p-Index From 2021 - 2026
25.358
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Prosiding Seminar Biologi Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Manuju : Malahayati Nursing Journal SRIWIJAYA JOURNAL OF MEDICINE Jurnal Kesehatan Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Jurnal Ners Jurnal Medika Hutama Science Midwifery Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia International Journal of Social Science and Religion (IJSSR) Journal of Holistic and Traditional Medicine (JHTM) MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin Jurnal Mata Optik Archives of The Medicine and Case Reports Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Community Medicine and Education Journal Interdisciplinary Social Studies juremi: jurnal riset ekonomi Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) Jurnal Pengabdian Mandiri Jurnal Suara Pengabdian 45 KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) Tarumanagara Medical Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Literacy : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Jurnal Manajemen dan Bisnis Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Jurnal Indonesia Sosial Sains Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran Prominentia Medical Journal Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Kabar Masyarakat Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Journal of Educational Innovation and Public Health Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Jurnal Abdimas Indonesia Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Compromise Journal : Community Proffesional Jurnal Kedokteran Meditek Medicor : Journal of Health Informatics and Health Policy Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Journal of Medicine and Health Cermin Dunia Kedokteran Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Jurnal Serina Abdimas KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Keluhan Telinga dan Letak Perforasi Membran Timpani pada Pasien dengan Otitis Media Supuratif Kronis Tenty, Tenty; Nathaniel, Fernando; Wijaya, Dean Ascha; Firmansyah, Yohanes
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.11205

Abstract

ABSTRACT Chronic Suppurative Otitis Media (CSOM) is a persistent inflammation of the middle ear. It is one of the most common ear infections worldwide, leading to hearing impairment and affecting people's quality of life. This study, conducted at Ciawi General Hospital in July 2023, is a cross-sectional investigation aiming to outline the ear-related complaints and the location of tympanic membrane perforations in patients with CSOM. The participants were selected based on total sampling criteria. The variables examined in this research include age, gender, perceived symptoms, and physical examination of both ears to identify the type of perforation in the tympanic membrane. The data is presented descriptively. Out of the 53 respondents, 56.6% were between 18 and 64 years old, with a higher proportion being female (52.8%). The most commonly reported symptoms by respondents (>50% of cases) with CSOM were a sense of fullness in the ear, hearing loss, tinnitus, otorrhea, and itching in the ear. According to the results of the physical examination, the most prevalent type of perforation was central perforation, occurring in 98.1% of cases, and 88.7% of cases showed ear discharge. The conclusion in this study is that CSOM has general symptoms accompanied by central perforation and symptoms of ear discharge. Keywords: Chronic Suppurative Otitis Media, Hearing Loss, Otorrhea, Perforation  ABSTRAK Otitis media supuratif kronis (OMSK) merupakan suatu peradangan pada telinga tengah yang berlangsung kronis. OMSK termasuk infeksi telinga paling umum yang menyebabkan gangguan pendengaran dan mempengaruhi kualitas hidup seseorang di seluruh dunia. Penelitian potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan telinga dan letak perforasi membran timpani pada pasien dengan OMSK di RSUD Ciawi yang dipilih sesuai kriteria secara total sampling pada periode waktu Juli 2023. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu usia, jenis kelamin, gejala yang dirasakan, serta pemeriksaan fisik pada kedua telinga untuk melihat jenis perforasi pada membran timpani. Data disajikan dalam bentuk deskriptif. Dari 53 responden, 56,6% responden berusia 18 – 64 tahun dan didominasi oleh perempuan (52,8%). Gejala yang paling sering dirasakan oleh responden (>50% kasus) dengan OMSK adalah telinga terasa penuh, penurunan pendengaran, tinnitus, otorea, serta telinga yang terasa gatal. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik didapatkan bahwa jenis perforasi yang paling dominan adalah perforasi sentral pada 98,1% kasus dan terdapat sekret telinga pada 88,7% kasus. Kesimpulan pada penelitian ini adalah OMSK memiliki gejala yang umum disertai dengan perforasi sentral dan gejala sekret telinga Kata Kunci: Otitis Media Supurativa Kronis, Otorea, Penurunan Pendengaran, Perforasi
Korelasi Antara Indeks Massa Tubuh terhadap Tekanan Darah pada Kelompok Pasien yang Telah Mendapatkan Pengobatan Hipertensi Amelia, Devi Astri Rivera; Kurniawan, Joshua; Nathaniel, Fernando; Firmansyah, Yohanes
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.11133

Abstract

ABSTRACT Hypertension and high body mass index (BMI) are risk factors for cardiovascular diseases. Several studies found that blood pressure were rised in high BMI, but studies about correlation of BMI and blood pressure in hypertensive patients on medication are still limited. The study aims to evaluate the correlation between BMI and blood pressure in hypertensive patients on medication.  This quantitative, observational, cross-sectional design study includes all eligible hypertensive patients in outpatient Internal Medicine clinic in Ciawi General Hospital from June to July 2023. A total of 50 patients aged 18 or above are selected by using concecutive sampling. History of hypertension duration and medication was taken from every patients.   The BMI and blood pressure of patients were assessed. Statistical test used in the study is Pearson and Spearman correlation test. Normality of the data is tested with Shapiro Wilk test. The correlation test used in the study is decided based on the normality test result. Significance level expected in the study is 5% (p-value < 0.05). There was a weak correlation (r = 0.314) between body mass index and systolic blood pressure (p-value = 0.026), and a very weak correlation (r = 0.197) between BMI and diastolic blood pressure (p-value = 0.169). The results showed positive but weak correlation between BMI and systolic blood pressure, while there was no significant correlation between BMI and diastolic blood pressure. Keywords : Body Mass Index, Diastolic Blood Pressure, Hypertension, Systolic Blood Pressure  ABSTRAK Hipertensi dan indeks massa tubuh (IMT) merupakan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah akan meningkat pada orang dengan IMT tinggi, namun penelitian mengenai hubungan indeks massa tubuh dengan tekanan darah pada pasien hipertensi dalam pengobatan masih terbatas.  Untuk mengevaluasi korelasi antara IMT dan tekanan darah pada kelompok pasien hipertensi yang sedang mendapatkan pengobatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, observasional, dengan desain potong lintang. Penelitian ini dilaksanakan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Ciawi pada Periode Juni hingga Juli 2023. Pemilihan sampel dilakukan secara berurutan pada 50 pasien usia > 18 tahun yang telah terdiagnosis penyakit hipertensi dan telah mendapatkan obat hipertensi, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa statistik yang digunakan dalam penelitian ini berupa uji korelasi Pearson dan Spearman. Penentuan uji normalitas atau sebaran data pada penelitian ini menggunakan uji Shapiro Wilk. Penentuan uji korelasi didasarkan pada interpretasi uji normalitas. Interpretasi nilai korelasi didasarkan pada nilai r-correlation (r). Nilai kemaknaan yang diharapkan pada penelitian ini adalah sebesar 5% (p-value < 0,05). Didapatkan korelasi positif yang lemah (r = 0,314) antara indeks massa tubuh dengan tekanan darah sistolik (p-value = 0,026), dan korelasi yang sangat lemah (r = 0,197) antara IMT dengan tekanan darah diastolik (p-value = 0,169). Korelasi antara IMT dan tekanan darah sistolik positif namun lemah, sedangkan korelasi antara IMT dan tekanan darah diastolik tidak signifikan. Kata Kunci: Hipertensi, Indeks Massa Tubuh, Tekanan Darah Diastolik, Tekanan Darah Sistolik
Waist to hip ratio in Cardiovascular Disease Risk : A Review of the Literature Destra, Edwin; Anggraeni, Natasha; Firmansyah, Yohanes; Santoso, Alexander Halim
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.539 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10595

Abstract

ABSTRACT The World Health Organisation (WHO) defines obesity and overweight as a medical condition characterized by the abnormal accumulation of fat. While body mass index (BMI) is commonly used to measure obesity, it has limitations in accounting for differences in body fat distribution. The aim of this study is to compare the effects of body mass index and waist-to-hip ratio on the likelihood of developing cardiovascular disease. Various search methods, including indexed sources from Google Scholar, were used to access a diverse range of literature published in the last ten years. The review employed deductive and inductive reasoning to compile and extract relevant information. Deductive reasoning was used to establish a theoretical framework and identify concepts related to waist-to-hip ratio (WHR) and cardiovascular disease (CVD). Inductive reasoning was then applied to analyse the literature and draw conclusions based on the accumulated evidence. The study found that waist-to-hip ratio is a valuable indicator of cardiovascular disease risk in people of all ages, regardless of their body mass index. It is particularly useful when other metabolic risk factors such as diabetes, lipoprotein abnormalities, smoking, and hypertension are present. This approach is especially beneficial for identifying patients who may be at risk of cardiovascular disease despite having a normal BMI. Waist-to-hip ratio provides additional insights into central adiposity, which has been linked to various metabolic abnormalities and an increased risk of cardiovascular disease. Keywords: Obesity, Waist-to-Hip Ratio, Body Mass Index, Central Adiposity, Cardiovascular Risk
Gambaran Radiologi Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada Pasien Meningioma di Rumah Sakit Daerah K.R.M.T Wongsonegoro Maryani, Luh Putu Endyah Santi; Nathaniel, Fernando; Wijaya, Dean Ascha; Firmansyah, Yohanes; Yogie, Giovanno Sebastian
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.11232

Abstract

ABSTRACT Meningioma, the most prevalent tumor in central nervous system, can be thoroughly evaluated using contrast MRI. This cross-sectional study aimed to analyze radiological characteristics of meningioma patients who underwent contrast-enhanced head MRI at K.R.M.T Wongsonegoro Regional Hospital. The patients were selected based on total sampling criteria, using medical records data from January to June 2023. The study examined various variables such as primary and secondary meningioma lesions, lesion size, location, increased intracranial pressure, midline shift, infarction, cranial nerve defects, and sinusitis. Data were presented descriptively. Among 30 respondents, average age was 49.33 years, and majority were females (96.7%). Most common location for primary meningiomas was right parafalcine region (16.7%). Average dimensions of primary meningioma lesions in the anterior-posterior, lateral-lateral, and cranial-caudal directions were 4.93 cm, 4.51 cm, and 4.43 cm, respectively. Meningomatosis was the predominant imaging finding in 33.3% of respondents, while 26.7% had secondary meningioma lesions. On average, the midline shift was 5.54 mm, with 93.3% of respondents experiencing midline shift, most frequently towards left side (53.3%). Clinical and radiological reviews demonstrated that all patients had increased intracranial pressure (ICP), among them, 9.9% experienced incidents of infarction, 13.3% had defects in cranial nerve II, and 43.3% had maxillary sinusitis. The conclusion of this study is that the location of meningioma generally varies with typical symptoms in the form of a midline shift and an increase in ICP Keywords : Central Nervous System, Head Tumor, Meningioma, MRI  ABSTRAK Meningioma merupakan tumor sistem saraf pusat yang paling sering. MRI kontras mampu memberikan evaluasi cukup lengkap terhadap meningioma. Penelitian potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui gambaran radiologi pasien meningioma yang menjalani pemeriksaan MRI kepala dengan kontras di Rumah Sakit Daerah K.R.M.T Wongsonegoro yang dipilih sesuai kriteria secara total sampling menggunakan data rekam medis pada periode waktu Januari 2023 sampai Juni 2023. Variabel dalam penelitian ini yaitu lesi meningioma primer dan sekunder, ukuran lesi meningioma, letak lesi meningioma, peningkatan tekanan intrakranial, midline shift, insiden infark, defek nervus kranial, dan sinusitis. Data disajikan dalam bentuk deskriptif. Dari 30 responden, rerata usia adalah 49,33 tahun dan didominasi oleh perempuan (96,7%). Lokasi meningioma primer umumnya di parafalcine kanan (16,7%), ukuran meningioma primer secara anterior-posterior, lateral-lateral, cranial-kaudal berturut-turut adalah 4,93 cm, 4,51 cm, dan 4,43 cm, dominasi gambaran meningioma adalah meningomatosis pada 33,3% responden, serta 26,7% responden memiliki lesi meningioma sekunder. Rerata midline shift sebesar 5,54 mm pada 93,3% responden dan umumnya bergeser ke sisi kiri (53,3%). Peninjauan dari segi klinis dan radiologi ditemukan bahwa seluruh pasien mengalami peningkatan tekanan intrakranial (TIK), terdapat 9,9% responden mengalami insiden infark, 13,3% responden mengalami defek pada nervus kranial II, dan 43,3% responden mengalami sinusitis maksilaris. Kesimpulan penelitian ini berupa letak meningioma umumnya bervariasi dengan gejala yang khas berupa midline shift dan peningkatan TIK Kata Kunci: Meningioma, MRI, Sistem Saraf Pusat, Tumor Otak
Korelasi Nilai Fecal Incontinence Severity Index (FISI) dengan nilai Activity Daily Living (ADL) pada Kelompok Lanjut Usia Harjono, Johan Lucas; Firmansyah, Yohanes; Satyanagara, William Gilbert; Kurniawan, Joshua; Yogie, Giovanno Sebastian; Destra, Edwin
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i11.11609

Abstract

ABSTRACT Fecal incontinence is describes as inability to control bowel movement that effect 10-17% elderly. Fecal incontinence increase the risk of infection, psychosocial stress, depression, and increase dependency on others, leading to decrease in quality of life. A cross-sectional study was conducted to determine the correlation of FISI values with ADL in the elderly, at the Santa Anna nursing resident from June-July 2023. Participants who include in the study will be asked to complete both the FISI and ADL questionnaires. The Spearman correlation test was used In this study. This research include 60 participants with an average age of 76.30 years, dominated by women 40 (66.7%). The results indicate a moderate correlation (-0.432) between FISI scores and ADL scores (p-value=0.001). These findings suggest that increasing severity of fecal incontinence is associated with a decrease in independence. Fecal incontinence impacts the independence of elderly patients. This serves as a reminder for caregivers and families to offer both physical and psychological support to patients suffering from fecal incontinence. Keywords : Activity Daily Living, Fecal Incontinence, Elderly  ABSTRAK Inkontinensia fekal merupakan kondisi ketidakmampuan untuk mengatur buang air besar yang dialami oleh 10-17% lansia. Inkontinensia fekal dapat meningkatkan risiko infeksi, stress psikososial, depresi, dan meningkatkan ketergantungan terhadap pengaruh yang dapat menurunkan kualitas hidup. Pelaksanaa studi potong lintang untuk mengetahui korelasi nilai FISI terhadap ADL ada kelompok lanjut usia, di Panti Lansia Santa Anna periode Juni-Juli 2023. Responden yang memenuhi kriteria inklusi akan mengisi kuisioner FISI dan ADL. Analisa statistik yang akan dilakukan adalah uji Spearman Correlation.  Terdapat 60 responden ikut dalam penellitian ini, dengan rerata usia 76,30 tahun dan didominasi oleh perempuan (40 (66,7%)). Hasilnya, didapatkan korelasi antara skor FISI terhadap nilai ADL (p-value 0,001, r:-0,432(cukup)). Hal ini menunjukan semakin berat inkontinensia fekal maka kemandirian akan semakin menurun. Inkontinesia fekal memberikan dampak terhadap kemandirian pasien usia lanjut. Hal ini menjadi pembelajaran bagi pengasuh dan keluarga untuk tetap memberikan dukungan baik fisik maupun psikis terhadap pasien yang mengalaminya. Kata Kunci: Activity Daily Living, Inkontinensia Fekal, Lansia
Korelasi Kadar Gula Darah Sewaktu dengan Nilai International Consultant Incontinence Questionnaire – Urine Incontinence Short Form (ICIQ-UISF) pada Kelompok Lanjut Usia Tambunan, Nicholas Albert; Firmansyah, Yohanes; Nathaniel, Fernando; Wijaya, Dean Ascha; Yogie, Giovanno Sebastian
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i11.11411

Abstract

ABSTRACT Urinary incontinence (UI) is one of health problems that occur in elderly population. This cross-sectional study aims to determine correlation between blood sugar levels and International Consultation Incontinence Questionnaire - Urine Incontinence Short Form (ICIQ-UISF) scores in elderly group selected through total sampling criteria at Santa Anna Elderly Care Center in July 2023. ICIQ-UISF questionnaire was used to evaluate UI. Blood sugar level was measured using POCT according to standard procedures. Statistical analysis using Spearman correlation test. Out of 60 respondents, average age was 76.30 years, with 66.7% of respondents being female. Mean blood sugar level was 118.12 mg/dL and 11.7% of respondents showed high blood sugar levels. Average ICIQ-UISF score was 4.58 with 21.7% of respondents experiencing UI onset before reaching toilet, 20% during sleep, and the rest never experienced it. Spearman correlation test indicated a significant correlation between blood sugar levels and ICIQ-UISF scores (p-value: 0.028) with a correlation strength value of 0.264 (r-correlation: 0.283), which falls into weak category. The results show there is a significant correlation between blood sugar levels and ICIQ-UISF questionnaire scores. Blood sugar levels influence 8.0% of ICIQ-UISF scores, while the remaining 92% is attributed to other variables not examined in this study. Keywords: Blood Glucose, Elderly, Urine Incontinence  ABSTRAK Inkontinensia urin merupakan salah satu masalah kesehatan yang terjadi pada kalangan lanjut usia. Penelitian potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kadar gula darah sewaktu (GDS) dengan nilai kuesioner International Consultant Incontinence Questionnaire – Urine Incontinence Short Form (ICIQ-UISF) pada kelompok lanjut usia yang dipilih sesuai kriteria secara total sampling di Panti Lansia Santa Anna pada Juli 2023. Kuesioner ICIQ-UISF digunakan untuk mengevaluasi inkontinensia urin. GDS diukur menggunakan POCT sesuai prosedur standar. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman. Dari 60 responden, rata-rata usia adalah 76,30 tahun dengan 66,7% responden adalah perempuan. Didapatkan rata-rata GDS sebesar 118,12 mg/dL dan 11,7% responden menunjukkan kadar GDS yang tinggi. Rata-rata nilai ICIQ-UISF sebesar 4,58 dengan 21,7% responden mengalami onset inkontinensia urin sebelum sampai toilet, 20% saat tidur dan sisanya tidak pernah. Uji korelasi Spearman menyatakan adanya korelasi bermakna antara kadar GDS dengan nilai ICIQ-UISF (p-value : 0,028) dengan nilai kekuatan korelasi sebesar 0,264 (r-correlation : 0,283) atau masuk dalam kategori lemah. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat korelasi yang bermakna antara kadar GDS dengan nilai kuesioner ICIQ-UISF. Kadar GDS memengaruhi 8% nilai ICIQ-UISF sedangkan 92% lainnya disebabkan oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Kata Kunci: Gula Darah, Inkontinensia Urin, Lanjut Usia
Profil Kadar HbA1c pada Pasien Dengan dan Tanpa Komplikasi Diabetes Mellitus Tipe 2 di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Hermina Kemayoran Halim, Samuel; Wijaya, Dean Ascha; Kurniawan, Joshua; Hernani, Anggit; Kusrini, Henni; Muslichah, Muslichah; Firmansyah, Yohanes
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.11115

Abstract

ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by elevated blood glucose levels resulting from insulin deficiency or insulin resistance. It is a global health problem with an increasing prevalence worldwide. Uncontrolled diabetes can lead to various complications affecting multiple organ systems, resulting in significant morbidity and mortality. This cross-sectional study aims to examine the HbA1c profile in patients with and without complications of type 2 diabetes mellitus who came for regular check-ups at the internal medicine clinic of Hermina Kemayoran Hospital. The participants were selected based on predetermined criteria using total sampling, and data were collected from medical records from January to December 2022. The variables used in this study were HbA1c levels and complications of type 2 diabetes mellitus. The data were presented descriptively. Among the 116 respondents, 53.4% were female. 76.7% of the respondents had HbA1c levels of ≥7%, and 43 respondents were receiving insulin treatment. 65,1% of the respondents with HbA1c levels of ≥7% had complications of type 2 diabetes mellitus. Keywords : Complication, HbA1c, Type 2 Diabetes Mellitus  ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat defisiensi insulin atau resistensi insulin. Diabetes termasuk salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi yang semakin meningkat di seluruh dunia. Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang mempengaruhi berbagai sistem organ, menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Penelitian potong lintang ini bertujuan untuk melihat profil kadar HbA1c pada pasien dengan dan tanpa komplikasi diabetes mellitus tipe 2 yang datang kontrol ke poli penyakit dalam Rumah Sakit Hermina Kemayoran yang dipilih sesuai kriteria secara total sampling menggunakan data rekam medis pada periode waktu Januari sampai Desember 2022. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu HbA1c dan komplikasi diabetes mellitus tipe II. Data disajikan dalam bentuk deskriptif. Dari 116 responden, 53,4% responden adalah perempuan. 76,7% responden memiliki kadar HbA1c sebesar ≥7% dan 43 responden mendapatkan pengobatan insulin. 65,1% responden dengan kadar HbA1c sebesar ≥ 7% memiliki komplikasi diabetes mellitus tipe 2. Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe 2, HbA1c, Komplikasi
Perbedaan Rerata Usia Kehamilan dengan Munculnya Onset Preeklamsi Ringan, Berat, dan Eklamsi pada Ibu Hamil Dinata, Freddy; Nathaniel, Fernando; Satyanegara, William Gilbert; Kurniawan, Joshua; Firmansyah, Yohanes
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.11037

Abstract

ABSTRACT Preeclampsia is a serious problem in pregnancy that causes significant morbidity and mortality in maternal, fetal, and neonatal health. Eclampsia is one of the most serious non-obstetric complications. Preeclampsia often occurs in the third trimester of pregnancy, particularly after 32 weeks of gestation. However, in some cases, preeclampsia can occur in other trimesters. This cross-sectional study aims to determine the relationship between gestational age and the occurrence of mild preeclampsia, severe preeclampsia, and eclampsia using medical records from Ciawi Regional General Hospital from January to December 2020. The variables in this study consisted of basic characteristics of the respondents (maternal age and parity status), gestational age (in weeks), and maternal medical conditions divided into three groups (mild preeclampsia, severe preeclampsia, and eclampsia). Statistical analysis was performed using the Kruskal-Wallis test. Out of 190 respondents, the average age of the mothers was 32 years, and the average gestational age was 36.2 weeks, with severe preeclampsia being the dominant medical condition (85.3%). The research findings revealed no significant difference in the mean gestational age among the three groups of pregnant mothers (P-value: 0.235). Further clinical review revealed that eclampsia occurred at an earlier gestational age compared to mild preeclampsia, which generally occurs in the late stages of pregnancy. The findings from this study are expected to contribute to a deeper understanding of preeclampsia and eclampsia to improve the quality of healthcare services. Keywords: Eclampsia, Gestational Age, Preeclampsia  ABSTRAK Preeklamsi merupakan salah satu masalah pada kehamilan yang serius, kondisi tersebut menyebabkan morbiditas dan mortalitas pada maternal, fetal, dan neonatal yang signifikan. Eklamsi merupakan salah satu komplikasi non-obstetrik yang paling serius. Preeklamsi seringkali terjadi pada trimester tiga kehamilan, khususnya usia gestasi >32 minggu. Namun pada beberapa kasus preeklamsi dapat terjadi pada trimester lainnya. Penelitian potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia kehamilan dengan kejadian preeklamsi ringan, preeklamsi berat dan eklamsi dengan menggunakan data rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi pada periode Januari – Desember 2020. Variabel pada penelitian ini terdiri dari karakteristik dasar responden (usia ibu dan status paritas), usia kehamilan (minggu), serta kondisi medis ibu yang dibagi menjadi tiga kelompok (preeklamsi ringan, berat, dan eklamsi). Analisis statistik menggunakan uji Kruskall Wallis. Dari 190 responden, rata-rata usia ibu 32 tahun, rata-rata usia kehamilan adalah 36,2 minggu dengan kondisi medis didominasi oleh preeklamsi berat (85,3%). Hasil penelitian menemukan tidak ada perbedaan rerata usia kehamilan yang bermakna antara tiga kelompok ibu hamil (nilai P = 0,235). Peninjauan lebih lanjut secara klinis diketahui bahwa eklamsi terjadi pada usia kehamilan yang cenderung lebih awal dibandingkan preeklamsi ringan yang umumnya terjadi pada fase kehamilan aterm. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat membantu pemahaman yang lebih mendalam terkait preeklamsi dan eklamsi guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Eklamsi, Preeklamsi, Usia gestasi
Gambaran Kadar Hemoglobin dan Hematokrit pada Wanita Usia Produktif Hidayat, Fadil; Yogie, Giovanno Sebastian; Firmansyah, Yohanes; Santoso, Alexander Halim; Kurniawan, Joshua; Amimah, Ranindita Maulya Ismah; Gaofman, Brian Albert; Syachputri, Rifi Nathaznya
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i11.11398

Abstract

ABSTRACT Anemia is one of the common public health problems that cannot be underestimated. This could occur especially in children, pregnant and postnatal women, as well as female adolescents or women in menstruation. If untreated, anemia will cause bad effects on the patient, including premature delivery, low birth weight, affecting productivity and performance in work, and also could lead to organ failures or even death. To find out the haemoglobin and haematocrit profile in women of productive age. This is a descriptive study with a cross-sectional design. Data was obtained in July 2023 from Cipondoh Ward. Samples are obtained using a non-random purposive sampling method, including women of productive age that met the criteria. Data was obtained through interviews and blood examination. Qualitative data is presented in proportion (%), and quantitative data is presented in centralized data distribution. This study included 71 women of reproductive age, with the most respondents in the age group 51-64 years (59.2%). The mean haemoglobin level was 12.10 (±1.48) g/dL, with normal haemoglobin levels in 54.9% of respondents, mild anemia in 36.6% of respondents, and moderate anemia in 8.5% of respondents. The study also found an average haematocrit level of 35.70 (±4.35) % from all respondents.Anemia could occur in women of productive age in various age groups. It is important to evaluate haemoglobin and haematocrit levels in women of productive age. further research is needed to assess the parameters to find out the type of anemia, and also to explore and analyze the factors that could cause anemia. Keywords: Age, Anemia, Female  ABSTRAK Anemia merupakan salah satu dari masalah kesehatan masyarakat yang tidak dapat dianggap remeh. Hal ini dapat terjadi terutama pada anak-anak, wanita hamil dan pasca melahirkan, serta remaja putri dan wanita yang sedang menstruasi. Apabila dibiarkan, anemia akan berdampak buruk pada penderitanya, seperti kelahiran premature dan berat badan lahir rendah, gangguan produktivitas dan performa dalam pekerjaan, juga dapat terjadi kegagalan organ hingga kematian. Mengetahui gambaran kadar hemoglobin dan hematokrit pada wanita usia produktif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain potong lintang. Data yang diperoleh pada bulan Juli 2023 di Rukun Warga (RW) 008 Kelurahan Cipondoh. Sampel pada penelitian diperoleh dengan metode non-random purposive sampling, meliputi wanita usia produktif yang memenuhi kriteria. Data diperoleh melalui anamnesis dan pemeriksaan darah. Data disajikan dalam proporsi (%) untuk data kualitatif serta sebaran data terpusat untuk data kuantitatif. Penelitian ini mengikutsertakan 71 wanita usia produktif, dengan responden terbanyak pada kelompok usia 51-64 tahun (59,2%). Didapatkan rerata kadar hemoglobin 12,10 (±1,48) g/dL, dengan kadar hemoglobin normal pada 54.9% responden, anemia ringan pada 36,6% responden, dan anemia sedang pada 8,5% responden. Didapatkan juga rerata kadar hematokrit 35,70 (±4,35) dari seluruh responden. Anemia dapat terjadi pada perempuan usia produktif di berbagai kelompok usia. Penting untuk mengevaluasi kadar hemoglobin dan hematokrit pada wanita usia produktif. Disarankan penelitian selanjutnya untuk menilai parameter lainnya seperti untuk mengetahui jenis anemia dan menelusuri serta menganalisis faktor-faktor penyebab anemia. Kata Kunci: Anemia, Perempuan, Usia
Profil Kelainan Radiologi pada Remaja dengan Skoliosis Widjaya, Inge Friska; Firmansyah, Yohanes; Nathaniel, Fernando; Wijaya, Dean Ascha
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.11178

Abstract

ABSTRACT Scoliosis is a type of spinal abnormality characterized by a lateral deviation of more than 10 degrees to the right or left. It affects 1-3% of children in the at-risk population, particularly those aged between 10 to 16 years. The main purpose of this research is to examine the radiological characteristics of scoliosis in teenagers using imaging (Spinal X-ray) at Royal Taruma Hospital. The sample for this study was selected using total sampling criteria from medical records gathered during the period from January to June 2023. The variables analyzed include age, gender, and the radiological features of scoliosis. The data was presented descriptively. Out of the 25 respondents, the average age was 15 years, with females comprising 88% of the participants. Most respondents (80%) exhibited a combination of dextroscoliosis and levoscoliosis. The median Cobb angle measurement for dextroscoliosis was 24 degrees, while for levoscoliosis, it was 26.5 degrees, both indicating moderate scoliosis. The curvature lesions for dextroscoliosis generally started at T5, and for levoscoliosis, they began at T12, with both types of scoliosis commonly ending at the level of L4. Keywords : Scoliosis, Spinal X-ray, Teenager  ABSTRAK Skoliosis merupakah salah satu bentuk kelainan tulang belakang dengan deviasi lateral lebih dari 10 derajat ke kanan atau ke kiri. Skoliosis mempengaruhi 1-3% anak-anak dalam populasi berisiko yaitu mereka yang berusia 10-16 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kelainan radiologi pada remaja dengan skoliosis berdasarkan pemeriksaan radiologi (X-Ray Spine) di RS Royal Taruma yang dipilih sesuai kriteria secara total sampling menggunakan data rekam medis pada periode waktu Januari – Juni 2023. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu usia, jenis kelamin, dan gambaran radiologi skoliosis. Data disajikan dalam bentuk deskriptif. Dari 25 responden, rerata usia adalah 15 tahun, didominasi oleh perempuan pada 88% responden, dan didapatkan kombinasi dextroskoliosis dan levoskoliosis pada 80% responden. Nilai median Cobb angel pada kelainan dextroskoliosis sebesar 24 derajat dan pada levoskoliosis sebesar 26,5 derajat dimana keduanya masuk dalam kategori moderate skoliosis. Letak lesi lengkungan pada dextroskoliosis dimulai dari T5 dan kelainan levoskoliosis dimulai dari T12, dan umumnya berakhir setinggi L4 baik pada dextroskoliosis maupun levoskoliosis. Kata Kunci: Remaja, Rontgen Tulang Belakang, Skoliosis
Co-Authors Adjie, Eko Kristanto Kunta Afladhanti, Putri Mahirah Agnes Marcella Agus Hadian Rahim Agustina Alda Clarissa Sunaryo Alexander Halim Santoso Alexander Halim Santoso Alfred Sutrisno Sim Alicia Herdiman Alicia Sarijuwita Alicia Sarijuwita Alicia Sarijuwita Alicia Sarjuwita Alifia, Tosya Putri Alvianto, Fidelia Amanda, Shelma Tria Amelia Setiawati Soebyanto Amelia, Devi Astri Rivera Amimah, Ranindita Maulya Ismah Andi Eka Putra Andi Eka Putra Andria Priyana Andriana Kumala Dewi Angelika S, Michelle Angelika, Michelle Anggita Tamaro Anggraeni, Natasha Anna Maria Tri Anggraini Annisa Kharenina Augustine Aribowo, Aretha Sarah Atzmardina, Zita Averina, Friliesa Badruddin, Gabriella Hafidha Baroto, Radian Tunjung Bayu Aditya Belinda Junitia Biromo, Anastasia Ratnawati Brahmana, Ririn Efranisa Sembiring Bruce Edbert Bryan Anna Wijaya Buntara, Ivan Catharina Sagita Moniaga Catherine Christiana Pranata Cendi, Sylvia Chalishah Shifa Martiana Chandra, Cindy Christella Charissa, Olivia Charity Harlim Chau, Welhan Chesia Angelina Christian, Farell Christiani, Lidya Chua, Jimmy Clarissa Hartawan Clarissa Sunaryo , Alda Daniel Goh Daniel Ruslim Darren Gosal Darren Gosal Darren Gosal Darren Gosal Dean Ascha Wijaya Dean Ascha Wijaya Dean Ascha Wijaya Destra, Edwin Dewi, Andriana Kumala Dewi, Andriana Kumawa Dinata, Freddy Donatila Mano S Donatila Mano S Drew, Clement Edbert, Bruce Edwin DESTRA Edwin Destra Edwin Destra Edwin Destra Edwin Destra Edwin Destra Edwin Destra Edwin Destra Eko Kristanto Kunta Adjie Elfrida Ratnawati Elizabeth, Jessica Emilda, Emilda Erdiana, Grace Eric Hartono Ernawati Ernawati . Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Su Fadhila, Arni Ismi Fajarivaldi, Kresna Bambang Farell Christian Gunaidi Febriastuti, Abebi Fendy Wellen Fernando Nathaniel Fernando Nathaniel Fernando Nathaniel Fidelia Alvianto Fiona Valencia Setiawan Fransisca I. R. Dewi Fransisca Iriani R Dewi Fransisco, Melkior Michael Friliesa Averina Frisca Frisca Frisca Frisca Gabriella Hafidha Badruddin Gaofman, Brian Albert Geoffrey Christian Lo Ghina, Andini Gilda, Gilda Ginting, Desi Natalia Giovanno Sebastian Yogie Giovanno Sebastian Yogie Goh, Daniel GRACE SHALMONT, GRACE Gracieene Gracienne Gracienne Gracienne Gracienne, Gracienne Gunaidi, Farell Christian Gunawan Widjaja Halim Santoso Halim Santoso, Alexander Hamzah Hamzah Handar Subhandi Bakhtiar Handayanti, Luthfi Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hans Sugiarto Hardjanto, Kevin Shen Angga Hari Sutanto, Hari Hariesti, Ribka Anggeline Harjono, Johan Lucas Hartono, Vincent Aditya Budi Haryanto, Imam Hawari, Irawati Heiddy Chandra Sumampouw Heiddy Chandra Sumampouw Hendry Agustian Hendry Agustian Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun, Hendsun Herdiman, Alicia Hernani, Anggit Hidayat, Fadil Ida Ayu Putu Sri Widnyani Imam Hartanto Imam Haryanto Irawaty Hawari Irawaty Hawari Irene Dorthy Santoso Irene Setiawan Jap, Ayleen Nathalie Jasmine Syabania Noviantri Jasmine Syabania Noviantri Jaya, I Made Satya Pramana Jeffrey ., Jeffrey Jeffry Luwito Jeffry Luwito Jessica Elizabeth Jessica Elizabeth Jessica Elizabeth Jessica Elizabeth Jessica Elizabeth Jessica Elizabeth Jessica Nadia Dinda Jimmy Chua Joshua Kurniawan Joshua Kurniawan Joshua Kurniawan Junius Kurniawan Juvenius Martin Kartika, Ronald Kasvana Kasvana Kharenina Augustine, Annisa Khoto, Anthon Eka Prayoga Kosasih, Robert Kurniawan, Joshua Kurniawan, Junius Kusrini, Henni Lidya Christiani Lie, Jason Gunawan Liesia Asiku Linda Yulianti W Lo, Geoffrey Christian Lontoh, Susi Olivia Lontoh, Susy Olivia Louise Audrey Lumintang, Valentino Gilbert Mahaputera, Pramadio Mandalika, Astin Mano S, Donatila Marendra Shinery Kartolo Margaretha Pramesti Utar Martin, Alfianto Maryani, Luh Putu Endyah Santi Mashadi, Fladys Jashinta Melian Anita Meliyana Meliyana, Meliyana Michael Michael Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Moniaga, Catharina Sagita Muhamad Rizki Nanda F Muhammad Ali Hanafiah Selian Murni L Naibaho Murni L Naibaho Muslichah Muslichah Nancy Suwarna Nanda Lessi Hafni Eka Putri Natasha Anggraeni Natasha Fiorentina Kusumawati Nathaniel, Fernandho Nathaniel, Fernando Nicholas Setia Nicole Nastassja Kurniawan Nimas Berlian Betta Chantika Noer Saelan Tadjudin Noer Saelan Tadjudin Noer Saelan Tadjudin Normala, Ajeng Novendy, Novendy Novia, Elizabeth Olivia Paulus Pasuarja Jeranding Ezra Pati, Vanessa Irenea Peter Ian Limas Prawiro, Evy Luciana Pujiono, Sheryn Purnomo, Yonathan Adi Purwadhi Purwadhi Putra, Muhammad Dzakwan Dwi Putri Bennya Aisyah Putri Mahirah Afladhanti R Dewi, Fransisca Iriani Raharjo, Budiarjo Notonagoro Ramadhanty, Prajnya Kamila Ranonto, Steve Vallery Ravenska Theodora Ravenska Theodora Rayhan, Naufal Refael Alfa Budiman Rendy Singgih Rendy Singgih Ribka Anggeline Hariesti Robert Kosasih Rudi Rudi Ruslim, Welly Hartono S, Michelle Angelika S., Michelle Angelika Samara, Trisha Samuel Halim Santoso, alex Santoso, Alexander Santoso, Alexander Halim Saputra, Rio Sari Mariyati Dewi Nataprawira Sari, Anna Rahmania Sari, Triyana Satyanagara, William Gilbert Satyanegara, William Gilbert Satyo, Yovian Timothy Septrisya, Shiera Setia, Nicholas Setiawan, Fiona Valencia Setiawan, Hardianto Setiyati, Pinka Nurashri Setyati, Pinka Nurashri Shafira, Ellyta Shirly Gunawan Singgih, Rendy Sitorus, Ribkha Anggeline Hariesti Siufui Hendrawan Sjaiful Bachri Slamet Tri Wahyudi Soebrata, Linginda Soni, Yulfitra St. Laksanto Utomo Stanislas Kotska Marvel Mayello Teguh Stanley Surya Cahyadi Stefanus Gardino Stefanus Gardino Setyo D Stephanie Amadea Su, Ernawati Sugiarto, Hans Sugiharto, Hans Sugiharto, Sony Sukmawati Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sung Chian Suros, Angel Sharon Susy Olivia Lontoh Sutedja, Gina Triana Sutjipto, Fiolita Indranita Syachputri, Rifi Nathaznya Syarifah, Andini Ghina Sylvana, Yana Tambunan, Nicholas Albert Tan, Sukmawati T Tan, Sukmawati Tansil Teguh, Stanislas Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello Tenty, Tenty Tiffany Valeri Alexandra Triyana Sari Triyana Sari Tubagus Andri Purnama Tubagus Andri Purnama Valentino Gilbert Lumintang Valeria Saputra Velika Elaine Kangnata Vincent Aditya Budi Hartono Vini Claudya Agustine Rajagukguk Warsito, Jonathan Hadi Wellen, Fendy Welly Hartono Ruslim Widjaya, Inge Friska Wijaya, Bryan Wijaya, Bryan Anna Wijaya, Christian Wijaya, Dean Ascha Wijaya, Hanna Wijayadi, Linda Julianti William Gilbert Satyanegara William Gilbert Setyanegara William Gilbert Setyanegara Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yogie, Giovanno Sebastian Yudhitiara, Novia Yurike Indah Pratiwi Yurike Indah Pratiwi