Articles
HADIS DALAM PERSPEKTIF NAHDLATUL ULAMA ANALISIS KE KRITIK
Muhammad Nawawi;
Muhammad Sofwan;
Fatichatus Sa'diyah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 12 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62281/v2i12.1252
Nahdlatul Ulama (NU) adalah salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yang memiliki pengaruh signifikan dalam pemahaman dan praktik ajaran Islam di negara ini. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai pemikiran hadis menurut NU, pemahaman hadis menurut NU, serta kritik terhadap metode yang digunakan oleh NU dalam memahami hadis. NU memandang hadis sebagai sumber utama ajaran Islam setelah Al-Qur'an. Hadis digunakan sebagai panduan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam ibadah, akhlak, maupun muamalah (hubungan sosial). NU menekankan pentingnya memahami hadis dengan konteks dan tujuan syariat, serta relevansinya dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia. NU mengadopsi pendekatan yang menggabungkan metode tradisional dan kontemporer dalam menafsirkan hadis. Metode ini mencakup penggunaan kitab-kitab klasik dan pandangan ulama terdahulu yang diharmonisasikan dengan konteks modern. NU sangat menekankan pentingnya sanad (rantai perawi) dan matan (isi hadis) dalam menentukan kesahihan sebuah hadis. NU juga menggunakan metode takwil untuk memahami hadis-hadis yang dianggap mutasyabihat (samar). Pemahaman hadis menurut NU ditandai dengan sikap moderat dan inklusif. NU berusaha menjaga keseimbangan antara pemahaman tekstual dan kontekstual hadis. NU juga menekankan pentingnya ijtihad (penalaran hukum) dan istinbath (penyimpulan hukum) dalam memahami hadis, sehingga menghasilkan fatwa yang sesuai dengan kondisi zaman. Meskipun pendekatan NU dalam memahami hadis dihargai oleh banyak pihak, terdapat beberapa kritik. Beberapa ulama menganggap bahwa metode takwil yang digunakan NU terkadang terlalu bebas dan tidak cukup konservatif. Ada juga kritik bahwa NU tidak selalu konsisten dalam penerapan metodologi hadis, terutama dalam konteks politik dan sosial. Namun, NU terus berupaya untuk memperbaiki dan mengembangkan metode pemahaman hadis mereka agar lebih sesuai dengan kebutuhan umat Islam. Tujuan tulisan ini agar mengetahui hadis menurut NU. Metodologi yang dipakai dalam tulisan ini ialah metodologi kualitatif dengan jenis library research. Sedangkan teknik penggalian data yang digunakan ialah dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa NU turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan kajian hadis di Indonesia.
English as a Solely Instructional Medium: Its Effectiveness on Students’ Responses and English Proficiency
Habibi, Akhmad;
Sofwan, Muhammad
JR-ELT (Journal of Research in English Language Teaching) Vol. 1 No. 1 (2017): Journal of Research in English Language Teaching
Publisher : English Language Education Program, Faculty of Education and Teacher Training, Sulthan Thaha Saifuddin State Islamic University of Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/jr-elt.v1i1.4
This research examined the effectiveness of English as the solely instructional medium in one informal educational institution. In the first English class, an English-only rule was strictly ruled whereas in the second English class, the use of Bahasa Jambi as the students’ local language was permitted. The research is appropriately undertaken as a mix method research with quantitative and qualitative approach. The site of the research is an established informal English institution in Indonesia. The authors used three kinds of instruments in collecting the data; questionnaires, tests (pre-test and post-test), and interviews. Participants of the research are the students of intermediate classes of an informal education institution in Jambi. The results show that 1) the students of the first class have stronger preferences to learn English than the students of the second class 2) the students’ English proficiency improvement of the first English class “under the strict rule of the use of English†is slightly higher than that of the second class “the local language permittedâ€. Suggestions and recommendations are offered for the betterment of English teaching and learning in Indonesia.
MEMBANGUN JIWA KEWIRAUSAHAAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR
Utami, Chindika Parinci;
Ningsih, Wahidya Lestari;
Dari, Wulan;
Pratama, Muhammad Angka;
Sofwan, Muhammad;
Sholeh, Muhammad
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan Vol 12 No 2 (2024): Pedagogika: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Pattimura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30598/pedagogikavol12issue2page371-382
Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library study) yang mengumpulkan teori dan pendapat terkait dengan membangun jiwa kewirausahaan pada anak sekolah dasar. Dari berbagai analisis teori penelitian ini menemukan ba hwa untuk membangun jiwa kewirausahaan pada anak sekolah dasar perlu dilakukan dengan cara (1) Menerapkan pendidikan wirausaha di sekolah dasar, (2) Mengenalkan wirausaha di sekolah dasar (3) Melatih keterampilan wirausaha (4) Mencoba berwirausaha dari sekolah dasar. Menumbuh kembangkan jiwa wirausaha sejalan dengan Intruksi Presiden Nomor 24 Tahun 1995 tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan Membudayakan Kewirausahaan. Salah satunya dengen mengintegrasikan pendidikan kewirausahaan dengan semua mata pelajaran.
Kajian Tarif Angkutan Penumpang Yang Layak Bus Trans Metro Pekanbaru
Sofwan, Muhammad;
Rohjan, Jajan;
Surdia, Reza M
JURNAL SAINTIS Vol. 17 No. 1 (2017)
Publisher : UIR Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (468.841 KB)
Studi ini bertujuan untuk mengkaji besaran tarif angkutan penumpang yang layak bus Trans Metro Pekanbaru dilihat dari sisi Perusahaan angkutan umum sebagai pengelola moda angkutan dan dari sisi penumpang sebagai pengguna jasa. Terkait dengan tujuan di atas, maka dilakukan beberapa tahapan untuk menentukan tarif yang layak bus TMP berdasarkan tarif Angkutan Penumpang, Keterjangkauan Membayar Penumpang (TMP) dan Kerelaan Membayar Penumpang (RMP) dan merumuskan beberapa skenario alternatif tarif yang layak. Berdasarkan analisis tarif yang dilakukan maka dirumuskan ada empat skenario alternatif tarif yang layak, dan alternataf tarif terpilih yaitu alternatif tarif 2 dengan nilai tarif sebesar Rp. 4.274,14 untuk koridor 1 dan sebesar Rp. 4808,1 untuk koridor 2, dengan range tarif berdasarkan grafik frekuensi TMP dan RMP sebesar Rp. 4.001-5.000,-. Dimana dengan nilai frekuensi komulatif yang didapat sebesar 72% responden memiliki keterjangkauan membayar dan sebesar 41% yang rela membayar.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIPA PADA MATA PELAJARAN PKN DI KURIKULUM MERDEKA KELAS IV BERBASIS APLIKASI CANVA FOR EDUCATION
Febby Rahmanda;
Muhammad Sofwan
P2M STKIP Siliwangi Vol 11 No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2: November 2024
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/p2m.v11i2.4880
This research aims to (1) To describe the procedure for developing komipa learning media in Civics subjects in the Grade IV Independent Curriculum based on the Canva for Education application, (2) to determine the level of validity of Kompipa learning media in Civics subjects in the Grade IV Independent Curriculum based on applications. canva for education, (3) to determine the level of practicality of the komipa learning media in Civics subjects in the fourth-grade independent curriculum based on the canva for education application. This research uses research and development methods using the ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation) development model. The results of this research and development are in the form of komipa learning media for class IV in Civics learning based on the Canva for education application. The validation results by material experts obtained a validity score of 80 in the valid category, the validation assessment results from media experts obtained a validity score of 68 in the quite valid category and the results of the validation assessment by language experts obtained a validity score of 96.3 in the very valid category. The practicality of the komipa learning media that has been developed has also passed the assessment of expert practitioners who received a score of 100 in the very practical category. The practicality of komipa media also pays attention to the student response questionnaire in the small group trial which obtained a score of 90 and in the large group trial which obtained a score of 89.46. Based on the results of this research, it can be concluded that the Komipa learning media for Civics subjects in the Grade IV Independent Curriculum based on the Canva for Education application is valid and very practical and very suitable for use as a Civics learning medium for Grade IV Elementary Schools.
PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN BERBANTUAN MEDIA PERMAINAN MONOPOLI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV SDN 003/IX SENAUNG
Tria, Febi;
Sofwan, Muhammad;
Putri, Andi Gusmaulia Eka
Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51494/jpdf.v5i4.1545
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dengan berbantuan media permainan monopoli untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS Kelas IV SDN 003/IX Senaung. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Data penelitian ini diperoleh dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah itu data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, model pembelajaran (TGT) mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada siklus I diketahui bahwa tingkat motivasi belajar siswa berada pada klasifikasi “sedang” dengan persentase mencapai 61,8%% artinya belum mencapai indikator yang diharapkan dalam penelitian ini, dan setelah dilakukan perbaikan pada siklus kedua maka meningkat pada klasifikasi “Tinggi” dengan persentase mencapai 79%.
Enterpreneurhip Modules in Shaping Enterprenerical Character in Elementary Schools
Sofwan, Muhammad;
Budiono, Hendra;
Khoirunnisa;
Pamela, Issaura Sherly;
Alirmansyah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 7 No. 3 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v7i3.84808
The current condition of entrepreneurial activities to form entrepreneurial character has yet to be optimally implemented at the elementary school level. This is evident in elementary schools where entrepreneurial activities have not been appropriately programmed, one of which is the absence of an entrepreneurship module. This study aims to develop an entrepreneurship module for forming entrepreneurial character in elementary schools. This research is a research and development. Product development uses the ADDIE model. The subjects of the study were media validators, content validators, language validators, and teachers. The trial subjects were 25 elementary school students. The methods used in collecting data were observation, interviews, and questionnaires. Data collection instruments were questionnaire validation and practicality questionnaires. The techniques used to analyze data were qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis. The study results showed that the developed entrepreneurship module had an average validity level of 87.5% with a very valid category and a practicality level of 94.5% with a very practical category. It can be concluded that the entrepreneurship module product in forming entrepreneurial character in elementary schools is feasible to use in the learning process.
Implementasi pembelajaran berbasis Active Deep Learner Experienxe (ADLX) Introflex dalam Pembelajaran IPAS Kelas V Di Sekolah Dasar
Juliana, Endang;
Wulandari, Bunga Ayu;
Sofwan, Muhammad
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/publikan.v15i1.70764
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pembelajaran Active Deep Learner Experience (ADLX) INTROFLEX pada pembelajaran IPAS. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan data dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS Kelas V yang menggunakan desain pembelajaran Active Deep Learner Experience (ADLX) INTROFLEX menunjukkan aktivitas pembelajaran yang membawa peserta didik merasakan pengalaman belajar yang aktif dan mendalam. siswa dan guru berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aktif dan siswa mendapatkan pembelajaran secara lebih kompleks berdasarkan kemampuan dan kecakapan yang di miliki masing-masing. Serta dapat menjadi alternatif dan acuan dalam mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan serta mampu mendorong kreativitas siswa.
Analisis Penggunaan dan Penerimaan Aplikasi Canva Guru Sekolah Dasar Dilihat dari Model Unified Theory Of Acceptance And Use Of Technology 2
Yulizha, Annisa Firda;
Sofwan, Muhammad;
Wulandari, Bunga Ayu
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/publikan.v15i1.70420
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa perubahan signifikan dalam inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Salah satu media teknologi yang bisa digunakan adalah aplikasi Canva. Pendidikan berbasis TIK dapat dimanfaatkan dengan baik oleh guru, tenaga kependidikan, dan siswa dalam meningkatkan mutu, mutu dan akses terhadap pendidikan serta menjadikan proses pembelajaran berkualitas dan bermakna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan aplikasi Canva pada guru dengan mengintegrasikan pendekatan teori penerimaan dan penggunaan teknologi terpadu. Untuk itu penelitian ini menggunakan kuesioner yang diberikan kepada 304 guru sekolah dasar yang telah mengintegrasikan ICT dalam pembelajaran. Model persamaan struktural yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi canva pada guru sekolah dasar efektif dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta menyesuaikan dengan kebutuhan siswa. Kesatuan teori dan pendekatan penggunaan teknologi berpengaruh dalam menjelaskan penggunaan dan penerimaan aplikasi canva bagi guru sekolah dasar.
Penerapan Project Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS di Kelas III SDN 34/I Teratai
S, Rizki Eka;
Ilaina, Shofy;
Wulandari, Putri;
Sari, Maya;
Natasya, Lusha;
Khoirunnisa, Khoirunnisa;
Sofwan, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26206
Latar belakang penelitian ini untuk mengatasi masalah karena Pelajaran IPS yang terlalu luas sehingga peserta didik kesulitan untuk mengingat materi yang di pelajari. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Meningkatkan hasil Belajar Peserta Didik Menggunakan Model Project Based Learning Pada Pembelajaran IPS Kelas III Di SDN 34/I Muara Bulian. Hasil penelitian ditandai indikator hasil belajar IPS yang meningkat dari siklus I pertemuan pertama pada kategori kurang yaitu 64%, siklus I pertemuan kedua kategori cukup dengan persentase 72%, meningkat menjadi kategori baik yakni 83% di pertemuan satu di siklus II, hingga akhirnya naik menjadi kategori sangat baik dan mendapat persentase rata-rata 93% di siklus II pada pertemuan kedua. Hal tersebut membuktikan model PJBL yang diterapkan pada pembelajaran IPS pada materi keragaman budaya dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.