Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterampilan toiletry pada peserta didik dengan hambatan intelektual dan mengidentifikasi tingkat kesenjangan antara keterampilan toiletry mereka dengan sebayanya. Studi ini dilakukan pada empat orang peserta didik dengan hambatan intelektual sedang. Keempat peserta didik tersebut miliki kesenjangan kemampuan toiletry dibanding sebayanya sehingga secara sosial dianggap memiliki kemampuan fungsi adaptif yang rendah. Metode yang dikembangkan dalam studi ini adalah studi kasus. Guna kem=pentingan pengumpulan data, instrumen yang digunakan dalam mengidentifikasi kemampuan toiletry adalah instrument informal yang terlebih dahulu divalidasi oleh para ahli. Adapun tim ahli yang bersangkutan adalah 1). Ahli dalam hambatan intelektual 2). Ahli dalam Pendidikan khusus, dan 3) ahli dalam evaluasi. Berdasarkan hasil studi ditemukan 3 orang atau 75% anak memerlukan program khusus untuk meningkatkan kemampuan toileting sedangkan 1 orang anak atau 25% sudah baik dalam toileting. Tantangan yang banyak ditemui dan harus segera dilaksanakan intevensi adalah kemampuan buang air kecil. Masalah paling banyak dihadapi oleh peserta didik dalam keterampilan buang air kecil meliputi (1) peserta didik belum mampu menunjukkan tanda-tanda ketika ingin buang air kecil, (2) pergi ke toilet sendiri, (3) membuka celana, (4) membasuh kelamin dengan bersih dan (5) menyiram closet dengan baik dan benar. Beberapa hal tersebut diperlukan program khusus untuk meningkatkan kemampuan toileting. Pada penelitian selanjutnya, peneliti harus dapat menjawab tantangan mengenai metode dalam meningkatkan kemampuan toiletry khususnya dalam keterampilan buang air kecil.