Peraturan tata tertib sering dilanggar oleh siswa, baik itu perempuan maupun laki-laki. Pelanggaran tata tertib yang dilakukan oleh siswa diantaranya bolos, merokok, berkelahi dengan teman, tidak menggunakan atribut, dan berpakaian tidak rapi. Salah satu faktor internal yang mempengaruhi kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah yaitu pengaturan diri. Regulasi diri diperlukan untuk mengatur, mengendalikan dan mengarahkan suatu tindakan. Tujuan penelitian adalah menguji perbedaan regulasi diri siswa dalam mematuhi tata tertib sekolah dari jenis kelamin serta diberlakukan dalam layanan Bimbingan dan Konseling. Metode penelitian menggunakan kuantitatif komparatif.Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 73 siswa perempuan dan 73 siswa laki-laki yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian ini yaitu skala regulasi diri yang telah lulus uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji t-test dan uji asumsi klasik. Penelitian ini menggunakan bantuan software SPSS for Windows 2.3 dalam mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan regulasi diri siswa dalam menjaga sekolah antara laki-laki dan perempuan.Untuk meningkatkan regulasi diri siswa dalam mematuhi tata tertib sekolah, Guru BK dapat memberikan layanan bimbingan dan konseling berkaitan dengan: sosialisasi tata tertib yang berlaku di sekolah, Arahan dalam pengambilan keputusan dan peningkatan regulasi diri dalam mematuhi tata tertib sekolah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji t-test dan uji asumsi klasik. Penelitian ini menggunakan bantuan software SPSS for Windows 2.3 dalam mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan regulasi diri siswa dalam menjaga sekolah antara laki-laki dan perempuan.Untuk meningkatkan regulasi diri siswa dalam mematuhi tata tertib sekolah, Guru BK dapat memberikan layanan bimbingan dan konseling berkaitan dengan: sosialisasi tata tertib yang berlaku di sekolah, Arahan dalam pengambilan keputusan dan peningkatan regulasi diri dalam mematuhi tata tertib sekolah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji t-test dan uji asumsi klasik. Penelitian ini menggunakan bantuan software SPSS for Windows 2.3 dalam mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan regulasi diri siswa dalam menjaga sekolah antara laki-laki dan perempuan.Untuk meningkatkan regulasi diri siswa dalam mematuhi tata tertib sekolah, Guru BK dapat memberikan layanan bimbingan dan konseling berkaitan dengan: sosialisasi tata tertib yang berlaku di sekolah, Arahan dalam pengambilan keputusan dan peningkatan regulasi diri dalam mematuhi tata tertib sekolah.