Claim Missing Document
Check
Articles

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL UNTUK MEMBANGUN BANGSA YANG RELIGIUS DAN NASIONALIS Ircham Taufiqul Hakim; Atiqotul Azimah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6669

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural menghadapi realitas empiris berupa masih terjadinya konflik horizontal berlatar perbedaan etnis, budaya, dan agama akibat sikap eksklusivisme sebagian kelompok masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan multikultural sebagai strategi preventif dalam membangun sikap toleran dan harmonis di tengah masyarakat majemuk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada satuan pendidikan yang menerapkan nilai-nilai multikultural melalui integrasi materi pembelajaran bernuansa toleransi dan inklusivitas. Subjek penelitian meliputi pendidik dan peserta didik dengan latar belakang sosial, budaya, dan agama yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural yang dirancang secara kontekstual mampu meningkatkan sikap saling menghargai, menurunkan prasangka sosial, dan mencegah potensi konflik antar kelompok. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pendidikan multikultural efektif sebagai instrumen penguatan kohesi sosial apabila diimplementasikan secara konsisten dan tidak bias ideologis. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran yang berorientasi pada nilai kemanusiaan universal sebagai fondasi keberlanjutan bangsa Indonesia.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM KONTEKS MASYARAKAT MAJEMUK Miftakhul Arzak; Miftakhul Hayat; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6671

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan pendekatan pendidikan yang berorientasi pada pengakuan dan penghargaan terhadap keberagaman sosial, budaya, etnis, dan agama dalam masyarakat majemuk. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan multikultural dalam membangun sikap toleransi, mengurangi prasangka sosial, serta memperkuat kohesi sosial di tengah keberagaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan melalui analisis terhadap buku ilmiah, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan yang relevan dengan pendidikan multikultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berperan penting dalam menciptakan keadilan dan kesetaraan dalam pendidikan dengan memberikan kesempatan belajar yang sama bagi seluruh peserta didik. Implementasi pendidikan multikultural melalui integrasi kurikulum yang inklusif dan pedagogi responsif budaya mampu membentuk sikap saling menghormati serta meningkatkan kualitas interaksi sosial antar kelompok. Namun, penerapan pendidikan multikultural dalam konteks masyarakat majemuk, khususnya di Indonesia, masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi pendidik, minimnya bahan ajar yang representatif, serta adanya resistensi kultural dan struktural. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan, peningkatan kualitas pendidik, dan pengembangan kurikulum yang kontekstual agar pendidikan multikultural dapat diimplementasikan secara optimal.
Manfaat Puasa Senin Kamis dalam Pembentukan Karakter Spiritual Santri Podok Pesantren Daarul Musthofa Nguwet, Kranggan, Temanggung Iqbal Bakhits Taufiqurrohman; Siti Suryaningsih; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6712

Abstract

Puasa Senin-Kamis adalah salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan dalam Islam dan memiliki banyak manfaat, baik dalam aspek spiritual, psikologis, maupun pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat manfaat dari puasa Senin-Kamis bagi para santri di Pondok Pesantren Daarul Musthofa Nguwet, Kranggan, Temanggung, terutama dalam membentuk karakter, mengendalikan diri, meningkatkan kecerdasan emosional, serta menjaga kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Untuk mengumpulkan data, dilakukan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang melibatkan santri yang selalu menjalani puasa Senin-Kamis serta para pengelola pesantren yang bertugas memberikan bimbingan keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menjalani puasa Senin-Kamis secara rutin memberikan dampak positif dalam pengembangan kemampuan mengendalikan diri, mengelola emosi, meningkatkan rasa empati, dan menjaga kesejahteraan mental para santri. Selain itu, puasa juga berfungsi sebagai alat efektif dalam membangun pendidikan spiritual yang mendukung pembentukan karakter secara menyeluruh di lingkungan pesantren. Dengan demikian, puasa Senin-Kamis bukan hanya sekadar ritual ibadah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan yang strategis di sekolah berasrama berbasis Islam.
STRATEGI PESANTREN SALAF DALAM MENGGALI INFORMASI MASA KINI Anisa Sholihatun; Alfiatull Laely Lutfiah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6714

Abstract

Pesantren salaf merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang berperan penting dalam menjaga kontinuitas ilmu-ilmu keislaman klasik melalui metode pembelajaran khas seperti sorogan dan bandongan. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi era Society 5.0, pesantren salaf menghadapi tantangan dalam mempertahankan tradisi keilmuan sambil beradaptasi dengan transformasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dari berbagai sumber ilmiah periode 2017–2025 yang membahas adaptasi pesantren terhadap teknologi modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa walaupun pesantren salaf sering dianggap tertinggal secara teknologi, ia justru memiliki keunggulan dalam melahirkan deep literacy—kemampuan membaca kritis, teliti, dan reflektif. Melalui prinsip al-muhafazhah ‘ala al-qadim al-shalih wal akhdzu bi al-jadid al-ashlah, pesantren salaf mengembangkan strategi adaptif berupa penguatan identitas tradisi keilmuan, selektivitas penggunaan teknologi, penguatan SDM, serta pembaruan kurikulum yang tetap berpijak pada kitab kuning. Pendekatan ini menjadikan pesantren salaf bukan sekadar lembaga pelestari tradisi, tetapi juga penjaga etika informasi dan pusat literasi keislaman di era digital.
PERAN LITERASI DIGITAL DALAM MENANAMKAN NILAI MULTIKULTURAL PADA GENERASI Z Dea Artika Sanri; Lia Amalia; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6715

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang terus meningkat telah mengubah cara berkomunikasi, belajar, dan berinteraksi sosial, terutama pada Generasi Z. Generasi Z tumbuh di tengah era digital, sehingga mereka menggunakan media digital dengan intensitas yang tinggi, baik untuk mendapatkan informasi maupun membangun hubungan sosial. Di samping itu, kondisi masyarakat Indonesia yang beragam membutuhkan penguatan nilai-nilai toleransi, saling menghargai, dan empati dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran literasi digital dalam membentuk nilai-nilai multikultural pada Generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital memiliki peran penting dalam membentuk sikap terbuka, toleran, dan kritis terhadap keberagaman. Namun, ada tantangan seperti ujaran kebencian, prasangka sosial, dan polarisasi identitas yang menghambat penguatan nilai multikultural di ruang digital. Karena itu, diperlukan kerja sama antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat literasi digital yang didasarkan pada nilai-nilai multikultural.
PENDEKATAN HERMENEUTIKA DALAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM Mahfudh, Anwas; Dinazad Maryam Tsabita; Wulan Rifandina; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6775

Abstract

Pendekatan hermeneutika dalam studi pendidikan Islam merupakan respon metodologis terhadap kebutuhan pemahaman teks-teks keislaman yang relevan dengan dinamika sosial dan pendidikan kontemporer. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis posisi hermeneutika sebagai kerangka epistemologis dalam pendidikan Islam, mengkaji integrasinya dengan metodologi tafsir Al-Qur’an, serta menelaah implikasinya terhadap praktik pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui telaah kritis terhadap literatur hermeneutika Barat, tradisi tafsir Islam, serta pemikiran cendekiawan Muslim dan sarjana Indonesia. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi dan deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika dapat berfungsi sebagai pendekatan metodologis yang membantu proses pemaknaan teks keagamaan secara kontekstual, dialogis, dan reflektif dalam pendidikan Islam, selama ditempatkan secara proporsional dan tidak menggantikan metodologi tafsir klasik. Integrasi hermeneutika dengan pendidikan Islam berkontribusi pada pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang lebih kritis serta berorientasi pada internalisasi nilai-nilai keislaman. Namun demikian, penerapan hermeneutika juga menuntut kehati-hatian epistemologis agar tidak terjebak pada relativisme makna dan penetrasi paradigma liberal yang berpotensi melemahkan otoritas wahyu. Dengan demikian, pendekatan hermeneutika dalam studi pendidikan Islam perlu diarahkan sebagai instrumen ilmiah untuk memperkuat pemahaman keagamaan yang normatif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Amaliyah, Zulvika; Ahmad Faid Muzakky; Sinta Fatimah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6777

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang utuh dan berakhlak mulia. Artikel ini membahas pendidikan karakter dalam perspektif filsafat pendidikan Islam, dengan fokus pada landasan filosofis, strategi pembentukan karakter, dan relevansinya dalam konteks pendidikan modern di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan, mengkaji literatur primer dan sekunder terkait filsafat pendidikan Islam dan pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter Islam menekankan pembentukan manusia yang holistik, meliputi aspek kognitif, afektif, sosial, dan spiritual, dengan nilai-nilai utama seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, empati, dan ketaatan pada norma agama. Strategi pembentukan karakter dilakukan melalui teladan, pembiasaan, dan pendidikan nilai secara sistematis dan berkelanjutan, sehingga siswa tidak hanya memahami nilai-nilai moral tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi pendidikan karakter berbasis filsafat Islam terbukti relevan dengan kebutuhan pendidikan modern, karena mampu menyiapkan generasi yang cerdas, tangguh secara moral, dan memiliki kesadaran sosial dan spiritual yang tinggi. Artikel ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter Islam memberikan fondasi teoretis dan praktis untuk membentuk individu yang unggul secara intelektual dan berakhlak mulia, siap berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
PERAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MENANAMKAN SIKAP TOLERANSI ANTAR SISWA: STUDI LITERATUR Nurul Mubin; Nala Fury Ashlah; Siti Sholihah
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan multikultural dalam menanamkan sikap toleransi antar siswa di lingkungan pendidikan formal. Fokus kajian meliputi konsep pendidikan multikultural, perannya dalam pembentukan sikap toleransi, serta strategi implementasinya di sekolah berdasarkan berbagai hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research), yaitu dengan menelaah dan menganalisis sumber-sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta publikasi akademik yang relevan dengan topik pendidikan multikultural dan toleransi siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berperan signifikan dalam membentuk sikap toleransi siswa melalui integrasi nilai-nilai keberagaman dalam kurikulum, proses pembelajaran yang inklusif, serta pengembangan budaya sekolah yang menghargai perbedaan. Pendidikan multikultural tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pemahaman kognitif siswa mengenai keberagaman, tetapi juga pada pembentukan sikap afektif seperti empati, saling menghormati, dan keterbukaan terhadap perbedaan latar belakang sosial, budaya, dan agama. Strategi implementasi yang efektif meliputi integrasi nilai multikultural dalam mata pelajaran, penggunaan metode pembelajaran partisipatif, peningkatan kompetensi guru, serta penciptaan iklim sekolah yang inklusif dan demokratis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan multikultural merupakan fondasi penting dalam membangun lingkungan sekolah yang harmonis dan bebas dari sikap diskriminatif. Oleh karena itu, penguatan pendidikan multikultural perlu dilakukan secara berkelanjutan agar sekolah mampu menghasilkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sikap toleran dan kesadaran sosial yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.
MADRASAH DI TENGAH KULTUR SCROLLTANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM PADA GENERASI TIKTOK M. Ulinnuha; Jauhar Alauddin Al Arkan; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6860

Abstract

  Perkembangan media sosial, khususnya platform TikTok, telah melahirkan kultur scroll yang memengaruhi pola belajar dan cara generasi muda dalam memahami informasi. Fenomena ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi pendidikan Islam di madrasah yang menekankan pembelajaran mendalam dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan pendidikan Islam di madrasah dalam menghadapi kultur scroll pada generasi TikTok serta upaya adaptif yang dapat dilakukan tanpa menghilangkan esensi nilai-nilai pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui kajian literatur dan analisis konseptual terhadap fenomena penggunaan media sosial di lingkungan pendidikan Islam. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kultur scroll berdampak pada menurunnya daya konsentrasi, minat terhadap pembelajaran reflektif, serta kecenderungan pemahaman keagamaan yang bersifat dangkal. Oleh karena itu, madrasah dituntut untuk melakukan adaptasi pedagogis melalui pemanfaatan media digital secara bijak, penguatan peran guru sebagai pembimbing dan teladan, serta penanaman literasi digital berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa dengan strategi yang tepat, madrasah dapat menjadikan tantangan kultur scroll sebagai peluang untuk memperkuat relevansi dan peran pendidikan Islam di era digital.
Peningkatan kemampuan Berbicara Bahasa Arab Melaluli Pendekatan Komunikatif di Pondok Pesantren An Nida’ Soleh Hidayah; Marsel Hidayat; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6964

Abstract

Semakin bekembangnya zaman banyak pondok pesantren modern di Indonesia mengadopsi atau mempelajari berbagai Bahasa seperti Bahasa arab.Adapun kemampuan berbicara (maharah kalam) merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa Arab, terutama di lingkungan pesantren yang menjadikan bahasa Arab sebagai alat komunikasi utama dalam kegiatan keagamaan dan akademik. Namun, masih banyak santri yang mengalami kesulitan dalam mengungkapkan ide secara lisan karena pendekatan pembelajaran yang cenderung berfokus pada aspek gramatikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pendekatan komunikatif dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab di Pondok Pesantren An Nida’. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan komunikatif melalui kegiatan muhadatsah, simulasi, drama, dan lingkungan bahasa (bi’ah lughawiyah) mampu meningkatkan kepercayaan diri, kelancaran berbicara, serta penguasaan kosakata santri secara signifikan. Dengan demikian, pendekatan komunikatif terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan kontekstual, serta dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran bahasa Arab di pesantren.
Co-Authors Abdussani, Nahdi Achmad Manarul Hidayat Achmad Nurrochim Adam Khabiburrochman Adit Prayitno Afita Yudha Puspita Agus Santoso Ahlul Nazza Kaffi Ahmad Faid Muzakky Ahmad Faturrohman Ahmad Fawwazun Rifqi Ahmad Isroruddin Ahmad Jihad Mumtaz Hasan Ahmad Rizal Muzakki Ahmad Rizki Ahmad Robihan Ahmad Zuhdi Ahsin Wijaya Ainy Mumtaazah, Syifaa Aisma Faizah Alfiatull Laely Lutfiah Alfikran Gumohung Alifa Nurul Mufiroh Alvian Ramadhan Alya Renika Utami Alyah Kusumawati Amalia Rosyadah Amaliyah, Zulvika Aminuyati Amirotul Khalimah Andzariatus Syarifah Anggi Defi Saputri Angkin Dayu Safitri Anindya Septiana Cahyaning Miranti Anisa Putri Herdiana Anisa Seli Maresta Anisa Shofiana Anisa Sholihatun Anisa Zulfatusyrifah Anita Annisa Kamila Zahro Aprillia Wahyu Utami Argya Gavrila Maulana Arida Arina Salsabila Arizal Imam Fauzy Arsyad Danish Al bawasil Arum Rizqi Aprilia Astri Aningrum Asy Sifa Patricia Pratama Atiqotul Azimah Ati’il Khusna Auliya Sholikhatun Avila Marsa Salsabila Aysse Feby Andini Ayu Wulandari Azizah Fatimatuz Zahrah Azka Maola Rizky Natanazaly Azkiatusyarifah Azzah Nur Laili Bagas Latif bela, laela_03 Betha Agustian Daryanto Dani Riana David Doresta Wijaya Dea Artika Sanri Debi Selasa Defri Ardani Della Amania Fitry Dena Nafikhatul Aulia Denisa Amni Nabilah Amin Denny setiawan Desi Ariani Desi Oktavia Devi Rahmawati Dia Fathul Jannah Dian Mukti Handini Dian Tri Wardani Didik Darmadi Diki Aditya Saputra Dina Lutfa Azizi Dinazad Maryam Tsabita Dini Syarifah Dini Tri Muslimah Donita Bela Salsabila Dony Juwarno Dwi Rachmat Setiyono Edi Sugiman Elma Nur Syafaah Elvia Nadiyah Erisa Nafidlatussifa Ernita Supiyanti Erny Shoihah Faiqotun Nafisah Faisal Kamal Faiz Ulurosad Attoyari Falakh Khaerul Fadil Farida Putri Afriyani Fathara Aydalhaqq Fathul Faizin Fathurrizqi Almubarok Fatimah Fauzia Adista Wati Febri Aldi Firmansyah Ferlina Nurlitasari Fika Mar’atussa’adah Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah Fita Ulinni’ma Fitri Hana Arlita Fitriani Fitriani Fitriyani Gilang Anis Salsabila Hamidatul Hasanah Hanafi Hilal Khoirullah Hasna Abiyyu Helmi Yanti Hidayat Zainur Rohim Ibnu Atta Rohman Ida Hidayatu Solelah Ilsa Atkol Atkia Imas Amanatu Zahro Imron Syahroni Ina Niatul Maidah Indah Mustafidah Indana Aulia Iqbal Bakhits Taufiqurrohman Ircham Taufiqul Hakim Ishmatun Nabila Isma Maulana Isnun Qurota Ayuni Isqi Faidla Rahmatika Istiana Izza Shoffa Nada Jauhar Alauddin Al Arkan Jihan Hanifah Katia Dea Safinka Khaerul Miftahul Falah Khalimatus Sakdiyah Khayatul Mustaqimah Khoirun Nisak Imroatun Navi’ah Kholifatus sa’adah Khowi Uswatun Hasanah Kuni Ustuviana Laela Silvia Dewi Laely Khoerunnisa Laila Nur Fitriana Latif Khusmawardi LATIFAH Latifah, Khikmah Ledyna Bilqis Lia Amalia Lia Warih Perwitasari Lisa Meliana Lucky Rizky Fadhillah Lulis Ujiyanti Lutfi Safarudin Luthfiana Ulfa Maulida M. Fatih Ade Raihan M. Hafizh Abdulloh M. Ulinnuha M. Zidan Dermawan M. Zimamin Nasaki Maftukhul Ngaqli Mahfudh, Anwas Mailatussakinah Maisaroh Marfuah Marli Marsella Handayani Marsel Hidayat Maulida, Mariati MIFTAHUL JANNAH Miftakhul Arzak Miftakhul Hayat Miladia Nurul Aulia Milkhotun Nafisah Mir’atil Islamiati Moh.Sakir Muchamad Aldifa Ramadhani Mufida Salsabila Muhammad Adib Mubarok Muhammad Aflah Nurhuda Muhammad Danial Fitroh Muhammad Faishol Yusuf Muhammad Fauzi Irfan Muhammad Hasan Muhammad Khairy Abdullah Dzaky Muhammad Nur Mahsun Al Affa Muhammad Reza Syahrul Huda Muhammad Riski Faozan Muhammad Saefullah Muhammad Subagio Muhlisun, Farid Muizzatur Rokhaniah Mukromin , Mukromin Mulia Kholishotussalwa Muslikhatul Hasanah Muthi’ Fauziyah Nabiilah Tsabitul Azmi Nabila Herlin Nadia Dwi Safitri Naeli Amali Nafarin Zuhaeroh Nafi'atus Salmaa Nabila Nahdiah NAILATUR ROHMAH Nailul Khofifah Najwa Ajlina Nur Azizah Nala Fury Ashlah Nanang Sudiyono Nasikhatul Kharimah Navida latifa Naja Ngatoillah Linnaja Ngulya Nafisatun Nilna Fauziyah Nova Dwi Riyani Nukhbatun Nisa NUR AENI Nur Dina Agustianti Nur Fais Nur Farida, Laeli Nur Hikmah Nur Kuni Ngaisatun Silmi Nur Laila Febriani Nur Lu’lu’ul Maknunah Nur maulidina Zahrotul Afiyah Nurmala Dewi Nurul Arifah Shofiana NURUL AZIZAH Nurul Firma Apriliani NURUL HIKMAH Nurul Inayatiningsih Nuryanti Nuryanti Panca Wisnu Wardani Pratama Surya Haryanto Prayogo Puput Anjarwati Putri Ayu Lestari Putri Uminatul Awalliyah Qurroh A’yuni Achadi QURROTA A’YUN Qurrota A’yun Isbachunuri Rachma Anisa Paradise Rafi’ Ghatfhan Syafi’i Rahmah Fadilatin Nisa Ria Tri Hartini Rifan Khasani Rifana Azzahra Rifian Irfan Muzaki Rifqi Muntaqo Rijal Yasrif Al-Amin Rindiana Riska Aprilia Riska Nur Aulia Riza Maysharoh Rizka Dian Amaliya Rizqina Tsalatsatun Huwaida Salamah Vera Dwiyani Salis Amhailun Naja Salma Naylul Husnayaini Sarifatus Salmah Savira Azkiya Sa’idatul Abadiyyah Sekar Najwa Sal Sabila Sela Asyifa Dalila Septiana Laelatul Hikmah Shendya Lukyana Yumna Shofiatun Aslamatun Sa’diyah Shoimatus Safitri Sindy Intan Nadila Sinta Amalia Sinta Fatimah Siti Amsa Hulwana Siti Dia Nafitasari SITI FATIMAH Siti Nurlaila Fitayatun SITI SHOLIHAH Siti Suryaningsih, Siti Siti Wahyuningsih Slamet Wahyu Asih Sofan Rizqi Sofi Junia Fahma Sofiatul Mukaromah Sofiyatul Mukaromah Sofwan Chanan Soleh Hidayah Sri Nurhayati Stania Rahmah Sulasno Sulasno, Sulasno Susan Asasiyah Syarif Hidayat Syarifatul Amanah Syifa Aqias Ignacia T Towijaya Talita Nadia Kamila Tatia Dwi Rahayu Tefanifaza Masrurothun Azmi Tia Hanny Hapsari Tiya Feza Qarina Tiyas Mulyani Tri Nurfiani Trisna Nur Khasanah Ulfa Khusna Lailiyah Ulil Absor Umada Habibatil Mutia Via Nailil Ngyah Vivi Alviana Wafa Rahma Alia Frida Wahyu Ika Ramadhani Wahyu Prastiyo Wawan Saputro Wisely Permadi Wissda Azzahro Chairunisa Wulan Rifandina Wulan Sania Masruroh Yajid Hamdani Yasmina Maulida Mumtaz Yoga Khoirul Anam Yoga Rahman Yusfi Ariza Ma’arif Zahid Akhmad Surya Zahrotu Sindi Nafisah Zaidatun Ni’mah Julifiyana Zakia Khoshi Oase Zakiyyatul Fuadah Zulfa Mufatihah Zulia Nela Aziza `Arifah Nurul Azizah