Articles
PENGELOLAAN SUPERVISI KELOMPOK BERMAIN
Anggraini, Ayudia;
Fatya, Inas Safira;
Wulandari, Retno
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 1 No. 03 (2022): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/kapalamada.v1i03.243
Supervisi adalah proses penilaian atau prosedur dalam memberi arahan serta mengadakan penilaian secara kritis terhadap proses pembelajaran. Supervisi adalah kegiatan yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk mengawasi dan mengarahkan seluruh perangkat pendidikan agar mencapai tujuan pendidikan.Kepala sekolah sebagai supervisor sudah seharusnya melaksanakan program supervisi dimulai dari perencanaan, implementasi, dan tindak lanjut.Merencanakan program dengan sistematis, melaksanakan implementasi di lapangan, dan melakukan tindak lanjut dari hasil yang diperoleh.Salah satu upaya peningkatan kualitas pembelajaran guru di kelas dilakukan melalui sebuah supervisi.Tujuan dari supervisi adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepala sekolah dalam membuat instrumen supervisi dan menganalisis hasil supervisi.Supervisi dalam pendidikan adalah pekerjaan untuk menciptakan dan menjamin kinerja tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Diharapkan penelitian ini dipercaya dapat menjadi pemikiran yang bermanfaat di kemudian hari, terutama yang terkait dengan supervisi dalam lembaga PAUD guna meningkatkan profesionalisme guru, kepala sekolah, dan staf administrasi sekolah menjadi responden dalam gerakan penelitiaan ini. Peningkatkan mutu pendidikan harus diawali dengan meningkatkan mutu sekolah yang meliputi guru, kepala sekolah dan pengawai sekolah lainnya.Salah satu upaya peningkatan mutu pendidikan tersebut dapat dilakukan melalui pelaksanaan supervisi.Keberhasilan sebuah program dapat tercapai secara maksimal bila dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, berkesinambungan, pengawasan, pendampingan serta evaluasi.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN MELALUI MEDIA CELENGAN ANGKA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI KB TRISUNAR OKU
Widodo, Lianasari;
Adistiani, Adistiani;
Wulandari, Retno
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 1 No. 03 (2022): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/kapalamada.v1i03.244
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditunjukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan dengan pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal. Yang bertujuan untuk menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak didik untuk mengembangkan bakat secara optimal. Pengembangan kemampuan tersebut membutuhkan kondisi secara stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak mereka tercapai. Di Kelompok Bermain tidak diberikan pelajaran menulis, berhitung/matematika, membaca seperti yang dilakukan di Sekolah dasar. Metode berhitung merupakan suatu bagian dari matematika, hal ini diperlukan untuk mengembangkan keterampilan berhitung yang penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konsep bilangan yang merupakan suatu dasar dalam pengembangan matematika. Permainan berhitung di paud diperlukan untuk mengembangkan pengetahuan dasar matematika dalam pendidikan selanjutnya, seperti hal nya pengenalan lambangan bilangan, pengenalan konsep bilangan, warna, bentuk, ruang dan posisi melalui berbagai alat, dan kegiatan bermain yang menyenangkan.
PENGELOLAAN ANAK DIDIK ANAK USIA DINI DI LEMBAGA KELOMPOK BERMAIN BINTANG DESA SIDANG EMAS BANYU ASIN III
Kurniati, Fika;
Sukmawati, Sukmawati;
Wulandari, Retno
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 1 No. 03 (2022): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/kapalamada.v1i03.247
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang pengelolaan anak didik di Lembaga KB. Dalam penerimaan dan belajar serta pengelolaan peserta didik atau anak didik bahwa kehadiran dibutuhkan dilembaga satuan PAUD, Pengelolaan yaitu suatu proses untuk mengelola atu memanajemen guna untuk mencapi tujuan secera efektif dan efisien, anak didik adalah subjek atau objek dalam proses tranformasi pengetahuan atau pembelajaran sebagai dasar utama untuk masa awal dan dini, Pengeolaan anak didik yaitu suatu prooses untuk mengelola peserta didik untuk mencappai tujuan secara efektifitas dan efisien yang dimulai dari pennerimaan peserta didik samapi dengan tahap evaluasi peserta didik. Tingkat pencapaian perkembangaan peserrta didik KB meliputi nilai-nilai agama dan moral, fisik motorik, bahasa, sosial-emosional,kognitif dan seni, anak didik atau peserta didik mempunyai kelebihan dan kekurangannyya masing-masing mereka unik dengan seluruh potensi yang ada pada dirinya dan keunikan ini tidak dapat diseragamkan dengan satuaturan yang sama antara anak didik yang satu engan anak didik yang lainya, keunikan yang terjadi pada anak didik memang menimbilkan permasalahan tersendiri yang harus diketahui dan dipecahkan sehingga pengelolaan anak didik dalam satu kerangka kerja yang terpadu mutlak diperhatikan. Oleh karena itu pengelolaan anak didik harus dipahami oleh orang-orang yang bekerja dilembaga PAUD, baik itu tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan yang keseharianya berinteraksi dengan anak-anak
PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA KELOMPOK BERMAIN (KB)
Agustriani, Jenny;
Wulandari, Yuwinda;
Wulandari, Retno
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 1 No. 03 (2022): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/kapalamada.v1i03.248
Dalam penelitian ini dibahas mengenai pengelolaan sarana dan prasarana kelompok bermain yang mencakup pengertian sarana dan prasarana,fungsi sarana dan prasarana, persyaratan sarana dan prasarana, dan pengelolaan sarana dan prasarana dikelompok bermain. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan bahwa pengelolaansarana dan prasarana kelompok bermain (KB) sangat penting dalam hal mewujudkan tujuan pendidikan satu lembaga agar tercapai dengan baik.Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar,seperti gedung,ruangan kelas,meja,kursi,sertaalat-alat dan media pengajaran.Dengan demikian sarana pendidikan akan berperan baik ketika penggunaan sarana tersebut dilakukan oleh tenaga pendidik yang bersangkutan secara optimal.Prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah.Oleh karena itu sarana dan prasarana pendidikan adalah satu kesatuan pendukungt erlaksanakannya proses belajar dan mengajar dengan baik dan optimal.Dengan adanya pengelolaan sarana dan prasarana dikelompok bermain yang baik maka proses pembelajaran dan hal lainnya yang berkaitan dengan proses belajar mengajar disekolah akan berjalandengan baik dan lancar tanpa adanya hambatan.
PENGARUH ICE BREAKING DAN TEKNIK MENDONGENG TERHADAP KREATIVITAS SEMANGAT BELAJAR ANAK USIA DINI DI TK DARMAWANITA DESA PANGKALAN BALAI KECAMATAN BANYUASIN III KABUPATEN BANYUASIN
Remma, Ellanda Putri;
Wahyuningsih, Dyah Lely;
Wulandari, Retno
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 1 No. 03 (2022): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/kapalamada.v1i03.249
Program pengabdian masyarakat dalam bentuk pendidikan ini atas dasar kerjasama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang dengan Desa Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan untuk memberikan pengajaran terkait peningkatan media pembelajaran yang ada di Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PAUD) Taman Kanak-Kanak Darmawanita dengan anak usia dini yang berjumlah 10 sampai 15 orang. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas anak usia dini (AUD) dengan ice breaking serta media APE (Alat Permainan Edukatif) dan membantu anak usia dini dalam mengembangkan Aspek Fisik Motorik, Kognitif, Bahasa, Sosial Emosional, dan Seni. Pada dasarnya setiap anak dilahirkan dengan kreativitas, namun jika anak tidak distimulasi, maka kreativitas anak akan terbelakang. Kegiatan kreativitas yang dilakukan oleh TK Darmawanita sangat membantu anak dalam mengembangkan kreativitasnya.Kita bisa membiarkan anak bermain dan menjelajahi lingkungannya, karena dengan begitu kita bisa membantu menumbuhkan kreativitas anak.Sebagai pendidik, kita menganggap muatan pendidikan untuk mengembangkan kreativitas anak sangat diperlukan.Kreativitas merupakan syarat yang diperlukan untuk menciptakan hal-hal baru, karena kreativitas merupakan pengembangan kemampuan yang penting, terutama dalam dunia yang sangat kompetitif ini Era globalisasi.Tentunya dalam hal ini pendidik memegang peranan penting dalam menumbuhkan kreativitas peserta didik. Kreativitas memang bukan bawaan lahir, tapi bisa dipelajari dan dikembangkan, sehingga bisa dikembangkan sejak usia sangat muda. Hal ini dikarenakan anak usia dini merupakan masa keemasan yang menjadi dasar dari tahapan selanjutnya. Pada masa pandemi covid-19 di era New Normal ini tentulah peran seorang pendidik sangat diperlukan untuk selalu memantau perkembangan anak.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI KELOMPOK BERMAIN DI NEW NORMAL
Merliya, Merliya;
Silvia, Silvia;
Wulandari, Retno
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 1 No. 03 (2022): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/kapalamada.v1i03.250
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan pembelajaran pendidikan anak usia dini kelompok bermain di new normal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang identik dengan deskripsi serta intrepertasi data-data yang ada dalam pengelolaan pembelajaran pendidikan anak usia dini kelompok bermain di new normal, sumber data dalam penelitian ini berupa jurnal yang telah dikutip, data dalam penelitian ini berupa kata dan kalimat data dikumpulkan dengan teknik menganalisis, analisis ini menggunakan tiga tahap. Pertama, reduksi data seperti menyeleksi, meringkas dan mengklasifikasi.Kedua, menyajikan data dengan klasifikasi fokus penelitian.Ketiga, membuat kesimpulan berdasarkan data yang telah dikumpulkan berdasarkan penelitian. Hasil penelitian ini dapat dilihat dari aspek perencanaan menunjukkan bahwa perencanaan yang dilakukan oleh guru sudah baik dari aspek pelaksanaan menunjukkan kegiatan yang dilakukan berjalan dengan lancar, aspek pengawasan menunjukkan persiapan dan strategi yang dirancang sudah sangat baik, kemudian aspek evaluasi menunjukkan segala sesuatunya yang terkait dengan penilaian sudah dirancang dengan sangat baik dan aspek pelaporan menunjukkan segala bentuk pertanggung jawaban guru kepada pihak terkait juga sudah matang. Maka dapat disimpulkan bahwa dalam manajemen pembelajaran pendidikan anak usia dini kelompok bermain di new normal dari lima aspek yang ada menunjukkan hasil yang sangat baik dalam penerapannya.
PENGELOLAAN PEMASARAN LEMBAGA KELOMPOK BERMAIN
Trisia, Enda;
Wulandari, Retno;
Sari, Sinta Nopita;
Meiyansari, Monika
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 1 No. 03 (2022): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/kapalamada.v1i03.251
Artikel ini membahas tentang pengelolaan pemasaran lembaga kelompok bermain (KB) yang mencakup mengenai pengertian pengelolaan, pemasaran lembaga KB, strategi, mediadalam pemasaran KB. Pemasaran merupakan kegiatan mengenalkan produk kepada konsumen dengan tujuan konsumen tertarik dengan produk tersebut dan akan membelinya. Artikel ini mendeskripsikan bagaimana manajemen pemasaran PAUD. Pertumbuhan lembaga PAUD dan animo masyarakat yang tinggi masih kurang diikuti oleh manajemen pemasaran yang dilakukan secara profesional. Kegiatan pemasaran tidak hanya harus dilakukan oleh lembaga pendidikan yang baru berdiri, tetapi juga lembaga pendidikan yang sudah lama berdiri atau lembaga pendidikan yang sudah dianggap terkenal sekalipun. Pemasaran juga dapat dijadikan sebagai mekanisme penjelasan dan rasionalisasi suatu penawaran program dengan berbagai keunggulannya, baik dari segi masukan (input), proses, produk (hasil), keluaran (output), dan lulusan (outcome). Selain itu promosi juga dapat dijadikan sarana untuk menyampaikan pertanggungjawaban publik tentang proses dan hasil pendidikan yang selama ini dilaksanakan dan dikembangkan dari lembaga pendidikan yang bersangkutan. Di zaman yang modern ini kita tidak lagi susah mencari lembaga pendidikan yang sesuai dengan yang kita inginkan, saat ini banyak kita jumpai lembaga pendidikan yang berlomba-lomba menawarkan keunggulan masing-masing lembaganya. Sekarang pemasaran tidak hanya dilakukan oleh perusahaan dalam memasarkan produknya, tetapi juga perlu dilakukan oleh lembaga pendidikan. Mereka memasarkan lembaga mereka dengan berbagai media, berupa pamflet, brosur, spanduk, memasang iklan, bahkan ada juga yang memasarkan lembaganya melalui sosial media.
PENGELOLAAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
Anggini, Indah Tri;
Riana, Afief Clara;
Suryani, Dea;
Wulandari, Retno
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 1 No. 03 (2022): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/kapalamada.v1i03.253
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan 1). Rencanaan kurikulum 2). Pelaksanaan kurikulum 3). Penilaian kurikulum 4). Perbaikan kurikulum5). Kegiatan Pengelolaan Kurikulum6). Tahapan Pengelolaan Kurikulum 7). Kurikulum pendidikan Anak usia dini8). Sebab Perubahan dan Perkembangan Kurikulum KTSP 2006 menjadi kurikulum 2013. Kurikulum dan pembelajaran memiliki posisi yang sangat sentral dalam pendidikan. Secara umum, Kurikulum ini adalah seperangkat atau sistem perencanaan dan pengaturan tentang isi dan materi pelajaran pembelajaran yang dipandu kegiatan belajar mengajar. Tanpa kurikulum sebagai rencana, maka pembelajaran tidak akan efektif. Manajemen kurikulum adalah proses yang berjalan dan sistem menyusun kurikulum yang kooperatif, menyeluruh, dan sistematis yang mengacu pada pencapaian tujuan kurikulum yang telah dirumuskan. Belajar adalah salah satu dari program karena baik pembelajaran membutuhkan perencanaan yang matang.Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data, yang bersumber dari buku, jurnal, internet, dan berbagai sumber lainnya. Hasil penelitian ini adalah 1). Rencanaan kurikulum, yaitu perencanaan kesempatan belajar yang bertujuan agar dapat membina peserta didik kea rah perubahan tingkah laku yang diinginkan.2). Pelaksanaan kurikulum, merupakan sebuah penerapan program kurikulum yang dapat dikembangkan lalu diuji cobakan dengan pelaksanaan dan pengelolaan yang menyesuaikan situasi yang ada dilapangan. 3). Penilaian kurikulum, merupakan proses dari pembuatan pertimbangan berdasarkan kriteria dan disepakati dan dapat dipertanggungjawabkan dengan membuat keputusan mengenai suatu kurikulum.4). Perbaikan kurikulum5). Kegiatan Pengelolaan Kurikulum, berisi Kegiatan berkaitan tugas guru dan Kegiatanyang berkaitan proses pelaksanaan pembelajaran 6). Tahapan Pengelolaan Kurikulum yaitu tahap perencanaan dan tahap pengelolaan 7). Kurikulum pendidikan Anak usia dini8). Sebab Perubahan dan Perkembangan Kurikulum KTSP 2006 menjadi kurikulum 2013.
PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Adelia, Masayu;
Wulandari, Retno
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 2 No. 02 (2023): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/kapalamada.v2i02.431
Proses pendidikan anak usia dini tidak terlepas dari peran pendidik dan tenaga kependidikan yang melakukan proses pembelajaran untuk meningkatkan perkembangan anak. Maka dari itu, pendidik dan tenaga kependidikan menentukan mutu pendidikan untuk anak sehinga diperlukan pendidik dan tenaga kependidikan yang berkompeten. Artikel ini bertujuan agar lembaga PAUD yang akan melakukan penerimaan pendidik dan tenaga kependidikan yang baru haruslah memenuhi standar yang ditentukan agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik sesuai dengan indicator perkembangan anak. Metode yang digunakan yaitu kualitatif jenis studi literatur dengan mengumpulan data dari berbagai sumber seberti buku,jurnal, karya ilmiah dan sumber lainnya yang berhubungan dengan topik pembahasan. Hasil yang diperoleh bahwa pendidik maupun tenaga kependidikan memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi tersendiri. Pendidik terdiri atas Guru PAUD minimal Diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1), Guru pendamping minimal Diploma dua (D-II), dan guru pendamping muda minimal lulusan sekolah menengah atas (SMA) yang mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Sedangkan tenaga kependidikan terdiri atas pengawas/pemiliki satuan PAUD minimal Diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1), Kepala satuan PAUD seperti guru PAUD untuk formal dan guru pendamping untuk non-formal serta Tenaga Administrasi minimal lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mencakup kompetensi kepribadian, kompeteni sosial, kompetensi supervisi manajerial, kompetensi penelitian dan pengembangan, kompetensi supervisi akademik dan kompetensi evaluasi pendidikan.
PENGELOLAAN PEMASARAN KELOMPOK BERMAIN
Yuniarti, Rizkia;
Wulandari, Retno
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 2 No. 02 (2023): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/kapalamada.v2i02.432
Artikel ini membahas tentang pengelolaan pemasaran di lembaga Kelompok Bermain. Pada zaman sekarang lembaga pendidikan dituntut harus bisa bersaing dengan baik dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sebagai konsumen dalam bidang jasa pendidikan. Oleh sebab itu pengelolaan pemasaran lembaga kelompok bemain harus dikelola dengan sebenar-benarnya agar dapat bersaing dengan lembaa pendidikan lainnya Dalam pengelolaan pemasaran pendidikan terdapat bauran (alat) pemasaran jasa pendidikan yaitu: produk, harga, tempat/lokasi, promosi, sumber daya manusia, nukti fisik (sarana prasarana). Sedangkan strategi pemasaran pendidikan yaitu: Strategi produk, strategi biaya dan distribusi informasi. Pemasaran lembaga KB menggunakan media poster, brosur dan iklan cetak, yang menjadi target atau konsumen yaitu orang tua yang memiliki anak usia 3-4 tahun. Dalam hal ini pemasaran bukan dilakukan untuk mencari keuntungan finansial yang berakhir pada kebutuhan komesrsil pendidikan. Akan tetapi dilakukan semata-mata untuk layanan pendidikan sejak usia dini di lembaga Kelompok Bermain suatu wilayah terpenuhi dengan baik. Oleh karena itu, tujuan dari pemasaran lembaga Kelompok Bemian ini ialah sosialisasi pogram dan pentingnya memberi layanan pendidikan pada anak-anak sejak usia dini. Mengingat Kelompok Bermain juga termasuk sebagai sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa yaitu memberikan layananan pendidikan untuk anak dari usia 3 sampai 4 tahun (Usia Prioritas). Dengan pandangan lembaga Kelompok Bermain sebagai sebuah perusahaan yang bergerak dibidang jasa maka pelaksanaan proses penyelenggaraan secara profesional dan tentunya dapat dipertanggung jawabkan kepada khalayak masyarakat.