p-Index From 2021 - 2026
14.718
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mentari Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik AKTUALITA Journal of Engineering and Technological Sciences Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Jurnal Ilmiah Peuradeun JURNAL MANAJEMEN Educatio Visipena Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah JURNAL SERAMBI ILMU Jurnal Biology Education Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal TEPAT: Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat KOMIK (Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komputer) AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA Unes Law Review JASa (Jurnal Akuntansi, Audit dan Sistem Informasi Akuntansi) Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Pagaruyuang Law Journal Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Journal of Accounting Auditing and Business Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam JURNAL EDUKASI NONFORMAL JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Trias Politika TIN: TERAPAN INFORMATIKA NUSANTARA LEGAL BRIEF Studies in Learning and Teaching Tadulako Master Law Journal Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Jurnal Cahaya Mandalika International Journal of Engineering, Science and Information Technology Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian JHCLS Jurnal Ekonomi Proceedings of International Conference on Multidiciplinary Research Proceeding International Seminar of Islamic Studies Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Jurnal Teknologi Kimia Unimal Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam Jurnal AbdiMU Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Al-Iqtishadiah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Journal of Accounting Research, Organization and Economics (JAROE) Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Journal of Educational Research (JER) Jurnal Darussalam : Pemikiran Hukum Tata Negara dan Perbandingan Mazhab Lok Seva: Journal of Contemporary Community Service Interdiciplinary Journal of Education Analysis : Journal of Education Jurnal Accounting Information System (AIMS) Jurnal Maps (Manajemen Perbankan Syariah) Jurnal Malikussaleh Mengabdi JURNAL PERSEGI BULAT Maqashiduna: Jurnal Hukum Keluarga Islam Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research JURNAL REKAYASA KIMIA & LINGKUNGAN International Journal of Kita Kreatif Jurnal Pengabdian Bakti Akademisi JIS: Journal ISLAMIC STUDIES JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Syaikhuna: Jurnal Pendidikan dan Pranata Islam STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Interdisciplinary Explorations in Research Journal (IERJ) Journal of Islamic Education and Learning JIMEKA Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS EFISIENSI BIAYA BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE JUST IN TIME (JIT) STUDI KASUS CV. SOYA AULA DI ACEH BESAR Nabila, Nabila; Jalaluddin, Jalaluddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Accounting Departement Economics and Business Faculty Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the application of the Just In Time method to improve the cost efficiency of raw materials at CV. Soya Aula. This study used descriptive qualitative method. The data used are primary data and secondary data. Primary data using observation, interview, and documentation techniques. The data analysis used the cost of raw materials where the application of Just In Time analysis performs the calculations with the MRP and MCE methods. The results of this study indicate that there is a decrease in the cost of raw materials after the application of the Just In Time method. By using the MRP method for purchasing raw materials per day, the cost of raw materials has decreased by 12.24%. And by using the MCE method to measure the level of efficiency, it is known that the efficiency per day is 95.6%, by choosing non value added and value added activities.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAHAN (SPIP) PADA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (SKPD) KABUPATEN ACEH BESAR Adhitya, Andika Restu; Jalaluddin, Jalaluddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Accounting Departement Economics and Business Faculty Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Aceh Besar. Riset ini merupakan riset deskriptif, dengan teknik analisis kualitatif. Subjek dalam riset ini ialah meliputi Kabid sumberdaya kesehatan dinkes, Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan, Kabid pengendalian dari DPMPTSP, Kabid Keuangan BPK, dan Kabid Riset dan Pengendalian dan kerjasama pembangunan Bappeda. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan menggunakan pendekatan model Miles Huberman dalam proses analisis data. Miles Huberman (Sugiyono, 2015:337). Hasil riset menunjukan bahwasanya lingkungan Pengendalian pada SKPD Kabupaten Aceh Besar Hal ini diwujudkan melalui pembentukan etika, moralitas, integritas, kejujuran, disiplin, kompetensi, komitmen dari para pelaku aktivitassupaya mampu melakukan tata kelola yang baik. Penyidik meninjau konsistensi SKPD Kabupaten Aceh Besar untuk melakukan unsur-unsur pengendalian lingkungan dengan baik dan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang SPIP. Elemen pemantauan dari survei kemudian menunjukkan bahwasanya JPCS Kabupaten Aceh Besar melakukan elemen pemantauan tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008. Dari lima unsur SPIP di SKPD Aceh Besar, telah dilaksanakan dengan baik dan memiliki komitmen yang kuat terhadap pelaksanaan SPIP.
ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN ZAKAT BERDASARKAN SYARIAH ENTERPRISE THEORY PADA BAITUL MAL KOTA BANDA ACEH Muchtamarini, Yulia; Jalaluddin, Jalaluddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Accounting Departement Economics and Business Faculty Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the accountability of zakat management in Baitul Mal Kota Banda Aceh according to Sharia Enterprise Theory (SET). This study uses a descriptive approach using interviews (questions) as a data collection tool. Respondents in this study were the finance head department of Baitul Mal Kota Banda Aceh. The results of the study show that: (1) In terms of accountability to Allah SWT is in accordance to SET, the opinion of the Baitul Mal Kota Banda Aceh supervisory board stated that they have done and run their duties according to the fatwa of the National Sharia Council; (2) The accountability to Direct stakeholders for donors / customers is in accordance to SET concept as seen from the disclosure of zakat fund reports which include the receipt of zakat funds obtained and distributed to parties in need through ZIS fund realization reports; (3) Horizontal accountability of direct stakeholders to employees is partly in accordance to SET, seen from the disclosure of policies on wages and remuneration to employees and extension workers. In terms of providing training and education to employees, Baitul Mal only provides training programs for extension workers; (4) Horizontal indirect stakeholders is in accordance to SET, as can be seen from the disclosure of information to the wider community in accessing zakat funds. However, not all information can be given openly, because there are some of the reports that become privacy; (5) The accountability to the environment is not accordance to SET, because Baitul Mal has never carried out programs related to the environmental preservation, because in this case Baitul Mal focuses on managing zakat funds intended directly to the community.
Istinbath Hukum Islam Masa Kenabian dan Sahabat: Sejarah, Karakteristik, dan Metode Ijtihad dalam Membentuk Hukum Islam Rizani, Rasyid; Jalaluddin, Jalaluddin; Azhari, Fathurrahman; Hamdi, Fahmi
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.540

Abstract

Abstract This paper discusses the history, characteristics, and methods of istinbath of Islamic law during the prophetic and Companion periods. It explains how Islamic law developed along with the revelation to the Prophet Muhammad and how the Companions used ijtihad in determining the law. It also discusses the differences of opinion among the Companions and how they struggled to resolve legal issues using the original sources of Islamic law, the Qur'an and Sunnah. The Prophetic period, known as the infancy period, is the period of growth and formation of the Prophet's Islamic law for 23 years, from his elevation to the Apostleship in 610 AD until his death in 632 AD. This period is divided into two parts, namely the Mecca period and the Medina period. The characteristics of Islamic law during the prophetic period include several important aspects, such as tashri' divided into two phases with different focuses. The determination of law during the prophetic period began with events or questions posed by the people of Muhammad Saw to him. Meanwhile, the Companion period is also called the development period, and the characteristic of tashri' in this period is that ijtihad has begun to be carried out by the Companions because the Prophet as the authority of tashri' has passed away. Keywords: History, characteristics, istinbath method, Islamic Law Abstrak Tulisan ini membahas tentang sejarah, karakteristik, dan metode istinbath hukum Islam masa kenabian dan sahabat. Ia menjelaskan bagaimana hukum Islam berkembang seiring dengan turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad saw dan bagaimana para sahabat menggunakan ijtihad dalam menetapkan hukum. Tulisan ini juga membahas tentang perbedaan pendapat di antara para sahabat dan bagaimana mereka berjuang untuk menyelesaikan masalah hukum dengan menggunakan sumber asli hukum Islam, yaitu Al-Qur'an dan Sunnah. Pada Periode kenabian, dikenal sebagai masa pertumbuhan, adalah masa pertumbuhan dan pembentukan hukum Islam Rasulullah selama 23 tahun, dari diangkatnya menjadi Rasul pada tahun 610 M hingga wafatnya pada tahun 632 M. Periode ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah. Karakteristik hukum Islam pada masa kenabian mencakup beberapa aspek penting, seperti tasyri' dibagi menjadi dua fase dengan fokus yang berbeda. Penetapan hukum di masa kenabian dimulai dengan peristiwa atau pertanyaan yang diajukan oleh umat Muhammad Saw kepadanya. Sedangkan, Periode sahabat disebut juga masa perkembangan, dan ciri khas tasyri’ pada periode ini adalah ijtihad sudah mulai banyak dilakukan oleh para sahabat karena Rasulullah saw sebagai pemegang wewenang tasyri’ sudah meninggal dunia. Kata kunci: Sejarah, karakteristik, metode istinbath, Hukum Islam
Telaah Metodologi Istinbath dan Corak Hukum Islam Lembaga-Lembaga Fatwa di Indonesia (LBMNU, Majelis Tarjih Muhammadiyah Dan Komisi Fatwa MUI) Muhamad Shadiq, Gusti; Jalaluddin, Jalaluddin; Azhari, Fathurrahman; Hamdi, Fahmi
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.546

Abstract

Abstract This study analyzes the istinbath methodology and the characteristics of Islamic law applied by fatwa institutions in Indonesia, namely Lajnah Bahtsul Masail Nahdhatul Ulama (LBMNU), Majelis Tarjih Muhammadiyah, and the Indonesian Ulama Council Fatwa Commission (MUI). Islamic law is a crucial aspect of Muslim life and continues to evolve through interactions with socio-cultural and political contexts. Islamic legal products are not only limited to fiqh books but also include scholars' fatwas, religious court decisions, and legislative regulations. This research examines how these institutions use the istinbath methodology to respond to contemporary challenges such as social change, technological advancements, and the emergence of new issues not addressed in classical jurisprudence. Through library research and descriptive-analytical analysis, this study demonstrates that issuing fatwas cannot rely solely on the texts of the Qur'an and Hadith or the statements of scholars in the classical books. Therefore, a more dynamic and contextually relevant ijtihad method is needed to address new issues. Keywords: Istinbath Methodology, Islamic Law, Fatwa, LBMNU, Majelis Tarjih Muhammadiyah, MUI Fatwa Commission, Ijtihad, Modern Context. Abstrak Penelitian ini menganalisis metodologi istinbath dan karakteristik hukum Islam yang diterapkan oleh lembaga-lembaga fatwa di Indonesia, yaitu Lajnah Bahtsul Masail Nahdhatul Ulama (LBMNU), Majelis Tarjih Muhammadiyah, dan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hukum Islam merupakan aspek penting dalam kehidupan umat Islam dan terus berkembang melalui interaksi dengan konteks sosio-kultural dan politik. Produk hukum Islam tidak hanya terbatas pada kitab-kitab fikih, tetapi juga mencakup fatwa ulama, keputusan pengadilan agama, dan peraturan perundangan. Penelitian ini mengkaji bagaimana lembaga-lembaga tersebut menggunakan metodologi istinbath untuk merespons tantangan kontemporer seperti perubahan sosial, kemajuan teknologi, dan munculnya isu-isu baru yang tidak dibahas dalam yurisprudensi klasik. Melalui studi pustaka dan analisis deskriptif-analitis, penelitian ini menunjukkan bahwa penetapan fatwa tidak cukup hanya didasarkan pada nash Al-Qur’an dan Hadits, atau aqwal ulama dalam kutub mu’tabarah. Oleh karena itu, diperlukan metode ijtihad yang lebih dinamis dan relevan dengan konteks modern untuk menjawab persoalan-persoalan baru. Kata Kunci: Metodologi Istinbath, Hukum Islam, Fatwa, LBMNU, Majelis Tarjih Muhammadiyah, Komisi Fatwa MUI, Ijtihad, Konteks Modern.
Historisitas, Setting sosial, Intelektual dan Produk Pemikiran Hukum Islam Madzhab Arba’ah (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali) Arif Fitria, Rizal; Jalaluddin, Jalaluddin; Azhari, Fathurrahman; Hamdi, Fahmi
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.547

Abstract

Abstract This study explores the historicity and socio-intellectual influences in the development of Islamic legal thought as represented by the four major madhabs: Hanafi, Maliki, Shafi’i, and Hanbali. It delves into the historical background and social contexts that shaped the legal views of the founding imams of these madhabs and how these factors influenced their legal thought. Through analytical and descriptive approaches, this research reveals how geographical, political, and cultural differences contributed to the diversity of Islamic legal interpretations and jurisprudential practices. The study also highlights how these madhabs have adapted and evolved over time, responding to new challenges and maintaining their relevance in contemporary contexts. Thus, this study provides insights into the historical and intellectual dynamics that continue to shape Islamic law to this day. Keywords: Historicity, Four Madhabs, Islamic Law, Intellectual Thought, Social Context. Abstrak Studi ini mengeksplorasi historisitas dan pengaruh sosial-intelektual dalam pengembangan pemikiran hukum Islam yang diwakili oleh empat madzhab utama: Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali. Penelitian ini menggali latar belakang historis dan konteks sosial yang membentuk pandangan hukum para imam pendiri madzhab, serta bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi produk pemikiran hukum mereka. Melalui pendekatan analitis dan deskriptif, penelitian ini mengungkap bagaimana perbedaan geografis, politik, dan budaya berkontribusi pada keragaman interpretasi hukum Islam dan praktik yurisprudensi. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana madzhab-madzhab ini telah beradaptasi dan berevolusi seiring waktu, menanggapi tantangan baru dan mempertahankan relevansi mereka dalam konteks kontemporer. Dengan demikian, studi ini memberikan wawasan tentang dinamika historis dan intelektual yang terus membentuk hukum Islam hingga saat ini. Kata Kunci: Historisitas, Madzhab Arba’ah, Hukum Islam, Pemikiran Intelektual, Konteks Sosial.
Revitalisasi Dan Piloting Kantor Urusan Agama Di Indonesia (Dinamika Hukum Islam Berbasis Kemaslahatan) Erfan, Zainul; Jalaluddin, Jalaluddin; Azhari, Fathurrahman; Hamdi, Fahmi
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.551

Abstract

Abstract This research examines the revitalization and pilot of the Office of Religious Affairs (KUA) in Indonesia, particularly in relation to the implementation of benefit-based Islamic law. The Ministry of Religious Affairs is under pressure to improve public services by embracing digitalization and making them more accessible. As a crucial part of the ministry's services, the KUA needs to reflect the commitment to nurturing the community. The revitalization involves digital applications for easier access to KUA services, improving infrastructure and human resources, and implementing good governance principles in e-government. The objective is to enhance the efficiency, transparency, and quality of public services. The digitalization efforts include online registration, information dissemination, consultations, digital document services, and monitoring and evaluation. The research findings indicate that the revitalization through digitalization strengthens public services, increases transparency, and meets the community's expectations for improved efficiency and accessibility. The efforts align with the KUA's functions and support the dynamics of Islamic law in Indonesia. Keywords: Revitalization, piloting, religious affairs office, Indonesia Abstrak Penelitian ini mengkaji revitalisasi dan uji coba Kantor Urusan Agama (KUA) di Indonesia, khususnya dalam kaitannya dengan implementasi hukum Islam berbasis kemaslahatan. Kementerian Agama berada di bawah tekanan untuk meningkatkan layanan publik dengan merangkul digitalisasi dan membuatnya lebih mudah diakses. Sebagai bagian penting dari layanan kementerian, KUA perlu mencerminkan komitmen untuk mengayomi masyarakat. Revitalisasi ini melibatkan aplikasi digital untuk memudahkan akses ke layanan KUA, meningkatkan infrastruktur dan sumber daya manusia, serta menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik dalam e-government. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas layanan publik. Upaya digitalisasi tersebut meliputi pendaftaran online, penyebaran informasi, konsultasi, layanan dokumen digital, serta pemantauan dan evaluasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi melalui digitalisasi memperkuat layanan publik, meningkatkan transparansi, dan memenuhi harapan masyarakat untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas. Upaya-upaya tersebut sejalan dengan fungsi KUA dan mendukung dinamika hukum Islam di Indonesia. Kata Kunci: Revitalisasi, piloting, kantor urusan agama, indonesia
HMPA (Hukum Materiil Peradilan Agama) Tentang Ahli Waris Pengganti : Tinjauan Ontologi, Epistimologi, Dan Aksiologi Hukum Islam Sharfina Permata Noor, Erla; Jalaluddin, Jalaluddin; Azhari, Fathurrahman; Hamdi, Fahmi
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.572

Abstract

Abtrack This paper examines the concept of substitutional heir (plaatsvervulling) in Islamic inheritance law from the perspectives of ontology, epistemology, and axiology. The concept of substitutional heir regulates the inheritance mechanism when the primary heir (biological child) has passed away before the testator (parent). Differences in interpretation among Islamic legal scholars regarding this concept can affect the final outcome of inheritance distribution, especially in cases involving complex family structures. This paper aims to unify perspectives and develop a comprehensive guideline on the application of the substitutional heir concept. From the ontological aspect, the paper explores the essence and philosophical foundation of this concept within Islamic teachings. Epistemologically, the paper examines the sources and interpretive methods used. From the axiological perspective, the paper evaluates the values and objectives to be achieved through the implementation of this concept in realizing justice, utility, and general welfare in the distribution of inheritance according to Islamic law. Keywords: Substitutional heir (plaatsvervulling), Islamic inheritance law, Ontology of Islamic law, Epistemology of Islamic law, Axiology of Islamic law. Abstrak Makalah ini mengkaji konsep ahli waris pengganti (plaatsvervulling) dalam hukum kewarisan Islam dari perspektif ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Konsep ahli waris pengganti mengatur mekanisme pewarisan ketika ahli waris utama (anak kandung) telah meninggal lebih dulu daripada pewaris (orang tua). Perbedaan interpretasi di kalangan ahli hukum Islam terkait konsep ini dapat mempengaruhi hasil akhir pembagian harta warisan, khususnya dalam kasus yang melibatkan struktur keluarga kompleks. Makalah ini bertujuan untuk menyatukan pandangan dan menyusun pedoman komprehensif mengenai penerapan konsep ahli waris pengganti. Dari sisi ontologi, dibahas hakikat dan landasan filosofis konsep ini dalam ajaran Islam. Secara epistemologi, dikaji sumber dan metode interpretasi yang digunakan. Dari sisi aksiologi, dinilai nilai-nilai dan tujuan yang ingin dicapai melalui implementasi konsep ini dalam mewujudkan keadilan, kemanfaatan, dan kemaslahatan umum dalam pembagian harta warisan. Kata Kunci : Ahli waris pengganti, Hukum kewarisan Islam, Ontologi hukum Islam, Epistemologi hukum Islam, Aksiologi hukum Islam
Pendekatan Filosofis, Sosiologis, Dan Antropologis Dalam Penetapan Hukum Islam (Sebuah Pendekatan Sosial-Humanities) Syahir, Ahmad; Jalaluddin, Jalaluddin; Azhari, Fathurrahman; Hamdi, Fahmi
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.582

Abstract

Abstract A classic issue that still raises debate is the adaptability of Islamic law. Scholars of Islamic law are required to broaden the approach in responding to problems in the community. Philosophy, sociology, and anthropology are considered appropriate to be used as an approach in determining the law. This research uses a library research method that aims to describe the determination of Islamic law through philosophical, sociological, and anthropological approaches. From this research, it is found that in the context of determining the law, the disciplines of sociology, philosophy, and anthropology are a tool to approach in determining the law, not a methodology. The methodology of Islamic law istinbath is considered sufficient by using methods that have been developed by fuqaha scholars both salaf and contemporary. Keywords: Ijtihad, Taklid, Istinbath, Abstrak Persoalan klasik yang masih menimbulkan perdebatan adalah kemampuan adaptasi hukum Islam. Para sarjana hukum Islam dituntut untuk melakukan perluasan pendekatan dalam merespon permasalahan di umat. Filsafat, sosiologi, dan antropologi dipandang tepat untuk dijadikan alat pendekatan dalam menetapkan hukum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan atau library research yang bertujuan untuk mendeskripsikan penetapan hukum Islam melalui pendekatan filosofis, sosiologis, dan antropologis. Dari penelitian ini ditemukan bahwa dalam kontkes penetapan hukum, disiplin sosiologi, filsafat, dan antropologi adalah sebuah alat untuk melakukan pendekatan dalam penetapan hukum, bukan merupakan metodologi. Metodologi istinbath hukum Islam dipandang telah mencukupi dengan menggunakan metode yang telah dikembangkan oleh para ulama fuqaha baik salaf maupun kontemporer. Kata Kunci: Ijtihad, Taklid, Istinbath
Tantangan Dan Regulasi Dalam Pewarisan Aset Digital: Studi Perbandingan Hukum Positif Dan Hukum Islam Luthfi, Fuad; Hasan, Ahmadi; Jalaluddin, Jalaluddin
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 4 (2024): This volume covers topics such as women's rights, inheritance law, crime preven
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i4.823

Abstract

Abstract The emergence of digital assets such as cryptocurrencies, e-wallets, and non-fungible tokens (NFTs) has significantly impacted societal transactions and interactions. However, the inheritance of these digital assets poses challenges due to the lack of clear regulations in both positive and Islamic law. This study employs a normative juridical approach with a comparative law method to analyze the provisions of positive law in Indonesia and the principles of Islamic law related to the inheritance of digital assets. The study aims to identify gaps between the two legal systems and provide recommendations for regulatory harmonization. The findings reveal that positive law in Indonesia does not explicitly regulate digital assets in the context of inheritance, leading to uncertainty and potential disputes among heirs. Islamic law also lacks clear provisions regarding digital assets, making it difficult to apply inheritance principles based on sharia. The study highlights the urgent need to harmonize positive and Islamic law to accommodate the unique characteristics of digital assets and ensure fair and transparent distribution among heirs. Collaboration between policymakers, academics, and the public is essential to develop regulations that address the needs and characteristics of digital assets in the context of inheritance law. The study concludes by emphasizing the importance of understanding both legal systems to overcome challenges in digital asset inheritance and create a more just and effective legal framework for all parties involved. Keywords: Digital assets, Legacy, Regulation, E-wallet, Non-Fungible Token (NFT) Abstrak Kemunculan aset digital seperti mata uang kripto, dompet elektronik, dan token yang tidak dapat dipertukarkan (NFT) telah memberikan dampak yang signifikan terhadap transaksi dan interaksi masyarakat. Namun, pewarisan aset digital ini menimbulkan tantangan karena kurangnya peraturan yang jelas baik dalam hukum positif maupun hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode perbandingan hukum untuk menganalisis ketentuan hukum positif di Indonesia dan prinsip-prinsip hukum Islam terkait pewarisan aset digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kedua sistem hukum tersebut dan memberikan rekomendasi untuk harmonisasi peraturan. Temuan menunjukkan bahwa hukum positif di Indonesia tidak secara eksplisit mengatur aset digital dalam konteks pewarisan, sehingga menimbulkan ketidakpastian dan potensi perselisihan di antara para ahli waris. Hukum Islam juga tidak memiliki ketentuan yang jelas mengenai aset digital, sehingga menyulitkan penerapan prinsip-prinsip waris berdasarkan syariah. Studi ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk menyelaraskan hukum positif dan hukum Islam untuk mengakomodasi karakteristik unik aset digital dan memastikan distribusi yang adil dan transparan di antara para ahli waris. Kolaborasi antara pembuat kebijakan, akademisi, dan masyarakat sangat penting untuk mengembangkan peraturan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik aset digital dalam konteks hukum waris. Studi ini diakhiri dengan menekankan pentingnya memahami kedua sistem hukum untuk mengatasi tantangan dalam pewarisan aset digital dan menciptakan kerangka hukum yang lebih adil dan efektif bagi semua pihak yang terlibat. Kata kunci: Aset digital, Warisan, Regulasi, E-wallet, Non-Fungible Token (NFT)
Co-Authors - Khairil AA Sudharmawan, AA Abdullah Lawang, Karimuddin abdullah, humaira Abrar, Muhammad Ifan Adabi, Muhammad Ikhwan Ade Irma Suryani Adhitya, Andika Restu Adrin, Prista Agung Munandar Agus Yasin Agustina, ria Ahmad Fikri ahmad yani Ahmadi Hasan Aisyah Aisyah Akmal, Nurul Akmal, Nurul Akrom, Muhamad Al Aufi, Afin Alberth Nugrahadi Ndun Alias Azhar, Alias Amalia, Erlisa Amellya, Shebrina Amme, Rudi Amri, Samsun Ananda, Dhea Riski Anas, Kamal Andalia, Nurlena Andalia, Nurlena Andara, Silvia Ansary, Khairil Anshari, Hafiz Arfandy Arfandy Ariaty, Ariaty Arief, Rifqy Lamkaruna Arif Fitria, Rizal Arne Huzaimah, Arne Arrahman, Berryl Chaliq Aseri, Akhmad Fauzi Aswad, Musriadi Aurora, Tassa Azhari Azhari Azhari, Fathurahman Azwir Azwir Baharuddin, Dharina Bahri, Syamsul Syamsul Bambang Nugraha, Agus Batara, Gamal Budhi Santri Kusuma Bustaman, Bustaman Chairinnisa, Chairinnisa Deden Makbuloh Devi, Sri Marlia Dian Aswita, Dian Dian, Hadyan Dina Amalia Dina Ariani, Dina Djafar, Zuriyati Djufri - Eddy Kurniawan Effendy Arif Eka Octavian Pranata Elyana, Eneng Erdiansyah, Ahmad Fahri Erfan, Zainul Ernawati, Luh S. Evi Apriana Fadlisyah Fadlisyah Faisal Faisal Fathurrahman Azhari Fauziah, Siti Salma Fazira, Zetta Febriyanti, Dewi Fibarzi, Wiza Ulfa FIKARLIA, FIKARLIA Fikri, Ahmad Ma’mun Firman Wahyudi, Firman Wahyudi Firmansyah, Juli Fitriani Fitriani Furqon, Muhamad Ginting, Zainuddin Ginting Gusti Muzainah Hafiizh Maulana Halim, Ahmad Rasyidi Halimatussakdiah Halimatussakdiah Hambali Hambali Hamdani Hamdani Hamdi, Fahmi Hammoodi, Samira Hasibuan, Khalil Gibran Herlina Herlina Heru Satria Tambunan, Heru Satria Hikmah Hikmah Hukaimah, Hashifah Humaira, Hisanah humairah, syarifah siti Husaini, Hasan Ibrahim Ibrahim Ibrahim Muthawali , Dede Ibrahim, Ishak Ida Hasmita, Ida Ilka Sandela Imam Muslim, Rachmat Indra K, Tri Nanda Irawan, Andhi Irma Suryani Ishak Ishak Ishak Ishak Iwan Jazadi Jaidi, Muhammad Jamilah, Sri Jauziati, Baiq Juanda Juanda Juanda Juanda Jumarsa, Jumarsa Jumriah Langkong, Jumriah Kamar, Iqbal Kasim, Lukman Khafidah, Wahyu Khairunnisa Khairunnisa Komarudin Komarudin Kuniawan, Eddy Kurniawan, Eddy Eddy Lahmudinur, Lahmudinur Lawa, Alvrado B. Leni Maulinda, Leni Lidia Wati Lisa Andriani lismarita, lismatrita Long, Ahmad Sunawari bin Lukman Hakim Luthfi, FuaD Luvia, Indal M. Fahmi Al Amruzi, M. Fahmi M. Rizal Yahya Machfud, Andi Maghfuri, Safiul Mahardani, Rosita Arya Mahdani, Mahdani Mahlia, Yamnur Mahmud, Hamdan Mahmud, Moh. Maidar, Maidar Malik, Agus K. Manafe, Nitty C. Manan, Maidar Abdul Manurung, Farida Win Sari Mariani Mariani Mariani, Siti Salmiyatun Marwan Marwan Masrullita, Masrullita Maulidi, Irham Maulina, Putri Megawati - Meriatna Meriatna Miftahuddin Miftahuddin Miki Wijana Mohlis, Mohlis Moulia, Nouvan Muchtamarini, Yulia Muhamad Akrom Muhamad Kholid, Muhamad Muhamad Shadiq, Gusti Muhammad Adam, Muhammad Muhammad Akbar MUHAMMAD HARIS Muhammad Haris Riyaldi, Muhammad Haris Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Syahid Muhammad Syam, Azhari Muhammad Yasir Yusuf Muhammad Zulhilmi Muharrir Muharrir Muhsin Aseri, Muhsin Muhyidin, Yusuf Muis, Muhamad Ali Muja'hidah, Muja'hidah Mukhlis Yunus Mulik, Simon E. Mulya, Maulana Heru Mulyawan, Rizka Muslihuddin, Gusti Musriadi, Musriadi Muthawali, Dede Ibrahim Nabila, Nabila Nadya, Nova Nafi, Muhammad Nasaruddin Salam, Nasaruddin Nasikin, Moh. Nasrul ZA, Nasrul Nasrun Nasrun Nasrur Rahman Nasution, Ade Iskandar Nasution, Hermawan Nellis Mardhiah Nguru, David A. Nirva Diana Nizam, Ahmad Norrahman, Rezki Akbar Nourma Ulva Kumala Devi Nouvan Moulia Novi Sylvia Novita Sari Noviyanti, Anita Nuhari, Insan Nuraeni Nuraeni Nuraini Nuraini Nurila, Yurma Nurlaila, Rizka Nurmalita Nurmalita Nurul Akmal Nurulloh, Muh Zulhifzi Nurwijayanti panjaitan, Ira wardani Pelawi, Erisantana Petrus Kune Piarah, Wahyu H Prasatia, Ridha Pratama, Agus Pratiwi, Dirgahayu Purwoko, Agus Puteri, Febbyola Putri, Adzqi Amalia Putri, Cut Nazila Putri, Tasya Ananda Queennenza, Mareta Syamsya Rafsanjani, Aiza Rahadian, Mohammad Febry Rahayu, Dita Rahma, Ayu Rahman, Andi Nur Faidah Rahmawati, Aulya Ramlah Ramlah Raudhatul Jannah Ridha, Ismu Riwu, Agus R. Rizani, Rasyid Rizka Nurlaila, Rizka Nurlaila Rosa, Indah Puspita Rosalinda Rosalinda Rosmiyati Rosmiyati Rozanna Dewi Rustan Tarakka Sabahanudin, Sabahanudin Safrida Safrida Said Musnadi Saiful Bahri Saifullah Saifullah Sakir, A Salsabilla, Raudhah Saragi, Lambok Pamancar Sari, Mira Permata Sari, Winning Amintas Kartika Waruwu Sartika Sartika Setiawan, Muh. Setyowati, Irma Sharfina Permata Noor, Erla Shesa, Laras Sinaga, Dicky Hartama Sirait, Wiranto Hernandesz Siregar, Muhammad Ridha Sitanggang, Evi Dahliani Siti Aisyah Siti Mayang Sari Sitorus, Ika Pratiwi Berliana Sogen, Yohanes G. Sri Astuti, Veronica Sugeng Rianto Suherman, Jajang Sukarman Purba Sukris Sarmadi, Akhmad Sulhatun Sulhatun Surya, Erdi Suryani, Ni N. Suryani, Ni Putu F. Suryati Suryati Susanti Susanti Syahfitri, Ajeng Syahir, Ahmad Syakur, Syabburin Syam, Burhanuddin Syamsul Bahri Syarifuddin Syarifuddin Syukriy Abdullah Tahir, Mulyati Muhammad Tamimi, Azlya Salsabila Tampubolon, Heriansyah Tarigan, Jhodi Okta Albiqho Teuku Meldi Kesuma, Teuku Meldi Teuku Salfiyadi Theedens, Jonas F. Trisna, Nila Uly, Kirenius Umairoh, Ummi Umi Hijriyah Umuri, Khairil Urrahmah, Syifa Usman, Musliadi Bin Uswatun Hasanah Utami, Henny Septia Utami, Lia Walil, Kamal liansyah Waruwu Sari, Winning Amintas Kartika Widari, IGA Wijana, Miki Wiyani, Sri Yuana, Adella Yuliani , Ma’rifah Yundari, Yundari Yuniardi, Harry Yunus, Marthen Yustiani Yuliana Bette Zainuddin Ginting Zaizafun, Rena Zakaria Zakaria Zakaria, Radhiah Zaki Mubarak, Muhammad Zihab, Zihab Zuhri, Al Zulfa, Rahmita Zulfikar, Muhammad Nahyan Zulnazri, Z Zurrahmi, Zurrahmi