Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama di Kabupaten Nganjuk dengan rata-rata panen yaitu 5,6 ton/ha. Hasil ini belum mencapai hasil panen ideal yang dapat mencapai 22 ton/ha. Selain itu, analisis situasi menunjukkan adanya penurunan kualitas umbi bawang merah setelah dipanen hingga sebelum sampai kepada konsumen. Kegiatan PKM ini memberikan solusi atas kondisi yang dialami petani bawang merah di Nganjuk Jawa Timur dan mempunyai tujuan (1) meningkatkan keterampilan kelompok petani untuk membuat bawang merah polyploid yang dapat meningkatkan produktivitas panen, (2) meningkatkan pengelolaan penanganan panen dengan penggunaan Mesin PBMSO, dan (3) meningkatkan kualitas umbi bawang kering dengan mengimplementasikan penggunaan Rak Pengering. Metode yang ditempuh meliputi (1) menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan (2) pelaksanaan kegiatan PKM di lokasi (3) evaluasi dan umpan balik untuk memastikan khalayak sasaran berhasil menerapkan apa yang dilatihkan. Berdasarkan hasil yang diperoleh penanaman bibit bawang merah poliploidi memberikan produktivitas yang lebih tinggi, penerapan PBMSO mempercepat pemanenan 1,5 kali lebih cepat dibandingkan cara pemanenan konvensional dan penggunaan rak pengering dapat mempercepat proses pengeringan umbi bawang dan meningkatkan kualitasnya.