Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Guru dalam Mengintegrasikan Nilai-Nilai Multikultural di Kelas Rifan Khasani; Hidayat Zainur Rohim; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6561

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta empiris bahwa integrasi nilai-nilai multikultural di kelas masih sering terhambat oleh keterbatasan strategi pedagogis guru dalam menghadapi keberagaman siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai multikultural secara efektif melalui analisis komprehensif terhadap literatur terkini. Menggunakan metode studi kepustakaan, penelitian ini menelaah artikel ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen pendidikan yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dapat mengintegrasikan nilai multikultural melalui pendekatan pembelajaran yang inklusif, penggunaan materi ajar yang sensitif budaya, fasilitasi dialog lintas budaya, serta penciptaan iklim kelas yang demokratis. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan integrasi nilai-nilai multikultural sangat dipengaruhi oleh kompetensi pedagogis, sensitivitas budaya, dan kreativitas guru dalam merancang pengalaman belajar yang reflektif dan kolaboratif. Implikasinya, sekolah perlu mendukung peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan melalui pelatihan multikultural dan pengembangan kurikulum yang responsif terhadap keberagaman.
Pendidikan Multikultura sebagai Media Penguatan Sikap Toleransi di Kangan Mahasiswa Nafarin Zuhaeroh; Nilna Fauziyah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6562

Abstract

Peningkatan kasus intoleransi di lingkungan kampus menunjukkan lemahnya pemahaman lintas budaya mahasiswa, sehingga diperlukan strategi penguatan nilai toleransi melalui pendidikan multikultural. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan multikultural sebagai media penguatan sikap toleransi di kalangan mahasiswa melalui kajian literatur terhadap teori-teori mutakhir dan temuan empiris terkait dinamika keberagaman di perguruan tinggi. Menggunakan metode studi kepustakaan dengan penelaahan sistematis terhadap jurnal nasional dan internasional terbitan 2020–2025, penelitian ini menemukan bahwa pendidikan multikultural berkontribusi signifikan terhadap peningkatan empati, sensitivitas budaya, dan kemampuan mahasiswa merespons konflik berbasis perbedaan. Hasil kajian juga menunjukkan bahwa integrasi kurikulum berbasis inklusivitas, dialog antarbudaya, dan pembelajaran kolaboratif menjadi solusi efektif dalam membangun iklim akademik yang toleran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sikap toleransi tidak hanya membutuhkan aspek kognitif, tetapi juga pengalaman sosial mahasiswa melalui praktik pendidikan multikultural yang terstruktur; implikasinya adalah pentingnya perancangan program kampus yang berkelanjutan untuk mendukung keberagaman.
Sistem Pendidikan dipondok Pesantren: Analisis Terhadap Kurikulum dan Metode Pembelajaran dipondok Pesantren Ulumul Qur’an Al-qindiliyyah Kalibeber Arida; Siti Nurlaila Fitayatun; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pendidikan, kurikulum, dan metode pembelajaran yang diterapkan di Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Al-Qindiliyyah Kalibeber. Fokus kajian diarahkan pada integrasi pendidikan formal dan nonformal, model pengajaran kitab kuning, serta pendekatan khas pesantren dalam membentuk kompetensi santri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pesantren mengombinasikan kurikulum nasional dengan kurikulum kepesantrenan berbasis ulumul Qur’an, dengan metode pembelajaran utama berupa bandongan, sorogan, talaqqi, dan hafalan. Sistem pendidikan di pesantren ini terbukti mampu menguatkan pemahaman keagamaan dan karakter santri melalui pembiasaan ibadah, pengasuhan terpadu, serta lingkungan belajar yang intensif. Penelitian ini menegaskan relevansi model pendidikan pesantren sebagai alternatif pendidikan karakter di era modern.
LITERASI BUDAYA DAN KECERDASAN EMPATI UNTUK GENERASI Z Sa’idatul Abadiyyah; Ati’il Khusna; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6604

Abstract

Generasi Z tumbuh dalam lingkungan yang sepenuhnya digital, serba cepat, dan sarat informasi, sehingga menghadapi berbagai tantangan kompleks seperti polarisasi, stereotip, dan menurunnya kepekaan sosial. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang multikultural, diperlukan penguatan karakter melalui Literasi Budaya dan Kecerdasan Empati untuk menjaga kerukunan sosial. Literasi Budaya membantu Gen Z memahami nilai, praktik, dan sejarah budaya secara kritis, sedangkan Empati bertindak sebagai penghubung emosional yang mendorong pemahaman tersebut menuju tindakan sosial yang inklusif, toleran, dan beretika. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis jurnal, buku, serta penelitian relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa dominasi media sosial, algoritma ruang gema, dan meningkatnya misinformasi menjadi tantangan besar dalam mengembangkan literasi budaya dan empati. Oleh karena itu, penguatan karakter Gen Z perlu melibatkan kolaborasi keluarga, komunitas, serta pemanfaatan media digital secara kreatif melalui kegiatan lintas budaya, dialog sosial, dan produksi konten berbasis keberagaman. Secara keseluruhan, integrasi Literasi Budaya dan Kecerdasan Empati berpotensi membentuk Generasi Z yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, serta mampu menjadi agen perdamaian dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Mengoptimalkan Peran Teknologi dalam Pendidikan Multikultural untuk Membangun Pemahaman Antarbudaya Bagas Latif; Muhammad Faishol Yusuf; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6628

Abstract

Keberagaman budaya dalam lingkungan pendidikan sering kali belum diimbangi dengan pemanfaatan teknologi secara optimal sehingga pemahaman antarbudaya peserta didik masih bersifat dangkal dan berpotensi menimbulkan miskomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran teknologi dapat dioptimalkan dalam pendidikan multikultura guna membangun pemahaman antarbudaya yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian relevan yang terbit dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital, seperti platform pembelajaran daring, media interaktif, dan konten berbasis budaya lokal dan global, mampu memperluas wawasan peserta didik, meningkatkan empati, serta mendorong interaksi lintas budaya secara konstruktif. Studi ini juga menemukan bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan multikultura menuntut peran aktif pendidik dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan reflektif. Disimpulkan bahwa teknologi memiliki potensi strategis dalam memperkuat pendidikan multikultura apabila digunakan secara terencana dan kritis. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan kebijakan dan praktik pembelajaran berbasis teknologi yang sensitif terhadap keberagaman budaya.
PERKEMBANGAN KURIKULUM PESANTREN DI INDONESIA: TINJAUAN HISTORIS DAN PRESPEKTIF MASA DEPAN Milkhotun Nafisah; Kholifatus sa’adah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6629

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter, moral, dan intelektualitas umat. Seiring dengan perkembangan teknologi dan dinamika sosial, kurikulum pesantren dituntut untuk melakukan rekonstruksi agar tetap relevan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk mengeksplorasi perkembangan kurikulum pesantren dari perspektif sejarah hingga tantangan masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pesantren telah bertransformasi dari model tradisional (salaf) yang berfokus pada pengkajian kitab kuning melalui metode sorogan dan bandongan, menuju model modern (khalaf) dan komprehensif yang mengintegrasikan kurikulum nasional serta pendidikan umum. Meskipun mengalami modernisasi, pesantren tetap menghadapi tantangan fundamental, seperti ketimpangan sumber daya manusia, integrasi kurikulum yang belum proporsional, serta hambatan digitalisasi. Kedepannya, pengembangan kurikulum diarahkan pada model integratif-kontekstual yang memadukan ilmu agama, sains, dan keterampilan hidup (life skills) guna melahirkan lulusan yang kompetitif di era globalisasi.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN MULTUKULTURAL DALAM NOVEL LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA Anisa Putri Herdiana; Nasikhatul Kharimah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6632

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural menunjukkan tingkat keberagaman yang tinggi, baik dalam aspek etnis, agama, budaya, maupun kondisi sosial-ekonomi. Keberagaman tersebut memerlukan pendekatan pendidikan yang mampu menumbuhkan nilai-nilai toleransi, kesetaraan, dan sikap inklusif sejak masa kanak-kanak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan multikultural yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi (content analysis). Sumber data primer berupa teks novel, didukung oleh literatur akademik yang relevan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa novel Laskar Pelangi mengandung nilai-nilai pendidikan multikultural, antara lain toleransi, kesetaraan, inklusivitas, empati sosial, solidaritas, kolaborasi, humanisme, dan penolakan terhadap diskriminasi. Nilai-nilai tersebut direpresentasikan melalui karakter tokoh, interaksi sosial, serta konteks kehidupan masyarakat Belitung yang heterogen. Penelitian ini menegaskan bahwa karya sastra dapat dimanfaatkan sebagai instrumen pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan multikultural dan pembentukan karakter peserta didik.
PERAN PENDIDIDKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI SARANA PENCEGAHAN RADIKALISME DI KALANGAN MAS YARAKAT Latifah, Khikmah; Yoga Rahman; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6657

Abstract

Radikalisme merupakan salah satu ancaman nyata yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam mencegah radikalisme dikalangan masyarakat. Artikel ini membahas tentang faktor-faktor penyebab radikalisme serta peran Pendidikan Agama Islam sebagai sarana pencegah radikalisme. Metode yang digunakan dalam artikel adalah penelitian kualitatif berbasis kepustakaan (library research), yakni mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber literatur seperti artikel, jurnal, buku, dan sumber tertulis lainnya, untuk mendapatkan landasan teori, konsep, atau fakta yang relevan guna memecahkan masalah penelitian.  Jurnal ini menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam mampu memegang peran yang krusial dalam menanggulangi radikalisme. Faktor penyebab terjadinya radikalisme diantaranya adalah masalah ekonomi, sosial, politik, ideologi dan pendidikan. Radikalisme dapat memberikan dampak negatif bagi masyarakat, seperti mengancam keamanan dan ketertiban, merusak kerukunan dan toleransi, serta menghambat pembangunan dan kemajuan. Di Tengah berkembangnya paham radikalisme, Pendidikan Agama Islam mampu memberikan perannya untuk menanggulangi radikalisme, melalui beberapa cara diantaranya: meningkatkan pemahaman tentang ajaran Islam yang sebenarnya, menginpirasi masyarakat untuk menjadi pemimpin yang toleran, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerja sama dan toleransi, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosia.
Transformasi Sistem Pendidikan di Era Digital Tantangan dan Implikasi terhadap Peran Pendidik Arizal Imam Fauzy; Laila Nur Fitriana; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6659

Abstract

Era globalisasi dan perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam sistem pendidikan, termasuk Pendidikan Islam. Transformasi ini menuntut adanya pembaruan paradigma yang mampu mengintegrasikan kemajuan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi filsafat Islam sebagai landasan epistemologis dan etis dalam mengarahkan perubahan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis kajian literatur, penelitian ini menemukan bahwa filsafat Islam melalui konsep tawhidic worldview, hikmah, maslahah, dan ijtihad mampu memberikan kerangka pemikiran yang holistik dalam memanfaatkan teknologi secara bermoral dan berorientasi kemaslahatan. Pemikiran tokoh klasik seperti Al-Farabi, Ibn Sina, dan Ibn Arabi tetap menunjukkan relevansi dalam pembentukan model pendidikan yang menyeimbangkan penguasaan teknologi dengan pengembangan spiritual dan akhlak. Hasil penelitian menegaskan bahwa filsafat Islam berperan strategis dalam memastikan bahwa transformasi Pendidikan Islam tidak hanya adaptif terhadap perubahan global, tetapi juga tetap menjaga identitas dan tujuan utama pendidikan, yaitu pembentukan insan kamil yang beradab, beretika, dan berkontribusi positif bagi peradaban modern.
MEMBANGUN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG INKLUSIF BERBASIS PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Abdussani, Nahdi; Ulil Absor; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6660

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan pendekatan strategis dalam merespons realitas keberagaman sosial, budaya, dan agama di Indonesia, khususnya dalam konteks penyelenggaraan pendidikan inklusif. Namun demikian, praktik pendidikan inklusif di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan, seperti diskriminasi, rendahnya pemahaman pendidik terhadap keberagaman, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan multikultural dalam membangun lingkungan sekolah yang inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui penelaahan buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Proses kajian dilakukan secara sistematis melalui tahapan identifikasi masalah, penelusuran dan seleksi literatur, analisis isi, serta sintesis temuan dari 26 sumber utama yang terdiri atas artikel terindeks SINTA dan buku ber-ISBN. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berperan penting dalam membentuk lingkungan sekolah yang inklusif melalui integrasi nilai-nilai multikultural ke dalam kurikulum, peningkatan kompetensi dan sensitivitas guru terhadap keberagaman peserta didik, serta penguatan budaya sekolah yang terbuka, adil, dan bebas dari diskriminasi. Kajian ini menegaskan bahwa pembangunan sekolah inklusif berbasis pendidikan multikultural memerlukan pendekatan terpadu yang tidak hanya menekankan reformasi struktural, tetapi juga pembiasaan sikap toleransi, kerja sama lintas perbedaan, serta pembelajaran yang kontekstual dan adaptif terhadap kondisi sosial budaya peserta didik.
Co-Authors Abdussani, Nahdi Achmad Manarul Hidayat Achmad Nurrochim Adam Khabiburrochman Adit Prayitno Afita Yudha Puspita Agus Santoso Ahlul Nazza Kaffi Ahmad Faid Muzakky Ahmad Faturrohman Ahmad Fawwazun Rifqi Ahmad Isroruddin Ahmad Jihad Mumtaz Hasan Ahmad Rizal Muzakki Ahmad Rizki Ahmad Robihan Ahmad Zuhdi Ahsin Wijaya Ainy Mumtaazah, Syifaa Aisma Faizah Alfiatull Laely Lutfiah Alfikran Gumohung Alifa Nurul Mufiroh Alvian Ramadhan Alya Renika Utami Alyah Kusumawati Amalia Rosyadah Amaliyah, Zulvika Aminuyati Amirotul Khalimah Andzariatus Syarifah Anggi Defi Saputri Angkin Dayu Safitri Anindya Septiana Cahyaning Miranti Anisa Putri Herdiana Anisa Seli Maresta Anisa Shofiana Anisa Sholihatun Anisa Zulfatusyrifah Anita Annisa Kamila Zahro Aprillia Wahyu Utami Argya Gavrila Maulana Arida Arina Salsabila Arizal Imam Fauzy Arsyad Danish Al bawasil Arum Rizqi Aprilia Astri Aningrum Asy Sifa Patricia Pratama Atiqotul Azimah Ati’il Khusna Auliya Sholikhatun Avila Marsa Salsabila Aysse Feby Andini Ayu Wulandari Azizah Fatimatuz Zahrah Azka Maola Rizky Natanazaly Azkiatusyarifah Azzah Nur Laili Bagas Latif bela, laela_03 Betha Agustian Daryanto Dani Riana David Doresta Wijaya Dea Artika Sanri Debi Selasa Defri Ardani Della Amania Fitry Dena Nafikhatul Aulia Denisa Amni Nabilah Amin Denny setiawan Desi Ariani Desi Oktavia Devi Rahmawati Dia Fathul Jannah Dian Mukti Handini Dian Tri Wardani Didik Darmadi Diki Aditya Saputra Dina Lutfa Azizi Dinazad Maryam Tsabita Dini Syarifah Dini Tri Muslimah Donita Bela Salsabila Dony Juwarno Dwi Rachmat Setiyono Edi Sugiman Elma Nur Syafaah Elvia Nadiyah Erisa Nafidlatussifa Ernita Supiyanti Erny Shoihah Faiqotun Nafisah Faisal Kamal Faiz Ulurosad Attoyari Falakh Khaerul Fadil Farida Putri Afriyani Fathara Aydalhaqq Fathul Faizin Fathurrizqi Almubarok Fatimah Fauzia Adista Wati Febri Aldi Firmansyah Ferlina Nurlitasari Fika Mar’atussa’adah Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah Fita Ulinni’ma Fitri Hana Arlita Fitriani Fitriani Fitriyani Gilang Anis Salsabila Hamidatul Hasanah Hanafi Hilal Khoirullah Hasna Abiyyu Helmi Yanti Hidayat Zainur Rohim Ibnu Atta Rohman Ida Hidayatu Solelah Ilsa Atkol Atkia Imas Amanatu Zahro Imron Syahroni Ina Niatul Maidah Indah Mustafidah Indana Aulia Iqbal Bakhits Taufiqurrohman Ircham Taufiqul Hakim Ishmatun Nabila Isma Maulana Isnun Qurota Ayuni Isqi Faidla Rahmatika Istiana Izza Shoffa Nada Jauhar Alauddin Al Arkan Jihan Hanifah Katia Dea Safinka Khaerul Miftahul Falah Khalimatus Sakdiyah Khayatul Mustaqimah Khoirun Nisak Imroatun Navi’ah Kholifatus sa’adah Khowi Uswatun Hasanah Kuni Ustuviana Laela Silvia Dewi Laely Khoerunnisa Laila Nur Fitriana Latif Khusmawardi LATIFAH Latifah, Khikmah Ledyna Bilqis Lia Amalia Lia Warih Perwitasari Lisa Meliana Lucky Rizky Fadhillah Lulis Ujiyanti Lutfi Safarudin Luthfiana Ulfa Maulida M. Fatih Ade Raihan M. Hafizh Abdulloh M. Ulinnuha M. Zidan Dermawan M. Zimamin Nasaki Maftukhul Ngaqli Mahfudh, Anwas Mailatussakinah Maisaroh Marfuah Marli Marsella Handayani Marsel Hidayat Maulida, Mariati MIFTAHUL JANNAH Miftakhul Arzak Miftakhul Hayat Miladia Nurul Aulia Milkhotun Nafisah Mir’atil Islamiati Moh.Sakir Muchamad Aldifa Ramadhani Mufida Salsabila Muhammad Adib Mubarok Muhammad Aflah Nurhuda Muhammad Danial Fitroh Muhammad Faishol Yusuf Muhammad Fauzi Irfan Muhammad Hasan Muhammad Khairy Abdullah Dzaky Muhammad Nur Mahsun Al Affa Muhammad Reza Syahrul Huda Muhammad Riski Faozan Muhammad Saefullah Muhammad Subagio Muhlisun, Farid Muizzatur Rokhaniah Mukromin , Mukromin Mulia Kholishotussalwa Muslikhatul Hasanah Muthi’ Fauziyah Nabiilah Tsabitul Azmi Nabila Herlin Nadia Dwi Safitri Naeli Amali Nafarin Zuhaeroh Nafi'atus Salmaa Nabila Nahdiah NAILATUR ROHMAH Nailul Khofifah Najwa Ajlina Nur Azizah Nala Fury Ashlah Nanang Sudiyono Nasikhatul Kharimah Navida latifa Naja Ngatoillah Linnaja Ngulya Nafisatun Nilna Fauziyah Nova Dwi Riyani Nukhbatun Nisa NUR AENI Nur Dina Agustianti Nur Fais Nur Farida, Laeli Nur Hikmah Nur Kuni Ngaisatun Silmi Nur Laila Febriani Nur Lu’lu’ul Maknunah Nur maulidina Zahrotul Afiyah Nurmala Dewi Nurul Arifah Shofiana NURUL AZIZAH Nurul Firma Apriliani NURUL HIKMAH Nurul Inayatiningsih Nuryanti Nuryanti Panca Wisnu Wardani Pratama Surya Haryanto Prayogo Puput Anjarwati Putri Ayu Lestari Putri Uminatul Awalliyah Qurroh A’yuni Achadi QURROTA A’YUN Qurrota A’yun Isbachunuri Rachma Anisa Paradise Rafi’ Ghatfhan Syafi’i Rahmah Fadilatin Nisa Ria Tri Hartini Rifan Khasani Rifana Azzahra Rifian Irfan Muzaki Rifqi Muntaqo Rijal Yasrif Al-Amin Rindiana Riska Aprilia Riska Nur Aulia Riza Maysharoh Rizka Dian Amaliya Rizqina Tsalatsatun Huwaida Salamah Vera Dwiyani Salis Amhailun Naja Salma Naylul Husnayaini Sarifatus Salmah Savira Azkiya Sa’idatul Abadiyyah Sekar Najwa Sal Sabila Sela Asyifa Dalila Septiana Laelatul Hikmah Shendya Lukyana Yumna Shofiatun Aslamatun Sa’diyah Shoimatus Safitri Sindy Intan Nadila Sinta Amalia Sinta Fatimah Siti Amsa Hulwana Siti Dia Nafitasari SITI FATIMAH Siti Nurlaila Fitayatun SITI SHOLIHAH Siti Suryaningsih, Siti Siti Wahyuningsih Slamet Wahyu Asih Sofan Rizqi Sofi Junia Fahma Sofiatul Mukaromah Sofiyatul Mukaromah Sofwan Chanan Soleh Hidayah Sri Nurhayati Stania Rahmah Sulasno Sulasno, Sulasno Susan Asasiyah Syarif Hidayat Syarifatul Amanah Syifa Aqias Ignacia T Towijaya Talita Nadia Kamila Tatia Dwi Rahayu Tefanifaza Masrurothun Azmi Tia Hanny Hapsari Tiya Feza Qarina Tiyas Mulyani Tri Nurfiani Trisna Nur Khasanah Ulfa Khusna Lailiyah Ulil Absor Umada Habibatil Mutia Via Nailil Ngyah Vivi Alviana Wafa Rahma Alia Frida Wahyu Ika Ramadhani Wahyu Prastiyo Wawan Saputro Wisely Permadi Wissda Azzahro Chairunisa Wulan Rifandina Wulan Sania Masruroh Yajid Hamdani Yasmina Maulida Mumtaz Yoga Khoirul Anam Yoga Rahman Yusfi Ariza Ma’arif Zahid Akhmad Surya Zahrotu Sindi Nafisah Zaidatun Ni’mah Julifiyana Zakia Khoshi Oase Zakiyyatul Fuadah Zulfa Mufatihah Zulia Nela Aziza `Arifah Nurul Azizah