Pengembangan unit layanan rehabilitasi di rumah sakit swasta memerlukan analisis kelayakan finansial yang komprehensif untuk memastikan keberlanjutan investasi dan efisiensi alokasi sumber daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kelayakan finansial kuantitatif dengan dukungan analisis manajerial kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 8 informan manajemen dan tenaga fisioterapis serta analisis laporan keuangan rumah sakit periode Januari–November 2025. Evaluasi investasi dilakukan menggunakan indikator Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), dan Internal Rate of Return (IRR) dengan horizon investasi lima tahun. Dengan investasi awal sebesar Rp 1.000.000.000 dan asumsi pertumbuhan pendapatan 5% per tahun, diperoleh NPV sebesar Rp 245.137.000 pada tingkat diskonto 10%, IRR sebesar 18,19%, dan Payback Period selama 3 tahun 2 bulan. Uji sensitivitas pada diskonto 20% menunjukkan proyek mendekati titik impas, yang mengindikasikan tingkat risiko moderat. Pengembangan Unit Fisioterapi Medik dinilai layak secara finansial dan memiliki rasionalitas ekonomi dalam kerangka ekspansi layanan rumah sakit. Temuan ini memberikan implikasi manajerial bagi rumah sakit swasta dalam merencanakan ekspansi layanan rehabilitasi yang berkelanjutan serta adaptif terhadap risiko regulasi dan pembiayaan kesehatan.