p-Index From 2021 - 2026
27.989
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Wahana Didaktika Jurnal Ilmiah Hukum LEGALITY Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Pertahanan : Media Informasi tentang Kajian dan Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism dan Integrity JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Buletin Ilmiah Marina : Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Journal of Humanities and Social Studies Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) AS-SIYASAH: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Journal of Political Issues DINAMIKA GLOBAL : JURNAL ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL Jurnal Darma Agung Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah Journal of Social Science Jurnal Inovasi Penelitian Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Journal of Economics and Business UBS Jurnal Kewarganegaraan Jurnal Maritim Indonesia (Indonesian Maritime Journal) International Journal of Social Science Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Jurnal Penelitian Inovatif Human Narratives COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) International Journal of Humanities Education and Social Sciences Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (JEMBA) STRATEGI PERANG SEMESTA Formosa Journal of Science and Technology (FJST) Jurnal Cakrawala Ilmiah Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) Journal of Innovation Research and Knowledge Jurnal Pengabdian Mandiri Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Journal of Accounting Management Business and International Research Return : Study of Management, Economic and Bussines Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Golden Ratio of Data in Summary Jurnal Sosial dan Sains Protection: Journal Of Land And Environmental Law Jurnal Indonesia Sosial Sains Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Indonesian Journal of Applied and Industrial Sciences (ESA) Saintek: Jurnal Sains Teknologi dan Profesi Akademi Angkatan Laut Jurnal Review Politik Journal of Social Science Indonesian Journal of Interdisciplinary Research in Science and Technology (MARCOPOLO) Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Keamanan Nasional Journal of Law & Policy Review Indonesian Journal of Banking and Financial Technology (FINTECH) Advances In Social Humanities Research Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Journal of Fisheries & Marine Journal of Social Work and Science Education International Journal of Education, Vocational and Social Science Jurnal Cendekia Ilmiah Algebra : Jurnal Pendidikan Sosial dan Sains
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Ekonomi Dalam Meningkatkan Kemandirian Pertahanan Negara Melalui Konsep Sishankamrata Ria Anggun Ariani; Guntur Eko Saputro; Lukman Yudho Prakoso
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4791

Abstract

Abstrak Kecanggihan teknologi ini tentunya membutuhkan industri pertahanan nasional yang kuat dan mandiri. salah satu cara mendapatkan industri pertahanan yang kuat dan mandiri, termasuk teknologi pertahanan yang mumpuni, adalah melalui peran ekonomi dan konsep sishankamrata. Tujuan dari penulisan ini untuk membahas membahas mengenai peran ekonomi dalam meningkatkan kemandirian pertahanan melalui konsep sishankamrata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang didasarkan pada studi pemahaman yang mendalam. Hasil dan pembahasan apabila Indonesia ingin meningkatkan kemandirian pertahanan dan mencapai tujuan yang diinginkan Indonesia terlebih dahulu harus mengatasi masalah yang menghambat pengembangan industri pertahanan negara. Kesimpulan dari Penelitian ini adalah Pemerintah menetapkan BUMN pertahanan menjadi industri alutsista dan pemimpin utama (main integrator), yang memproduksi alutsista dan/atau mengintegrasikan seluruh bagian, komponen, dan bahan baku utama ke dalam alutsista untuk mendapatkan keuntungan serta menciptakan sistem pertahanan yang mandiri. Namun, apabila dilihat dari konsep sishankamrata bahwa Sistem pertahanan dan keamanan seluruh rakyat dilaksanakan oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. Kata Kunci: Kemandirian Pertahanan, Peran Ekonomi, Sishankamrata
Analisis Dampak Anggaran Pertahanan Dimasa Pandemi Covid 19 Terhadap Sistem Pertahanan Negara Feny Avisha; Guntur Eko Saputro; R Lukman Yudho Prakoso
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4888

Abstract

Abstrak Perkembangan dinamis dari lingkungan strategis akan menciptakan serangkaian ancaman, tantangan, serta risiko yang sangat kompleks. Perkembangan Lingstra tersebut selalu menghadirkan perubahan kompleksitas ancaman dan tantangan pertahanan negara. Semua unsur pertahanan negara memerlukan pengertian dan pemahaman tentang kompleksitas ancaman. Untuk itu, Departemen Pertahanan terus mengembangkan strategi serta kebijakan pertahanan yang pelaksanaannya memerlukan dukungan alutsista dari anggaran pertahanan di masa pandemi Covid-19. Potensi ancaman tersebut menjadi salah satu penyebab anggaran pertahanan berdampak pada sistem pertahanan di masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif, dengan tinjauan pustaka sebagai teknik pengumpulan data utama. Hasil analisa, Sesuai Peraturan Presiden No. 54 tahun 2020, relokasi anggaran Kementerian Pertahanan dikurangi menjadi Rp. 122 triliun. Kementerian Pertahanan sebelumnya telah menyusun rencana strategis pembangunan Kekuatan Utama Pertahanan (Bangquatpokhan) atau yang lebih dikenal dengan Minimum Essential Force (MEF) yang terdiri dari tiga rencana strategis strategis. Rencana Strategis I dimulai tahun 2010-2014, Rencana Strategis II 2015-2019 dan Rencana Strategis III 2020-2024. Kebijakan pemerintah untuk mengurangi belanja pegawai adalah dengan mengoptimalkan kebijakan pertumbuhan nol yang telah diterapkan sejak tahun 2012. Kebijakan pemerintah adalah perombakan birokrasi pertahanan departemen SDM yang bertujuan untuk memaksimalkan kualitas daripada kuantitas untuk mencapai keseimbangan antara jumlah orang dan jumlah pos. Kebijakan tersebut dinilai penting di masa pandemi COVID-19 karena dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas anggaran pertahanan. Dalam implementasi kebijakan tersebut, penguatan riset di bidang industri pertahanan juga harus didukung penuh, agar Indonesia tidak dapat bergantung pada alutsista yang diimpor dari negara lain. Kata Kunci: Anggaran Pertahanan, Pandemi Covid-19, Sistem Pertahanan Negara Abstract The dynamics of the development of strategic created spektur threat environment, the challenges and complex risk.The development of strategic environment is bringing about a change to the complexity of the threat and a challenge to the defense of the country.Need to understand the complexity and understandable by all elements of the defense of the country.For it, the defence ministry continue to develop strategies and policies of state defense and their implementation need the support defense budget provided covid pandemic 19 against the system of state defense.Potential threats has been one of background the impact of defense budget provided pandemic covid-19 against the system of state defense.Is a qualitative study methods used, with a main library as a technique of data collection. The results of the analysis, Once it's realocation based on the 54-year press of 2020, then budgets are reduced to as much as rp.122 trillion.The previous state had a strategic plan for building the force of defense (default ) or more commonly known as the minimum escential forces (mef) consisting of three Rencana Strategiss.The Rencana Strategis i started in 2010 - 2014, Ii Rencana Strategis 2015-2019 and Rencana Strategis iii 2020 2024.The government's policy of suppressing employee shopping is to optimize the policy of zero growth polycy that has existed since 2012.This policy is a bureaucratic reform in the field of defense that aims to maximize quality over quantity in order to bring balance of personnel and office.This policy feels very relevant in the Covid-19 pandemic because it can increase the efficiency and effectiveness of the defense budget.As far as policy goes, The strengthening of defense industry research must also be fully supported Keywords: Defense budget, covid-19 pandemic, state security system
THE INFLUENCE OF SOCIAL MEDIA IN THE SPREAD OF POLARIZATION AND PEACE COUNTER-NARRATIVE EFFORTS IN INDONESIA Jundan Restu Alam; Lukman Yudho Prakoso; Yulian Azhari; Rachmat Setiawibawa; Arifuddin Uksan
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol. 5 No. 4 (2025): Algebra : Jurnal Pendidikan Sosial dan Sains
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/4959z937

Abstract

This study analyzes the dual role of social media in driving social polarization and peaceful counter-narrative efforts in Indonesia. Using a qualitative approach and literature study of secondary data, this research examines the mechanisms of social media as an accelerator of polarization and evaluates the effectiveness of counter-narrative strategies. The results indicate that polarization is accelerated by the spread of hoaxes, algorithmically reinforced echo chambers, and the exploitation of identity politics, all of which threaten national integration. On the other hand, social media also proves to be an effective tool for peaceful counter-narratives, as demonstrated by case studies of the Peace Ambassador Communities in East Kalimantan and West Java. The success of their strategies lies in contextualizing narratives of nationalism, religious moderation, and humanity. The study concludes that the effectiveness of counter-narratives is highly dependent on cross-sector collaboration and the improvement of standardized digital literacy to build societal digital resilience.
Contested Maritime Spaces in the Middle East: Geopolitical Dynamics, Non-State Actors, and Security Challenges in the Red Sea and the Strait of Hormuz Ridha Munawir Masly Pandoe; Rachmat Setiawibawa; Harri Dolli Hutabarat; Guntur Eko Saputro; Lukman Yudho Prakoso
Advances In Social Humanities Research Vol. 4 No. 1 (2026): Advances In Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v4i1.538

Abstract

In recent years, these routes have been exposed to multifaceted and hybrid security threats—including missile and drone attacks, deployment of unmanned maritime systems, cyber intrusions, the rise of piracy, and proxy wars waged by non-state actors backed by regional powers. Such developments significantly increase the vulnerability of maritime traffic and pose serious risks to international economic stability and energy security. The study examines how contemporary geopolitical dynamics are shaping maritime security challenges in the Middle East by analyzing recent security incidents, regional power competitions, and the evolving role of international navies operating in the region. Using a qualitative geopolitical security approach, the study draws on policy documents, security reports, and incident analyses to identify the key drivers of maritime insecurity. These findings suggest that maritime instability in the Middle East is driven by the convergence of unresolved regional conflicts, the adoption of asymmetric warfare strategies, and the increasing involvement of external forces seeking to protect strategic interests. This combination has complicated traditional maritime security frameworks and weakened unilateral security measures. Therefore, the study underscores the urgent need for coordinated multilateral maritime governance, enhanced information sharing, and collective security mechanisms to ensure the protection of critical sea lanes and the long-term stability of the regional and global maritime domains.
Maritime Security in an Era of Geopolitical Rivalry: Strategic Implications of Great Power Competition in Indo-Pacific Sea Lanes Ridha Munawir Masly Pandoe; Rachmat Setiawibawa; Harri Dolli Hutabarat; Guntur Eko Saputro; Lukman Yudho Prakoso
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v7i2.2220

Abstract

The escalating geopolitical rivalry between major powers, particularly the United States and China, has profoundly reshaped the maritime security landscape of the Indo-Pacific region. Strategic sea lanes, such as the Strait of Malacca and the South China Sea, have become central arenas for this competition, creating a volatile, uncertain, complex, and ambiguous (VUCA) environment with direct implications for regional stability. This study analyzes the impact of this great power competition on Indonesia's maritime security and formulates an optimal national strategy. Employing a qualitative approach, the research utilizes a SWOT analysis strengthened by Internal Factor Analysis Summary (IFAS) and External Factor Analysis Summary (EFAS) matrices. The findings reveal that Indonesia is positioned in Quadrant I of the SWOT matrix, indicating significant internal strengths and substantial external opportunities. Consequently, a Strength-Opportunity (SO) strategy emerges as the most optimal choice. This strategy advocates for Indonesia to leverage its geostrategic position and diplomatic capital to lead regional cooperation, enhance maritime domain awareness through technology, and pursue adaptive defense diplomacy, thereby maintaining the stability of strategic sea lanes amidst great power rivalry.
Model Strategi Keamanan Maritim Indonesia dalam Menghadapi Potensi Krisis Global Akibat Konflik Timur Tengah, Gangguan Sea Lines of Communication, dan Ancaman terhadap Ketahanan Maritim Nasional Lukman Yudho Prakoso; Muhamad Risahdi; Hidayaturrahman; Hudiarto Krisno Utomo; Bonan Dolog Oktavianus Siagian
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 8 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i8.3628

Abstract

Perkembangan konflik di Timur Tengah, khususnya di kawasan Teluk Persia, Laut Merah, dan Selat Hormuz, telah meningkatkan risiko gangguan terhadap Sea Lines of Communication (SLOC) global yang menjadi tulang punggung perdagangan internasional dan distribusi energi dunia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang sangat bergantung pada konektivitas maritim, Indonesia menghadapi berbagai risiko strategis yang dapat memengaruhi ketahanan ekonomi, keamanan energi, stabilitas perdagangan, dan keamanan nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi strategi keamanan maritim Indonesia saat ini dalam menghadapi potensi krisis global serta merumuskan model strategi keamanan maritim yang adaptif dan resilien. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan Maritime Domain Awareness, ketahanan rantai pasok maritim, diplomasi maritim, keamanan energi, serta integrasi tata kelola keamanan maritim menjadi faktor utama dalam meningkatkan ketahanan maritim nasional menghadapi krisis global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi strategi keamanan maritim Indonesia telah menunjukkan kemajuan melalui penguatan kelembagaan dan diplomasi maritim, namun masih menghadapi tantangan berupa integrasi data maritim, ketergantungan jalur perdagangan global, dan sistem manajemen krisis yang belum terintegrasi. Model Maritime Crisis Resilience Framework (MCRF) yang dihasilkan mengintegrasikan Maritime Domain Awareness, ketahanan energi, ketahanan rantai pasok, diplomasi maritim, transformasi digital, dan pemberdayaan masyarakat pesisir sebagai pilar utama ketahanan maritim nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Strategi Penguatan Keamanan Chokepoints Maritim Global dalam Mendukung Ketahanan Ekonomi Nasional: Studi Geostrategis terhadap Selat Malaka, Laut Natuna Utara, dan Selat Hormuz Muhamad Risahdi; Lukman Yudho Prakoso; Hidayaturrahman Hidayaturrahman; Ceppi Hilmansyah; Yusnaldi Yusnaldi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 8 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i8.3813

Abstract

Chokepoints maritim merupakan jalur strategis yang berperan penting dalam kelancaran perdagangan internasional, distribusi energi global, dan stabilitas ekonomi dunia. Selat Malaka, Laut Natuna Utara, dan Selat Hormuz merupakan tiga kawasan strategis yang memiliki pengaruh signifikan terhadap ketahanan ekonomi nasional Indonesia. Meningkatnya rivalitas geopolitik, ancaman keamanan maritim, gangguan rantai pasok global, serta konflik regional menjadikan keamanan chokepoints maritim sebagai isu strategis yang memerlukan perhatian serius. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan keamanan maritim Indonesia dalam menghadapi dinamika keamanan pada chokepoints maritim global serta merumuskan strategi penguatan keamanan yang mampu mendukung ketahanan ekonomi nasional. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan keamanan maritim Indonesia telah mengalami kemajuan melalui penguatan kesadaran domain maritim, patroli maritim, kerja sama regional, diplomasi maritim, dan pembangunan kapasitas kelembagaan, namun masih menghadapi tantangan berupa integrasi data maritim yang terbatas, koordinasi lintas sektor yang kurang optimal, ketergantungan pada jalur energi global, dan meningkatnya risiko geopolitik di Indo-Pasifik dan Timur Tengah. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan Maritime Domain Awareness, diplomasi maritim, kerja sama regional, ketahanan logistik nasional, serta integrasi tata kelola keamanan maritim menjadi faktor utama dalam meningkatkan resiliensi ekonomi nasional terhadap dinamika keamanan chokepoints maritim global.
Strategi Adaptif Keamanan Maritim Indonesia dalam Mengantisipasi Eskalasi Konflik Laut Tiongkok Selatan dan Dampaknya Terhadap Stabilitas Sea Power, Human Security, Marine Environment, dan Economic Development Fitry Taufiq; Lukman Yudho Prakoso; Ceppi Hilmansyah; Yusnaldy Yusnaldy; Koko Komarudin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 8 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i8.3814

Abstract

Eskalasi konflik di Laut Tiongkok Selatan menjadi salah satu tantangan utama keamanan maritim kawasan Indo-Pasifik yang berpotensi memengaruhi stabilitas politik, ekonomi, lingkungan, dan keamanan manusia. Konflik tersebut tidak hanya melibatkan klaim teritorial antarnegara, tetapi juga berkaitan dengan rivalitas geopolitik global, kebebasan navigasi, keamanan jalur perdagangan internasional, serta eksploitasi sumber daya laut. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan negara yang berbatasan dengan Laut Natuna Utara memiliki kepentingan strategis dalam menjaga stabilitas kawasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi strategi keamanan maritim Indonesia saat ini dalam mengantisipasi eskalasi konflik Laut Tiongkok Selatan serta merumuskan strategi adaptif yang mampu memperkuat stabilitas Sea Power, Human Security, Marine Environment, dan Economic Development. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi keamanan maritim Indonesia telah menunjukkan kemajuan melalui penguatan patroli maritim, diplomasi regional, dan pengembangan kesadaran domain maritim, namun masih menghadapi tantangan berupa integrasi data maritim yang terbatas, luasnya area pengawasan, dan meningkatnya persaingan geopolitik. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan Maritime Domain Awareness, diplomasi maritim adaptif, pembangunan ketahanan ekonomi maritim, perlindungan lingkungan laut, serta pemberdayaan masyarakat pesisir merupakan elemen penting dalam membangun resiliensi keamanan maritim Indonesia. Dengan menerapkan prinsip implementasi kebijakan keamanan maritim serta pendekatan empat matriks Christian Bueger, Indonesia dapat mengembangkan strategi adaptif yang mampu menjaga stabilitas keamanan maritim nasional dan mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045 sebagai negara maritim yang kuat, aman, dan berdaya saing global.
Optimalisasi Tata Kelola Keamanan Maritim Indonesia Menghadapi Ancaman Grey Zone Warfare dan Maritime Hybrid Threats pada Era Kompetisi Geostrategis Global di Indo-Pasifik Nefra Firdaus; Lukman Yudho Prakoso; Muhammad Ali; Muhamad Risahdi; Wisnu Pramandita
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 8 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i8.3815

Abstract

Perkembangan lingkungan strategis global menunjukkan meningkatnya penggunaan strategi Grey Zone Warfare dan Maritime Hybrid Threats oleh berbagai aktor negara maupun non-negara untuk mencapai tujuan politik, ekonomi, dan keamanan tanpa memicu konflik terbuka. Kawasan Indo-Pasifik sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan persaingan geopolitik global menjadi wilayah yang rentan terhadap berbagai bentuk ancaman tersebut. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menghadapi tantangan dalam menjaga kedaulatan wilayah, keamanan jalur perdagangan internasional, serta stabilitas keamanan maritim nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi tata kelola keamanan maritim Indonesia saat ini dalam menghadapi ancaman Grey Zone Warfare dan Maritime Hybrid Threats serta merumuskan strategi optimalisasi tata kelola keamanan maritim yang adaptif dan resilien. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan tata kelola maritim terintegrasi, Maritime Domain Awareness, diplomasi maritim, transformasi digital, dan sinergi antarlembaga menjadi faktor kunci dalam meningkatkan resiliensi keamanan maritim Indonesia di era kompetisi geostrategis global Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan tata kelola maritim terintegrasi, Maritime Domain Awareness, diplomasi maritim, transformasi digital, dan sinergi antarlembaga menjadi faktor kunci dalam meningkatkan resiliensi keamanan maritim Indonesia di era kompetisi geostrategis global.
Co-Authors A. Daniela, Nurfaizah A.R, Deni Dadang Abdul Jabarsyah Adang Supriyadi, Asep Adi Kusumaningrum Aditya Rahman Aditya, Rahman Adriyanto, Agus Afrizal Afrizal Afrizal Afrizal Agape Zacharia RD Agestiyono, Ade Fian Agus Adriyanto Agus Indarjo Agus Indarjo Agus Indarjo Agus Winarna Agustin, Mayang Ahmad Ahmad Ahmad G. Dohamid Al-Mujaddid, Toriq Furqon Alam, Jundan Restu Albubaroq, Hikmat Zakky Alifa Semendawai, Farras Aliyah, Yurizki Alman, Fariel Zulfikar Alman, Gabriel Choirul Alriandi, Aldy Surya Ambariyanto Ambariyanto Ananda Meci Hadyanti Anantha Andhikatama Dalimunthe Andreas Navalino, R Djoko Andri Amijaya Kusumah Andriyanto, Agus Anis Nur Laily Anis Nur Laily Anis Nur Laily Ansori Ansori Anton Iman Santosa Aom Dikdik Kustiwa Apriani, Evi Ari Dwiyono Arief Rachman Arief Rachman Aries Sudiarso Arifuddin Uksan Arifuddin Uksan Arum, Dyah sekar Asmara, Johar Aulia Zafirawan, Rayhan Ayu Pertiwi Aziz Ali Haerulloh Aziz Haerulloh Bahari, Samsul Bambang Irwanto Bayanah, Nuzilatul Bayu Asih Yulianto Bayu Dwi Welasasih Bermana, Seftiandra Bonan Dolog Oktavianus Siagian Budi Budi BUDI PRAMONO Budi Pramono Budi Pramono Budiyanti, Fatwa Buhroni, Akhmad Firmansyah Cahyati, Neneng Cahyo Wibowo Ceppi Hilmansyah Chaerunnisa Kuswaya, Nabilla Chalizt, Ismaya Kenza Chalizta, Ismaya Kenza Chika Lintang Chika Lintang Chris Hermawan Cosmas Manukallo Danga Cosmas Manukalo Danga Danga, Cosmas Manukallo Daniela, Nurfaizah Azhari Dede Suhendrawan Demo Putra Demo Putra Deni Dadang Deni Dadang Deni Dadang AR Deni Yulyadi Desyandri Desyandri Devis Lebo Dhiana Puspitawati Dijastuti, Kustianing Sekar Dikki Kurniawan Dikry Rizanny Nurdiansyah Dina Inda Rosyida, Esa Dipua, Angkasa Distincta, Haflah Leste Djamarel Djamarel Dohar Siantur Dohar Siantur Dolli Hutabarat, Harri Donny Yoesgiantoro Dovian Isjarvin Dwiyono, Ari Dyah Sekar Arum Edy Sulistyadi Endra Kusuma Erita Oktasari Ernalem Bangun Ernes Ernes Ernes Fahrizal Amir Fajar Gunawan Afandi Faradilla, Auriga Putri Fatwa Budiyanti Feny Avisha Feny Avisha Feny Avisha Feny Avisha Ferdinandus Guntur Perkasa Watunglawar Fibri Karpiananto Fibri Karpiananto Fitry Taufiq Gabriel Choirul Alman Gabriel Choirul Alman Gazali Salim Gibran, Muhammad Nur GS , Achmad Daengs Guntur Eko Saputro Guntur Eko Saputro Guntur Eko Saputro Habibie, Sri Yaumil Hadinata, Tri Haetami, Haetami Hafidz Kuncoro Hafidz Kuncoro Jati Hafidz Kuncoro Jati Hafidz Kuncoro Jati Halkis, Muhammad. Hariyadi Hariyadi Hendriyanto , Nur Heri Abriyadi Herlina Juni Risma Saragih Herlina Juni Risma Saragih Herlina Juni Risma Saragih Herlina Juni Risma Saragih Hermanto Hermanto Hermanto, Djamarel Heru Prasetyo Hidayaturrahman Hidayaturrahman Hidayaturrahman Hilmansyah, Ceppi Hudiarto Krisno Utomo Hutagalung, Josua I Nyoman Parwata I Wayan Midhio I Wayan Mudhio Ichsanul Mutaqin Ali Ikhwan Syahtaria Ikhwan Syahtaria Ikhwan Syahtaria Ikhwan Syahtaria Ilyansyah, Muh. Ilyansyah, Muhammad Imam Imam Taufik Inayah, Atikah Inez Koerniawati Inshan Padillah Irdam Ahmad Irwan Shobirin Irwanto, Bambang Ismaya Kenza Chalizta Isnaeniah, Risma Wati Ivan Yulivan James Julian Joni Sulistiawan Jonni Mahhroza Julian Ransangan Julian Ransangan Juliana Juliana Juliana Juliana Jundan Restu Alam Juni Risma Saragih, Herlina Junindra Duha Jurianto, Moch. KAMARULAH, Rizki Pratama Kamistan Hadirin Kasih Prihantoro Ketut Budiantara Khairul Rizqiah Khotimah Nur Koko Komarudin Krisna Surya Narindra Kristijarso, Kristijarso Kun Retno Handayani Kurniadi, Anwar Kurniawan Firmuzi Syarifuddin Kurniawan Firmuzi Syarifuddin Kustiwa, Aom Dikdik Kusuma Sumedi, Arvie Prima La Ode M. Hasyim Latief, Mohammad Nurdin Al Legowo, Endro Lestari , Amin Lestari, Amin Lukman Kharish M. asa’ari Yusuf M. Asa’ari Yusuf M. asa’ari Yusuf Yusuf M. Ikmal Setiadi Mahroza, Jonni Mahroza, Jonni Mahroza Mahroza, Jonny Maidasari, Tika Manukallo Danga, Cosmas Mardamsyah, Adam Marsetio Marsetio Mas Ayu Elita Hafizah Meiryani Meli Ruslinar Meroja, Isrofa Midhio, I Wayan Mirza Eka Junaidi Muh. Ilyansyah Muhamad Faisal, Muhamad Muhamad Noor Gibran Muhamad Noor Gibran Muhamad Risahdi Muhamad Risahdi Muhamad Samingan Muhamad, Faisal Muhammad Ali Muhammad Fajar Alvian Muhammad Fikri Abdillah Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Halkis Muhammad Ihsan Muhammad Ikmal Setiadi Muhammad Ikmal Setiadi Muhammad Iwan Kusumah Mujaddid, Toriq Furqon Al Mujiyanto Mujiyanto Mujiyanto Mujiyanto Muliahadi Tumanggor Mulya, Hikmatul Fajri Mulyadi Mulyadi Mulyadi Mulyadi Mursidi Mursidi Murtiana, Sri Musayyab, Said Mussayyab, Said Mutiara Annissa Oktapiani Nanang Heri Soebakgijo Nanto Nurhuda Narahara, Sean Nefra Firdaus Novitasari, Destin Novitasari, Yussie Novky Asmoro Nuddin Harahab Nugraeni, Christine Dyta Nur Khotimah Nur Khotimah Nurbantoro, Endro Nurwijayanti Oktavia, Ola Oktaviandra, Yosyea Ola Oktavia Ola Oktavia Padillah, Inshan Panji Suwarno Pasaribu, Charles Pasaribu, Nico Daniel Permana Ari Soejarwo Permana Ari Soejarwo Permana Ari Soejarwo Perwita, Anak Agung Banju Pradana, Dimas Gading Arya Prayogi Aprilianto Prayogi Aprilianto Prihantoro, Kasih Prihantoro, Mitro Priyanto Priyanto Priyanto Priyanto Priyanto Priyanto Priyanto Priyanto Priyanto Priyanto Priyanto Priyanto Puja Sari Putri Puja Sari Putri Pujo Widodo Pujo Widodo, Pujo Pulungan, Ahmad Ari Syahputra Purwantoro, Susilo Adi Puspita, Della Ade Putra, I Nengah Putri HS Rheviany Putri, Cintya Yelena R Djoko Andreas Navalino Rachmat Setiawibawa Rachmat Setiawibawa Rachmat Setiawibawa Rachmat Setiawibawa Rahmadani, Dinda Raka Gusfi Raka Gusfi Rantau Isnur Eka Ras, Abdul Rivai Ratih Rachma Kurnia Ratih Rachma Kurnia Ratu Syra Quirinno Reghina Rizqy Reghina Rizqy Syifaranie Reghina Rizqy Syifaranie Resmanto Widodo Putro Rheviani HK Putri Rheviany HS Putri Ria Anggun Arian Ria Anggun Ariani Ria Anggun Ariani Ria Anggun Ariani Rianto M.Si.Par Rianto Rianto Rianto Rianto Ridha Munawir Masly Pandoe Ridha Munawir Masly Pandoe Riky Rizky Ririn Widyastuti Wulaningsih Ririn Widyastuti, Ririn Risahdi , Muhammad Risahdi, Muhammad Risma Juni Saragih, Herlina Risma Wati Isnaeniah Risman, Helda Rizerius Eko Hadi Sancoko Rizki Pratama Kamarulah Rizki Putri Robby Moechammad Taufik Rosyda, Esa Dina Inda Rosyida, Esa Dina Inda Rozi Rudi Churniawan Rudi Sutanto Rudi Sutanto, Rudi Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Rudy Susanto Rudy Sutanto Rudy Sutanto Rudy Sutanto Rudy Sutanto Rukisah, Rukisah Ruslinar, Meli Ruyat, Yayat Sakum Sakum Sakum Sakum Salsala Ghosi Ainiha Salwaa Pramiltari Annisa Samosir, Angela Glorya Marito Sarjito, Aris Setiadi, Muhammad Ikmal Setiawati, Deni Sianturi, Dohar Sigit Purwanto Siswo Hadi Sumantri Siswoputro, Suspada Snekubu, Elyakim Snekubun, Elyakim Sobar Sutisna Soemantri, Asep Iwa Sri Murtiana Sri Murtiana Sri patmi Sri Patmi Sri Patmi Sri Patmi Sri Patmi, Sri Sri Sundari Sri Sundari Sri Sundari Sri Sundari Suci Rahmayanti Sudibyo Sudibyo Sugiman, Ranon Suhirwan, Suhirwan Sukendro, Achmed Sunarko Sunarko Suntanto, Rudy Supandi Supandi Supandi Supandi Supardi, Endi Suprapto Suprapto Suprapto Suprapto Supriadi Supriadi Supriyadi, A. Adang Supriyadi, Asep Adang Supriyono . Suradi Suradi Suriyanti suseto, buddy Suseto, Budi Susmoro, Harjo Sutrasna, Yudi Suwarno, Panji Suwito Suwito SUWITO SUWITO Suwito Suwito Syahtaria, Ikhwan Syaiful Rachman Syamiajaya, Arh Nur Afiad Tanjung, Rinaldi Tasdik Mustika Alam Tasdik Mustika Alam, Tasdik Mustika Tasdik Tasdik Tasdik, Tasdik Thonas Indra Maryanto Tika Maidasari Tjahjono Tjahjono tjandra ariwibowo Toelihere, Ivan Filbert Toelihere, Ivan Fillbert Tonny Sumarno Tri Hadinata Tri Hadinata Tri Hadinata Tri Yulianto Triyani Triyani Uksan, Arifuddin Wahyu Gusriandari Warka, I Wayan Widia Aprilia Widjayanto, Joni Wijonarko Wijonarko Wiranto, Surya Wisnu Pramandita Yen Thi Hong Pham Yosua Sabar Panjaitan Yosua Sabar Panjaitan Yudanindra, Jemmy Yudha Rusniwan Yudha Rusniwan Yudi Asmar Yudi Listiyono Yulian Azhari Yulianto Tri Yulius Audie Sonny Latuheru Yunianto Rahadi Utomo Yurizki Aliyah Yusnaldi Yusnaldi Yusnaldi, Yusnaldi Yusnaldy , Yusnaldy Yusnaldy Yusnaldy Yusnaldy, Yusnaldy Zahra, Raesha Syahnaz Zaini, Ansori Zakaria Zakaria Zakaria Zakaria