p-Index From 2021 - 2026
25.358
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Disease Prevention and Public Health Journal Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Prosiding Seminar Biologi Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Manuju : Malahayati Nursing Journal SRIWIJAYA JOURNAL OF MEDICINE Jurnal Kesehatan Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Jurnal Ners Jurnal Medika Hutama Science Midwifery Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia International Journal of Social Science and Religion (IJSSR) Journal of Holistic and Traditional Medicine (JHTM) MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin Jurnal Mata Optik Archives of The Medicine and Case Reports Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Community Medicine and Education Journal Interdisciplinary Social Studies juremi: jurnal riset ekonomi Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) Jurnal Pengabdian Mandiri Jurnal Suara Pengabdian 45 KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) Tarumanagara Medical Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Literacy : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Jurnal Manajemen dan Bisnis Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Jurnal Indonesia Sosial Sains Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran Prominentia Medical Journal Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Kabar Masyarakat Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Journal of Educational Innovation and Public Health Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Jurnal Abdimas Indonesia Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Compromise Journal : Community Proffesional Jurnal Kedokteran Meditek Medicor : Journal of Health Informatics and Health Policy Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Journal of Medicine and Health Cermin Dunia Kedokteran Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Jurnal Serina Abdimas KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Claim Missing Document
Check
Articles

IMPROVEMENT OF SKIN HYDRATION PERCENTAGE BY INTERVENTION OF SHEEP PLACENTA CREAM IN ELDERLY POPULATION AT STW CIBUBUR PERIOD SEPTEMBER 2019 Elizabeth, Jessica; Tan, Sukmawati Tansil; Firmansyah, Yohanes; Sylvana, Yana; Angelika, Michelle
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i2.7439

Abstract

The Population Reference Bureau (PRB) estimates that Indonesia will experience a population surge to 365.3 million by 2030, which will further affect the surge in the elderly population and increase health problems occurring in the elderly. One of the elderly health problems that often occur on the skin is skin hydration problem. Comercially available animal-derived placenta extracts are available in cream form for the purpose repairing skin components. Although the effects of placenta extract have been largely observed, no scientific studies have reported using sheep placenta extract to improve skin hydration levels. The purpose of this study was to look for an increase in the hydration level of elderly skin after intervention research in the form of sheep placenta extract cream. This research is a quasi-experimental study, with a total sampling method in the form of sampling. The study was conducted at the STW RIA Pembangunan Cibubur in September 2019. Sheep placenta cream is made by mixing 30 grams of placenta extract powder with 1000 grams of cream base. Skin hydration levels were measured using the Skin Analyzer Runve HL-611 corneometer. Respondents then apply the cream on the left forearm within 15 minutes after bathing. Skin hydration levels are measured every 1 week up to 4 times measurement. Changes in skin hydration in 51 respondents in a row from week 0 to week 3 were 35.10 ± 2.81, 35.96 ± 2.57, 36.28 ± 2.31, and 36.88 ± 2.30 . Analysis of statistical tests using the Repeated Measurement test showed a significant increase in hydration (p-value <0.001) between measurements due to intervention. The highest increase in hydration level was between the measurement of week-to-zero with the third week of 1.784 (0.276)%. As Conclusion, moisturizer from sheep placenta extract has been proven to increase the hydration level of elderly skin after using it for 3 weeks (p-value <0.05). Keywords: elderly; sheep placenta; skin hydrationABSTRAKPopulation Reference Bureau (PRB) memperkirakan bahwa Indonesia akan mengalami lonjakan populasi menjadi 365,3 juta jiwa pada tahun 2030 yang selanjutnya akan berdampak terhadap lonjakan populasi lanjut usia serta peningkatan permasalahan kesehatan yang terjadi pada lansia. Salah satu permasalahan kesehatan lansia yang sering terjadi pada kulit adalah masalah hidrasi kulit. Ekstrak plasenta yang diproses dari hewan sudah banyak tersedia secara komersial dalam bentuk krim dengan tujuan memperbaiki komponen kulit. Meskipun efek ekstrak plasenta sebagian besar telah dipelajari, namun belum ada studi ilmiah yang melaporkan penggunaan ekstrak plasenta domba untuk meningkatkan kadar hidrasi kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari peningkatan kadar hidrasi kulit lansia setelah penelitian intervensi berupa krim ekstrak plasenta domba. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental, dengan metode pengambilan sampel berupa total sampling. Penelitian dilakukan di Panti STW RIA Pembangunan Cibubur pada periode September 2019. Krim plasenta domba dibuat dengan mencampur 30 gram bubuk ekstrak plasenta dengan 1000 gram basis krim. Kadar hidrasi kulit diukur menggunakan korneometer Skin Analyzer Runve HL-611. Responden lalu mengoleskan krim plasenta domba pada tangan kiri 15 menit setelah mandi. Pengukuran status hidrasi kulit diukur setiap 1 minggu hingga 4 kali pengukuran. Perubahan kadar hidrasi kulit lengan kiri dari 51 responden berturut-turut pada minggu ke nol hingga minggu ketiga adalah sebesar 35,10 ± 2,81, 35,96 ± 2,57, 36,28 ± 2,31, dan 36,88 ± 2,30. Analisa uji statistik menggunakan uji Repeated Measurement didapatkan hasil kenaikan hidrasi yang bermakna (p-value < 0,001) antar pengukuran akibat pemberian intervensi berupa Krim Plasenta Domba. Peningkatan kadar hidrasi paling tinggi adalah antara pengukuran minggu ke nol dengan minggu ke tiga yaitu sebesar 1,784 (0,276)%. Sebagai kesimpulan, pelembab dari ekstrak plasenta domba terbukti dapat peningkatkan kadar hidrasi kulit lansia setelah pemakaian selama 3 minggu (p-value < 0,05). Kata Kunci: lansia; plasenta domba; status hidrasi 
PERBANDINGAN HASIL KUESIONER GERD-Q DAN GEJALA GERD PADA KELOMPOK YANG MENJALANKAN PUASA RAMADHAN DAN TIDAK Buntara, Ivan; Firmansyah, Yohanes; Hendsun, Hendsun; Su, Ernawati
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i2.7998

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a form of gastrointestinal motility disorder, where stomach contents reenter the esophagus and oral cavity, causing symptoms and complications. GERD is a condition that is quite often experienced, where the prevalence estimated at 8 - 33% worldwide. One of the suspected cause of  GERD is Ramadan fasting, which has been routinely carried out by Muslim groups. This study aims to prove whether Ramadan fasting triggers GERD. A cross-sectional study (survey) conducted online via Google form on the last three days of the fasting month (21 May 2020 - 23 May 2020). The variables in this study were respondents who fasted Ramadan and those who did not fast, also the total value of the GERD-Q questionnaire along with the final conclusions. Statistical analysis using Chi square with Yates Correction and Independent T-test with Mann Whitney Alternative Test. 311 respondents met the inclusion criteria. The results of Mann Whitney statistical test found that there was no difference in the mean value of the total GERD-Q questionnaire between the fasting and non-fasting groups (p-value: 0.313). Pearson Chi Square with Yates Correction results found no significant relationship between fasting and incidence of GERD (p-value: 0.552), although clinically there was a possibility of fasting had a risk of 1,228 (95% CI: 0.772 -2,088) times to trigger GERD incident.as Conclusion, Ramadan fasting has not been shown to improve GERD symptoms. Further research needs to be done through longitudinal studies. Keywords: GERD; digestion; Ramadan fastingABSTRAKGastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan suatu bentuk gangguan motilitas saluran cerna, dimana isi lambung masuk kembali ke dalam esofagus dan rongga mulut, sehingga menyebabkan gejala dan komplikasi. GERD merupakan kondisi yang cukup sering dialami, dimana prevalensinya diperkirakan mencapai 8 – 33% di seluruh dunia. Salah satu faktor yang diperkirakan sebagai penyebab GERD adalah puasa Ramadhan yang selama ini rutin dijalankan oleh kelompok Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah puasa Ramadhan mencetuskan kejadian GERD. Penelitian potong lintang (survei) yang dilaksanakan secara online melalui google form pada tiga hari terakhir bulan puasa Ramadhan 2020 (21 Mei 2020 – 23 Mei 2020). Variabel dalam penelitian ini adalah responden yang berpuasa Ramadhan maupun yang tidak berpuasa Ramadhan dan nilai total kuesioner GERD-Q beserta kesimpulan akhir dari kuesioner GERD-Q. Analisis statistik menggunakan uji statistik Chi square with Yates Correction dan Independent T-test dengan Uji Alternatif Mann Whitney. 311 responden memenuhi kriteria inklusi. Hasil uji statistik Mann Whitney tidak terdapat perbedaan rerata nilai total kuesioner GERD-Q antara kelompok yang berpuasa dan tidak berpuasa (p-value : 0,313). Hasil uji statistik Pearson Chi Square with Yates Correction didapatkan hubungan yang tidak bermakna antara berpuasa dengan kejadian GERD (p-value : 0,552), walaupun secara klinis ditemukan adanya kemungkinan yang berpuasa lebih berisiko 1,228 (CI 95% : 0,772 -2,088) kali untuk mencetuskan kejadian GERD. Sebagai kesimpulan, Puasa Ramadhan tidak terbukti meningkatkan gejala-gejala GERD. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut melalui studi longitudinal untuk tindak lanjut hasil penelitian ini.
NEW INNOVATION USING TOPICAL ITRACONAZOLS AS A SUPERFICIAL FUNGAL SKIN INFECTION THERAPY AND ITS SUPERIORITY COMPARED TO STANDARD THERAPY Tan, Sukmawati Tansil; Firmansyah, Yohanes
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol. 6 No. 02 (2021): Journal of Holistic and Traditional Medicine
Publisher : Perhimpunan Kesehatan Holistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Fungal infection of the skin is a common clinical problem in the community, particularly in groups of people who practice poor hygiene or in populations with a low immune status. Microsporon audoinii and Trichophyton rubrum, can cause the disease to be chronic and residif. This is generally due to the fungus developing a mechanism of resistance to the commonly used drug regimens in the community. As a result, a novel innovation is required to expedite patients' healing from dermatophytosis. Method: The purpose of this study is to compare the efficacy of a new treatment therapy utilizing a combination of 2% itraconazole, 1% salicylic acid, and 2% sulfur to that of 2% ketoconazole (standard therapy). The samples for this study were all cases of fungal infections of the skin diagnosed at Indra's clinic between 2016 and 2017. The study's independent variable was the formulation of the drug, while the dependent variable was clinical improvement and the occurrence of side effects. Results: The cure rate was 91,7 percent for the 121 respondents who received a combination cream containing 2% itraconazole, and 80.7 percent for the 114 respondents who received a ccream containing 2% ketoconazole. There were no statistically significant differences in adverse events between the two intervention groups. Finally, Innovative drug formulations for fungal infections (2 percent itraconazole, 1% salicylic acid, and 2% sulfur) have been shown to be more effective and superior to standard therapy.
FROM LABORATORY TO CLINICAL - TREATMENT OF HYPERPIGMENTATION POST-INFLAMMATORY, ANTI-MICROBA AND BODY ODOR IN AXILLARY REGION WITH TISSUE INNOVATION COMPOSITED PIONIN, ALOE VERA, GLUTATHIONE, AND LAVENDER Tan, Sukmawati Tansil; Firmansyah, Yohanes
Journal of Holistic and Traditional Medicine Vol. 6 No. 02 (2021): Journal of Holistic and Traditional Medicine
Publisher : Perhimpunan Kesehatan Holistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It is generally recognized that hyperpigmentation post-inflammatory and body odor issues can be distressing. This will also have an effect on the overall quality of life. As a result, we require a therapy that may address both post-inflammatory hyperpigmentation and body odor issues. The goal of this study was to see if the invention's combination had any antibacterial properties, as well as if it might lessen or fade the signs of hyperpigmentation post-inflammatory. It is believed that the antibacterial action of the current innovation would minimize patients' body odor. This composition is in accordance with the Regulation of the Head of the Drug and Food Control Agency of the Republic of Indonesia Number 12 of 2019 concerning Contaminants in Cosmetic. The axillary tissue cleansing formulation comprises pionin, aloe vera, glutathion, and lavender, all of which have been shown in the laboratory to prevent bacterial development. Clinically, however, the administration of this intervention was demonstrated to be capable of reducing or fading the symptoms of hyperpigmentation post-inflammatory and relieving body odor with very little adverse effects.
Intervention in the Effort of Decreasing Anemia Incidence to Students of SMA N 4 Cikupa Kabupaten Tangerang Yohanes Firmansyah; Gabriella Hafidha Badruddin; Lidya Christiani
Disease Prevention and Public Health Journal Vol. 15 No. 1 (2021): Disease Prevention and Public Health Journal
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/dpphj.v15i1.2249

Abstract

Background: A survey conducted by the World Health Organization (WHO) in the span of time between 1993 and 2005 found that 1.62 billion people in the world had anemia, or around 24.8% of the world's population, with 30.2% (468 million) reproductive aged women. The research is a descriptive study as a means to perform early detection of anemia in adolescent girls with interventions in the form of counseling, improve adolescent knowledge, and improve adolescent attitudes and behavior at High School or Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA N) 4 Cikupa. Method: This research is a descriptive quantitative analytic study where the sample was selected by simple random sampling. The population in this study were students of 4 Cikupa, Tangerang Regency of SMA N 4, Cikupa, Tangerang Regency. Results: The results of the study were (97.72%) respondents had increased their knowledge after counseling and (72.72%) respondents had improved their behavior and attitudes toward anemia. Participants (25%) were diagnosed with anemia and (75%) did not have anemia. Conclusion: improved knowledge is an important factor in reducing the prevalence of anemia in adolescent girls.
Perbaikan status hidrasi kulit dengan intervensi krim plasenta domba pada lansia STW Cibubur periode September 2019 Sukmawati Tansil Tan; Yohanes Firmansyah; Yana Sylvana
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 19, No 3 (2019): Volume 19 Nomor 3 Desember 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v19i3.18115

Abstract

Abstrak: Population Reference Bureau (PRB) memperkirakan bahwa Indonesia akan mengalami lonjakan populasi menjadi 365,3 juta jiwa pada tahun 2030 yang selanjutnya akan berdampak terhadap lonjakan populasi lanjut usia serta peningkatan permasalahan kesehatan yang terjadi pada lansia. Salah satu permasalahan kesehatan lansia yang sering terjadi pada kulit adalah masalah hidrasi kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari peningkatan kadar hidrasi kulit lansia setelah penelitian intervensi berupa krim ekstrak plasenta domba. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental, dengan metode pengambilan sampel berupa total sampling. Penelitian dilakukan di Panti STW RIA Pembangunan Cibubur pada periode September 2019, dengan hasil penelitian uji statistik Cochran dan uji statistik Friedman didapatkan perubahan status hidrasi kulit yang lebih baik setelah penggunaan krim ekstrak plasenta domba secara rutin selama 3 minggu (p-value 0,05). Dianjurkan untuk secara terus menerus (rutin) menggunakan krim ekstrak plasenta domba minimal 3 minggu dalam rangka agar terjadi perbaikan kadar hidrasi dan status hidrasi kulit, serta tidak perlu khawatir untuk digunakan dalam jangka panjang.Kata-kata kunci: Status Hidrasi, Plasenta domba, lansiaAbstract: The Population Reference Bureau (PRB) estimates that Indonesia will experience a population surge to 365.3 million by 2030, which will further affect the surge in the elderly population and increase health problems occurring in the elderly. One of the elderly health problems that often occur on the skin is skin hydration problem. The purpose of this study was to look for an increase in the hydration level of elderly skin after intervention research in the form of sheep placenta extract cream. This research is a quasi-experimental study, with a total sampling method in the form of sampling. The study was conducted at the STW RIA Pembangunan Cibubur in September 2019, with the results of the study using the Cochran statistical test and the Friedman statistical test found that better changes in skin hydration status after regular use of sheep placenta extract cream for 3 weeks (p-value 0,05). It is advisable to continuously (routinely) use sheep placenta extract cream for at least 3 weeks in order to improve the hydration level and skin hydration status, and doesn’t have to worry about being used in the long term usage.Keywords: Skin hydration, sheep placenta, Elderly
PERBAIKAN STATUS HIDRASI KULIT DENGAN INTERVENSI KRIM PLASENTA DOMBA PADA LANSIA STW CIBUBUR PERIODE SEPTEMBER 2019 Sukmawati Tansil Tan; Yohanes Firmansyah; Yana Sylvana
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 19, No 3 (2019): Volume 19 Nomor 3 Desember 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v19i3.15075

Abstract

Abstrak: Population Reference Bureau (PRB) memperkirakan bahwa Indonesia akan mengalami lonjakan populasi menjadi 365,3 juta jiwa pada tahun 2030 yang selanjutnya akan berdampak terhadap lonjakan populasi lanjut usia serta peningkatan permasalahan kesehatan yang terjadi pada lansia. Salah satu permasalahan kesehatan lansia yang sering terjadi pada kulit adalah masalah hidrasi kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari peningkatan kadar hidrasi kulit lansia setelah penelitian intervensi berupa krim ekstrak plasenta domba. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental, dengan metode pengambilan sampel berupa total sampling. Penelitian dilakukan di Panti STW RIA Pembangunan Cibubur pada periode September 2019, dengan hasil penelitian uji statistik Cochran dan uji statistik Friedman didapatkan perubahan status hidrasi kulit yang lebih baik setelah penggunaan krim ekstrak plasenta domba secara rutin selama 3 minggu (p-value 0,05). Dianjurkan untuk secara terus menerus (rutin) menggunakan krim ekstrak plasenta domba minimal 3 minggu dalam rangka agar terjadi perbaikan kadar hidrasi dan status hidrasi kulit, serta tidak perlu khawatir untuk digunakan dalam jangka panjang.
Uji fitokimia biji cempedak (Artocarpus integer) Yana Sylvana; Yohanes Firmansyah; Shirly Gunawan
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15688

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat profil fitokimia biji cempedak (Artocarpus integer) dan menentukan metabolit sekunder yang dominan serta berpotensi sebagai fitofarmaka. Dilakukan uji fitokimia baik pada bahan segar maupun ekstrak kloroform biji cempedak untuk mendeteksi senyawa seperti alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid, saponin, dan fenolik. Berdasarkan uji fitokimia bahan segar biji cempedak dan ekstrak kloroform, senyawa yang terdeteksi paling tinggi adalah senyawa terpenoid, sementara metabolit sekunder lainnya seperti alkaloid dan steroid terdeteksi lemah dalam tanaman uji. Hal ini berarti bahwa biji cempedak memiliki kadar terpenoid yang tinggi sehingga berpotensi sebagai antiinflamasi, antimikroba, dan antikanker.
Uji pendahuluan perbaikan kadar hidrasi kulit dengan intervensi minyak klentiq pada lansia Sukmawati Tansil Tan; Yohanes Firmansyah
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15759

Abstract

Penuaan merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari yang berdampak pada menurunnya fungsi organ. Salah satunya adalah organ kulit yang kemampuannya dalam mempertahankan hidrasi kulit cenderung menurun dikarenakan berkurangnya ekspresi dari aquaporin-3 dan rusaknya lipid bilayer penyusun stratum corneum. Salah satu alternatif sederhana untuk memperbaikinya yaitu dengan menggunakan minyak klentiq yang merupakan minyak khas masyarakat Jawa dan berasal dari bahan alami. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental, dengan metode pengambilan sampel berupa total sampling. Intervensi yang dilaksanakan berupa intervensi minyak klentiq dengan komposisi berupa virgin coconut oil 20% dan virgin olive oil 30% dan esens bunga mawar 1%. Penelitian dilakukan di Panti STW RIA Pembangunan Cibubur pada periode September 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 responden dengan kadar hidrasi kulit yang rendah mengalami peningkatan kadar hidrasi kulit yang cukup signifikan dengan kenaikan tertinggi yaitu pada sampel 1 yaitu dari 27,8 menjadi 34,8 dan sampel 7 dari 32,6 menjadi 39,4. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa pelembab dari minyak klentiq terbukti dapat peningkatkan kadar hidrasi kulit lansia setelah pemakaian selama 3 minggu.
Uji pendahuluan perbaikan kadar hidrasi kulit dengan intervensi krim plasenta domba pada lansia Yohanes Firmansyah; Sukmawati Tansil Tan
Prosiding Seminar Biologi Vol 6 No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI DI ERA PANDEMI COVID-19 (OKTOBER 2020)
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v6i1.15760

Abstract

Meningkatnya angka harapan hidup berdampak terhadap peningkatan permasalahan kesehatan salah satunya adalah permasalahan kulit kering. Salah satu alternatif modern dalam menyelesaikan permasalahan ini adalah menggunakan krim ekstrak plasenta domba yang kaya akan bahan aktif untuk memperbaiki integrasi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan efektivitas krim plasenta domba terhadap perbaikan kadar hidrasi kulit khususnya pada kelompok lansia. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental, dengan metode pengambilan sampel berupa total sampling. Penelitian dilakukan di Panti STW RIA Pembangunan Cibubur pada periode September 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 responden pertama yang mengikuti penelitian eksperimental ini diketahui mengalami peningkatan kadar hidrasi kulit (90%) antara awal intervensi dengan akhir intervensi sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa pelembab dari ekstrak plasenta domba terbukti dapat meningkatkan kadar hidrasi kulit lansia setelah pemakaian selama 3 minggu.
Co-Authors Adjie, Eko Kristanto Kunta Afladhanti, Putri Mahirah Agnes Marcella Agus Hadian Rahim Agustina Alda Clarissa Sunaryo Alexander Halim Santoso Alexander Halim Santoso Alfred Sutrisno Sim Alicia Herdiman Alicia Sarijuwita Alicia Sarijuwita Alicia Sarijuwita Alicia Sarjuwita Alifia, Tosya Putri Alvianto, Fidelia Amanda, Shelma Tria Amelia Setiawati Soebyanto Amelia, Devi Astri Rivera Amimah, Ranindita Maulya Ismah Andi Eka Putra Andi Eka Putra Andria Priyana Andriana Kumala Dewi Angelika S, Michelle Angelika, Michelle Anggita Tamaro Anggraeni, Natasha Anna Maria Tri Anggraini Annisa Kharenina Augustine Aribowo, Aretha Sarah Atzmardina, Zita Averina, Friliesa Badruddin, Gabriella Hafidha Baroto, Radian Tunjung Bayu Aditya Belinda Junitia Biromo, Anastasia Ratnawati Brahmana, Ririn Efranisa Sembiring Bruce Edbert Bryan Anna Wijaya Buntara, Ivan Catharina Sagita Moniaga Catherine Christiana Pranata Cendi, Sylvia Chalishah Shifa Martiana Chandra, Cindy Christella Charissa, Olivia Charity Harlim Chau, Welhan Chesia Angelina Christian, Farell Christiani, Lidya Chua, Jimmy Clarissa Hartawan Clarissa Sunaryo , Alda Daniel Goh Daniel Ruslim Darren Gosal Darren Gosal Darren Gosal Darren Gosal Dean Ascha Wijaya Dean Ascha Wijaya Dean Ascha Wijaya Destra, Edwin Dewi, Andriana Kumala Dewi, Andriana Kumawa Dinata, Freddy Donatila Mano S Donatila Mano S Drew, Clement Edbert, Bruce Edwin Destra Edwin Destra Edwin Destra Edwin Destra Edwin Destra Edwin DESTRA Edwin Destra Edwin Destra Eko Kristanto Kunta Adjie Elfrida Ratnawati Elizabeth, Jessica Emilda, Emilda Erdiana, Grace Eric Hartono Ernawati Ernawati . Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Su Fadhila, Arni Ismi Fajarivaldi, Kresna Bambang Farell Christian Gunaidi Febriastuti, Abebi Fendy Wellen Fernando Nathaniel Fernando Nathaniel Fernando Nathaniel Fidelia Alvianto Fiona Valencia Setiawan Fransisca I. R. Dewi Fransisca Iriani R Dewi Fransisco, Melkior Michael Friliesa Averina Frisca Frisca Frisca Frisca Gabriella Hafidha Badruddin Gaofman, Brian Albert Geoffrey Christian Lo Ghina, Andini Gilda, Gilda Ginting, Desi Natalia Giovanno Sebastian Yogie Giovanno Sebastian Yogie Goh, Daniel GRACE SHALMONT, GRACE Gracieene Gracienne Gracienne Gracienne Gracienne, Gracienne Gunaidi, Farell Christian Gunawan Widjaja Halim Santoso Halim Santoso, Alexander Hamzah Hamzah Handar Subhandi Bakhtiar Handayanti, Luthfi Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hanna Wijaya Hans Sugiarto Hardjanto, Kevin Shen Angga Hari Sutanto, Hari Hariesti, Ribka Anggeline Harjono, Johan Lucas Hartono, Vincent Aditya Budi Haryanto, Imam Hawari, Irawati Heiddy Chandra Sumampouw Heiddy Chandra Sumampouw Hendry Agustian Hendry Agustian Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun Hendsun, Hendsun Herdiman, Alicia Hernani, Anggit Hidayat, Fadil Ida Ayu Putu Sri Widnyani Imam Hartanto Imam Haryanto Irawaty Hawari Irawaty Hawari Irene Dorthy Santoso Irene Setiawan Jap, Ayleen Nathalie Jasmine Syabania Noviantri Jasmine Syabania Noviantri Jaya, I Made Satya Pramana Jeffrey ., Jeffrey Jeffry Luwito Jeffry Luwito Jessica Elizabeth Jessica Elizabeth Jessica Elizabeth Jessica Elizabeth Jessica Elizabeth Jessica Elizabeth Jessica Nadia Dinda Jimmy Chua Joshua Kurniawan Joshua Kurniawan Joshua Kurniawan Junius Kurniawan Juvenius Martin Kartika, Ronald Kasvana Kasvana Kharenina Augustine, Annisa Khoto, Anthon Eka Prayoga Kosasih, Robert Kurniawan, Joshua Kurniawan, Junius Kusrini, Henni Lidya Christiani Lie, Jason Gunawan Liesia Asiku Linda Yulianti W Lo, Geoffrey Christian Lontoh, Susi Olivia Lontoh, Susy Olivia Louise Audrey Lumintang, Valentino Gilbert Mahaputera, Pramadio Mandalika, Astin Mano S, Donatila Marendra Shinery Kartolo Margaretha Pramesti Utar Martin, Alfianto Maryani, Luh Putu Endyah Santi Mashadi, Fladys Jashinta Melian Anita Meliyana Meliyana, Meliyana Michael Michael Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Michelle Angelika S Moniaga, Catharina Sagita Muhamad Rizki Nanda F Muhammad Ali Hanafiah Selian Murni L Naibaho Murni L Naibaho Muslichah Muslichah Nancy Suwarna Nanda Lessi Hafni Eka Putri Natasha Anggraeni Natasha Fiorentina Kusumawati Nathaniel, Fernandho Nathaniel, Fernando Nicholas Setia Nicole Nastassja Kurniawan Nimas Berlian Betta Chantika Noer Saelan Tadjudin Noer Saelan Tadjudin Noer Saelan Tadjudin Normala, Ajeng Novendy, Novendy Novia, Elizabeth Olivia Paulus Pasuarja Jeranding Ezra Pati, Vanessa Irenea Peter Ian Limas Prawiro, Evy Luciana Pujiono, Sheryn Purnomo, Yonathan Adi Purwadhi Purwadhi Putra, Muhammad Dzakwan Dwi Putri Bennya Aisyah Putri Mahirah Afladhanti R Dewi, Fransisca Iriani Raharjo, Budiarjo Notonagoro Ramadhanty, Prajnya Kamila Ranonto, Steve Vallery Ravenska Theodora Ravenska Theodora Rayhan, Naufal Refael Alfa Budiman Rendy Singgih Rendy Singgih Ribka Anggeline Hariesti Robert Kosasih Rudi Rudi Ruslim, Welly Hartono S, Michelle Angelika S., Michelle Angelika Samara, Trisha Samuel Halim Santoso, alex Santoso, Alexander Santoso, Alexander Halim Saputra, Rio Sari Mariyati Dewi Nataprawira Sari, Anna Rahmania Sari, Triyana Satyanagara, William Gilbert Satyanegara, William Gilbert Satyo, Yovian Timothy Septrisya, Shiera Setia, Nicholas Setiawan, Fiona Valencia Setiawan, Hardianto Setiyati, Pinka Nurashri Setyati, Pinka Nurashri Shafira, Ellyta Shirly Gunawan Singgih, Rendy Sitorus, Ribkha Anggeline Hariesti Siufui Hendrawan Sjaiful Bachri Slamet Tri Wahyudi Soebrata, Linginda Soni, Yulfitra St. Laksanto Utomo Stanislas Kotska Marvel Mayello Teguh Stanley Surya Cahyadi Stefanus Gardino Stefanus Gardino Setyo D Stephanie Amadea Su, Ernawati Sugiarto, Hans Sugiharto, Hans Sugiharto, Sony Sukmawati Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sukmawati Tansil Tan Sung Chian Suros, Angel Sharon Susy Olivia Lontoh Sutedja, Gina Triana Sutjipto, Fiolita Indranita Syachputri, Rifi Nathaznya Syarifah, Andini Ghina Sylvana, Yana Tambunan, Nicholas Albert Tan, Sukmawati T Tan, Sukmawati Tansil Teguh, Stanislas Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello Tenty, Tenty Tiffany Valeri Alexandra Triyana Sari Triyana Sari Tubagus Andri Purnama Tubagus Andri Purnama Valentino Gilbert Lumintang Valeria Saputra Velika Elaine Kangnata Vincent Aditya Budi Hartono Vini Claudya Agustine Rajagukguk Warsito, Jonathan Hadi Wellen, Fendy Welly Hartono Ruslim Widjaya, Inge Friska Wijaya, Bryan Wijaya, Bryan Anna Wijaya, Christian Wijaya, Dean Ascha Wijaya, Hanna Wijayadi, Linda Julianti William Gilbert Satyanegara William Gilbert Setyanegara William Gilbert Setyanegara Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yana Sylvana Yogie, Giovanno Sebastian Yudhitiara, Novia Yurike Indah Pratiwi Yurike Indah Pratiwi