Articles
Does token economy behaviour modification affect young children's discipline?
Solehudin, Rd. Heri;
Darmayanti, Rani
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31326/jcpaud.v1i2.1943
Exhibiting disciplinary behaviour is synonymous with displaying good behaviour. It is required that every youngster should receive corrective measures. Teachers and parents should prioritise instilling disciplinary behaviour in children early on by consistently reinforcing it through vocal and non-verbal means. A token economy is a system of non-verbal rewards that can be used to change disciplinary behaviour in young children. The research methodology involved a comprehensive literature survey, followed by a meticulous analysis of the Miles and Huberman publication published between 2010 and 2018. The essay was published in reputable national and international journals as part of a comprehensive qualitative systematic literature review (SLR). These articles analyse the search results on Google Scholar for the terms "token economy" and "preschool," "token economic behaviour" and "token economic behaviour modification," and "token economic behaviour modification" and "ECD discipline behaviour," with a focus on "Token Economy, Disciplinary Behavior, Early Childhood." Discover freely accessible scientific articles that include 25 citations, offer comprehensive information, and are available for download. Assess classroom behaviours via descriptive qualitative research methodologies. Research indicates that a Token economy is a non-verbal reward used with children to enhance their behaviour. It is designed to serve as a means of recognition and positive stimulus for youngsters. Offering economic incentives to young children can involve distributing rewards such as stars, stickers, or cash as external motivators to encourage disciplined behaviour. The research findings demonstrate that the token economy, utilised as a method of behaviour modification in children, has been empirically validated as an efficacious approach for enhancing disciplinary behaviour through using tokens in the early stages of infancy.
IS IMPLEMENTING DIGITAL LEARNING MEDIA BENEFICIAL IN STIMULATING EARLY CHILDHOOD LITERACY SKILLS?
Budiarti, Erna;
Darmayanti, Rani
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31326/jcpaud.v1i2.1928
Bahasa merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang memerlukan keterlibatan terus-menerus untuk menjamin anak-anak memperoleh keterampilan verbal yang kuat. Kemampuan anak dalam mengekspresikan diri dan berkomunikasi secara efektif dengan lingkungannya erat kaitannya dengan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pemanfaatan media pembelajaran digital untuk meningkatkan kemampuan membaca dini anak. Teknik ini menerapkan metode penelitian Kuantitatif dan memanfaatkan publikasi dan artikel resmi secara nasional sebagai alat pengumpulan data dan sumber referensi. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengkaji penggunaan alat pendidikan digital untuk mengembangkan kemampuan membaca penting pada anak-anak. Keterampilan literasi mencakup indikator penting pengenalan kata, seperti keahlian dalam mengenali huruf, asosiasi bunyi-huruf, kesadaran fonemik, dan pemahaman aturan penulisan. Studi ini mengeksplorasi solusi permasalahan literasi dengan menggunakan aplikasi digital yang dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk guru, orang tua, dan siswa. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dan menggunakan teknik studi kasus, khususnya dengan melakukan observasi literatur pada tahun 2010 hingga 2018. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran digital dapat meningkatkan keterampilan literasi anak usia dini di lembaga PAUD secara signifikan dengan membekali guru dengan materi yang sesuai. sumber daya untuk memanfaatkan alat pendidikan ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan sumber daya pendidikan digital dapat meningkatkan kemampuan literasi anak usia dini di lembaga PAUD.
COVID-19 PANDEMIC: TEACHER PROBLEMS - EARLY CHILDHOOD LEARNING (PAUD) - THE SOLUTION
Darmayanti, Rani;
Arian Sah, Retno Wahyu;
Azizah, Isnaini Nur
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31326/jcpaud.v4i2.1557
The impact of the COVID-19 pandemic is quite serious and occurs in almost all parts of the world, including in the education sector. The purpose of this research is to find out what are the obstacles teachers at PAUD YALC Pasuruan have in the early childhood learning process during the Covid 19 pandemic. The methodology used in this research is a qualitative case study. The data collection method in this study was to collect information using various qualitative research data collection procedures, by way of interviews and observation. The results found were 1) learning during the Covid-19 pandemic for early childhood at PAUD YALC Pasuruan, namely using distance learning by means of teachers making video calls to students to provide learning activities, 2) parents of students every Monday must take media that has been prepared at school to help learning in children, 3) the teacher makes interesting videos for children through supporting applications and then uploads them to social media such as YouTube, and 4) learning with a home visit system, home visits are teacher activities visiting the house all students once a week, this activity helps the teacher in seeing developments in children including their motor development. The obstacles found are 1) teachers are required to master technology such as supporting applications to display interesting videos and be watched by children, 2) assessment and evaluation of child development that are not optimally carried out by teachers, and 3) personal ownership of communication devices (cellphones) child, the tool belongs to the parent which is used by the parents as a work support tool.
Why may kindergarten-aged children's cognitive capacities be enhanced by "MOM" learning?
Budiarti, Erna;
Darmayanti, Rani
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31326/jcpaud.v2i1.1938
Berpikir kemampuan kognitif sangat penting karena memungkinkan anak berpikir kritis, memahami, dan mengeksplorasi lingkungan sekitar. Anak-anak dengan bakat mental yang kuat memiliki kapasitas untuk mengatasi tantangan apa pun yang mereka hadapi secara efektif, yang akan menjadi landasan yang menguntungkan bagi perkembangan mereka di masa depan. Media geometri membantu meningkatkan keterampilan ini dengan memberikan pengetahuan tentang bentuk pola dasar. Penekan geometri dapat digunakan untuk aktivitas seperti mengkategorikan dan mengidentifikasi bentuk, ukuran, dan pola yang memiliki penerapan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metodologi Tinjauan Pustaka dan termasuk dalam kategori penelitian kualitatif, dimana peneliti tidak melakukan kerja lapangan untuk mengumpulkan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa anak-anak menunjukkan kepekaan yang tinggi terhadap berbagai rangsangan di lingkungan mereka selama awal kehidupan. Saya ingin tahu rasanya. Untuk mengoptimalkan kapasitas kognitif anak, penting untuk membantu perkembangan komponen tinggi dan lebar secara efektif. Hal ini dapat dicapai dengan memasukkan media geometri ke dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Anak-anak dapat meningkatkan kapasitas kognitif mereka secara maksimal dengan terlibat dalam berbagai aktivitas yang secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Memanfaatkan media geometri dalam lingkungan pendidikan dapat meningkatkan kapasitas mental anak, seperti bakat spasial, penalaran abstrak, pemahaman prinsip matematika, berpikir logis, keterampilan memecahkan masalah, dan meningkatkan kreativitas.
Why is Loose Part an important learning medium for early childhood development?
Budiarti, Erna;
Darmayanti, Rani
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31326/jcpaud.v1i1.1923
Early infants are good at imitation and are passionate learners who learn via play. They are curious and actively seek new information. To develop its qualities, early infancy needs appropriate play. Educational play materials and instruments are used in play. Loose sections media games help kids grow. This study reviews the literature on loose-part learning materials and suggests actions to improve early childhood development. A descriptive qualitative systematic literature review (SLR) using Miles and Huberman's analysis of 2010–2020 papers was used. The articles examined Google Scholar search results for "learning media" and "loose part," "loose part media" and "PAUD learning," and "loose part media" and "PAUD learning" with "cognitive abilities" in early childhood education. Harzing's publish or perish app aided the search. The publications are from respected national and international journals and were published in 2010–2020. The study focuses on Play Group (KB) and Kindergarten (TK) early childhood education at PAUD institutions. Find open-access papers with 25 references and detailed information, including PDF files. This study's findings concern the method. Classroom action research and analysis usually use descriptive qualitative research methods. Research typically involves 10–15 5- to 6-year-olds. Art and creativity are linked to cognitive development. Wood, bamboo, plastic, and recycled packaging are common loose-part materials. Loose party invitations have received little attention. Teachers' lack of experience managing loose component learning materials in PAUD causes most problems. Include invitation-based groups to boost children's multifarious development, use loose components more diversely to promote variation, and attend workshops to improve teachers' pedagogical skills.
A 2010–2018 systematic literature review found that educational game tools aid early childhood learning
Budiarti, Erna;
Darmayanti, Rani
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31326/jcpaud.v2i2.1939
Kemahiran guru dalam menggunakan teknik pengajaran berdampak pada kapasitas mereka untuk memanfaatkan strategi pembelajaran secara efektif. Pengajaran geometri secara efektif bergantung pada guru yang menggunakan taktik pembelajaran yang tepat dan selaras dengan sifat unik siswa. Guru selalu memilih materi pembelajaran yang disesuaikan dengan indikator-indikatornya, sehingga berkontribusi terhadap tercapainya keberhasilan dalam proses pembelajaran. Guru akan memastikan media dan teknik pembelajaran yang sesuai. Sarana dan prasarana mempunyai peranan yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan alat permainan edukatif dan memudahkan peningkatan tumbuh kembang anak sekaligus memberikan rangsangan pada anak usia dini kepada guru. Hal ini didasarkan pada alat permainan edukatif yang sesuai, yang dapat memfasilitasi terciptanya suasana belajar yang menyenangkan dan efisien bagi anak kecil. Memanfaatkan teknologi permainan edukatif ini akan memungkinkan pengajaran konten pendidikan anak usia dini bagi para guru. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kepustakaan. Studi kepustakaan atau sastra dapat diartikan sebagai suatu upaya menyeluruh yang melibatkan pengumpulan data perpustakaan, membaca dan mendokumentasikan bahan penelitian, serta menganalisis data yang dikumpulkan. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alat permainan edukatif dapat menjadi bahan dan media pembelajaran yang bermanfaat bagi anak usia dini. Mereka mengembangkan perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan motorik anak-anak melalui kegiatan pendidikan yang menyenangkan dan menarik.
Permainan Tradisional: Permainan Motorik Kelompok dan Identifikasi Kesulitan Koordinasi
Ika Candra Destiyanti;
Darmayanti;
Setiana
Jurnal Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan Kuningan Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNISA Kuningan
Publisher : Universitas Islam Al-Ihya Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan motorik anak usia dini menjadi urgensi pembelajaran di tingkat PAUD karena menjadi dasar ke tahap ketrampilan lanjutan. Melatih ketrampilan motorik kasar pada anak Paud akan melatih keseimbangan dan kemandirian anak di kemudian hari. Menggunakan penelitian kualitatif deskriptif penelitian ini berfokus pada 20 partisipan kelas B tingkat PAUD. Hasil penelitian melaporkan bahwa anak dengan ketrampilan motorik kelompok memiliki kemampuan kemandirian, koordinasi, ketrampilan fisik dan ketrampilan gerak.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM DONGENG DOMBA DAN SAHABAT RIMBA KARYA KAK THIFA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR PESERTA DIDIK KELAS II SEKOLAH DASAR
Dwi Apriliani, Denisya;
Nurdianasari, Nindya;
Darmayanti, Vivi;
Badrus Sholeh Arif, Moh;
Cahyanto, Bagus
EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 7 No 2 (2023): EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/eds.v7n2.p110-119
The high number of cases of violence and bullying that occur is a character crisis or the fading of character values in children. These challenges and problems are easy to face if children have good character values from various aspects through character education. The purpose of this research is to describe the character values that exist in fables, describe the use of fables as an alternative teaching material in elementary schools, and describe the efforts that can be implemented to instill character education values. This type of research is descriptive research. This study uses the qualitative data analysis technique of Miles and Hibermas. The results of the study show that there are 13 character education values in the book “Fairy Tales of Sheep and Friends of the Jungle” by Kak Thifa. Fairy tale books can be used as an alternative teaching material for second grade elementary school students in the form of worksheets. Efforts or methods made by IIC SD class teachers in instilling character education can be done in various ways, namely through exemplary, collaborative and active learning in the classroom, stories and literature, character assessment or reflection, advice and punishment, and giving motivation. Based on the results of the study, it can be concluded that there are 13 character education values in the book "Tale of the Sheep and Friends of the Jungle" by Kak Thifa. Fairy tales can be used as an alternative teaching material for second grade elementary school students as well as the efforts or methods carried out by teachers in instilling character education can be done in various ways.
Manajemen keuangan pendidikan berbasis digital: Sebuah kajian pustaka
Widodo, Trisno;
Muhammad, Ilham;
Darmayanti, Rani;
Nursaid, Nursaid;
Amany, Diella Aprilani Luthfia
Indonesian Journal of Educational Management and Leadership Vol. 1 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Educational Management and Leadership
Publisher : Kuras Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51214/ijemal.v1i2.548
This research is motivated by the importance of Digital-based educational financial management. This study aims to analyze the concept of digital-based financial management. The method used in this research is descriptive qualitative. The purpose of this research is to analyze the concept of digital-based education financial management. This research is library research. Researchers collect data from various references such as books, journals, articles, and others. Researchers use data sources. The primary data source is in the form of books on digital-based education financial management. In addition, researchers use secondary data such as journals and scientific articles published in national and international journals. Collecting data with reading and note technique. Data analysis, researchers used Miles and Huberman's interactive analysis techniques, namely: (1) data reduction in the form of summarizing data and selecting data that is relevant to the topic of discussion; (2) data presentation in the form of presenting reduced data; and (3) drawing conclusions. The results of this study include 1) education financial management, 2) principles of digital-based education financial management, 3) implementation of digital-based education financial management. Overall, this research results in a better understanding of education finance management, the principles of digital-based education finance management, and their implementation.
SI-Kepo Workshop: Hybrid Training in Scientific Writing for Raden Rahmad Mojosari Vocational School Educators
Darmayanti, Rani;
Hariyadi, Ahmad;
Choirudin;
Kurniawati, Wiwit;
Anggraini, Dian
Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat (June)
Publisher : CV. BImbingan Belajar Assyfa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61650/jip-dimas.v2i1.204
This community service activity aims to improve the knowledge and skills of teachers at Raden Rahmad Mojosari Vocational School in Mojokerto, East Java in writing scientific papers. This training program, called SI-Kepo Workshop, combines online and offline sessions to provide an understanding of how to create a Google Scholar account, write scientific articles, and submit manuscripts to national journals. The training includes theoretical explanations and practical assignments tailored to the interests of the participants. The results of the training showed a significant increase in the knowledge and skills of participants in preparing and submitting scientific articles. However, the effectiveness of writing still needs to be improved through ongoing and more structured training programs. It is hoped that this training can be the beginning of a routine program that focuses on teacher professional development in scientific writing.