Articles
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KOLESTEROL DAN ASAM URAT MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR
Patmawati Hasan;
Eka Wahyu Sholeha;
Yulius Nahak tetik;
Kusrini Kusrini
SISFOTENIKA Vol 9, No 1 (2019): SISFOTENIKA
Publisher : STMIK PONTIANAK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (744.978 KB)
|
DOI: 10.30700/jst.v9i1.448
Saat ini Kolestrol dan Asam urat merupakan pernyakit yang tingkat kejadianya cukup tinggi. Berdasarkan ahli dari Clinical Research Support Unit (CRSU) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. Nafrialdi, PhD menyatakan bahwa 35% penduduk Indonesia memiliki kadar kolesterol lebih tinggi dari batas normal dan Menurut data WHO 2015, penderita asam urat di Indonesia terjadi pada usia dibawah 34 tahun sebesar 32% dan di atas 34 tahun sebesar 68%. Namun ketidaktahuan masyrakat umum terhadap penyakit yang dialami di karenakan mahalnya biaya yang harus di keluarkan untuk mengetahui penyakit lebih dini tanpa harus berkonsultasi ke dokter. Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut penulis membuat program sistem pakar yang dapat mengidentifikasi penyakit kolestrol dan asam urat masyarakat umum. Namun kemampuan sistem dalam mendiagnosa suatu gejala tidak 100% sama dengan diagnosa seorang dokter, masih banyak hal yang tidak pasti atau sehingga dapat menyebabkan kemungkinan kesalahan dalam diagnosa maka salah satu metode dalam perhitungan ketidakpastian adalah metode certainty factor (CF). Metode Certainty Factor menyatakan kepercayaan dalam sebuah kejadian (fakta atau hipotesis) berdasarkan bukti atau penilaian pakar. Berdasarkan pengujian rekapitulasi sampel data dari 20 orang korespoden didapatkan 50% berpotensi Kolestrol, 35% berpotensi Asam Urat, dan 15% Bukan kedua penyakit. Rekapitulasi Validasi Sistem melalui pakar memberikan keakuratan 80% terhadap sistem pakar tersebut.
SISTEM PAKAR MENDETEKSI PENYAKIT PADA TANAMAN PADI MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
Dema Matias L Tobing;
Elvis Pawan;
Friden E Neno;
Kusrini Kusrini
SISFOTENIKA Vol 9, No 2 (2019): SISFOTENIKA
Publisher : STMIK PONTIANAK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (570.801 KB)
|
DOI: 10.30700/jst.v9i2.440
AbstrakPenyakit merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi rendahnya produktivitas tanaman padi. Untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi maka petani wajib mengenali kondisi kesehatan tanaman sejak masa tanam, akan tetapi kurangnya pengetahuan terhadap kondisi dilapangan khususnya penyakit tanaman padi mengakibatkan petani tidak dapat menanganinya dengan baik. Sistem pakar dirancang untuk membantu memberikan pengetahuan kepada para petani bagaimana mengatasi dan mencegah penyakit tanaman padi sejak awal. Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem pakar dengan menggunakan metode forward chaining untuk mendiagnosa penyakit tanaman yang berbasis website yang dibuat menggunakan Bahasa pemrograman PHP dan database MySql. Metode forward chaining berfungsi untuk menentukan aturan yang akan dijalankan. Dari hasil pengujian sistem pada 15 kasus berbeda dilapangan selanjutnya membandingkan hasil dari pakar terdapat kesesuaian sebesar 100% terhadap diagnosa penyakit tanaman padi. Kata kunci—Penyakit Padi, Sistem Pakar, Forward Chaining
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Suplier Hasil Tani Gabah Menggunakan Metode AHP
Patmawati Hasan;
Akrilvalerat Deainert Wierfi;
Friden Elefri Neno;
Kusrini Kusrini
SISFOTENIKA Vol 9, No 2 (2019): SISFOTENIKA
Publisher : STMIK PONTIANAK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (588.974 KB)
|
DOI: 10.30700/jst.v9i2.513
Gabah merupakan bahan pokok dalam produksi beras di PB Hikmat Tiga Berlian. Untuk menghasilkan beras dengan kualitas yang baik maka dibutuhkan pula supplier yang terbaik dan berkualitas. Salah satu upaya untuk mendapatkan supplier tersebut adalah dengan melakukan pemilihan supplier hasil tani. Namun kendala yang terjadi saat ini adalah pengambilan keputusan pada pemilihan Supplier hasil tani gabah pada saat musim panen dengan kelebihannya masing-masing. Hal ini dikarenakan petani yang membawa hasil tani hari ini dan esok hari adalah petani-petani yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk merncang sistem pendukung keputusan pemilihan suplier hasil tani gabah menggunakan metode AHP. Prototype Sistem dibangun menggunkan Bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Sistem ini akan meghasilkan nama-nama Supllier yang terpilih untuk menyuplai gabah di PB Hikmat Tiga Berlian. Kriteria yang digunakan adalah kadar air, kadar hampa, harga, jarak lahan ke pabrik, dan transportasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perancangan prototype SPK telah dapat dilakukan berdasarkan hasil pengujian User Acceptance Test dengan menggunakan 10 Respondent dan 5 pertanyaan bahwa sistem dengan menggunakan metode AHP Dalam pemilihan Supplier dapat diterapkan. Hal ini didasarkan pada nilai rata-rata hasil 68 % responden menjawab Sangat Setuju dan 26 % responden menjawab Setuju. Pengujian terhadap hasil output sistem dan hasil perhitungan manual tidak ditemukan perbedaan hasil.
Cluster Evaluation Weighing Intercomparison Data with Self Organizing Maps Algorithm
Arif Fajar Solikin;
Kusrini Kusrini;
Ferry Wahyu Wibowo
SISFOTENIKA Vol 11, No 2 (2021): SISFOTENIKA
Publisher : STMIK PONTIANAK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30700/jst.v11i2.1153
Laboratory intercomparison is one of method to determine the ability and assess the performance of a laboratory. Laboratory performance can be seen from the evaluation of the En ratio’s value, which is a comparison between the difference in the value test of the participant's laboratory with reference’s laboratory and the difference in the square root of the uncertainty value form participant's laboratory and reference’s laboratory. The laboratory is declared equivalent if the En value is in the range of En ≤|1|. Intercomparisons evaluation can also be done by utilizing one of the data mining technologies in the form of clustering. Clustering is done by using self-organizing maps algorithm, which is an unsupervised learning algorithm. The advantage of clustering in evaluating intercomparation data lies in its ability to group data into several clusters that have closeness or similarity in characteristics / traits / characters of data, making it easier for intercomparation organizers to provide analytical recommendations for improving laboratory performance. Intercomparation data are grouped based on the homogeneity between members in one cluster and heterogeneity among the clusters. To get the best number of clusters, evaluation is carried out through three testing methods, pseudo-F statistic, icdrate and davies bouldin index. From several experiments, the largest pseudo-F statistic value was 167.53, the smallest icdrate value was 0.071 and the smallest DBI value was 0.053 for the 1000 g artifact. As for the 200 g artifact, the largest pseudo-F statistic value was 104.86, the smallest icdrate value was 0.289 and the smallest DBI value was 0.306
Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Bibit Padi Terbaik Menggunakan Metode Gap Kompetensi
Elvis Pawan;
Agung Jasuma;
Achmad Yusron Arif;
Kusrini Kusrini
SISFOTENIKA Vol 10, No 1 (2020): SISFOTENIKA
Publisher : STMIK PONTIANAK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (348.674 KB)
|
DOI: 10.30700/jst.v10i1.511
Government is preparing Indonesia to achieve food self-sufficiency, but we need know the main process that will hamper these ideals achieved if the production of paddy agriculture decreases, especially remote areas. This is due to lack of knowledge of farmers in determining which rice seeds are suitable for planting on agricultural land. This research is expected to help farmers specifically who do not understand the determination of good rice seeds. In addition, the results of this study can help the government realize food self-sufficiency in Indonesia. In designing this SPK using the Competence Gap method by including several criteria such as rice production per hectare, disease resistance, seed prices, planting limits, and land requirements, these criteria will be processed according to the rules of the Competence Gap method to produce the best seed recommendation. This study resulted in SPK, the main criteria used for disease resistance and the price of seeds given a priority value of 70%, another criterion of 30%. Based these criteria, three rice varieties recommended by DSS, Kalimasada, both Inpasari 42 GSR and the three types of Mapan P-05. The next researcher expected able to compare several methods and combine them into expert system for better accuracy.
Evaluasi Maturity Level Sistem Informasi Perpustakaan Berdasarkan Cobit 4.1 pada Domain PO dan ME
Friden Elefri Neno;
Kusrini Kusrini;
Henderi Henderi
SISFOTENIKA Vol 9, No 2 (2019): SISFOTENIKA
Publisher : STMIK PONTIANAK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30700/jst.v9i2.443
Abstrak Penelitian ini membahas tentang evaluasi maturity level sistem informasi perpustakaan dengan Kerangka kerja Cobit 4.1 pada Stimikom Stella Maris Sumba, Penelitian ini bertujuan untuk mengukur evaluasi maturity level dengan pemilihan domain proses yang dipilih yaitu PO dan ME. Pengumpulan data dilakukan dengan mendistribusikan kuesioner, wawancara dan observasi secara langsung. Ketiga metode tersebut dilakukan Analisa dan pengolahan data didasarkan pada standard COBIT 4.1. Hasil pengolahan data akan digunakan untuk mencari kelemahan yang terkandung di masing-masing domain. Temuan kelemahan atau masalah akan dibandingkan dengan kondisi ideal yang telah menetapkan COBIT 4.1 pada setiap level, untuk rekomendasi yang sesuai kemudian dapat diterapkan. Dengan kedua domain PO dan ME ditetapkan masing-masing maturity level 2.58 dan 2.63 total perhitungan pada setiap proses IT yang terdapat dalam domain PO dan ME, rata-rata maturity level 2.63 berada pada level 3, yaitu Repeatable but intuitive. Selanjutnya menghitung nilai GAP atau nilai kesenjangan dengan rata – rata 1.12.Dari hasil evaluasi terdapat empat proses IT yang mempengaruhi nilai maturity level meliputi PO3, P07, PO8 dan DS3 yang dijadikan sebagai rekomendasi untuk diperbaiki secara teratur oleh pihak manajemen berdasarkan point-point yang ditentukan pada tabel 6. Setiap proses TI harus memiliki prosedur standar yang didokumentasikan secara tertulis yang disosialisasikan kepada semua pihak yang terlibat dalam sistem informasi perpustakaan, yaitu untuk manajer sistem dan pengguna. Kata kunci-Evaluasi, maturity level, cobit 4.1
Sistem Pakar Deteksi Penyakit Pada Tanaman Singkong
Selviana Yunita;
Agung Jasuma;
Mat Sudir;
Kusrini Kusrini
SISFOTENIKA Vol 9, No 1 (2019): SISFOTENIKA
Publisher : STMIK PONTIANAK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (737.209 KB)
|
DOI: 10.30700/jst.v9i1.444
Singkong merupakan tanaman pengganti makanan pokok yang banyak ditemukan di Indonesia. Namun penyakit pada singkong menyebabkan berkurangnya produksi singkong. Dibutuhkan seorang pakar untuk dapat mendeteksi dan mencegah penyakit pada singkong. Namun seorang pakar tidak dapat memberikan diagnosisnya setiap saat kepada petani saat dibutuhkan. Untuk itu dikembangkan suatu aplikasi sistem pakar yang dapat membantu petani mendeteksi penyakit pada tanaman singkong. Aplikasi sistem pakar ini merupakan aplikasi berbasis desktop yang dikembangkan dengan teori Bayes. Skema pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil diagnosis sistem dengan hasil diagnosis pakar. Berdasarkan hasil pengujian, keakuratan aplikasi sistem pakar ini adalah 93.33%. Kata kunci—Sistem Pakar, Teori Bayes, Tanaman Singkong
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Produk Asuransi Studi Kasus : PT Commonwealth Life Pontianak
Wahyu Sindu Prasetya;
Kusrini .;
Hanif Al Fatta
SISFOTENIKA Vol 8, No 1 (2018): SISFOTENIKA
Publisher : STMIK PONTIANAK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1139.375 KB)
|
DOI: 10.30700/jst.v8i1.182
Dalam menentukan produk asuransi sering terjadi masalah-masalah yang dihadapi oleh agen asuransi dan calon nasabah, yaitu lamanya proses penentuan produk dan kurangnya pemahaman nasabah terhadap produk yang ditawarkan. Untuk itu diperlukan suatu sistem yang dapat digunakan oleh agen asuransi dalam proses pemilihan produk yang sesuai dengan kriteria calon nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pendukung keputusan pemilihan produk asuransi dengan menggunakan metode AHP dan TOPSIS. Prototype Sistem dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Sistem yang dibangun menghasilkan perangkingan produk asuransi sesuai dengan kriteria dari calon nasabah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perancangan prototype SPK telah dapat dilakukan berdasarkan hasil pengujian menggunakan User Acceptance Test dengan jumlah pertanyaan 8 dan jumlah responden 6 orang dimana rata-rata jawaban adalah 43,73% responden menjawab setuju dan 56,27% responden menjawab sangat setuju. Pengujian akurasi sistem SPK dilakukan dengan membandingkan output dari sistem dengan proses prospekting manual dimana diketahui tidak terdapat perbedaan hasil. Untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan penelitian yang berkaitan dengan perhitungan premi asuransi dan uang pertanggungan bagi calon nasabah.Kata kunci—Asuransi, SPK, AHP, TOPSIS
PERANCANGAN SISTEM PAKAR DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK BERBASIS MULTIMEDIA
Danang Wahyu Widodo;
Kusrini .;
Eko Boedijanto
SISFOTENIKA Vol 4, No 2 (2014): SISFOTENIKA
Publisher : STMIK PONTIANAK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (635.452 KB)
|
DOI: 10.30700/jst.v4i2.38
AbstrakUpaya pemantauan tumbuh kembang balita dan anak prasekolah merupakan tindakan skrining (usaha untuk mengidentifikasi penyakit atau kelainan secara klinis belum jelas dengan menggunakan test, pemeriksaan atau prosedur tertentu yang dapat digunakan secara cepat untuk membedakan orang-orang yang kelihatannya sehat tetapi sesunguhnya menderita suatu kelainan) atau deteksi secara dini (terutama sebelum berumur 3 tahun) atas adanya penyimpangan termasuk tindak lanjut terhadap keluhan orang tua terkait masalah pertumbuhan dan perkembangan balita dan anak prasekolah, kemudian penemuan dini serta intervensi dini terhadap penyimpangan kasus tumbuh kembang akan memberikan hasil yang lebih baik. Berdasarkan hal tersebut, maka dibuatlah sistem pakar berbasis multimedia ini untuk membantu para tenaga kesehatan, kader dan terutama orang tua agar memiliki pemahaman yang benar dan cepat dalam mendiagnosa keterlambatan perkembangan balita. Dengan demikian apabila ditemukan penyimpangan dapat segera diberikan stimulasi secara cepat, tepat dan akurat. Sistem menggunakan acuan KPSP untuk memperoleh data uji. Data survey tersebut digunakan sebagai knowledge dan pembelajaran sistem yang nantinya dapat memberikan suatu keputusan tentang kondisi balita. Metode ini menerapkan serangkaian aturan (rule) yang dapat mengambil keputusan dari data uji yang ada dengan akurasi tertentu. Hasil akhir dari penelitian ini berupa prototype sistem pakar untuk melakukan skrining tumbuh kembang balita dan anak pra sekolah yang berbasis multimedia dengan acuan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) beserta saran yang sesuai dengan hasil skrining. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prototipe sistem pakar ini mampu membantu orang tua untuk memahami isi kuesioner dengan lebih baik dan dapat melakukan skrinig secara lebih akurat.Kata Kunci— Tumbuh Kembang Balita dan Anak, KPSP, Multimedia
Penerapan Metode Profile Matching Dalam Penilaian Kinerja Guru Untuk Kompetensi Pedagogik
Ari Ari Suhartanto;
Kusrini .;
Henderi - STMIK AMIKOM Yogyakarta
Bianglala Informatika Vol 4, No 2 (2016): Bianglala Informatika 2016
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31294/bi.v4i2.864
Abstract - By applying the method for assessing Competency Profile Matching Pedagogic as outstanding teacher performance appraisal process for the scope of the Department of Education and Culture District. Madiun can improve the objectivity and accuracy of data. The data collected is the data history teacher performance assessment in the form of documents and statements as well as supporting data such as documents the rules and governance performance appraisal process outstanding teachers. Based on the test system accuracy rate obtained value judgments have an average yield of 97.64% which is calculated on an average compared with the end result pedagogical manually. Difference in average rate of 2.36% smaller due to the decision-making mechanism profile matching method assumes that there is an ideal level of predictor variables that must be met by the subjects. Assessment using the Profile Matching had levels greater objectivity as to measure the value of each indicator variable ratings downgraded again by the sub-indicators and weighted by using valuation parameters and calculated using the decision-making mechanism to assume that there are levels of the predictor variables that ideal that must be met by subject. Unlike the manual assessment process that only include the value of the fulfillment level of each indicator by writing the numbers and calculated only to add them up.Keywords: Profile Matching, Teacher Performance Assessment, Pedagogic Competence. Abstrak – Dengan menerapkan metode Profile Matching untuk penilaian Kompetensi Pedagogik sebagai proses penilaian kinerja Guru berprestasi untuk lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Madiun dapat meningkatkan obyektifitas dan akurasi data. Data-data yang dikumpulkan merupakan data riwayat penilaian kinerja Guru berupa dokumen dan pernyataan serta data pendukung berupa dokumen aturan-aturan dan tata laksana proses penilaian kinerja guru berprestasi. Berdasarkan pengujian sistem didapatkan tingkat akurasi penilaian memiliki nilai hasil rata-rata sebesar 97,64 % yang dihitung dari membandingkan dengan rata-rata hasil akhir penilaian kompetensi pedagogik secara manual. Selisih angka rata-rata 2,36% lebih kecil karena mekanisme pengambilan keputusan dengan metode profile matching mengasumsikan bahwa terdapat tingkat variabel prediktor yang ideal yang harus dipenuhi oleh subyek. Penilaian menggunakan Profile Matching memiliki tingkat obyektifitas yang lebih baik karena untuk mengukur nilai setiap indikator variabel penilaian diturunkan lagi dengan sub-indikator dan dibobotkan dengan menggunakan parameter penilaian serta dihitung dengan menggunakan mekanisme pengambilan keputusan dengan mengasumsikan bahwa terdapat tingkat variabel prediktor yang ideal yang harus dipenuhi oleh subyek. Berbeda dengan proses penilaian manual yang hanya memasukkan nilai tingkat keterpenuhan dari setiap indikator dengan menuliskan angka dan dihitung hanya dengan menjumlahkannya.Kata kunci: Profile Matching, Penilaian Kinerja Guru, Kompetensi Pedagogik.