Articles
Counseling Guidance Program Development in Indonesian Elementary Schools
Yadi, Heri Febri;
Firman, Firman;
Neviyarni, Neviyarni;
bin Che Amat, Muhammad Asyraf
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 6, No 2 (2023): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/prophetic.v6i2.16661
This study aims to find out and understand the importance of the counseling program in elementary schools (SD), aiming to produce individuals achieving optimal development in accordance with their potential, interests and values that become their way of life, many elementary schools (SD) currently have guidance and counseling services not implemented , and there is no guidance counseling program with class teachers, because elementary school (SD) teachers lack knowledge of counseling guidance programs. The implementer of the BK program in SD is the class teacher in charge of carrying out guidance and counseling services in the class for which he is responsible. This research is a qualitative research with the method of literature review which is used as a reinforcement of the literature that is relevant to the things you want to study. Development of counseling guidance programs in elementary schools (SD). Guidance and counseling programs in elementary schools greatly influence the development of students' potential, interests and talents. So from this the guidance and counseling program in elementary schools (SD) must be considered so that the provision of services to students is also effective and the results are in accordance with what is desired.
Analisis Implementasi Program Bimbingan Konseling pada Bidang Bimbingan Belajar di Kurikulum Merdeka
Yuza, Arlina;
S, Neviyarni;
Herawati, Susi;
Darwianis, Darwianis;
Wirnita, Wirnita
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 10 No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69896/modeling.v10i4.1729
The application of the learning curriculum also affects the perspectives obtained by students, both their understanding of education and the involvement of guidance and counseling in the school itself. As an inseparable part of the learning process in schools, guidance and counseling services are expected to be able to help achieve the goals of the independent curriculum. The purpose of this study was to determine the implementation of the guidance and counseling program in the field of tutoring in the independent curriculum. This research method is qualitative research with a phenomenological approach. The implementation of the counseling guidance program at SDN 03 Pakan Labuh is based on what the teacher does, namely that the teacher has carried out the function of a class teacher who is also a student counseling teacher. One of the services that teachers have provided related to the field of tutoring is to provide learning guidance services and also consulting services. However, several counseling guidance services have not been carried out related to the field of tutoring. So in this case the counseling teacher needs to pay more attention to the role they have so that the role of counseling as a profession can help the successful implementation of the independent curriculum in elementary schools.
Analisis Problematika Layanan Bimbingan dan Konseling di SDN 01 V Koto Timur
Mulyana, Fitri;
Neviyarni, Neviyarni
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 10 No 3 (2023): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69896/modeling.v10i3.1933
Kegiatan bimbingan dan konseling mencakup semua siswa dan meikutsertakan semua antar staf maupun profesi dalam satuan Pendidikan terhadap pelaksanaannya. Kegiatan bimbingan dan konseling di SDN 01 V Koto Timur, tidak hanyalah berada pada ada atau tidak adanya landasan hukum (perundang-undangan) atau ketentuan dari atas, akan tetapu yang lebih penting yaitu terkait upaya memfasilitasi peserta didik. Penelitian ini menggunakan Penelitian deskriptif dimana menuturkan dan memaknai data yang terjadi pada saat penelitian ini berlangsung dan berlangsung dan menyajikan apa adanya, penelitian ini dilaksanakan dengan mengadakan survei langsung ke SDN 01 V Koto Timur. Selanjutnya Teknik pengumpulan data dalam penelitan ini yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan layanan konseling di SDN 01 V Koto Timur masih terdapat banyak problematika hingga saat ini. Problematika yang ada terdata baik problem internal maupun eksternal.
Peran Guru Kelas dalam Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling dalam Pembentukan Karakter pada Anak Berkebutuhan Khusus
Mustika, Sari;
Neviyarni, Neviyarni
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 10 No 3 (2023): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69896/modeling.v10i3.1934
Penelitian ini dilakukan di SLB Sungai Penuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru kelas dalam melaksanakan layanan bimbingan konseling untuk pembentukan karakter bagi siswa berkebutuhan khusus di SLB Sungai Penuh. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan metode penelitian kualitatif. Validitas data menggunakan triangulasi dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumen. Triangulasi pengujian yang digunakan peneliti adalah triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di SLB Sungai Penuh menjalankan perannya dengan baik yaitu guru kelas dalam melaksanakan layanan bimbingan konseling dan menumbuhkan rasa percaya diri, kedisiplinan, dan motivasi berprestasi agar memiliki karakter yang baik. Pelaksanaan layanan konseling menggunakan bimbingan individu dan klasikal. Bentuk penggunaan layanan adalah layanan dukungan dan tanggap, layanan konseling pribadi, dan layanan bimbingan kelompok. Hasilnya adalah guru memberikan layanan bimbingan konseling melalui pemberian reward, pembiasaan, dan hukuman bila perlu untuk menanamkan kebiasaan yang baik agar siswa berkebutuhan khusus dapat bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya.
Guidance and Counseling Management Implementation Pattern at MAN Karimun Indonesia
Noperlis, Anggi Dwi;
Firman, Firman;
Neviyarni, Neviyarni;
Che Amat, Muhammad Asyraf Bin
Indonesian Journal of Educational Counseling Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30653/001.202372.281
Management is an effort to achieve goals through individual cooperation with groups through the support of other sources or facilities. In management there are 5 management functions namely Planning, Organizing, Actuating and Controlling which is commonly called POAC. If POAC is implemented optimally, effective guidance and counseling services will be created. At MAN Karimun the implementation of guidance and counseling management is still experiencing several obstacles so that good and effective guidance and counseling management is needed. The purpose of this study was to find out about the pattern of implementation of guidance and counseling services at MAN Karimun. This research method uses a qualitative descriptive method. Research location in MAN Karimun. The research informants were 1 guidance counseling teacher and 1 school principal. Data collection techniques through interviews. The results of the study show that in the implementation of guidance and counseling management for guidance counseling teachers there are organizations from school members such as school principals, homeroom teachers, subject teachers, and administration. This service is carried out according to the needs of students. The guidance and counseling activities format used is individual and classical. Counseling guidance at MAN Karimun is also supervised.
Upaya Penanaman Nilai dan Norma Sebagai Pembentuk Karekter Siswa di SDN 09 Parak Gadang
Wulandari, Sri Siawati;
Irdamurni, Irdamurni;
Neviyarni, Neviyarni
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 7, No 1, April (2020)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37598/pjpp.v7i1.597
Penelitian ini di latar belakangi oleh banyak tindakan moral dikalangan pelajar pada zaman sekarang, sehingga perlu adanya penanaman nilai dan norma pada siswa sehingga membentuk kepribadian yang baik. Penelitian ini bertujuan:(1). Untuk mendeskripsikan penanaman nilai dan norma dalam pembetukan kepribadian siswa.(2). untuk mengetahui manfaat yang diperoleh siswa penanaman nilai dan norma dalam pembetukan kepribadian. (3). untuk mengetahui penghambat penanaman nilai dan norma dalam pembetukan kepribadian. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan mengambil sampel berjumlah 10 orang, dimana 5 orang guru dan 5 orang siswa. Pengambilan nara sumber ini karena untuk mengetahui timbal balik seberapa jauh para siswa memahami akan pendidikan nilai dan norma serta seberapa jauh pula guru-guru mengukur pemahaman siswa akan nilai dan norma yang ada. Hasil penelitian adalah (1). penanaman nilai dan norma melalui teladan dari semua pihak sekolah dan terintegrasi ke semua mata pelajaran. (2). manfaat yang diperoleh siswa adalah terbentuknya keperibadian yang berkarakter positif. (3). Penghambat penanaman nilai dan norma: (a). Bagi guru adalah: kurang adanya komunikas, guru terkadang Cuma memprioritaskan penyelesaian materi tanpa memperhatikan aspek dalam penanaman nilai-nilai karakter, dan masih ada siswa yang sulit diarahkan dan pergaulannya sulit dikontrol. (b). Bagi siswa adalah karakteristik siswa yang berbeda-beda, latar belakang keluarga siswa, dan respon siswa dalam memahami tata tertib sekolah.
Teori Belajar Accelerated Learning dalam Meningkatkan Motivasi Belajar
Rahmiati, Rahmiati;
Neviyarni, Neviyarni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini membahas tentang teori belajar accelerated learning dalam meningkatkan motivasi belajar. Dalam hal ini Teori dan model pembelajaran merupakan salah satu kunci keberhasilan proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran terdapat berbagai karakter peserta didik dalam menerima pelajaran. Ada peserta didik yang cepat dalam menerima materi pembelajaran, ada yang memiliki kemampuan sedang dan ada yang lamban dalam mencerna materi yang diberikan guru. Teori belajar accelerated learning merupakan salah satu teori belajar yang dapat dijadikan acuan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan dengan menggunakan buku, naskah, artikel dan dokumentasi lainnya
Pendidikan Karakter Cerdas
Rahmadani, Riyan;
Neviyarni, Neviyarni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i1.979
Pendidikan karakter cerdas dilaksanakan melalui pendidikan dengan proses pembelajaran yang menanamkan dan membentuk karakter tingkat tinggi dan prinsip intelektual, seperti ketidakmerataan dan konsistensi. Hal tersebut dapat dicapai melalui proses pembelajaran sebagai wujud upaya pendidikan, dan pendidik dapat mempraktikkannya dengan segala cara, tingkatan dan jenis. Proses pembelajaran merupakan bagian dari kegiatan pendidikan yang harus dilaksanakan dan dirancang untuk membentuk kecerdikan siswa
Perkembangan Intelektual pada Usia Sekolah Dasar
Putriana, Sania;
Neviyarni, Neviyarni;
Irdamurni, Irdamurni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini membahas dan menganalisis perkembangan intelektual pada usia Sekolah Dasar. Seperti yang kita ketahui bahwa perkembangan adalah prosedur berkelanjutan yang diawali semenjak dalam kandungan sampai dewasa. Perkembangan intelektual berhubungan dengan kemampuan kognitif yang dimiliki individu, yaitu potensi dalam memecahkan masalah dan berfikir. Berdasarkan penelitian dengan kajian pustaka yang penulis lakukan, didapatkan hasil siswa sekolah dasar terdapat di bagian operasional konkrit ialah pada usia 7-11 tahun. Inilah yang merupakan suatu argumen mengapa seorang guru dan calon guru penting meninjau perkembangan intelektual siswa sekolah dasar. Manfaat dari penelian ini yaitu dengan pengetahuan guru tentang perkembangan intelektual siswa, dapat diprediksi beragam cara perkembangan siswa, baik itu di sekolah, di rumah maupun masyarakat, selain itu melalui pengetahuan itu bisa memberikan bantuan yang lebih tepat dan lebih baik terhadap anak. Karena perkembangan intelektual adalah bagian utama yang harus diperhatikan sebab perkembangan intelektual adalah landasan pemahaman siswa bagi perkembangan siswa selanjutnya.
Karakteristik Perkembangan Siswa Sekolah Dasar : Sebuah Kajian Literatur
Hayati, Fitri;
Neviyarni, Neviyarni;
Irdamurni, Irdamurni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembelajaran di sekolah dasar memiliki perbedaan dengan proses pembelajaran pada level pendidikan lainnya. Pembelajaran di sekolah dasar mempertimbangkan aspek perkembangan siswa sekolah dasar yang terdiri dari aspek fisik, kognitif dan psiko sosial. Banyaknya pembelajaran yang tidak sesuai dengan karakteristik pembelajaran akan berdampak terhadap kualitas pembelajaran yang dikembangkan. Oleh sebab itu perlu adanya kajian mengenai karakteristik perkembangan siswa sekolah dasar. Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan infromasi mengenai perkembangan siswa sekolah dasar. Metodologi penulisan menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji 25 artikel terkait. Berdasarkan kajian yang telah dipaparkan bahwa ada jenis perkembangan siswa sekolah dasar yang perlu diketahui oleh guru yaitu perkembangan fisik, kognitif dan psikososial. Implementasi siswa sekolah dasar dilihat dari ketiga perkembangan tersebut melahirkan kebutuhan siswa berupa siswa sekolah dasar senang bermain, dasar senang bergerak, menyukai pekerjaan berkelompok, dan menyukai peragaan langsung. Kebutuhan inilah yang menjadi landasan guru sekolah dasar dalam mengembangkan pembelajaran agar dapat menciptakan pembelajaran yang berkualitas.