p-Index From 2021 - 2026
21.556
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Legal Opinion ELT Worldwide: Journal of English Language Teaching Jurnal Agroteknos EXPOSURE JOURNAL Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Al Ishlah Jurnal Pendidikan RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Al-'Adl Linguistics and Elt Journal Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) ENGLISH JOURNAL JETL (Journal Of Education, Teaching and Learning) YUME : Journal of Management Al-Ta'lim JURNAL EKONOMI SAKTI (JES) DIDAKTIKA : Jurnal Kependidikan Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Edum Journal Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan Iqra English Journal Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Indonesia Berdaya IJPD (International Journal Of Public Devotion) International Journal of Marketing and Human Resource Research Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Jurnal Abdimas Indonesia : Jurnal Abdimas Indonesia JSAP : Journal Syariah and Accounting Public PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Agrisistem Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Teaching English as a Foreign Language Overseas Journal (TEFLO) AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Bosowa Journal of Education Embrio Pendidikan: Jurnal Pendidikan Dasar JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pendidikan Sang Surya Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pemerintahan Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM International Journal of Education and Humanities TONGKONAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Agroscience Indonesia JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports International Journal of Economic Research and Financial Accounting Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JHP2M) SMART: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Indonesia Mengabdi Issues in Mathematics Educations (IMED) Balance: Jurnal Ekonomi Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics EDULEC
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Budaya Kerja Sekolah Terhadap Kinerja Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Pada UPT SD Negeri 082 Lodang Kabupaten Luwu Utara Sahpan, Sahpan; Asdar, Asdar; Bahri, Syamsul
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya kerja sekolah terhadap kinerja pendidik dan tenaga kependidikan di UPT SD Negeri 082 Lodang Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Budaya kerja sekolah mencerminkan komitmen terhadap integritas, disiplin waktu, inovasi, serta semangat belajar yang tinggi. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji F untuk mengetahui pengaruh terhadap kinerja tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dianalisis berdasarkan efektivitas pembelajaran, administrasi, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tenaga pendidik memiliki rata-rata kinerja 86,50 dengan standar deviasi 1,927, sedangkan tenaga kependidikan memiliki rata-rata kinerja 89,00 dengan standar deviasi 2,000. Pengujian hipotesis menggunakan uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas menunjukkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas atau heteroskedastisitas dalam model regresi, sehingga analisis regresi dapat digunakan untuk menguji hubungan antara variabel. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa budaya kerja sekolah memiliki pengaruh positif terhadap kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, dengan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi budaya kerja sekolah, semakin baik pula kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. Oleh karena itu, penguatan budaya kerja sekolah yang positif dapat menjadi strategi untuk meningkatkan profesionalisme dan efektivitas dalam dunia pendidikan. This research aims to analyze the influence of school work culture on the performance of educators and education personnel at UPT SD Negeri 082 Lodang, North Luwu Regency. This research uses a quantitative approach with data collection methods through questionnaires, observation, and documentation. School work culture reflects a commitment to integrity, time discipline, innovation, and a high learning spirit. The hypothesis tests used are the F-test to determine the effect on the performance of educators and education personnel. The performance of educators and education personnel is analyzed based on learning effectiveness, administration, and professionalism in carrying out tasks. The results of descriptive analysis show that educators have an average performance of 86.50 with a standard deviation of 1.927, while education personnel have an average performance of 89.00 with a standard deviation of 2.000. Hypothesis testing using normality tests, multicollinearity tests, and heteroscedasticity tests shows that there are no symptoms of multicollinearity or heteroscedasticity in the regression model, so regression analysis can be used to test the relationship between variables. The results of the regression test show that school work culture has a positive influence on the performance of educators and education personnel, with a significance value greater than 0.05. This shows that the higher the school work culture, the better the performance of educators and education personnel. Therefore, strengthening a positive school work culture can be a strategy to improve professionalism and effectiveness in the world of education..
Efektivitas Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Gugus III Tamalate Kota Makassar Sudirman, Sudirman; Asdar, Asdar; Bahri, Syamsul
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis efektivitas penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di Sekolah Dasar pada Gugus III, Tamalate, Kota Makassar dan (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penggunaan Dana BOS di Sekolah Dasar pada Gugus III, Tamalate, Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan penelitian yang ingin mendeskripsikan secara mendalam efektivitas penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Dana BOS di Sekolah Dasar Gugus III, Tamalate, Kota Makassar telah berkontribusi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Dana ini dimanfaatkan untuk penyediaan sarana pembelajaran, buku ajar, pelatihan guru, dan kegiatan ekstrakurikuler. Peningkatan fasilitas belajar, akses buku yang lebih baik, serta peningkatan kompetensi guru mendukung efektivitas pembelajaran. Namun, efektivitas penggunaan Dana BOS masih dipengaruhi oleh faktor perencanaan, pengelolaan anggaran, kompetensi kepala sekolah, transparansi, serta keterlibatan guru dan komite sekolah. Kendala utama yang ditemukan adalah keterlambatan pencairan dana dan keterbatasan anggaran yang berdampak pada kelancaran program sekolah. This study aims to (1) analyze the effectiveness of using School Operational Assistance (BOS) funds in improving students' academic achievement in elementary schools in Cluster III, Tamalate, Makassar City, and (2) identify the factors influencing the effectiveness of BOS fund utilization in these schools. This research employs a descriptive qualitative approach, aiming to provide an in-depth analysis of the effectiveness of BOS funds in enhancing students' academic performance. Data collection was conducted through observations, interviews, and documentation. The findings indicate that the use of BOS funds in elementary schools in Cluster III, Tamalate, Makassar City has contributed to improving students' academic achievement. The funds have been utilized for providing learning facilities, textbooks, teacher training, and extracurricular activities. The improvement in learning facilities, better access to books, and enhanced teacher competence support effective learning. However, the effectiveness of BOS fund utilization is still influenced by factors such as planning, budget management, school principal competence, transparency, and the involvement of teachers and school committees. The main challenges identified include delays in fund disbursement and budget constraints, which affect the smooth implementation of school programs.
Implementasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Dan Dampaknya Terhadap Kemampuan Literasi Dan Numerasi Di UPT SPF SDN Garuda Qasim, Rahmawati; Asdar, Asdar; Muliati, Muliati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6193

Abstract

Kemampuan literasi dan numerasi merupakan kompetensi dasar yang sangat penting untuk menunjang keberhasilan belajar siswa di sekolah dasar. Namun, capaian kedua kemampuan tersebut di Indonesia masih tergolong rendah berdasarkan hasil asesmen internasional. Dalam konteks ini, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) hadir sebagai instrumen evaluasi berbasis kompetensi yang berperan untuk mengukur sekaligus meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Meskipun demikian, penelitian yang mengkaji implementasi AKM dan faktor-faktor yang memengaruhi hasilnya di tingkat sekolah dasar masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi dan numerasi siswa kelas V serta mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi kedua kemampuan tersebut di UPT SPF SDN Garuda Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif asosiatif. Data dianalisis melalui statistik deskriptif untuk mengkategorikan tingkat kemampuan literasi dan numerasi berdasarkan skor AKM. Selanjutnya, analisis faktor dan Principal Component Analysis (PCA) digunakan untuk mereduksi data dan menentukan variabel utama yang berkontribusi terhadap kemampuan siswa. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa memiliki kemampuan literasi pada kategori sedang (49,12%), dengan 29,82% berada pada kategori rendah dan 21,05% pada kategori tinggi. Sementara itu, kemampuan numerasi mayoritas siswa juga berada pada kategori sedang sebesar 59,65%, diikuti oleh kategori rendah 24,56% dan tinggi 15,79%. Temuan ini menegaskan bahwa AKM berperan penting dalam memperkuat konsep dasar, meningkatkan motivasi belajar, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang dapat menunjang peningkatan literasi dan numerasi siswa. Literacy and numeracy skills are fundamental competencies essential for students’ academic success in elementary schools. However, Indonesia’s performance in these competencies remains relatively low according to international assessments. In this context, the Minimum Competency Assessment (Asesmen Kompetensi Minimum - AKM) serves as a competency-based evaluation tool designed to measure and improve students’ literacy and numeracy abilities. Despite its importance, research on AKM implementation and the factors influencing its outcomes at the elementary school level remains limited. This study aims to analyze the literacy and numeracy skills of fifth-grade students and identify key factors affecting these abilities at UPT SPF SDN Garuda, Makassar. A quantitative approach with a descriptive associative method was employed. Data were analyzed using descriptive statistics to categorize literacy and numeracy levels based on AKM scores. Factor analysis and Principal Component Analysis (PCA) were then conducted to reduce data dimensions and identify the main variables influencing student performance. The results indicate that most students’ literacy skills fall into the moderate category (49.12%), with 29.82% classified as low and 21.05% as high. Similarly, numeracy skills were predominantly moderate at 59.65%, with 24.56% low and 15.79% high. These findings highlight the significant role of AKM in reinforcing basic concepts, enhancing learning motivation, and developing critical thinking skills, all of which contribute to improved literacy and numeracy achievement.
Pengaruh Media Audiovisual Terhadap Keterampilan Menyimak Cerita Rakyat Pada Siswa Kelas V UPT SPF SD Inpres Lae – Lae I Kota Makassar Ratnawati, Ratnawati; Asdar, Asdar; Hamsiah, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6198

Abstract

Kemampuan menyimak merupakan keterampilan dasar berbahasa yang penting untuk dikembangkan sejak dini, termasuk melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan konteks peserta didik. Salah satu media yang potensial digunakan adalah media audiovisual yang mampu merangsang perhatian dan keterlibatan siswa secara visual dan auditif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audiovisual terhadap keterampilan menyimak cerita rakyat pada siswa kelas V di UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1 Kota Makassar. Studi ini juga mengeksplorasi efektivitas penggunaan media audiovisual dalam konteks sekolah dasar perkotaan di Indonesia, yang masih relatif kurang mendapatkan perhatian dalam kajian empiris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan tes esai sebanyak lima butir soal. Analisis data dilakukan menggunakan uji one sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pretest sebesar 62 dan rata-rata skor posttest sebesar 78. Berdasarkan analisis statistik menggunakan regresi linier, diperoleh nilai thitung sebesar 54,668 pada taraf signifikansi a = 0,001 dengan derajat kebebasan (dk) = 38. Nilai tersebut menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media audiovisual berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap peningkatan keterampilan menyimak cerita rakyat pada siswa kelas V di UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1 Kota Makassar. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap praktik pembelajaran bahasa Indonesia yang inovatif dan kontekstual di tingkat sekolah dasar. Listening is a fundamental language skill that should be developed from an early age, especially through the use of relevant and engaging learning media. Audiovisual media is considered one of the effective tools to stimulate students’ attention and involvement through both visual and auditory channels. This study aims to examine the effect of audiovisual media on the listening skills of fifth-grade students in understanding folktales at UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1, Makassar City. The study also explores the effectiveness of audiovisual media in urban elementary school contexts in Indonesia, where empirical studies are still relatively limited. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. Data were collected through observation, documentation, and essay-based tests consisting of five items. The data were analyzed using a one-sample t-test. The results showed that the average pretest score was 62, while the average posttest score increased to 78. Based on linear regression analysis, the t-value was found to be 54.668 at a significance level of a = 0.001 with 38 degrees of freedom. This result indicates that the t-value exceeds the table, leading to the rejection of the null hypothesis and acceptance of the alternative hypothesis. In conclusion, audiovisual media has a significant and positive effect on improving students’ listening skills in comprehending folktales. This research contributes to the implementation of innovative and contextual language learning practices at the elementary school level.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Sekolah Penggerak Di Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah Arsana, Gede; Asdar, Asdar; Bahri, Syamsul
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mutu pendidikan di sekolah penggerak Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, serta menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini berfokus pada UPTD SMP Negeri 2 Tobadak dan UPTD SMP Negeri 3 Tobadak, yang menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, meskipun telah terdapat upaya akselerasi pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Informan utama meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa dari kedua sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Tobadak dan SMP Negeri 3 Tobadak menunjukkan perkembangan positif, terutama dalam literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. SMP Negeri 2 Tobadak mengalami penurunan dalam literasi dan numerasi pada 2024, sementara SMP Negeri 3 Tobadak konsisten mengalami kemajuan di hampir semua aspek. Kepemimpinan kepala sekolah berperan krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan demokratis dan kolaboratif, dengan mendorong partisipasi aktif guru dalam pengambilan keputusan dan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif. Kepala sekolah juga memimpin pengembangan program-program inovatif seperti "Kamis Literasi" dan "Selasa Numerasi," serta mengelola sumber daya secara efisien. Namun, tantangan seperti keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, serta beban administrasi yang berat, menjadi penghambat dalam pelaksanaan program inovatif dan menjaga konsistensi peningkatan mutu pembelajaran di sekolah-sekolah tersebut. This study aims to describe the quality of education in the Sekolah Penggerak at Tobadak District, Central Mamuju Regency, and to analyze the role of school leadership in enhancing educational quality. The research focuses on UPTD SMP Negeri 2 Tobadak and UPTD SMP Negeri 3 Tobadak, which are both part of the "Sekolah Penggerak" in Tobadak. The research adopts a qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, direct observation, and document analysis. Key informants include school principals, teachers, and students from both schools. The findings reveal that the educational quality at SMP Negeri 2 Tobadak and SMP Negeri 3 Tobadak has shown positive development, particularly in literacy, numeracy, and character education. However, SMP Negeri 2 Tobadak experienced a decline in literacy and numeracy in 2024, while SMP Negeri 3 Tobadak consistently showed progress in almost all areas. The school leadership plays a crucial role in enhancing educational quality through a democratic and collaborative approach, encouraging active teacher participation in decision-making and creating an inclusive working environment. The principals also lead the development of innovative programs, such as "Kamis Literasi" (Literacy Thursdays) and "Selasa Numerasi" (Numeracy Tuesdays), while efficiently managing resources. Nevertheless, challenges such as limited budget, human resources, and heavy administrative workloads hinder the implementation of innovative programs and the consistency of educational quality improvement in these schools.
Pengaruh Model Pembelajaran Team Games Tournaments (TGT) Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas V UPT SPF SD Inpres Lae-Lae I Kota Makassar Asrianti, Asrianti; Asdar, Asdar; Madjid, Syahriah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Team Games Tournaments (TGT) terhadap motivasi dan hasil belajar bahasa Indonesia pada siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh rendahnya minat dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik dan minim interaksi. Model TGT dipilih karena mampu mengintegrasikan unsur kolaborasi, permainan edukatif, dan kompetisi sehat yang dapat menumbuhkan semangat belajar serta memperkuat pemahaman konseptual siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental design) yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan model TGT dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Subjek penelitian terdiri atas 60 siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Lae-Lae I Kota Makassar yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi angket motivasi belajar dan tes hasil belajar bahasa Indonesia yang telah divalidasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada motivasi dan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model TGT dibandingkan kelompok kontrol. Pembelajaran melalui TGT mampu menciptakan suasana kelas yang interaktif, kompetitif, dan menyenangkan, sehingga siswa lebih berpartisipasi aktif dan menunjukkan pemahaman bahasa yang lebih baik. Temuan ini menegaskan bahwa model TGT efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia serta relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kolaboratif dan berpusat pada peserta didik. This study aims to analyze the effect of implementing the Team Games Tournaments (TGT) learning model on students’ motivation and achievement in Indonesian language learning at the elementary school level. The research was motivated by the low level of students’ interest and academic performance in Indonesian language subjects due to the use of conventional and less engaging teaching methods. The TGT model was selected because it integrates elements of collaboration, educational games, and healthy competition, which can enhance learning motivation and strengthen students’ conceptual understanding. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design involving two groups: an experimental group taught using the TGT model and a control group taught using conventional methods. The participants consisted of 60 fifth-grade students from UPT SPF SD Inpres Lae-Lae I, Makassar, selected through a purposive sampling technique. Research instruments included a learning motivation questionnaire and an Indonesian language achievement test, both of which were validated before use. The results revealed a significant improvement in both motivation and academic achievement among students in the experimental group compared to those in the control group. The TGT model successfully created an interactive, competitive, and enjoyable learning atmosphere that encouraged active participation and improved language comprehension. These findings demonstrate that the TGT learning model is effective in enhancing Indonesian language learning outcomes and aligns with the principles of the Merdeka Curriculum, which emphasizes collaborative, student-centered learning.
Pengaruh Penggunaan Media Comic Strip Terhadap Pemahaman Konsep Perundungan Pada Siswa Kelas V UPT SPF SD Inpres Unggulan BTN Pemda Kota Makassar Syahrani, Syahrani; Asdar, Asdar; Agusniati, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media comic strip terhadap pemahaman konsep perundungan pada siswa sekolah dasar. Fenomena perundungan yang masih terjadi di lingkungan pendidikan dasar menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang mampu menumbuhkan kesadaran sosial, empati, dan karakter anti-kekerasan sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental design) yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diajar menggunakan media comic strip dan kelompok kontrol yang diajar dengan metode konvensional. Subjek penelitian adalah siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Unggulan BTN Pemda Kota Makassar dengan jumlah 58 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep perundungan yang telah divalidasi mencakup indikator mengenali bentuk perundungan, memahami dampaknya, serta menentukan tindakan pencegahan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konsep perundungan di kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Media comic strip membantu siswa memahami nilai-nilai moral dan sosial melalui visualisasi cerita yang kontekstual dan menarik. Pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa terlibat aktif dalam menafsirkan pesan moral serta merefleksikan perilaku sosial di lingkungan sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa comic strip merupakan media efektif dalam membangun pemahaman konseptual dan karakter positif siswa, sekaligus relevan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang berfokus pada pembelajaran berbasis nilai kemanusiaan. This study aims to analyze the effect of using comic strip media on students’ conceptual understanding of bullying in elementary schools. The ongoing phenomenon of bullying in primary education highlights the need for learning strategies that can foster social awareness, empathy, and anti-violence character from an early age. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design involving two groups: an experimental group taught using comic strip media and a control group taught through conventional methods. The participants consisted of 58 fifth-grade students from UPT SPF SD Inpres Unggulan BTN Pemda, Makassar, selected through a purposive sampling technique. The research instrument was a validated conceptual understanding test covering indicators such as recognizing forms of bullying, understanding its impacts, and identifying preventive actions. The analysis results revealed a significant improvement in the experimental group’s conceptual understanding compared to the control group. The comic strip media helped students comprehend moral and social values through contextual and visually engaging storytelling. Learning became more meaningful as students actively interpreted moral messages and reflected on social behavior within the school environment. This study demonstrates that comic strip media is an effective educational tool to enhance conceptual understanding and foster positive character development, aligning with the Merdeka Curriculum that emphasizes value-based and human-centered learning.
Pengaruh Minat Baca Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Kelas IV UPT SPF SD Negeri Baddoka Kota Makassar Nurfahmi, Nurfahmi; Asdar, Asdar; Fansury, Andi Hamzah
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6229

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh signifikan minat baca dan motivasi belajar terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV di UPT SPF SD Negeri Baddoka, Kota Makassar. Latar belakang didasarkan pada rendahnya capaian literasi Indonesia dalam laporan PISA 2022 (peringkat ke-74 dari 81 negara) serta ketidaktuntasan 67% siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia (KKM 75). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif ex post facto dengan teknik purposive sampling pada 88 siswa yang terbagi dalam tiga kelas (IV-A, IV-B, IV-C). Data dikumpulkan melalui angket minat baca dan motivasi belajar, serta tes hasil belajar, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial (uji regresi linear sederhana dan berganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat baca berpengaruh signifikan dengan koefisien regresi 0,695 (p<0,001), di mana setiap peningkatan satu satuan minat baca meningkatkan hasil belajar sebesar 0,695 poin. Motivasi belajar memiliki pengaruh lebih dominan dengan koefisien 0,782 (p<0,001), di mana peningkatan satu satuan motivasi meningkatkan hasil belajar sebesar 0,782 poin. Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 76% varians hasil belajar (R²=0,76). Siswa dengan minat baca tinggi ditandai durasi membaca >30 menit/hari dan frekuensi kunjungan perpustakaan 3–5 kali/minggu, sedangkan siswa termotivasi ditandai ketekunan (87%) dan inisiatif bel ajar mandiri (68%). Disparitas antarkelas mengungkapkan kelas IV-C memiliki capaian optimal (mean hasil belajar 84,83) akibat lingkungan literasi dan motivasi intrinsik yang lebih baik. Simpulan penelitian menegaskan bahwa sinergi minat baca dan motivasi belajar membentuk landasan kognitif-afektif kritis bagi peningkatan hasil belajar. Implikasi pedagogis merekomendasikan revitalisasi program literasi berbasis konteks lokal, pelatihan guru dalam teknik scaffolding motivasional, dan integrasi platform digital berbasis gamifikasi. This study aims to analyze the significant influence of reading interest and learning motivation on the Indonesian language learning outcomes of fourth-grade students at UPT SPF SD Negeri Baddoka, Makassar City. The background is grounded in Indonesia’s low literacy achievement in the PISA 2022 report (ranked 74th out of 81 countries) and the incompleteness of 67% of students in Indonesian subjects (Minimum Completion Criteria/KKM 75). The research method employed an ex post facto quantitative approach with purposive sampling of 88 students across three classes (IV-A, IV-B, IV-C). Data were collected through questionnaires on reading interest and learning motivation, as well as learning outcome tests, and analyzed using descriptive and inferential statistics (simple and multiple linear regression tests). The results indicate that reading interest has a significant influence with a regression coefficient of 0.695 (p<0.001), where each one-unit increase in reading interest improves learning outcomes by 0.695 points. Learning motivation exhibits a more dominant effect with a coefficient of 0.782 (p<0.001), where a one-unit increase in motivation enhances learning outcomes by 0.782 points. Simultaneously, both variables explain 76% of the variance in learning outcomes (R²=0.76). Students with high reading interest are characterized by reading durations exceeding 30 minutes/day and library visit frequencies of 3–5 times/week, while motivated students demonstrate perseverance (87%) and independent learning initiative (68%). Inter-class disparities reveal that class IV-C achieves optimal results (mean learning outcome 84.83) due to superior literacy environments and intrinsic motivation. The study concludes that the synergy between reading interest and learning motivation forms a critical cognitive-affective foundation for improving learning outcomes. Pedagogical implications recommend revitalizing locally contextualized literacy programs, teacher training in motivational scaffolding techniques, and integrating gamification-based digital platforms.
A Need Analysis MOOC for Based Instructional Material in Flipped English Speaking Class at Indonesian Higher Education Andi Agusniati; Areski Wahid; Rafi'ah Nur; Asdar Asdar
IJELTAL (Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics) Vol. 10 No. 1 (2025): Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/ijeltal.v10i1.1968

Abstract

This research aims to find out the characteristics of MOOC-based instructional material for the flipped English speaking class  and the model of MOOC-based instructional materials for flipped English speaking class The researchers implemented the initial phase of qualitative research to achieve their objectives. The study focused on students in the English Language Education (ELE) Department at Indonesian Higher Education, as well as the ELE program's lecturers. The findings revealed that the MOOC-based materials for the flipped-English speaking class were a need analysis to be supportive, accommodating, goal-oriented, and focused on both fluency and accuracy. These materials were diverse, up-to-date, engaging, and motivating. They included both monologues and dialogues suitable for formal and informal contexts, and also incorporated tools relevant to the Fourth Industrial Revolution, such as WhatsApp and Edmodo. The proposed model for MOOC-based materials in the flipped-English speaking class emphasized the integration of key elements: goals, content, activities, venue, and media. The goal was to help learners become proficient in speaking by mastering content that included various topics, language uses, and genres. The model engaged students in nine activities: guessing I, identifying, searching, finding, guessing II, clarifying, evaluating, reflecting, and projecting. The recommended learning venues were both online (using platforms like WhatsApp and Edmodo) and offline (such as classrooms, language labs, and outdoor settings). For media, the model suggested using laptops, LCD projectors, and leaflets during the learning sessions.
Co-Authors -, Rampeng . Hamsiah A. Hamsiah A. Hamsiah A. Rizal A. Rizal A.Vivit Anggreani A.Vivit Angreani Abdul Kamaruddin Abdul Latif Abdul Rahman Abdurrachman Rahim Abner Buttu Sarira Abu, A Fadli Adelia, Fricillia Adi Isma Adnan Adnan Agustinus Jarak Patandean AHMAD JUNAEDI Ahmad Swandi Ahyadi, Ahyadi Akbar Indra Jaya Akhiruddin Akhiruddin Akhiruddin Akhmad, Akhmad Aldias, Aldias Alfiyyah, Ashma Fiya Amal Akbar Amaliah, Nurul Amrang, Amrang Anastasia Yohana Sundah Andania, Ana Andi Agusniati Andi Ferawati Andi Hamsiah Andi Hamsiah ANDI KHAERUNI Andi Nurdiyawanti Idris Andi Ramadhana. B Andi St. Hartina Said Andi Sukainah Anggoro, M. Yusuf Alfian Rendra Angreani, A.Vivit Angreani, Andi Vivit Anugrahwati, Anugrahwati Anwar Taufiq Anwar, Adil Saputra Apnita Seleng Areski Wahid Arifin, Irma ARIYANTI, EKA LESTARI Arniati Arifin Arruan, Paulina Feronika Arsana, Gede Arsiah Arsyad Arsyad, Susalti Nur Asia M Asia M Asia M Asia M Asia M, Asia M Asmad, Nurhafifah Asrianti, Asrianti Aswatul Nur Hasanah Aulia . Ayu Rahayu Azizah, Rifdah Bahar, Megawati Batau, ST. Haliah Bernard Bernard, Bernard bin Tuan Kechik, Tuan Nordin Bulkis Bulkis Bunga Dara Amin Burhan Burhan Burhan Burhan, Burhan Chusnul Chatima Damayanti, Alfina Damayanti, Erna Darnian, Wa Ode Desarmini, Desarmini Dhori, Muhammad Dwi Syukriady Emi Santagu Enjelina Debibillian, Maria Erniwati Erniwati Evi Syarah Evya, Evya Fadila, Annur Fadilah Binti Zakaria Fadly, M Fansury, Andi Hamzah Fefbrianti Iren Fiqrizal, Fiqrizal Firdaus, Andi Mulawakkan Firmiaty, Sri Fujiah Fujiah Fujiah, Fujiah Hadijah Hadijah Hakib, Andi Hakiki, Hakiki Halim, Patmawati Hamdillah, Nurul Hamid, Sundari Hamsah Hamsah Hamsah, Hamsah Hamsiah - Hamsiah Hamsiah, A. Hamsiah, Andi Hamsiah, Andi Hamsiah, Andi Hamsiah Harsinah Rafiudin Haslyana Haslyana Haslyana, Haslyana Hastuti Hastuti Hazan, Hazan Herlina Ahmad, Herlina Hiola, Yustina Hirpan, Hirpan Husain, Saddam Hustiana, Hustiana HY, Mclean Ibrahim, Muliaty Ida Ayu Putu Sri Widnyani Idrus, Muhammad Ikram Ifa Safira Ihsan U, Wa Irma Al Ikhsan Irhamah - Irhamah Irhamah Isnaeni, St. Nur Amaliah Nandita ISNAINI ULFA, NUR Jam'ah, Andi Jam'an, Andi Jam’an, Andi Jam’an, Jam’an Jana, Nur Jasmin, Suriah Pebriyani Jesica Mesie Sostenes Jesika Fery Jufri Jufri Kadir, Putra Imanulla Karim, Ayu Kiramang, Khaeruddin Kismawati, Kismawati La Ode Santiaji Bande Lilianti, Lilianti Lilik Lestari Limbong, Sunarlia Luana Sasabone Luana Sasabone Lutfin, Nursamsilis M, Asia M, Muhammad Darwis M. Hidayat Makbul, Makbul Maria Magdalena Nini Marjima, Anisa Marjuni, Aura Sri Marsa Marwah Achmad Marzuki, Mutmainnah Mas'ud Muhammadiah Masriadi, Masriadi Mesfer, Faradila Ms, Basuki Rahmat Mubarak, Fathul Muh Yusran Yunus Muh. Rezky Risandi Muhammad Abdy Muhammad Asdam Muhammad Asdam Muhammad Asdam, Muhammad MUHAMMAD BAKRI Muhammad Idrus Muhammad Rusydi Muhammad Syarifuddin Rahman Muhammad Yunus Muhiddin, Nur Afni Muhiddin Muliati Muliati, Muliati Mulyani Mulyani Muslim, Amila Akrama Muslimin Muslimin Mustari, Nur Annisa Naffalah, Egri Zakila Naidah, Naidah Nani Sri Fitri Nurheni Nasaruddin Nasaruddin Nashrullah, Nashrullah Nasir, Norma Nasrullah Nasrullah NERU SATRAH, VIT Nina Ariani Ningsih, Syahruni Novieser Parombean Nugroho, Dwi Adi Nurainun Nurainun Nurdevi Bte Abdul Nurdin Nurdin Nurfaega Rahim Nurfahmi, Nurfahmi Nurhajarurahma, St Zulaiha Nurhasanah Nurhasanah Nurhayati Nurhayati Nurliah nurliah, nurliah Nursamsili Lutfin Nursamsilis lutfin Nurul Amaliah Nurul Istiqamah Nurwidyayanti Nurwidyayanti Oktavia Jenti Siang Patang Patang, Patang Pratiwi Pratiwi Pratiwi, Octaviani Putri, Anita Librani Putu Wahyu Sudewi Qasim, Rahmawati Rafi'ah Nur Rahimah, Ainun Rahmadhanningsih, Sri Rahmania Rahmania Rahmaniah Rahmaniah Rahmaniah, Rahmaniah Rahmi, Isnaini Rakasiwi, Fajar Ramadani, Ainun Mujahidah Ramadhana, Andi Ramadhana B Rampeng Rampeng Ratnawati Ratnawati Reni Dangon Reski, Reski Restu Januarty Hamid Rini Aden Kartika Bachri Riono, Siswan Rosdia, Eva Rosidah Rosidah Rosmini Rosmini Rostini, Rostini Rusdiah Rusdiah Sabillah, Bellona Mardhatillah Sahpan, Sahpan Sahrina, Sahrina Said, Erna Saiful Anwar Sakaria Salmiati Salmiati Sambolangi, Herlina Sarmila Sarmila Sartika, Nelfi Sasabone, Luana Satmawati, Satmawati Septiman, Septiman Sidjara, Sahlan Siti Wahyuni Halik Sitti Khadijah Sitti Saidah Soleh, Nursanti Sparisoma Viridi Sri Devi, Retno Sri Rejeki Sri Wahyuni Sri Wahyuni Subehan Khalik Sudirman Sudirman Sugiarty, Henny Suharti Siradjuddin Sujarwo Sujarwo Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sulaimana, Sulaimana Sulfi Sulfi Sumarni Sumarni Sumarni Sumarni Suradi Tahmir, Suradi Suryanti Susanti Susanti SYAHRANI SYAHRANI Syahriah Madjid Syahrinullah, Syahrinullah Syam, Andi Wahyuni Syamsuddin Syamsuddin Syamsul Bachri Syamsul Bachri Syamsul Bahri Syawal, M. Tahir, Nur Alfilahi Takiling, Wahid Takiling Tamrin Tamrin Tasni, Nurfaida Taufiq Natsir Tismi Dipalaya, Tismi Tuan Nordin bin Tuan Kechik UA, A. Nur Achsanuddin Ulfah, St. Maria Vivit Angreani Vivit Rosmayanti Wa Ode Desna Sari Wahidah Sanusi Wahyu Muh Syata Wahyuni Wahyuni Witriani, Indah Yatri, Alya Eka Yulianti Yulianti Yulini Rinantanti Yunus, Andi Muhammad Yuriatson, Yuriatson Yusniar S Yusvita Sulhadri