p-Index From 2021 - 2026
13.521
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mentari Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik AKTUALITA Journal of Engineering and Technological Sciences BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Jurnal Ilmiah Peuradeun JURNAL MANAJEMEN Educatio Visipena JURNAL SERAMBI ILMU Jurnal Biology Education Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Journal TEPAT: Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat KOMIK (Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komputer) AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Unes Law Review JASa (Jurnal Akuntansi, Audit dan Sistem Informasi Akuntansi) Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Pagaruyuang Law Journal Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Journal of Accounting Auditing and Business Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan JURNAL EDUKASI NONFORMAL JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Trias Politika TIN: TERAPAN INFORMATIKA NUSANTARA LEGAL BRIEF Studies in Learning and Teaching Tadulako Master Law Journal Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Jurnal Cahaya Mandalika International Journal of Engineering, Science and Information Technology Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian JHCLS Jurnal Ekonomi Proceedings of International Conference on Multidiciplinary Research Proceeding International Seminar of Islamic Studies Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Jurnal Teknologi Kimia Unimal Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam Akademika : Jurnal Pemikiran Islam Jurnal AbdiMU Ar-Rihlah : Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Al-Iqtishadiah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Journal of Accounting Research, Organization and Economics (JAROE) Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Journal of Educational Research (JER) Lok Seva: Journal of Contemporary Community Service Interdiciplinary Journal of Education Jurnal Maps (Manajemen Perbankan Syariah) Jurnal Malikussaleh Mengabdi JURNAL PERSEGI BULAT Maqashiduna: Jurnal Hukum Keluarga Islam Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research JURNAL REKAYASA KIMIA & LINGKUNGAN International Journal of Kita Kreatif Jurnal Pengabdian Bakti Akademisi JIS: Journal ISLAMIC STUDIES Syaikhuna: Jurnal Pendidikan dan Pranata Islam STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Interdisciplinary Explorations in Research Journal (IERJ) Journal of Islamic Education and Learning JIMEKA Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Pendekatan Filosofis, Sosiologis, Dan Antropologis Dalam Penetapan Hukum Islam (Sebuah Pendekatan Sosial-Humanities) Syahir, Ahmad; Jalaluddin, Jalaluddin; Azhari, Fathurrahman; Hamdi, Fahmi
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 2 (2024): Implementation and Dynamics of Islamic Law and Civil Law in Indonesia
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i2.582

Abstract

Abstract A classic issue that still raises debate is the adaptability of Islamic law. Scholars of Islamic law are required to broaden the approach in responding to problems in the community. Philosophy, sociology, and anthropology are considered appropriate to be used as an approach in determining the law. This research uses a library research method that aims to describe the determination of Islamic law through philosophical, sociological, and anthropological approaches. From this research, it is found that in the context of determining the law, the disciplines of sociology, philosophy, and anthropology are a tool to approach in determining the law, not a methodology. The methodology of Islamic law istinbath is considered sufficient by using methods that have been developed by fuqaha scholars both salaf and contemporary. Keywords: Ijtihad, Taklid, Istinbath, Abstrak Persoalan klasik yang masih menimbulkan perdebatan adalah kemampuan adaptasi hukum Islam. Para sarjana hukum Islam dituntut untuk melakukan perluasan pendekatan dalam merespon permasalahan di umat. Filsafat, sosiologi, dan antropologi dipandang tepat untuk dijadikan alat pendekatan dalam menetapkan hukum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan atau library research yang bertujuan untuk mendeskripsikan penetapan hukum Islam melalui pendekatan filosofis, sosiologis, dan antropologis. Dari penelitian ini ditemukan bahwa dalam kontkes penetapan hukum, disiplin sosiologi, filsafat, dan antropologi adalah sebuah alat untuk melakukan pendekatan dalam penetapan hukum, bukan merupakan metodologi. Metodologi istinbath hukum Islam dipandang telah mencukupi dengan menggunakan metode yang telah dikembangkan oleh para ulama fuqaha baik salaf maupun kontemporer. Kata Kunci: Ijtihad, Taklid, Istinbath
Tantangan Dan Regulasi Dalam Pewarisan Aset Digital: Studi Perbandingan Hukum Positif Dan Hukum Islam Luthfi, Fuad; Hasan, Ahmadi; Jalaluddin, Jalaluddin
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 4 (2024): This volume covers topics such as women's rights, inheritance law, crime preven
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i4.823

Abstract

Abstract The emergence of digital assets such as cryptocurrencies, e-wallets, and non-fungible tokens (NFTs) has significantly impacted societal transactions and interactions. However, the inheritance of these digital assets poses challenges due to the lack of clear regulations in both positive and Islamic law. This study employs a normative juridical approach with a comparative law method to analyze the provisions of positive law in Indonesia and the principles of Islamic law related to the inheritance of digital assets. The study aims to identify gaps between the two legal systems and provide recommendations for regulatory harmonization. The findings reveal that positive law in Indonesia does not explicitly regulate digital assets in the context of inheritance, leading to uncertainty and potential disputes among heirs. Islamic law also lacks clear provisions regarding digital assets, making it difficult to apply inheritance principles based on sharia. The study highlights the urgent need to harmonize positive and Islamic law to accommodate the unique characteristics of digital assets and ensure fair and transparent distribution among heirs. Collaboration between policymakers, academics, and the public is essential to develop regulations that address the needs and characteristics of digital assets in the context of inheritance law. The study concludes by emphasizing the importance of understanding both legal systems to overcome challenges in digital asset inheritance and create a more just and effective legal framework for all parties involved. Keywords: Digital assets, Legacy, Regulation, E-wallet, Non-Fungible Token (NFT) Abstrak Kemunculan aset digital seperti mata uang kripto, dompet elektronik, dan token yang tidak dapat dipertukarkan (NFT) telah memberikan dampak yang signifikan terhadap transaksi dan interaksi masyarakat. Namun, pewarisan aset digital ini menimbulkan tantangan karena kurangnya peraturan yang jelas baik dalam hukum positif maupun hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode perbandingan hukum untuk menganalisis ketentuan hukum positif di Indonesia dan prinsip-prinsip hukum Islam terkait pewarisan aset digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kedua sistem hukum tersebut dan memberikan rekomendasi untuk harmonisasi peraturan. Temuan menunjukkan bahwa hukum positif di Indonesia tidak secara eksplisit mengatur aset digital dalam konteks pewarisan, sehingga menimbulkan ketidakpastian dan potensi perselisihan di antara para ahli waris. Hukum Islam juga tidak memiliki ketentuan yang jelas mengenai aset digital, sehingga menyulitkan penerapan prinsip-prinsip waris berdasarkan syariah. Studi ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk menyelaraskan hukum positif dan hukum Islam untuk mengakomodasi karakteristik unik aset digital dan memastikan distribusi yang adil dan transparan di antara para ahli waris. Kolaborasi antara pembuat kebijakan, akademisi, dan masyarakat sangat penting untuk mengembangkan peraturan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik aset digital dalam konteks hukum waris. Studi ini diakhiri dengan menekankan pentingnya memahami kedua sistem hukum untuk mengatasi tantangan dalam pewarisan aset digital dan menciptakan kerangka hukum yang lebih adil dan efektif bagi semua pihak yang terlibat. Kata kunci: Aset digital, Warisan, Regulasi, E-wallet, Non-Fungible Token (NFT)
Pembagian Hukum Islam yang Tetap dan yang Berubah (Tsawâbit wa Mutaghayyirât) Irawan, Andhi; Jalaluddin, Jalaluddin; Azhari, Fathurrahman; Hamdi, Fahmi
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v2i2.558

Abstract

Abstract This study examines the division of Islamic law into immutable laws (tsawâbit) and changeable laws (mutaghayyirât) within the framework of Sharia. The article highlights the importance of understanding immutable laws as an unchanging foundation, while flexible laws should be interpreted and implemented according to the continuously evolving social and cultural dynamics. In the post-revelation era, the task of Muslims is to interpret and apply the revelation in the context of the modern and ever-changing society. The plurality of interpretations and the diversity of expressions in practicing Islam are considered inevitable and not erroneous as long as the methodology used is accountable. The concept of the "Islamic peaceful path" developed by Nusantara scholars is expected to provide solutions to resolve conflicts and tensions, as well as to promote progress in various aspects of life, including science and economy. Keywords: Division, Immutable and Changeable Laws Abstrak Penelitian ini mengkaji pembagian hukum Islam menjadi hukum yang tetap (tsawâbit) dan yang berubah (mutaghayyirât) dalam konteks syariah. Artikel ini menyoroti pentingnya pemahaman terhadap hukum yang bersifat tetap sebagai fondasi yang tidak berubah, serta fleksibilitas hukum yang bersifat berubah agar dapat diinterpretasikan dan diimplementasikan sesuai dengan dinamika sosial dan budaya yang terus berkembang. Pasca era pewahyuan, tugas umat Islam adalah menafsirkan dan mengaplikasikan wahyu dalam konteks masyarakat modern yang terus berubah. Pluralitas penafsiran dan keragaman ekspresi pengamalan Islam dianggap tak terhindarkan dan bukan merupakan kesalahan selama metodologi yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan. Konsep "jalan damai Islam" yang dikembangkan oleh ulama Nusantara diharapkan dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan konflik dan ketegangan, serta mendorong kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ilmu pengetahuan dan ekonomi. Kata Kunci: Pembagian, Hukum Tetap dan Berubah This is an open access article under the CC BY-NC-SA license.
Peradilan Adat Badamai Kewarisan Islam Banjar Perspektif Madrasah Ahlul Hadis Dan Madrasah Ahlurra’yi Jaidi, Muhammad; Jalaluddin, Jalaluddin; Azhari, Fathurahman; Hamdi, Fahmi
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v2i2.599

Abstract

Abstrack The customary court of Badamai is a significant cultural heritage preserved in various regions of Indonesia, reflecting local wisdom in resolving disputes and upholding justice. Among the Banjar community in South Kalimantan, Badamai is a deeply rooted form of dispute resolution that prioritizes deliberation and consensus. This practice not only reflects the social values of the Banjar community but also demonstrates the flexibility of Islamic law in adapting to local contexts. This study aims to explore the application of Islamic inheritance law within the framework of the Badamai customary court from the perspectives of the Madrasah Ahlul Hadis and the Madrasah Ahlurra’yi. By examining how these two schools of thought interpret and apply Islamic inheritance laws, the research provides a comprehensive understanding of the interaction between Islamic jurisprudence and local traditions. The findings highlight the adaptability of Islamic law in accommodating local customs, contributing to the broader discourse on the integration of Islamic principles with indigenous practices. This exploration offers valuable insights into the dynamic relationship between religious jurisprudence and cultural heritage, emphasizing the importance of contextualizing Islamic law within the unique socio-cultural landscape of the Banjar community. Keywords: Customary Court, Badamai, Banjar Community, Islamic Inheritance Law, Madrasah Ahlul Hadis, Madrasah Ahlurra’yi Abstrak Peradilan adat Badamai merupakan salah satu warisan budaya yang masih dilestarikan di berbagai daerah di Indonesia, mencerminkan kearifan lokal dalam menyelesaikan perselisihan dan menegakkan keadilan. Di kalangan masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan, Badamai adalah bentuk penyelesaian sengketa yang kuat mengakar yang mengutamakan musyawarah dan mufakat. Praktik ini tidak hanya mencerminkan nilai-nilai sosial masyarakat Banjar tetapi juga menunjukkan fleksibilitas hukum Islam dalam beradaptasi dengan konteks lokal. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan hukum kewarisan Islam dalam kerangka peradilan adat Badamai dari perspektif Madrasah Ahlul Hadis dan Madrasah Ahlurra’yi. Dengan meneliti bagaimana kedua aliran pemikiran ini menafsirkan dan menerapkan hukum kewarisan Islam, penelitian ini memberikan pemahaman komprehensif tentang interaksi antara yurisprudensi Islam dan tradisi lokal. Temuan ini menyoroti kemampuan adaptasi hukum Islam dalam mengakomodasi adat setempat, berkontribusi pada diskursus yang lebih luas tentang integrasi prinsip-prinsip Islam dengan praktik-praktik adat. Eksplorasi ini menawarkan wawasan berharga tentang hubungan dinamis antara yurisprudensi agama dan warisan budaya, menekankan pentingnya mengontekstualisasikan hukum Islam dalam lanskap sosio-kultural unik masyarakat Banjar. Kata Kunci: Peradilan Adat, Badamai, Masyarakat Banjar, Hukum Kewarisan Islam, Madrasah Ahlul Hadis, Madrasah Ahlurra’yi
Prediktor keberhasilan pemulihan kekurangan energi kronik pada ibu hamil penerima pemberian makanan tambahan lokal Maidar, Maidar; Manan, Maidar Abdul; Zakaria, Radhiah; Baharuddin, Dharina; Syakur, Syabburin; Jalaluddin, Jalaluddin
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/efq9tb77

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan energi kronis pada ibu hamil meningkatkan risiko komplikasi, bayi berat lahir rendah, dan stunting. Program pemberian makanan tambahan lokal untuk memperbaiki status gizi keberhasilannya masih bervariasi. Penelitian ini menganalisis prediktor pemulihan kekurangan energi kronis pada ibu hamil penerima makanan tambahan lokal tahun 2024 di Kabupaten Aceh Utara.Metode: Studi analitik potong lintang dilakukan di sembilan Puskesmas dengan melibatkan 166 ibu hamil kekurangan energi kronik yang dipilih melalui stratified purposive sampling dari 719 ibu hamil. Analisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda.Hasil: Sebanyak 69,9% ibu hamil mencapai pemulihan status gizi. LiLA ≥21,83 cm merupakan prediktor dominan pemulihan (AOR = 7,87; p < 0,001), sedangkan usia kehamilan saat kunjungan pertama dan indeks masa tubuh pra-kehamilan tidak berhubungan signifikan.Kesimpulan: LiLA merupakan prediktor utama pemulihan KEK pada ibu hamil, sehingga deteksi dini, pemantauan, dan intervensi gizi sejak trimester pertama perlu diperkuat di layanan primer.
Blended Grammar Instruction via LMS and Peer Teaching in EFL Classrooms Widari, IGA; Jazadi, Iwan; Pratiwi, Dirgahayu; Amri, Samsun; Jalaluddin, Jalaluddin
Studies in Learning and Teaching Vol. 6 No. 3 (2025): December
Publisher : CV Sinergi Ilmu dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46627/silet.v6i3.710

Abstract

This mixed-methods study investigates implementing a blended grammar instruction model that integrates LMS-based formative quizzes and student-led peer presentations within a lesson study framework in an Indonesian teacher education context. Drawing on mastery learning, sociocultural theory, and cognitive load principles, the study examines how this approach impacts student grammar mastery, perceptions, and instructor workload. The research employed quantitative analysis of student academic scores and Likert-scale survey data alongside qualitative insights from open-ended student reflections and instructor logs to enable triangulation of findings. Participants included 12 pre-service English teachers and three instructors in a semester-long Advanced English Structure course. Results show substantial gains in grammar performance, especially on cumulative assessments, and high student engagement with both LMS and peer learning components. Students valued repeated quiz practice, structured feedback, and collaborative presentations. Instructors reported reduced grading fatigue and increased pedagogical focus through LMS automation and team-based lesson study. Despite minor challenges in digital access and learner consistency, the model proved pedagogically effective and operationally sustainable. Findings affirm blended grammar instruction's relevance for enhancing student learning and instructional resilience in resource-constrained EFL settings.
Pengaruh Tinggi Dan Kecepatan Aliran Chimney Di Pabrik Kelapa Sawit Terhadap Partikulat Dengan Menggunakan Computational Fluid Dynamics Hukaimah, Hashifah; Kurniawan, Eddy; Jalaluddin, Jalaluddin; Ginting, Zainuddin; Bahri, Syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chimney pada pabrik kelapa sawit merupakan tahap terakhir yang dilalui emisi hasil pembakaran bahan bakar boiler. Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) dilakukan untuk menganalisa konsentrasi partikulat dengan variasi tinggi dan kecepatan aliran chimney. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah Metode CFD yang dilakukan menggunakan software Ansys Workbench (fluent) 2024 R1 dengan variasi tinggi chimney yang digunakan yaitu 20, 24, 28, 32, 36 m dan kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, 16 m/s. Diameter partikulat yang diamati 10 µm dengan laju emisi 0,0024 kg/s. Hasil penelitian didapatkan konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 20 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 875, 152, 88,8, 70,6, dan 59,7 mg/m3. Konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 24 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 578, 152, 86,2, 69,9, dan 52,1 mg/m3. Konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 28 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 351, 114, 83,6, 68,7, dan 51,3 mg/m3. Konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 32 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 285, 100, 83,3, 62,8, dan 51,3 mg/m3. Dan konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 36 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 171, 98,2, 76,2, 60,6, dan 50,5 mg/m3 Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan tinggi dan kecepatan aliran pada chimney menghasilkan konsentrasi partikulat yang lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya ruang partikulat untuk berdistribusi dan waktu partikulat berakumulasi yang lebih singkat.
Membangun Kesadaran Hukum Berlalu Lintas melalui Pendekatan Komunikasi Publik Muharrir, Muharrir; Jalaluddin, Jalaluddin; Zulfikar, Muhammad Nahyan; Munandar, Agung
Lok Seva: Journal of Contemporary Community Service Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/lokseva.v4i2.14391

Abstract

The increasing number of motor vehicles is not always accompanied by compliance with traffic regulations, contributing to a high rate of traffic violations and accidents. This issue is not only related to technical and infrastructural aspects but also to social behavior and public legal awareness. This article aims to analyze efforts to improve traffic law awareness through a public communication approach implemented in a community service program in Gampong Ujong Tanoh Darat, Meureubo District, West Aceh Regency. The program employed an educational and communicative approach through legal counseling and interactive discussions. The materials covered the concept of legal awareness, the legal basis of traffic regulations, and types of violations along with sanctions. Evaluation was conducted qualitatively through direct observation and oral questioning during the activity involving 27 participants. The results indicate that the public communication approach enhanced community understanding of traffic law, reflected in an approximately ±20% upward trend in participants’ understanding, and encouraged a shift in compliance patterns from reactive behavior toward compliance based on internal legal awareness. The activity also demonstrated a change in community perceptions of the law, from a coercive set of rules to a shared guideline for maintaining traffic safety and order.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan SMP Negeri Kota Banda Aceh Musriadi, Musriadi; Jalaluddin, Jalaluddin; Surya, Erdi; Bahri, Saiful
Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/d6mmbg05

Abstract

This study aims to describe the leadership of female principals in public junior high schools (SMP Negeri) in Banda Aceh in developing adaptive, inclusive, and character-based schools. This qualitative reflective study employed in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The findings reveal that female principals in Banda Aceh demonstrate collaborative and value-based leadership styles rooted in Islamic spirituality and Acehnese cultural values. Their leadership emphasizes empathy, morality, and professionalism, which foster safe, harmonious, and inspiring school environments. The research concludes that female leadership contributes significantly to school transformation, not only by improving academic and managerial performance but also by strengthening the moral and social character of school communities.  
PERAN FINTECH SYARIAH DALAM PEMBERDAYAAN UMKM BERDASARKAN PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH : Study Kabupaten Aceh Besar Maulidi, Irham; Zulhilmi, Muhammad; Jalaluddin, Jalaluddin
Al-Iqtishadiah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Iqtishadiah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran fintech syari’ah dalam pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Besar dengan menggunakan kerangka maqashid syari’ah. Kajian ini tidak hanya menyoroti aspek kepatuhan formal terhadap prinsip syari’ah, tetapi juga dampaknya terhadap perlindungan harta (hifz al-mal), peningkatan kesejahteraan, serta penguatan literasi dan inklusi keuangan pelaku UMKM. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap pelaku UMKM sebagai informan utama, serta didukung oleh perbankan syari’ah dan analis kebijakan sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fintech syari’ah mempermudah transaksi digital, meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan, dan memperluas akses pembiayaan bagi UMKM. Dalam perspektif maqashid syari’ah, implementasinya mencerminkan upaya perlindungan aset usaha dan penguatan kapasitas ekonomi, meskipun belum optimal dan merata. Kendala utama meliputi keterbatasan literasi digital dan hambatan teknis layanan. Penelitian ini menegaskan bahwa fintech syari’ah memiliki potensi strategis dalam mendukung keberlanjutan UMKM dengan dukungan sinergi dan peningkatan literasi yang berkelanjutan.
Co-Authors - Khairil AA Sudharmawan, AA abdullah, humaira Abrar, Muhammad Ifan Adabi, Muhammad Ikhwan Ade Irma Suryani Adhitya, Andika Restu Adrin, Prista Agung Munandar Agustina, ria Ahmad Fikri ahmad yani Ahmadi Hasan Akmal, Nurul Akmal, Nurul Alberth Nugrahadi Ndun Alias Azhar, Alias Amalia, Erlisa Amellya, Shebrina Amme, Rudi Amri, Samsun Ananda, Dhea Riski Anas, Kamal Andalia, Nurlena Ansary, Khairil Anshari, Hafiz Arfandy Arfandy Ariaty, Ariaty Arief, Rifqy Lamkaruna Arif Fitria, Rizal Arrahman, Berryl Chaliq Aseri, Akhmad Fauzi Aswad, Musriadi Aurora, Tassa Azhari Azhari Azhari, Fathurahman Azwir Azwir Baharuddin, Dharina Bahri, Syamsul Syamsul Batara, Gamal Bustaman, Bustaman Chairinnisa, Chairinnisa David Agustinus Nguru Deden Makbuloh Devi, Sri Marlia Dian Aswita, Dian Dian, Hadyan Dina Amalia Dina Ariani, Dina Djafar, Zuriyati Djufri - Eddy Kurniawan Effendy Arif Eka Octavian Pranata Elyana, Eneng Erdiansyah, Ahmad Fahri Erfan, Zainul Ernawati, Luh S. Evi Apriana Fadlisyah Fadlisyah Fahmi Al Amruzi, M. Faisal Faisal Fathurrahman Azhari Fauziah, Siti Salma Fazira, Zetta Febriyanti, Dewi Fibarzi, Wiza Ulfa FIKARLIA, FIKARLIA Fikri, Ahmad Ma’mun Firman Wahyudi, Firman Wahyudi Firmansyah, Juli Fitriani Fitriani Furqon, Muhamad Ginting, Zainuddin Ginting Gusti Muzainah Hafiizh Maulana Halim, Ahmad Rasyidi Halimatussakdiah Halimatussakdiah Hambali Hambali Hamdani Hamdani Hamdi, Fahmi Hammoodi, Samira Hasibuan, Khalil Gibran Herlina Herlina Heru Satria Tambunan, Heru Satria Hikmah Hikmah Hukaimah, Hashifah Humaira, Hisanah humairah, syarifah siti Husaini, Hasan Ibrahim Ibrahim Ibrahim, Ishak Ida Hasmita, Ida IMAM MUSTOFA Indra K, Tri Nanda Irawan, Andhi Irma Suryani Ishak Ishak Ishak Ishak Iwan Jazadi Jaidi, Muhammad Jauziati, Baiq Juanda Juanda Juanda Juanda Jumarsa, Jumarsa Kamar, Iqbal Kasim, Lukman Khafidah, Wahyu Khairunnisa Khairunnisa Komarudin Komarudin Kuniawan, Eddy Kurniawan, Eddy Eddy Lawa, Alvrado Bire Leni Maulinda, Leni Lidia Wati Lisa Andriani lismarita, lismatrita Long, Ahmad Sunawari bin Lukman Hakim Luthfi, FuaD Luvia, Indal M. Fahmi Al Amruzi, M. Fahmi M. Rizal Yahya Machfud, Andi Maghfuri, Safiul Mahardani, Rosita Arya Mahdani, Mahdani Mahlia, Yamnur Mahmud, Hamdan Mahmud, Moh. Maidar, Maidar Malik, Agus K. Manafe, Nitty C. Manan, Maidar Abdul Manurung, Farida Win Sari Mariani Mariani Mariani, Siti Salmiyatun Marwan Marwan Masrullita, Masrullita Maulidi, Irham Megawati - Meriatna Meriatna Miftahuddin Miftahuddin Miki Wijana Mohd Isha Awang Mohlis, Mohlis Moulia, Nouvan Muchtamarini, Yulia Muhamad Akrom Muhamad Shadiq, Gusti Muhammad Adam, Muhammad Muhammad Akbar MUHAMMAD HARIS Muhammad Haris Riyaldi, Muhammad Haris Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Syahid Muhammad Syam, Azhari Muhammad Yasir Yusuf Muhammad Zulhilmi Muharrir Muharrir Muhsin Aseri, Muhsin Muis, Muhamad Ali Muja'hidah, Muja'hidah Mukhlis Yunus Mulik, Simon E. Mulya, Maulana Heru Mulyawan, Rizka Muslihuddin, Gusti Musriadi, Musriadi Muthawali, Dede Ibrahim Nabila, Nabila Nadya, Nova Nafi, Muhammad Nasaruddin Salam, Nasaruddin Nasrul ZA, Nasrul Nasrun Nasrun Nasution, Ade Iskandar Nasution, Hermawan Nellis Mardhiah Nirva Diana Nizam, Ahmad Norrahman, Rezki Akbar Nourma Ulva Kumala Devi Nouvan Moulia Novi Sylvia Novita Sari Noviyanti, Anita Nuhari, Insan Nuraeni Nuraeni Nuraini Nuraini Nurila, Yurma Nurlaila, Rizka Nurmalita Nurmalita Nurul Akmal Nurulloh, Muh Zulhifzi Nurwijayanti panjaitan, Ira wardani Pelawi, Erisantana Petrus Kune Piarah, Wahyu H Prasatia, Ridha Pratama, Agus Pratiwi, Dirgahayu Purwoko, Agus Puteri, Febbyola Putri, Adzqi Amalia Putri, Cut Nazila Putri, Tasya Ananda Queennenza, Mareta Syamsya Rachmat Imam Muslim Rafsanjani, Aiza Rahadian, Mohammad Febry Rahma, Ayu Rahmawati, Aulya Ramlah Ramlah Raudhatul Jannah Ridha, Ismu Riwu, Agus R. Rizani, Rasyid Rizka Nurlaila, Rizka Nurlaila Rosa, Indah Puspita Rosalinda Rosalinda Rosmiyati Rosmiyati Rozanna Dewi Rustan Tarakka Sabahanudin, Sabahanudin Safrida Safrida Said Musnadi Saiful Bahri Saifullah Saifullah Sakir, A Salsabilla, Raudhah Saragi, Lambok Pamancar Sari, Mira Permata Sari, Winning Amintas Kartika Waruwu Sartika Sartika Sauqi, Muhammad Setiawan, Muh. Setyowati, Irma Sharfina Permata Noor, Erla Sinaga, Dicky Hartama Sirait, Wiranto Hernandesz Siregar, Muhammad Ridha Sitanggang, Evi Dahliani Siti Aisyah Siti Mayang Sari Sitorus, Ika Pratiwi Berliana Sogen, Yohanes G. Sri Astuti, Veronica Sugeng Rianto Sukarman Purba Sulhatun Sulhatun Surya, Erdi Suryani, Ni N. Suryani, Ni Putu F. Suryati Suryati Susanti Susanti Syahfitri, Ajeng Syahir, Ahmad Syakur, Syabburin Syam, Burhanuddin Syamsul Bahri Syukriy Abdullah Tamimi, Azlya Salsabila Tarigan, Jhodi Okta Albiqho Teuku Meldi Kesuma, Teuku Meldi Teuku Salfiyadi Theedens, Jonas F. Trisna, Nila Uly, Kirenius Umairoh, Ummi Umi Hijriyah Urrahmah, Syifa Usman, Musliadi Bin Uswatun Hasanah Utami, Lia Walil, Kamal liansyah Waruwu Sari, Winning Amintas Kartika Widari, IGA Wijana, Miki Wiyani, Sri Yuana, Adella Yuliani , Ma’rifah Yundari, Yundari Yunus, Marthen Yustiani Yuliana Bette Zainuddin Ginting Zaizafun, Rena Zakaria Zakaria Zakaria, Radhiah Zaki Mubarak, Muhammad Zihab, Zihab Zulfa, Rahmita Zulfikar, Muhammad Nahyan Zulnazri, Z Zurrahmi, Zurrahmi