Pemilu merupakan peristiwa politik yang sangat bergantung pada peran media massa sebagai sumber utama informasi publik. Cara media mengonstruksi realitas pemilu melalui pilihan bahasa, strategi framing, dan pembingkaian makna memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan persepsi, sikap, dan preferensi politik masyarakat. Namun, kajian mengenai pengaruh komunikasi media terhadap persepsi publik pada isu pemilu masih tersebar di berbagai disiplin dan belum dipetakan secara komprehensif dari perspektif linguistik dan analisis wacana. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan meta-analisis terhadap studi-studi yang mengkaji pemberitaan pemilu dalam media massa dengan fokus pada analisis bahasa, framing, dan konstruksi makna. Meta-analisis dilakukan secara kualitatif terhadap artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi yang terbit dalam dua dekade terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa media secara konsisten menggunakan strategi framing tertentu, seperti personalisasi kandidat, polarisasi politik, konflik, dan simplifikasi isu, yang direalisasikan melalui pilihan leksikal, metafora, struktur naratif, serta representasi aktor sosial. Strategi linguistik tersebut berkontribusi pada pembentukan persepsi publik yang tidak netral, termasuk penguatan bias politik, emosionalisasi pilihan pemilih, dan reduksi substansi isu kebijakan. Selain itu, meta-analisis ini mengungkap keterbatasan penelitian sebelumnya yang masih minim mengaitkan temuan linguistik dengan implikasi praktis bagi etika jurnalisme dan literasi politik publik. Penelitian ini berkontribusi dengan menyajikan peta konseptual komunikasi media pemilu berbasis linguistik serta merekomendasikan arah penelitian dan pengembangan praktik pemberitaan pemilu yang lebih informatif, proporsional, dan berorientasi pada kepentingan demokrasi.Kata kunci: pemilu, komunikasi media, framing, analisis wacana, persepsi publik, meta-analisis