Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Peran Media Sosial dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Perspektif Pendidikan Diki Aditya Saputra; Dini Tri Muslimah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6661

Abstract

Perkembangan media sosial memberikan perubahan yang signifikan dalam kehidupan peserta didik, baik dari segi sosial, budaya, maupun pendidikan. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga memiliki peran sebagai media edukasi dalam pembentukan karakter peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran media sosial serta upaya bagaimana optimalisasi media sosial dalam membentuk karakter peserta didik dari perspektif pendidikan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah dan hasil penelitian mutakhir terkait pendidikan karakter dan media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial dapat berkontribusi positif dalam menanamkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kejujuran, disiplin, toleransi, dan kepedulian sosial apabila dimanfaatkan secara bijak dan terarah. Namun demikian, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perilaku dan moral peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif pendidik, orang tua, dan lembaga pendidikan dalam membimbing serta mengawasi pemanfaatan media sosial agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Kesimpulan yang dapat diambil yakni bagaimana mengoptimalisasi peran media sosial melalui strategi mengintegrasikannya dengan kurikulum pendidikan ke dalam praktik pembelajaran, memberdayakan media sosial untuk kegiatan poritif, penguatan kontrol kerjasama antara pihak guru dan sekolah serta pihak orang tua dan masyarakat.
Pengalaman Santri Hafiz dalam Menjaga Keseimbangan Akademik dan Spiritual di PPTQ Baitul Abidin Darussalam Kalibeber Wonosobo Zulfa Mufatihah; Salamah Vera Dwiyani; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6663

Abstract

Tradisi tahfidz Al-Qur’an merupakan praktik pendidikan spiritual yang memiliki peran penting dalam sistem pendidikan pesantren di Indonesia. Namun, santri penghafal Al-Qur’an (hafiz) dihadapkan pada tuntutan ganda berupa kewajiban menjaga hafalan dan tuntutan akademik formal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam pengalaman hidup subjektif santri hafiz dalam menyeimbangkan kehidupan akademik dan spiritual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap santri hafiz yang aktif mengikuti pendidikan formal di Pesantren Tahfidz Al-Hikmah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri menghadapi konflik waktu, tekanan mental, dan rasa bersalah spiritual, namun mengembangkan strategi keseimbangan melalui manajemen waktu, ritual spiritual, serta dukungan lingkungan pesantren. Keseimbangan dimaknai bukan sebagai pembagian waktu yang sama, melainkan integrasi antara aktivitas akademik dan pengabdian terhadap Al-Qur’an. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelolaan pendidikan pesantren dan pengembangan kajian pendidikan Islam.
Pembiasaan Sholat Qiyamul Lail terhadap Pembentukan Karakter Santri Al-Asy’ariyyah Deroduwur Hanafi Hilal Khoirullah; Lutfi Safarudin; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6664

Abstract

Permasalahan empiris yang dihadapi lembaga pendidikan pesantren adalah belum optimalnya internalisasi nilai karakter santri yang bersumber dari pembiasaan ibadah sunnah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembiasaan sholat qiyamul lail terhadap pembentukan karakter santri dalam konteks pendidikan di Pondok Pesantren Al-Asy’ariyyah Deroduwur melalui pendekatan studi kepustakaan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis sumber pustaka primer dan sekunder berupa kitab keislaman, buku pendidikan karakter, artikel jurnal ilmiah, serta dokumen pendukung yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembiasaan sholat qiyamul lail memiliki relevansi kuat dalam membentuk karakter religius, kedisiplinan, kesabaran, tanggung jawab, dan pengendalian diri santri melalui proses pembiasaan spiritual yang berkelanjutan. Kesimpulannya, qiyamul lail dapat dipahami sebagai instrumen pendidikan karakter yang efektif dalam tradisi pesantren. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan pembiasaan ibadah sunnah layak dijadikan model konseptual penguatan karakter santri di lembaga pendidikan Islam.
TANTANGAN MAHASISWA UNSIQ WONOSOBO DALAM MENJAGA MORALITAS DAN IDENTITAS KEISLAMAN DI ERA GLOBAL Achmad Nurrochim; Anggi Defi Saputri; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6675

Abstract

Globalisasi menghadirkan perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam ranah pendidikan dan keberagamaan generasi muda, khususnya mahasiswa. Arus informasi global, perkembangan teknologi digital, serta budaya populer membawa dampak yang kompleks terhadap moralitas dan identitas keislaman mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi mahasiswa Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo dalam menjaga moralitas dan identitas keislaman di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), yang mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan sumber digital yang relevan dengan tema globalisasi, generasi muda, pendidikan Islam, serta identitas keislaman. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi memunculkan dilema identitas di kalangan mahasiswa, terutama akibat pengaruh media sosial, nilai individualisme, dan pergeseran budaya yang cenderung mengaburkan nilai-nilai moral dan spiritual Islam. Namun demikian, sistem pendidikan terintegrasi yang diterapkan UNSIQ melalui perpaduan pendidikan formal universitas dan pendidikan nonformal pesantren berperan strategis dalam membentuk karakter Islami mahasiswa. Model pendidikan ini tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan akademik, sosial, dan profesional di tengah tantangan global. Dengan demikian, globalisasi tidak semata-mata menjadi ancaman, melainkan dapat dimaknai sebagai ruang transformasi nilai keislaman yang kontekstual dan berkelanjutan.
Peran Metode Yanbu’a dalam Meningkatkan Kemampuan Tajwid di Pesantren Fathul Faizin; Argya Gavrila Maulana; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6680

Abstract

Rendahnya kemampuan tajwid santri, khususnya dalam ketepatan makhārijul huruf dan penerapan hukum bacaan, masih menjadi permasalahan empiris dalam pembelajaran Al-Qur’an di pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran metode Yanbu’a sebagai solusi pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan tajwid santri melalui studi kasus di sebuah pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek santri tingkat dasar dan menengah yang memiliki latar belakang kemampuan membaca Al-Qur’an yang beragam. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran, wawancara dengan ustadz dan santri, serta dokumentasi hasil evaluasi bacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Yanbu’a secara sistematis dan bertahap mampu meningkatkan ketepatan pelafalan huruf hijaiyah, pemahaman hukum tajwid, dan kelancaran membaca Al-Qur’an. Keaslian metode ini terletak pada penekanan pembiasaan dan praktik langsung yang sesuai dengan karakteristik santri pesantren. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Yanbu’a efektif diterapkan dalam pembelajaran tajwid dan berimplikasi pada pengembangan model pembelajaran Al-Qur’an yang lebih terstruktur dan aplikatif di lembaga pendidikan Islam.
Pengaruh Teknologi Digital dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Islam di Madrasah Tsanawiyah Faiz Ulurosad Attoyari; Khaerul Miftahul Falah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknologi digital dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan Islam di Madrasah Tsanawiyah. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan pengumpulan data melalui angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Populasi penelitian meliputi guru dan siswa MTs yang terlibat langsung dalam pembelajaran berbasis teknologi, dengan teknik purposive sampling untuk memperoleh sampel yang representatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, mempermudah pemahaman materi keislaman, dan mendorong partisipasi aktif. Guru yang memanfaatkan media digital juga dapat merancang metode pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif, sehingga meningkatkan kualitas pengajaran. Namun, implementasi teknologi digital menghadapi tantangan, antara lain keterbatasan sarana, jaringan internet yang tidak stabil, kemampuan guru yang beragam, serta resistensi sebagian siswa dan orang tua. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan guru, penyediaan fasilitas yang memadai, dan pendampingan bagi siswa dan orang tua agar pemanfaatan teknologi digital lebih optimal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa teknologi digital memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan Islam di MTs, baik dari sisi motivasi dan pemahaman siswa maupun kompetensi guru.
ISU- ISU PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER DAN GLOBALISASI Nur Farida, Laeli; Rifian Irfan Muzaki; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6702

Abstract

Penelitian ini membahas isu-isu kontemporer dalam pendidikan Islam di tengah arus globalisasi, dengan fokus pada tantangan epistemologis, transformasi kurikulum, dan krisis identitas. Globalisasi telah memengaruhi dinamika pendidikan Islam melalui dominasi paradigma ilmu modern, homogenisasi budaya, serta tuntutan penguasaan keterampilan abad ke-21, yang berdampak pada integrasi nilai-nilai keislaman, praktik pembelajaran, dan pembentukan karakter peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan studi pustaka terhadap literatur klasik dan kontemporer terkait pendidikan Islam dan globalisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam menghadapi tiga isu utama: pertama, problem epistemologis yang mengharuskan rekonstruksi fondasi pengetahuan agar mampu berdialog dengan ilmu modern tanpa kehilangan identitas keislaman; kedua, transformasi kurikulum dan praktik pembelajaran yang menuntut integrasi teknologi, kompetensi, dan nilai-nilai spiritual; ketiga, krisis identitas akibat tekanan nilai global yang dapat melemahkan fungsi pendidikan Islam dalam internalisasi moral dan spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam kontemporer perlu mengembangkan model pendidikan yang holistik, dialogis, dan transformatif, sehingga peserta didik memiliki identitas religius yang kuat sekaligus mampu berpartisipasi konstruktif dalam masyarakat global.
Pendidikan Agama Islam di Era Disrupsi: Tantangan, Transformasi, dan Rekonstruksi Paradigma Pembelajaran Kontemporer Sulasno, Sulasno; Arsyad Danish Al bawasil; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6707

Abstract

Perkembangan teknologi digital di era disrupsi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang Pendidikan Agama Islam (PAI). Disrupsi digital melahirkan tantangan baru berupa pergeseran otoritas keagamaan, melimpahnya informasi keagamaan di ruang digital, serta kecenderungan pemahaman agama yang bersifat instan dan fragmentaris di kalangan generasi muda. Kondisi ini menuntut adanya transformasi dan rekonstruksi paradigma pembelajaran PAI agar tetap relevan, kontekstual, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan kontemporer Pendidikan Agama Islam di era disrupsi, mengkaji bentuk transformasi pembelajaran yang diperlukan, serta merumuskan rekonstruksi paradigma pembelajaran PAI yang adaptif dan humanis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelusuran berbagai sumber tertulis berupa buku ilmiah, artikel jurnal nasional dan internasional, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan Pendidikan Agama Islam. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara kritis-analitis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap dinamika isu-isu PAI kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam di era disrupsi menghadapi tantangan eksistensial berupa melemahnya otoritas keagamaan tradisional, dominasi algoritma media sosial, serta ketimpangan antara materi ajar dan realitas kehidupan peserta didik. Rekonstruksi paradigma pembelajaran PAI perlu dilakukan melalui integrasi epistemologi ilmu agama dengan ilmu pengetahuan modern, inovasi metodologi pembelajaran berbasis heutagogi dan hybrid learning, serta reposisi peran guru sebagai teladan nilai (uswah hasanah) yang menanamkan spiritualitas dan etika di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PAI yang relevan di era disrupsi adalah PAI yang mampu mengintegrasikan kecanggihan teknologi (high tech) dengan kedalaman nilai dan keteladanan manusiawi (high touch), sehingga mampu membentuk generasi muslim yang moderat, adaptif, dan berkarakter.
Dekonstruksi Otoritas Keilmuan dalam Pendidikan Islam Kontemporer: Tantangan Algoritma, Popularitas, dan Pergeseran Makna Ulama Isnun Qurota Ayuni; Siti Amsa Hulwana; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6726

Abstract

  Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan signifikan dalam lanskap pendidikan Islam kontemporer, khususnya dalam hal otoritas keilmuan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis fenomena dekonstruksi otoritas keilmuan dalam pendidikan Islam yang dipengaruhi oleh dominasi algoritma media sosial, budaya popularitas, serta pergeseran makna ulama di ruang publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis wacana kritis terhadap karya-karya ilmiah cendekiawan Indonesia serta fenomena dakwah digital yang berkembang di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma digital telah berfungsi sebagai otoritas baru dalam produksi dan distribusi pengetahuan keislaman, di mana legitimasi keagamaan lebih ditentukan oleh tingkat popularitas dan keterlibatan pengguna dibandingkan kedalaman keilmuan. Budaya popularitas melahirkan otoritas keagamaan instan yang cenderung mengaburkan batas antara kompetensi ilmiah dan figur publik. Selain itu, terjadi pergeseran makna ulama dari otoritas keilmuan berbasis tradisi ilmiah dan moral menuju figur populer di media digital, yang berdampak pada fragmentasi pemahaman keagamaan dan melemahnya etika keilmuan dalam pendidikan Islam. Artikel ini menyimpulkan bahwa dekonstruksi otoritas keilmuan membawa tantangan serius sekaligus peluang strategis bagi pendidikan Islam kontemporer. Diperlukan upaya rekonstruksi otoritas ulama melalui penguatan literasi digital, integritas keilmuan, dan pendekatan pendidikan Islam yang integratif serta kontekstual agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar tradisi keilmuan Islam.
Strategi Guru dalam Mengintegrasikan Nilai-nilai Multikultural pada Pembelajaran PAI Puput Anjarwati; Slamet Wahyu Asih; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6728

Abstract

Penelitian ini membahas strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengintegrasikan nilai-nilai multikultural pada pembelajaran untuk membentuk sikap toleransi, kerja sama, dan cinta damai di kalangan siswa. Strategi yang diterapkan mencakup integrasi nilai-nilai multikultural dalam materi, metode, dan media pembelajaran dengan pendekatan interaktif dan kontekstual yang sesuai dengan keberagaman budaya, agama, dan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan strategi dipengaruhi oleh kompetensi guru, lingkungan sekolah yang inklusif, serta dukungan sumber belajar dan orang tua siswa. Temuan ini mendukung pentingnya peningkatan kompetensi guru dan penyediaan lingkungan belajar yang mendukung untuk meningkatkan kualitas pendidikan multikultural dalam pembelajaran PAI.
Co-Authors Abdussani, Nahdi Achmad Manarul Hidayat Achmad Nurrochim Adam Khabiburrochman Adit Prayitno Afita Yudha Puspita Agus Santoso Ahlul Nazza Kaffi Ahmad Faid Muzakky Ahmad Faturrohman Ahmad Fawwazun Rifqi Ahmad Isroruddin Ahmad Jihad Mumtaz Hasan Ahmad Rizal Muzakki Ahmad Rizki Ahmad Robihan Ahmad Zuhdi Ahsin Wijaya Ainy Mumtaazah, Syifaa Aisma Faizah Alfiatull Laely Lutfiah Alfikran Gumohung Alifa Nurul Mufiroh Alvian Ramadhan Alya Renika Utami Alyah Kusumawati Amalia Rosyadah Amaliyah, Zulvika Aminuyati Amirotul Khalimah Andzariatus Syarifah Anggi Defi Saputri Angkin Dayu Safitri Anindya Septiana Cahyaning Miranti Anisa Putri Herdiana Anisa Seli Maresta Anisa Shofiana Anisa Sholihatun Anisa Zulfatusyrifah Anita Annisa Kamila Zahro Aprillia Wahyu Utami Argya Gavrila Maulana Arida Arina Salsabila Arizal Imam Fauzy Arsyad Danish Al bawasil Arum Rizqi Aprilia Astri Aningrum Asy Sifa Patricia Pratama Atiqotul Azimah Ati’il Khusna Auliya Sholikhatun Avila Marsa Salsabila Aysse Feby Andini Ayu Wulandari Azizah Fatimatuz Zahrah Azka Maola Rizky Natanazaly Azkiatusyarifah Azzah Nur Laili Bagas Latif bela, laela_03 Betha Agustian Daryanto Dani Riana David Doresta Wijaya Dea Artika Sanri Debi Selasa Defri Ardani Della Amania Fitry Dena Nafikhatul Aulia Denisa Amni Nabilah Amin Denny setiawan Desi Ariani Desi Oktavia Devi Rahmawati Dia Fathul Jannah Dian Mukti Handini Dian Tri Wardani Didik Darmadi Diki Aditya Saputra Dina Lutfa Azizi Dinazad Maryam Tsabita Dini Syarifah Dini Tri Muslimah Donita Bela Salsabila Dony Juwarno Dwi Rachmat Setiyono Edi Sugiman Elma Nur Syafaah Elvia Nadiyah Erisa Nafidlatussifa Ernita Supiyanti Erny Shoihah Faiqotun Nafisah Faisal Kamal Faiz Ulurosad Attoyari Falakh Khaerul Fadil Farida Putri Afriyani Fathara Aydalhaqq Fathul Faizin Fathurrizqi Almubarok Fatimah Fauzia Adista Wati Febri Aldi Firmansyah Ferlina Nurlitasari Fika Mar’atussa’adah Fiki Abidatul Laili Kamilatussyarifah Fita Ulinni’ma Fitri Hana Arlita Fitriani Fitriani Fitriyani Gilang Anis Salsabila Hamidatul Hasanah Hanafi Hilal Khoirullah Hasna Abiyyu Helmi Yanti Hidayat Zainur Rohim Ibnu Atta Rohman Ida Hidayatu Solelah Ilsa Atkol Atkia Imas Amanatu Zahro Imron Syahroni Ina Niatul Maidah Indah Mustafidah Indana Aulia Iqbal Bakhits Taufiqurrohman Ircham Taufiqul Hakim Ishmatun Nabila Isma Maulana Isnun Qurota Ayuni Isqi Faidla Rahmatika Istiana Izza Shoffa Nada Jauhar Alauddin Al Arkan Jihan Hanifah Katia Dea Safinka Khaerul Miftahul Falah Khalimatus Sakdiyah Khayatul Mustaqimah Khoirun Nisak Imroatun Navi’ah Kholifatus sa’adah Khowi Uswatun Hasanah Kuni Ustuviana Laela Silvia Dewi Laely Khoerunnisa Laila Nur Fitriana Latif Khusmawardi LATIFAH Latifah, Khikmah Ledyna Bilqis Lia Amalia Lia Warih Perwitasari Lisa Meliana Lucky Rizky Fadhillah Lulis Ujiyanti Lutfi Safarudin Luthfiana Ulfa Maulida M. Fatih Ade Raihan M. Hafizh Abdulloh M. Ulinnuha M. Zidan Dermawan M. Zimamin Nasaki Maftukhul Ngaqli Mahfudh, Anwas Mailatussakinah Maisaroh Marfuah Marli Marsella Handayani Marsel Hidayat Maulida, Mariati MIFTAHUL JANNAH Miftakhul Arzak Miftakhul Hayat Miladia Nurul Aulia Milkhotun Nafisah Mir’atil Islamiati Moh.Sakir Muchamad Aldifa Ramadhani Mufida Salsabila Muhammad Adib Mubarok Muhammad Aflah Nurhuda Muhammad Danial Fitroh Muhammad Faishol Yusuf Muhammad Fauzi Irfan Muhammad Hasan Muhammad Khairy Abdullah Dzaky Muhammad Nur Mahsun Al Affa Muhammad Reza Syahrul Huda Muhammad Riski Faozan Muhammad Saefullah Muhammad Subagio Muhlisun, Farid Muizzatur Rokhaniah Mukromin , Mukromin Mulia Kholishotussalwa Muslikhatul Hasanah Muthi’ Fauziyah Nabiilah Tsabitul Azmi Nabila Herlin Nadia Dwi Safitri Naeli Amali Nafarin Zuhaeroh Nafi'atus Salmaa Nabila Nahdiah NAILATUR ROHMAH Nailul Khofifah Najwa Ajlina Nur Azizah Nala Fury Ashlah Nanang Sudiyono Nasikhatul Kharimah Navida latifa Naja Ngatoillah Linnaja Ngulya Nafisatun Nilna Fauziyah Nova Dwi Riyani Nukhbatun Nisa NUR AENI Nur Dina Agustianti Nur Fais Nur Farida, Laeli Nur Hikmah Nur Kuni Ngaisatun Silmi Nur Laila Febriani Nur Lu’lu’ul Maknunah Nur maulidina Zahrotul Afiyah Nurmala Dewi Nurul Arifah Shofiana NURUL AZIZAH Nurul Firma Apriliani NURUL HIKMAH Nurul Inayatiningsih Nuryanti Nuryanti Panca Wisnu Wardani Pratama Surya Haryanto Prayogo Puput Anjarwati Putri Ayu Lestari Putri Uminatul Awalliyah Qurroh A’yuni Achadi QURROTA A’YUN Qurrota A’yun Isbachunuri Rachma Anisa Paradise Rafi’ Ghatfhan Syafi’i Rahmah Fadilatin Nisa Ria Tri Hartini Rifan Khasani Rifana Azzahra Rifian Irfan Muzaki Rifqi Muntaqo Rijal Yasrif Al-Amin Rindiana Riska Aprilia Riska Nur Aulia Riza Maysharoh Rizka Dian Amaliya Rizqina Tsalatsatun Huwaida Salamah Vera Dwiyani Salis Amhailun Naja Salma Naylul Husnayaini Sarifatus Salmah Savira Azkiya Sa’idatul Abadiyyah Sekar Najwa Sal Sabila Sela Asyifa Dalila Septiana Laelatul Hikmah Shendya Lukyana Yumna Shofiatun Aslamatun Sa’diyah Shoimatus Safitri Sindy Intan Nadila Sinta Amalia Sinta Fatimah Siti Amsa Hulwana Siti Dia Nafitasari SITI FATIMAH Siti Nurlaila Fitayatun SITI SHOLIHAH Siti Suryaningsih, Siti Siti Wahyuningsih Slamet Wahyu Asih Sofan Rizqi Sofi Junia Fahma Sofiatul Mukaromah Sofiyatul Mukaromah Sofwan Chanan Soleh Hidayah Sri Nurhayati Stania Rahmah Sulasno Sulasno, Sulasno Susan Asasiyah Syarif Hidayat Syarifatul Amanah Syifa Aqias Ignacia T Towijaya Talita Nadia Kamila Tatia Dwi Rahayu Tefanifaza Masrurothun Azmi Tia Hanny Hapsari Tiya Feza Qarina Tiyas Mulyani Tri Nurfiani Trisna Nur Khasanah Ulfa Khusna Lailiyah Ulil Absor Umada Habibatil Mutia Via Nailil Ngyah Vivi Alviana Wafa Rahma Alia Frida Wahyu Ika Ramadhani Wahyu Prastiyo Wawan Saputro Wisely Permadi Wissda Azzahro Chairunisa Wulan Rifandina Wulan Sania Masruroh Yajid Hamdani Yasmina Maulida Mumtaz Yoga Khoirul Anam Yoga Rahman Yusfi Ariza Ma’arif Zahid Akhmad Surya Zahrotu Sindi Nafisah Zaidatun Ni’mah Julifiyana Zakia Khoshi Oase Zakiyyatul Fuadah Zulfa Mufatihah Zulia Nela Aziza `Arifah Nurul Azizah