Articles
Analisis Kinematis untuk Menentukan Dimensi Transfemoral Prosthetic Tipe Four-Bar Linkage dalam Fase Awal Siklus Gait Cycle
Sugiyanto, Sugiyanto;
P., Biyan B.;
P., Alhakim B.;
Setyawan, Dwi;
Ismail, Rifky
ROTASI Vol 19, No 2 (2017): VOLUME 19, NOMOR 2, APRIL 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (500.437 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.19.2.61-67
Produk kaki tiruan atas lutut atau sering disebut sebagai above knee prosthesis (AKP) yang memiliki sendi lutut tiruan berbasis kinerja mekanis masih didominasi oleh produk impor. Produk AKP domestik masih berkonsentrasi pada sistem sendi konvensional. Untuk pasar AKP dengan segmen menengah ke atas yang menghendaki fleksibilitas gerak, kenyamanan, fungsi kaki yang optimal dan kemudahan pengaturan, masyarakat Indonesia masih tergantung terhadap produk impor. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kinematika pada suatu prototipe AKP yang difokuskan pada bagian transfemoral prosthetic dengan sendi mekanis untuk substitusi produk impor. Bagian transfemoral prosthetic pada prototipe AKP yang dibahas adalah jenis four-bar linkage. Analisis yang digunakan adalah hubungan antara dimensi four-bar linkage  selama satu siklus gait cycle orang berjalan normal. Siklus gait cycle ini berpengaruh terhadap besarnya sudut yang terbentuk antara sumbu knee ankle (KA) dengan sumbu trocenter knee (TK). Sesuai dengan fungsi AKP, maka penting untuk mendapatkan data teknis tentang hubungan dimensi four-bar linkage pada transfemoral prosthetic. Hasil analisis gerak selama satu siklus gait cycle orang berjalan normal menunjukkan dimensi four bar linkage adalah a = 10 mm, b = 34 mm, c = 15 mm, d = 30 mm, e = 28 mm dan f = 46 mm.
Peningkatan Kwalitas Roda Gigi Produk UKM Tegal
Sugiyanto, Sugiyanto
ROTASI Vol 20, No 1 (2018): VOLUME 20, NOMOR 1, JANUARI 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (125.849 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.20.1.63-66
Kebutuhan roda gigi sebagai komponen otomotif cukup besar, tetapi belum dapat terpenuhi dari produk UKM. Kualitas produk UKM kalah bersaing dengan produk import. Solusi teknologi induction hardening dari UNDIP untuk pengerasan permukaan diharapkan dapat meningkatan kualitas produk UKM. Guna memenuhi target komersialisasinya diperlukan penyusunan sejumlah SOP, diantaranya proses pengerasan roda gigi. Terdapat 7 parameter yang harus diperhitungkan, yaitu (i) jenis pemanasan/treatment yang dipilih, (ii) temperatur dan waktu pemanasan dipilih, (iii) media pendinginan, (iv) jenis dan tingkat frekuensi kerja induksi, (v) jenis material bahan baku yang akan dikeraskan, (vi) kadar karbon pada material bahan baku, (vii) geometri/bentuk spesimen yang akan dikeraskan, dan beberapa parameter lain. Penelitian ini mengkaji hubungan ke 7 parameter tersebut agar didapatkan kualitas roda gigi produk UKM memenuhi standar kualitas. Kualitas roda gigi ditentukan berdasarkan kekerasan permukaan gigi dan kedalaman pengerasan. Sebagai standard kualitas dipakai roda gigi dan sproket produk OEM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kwalitas roda gigi produk UKM Tegal dapat dilakukan dengan proses pengerasan. Proses pengerasan dilakukan dalam dua tahap yaitu proses quenching dan proses tempering. Proses quenching dilakukan pada temperatur pemanasan 850oC dengan media pendingin oli, sedangkan proses tempering dilakukan pada temperatur pemanasan 300oC dengan waktu penahanan 40 detik, menghasilkan distribusi kekerasan yang mendekati dengan roda gigi produk OEM.
ANALISA RELIABILITAS GENERATOR UNIT 4 PADA PLTU TANJUNG PERAK SURABAYA
Sugiyanto, Sugiyanto
ROTASI Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.967 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.9.4.15-18
Keandalan suatu mesin merupakan ukuran kemampuan mesin tersebut dalam menjalankan fungsinya. GeneratorUnit 4 PLTU Tanjung Perak Surabaya, mulai beroperasi tahun 1980. Sebagai sebuah peralatan Pembangkit Listrik,kehandalannya merupakan tolok ukur yang dapat digunakan sebagai salah satu faktor untuk menentukan layaktidaknya pembangkit listrik tersebut beroperasi. Analisa kehandalan didasarkan pada jumlah jam operasi selama kurunwaktu tertentu (dalam kajian ini selama 6 bulan) yang dapat dilayani oleh generator tersebut. Berdasarkan kajiantersebut rata-rata operasi per bulan sebesar 544 jam dengan kehandalan 11,80 %.
PENGAMATAN STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PADA RODA GIGI PASCA PENGERASAN PERMUKAAN MENGGUNAKAN PEMANAS INDUKSI
Ismail, Rifky;
Aprilitama, Nizar Rahman;
Sugiyanto, Sugiyanto
ROTASI Vol 17, No 3 (2015): VOLUME 17, NOMOR 3, JULI 2015
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (944.161 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.17.3.145-152
Pemanasan induksi merupakan proses pemanasan benda kerja menggunakan metode induksi elektromagnetik. Arus eddy yang dihasilkan dalam logam menyebabkan pemanasan pada logam. Pemanas induksi dapat digunakan dalam berbagai fungsi, antara lain pengerasan permukaan, peleburan logam, pengelasan, dan pemanasan pada temperatur yang diinginkan. Pada industri otomotif, dibutuhkan pengerasan pada permukaan beberapa komponen seperti roda gigi, katup dan cranksaft dengan tetap menjaga keuletan di bagian dalam komponen tersebut. Objek pada penelitian ini adalah roda gigi transmisi yang membutuhkan tahan aus dann sifat keras pada permukaan serta tangguh dan ulet di bagian dalam. Proses pengerasan permukaan dilakukan menggunakan alat pemanas induksi. Material yang digunakan adalah baja AISI 4140 dan baja ST60 yang banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri alat transportasi. Spesimen berbentuk gear ditempatkan di tengah koil induksi dan dipanaskan sampai suhu austenit kemudian dicelupkan ke dalam minyak pendingin dengan cepat. Percobaan terhadap 12 spesimen dibedakan oleh variasi modul roda gigi induksi, serta temperatur dan waktu penahanan. Spesimen dianalisis dengan uji komposisi kimia, uji kekerasan makro dan uji mikrografi. Hasilnya adalah peningkatan nilai kekerasan permukaan dan ketebalan pengerasan permukaan. Semakin rendah frekuensi induksi maka pengerasan yang terjadi semakin tebal dan struktur martensit semakin dominan. Alat pemanas induksi terbukti mampu meningkatkan nilai kekerasan permukaan spesimen sebesar 65 - 75 HRC dengan ketebalan 3-4 mm sesuai yang distandarkan oleh ASTM
PENGARUH BEBAN PENGGETAR MESIN PRESS BATAKO PADA PROSES PRODUKSI BATAKO TANPA PLESTER DAN TANPA PEREKAT (BTPTP) TERHADAP KEKUATAN DINDING
Ar-Rasyid, Praditha Edu;
Sugiyanto, Sugiyanto
ROTASI VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (944.604 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.13.3.13-18
Batako tanpa plester dan tanpa perekat (BTPTP ) merupakan salah satu varian batako sebagai salah satu unsure penyusun bangunan. Pada aplikasinya dalam suatu bangunan BTPTP ini dapat dengan mudah disusun tanpa perlu menggunakan keahlian khusus karena menggunakan geometri tertentu yang memudahkan untuk saling terkait tanpa perlu menggunakan perekat semen seperti batako pada umumnya. Pada proses produksinya, mesin press BTPTP ini belum memiliki keseragaman mutu hal ini dikarenakan belum adanya penelitian tentang beban penggetar optimal pada mesin press BTPTP ini. Penelitian meliputi uji karakteristik material BTPTP dalam beberapa variasi beban penggetar dan uji tekan static pada saat disusun sebagai dinding.
STUDI PENGARUH MATERIAL DAN KETEBALAN TERHADAP PARAMETER-PARAMETER KONTAK PADA SISTEM ARTFICIAL HIP JOINT
Sugiyanto, Sugiyanto;
Jamari, Jamari
ROTASI Volume 12, Nomor 3, Juli 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (875.891 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.12.3.1-5
Penggantian dengan sendi tulang pinggul buatan (artificial hip joint) dilakukan apabila terjadi kerusakan permanen pada sendi tersebut. Pemilihan sifat material dan dimensi artificial hip joint perlu dilakukan secara cermat untuk mendapatkan kemampuan maskimal sambungan tulang pinggul buatan. Sistem artificial hip joint ini terdiri dari tiga bagian utama: femoral head, acetabular cup, dan cement. Paper ini mengkaji pengaruh variasi ketebalan acetabular cup dan material penyusunnya terhadap parameter-parameter kontak seperti tekanan kontak, dan radius kontak. Material penyusun yang dipilih adalah Co-Cr, UHMWPE, dan PMMA. Dua material terakhir memiliki sifat viscoelastic. Pemodelan sistem kontak dengan sistem layer dilakukan dengan analisa numerik metode elemen hingga. Dari hasil yang diperoleh diketahui bahwa ketebalan acetabular cup tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap parameter kontak untuk pasangan metal-non metal, namun untuk pasangan metal-metal perbedaannya cukup signifikan.
ANALISA TEGANGAN DAN REGANGAN PADA STRUKTUR CONTAINER CRANE KAPASITAS 40 TON MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
Mohammad, Adji Nur;
Sugiyanto, Sugiyanto
ROTASI Volume 11, Nomor 1, Januari 2009
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4674.853 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.11.1.1-4
Penelitian ini membahas tentang analisa displacement, tegangan, dan regangan pada struktur container crane. Dalam menganalisa struktur container crane ini, digunakan pendekatan statis untuk menyelesaikan kasus pembebanan. Analisa dilakukan dengan metode elemen hingga menggunakan software bantu ANSYS 9.0. Teori kegagalan yang digunakan untuk mengukur keamanan struktur container crane adalah teori kegagalan von Mises.
EFEK PENGGUNAAN FLY ASH SEBAGAI BAHAN CETAKAN PADA PROSES PENGECORAN BESI DITINJAU DARI KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO
Prahasto, Tony;
Sugiyanto, Sugiyanto
ROTASI Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (289.938 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.9.4.1-5
Kandungan silika yang dominan pada fly ash memungkinkan untuk menggunakan fly ash sebagai bahan cetakanpada proses pengecoran logam karena sifat silika yang mampu menahan temperatur yang tinggi. Untuk mengetahuikemungkinan tersebut maka perlu dilakukan penelitian tentang penggunaan fly ash sebagai bahan pembuat cetakanpada pengecoran logam.Pada penelitian ini, logam yang digunakan untuk proses pengecoran adalah besi non paduan. Penelitianbertujuan untuk mengetahui pengaruh cetakan berbahan fly ash terhadap tingkat kekerasan dan struktur mikro besicor. Unsur silika pada fly ash diharapkan mampu menurunkan tingkat kekerasan pada permukaan benda coransehingga dapat mempermudah dalam proses permesinan. Selain itu ukuran butir fly ash lebih kecil daripada pasirsehingga akan membuat permukaan benda coran lebih halus.Untuk mengetahui tingkat kekerasan besi cor yang dicetak menggunakan fly ash maka dilakukan pengujiankekerasan. Sedangkan untuk mengetahui struktur mikro besi cor maka dilakukan pengujian mikrografi. Dari keduapengujian tersebut diketahui bahwa kekerasan dan struktur mikro besi cor cetakan fly ash dengan komposisi: flyash(FA) 100, semen 25% FA dan air 8% FA , sama dengan besi cor hasil cetakan pasir silika.
Dasar-Dasar Perancangan Alat Pemanggil Ikan
Sugiyanto, Sugiyanto;
Setiawan, Joga Dharma;
Nugraha, Faryan;
Yuwana, Rizkia Wira
ROTASI Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (375.64 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.21.2.115-119
Alat pemanggil ikan merupakan suatu alat yang menggunakan prinsip akustik bawah air. Akustik merupakan ilmu yang membahas tentang gelombang suara dan perambatannya dalam suatu medium. Jadi, Alat pemanggil ikan ini akan menghasilkan suatu gelombang suara yang akan merambat pada medium air. Perambatan gelombang suara di dalam air dipengaruhi banyak faktor, diantaranya suhu, salinitas dan kedalaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suatu dasar perancangan alat pemanggil ikan menggunakan metode gelombang suara. Permasalahan utama pada perancangan alat pemanggil ikan adalah terjadinya penyerapan air laut terhadap gelombang akustik sehingga memperpendek jarak jangkau pemanggilan. Metode yang digunakan pada penelitian adalah dengan membuat alat yang dapat menghasilkan suatu gelombang suara dengan frekuensi yang dapat diatur sesuai dengan frekuensi ikan yang dipakai sebagai uji coba pemanggilan, selanjutnya dilakukan pengujian pemanggilan ikan di laboratorium. Dengan mengamati perubahan prilaku ikan dapat dibuat suatu kesimpulan apakah ikan tersebut terpengaruh oleh frekuensi suara apa tidak. Berdasarkan hasil perancangan diperoleh alat pemanggil ikan ini menggunakan lampu LED dan ICL8038 lalu diperkuat dengan OP-AMP 741untuk mengeluarkan frekuensi yang diinginkan. Selanjutnya alat tersebut diuji terhadap ikan kakap merah yang memiliki frekuensi suara 1000 Hz, hasilnya menunjukkan bahwa ikan kakap merah merespon pemanggilan tersebut, hal ini ditunjukkan terjadinya perubahan perilaku ikan yang bergerak memutari alat tersebut, sebanyak 70 kali putaran dalam kurun waktu 1 jam pengujian.
Analisa Perancangan Pada Produk Kaki Tiruan Atas Lutut tipe four bar linkage
Sugiyanto, Sugiyanto
ROTASI Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (272.808 KB)
|
DOI: 10.14710/rotasi.19.3.172-176
Hilangnya sebagian alat gerak akan menyebabkan ketidakmampuan seseorang untuk melakukan aktivitas dalam derajat yang bervariasi. Untuk membantu kasus amputasi atas lutut diperlukan kaki tiruan atas lutut atau sering disebut sebagai above knee prosthesis (AKP) yang memiliki sendi lutut tiruan yang menyerupai sendi lutut asli. Produk AKP menghendaki fleksibilitas gerak, kenyamanan, fungsi kaki yang optimal dan kemudahan pengaturan. Artikel ini menunjukkan karakteristik perancangan AKP tipe four bar linkage yang dapat memenuhi ketiga fungsi tersebut. Kajian dilakukan terhadap penentuan dimensi berdasarkan analisa kinematis, distribusi beban dalam satu siklus gerak kaki (gait cylce) orang berjalan normal dan analisa tegangan von Mises menggunakan finite element method (FEM) pada beban statis dengan beban 1000 N pada sudut titik mati transfemoral prosthesis. Studi kasus yang dianalisa adalah produk AKP No. 3 dan 4 yang telah dibuat. Dari hasil kajian produk AKP No. 3 dan 4 tersebut digunakan untuk menentukan karakteristik perancangan