Articles
Aspek Legalitas Dan Viralitas Dalam Peredaran Kosmetik Tanpa Izin BPOM di Indonesia
Shania Marchella;
Naila Qanitah;
Nur Mutiara Zahrani;
Sri Handayani
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi April 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71282/jurmie.v2i4.248
Perkembangan pesat media sosial telah memberikan dampak besar terhadap pola konsumsi masyarakat, termasuk dalam pemasaran produk skincare yang belum mendapatkan izin dari BPOM. Hal ini menyebabkan meningkatnya praktik promosi dengan klaim yang berlebihan, yang berpotensi menyesatkan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam mengawasi peredaran kosmetik ilegal yang viral, menganalisis ketentuan hukum dan sanksi yang berlaku, mengidentifikasi faktor-faktor yang membuat produk tanpa izin tersebut tetap diminati di platform digital, serta pengaruh harga dan strategi pemasaran kosmetik ilegal terhadap preferensi konsumen. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan undang-undang dan konsep perlindungan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan BPOM masih bersifat reaktif dan belum mampu mengimbangi penyebaran produk kosmetik ilegal yang masih tidak efektif dan tidak mengimbangi penyebaran produk kosmetik ilegal di media sosial. Faktor utama yang menyebabkan tingginya daya tarik produk-produk tersebut adalah dominasi pemasaran digital, rendahnya kesadaran konsumen, dan pengaruh selebritas media sosial, meskipun sistem hukum saat ini sudah mencakup sanksi pidana dan administratif. Hasil Studi ini merekomendasikan agar BPOM mengubah metode pengawasannya, beralih dari pendekatan pasif ke yang lebih proaktif dan memberikan informasi kepada konsumen. Selain itu, mereka juga perlu bekerja sama dengan platform digital untuk melindungi konsumen dan memperkuat sistem regulasi di industri kosmetik.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS ENDORSEMENT DARI INFLUENCER
Novianto, Nurul Shafira;
Nazwa Lutfiah;
Siti Atillldhia Thunovtufi;
Sri Handayani
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 5 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Mei 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71282/jurmie.v2i5.278
Endorsement oleh influencer mengharuskan mereka untuk memberikan ulasan yang jujur tentang produk. Namun, banyak influencer yang merekayasa hasil ulasan mereka, yang bertentangan dengan regulasi perlindungan konsumen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi bagaimana regulasi hukum melindungi hak konsumen yang menjadi korban endorsement yang direkayasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur atau kajian pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa endorsement oleh influencer diatur dalam KUHPerdata dan UUPK, di mana pengusaha wajib memberikan informasi yang akurat tentang produk dan memastikan keamanannya. Jika terjadi kerugian, pengusaha dapat dikenakan strict liability, sementara influencer bertanggung jawab berdasarkan kesalahan mereka. UU ITE dan KUHP juga mengatur tindak pidana terkait penipuan dan penyebaran informasi palsu dalam endorsement.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TERKAIT VIRUS INFLUENZA DENGAN METODA STORY TELLING DI TKIT ADZKIA 2, KOTA PADANG
Sri Handayani;
Fitri, Wiya Elsa;
Angelia, Inge;
Putra, Adewirli;
Hardini, Sandra
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54484/tkrg.v7i2.638
Angka kejadian influenza masih cukup tinggi, dengan kejadian 21.5 per 100 000 pada balita usia 0 sampai 4 tahun dan 9.1 per 100 000 pada anak usia 5 sampai 17 tahun. Studi surveilans influenza tahun 2003-2007 di Indonesia terdapat 21.030 laporan kasus dengan manifestasi klinis seperti influenza. Dari jumlah kasus tersebut, 4.236 (20.1persen) di antaranya terbukti terinfeksi virus influenza. Kelompok usia terbanyak penderita influenza adalah kelompok anak usia sekolah. Luaran kegiatan ini adalah adanya pemahaman siswa terkait virus influenza san cara pencegahan penularannya. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan metoda story telling terkait virus influenza ini dilakukan pada hari Senin, 9 Januari 2023 pukul 09.00 WIB – 12.00 WIB. Kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh 56 orang siswa. Terjadi peningkatan presentase pengetahuan siswa sebesar 36 persen, yaitu dai 46 persen menjadi 82 persen setelah diberikan informasi. Disimpulkan pemberian informasi menganai virus Influenza dan cara pencegahannya menggunakan metoda story telling sangat tepat pada siswa SDIT Adzkia 2, terlihat terjadinya peningkatan pengetahuan siswa yang dibuktikan dengan kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri The incidence of influenza is still quite high, with an incidence of 21.5 per 100 000 in children aged 0 to 4 years and 9.1 per 100 000 in children aged 5 to 17 years. In the 2003-2007 influenza surveillance study in Indonesia, there were 21,030 case reports with influenza-like clinical manifestations. Of these cases, 4,236 (20.1 percent) were proven to be infected with the influenza virus. The largest age group suffering from influenza is school-aged children. The outcome of this activity is students' understanding of the influenza virus and how to prevent its transmission. Implementation of community service activities using the story telling method related to the influenza virus will be carried out on Monday, January 9 2023 at 09.00 WIB – 12.00 WIB. This outreach activity was attended by 56 students. There was an increase in the percentage of students' knowledge by 36 percent, namely from 46 percent to 82 percent after being given the information. It was concluded that providing information about the Influenza virus and how to prevent it using the story telling method was very appropriate for SDIT Adzkia 2 students. It was seen that there was an increase in students' knowledge as evidenced by the students' ability to answer questions given by the presenter.
Optimalisasi Peran Peer Educator HIV/AIDS dengan Edukasi terkait HIV/AIDS pada Lokus Pekerja Seks
Sri Handayani
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54484/tkrg.v8i2.669
Only 70% of HIV/AIDS peer educators were able to achieve targets in recruiting at-risk groups to carry out VCT. After identifying the problem, information was obtained about the low ability of peer educators to master the basic concepts of HIV/AIDS and STIs. The aim of this activity is to improve the ability of peer educators to reach at-risk groups. HIV/AIDS education activity for Peer Educators on Saturday, August 24 2024 which was attended by 12 peer educators with resource person Dr. Sandra Yelli. The success of this activity was evaluated by looking at the increase in peer educators' understanding regarding HIV/AIDS, namely by 17%. Evaluation was carried out using pre and post test questionnaires. It is hoped that this activity can be carried out continuously so that it can update and optimize peer educators' understanding regarding HIV/AIDS Peer educator HIV/AIDS yang mampu mencapai target dalam menjaring kelompok berisiko untuk melakukan VCT hanya 70%. Setelah dilakukan identifikasi masalah diperoleh informasi masih rendahnya kemampuan peer educator dalam menguasai konsep dasar HIV/AIDS dan IMS. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan peer educator dalam menjangkau kelompok berisiko. Kegiatan edukasi HIV/AIDS kepada Peer Educator pada hari Sabtu, 24 Agustus 2024 yang dihadari oleh 12 orang peer educator dengan narasumber dr. Sandra Yelli. Keberhasilan kegiatan ini dievaluasi dengan melihat peningkatan pemahaman peer educator terkait HIV/AIDS yaitu sebesar 17%. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre dan post test. Diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan berkelanjutan sehingga mampu mengupdate dan mengoptimalkan pemahaman peer educator terkait HIV/AIDS. Pelaksanaan kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman peer educator terkait HIV/AIDS.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Anemia pada Remaja Putri
Anisa Yulianti;
Siti Aisyah;
Sri Handayani
Lentera Perawat Vol. 5 No. 1 (2024): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52235/lp.v5i1.276
Anemia masih menjadi masalah kesehatan di negara berkembang. Banyak faktor yang dapat menyebabkan anemia seperti status gizi yang buruk yang dapat menyebabkan kurangnya zat besi, asam folat dan vit B12 untuk memproduksi sel darah merah, siklus menstruasi yang tidak normal ataupun pendarahan yang terjadi pada saat menstruasi, begitupun dengan pengetahuan pengelolaan makanan dan penanganan anemia juga berperan dalam terjadinya anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi, siklus menstruasi dan pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Peninjauan Kabupaten OKU Tahun 2023. Metode penelitian menggunakan cross sectional dan. Sampel penelitian sebanyak 65 dengan menggunakan metode non random sampling. Instruemen yang digunakanan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistic Chi Square. Hasil penelitian ini didapatkan nilai p.value = 0,011 dengan odd ratio 4,900 untuk status gizi, p.value = 0,004 OR 5,429 untuk siklus menstruasi, dan p.value = 0,000 OR 8,635 untuk pengetahuan. Berarti adanya hubungan antara status gizi, siklus menstruasi dan pengetahuan dengan anemia pada remaja putri. Bidan diharapkan memberikan edukasi kepada remaja putri mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan rajin untuk meminum tablet Fe agar terhindar dari penyakit anemia.
CUSTOMER IN SERVICE DELIVERY DALAM UPAYA PENINGKATAN JUMLAH NASABAH
Sri Handayani
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 1, No 2 (2017): JURNAL HUKUM EKONOMI SYARIAH (DESEMBER 2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/j-hes.v1i2.2304
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari variabel strategi people (karyawan bank), process (proses pelayanan), serta physical evidence (bukti fisik) terhadap peningkatan jumlah nasabah.Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 100 orang responden yang berdomisili di wilayah Makassar. Alat analisis yang dipergunakan adalah regresi linear berganda pada program SPSS.Hasil Analisis data menunjukkan bahwa semua hipotesis dapat dibuktikan sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan jumlah nasabah dipengaruhi oleh variabel strategi people(karyawan bank), process(proses), serta physical evidence(bukti fisik). Penelitian ini juga menghubungkan hasil penelitian dengan implikasi teoritis dan implikasi kebijakan bagi manajemen yang diuraikan pada bagian kesimpulan. Keterbatasan penelitian dan agenda penelitian mendatang dapat dijadikan acuan bagi para peneliti berikutnya.Kata Kunci: Customer In Service Delivery, Nasabah
Simulasi Pengunaan Dongeng “Bubu dan Biji Ajaib” kepada Petugas Lapangan Terkait Kepatuhan Minum Obat pada Anak dengan HIV/AIDS
Sri Handayani;
Rifda Wahyuni;
Gusliani Eka Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Jenius Vol. 3 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70920/pengabmaskes.v3i1.230
The incidence of HIV/AIDS in children continues to rise, mainly due to mother-to-child transmission. Although antiretroviral (ARV) therapy effectively reduces mortality, adherence among children remains low. This community service activity aimed to improve field officers’ pedagogical skills in educating children on ARV adherence through storytelling. The activity was conducted on June 12, 2025, at Yayasan Akbar in Padang City, involving 10 field officers. The method included training on storytelling techniques using the book "Bubu dan Biji Ajaib" (Bubu and the Magic Seed) and hand puppets, supported by pre-test and post-test evaluations. Results showed a significant increase in storytelling skills, with an average score improvement of 22.41 points after the intervention. The most notable improvements were in eye contact, creativity, facial expressions, and mastery of hand puppet use. In conclusion, the storytelling simulation effectively enhanced participants’ ability to deliver educational messages to children and should be integrated into child health education programs, especially for children living with HIV/AIDS.
Know Before You Ship : Raising Awareness of Dangerous Goods Classification Through University Community Service in Manila
Devi Marlita;
Juliater Simarmata;
Sarinah Sihombing;
Euis Saribanon;
Sri Handayani;
Nursery Alfaridi Nasution
ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): Juli : ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61132/aspirasi.v3i4.2177
As shipping activities through various modes of transportation increase, the need for adequate understanding of dangerous goods is becoming increasingly important, especially among the younger generation. Unfortunately, many students still do not understand the classification and risks associated with transporting these goods. This community service activity aims to increase awareness and understanding of high school students in the Philippines regarding the classification of dangerous goods and the importance of safety in the shipping process. The activity was carried out through an interactive outreach method that included visual presentations, case studies, and simple simulations to make the material easier to understand and apply. The material provided refers to international standards, namely the International Maritime Dangerous Goods (IMDG) Code and ICAO Technical Instructions (ICAO-TI), which are important references in the classification and handling of dangerous goods globally. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to measure the level of student understanding before and after the activity. The results showed a significant increase in students' ability to recognize symbols, types of dangerous goods, and initial actions to be taken when faced with these goods. These findings confirm that the right educational approach can increase early awareness among students as potential actors in the logistics chain. It is hoped that similar programs can be implemented widely and sustainably in various educational institutions to minimize the risk of sending dangerous goods due to a lack of public knowledge.
DAMPAK KEBIJAKAN PERLINDUNGAN DATA PRIBADI: IMPLIKASI TERHADAP PRAKTIK PEMASARAN DIGITAL DI APLIKASI TOKOPEDIA INDONESIA
Lusi Lestari;
Naura Athira;
Rintan Gitaria;
Sri Handayani
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 2 Maret (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada era digital, tingginya pertukaran informasi menyebabkan kerentanan kebocoran data pribadi, yang berimplikasi pada privasi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta gambaran yang mendalam mengenai implikasi kebijakan perlindungan data pribadi terhadap praktik pemasaran digital di aplikasi Tokopedia Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis data sekunder dari dokumen kebijakan, regulasi hukum, dan literatur akademik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan data pribadi berperan penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan menjaga reputasi bisnis e-commerce. Kasus kebocoran 91 juta data pengguna Tokopedia menunjukkan lemahnya keamanan data pribadi. Walaupun Tokopedia telah menerapkan kebijakan privasi dan transparansi, tantangan seperti keamanan data yang rentan dan rendahnya pemahaman pengguna masih menjadi hambatan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan privasi, edukasi pengguna, dan penggunaan teknologi keamanan yang kuat serta canggih.
IMPLIKASI HUKUM TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA UNIVERSITAS SRIWIJAYA DALAM PERSPEKTIF LITERASI KEUANGAN
Ananda Ridho Santoso;
M. Ramadhan;
Riva Bintang Pratama;
Sri Handayani
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 2 April (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan teknologi finansial telah mengubah cara individu, khususnya mahasiswa, dalam mengelola keuangan. Literasi keuangan digital menjadi aspek krusial dalam menghadapi tantangan era digital, di mana kemudahan akses terhadap layanan keuangan dapat memengaruhi perilaku konsumtif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana mahasiswa melihat literasi keuangan digital dan bagaimana pengaruhnya terhadap kebiasaan belanjanya. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan pendekatan deskriptif, melibatkan wawancara mendalam terhadap mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Sriwijaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap literasi keuangan digital masih terbatas, yang berdampak pada kecenderungan perilaku konsumtif. Aspek hukum terkait penggunaan layanan keuangan digital juga kurang dipahami, meningkatkan risiko penyalahgunaan data dan pelanggaran hak konsumen. Diperlukan upaya edukatif untuk meningkatkan literasi keuangan digital dan kesadaran hukum di kalangan mahasiswa.