Articles
Supporting factors in the selection of majors occupied by students
Putra, Ronald Wardey;
Neviyarni, Neviyarni
Counseling and Humanities Review Vol 3, No 2 (2023): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/000634chr2023
This research is motivated by the fact that many students feel that their current majors are not in accordance with their desires. This happens because of the supporting factors in choosing a major. The supporting factors in choosing the major include internal factors consisting of (1) talent, (2) interest, (3) motivation and external factors consisting of (1) the role of parents, (2) peers, (3) society. This research was conducted at SMK Negeri 2 Bukittinggi. This research is quantitative research with descriptive methods. The research sample amounted to 115 people. The instrument used is a questionnaire of supporting factors in choosing a Guttman Scale model major. The results showed that internal factors were in the high category, consisting of talent in the medium category, interest in the high category, and motivation in the medium category, while external factors were in the medium category, consisting of parental role factors in the high category, peer factors in the medium category, and community factors in the medium category.
Faktor yang mempengaruhi kedisiplinan siswa dan implikasinya dalam layanan konseling di SMA N 3 Sawahlunto
Putra, Rizky Darmansyah;
Neviyarni, Neviyarni
Counseling and Humanities Review Vol 3, No 2 (2023): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/000662chr2023
This study was inspired by a real-world incident that occurred in a school when 5 to 10 children frequently showed up late for class. There are students in and out during class hours and break times. During the flag ceremony, there were still some children who were not fully dressed and noisy. This happened because of the following factors: (1) the similarity of parental punishments; (2) group-approved changes; (3) socio-economic conditions of the family; (4) the concept of the role of parents as adults; (5) student behavior; and (6) unexpected events. The research was conducted at SMA N 3 Sawahlunto. This study uses a quantitative descriptive methodology. 30 people make a research sample. The survey is the instrument used. Factors causing student disobedience Likert scale model. Based on the findings, the high category consists of behavior similar to how parents discipline their children in the medium category, group-acceptable adjustments in the high category, family socio-economic status in the very high category, the concept of the role of adults in the high category, state behavior students in the moderate category, and sudden situations in the high category.
Deskripsi Penyesuaian Akademik Mahasiswa Baru Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang
Luthfi, Afifah Mutiara;
S, Neviyarni
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 1 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001059chr2024
Sebagai mahasiswa baru, mahasiswa perlu melakukan penyesuaian diri. Salah satu penyesuaian diri yang akan dihadapi adalah pada bidang akademik. Mahasiswa yang cenderung mempunyai penyesuaian akademik rendah akan sulit menyesuaikan dirinya terhadap proses peralihan dari masa sekolah ke masa perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyesuaian akademik mahasiswa baru FIP UNP tahun 2023 serta mendeskripsikan penyesuaian akademik mahasiswa baru FIP UNP ditinjau berdasarkan jenis kelamin dan asal daerah. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis deskriptif komparatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa baru FIP UNP 2023, populasi terdiri dari 1302 orang dan sample penelitian sebanyak 200 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala penyesuaian akademik dengan model skala Likert. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik persentase, untuk melihat beda menggunakan uji beda t-test dengan bantuan program SPSS versi 22 for windows sehingga memperoleh hasil yang mengungkapkan bahwa penyesuaian akademik mahasiswa baru berada pada kategori sedang. Terdapat perbedaan yang signifikan antara penyesuaian akademik mahasiswa baru laki-laki dan perempuan, serta mahasiswa baru yang berasal dari luar Sumbar dan Sumbar.
Faktor-faktor yang Menyebabkan Rendahnya Regulasi Diri dalam Belajar Siswa Serta Implikasinya dalam Layanan Bimbingan dan Konseling
Hayati, Annajmil;
Neviyarni, Neviyarni;
Hariko, Rezki;
Adlya, Soeci Izzati
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001295chr2025
AbstractBanyak siswa yang menghabiskan waktu hanya untuk urusan hiburan semata dibandingkan dengan urusan akademik. Siswa sering mengulur waktu dengan melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat sehingga waktu terbuang dengan sia-sia hingga tugas terbengkalai, hal ini menunjukkan rendahnya regulasi diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya regulasi diri siswa dalam belajar serta implikasinya dalam layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh siswa kelas X dan XI di SMA Negeri 7 Padang yang terdaftar pada TA. 2024/2025 yaitu sebanyak 717 siswa, dengan sampel dipilih sebanyak 103 siswa dengan metode purposive sampling dengan kriteria siswa yang memiliki regulasi diri rendah dan sangat rendah. Data diperoleh skala regulasi diri dalam belajar yang kemudian dianalisis dengan uji statistik dan persentase. Data telah lulus uji validitas dan reliabilitas dengan nilai rhitung > rtabel 0,163 dan nilai cronbach alpha 0,857 > 0 ,700. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor eksternal lebih berperan dalam menyebabkan rendahnya regulasi diri dalam belajar siswa dibandingkan faktor internal, aspek lingkungan keluarga merupakan faktor eksternal yang paling berperan. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya program pengembangan regulasi diri dalam belajar.
Faktor-faktor Penyebab Perilaku Self-Injury Mahasiswa Tahun Pertama Universitas Negeri Padang
Amri, Meidinul Ihfa;
Neviyarni, Neviyarni
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001263chr2025
Self-injury merupakan perilaku menyakiti diri sendiri untuk mengatasi tekanan emosional atau rasa sakit tanpa ada maksud untuk bunuh diri. Perilaku self-injury dapat terjadi karena berbagai faktor yang dipengaruhi mekanisme pertahanan diri dari strategi coping yang negatif seperti permasalahan psikologis. Mahasiswa tahun pertama merupakan individu yang sering mengalami permasalahan psikologis karena berbagai perubahan dan konflik. Sehingga mahasiswa tahun pertama rentan menjadi pelaku self-injury. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan beberapa faktor penyebab self-injury terhadap mahasiswa tahun pertama Universitas Negeri Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif, jenis data yang digunakan data interval, serta sumber data primer. Pengolahan instrumen terhadap 380 mahasiswa tahun pertama dari 6 Fakultas di Universitas Negeri Padang menunjukkan bahwa secara keseluruhan, perilaku self-injury berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa penyebab perilaku menyakiti diri sendiri pada mahasiswa tersebut tidak bersifat ekstrem, melainkan memiliki tingkat pengaruh yang sedang dari berbagai aspek. Oleh karena itu, penanganan yang komprehensif dan dukungan dari lingkungan kampus serta keluarga sangat diperlukan untuk membantu mahasiswa mengatasi faktor-faktor tersebut agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Faktor Penyebab Kejenuhan Mahasiswa Menyusun Skripsi dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling
Putri, Oksa Eka;
Neviyarni, Neviyarni
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001304chr2025
Mahasiswa yang sedang menyusun skripsi merupakan individu yang rentan mengalami kejenuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan faktor penyebab timbulnya kejenuhan mahasiswa dalam menyusun skripsi pada mahasiswa tingkat akhir jurusan bimbingan dan konseling di Universitas Negeri Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tingkat kejenuhan mahasiswa akhir departemen bimbingan dan konseling dalam menyelesaikan skripsi berada pada kategori sangat tinggi, hal ini mendeskripsikan bahwa rata-rata angkatan 2018 dan angkatan 2019 cenderung mudah jenuh dalam mengerjakan skripsinya. Penelitian ini menghadirkan pendekatan baru dalam mengkaji burnout pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, dengan fokus pada 3 aspek yaitu mental, fisik dan emosi. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih banyak menekankan aspek emosional semata, serta tidak seperti penelitian terdahulu yang dominan dilakukan pada mahasiswa kedokteran atau jurusan sains, penelitian ini mengkaji tingkat burnout pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Diperlukan penyelenggaraan layanan konseling kelompok untuk mengentaskan kondisi jenuh pada mahasiswa.
Expressive arts therapy in group counseling: a systematic literature review
Suri, Gusni Dian;
S, Neviyarni;
Hariko, Rezki;
Netrawati, Netrawati
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001342chr2025
Expressive arts therapy, is a therapeutic approach that has been increasingly applied in various educational and mental health contexts. However, studies that specifically and systematically examine the application of expressive arts therapy within group counseling settings remain limited. This study aims to map and synthesize existing research findings on expressive arts therapy in the context of group counseling through a Systematic Literature Review (SLR). A total of 53 scholarly articles published between 2015 and 2025 were analyzed based on predefined inclusion and exclusion criteria. Bibliometric analysis using VOSviewer was conducted to identify thematic patterns, research trends, and conceptual linkages among topics. The findings indicate that previous studies have predominantly focused on creative arts therapy, expressive interventions, and psychosocial outcomes, while integration with the theoretical frameworks and practices of group counseling remains suboptimal. From a methodological perspective, most studies employed qualitative approaches, pilot studies, and program evaluations, whereas experimental studies and systematic reviews specifically addressing expressive arts therapy in group counseling are still scarce. These findings indicate the absence of an integrated model that incorporates expressive arts therapy into group counseling. This study therefore contributes by highlighting the need for the development of a more systematic and contextually grounded group counseling model based on expressive arts therapy.
Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam konseling kelompok: sebuah tinjauan literatur
Adlya, Soeci Izzati;
S., Neviyarni;
Netrawati, Netrawati;
Hariko, Rezki
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001372chr2025
Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) merupakan pendakatan yang berfokus terhadap penyelesaian dan pencarian solusi dari permasalahan klien. Pendekatan Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) memungkinkan anggota kelompok belajar untuk memperhatikan apa yang berhasil, dan kemudian melakukannya lebih sering. Praktisi SFBC berusaha menciptakan suasana pemahaman dan penerimaan yang memungkinkan beragam individu memanfaatkan sumber daya mereka untuk membuat perubahan yang konstruktif. Saat ini, Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) relatif sering digunakan dalam format individual sehingga memerlukan ekplorasi lebih mendalam berkaitan dengan Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam format kelompok, khususnya konseling kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literatur review melalui peninjauan artikel ilmiah dari berbagai sumber terkait Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam praktik konseling kelompok. Penerapan Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam konseling kelompok diharapkan dapat membatu terentaskannya masalah klien dengan bantuan seluruh anggota kelompok.
From Existential Vacuum to Thriving: Meaning-Centered Group Interventions for University Students
Mulia, Fika Dwi;
Neviyarni, Neviyarni;
Netrawati, Netrawati;
Hariko, Rezki
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001338chr2025
University students frequently experience existential concerns alongside subclinical psychological distress, including reduced meaning in life, depression, and anxiety. Meaning-centered group counseling based on logotherapy has been proposed as a preventive intervention; however, evidence for young adult populations remains limited. This study employed a Systematic Literature Review with Network Analysis (SLNA) conducted in accordance with the PRISMA 2020 guidelines to examine the effectiveness and research landscape of meaning-centered group counseling for university students. A systematic search of the Scopus database (2015-2025) identified five controlled studies (N = 206) involving group-based logotherapy interventions for individuals aged 18-25 years. Meaning in life was the primary outcome, while depression, anxiety, and stress were secondary outcomes. Due to heterogeneity, data were synthesized using SWiM guidelines and complemented by a bibliometric keyword co-occurrence analysis of 47 Scopus-indexed articles using VOSviewer. The results indicate consistent and significant improvements in meaning in life (p < 0.05) with large effect sizes, accompanied by reductions in psychological distress. These findings support meaning-centered group counseling as an effective preventive intervention in university counseling settings.
Profil Gaya Belajar Siswa dan Implikasinya dalam Bimbingan dan Konseling
Syafitri, Yaumil Rizki;
S, Neviyarni
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/0001371chr2025
Kegiatan belajar merupakan aktivitas utama dalam proses pembelajaran di sekolah. Setiap siswa memiliki cara yang berbeda dalam menyerap, mengolah, dan memahami informasi yang dikenal sebagai gaya belajar. Gaya belajar merupakan cara paling mudah dan nyaman bagi individu dalam menerima serta mengolah informasi selama proses pembelajaran. Perbedaan gaya belajar ini memengaruhi perilaku belajar siswa dan keberhasilan mereka dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil gaya belajar siswa serta implikasinya terhadap layanan bimbingan dan konseling di kelas VIII MTsN 2 Pasaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini yaitu 78 siswa kelas VIII yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan prinsip kejenuhan data. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar siswa didominasi oleh gaya belajar visual, diikuti oleh kinestetik dan auditori. Perbedaan gaya belajar tersebut memengaruhi respons siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling. Temuan ini menunjukkan bahwa pemetaan gaya belajar dapat dimanfaatkan sebagai dasar pendukung bagi guru bimbingan dan konseling dalam merancang layanan bimbingan belajar yang lebih individual, adaptif, dan efektif sesuai dengan karakteristik belajar siswa.