesis menunjukkan bahwa Fhitung Ftabel dengan perbandingan nilai Fhitung dan Ftabel yaitu, 0,99 3,15 yang berarti Ho diterima. Artinya dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri (X1) dan dukungan orang tua (X2) dengan kematangan karir (Y) mahasiswa jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN KEMATANGAN KARIR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2014-2016
Sarah, Siti;
Abdi, Abdul Wahab;
Desfandi, Mirza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i4.15971
Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan tertinggi dalam jalur pendidikan formal merupakan sarana dalam mengembangkan sumber daya manusia. Hal ini diwujudkan melalui adanya lulusan yang memiliki kompetensi atau keahlian tertentu dan daya kompetitif yang baik. Jenjang perguruan tinggi merupakan salah satu gerbang menuju dunia kerja untuk para pelajar yang memutuskan melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan. Penelitian ini berjudul hubungan konsep diri dan dukungan orraring tua dengan kematangan karir mahasiswa jurusan pendidikan geografi universitas syiah kuala angkatan 2014-2016, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan konsep diri dan dukungan orang tua dengan kematangan karier. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala, subjek dalam penelitian ini mahasiswa jurusan pendidikan geografi angkata 2014-2016 yang berjumlah 64 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan angket dan tes. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil pengelohan data penelitian diperoleh tingkat hubungan konsep diri dan dukungan orang tua dengan kematangan karir Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi adalah 0,178 yang merupakan hubungan yang negatif dan memiliki tingkat hubungan yang rendah. Koefisien determinasi ganda dari variabel konsep diri dan dukungan orang tua dengan kematangan karir hanya sebesar 3,14% dan sisanya 96,86% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Berdasarkan uji hipotesis menunjukkan bahwa Fhitung Ftabel dengan perbandingan nilai Fhitung dan Ftabel yaitu, 0,99 3,15 yang berarti Ho diterima. Artinya dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri (X1) dan dukungan orang tua (X2) dengan kematangan karir (Y) mahasiswa jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala
TRADISI BERBALAS PANTUN DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT ACEH TAMIANG DILEMA KEUTUHAN DAN KEBERLANJUTANNYA
Sarah, Siti;
Hartati, Tengku;
Ismawan, Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/sendratasik.v4i1.13137
Penelitian ini berjudul Tradisi Berbalas Pantun dalam Adat Perkawinan Masyarakat Aceh Tamiang Dilema Keutuhan dan Keberlanjutannya, dengan rumusan masalah bagaimana tradisi berbalas pantun dalaam adat perkawinan masyarakat Aceh Tamiang, faktor apasaja yang menyebabkan hilangnya beberapa tahapan berpantun dalam adat perkawinan masyarakat aceh tamiang, dan faktor apa saja yang menyebabkan perubahan bentuk dalam pantun dalam adat perkawinan masyarakat Aceh Tamiang. Tujuan penelitin ini adalah untuk mendeskripsikan tradisi berbalas pantun adat perkawinan di masyarakat Aceh Tamiang, faktor yang menyebabkan hilangnya beberapa tahapan berpantun dalam adat perkawinan di masyarakat Aceh Tamiang, dan mengetahui perubahan bentuk berbalas pantun dalam adat perkawinan di masyarakat Aceh Tamiang. Penelitian ini menggunakaan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah para Syeh atau pemantun yang sudah lama melestarikan tradisi berbalas pantun yaitu Wak Alang, Wak Uteh, dan Wak Yo. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) tradisi berbalas pantun dalam adat perkawinan masyarakat Aceh Tamiang masih bertahan hingga saat ini (2) penyebab hilangnya beberapa tahapan berbalas pantun dalam adat perkawinan di masyarakat Aceh Tamiang adalah perkawinan berbeda suku yang pengantin pria tidak memahami proses-proses dalam adat perkawinan masyarakata Aceh Tamiang. (3) penyebab perubahan bentuk berbalas pantun dalam adat perkawinan di masyarakat Aceh Tamiang dikarenakan masyarakat yang menginginkan tradisi berbalas pantun dalam adat perkawinan masyarakat Aceh Tamiang yang menghibur dan mengikuti perkembangan zaman.Kata Kunci: tradisi berbalas pantun, adat perkawinan.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TIGA PADA JALAN RAYA TEBAS "“ JALAN KUALA TEBAS KABUPATEN SAMBAS
Sarah, Siti;
Azwansyah, Heri;
Kadarini, S Nurlaily
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jelast.v12i3.98582
Lalu lintas memiliki peran yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan menghubungkan berbagai daerah. Sebagai komponen utama dalam jaringan jalan, persimpangan berfungsi sebagai titik pertemuan untuk dua atau lebih ruas jalan, di mana kendaraan dari arah yang berbeda berkumpul. Hal ini mempengaruhi aliran lalu lintas dan keselamatan di jalan. Fungsi persimpangan adalah untuk mengatur aliran lalu lintas, mengurangi konflik antar kendaraan, serta meningkatkan efisiensi dan keselamatan bagi pengguna jalan. Di Kabupaten Sambas, khususnya pada persimpangan tiga arah yang tidak teratur di Jalan Raya Tebas "“ Jalan Kuala Tebas, peningkatan kemacetan lalu lintas akibat pertumbuhan populasi menyebabkan beban berlebih pada persimpangan dan berpotensi menimbulkan kemacetan. Penelitian ini menganalisis kinerja persimpangan dalam kondisi saat ini dan membuat proyeksi untuk lima tahun ke depan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Hasil analisis menunjukkan tingkat kejenuhan sebesar 0,738 dan tundaan sebesar 12,141 detik, dengan tingkat pelayanan LOS B. Pada proyeksi lima tahun (2030), tingkat kejenuhan meningkat menjadi 0,911 dan tundaan menjadi 15,739 detik dengan tingkat pelayanan LOS C. Temuan ini menunjukkan perlunya tindakan untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan aliran lalu lintas di area ini.
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN METODE INKUIRI TERBIMBING PADA SISWA KELAS VI SDN 3 LABUHAN DALAM BANDAR LAMPUNG
Sarah, Siti
Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 2 No. 1 (2020): Pedagogia
Publisher : Program Studi PGSD, Jurusan Ilmu Pendidikan, STKIP PGRI Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Based on observations and experiences during teaching at SD Negreri 3 Labuhan Dalam, it is known that the average score of grade VI student examinations conducted in the even semester of science subjects is low, namely 54. This score indicates that student learning outcomes are low and have not reached the Minimum Completeness Criteria. (KKM), namely 60. The learning carried out so far is still conventional. This is due to the limitations of teachers in applying the learning model. Based on the problem, one of the learning models that are thought to be able to overcome this problem is learning using a guided inquiry model. In inquiry learning, students are more directly involved during the learning process to solve problems given by the teacher. This classroom action research was conducted in 3 cycles. The factors observed were student activity and learning outcomes. The research objective was to describe the increase in activity and student learning outcomes after guided inquiry learning. Based on the research results, it is known that guided inquiry learning can improve student activity and learning outcomes from cycle to cycle. There is an increase in student learning activities in each cycle. In the first cycle the student learning activity was 1.80 in the category of "moderate activity", in the second cycle it increased from 0.22 to 2.02 in the "moderate activity" category, and in the third cycle the student activity increased again by 0.19 to 2, 21 with the category "Medium Activity". Student learning outcomes in each cycle. In the first cycle the average student learning outcomes was 58.84 in the "Not Complete" category, then in the second cycle it increased by 2.41 to 61.25 in the "Completed" category, and in the third cycle the average learning outcomes increased again. amounted to 6.88 to 68.13 with the category "Completed".
Pengembangan Media Abiqu dengan Gamifikasi Pada Materi Cerita Pendek
Kartikasari, Ratna Dewi;
Minarziyan, Rutiko Omar;
Sarah, Siti
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57250/ajsh.v5i1.1162
Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan: 1) Media pembelajaran Abiqu dengan gamifikasi pada materi cerita pendek SMA, 2) tingkat kelayakan dan respon terhadap produk yang dikembangkan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya pemahaman penerapan media gamifikasi pada materi cerita pendek dan masih terdapat pembelajaran dengan media yang kurang menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan tahapan 1) Analysis, 2) Design, 3) Devlopment of Production, 4) Implementation or Delivery and 5) Evaluation (ADDIE). Penelitian ini menggunaan Teknik pengumpulan data yaitu mencari literatur, internet, jurnal dan di perkuat secara nyata dengan wawancara kepada pengajar bahasa Indonesia untuk memperoleh data kebutuhan. Adapun sumber data terdiri dari ahli Materi, ahli media, guru dan peserta didik. Hasil validasi produk diperoleh 1) Validasi ahli materi memperoleh presentasi 83% dengan kriteria sangat layak, 2) Validasi ahli media memperoleh 84% dengan kriteria sangat layak, 3) Uji coba Luas memperoleh 85%. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukan bahwa pengembangan abiqu dengan gamifikasi mendapatkan respon yang baik. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan media abiqu dengan gamifikasi pada materi cerita pendek layak digunakan sebagai media pembelajaran cerpen siswa SMA/Sederajat.
Faktor Penghambat Penggunaan Tracer Pada Unit Penyimpanan Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit
Putri, Sartika Maulida;
Sarah, Siti;
Anita, Julia;
Khatimah, Cut Husnul
TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 4 No 9 (2024): February 2024
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47065/tin.v4i9.4991
Medical record tracers are a replacement for medical records that will be removed from storage for any purpose, usually made of strong and colored material. Factors that cause delays in the use of tracers in storage rooms include the lack of staff with educational backgrounds in medical records, the absence of special officers in the storage department and the non-implementation of SOPs regarding the use of tracers. The aim of this research is to determine the factors inhibiting the use of tracers in the outpatient medical record storage unit at Bhayangkara Hospital Banda Aceh in 2023. This research was conducted in the outpatient storage room at Bhayangkara Hospital Banda Aceh, 15-20 May 2023. This type of research is Descriptive Qualitative. The population of this study consisted of 9 medical records officers. The research sample consisted of 3 people specifically for outpatient medical records officers using Purposive Sampling Technique. The results of the research show that in the use of tracers in the outpatient medical record file storage unit, the human resource factor is in the "insufficient" category, the facilities and infrastructure factor is in the "incomplete" category, the cost factor is in the "not available" category, the equipment and machine factor is in the "not available" category. available” and the raw material factor is in the “incomplete” category. Meanwhile, the factors inhibiting the use of Tracer in storing outpatient medical record files are in the "existing" category. It is recommended to add tracer printing equipment in the form of a printer in the storage room, adding officers who have medical records degrees so that they can carry out outpatient storage properly.