Articles
TEKNIK PEMANENAN BUNGA KOPI SEBAGAI BAHAN MINUMAN TEH UNTUK MENGHASILKAN TWO IN ONE DI PERKEBUNAN KOPI HKM
Jurnal Pepadu;
Bambang Supeno;
Tarmizi Tarmizi;
Hery Haryanto;
M. Taufik Fauzi
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2306
Tanaman kopi di Kabupaten Lombok Barat banyak diusahakan di lahan hutan kemasyarakatan (HKM) yang ada dikawasan Hutan Lindung.dan kawasan penyangga (buffer zone) seluas 1.632,40 hektare. Kebun kopi tersebut dikelola sebanyak 1.493 orang anggota masyarakat sekitar hutan. Bunga kopi merupakan limbah yang belum tersentuh untuk dimanfaatkannya, dengan potensi 19.342 kuntum/ tanaman. Atas dasar tersebut kegiatan pengabdian ini dilaksanakan, dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan inovasi bagaimana teknik pemanenan bunga kopi yang baik agar tidak merusak bakal buah, sebagai produk utamanya. Dengan demikian dihasilkan produk sampingan yang akan menghasilkan two in one, yaitu buah kopi dan teh bunga kopi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di dua tempat yaitu Kebun Kopi milik petani peserta pengabdian yang terletak di wilayah HKM Sesaot Desa Buwun Sejati. Kegiatan kedua dilakukan di ruang pertemuan Kelompok Tani Kopi/Hutan “Bensue Lestari” Desa Buwun Sejati. Kegiatan kedua merupakan pelatihan dan praktik langsung proses pembuatan teh bunga kopi, yang meliputi pensortiran bunga kopi habis petik, proses pengeringan, design kotak kemasan, pengemasan produk, penjualan dan produksi. Hasil kegiatan pengabdian seperti berikut: (a) Diperoleh teknik pemanenan bunga kopi sebagai bahan dasar teh bunga kopi yang layak dikomersialkan. (b) Bunga kopi yang berumur 2-3 minggu setelah mekar penuh sama bagusnya dengan bunga kopi yang baru mekar sebagai bahan dasar teh, (c) Dihasilkan teh celup bunga kopi yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan layak untuk dijadikan usaha kreatif. (d). Terwujudnya two in one dalam produksi kopi, yaitu teh bunga kopi dan buah kopi sebagai produk utamanya.
EDUKASI DAMPAK PENGGUNAAN HAZMAT PADA KULIT TENAGA KESEHATAN DI RUANG ISOLASI PASIEN COVID-19 RUMAH SAKIT UNIVERSITAS MATARAM DAN RSUDP NTB
Jurnal Pepadu;
Ima Arum Lestarini;
Dedianto Hidajat;
Catarina Budiono
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2307
Alat Pelindung Diri atau APD adalah suatu hal yang sangat penting bagi tenaga kesehatan di ruang isolasi. Hazmat adalah alat pelindung diri yang sering digunakan. Kurangnya pengetahuan tenaga kesehatan tentang dampak dari penggunaan hazmat dan cara mencegah dampak tersebut menjadi masalah dalam dunia kesehatan. Sehingga melalui latar belakang itu dapat dilakukan pengabdian tentang dampak penggunaan baju hazmat sebagai alat pelindung diri dan cara mencegah dampak yang ditimbulkan. Masalah: Kurangnya pengetahuan tenaga kesehatan sendiri terkait dampak penggunaan hazmat menjadi masalah dalam usaha tenaga kesehatan dalam menjaga kesehatan masyarakat, sehingga perlu diberikan edukasi. Tahapan pendekatan yang dilakukan dalam program ini terdiri dari penyuluhan kepada tenaga kesehatan yang bertugas di ruang isolasi terkait dampak dari penggunaan hazmat. 18 dari 20 peserta mengalami dampak dari penggunaan Hazmat selama masa Pandemi, 20 peserta tidak mengetahui hazmat mampu berdampak pada kulit, 20 peserta tidak mengetahui cara mengobati dan mencegahnya. Setelah dilakukan penyuluhan dan edukasi 16 peserta mampu menjawab quisioner dengan benar terkait dengan dampak penggunaan hazmat. Pengabdian Masyarakat mengenai dampak Hazmat terhadap Kulit amatlah penting untuk menambahwawasan para petugas medis, dikarenakan pada masa Pandemi, para petugas Kesehatan melindungi diri dengan hazmat untuk mencegah penularan dari pasien – pasien corona yang ditangani. Selain mengetahui dampak dari penggunaan hazmat petugas Kesehatan juga mendapatkan pengetahuan cara mencegah agar tidak timbul dampak tersebut dan juga cara mengobatinya. Melalui pengabdian masyarakat yang dilakukan diharapkan tenaga Kesehatan dapat mencegah bahkan meminimalisir terjadinya dampak penggunaan hazmat.
PELATIHAN DESAIN BANGUNAN RUMAH DAN SEKOLAH TAHAN GEMPA DENGAN INOVASI BALUTAN LAPISAN FEROSEMEN PADA TEMBOK DI DESA GONDANG KABUPATEN LOMBOK UTARA
Jurnal Pepadu;
Buan Anshari;
Ni Nyoman Kencanawati;
Ngudiyono Ngudiyono;
Hariyadi Hariyadi;
Jauhar Fajrin
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2308
Kepulauan Indonesia merupakan wilayah yang rawan terjadi bencana geologi khususnya gempa bumi dan tsunami karena terletak pada pertemuan tiga lempeng dunia yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia dan lempeng Samudera Pasifika yang biasa disebut ring of fire. Pulau Lombok dan Sumbawa, berada pada posisi yang dekat dengan pertemuan dua lempeng tersebut yaitu Lempeng Indo-Australia di bagian selatan dan Lempeng Eurasia. Mengingat banyaknya korban jiwa dan bangunan rumah yang rusak atau hancur maka pada saat terjadi gempa di daerah yang berdampak sebagai lokasi mitra dalam hal ini Desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara, maka kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan para tukang khususnya tentang bagaimana cara merencanakan suatu bangunan yang aman terhadap bahaya gempa dengan inovasi balutan ferosemen pada tembok tanpa memakai besi tulangan sebagaiman biasanya. Metode pelaksanaan dilakukan dengan dengan pejelasan tentang dasar-dasar pembuatan rumah atau bangunan tahan gempa dengan inovasi balutan ferosemen dan diakhir dengan praktek atau demo pembuatan tembok bata dengan mengaplikasikan balutan ferosemen untuk meningkatkan ketahanan terhadap bahaya gempa. Saat kegiatan pelatihan warga Desa Gondang sangat antusias mengikuti acara sampai selesai. Tingkat partisipasi masyarakat mencapai hampir 100% kehadiran dari yang diundang menghadiri acara workshop.
MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN BUDAYA KERJA DAN MENGEMBANGKAN JIWA KEWIRA-USAHAAN BAGI KARYAWAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Jurnal Pepadu;
Lalu Suparman;
Mahyuddin Nasir;
Muttaqillah Muttaqillah
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2309
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan salah satu lembaga ekonomi yang dibangun di tingkat Desa. Perekrutan karyawan pada BUMDes secara tradisional, tanpa melakukan seleksi yang ketat, belum sepenuhnya melihat ketrampilan, bakat dan minat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya memiliki dan menerapkan budaya kerja sebagai penguat pelaksanaan aktivitas dalam bekerja dan perlunya mengembangkan potensi kewirausahaan yang dimiliki karyawan, sehingga mereka memiliki jiwa wirausaha yang tangguh. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD), yang dilakukan secara online menggunakan Zoom. Kegiatan dihantarkan oleh Dekan FEB Unram, Dirut. PT. GNE NTB, Tim Pengabdian Unram dan diikuti seluruh Direktur/ Manajer BUMDes se Pulau Lombok. Kemudian, tim melaksanakan kegiatan secara offline dengan tetap mentaati protokol kesehatan. Kegiatan diikuti oleh 50 orang Manajer/ Sekretaris BUMDes se Kabupaten Lombok Tengah. Dari rangkaian kegiatan pengabdian pada masyarakat, bahwa hasil pelaksanaan yang dicapai adalah belum optimal dan belum efektif, baik secara online maupun offline. Hal ini disebabkan karena masih dihadapkan dengan suasana situasi dan kondisi pandemi Covid 19, yang membatasi ruang gerak dalam bisnisnya. Para peserta diskusi kurang respon terhadap materi utama tentang membangun budaya kerja dan pengembangan jiwa wirausaha di kalangan pengelola BUMDes. Mereka lebih konsentrasi pada upaya pengembangan potensi sumber daya desa sebagai unit usahanya.
PERANCANGAN MATERI PEMBELAJARAN DENGAN POLA LESSON STUDY FOR LEARNING COMMUNITY (LSLC) BAGI GURU-GURU BAHASA INDONESIA DI SMP SEKOTA MATARAM
Jurnal Pepadu;
I Nyoman Sudika;
Khairul Paridi;
Mochamad Asyhar;
Baiq Wahidah;
Yuniar Nuri Nazir
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2310
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu guru Bahasa Indonesia dalam menyusun perancangan materi pembelajaran dengan pola lesson study learning community (LSLC). Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu proses pembelajaran satuan pendidikan khususnya di SMP se-Kota Mataram. learning community (LC) juga diharapkan dapat mengatasi kendala yang muncul di kelas melalui kolaborasi antarguru, kepala sekolah, diknas, dan orang tua. Model pembelajaran ini didasarkan pada konsep bahwa setiap anak diberikan kesempatan dalam pemenuhan hak belajar dan kenyamanan belajar di dalam kelas. Pendampingan dimaksudkan, yaitu mendampingi para guru Bahasa Indonesia dari persiapan sampai akhir pelaksanaan pembelajaran pada setiap siklusnya. Sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan sekelompok guru Bahasa Indonesia menyusun dan merancang bersama tentang materi pembelajarannya /Lesson design (Plan). Pada pelaksanaan pembelajaran (DO), sekelompok guru mengembangkan pembelajaran bersama melalui skenario pembelajaran, yaitu: salah seorang guru mengajarkannya sebagai guru model, sementara guru yang lain berposisi sebagai pengamat (observer) yang bertugas mengamati kreativitas pembelajaran pada setiap siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil observasi akan didiskusikan bersama (See) untuk membahas tentang temuan-temuan aktivitas setiap siswa dalam proses pembelajaran yang berupa refleksi. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan solusi atas temuan-temuan obserber untuk dilakukan perbaikan pembelajaran pada kegiatan pembelajaran siklus berikutnya (RTL). Langkah selanjutnya adalah melakukan kegiatan redisain pembelajaran, yaitu dengan merancang kembali perencanaan pembelajaran dengan menyempurnakan atas kekurangan dalam proses pembelajaran sebelumnya. Dalam kegiatan pembelajaran melalui redesain akan dilakuakan open class dengan mengundang guru-guru dari sekolah lain.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PEMUDA TANI DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR URIN SAPI PLUS AKAR SEREH DI DESA PENIMBUNG LOMBOK BARAT
Jurnal Pepadu;
Sarkono Sarkono;
Ernin Hidayati;
Bambang Fajar Suryadi;
Galuh Trenani;
Faturrahman Faturrahman
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2311
Desa Penimbung Kabupaten Lombok Barat berpotensi menjadi desa wisata karena merupakan jalur utama menuju bendungan PLTA Meninting. Salah satu spot wisata yang ingin diwujudkan adalah spot wisata edukasi berbasis pertanian organik dengan melibatkan petani milenial (pemuda tani). Permasalahan yang dihadapi pemuda tani di Desa Penimbung adalah kurangnya pengetahuan dan ketrampilan untuk mengembangkan sistem pertanian organik. Oleh karenanya perlu adanya transfer teknologi untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan pemuda tani di desa ini. Solusi yang ditawarkan untuk menjawab permasalahan ini adalah membekali pemuda tani dengan pengetahuan dan ketrampilan mengenai sistem pertanian organik, salah satunya dengan pelatihan pembuatan pupuk organic cair (POC) dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada di desa. Kegiatan yang ditawarkan adalah berupa penyuluhan dan bimbingan praktek pembuatan pupuk organik cair dari bahan dasar urin sapi plus akar sereh. Kegiatan dilakukan dalam beberapa tahap untuk membentuk pemahaman secara konsepsi dan ketrampilan dalam memanfaatkan limbah peternakan untuk membuat pupuk organik cair. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 16 orang peserta dari kelompok pemuda tani yang ada di Desa Penimbung. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan peserta antusias mengikuti kegiatan sejak dari penyiapan bahan dan tempat, penyuluhan, hingga mempraktekkan pembuatan pupuk organik cair dari urin sapi plus akar sereh. Dengan adanya bekal teori sekaligus ketrampilan diharapkan kelompok pemuda tani yang menjadi mitra kegiatan pengabdian ini dapat mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh secara mandiri untuk kemajuan Desa Penimbung di masa depan.
PENDIDIKAN KONSERVASI SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN KEPERDULIAN LINGKUNGAN SISWA MENEGAH ATAS DI KOTA MATARAM
Jurnal Pepadu;
Immy Suci Rohyani;
Ahmad Jupri;
Hilman Ahyadi
Jurnal Pepadu Vol 3 No 1 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/pepadu.v3i1.2312
Masalah lingkungan hidup disebabkan karena kesalahan dalam pemahaman atau cara pandang manusia terhadap alam sehingga melahirkan sikap dan perilaku yang eksploitatif terhadap alam tanpa memperhitungkan akibat kerusakan. Perlu adanya upaya untuk membangun spirit keperdulian terhadap lingkungan sekitar. Salah satunya melalui pendidikan konservasi. Pendidikan konservasi merupakan bentuk usaha menjaga dan melindungi keanekaragaman hayati yang ada serta memperkenalkan alam kepada masyarakat. Pendidikan konservasi merupakan program jangka panjang, karena program ini setiap waktu terus berkembang, seiring dengan perubahan dan perkembangan jaman. Kegiatan ini bertujuan Memperkenalkan kepada siswa menengah atas terhadap permasalahan lingkungan yang terjadi. Meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran Lingkungan melalui konsep pendidikan konservasi dan meningkatkan minat siswa menengah atas untuk melanjutkan pendidikan ke Program Studi Ilmu Lingkungan. Manfaat dari kegiatan ini diharapkan siswa menengah atas semakin tertarik belajar lingkungan melalui pendekatan pendidikan konservasi serta menumbuhkan kesadaran siswa terhadap permasalahan lingkungan yang terjadi dan pada akhirnya semakin banyak siswa yang tertarik untuk melanjutkan ke Program Studi Ilmu Lingkungan. Metode yang digunakan untuk kegiatan pendidikan konservasi yaitu observasi, eksplorasi dan Focus Group Discuss (FGD). Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya keperdulian peserta terhadap permasalahan lingkungan yang ada, ini ditunjukan dari meningkatnya rasa ingin tau dan keaktifan peserta dalam proses diskusi. Adanya perubahan prilaku peserta yang ditunjukan dengan inisiatif peserta selama kegiatan untuk melakukan program bersih pantai dan mengelola sampah yang mereka miliki. Akhir dari kegiatan ini adanya komitment dari peserta untuk terus menjaga lingkungan dan menjadi kader pengerak lingkungan disekolah mereka masing-masing.
Peningkatan Literasi Digital dan Sosial Melalui Fasilitasi Pembentukan dan Aktivasi Kelompok Nelayan Muda Desa Kuranji Dalang
Jurnal Pepadu;
Muhammad Arwan Rosyadi;
Syarifuddin Syarifuddin;
Suthami Ariessaputra;
Khalifatul Syuhada;
Dedi Ramdan
Jurnal Pepadu Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MATARAM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/pepadu.v4i2.2369
Mayoritas nelayan (termasuk nelayan muda) Desa Kuranji Dalang bekerja secara konvensional, tidak memahami pentingnya praktik literasi digital dan sosial, sehingga tidak adaptif terhadap teknologi informasi kenelayanan dan bertindak sosial sebatas teknis (yang insidental) tidak meliputi kerjasama strategis yang kontinyu. Diperlukan peningkatan kemampuan literasi digital dan sosial melalui fasilitasi pembentukan dan aktivasi kelompok nelayan muda yang melek literasi. Rekayasa sosial guna meningkatkan literasi digital dan sosial, sekaligus membentuk kelompok nelayan muda Desa Kuranji Dalang yang aktif dan literatif sebagai solusi masalah sosial dan ekonomi. Pelaksanaan melalui tahap persiapan (observasi), tahap pelaksanaan kegiatan (fasilitasi pembentukan dan fasilitasi aktivasi), dan tahap akhir (refleksi dan evaluasi). Pada tahap pelaksanaan kegiatan fasilitasi pembentukan dilakukan kegiatan focus group discussion tentang urgensi literasi digital dan sosial, yang dilanjutkan pembentukan “Kelompok Nelayan Semeton Segara Desa Kuranji Dalang”. Pada tahap pelaksanaan kegiatan fasilitasi aktivasi dilakukan simulasi dan praktik akses informasi online serta alat dan aplikasi dalam menangkap ikan. Pada kegiatan refleksi, anggota kelompok nelayan bercerita pengalaman dan manfaat kegiatan fasilitasi serta rencana kegiatan kelompok ke depan.
PENDAMPINGAN PENGELOLA BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH DALAM MENGIDENTIFIKASI POTENSI SUMBERDAYA DAN PERMASALAHAN BISNIS
Jurnal Pepadu;
Lalu Suparman;
Junaidi Sagir;
Mahyuddin Nasir;
Abd Azis Bagis
Jurnal Pepadu Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MATARAM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/pepadu.v4i2.2371
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk (1) memberikan pemahaman kepada pengelola BUMDes tentang pentingnya memiliki informasi sumber daya ekonomi yang potensial dan (2) memberikan pelatihan dan pendampingan tentang cara mengidentifikasi terutama sumber daya pasar dan mengidentifikasi serta menyelesaikan berbagai permasalahan bisnis. Untuk mencapai tujuan tersebut Tim pelaksana melakukan Focus Grup Discussion (FGD), dengan pengelola BUMDes, untuk mendiskusikan permasalahan yang dihadapi dan memberikan solusi cara-cara mengatasi permasalahan bisnis, serta melakukan pendampingan agar bisa mempraktekkan cara-cara mengidentifikasi potensi sumberdaya ekonomi. Hasil kegiatan nampak pengelola terdorong dan termotivasi melakukan pendataan tentang jumlah calon konsumen potensial; pendataan pelaku ekonomi di desa seperti usaha kecil mikro (UKM), dan pendataan jumlah pemasok yang dijadikan mitra usaha. Permasalahan bisnis (1) Jumlah unit usaha yang dikelola relatif sedikit dan skalanya tergolong usaha mikro; (2) Unit usaha Simpan Pinjam bergerak lamban; (3) Pengelola kurang mendapatkan SIMPATI masyarakat; (4) Sebagian besar BUMDes memiliki manajemen usaha yang dijalankan masih lemah; (5) Sebagian pengelola BUMDes memiliki jiwa wirausaha masih lemah; (6) Keberadaan BUMDes lamban berkembang; dan (7) Sebagian pengelola BUMDes yang masih belum bisa melakukan dan menyelesaikan administrasi dan pelaporan.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN BANGUNAN DAN JALUR EVAKUASI MENGHADAPI BENCANA GEMPA DAN BAHAYA KEBAKARAN DI DESA MERTAK TOMBOK, KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Jurnal Pepadu;
Suryawan Murtiadi;
Sasmito Sasmito;
Didi S. Agustawijaya;
Heri Sulistiyono;
Akmaluddin Akmaluddin
Jurnal Pepadu Vol 3 No 2 (2022): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/pepadu.v3i2.2154
Dampak signifikan dari bencana gempa adalah kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Filosofi bangunan tahan gempa menyatakan apabila gempa kecil bangunan tidak mengalami kerusakan apapun. Pada gempa sedang, komponen non struktur boleh mengalami kerusakan, tetapi komponen strukturnya tidak boleh mengalami kerusakan. Dan apabila gempa kuat, komponen non struktur maupun strukturnya boleh mengalami kerusakan namun masih dapat memberi kesempatan kepada penghuninya untuk menyelamatkan diri. Efek lain dari gempa adalah terjadinya bahaya kebakaran. Kebakaran terjadi apabila ada tiga unsur yang bertemu yaitu sumber api (ignition), material yang mudah terbakar (combustible material) dan oksigen (O2). Kegiatan ini bertujuan mengasah kemampuan masyarakat beradaptasi dan tangguhmenghadapi bencana. Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan identifikasi kerusakan infrastruktur dan upaya perbaikannya pada tingkat kerusakan sedang dan ringan. Pengenalan bangunan tahan kebakaran juga dipresentasikan yang intinya adalah bangunan mampu memberikan waktu kepada penghuninya untuk menyelamatkan diri dan harta bendanya serta waktu yang dibutuhkan pasukan pemadam kebakaran memadamkan api. Oleh karena itu, tingkat ketahanan api (TKA) suatu bangunan dinyatakan dengan waktu. Pengenalan ramburambu jalur evakuasi dilaksanakan dengan teknik presentasi dan simulasi untuk keselamatan seluruh penghuninya. Simulasi dan evaluasi jalur evakuasi dimulai dari dalam bangunan gedung menuju tempat aman berupa titik kumpul (assembly point). Alat peraga kegiatan pengabdian ini telah dimanfaatkan oleh mitra berupa rambu evakuasi yang terpasang pada halaman Kantor Desa Mertak Tombok. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman dan ketrampilan masyarakat/peserta pelatihan mitigasi bencana gempa dan bahaya kebakaran. Dengan demikian masyarakat akan lebih siaga beradaptasi dan lebih tangguh menghadapi bencana.