Articles
Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik Pada Teks Eksplanasi Berbasis Literasi
Mardiah Hayati;
Fisnia Pratami;
Sugiarti Sugiarti
Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia) Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/pembahsi.v12i1.5475
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa LKPD teks eksplanasi berbasis literasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kelayakan pengembangan LKPD teks eksplanasi berbasis literasi, 2) keefektifan penerapan LKPD teks eksplanasi berbasis literasi. Prosedur yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan adalah menurut Borg and Gall sehingga menghasilkan LKPD. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, kuesioner, dan para ahli untuk memvalidasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah uji coba skala terbatas 82,02%, dan uji coba skala luas 86,40%. Hasil keseluruhan menempatkan LKPD pada teks eksplanasi berbasis literasi dalam kategori sangat layak. LKPD teks eksplanasi berbasis literasi cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi peserta didik dengan skor N-gain 0,39 termasuk kategori cukup efektif. Kata kunci : Literasi, LKPD, Teks Eksplanasi.
Pelatihan Penyusunan Instrumen Penilaian pada Guru di SMA Negeri 2 Indralaya Utara
Sugiarti Sugiarti;
Patricia HM Lubis;
Lukman Hakim;
Rita Sulistyowati;
Sulistiawati Sulistiawati;
Linda Lia;
Lefudin Lefudin
Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 5 No. 2 (2022): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/dedikasi.v5i2.8394
Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan para guru agar dapat melakukan proses assesment sehingga menjadi lebih baik. Selain itu juga dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan instrumen penilaian pada ranah kognitif, afektif dan psikomotor dengan benar. Intrumen penilaian pembelajaran yang berkualitas merupakan alat ukur untuk mengetahui pencapaian hasil belajar siswa. Pentingnya instrumen penilaian didasari dengan kegunaan instrumen tersebut yang dapat memberi penilaian yang autentik serta ketercapaian dalam kompetensi dalam melakukan kegiatan proses pembelajaran. Tes sering dijadikan sebagai satu-satunya alat pengambil keputusan tentang peserta didik pada pembelajaran. Padahal seluruh hasil belajar tidak dapat dinilai hanya menggunakan tes. Instrumen penilaian di sekolah terdiri dari instrumen penilaian ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini para guru diberikan wawasan sekaligus kemampuan secara teknis dalam menyusun instrumen penilaian, dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab serta penugasan. Berdasarkan hasil observasi dan penilaian angket dari kegiatan ini kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapatkan respon yang positif dari peserta guru di SMA Negeri 2 Indralaya Utara.
PENGEMBANGAN MASYARAKAT KELOMPOK TANI JERUK PAMELO BERBASIS WEB DI DESA PADANGLAMPE KECAMATAN MA’RANG KABUPATEN PANGKEP
Irawati Irawati;
Sugiarti Sugiarti
ABDIMAS UNWAHAS Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31942/abd.v5i2.3722
Salah satu daerah penghasil jeruk pamelo di Sulawesi Selatan berada di Desa Padanglampe Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep. Jeruk pamelo banyak dibudidayakan oleh petani karena mampu beradaptasi dengan baik pada daerah kering dan relatif tahan penyakit. Pemasaran jeruk pamelo dilakukan secara konvensional dengan menjualnya di halaman rumah masing-masing sehingga tidak terjangkau oleh masyarakat luar. Berbagai permasalahan muncul yakni banyaknya buah jeruk yang terbuang sia-sia karena pemasarannya yang tidak efektif. Banyak petani yang terpaksa harus menjual ke tengkulak namun dengan resiko dibeli dengan harga yang sangat murah. Beberapa petani bahkan menebang pohon jeruk pamelo karena biaya perawatan lebih besar dibandingkan harga hasil panen. Ini disebabkan karena belum adanya pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pemasarannya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sebuah sistem informasi sebagai media promosi dan pemasaran jeruk pamelo. Selain itu, petani diberikan penyuluhan tentang pemanfaatan internet dalam menunjang kebutuhan layanan informasi pemasaran hasil pertanian. Sistem dibangun dengan berbasis web sehingga lebih mudah untuk diakses oleh petani dan masyarakat umum. Hasil dari kegiatan pengabdian ini memudahkan petani dalam mempromosikan dan memasarkan jeruk pamelo sehingga dapat meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan petani. Selain itu masyarakat umum juga dapat lebih mudah mendapatkan informasi tentang jeruk pamelo dengan mengakses melalui website. Kata kunci: jeruk, informasi, pemasaran, sistem, web
PENILAIAN PSIKOMOTOR SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY
Sugiarti Sugiarti
PASCAL (Journal of Physics and Science Learning) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (393.071 KB)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan psikomotor siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada pembelajaran fisika materi fluida statis. Adapun aspek psikomotorik yang diamati mengacu pada model pembelajaran inkuiri terbimbing yaitu mengajukan pertanyaan atau masalah, membuat hipotesis, merancang percobaan, melakukan percobaan untuk memperoleh data, mengumpulkan dan menganalisis data, serta membuat kesimpulan. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui observasi keterampilan psikomotorik. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata keterampilan psikomotor siswa menggunakan model pembelajaran inkuiri diperoleh dengan kategori baik. Rata-rata kemampuan psikomotor siswa meningkat pada setiap pertemuannya pada pertemuan pertama sebesar 2,2, kemudian 2,4 pada pertemuan kedua dan 2,6 pada pertemuan ketiga.
PENGARUH PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) MENGGUNAKAN LABORATORIUM TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DI SMP NEGERI 1 RAMBANG
Marnia Ade Putri;
Fuad Abd Rachman;
Sugiarti Sugiarti
Jurnal Luminous: Riset Ilmiah Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 2 (2020): JULI 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/luminous.v1i2.5108
Pendekatan contextual teaching and learning (CTL) adalah pendekatan pembelajaran yang mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata, dipadukan dengan kegiatan laboratorium yang menghubungkan antara teori/konsep dan praktek sehingga membuat pemahaman mendalam dan bermakna. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2018 sampai dengan tanggal 14 Agustus 2018 di SMP Negeri 1 Rambang tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan contextual teaching and learning (CTL) menggunakan laboratorium terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa di SMP Negeri 1 Rambang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Rambang yang terdiri dari 4 kelas dan berjumlah 108 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling klaster (sampel berkelompok) dan mengambil 2 kelas dari 4 kelas dari populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan pengujian hipotesis menggunakan uji statistik uji-t (uji pihak kanan), dari perhitungan tersebut didapat thitung > ttabel, yaitu 2,51 > 1,67 maka H0 ditolak dan Ha diterima, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendekatan contextual teaching and learning (CTL) menggunakan laboratorium terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa di SMP Negeri 1 Rambang tahun pelajaran 2018/2019.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBANTUAN ALAT PERAGA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA SMA
Dea Tirsa Yolanda;
Patricia Lubis;
Sugiarti Sugiarti
Jurnal Luminous: Riset Ilmiah Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2020): JANUARI 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/luminous.v1i1.3444
Masalah dalam penelitian adalah rendahnya pemahaman konsep Fisika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran contextual teaching and learning berbantuan alat peraga terhadap pemahaman konsep Fisika siswa SMA Negeri 11 Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dengan menggunakan desain nonrandomized control group pretest-postest design. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling purposive sehingga diperoleh kelas XI.IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan XI.IPA 1 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi. Teknik analisis data tes menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data tes diperoleh nilai rata-rata pos-test kelas eksperimen sebesar 86,24 sedangkan kelas kontrol 70,48. Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t pada taraf signifikan 5% diperoleh thitung > ttabel yakni 12,21 > 1,67 maka diartikan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran contextual teaching and learning berbantuan alat peraga terhadap pemahaman konsep Fisika siswa.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA MENGGUNAKAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN EDMODO
Lisa Riani;
Misdalina Misdalina;
Sugiarti Sugiarti
Jurnal Luminous: Riset Ilmiah Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/luminous.v2i1.5237
Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SMA PGRI Gelumbang melalui kegiatan observasi dan wawancara menunjukan bahwa kemampuan pemahaman konsep Fisika siswa masih rendah. Kegiatan pembelajaran yang cenderung monoton mengakibatkan siswa kesulitan dalam memahami konsep materi yang diajarkan. Penerapan pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing berbantuan Edmodo memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk dapat berpartisipasi secara aktif dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep Fisika. Sampel dalam penelitian ini adalah one group pretest-posttest design dengan subjek penelitian peserta didik kelas X IPA 2 di SMA PGRI Gelumbang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan soal tes berbentuk essai berjumlah 10 (sepuluh) butir soal. Tes diberikan dalam dua tahap yaitu pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukan terjadi suatu peningkatan terhadap kemampuan pemahaman konsep Fisika siswa dengan perolehan N-gain sebesar 0,74 dalam kategori tinggi.
Pengawasan Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kabupaten Lampung Tengah
Wahyu Widodo;
Sugiarti Sugiarti
Jurnal Administrativa Vol 4 No 1 (2022): Administrativa: Jurnal Birokrasi, Kebijakan dan Pelayanan Publik
Publisher : Jurusan Ilmu Administrasi Publik FISIP Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/administrativa.v4i1.109
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Pengawasan Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kabupaten Lampung Tengah. Untuk mengetahui proses pelaksanaan dalam pengawasan komisi IV para peneliti menggunakan model implementasi Van Metter dan Van Horn yaitu implementasi kebijakan publik sebagai tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu-individu, pejabat-pejabat, atau kelompok-kelompok pemerintah atau swasta yang diharapkan pada tercapainya tujuan yang telah digariskan dalam keputusan kebijaksanaan ( Agustino , 2006 : 153 ). penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif . penelitian ini dilakukan oleh Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kabupaten Lampung Tengah.
IMPROVEMENT OF SCIENCE PROCESS SKILLS THROUGH DISCOVERY LEARNING MODEL IN PHYSICS EDUCATION STUDENTS
Sugiarti Sugiarti;
Dwi Ratnaningdyah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 5 No. 2 (2020): December 2020
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jppipa.v5n2.p69-74
Discovery Learning Model is a learning model that guides students to make discoveries through a series of inquiry and discovery activities. The purpose of this study is to describe the ability to improve students' science process skills in Basic Physics course material after the discovery learning model is applied. This research method is a quasi-experimental method because subjects are not randomly grouped, but are accepted as is. And the research design used was a one shot pretest-posttest design. The improvement of science process skills in the observation aspect is the science process skills that have the highest gain that is equal to 0.62 followed then by the science process skills in the measurement and concluding aspects of 0.61 and 0.58. While the lowest gain in science process skills is the science process skills in the classification and predicting aspects of 0.38 and 0.34. The average increase in science process skills in the Basic Physics course is 0.51 in the medium category.
Pengaruh Pemberian Kuis di Awal Pertemuan pada Model Discovery Learning terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI MIA SMAN 10 Luwu (Studi pada Materi Pokok Larutan Penyangga)
Herawati Herawati;
Halimah Husain;
Sugiarti Sugiarti
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 21, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (416.012 KB)
|
DOI: 10.35580/chemica.v21i2.17990
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kuis di awal pertemuan pada model discovery learning terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI MIA SMA Negeri 10 Luwu pada materi pokok larutan penyangga. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control design. Sampel diperoleh secara acak dan terpilih kelas XI MIA 3 sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah peserta didik 30 orang dan kelas XI MIA 2 sebagai kelompok kontrol dengan jumlah peserta didik 32 orang. Kelompok eksperimen dibelajarkan dengan pemberian kuis di awal pertemuan pada model discovery learning sedangkan kelompok kontrol dibelajarkan dengan model discovery learning tanpa pemberian kuis di awal pertemuan. Data hasil belajar dilakukan dengan pemberian tes hasil belajar. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan nilai rata-rata posttest peserta didik kelompok eksperimen yaitu 81,33 dan nilai rata-rata posttest peserta didik kelompok kontrol yaitu 74,87. Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa data terdistribusi normal dan homogen. Pengujian hipotesis yang dilakukan dengan uji parametrik dengan menggunakan uji-t menghasilkan hasil belajar thitung > ttabel = 2,45 > 1,67 pada α= 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian kuis di awal pertemuan pada model discovery learning berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI MIA SMA Negeri 10 Luwu pada materi pokok larutan penyangga. Kata kunci: Pemberian kuis, Model discovery learning, Hasil belajar ABSTRACT This research is a Quasi-experimental that aims to know the effect of giving quizzes at the beginning of the meeting on the discovery learning model to the study result of the students of class XI MIA in SMA 10 Luwu on the subject matter of the buffer solution. The research design used was the posttest only control design. The sample is taken randomly so the XI MIA 3 is chosen as the experiment group with 30 students and XI MIA 2 as the control group with 32 students. The experiment group is taught by using quizzes at the beginning of the meeting in the discovery learning model meanwhile the control group is using the Discovery Learning Model without giving quizzes at the beginning of the meeting. Data result is collected by giving posttest. The results of the descriptive statistical analysis showed that the average study result of the experimental group student was 81.33 and the control group students was 74.87. The results of inferential statistical analysis show that the data is normally distributed and homogeneously. The hypothesis trial by using the parametric test t-test results thitung > ttabel = 2.45 > 1.67 in α = 0.05. So, it can be concluded that giving quizzes at the beginning of the meeting in the discovery learning model influencing the study result of class XI MIA students in SMA Negeri 10 Luwu on the subject matter of the buffer solution. Keywords: Giving quizzes, discovery learning models, study result